TUGAS TUTORIAL 2
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
IDIK4008
Disusun Oleh :
Nama : Galuh Mutiara Kusuma, S.E.
NIM : 858001163
Program Studi : PGSD
Pokjar : Parakan
UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) YOGYAKARTA
TAHUN 2025
1. Buatlah 1 (satu) judul PTK. Akan sangat baik bila masalahnya berasal dari
pengalaman nyata Anda di kelas.
Jawab :
PROPOSAL PTK
Meningkatkan Kemampuan Siswa Menulis dan Membaca Permulaan di Kelas I
dengan Menggunakan Metode Flashcard
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran membaca dan menulis merupakan fondasi penting dalam pendidikan
dasar. Kemampuan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dasar, tetapi juga
sebagai keterampilan yang mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak. Di
Indonesia, kurikulum pendidikan menekankan pentingnya literasi sejak dini, namun
tantangan dalam pengembangan kemampuan membaca dan menulis masih sering dihadapi
oleh anak-anak kelas 1.
Beberapa faktor yang menjadi latar belakang proposal ini antara lain:
• Kurangnya Minat Baca: Banyak anak kelas 1 yang menunjukkan minat yang kurang
dalam membaca. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya eksposur terhadap buku
dan materi bacaan yang menarik.
• Keterampilan Menulis yang Belum Menguasai: Anak-anak sering mengalami
kesulitan dalam menulis dengan benar, baik dari segi huruf, tata bahasa, maupun
struktur kalimat. Ini bisa menghambat perkembangan kemampuan komunikasi
mereka.
• Metode Pembelajaran yang Kurang Efektif: Metode pembelajaran tradisional yang
masih banyak digunakan mungkin tidak sesuai dengan gaya belajar anak-anak saat
ini. Pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan diperlukan untuk
meningkatkan minat dan keterampilan mereka.
B. Rumusan Masalah
1) Apa saja faktor-faktor utama yang mempengaruhi minat dan kemampuan membaca
serta menulis pada anak kelas 1 dasar?
2) Apa saja strategi pembelajaran yang dianggap efektif oleh guru dan anak k dalam
meningkatkan kemampuan membaca dan menulis?
C. Tujuan Penelitian
1) Menentukan strategi pembelajaran membaca dan menulis yang paling efektif untuk
anak kelas 1.
2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan keterampilan membaca
dan menulis anak.
3) Memberikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran
yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak kelas 1.
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1) Membaca
1.1 Pengertian Membaca
Membaca adalah proses menafsirkan simbol-simbol tertulis untuk
memperoleh makna. Ini melibatkan pengenalan huruf, kata, dan struktur bahasa yang
digunakan untuk menyampaikan informasi, ide atau sekadar mengucapkan kata-kata
secara lisan, tetapi juga memahami konteks, nuansa, dan subtansi dari teks yang
dibaca.
Tujuan Membaca :
1. Pengembangan Keterampilan Bahasa: Membaca membantu meningkatkan
kosakata dan pemahaman bahasa, yang penting untuk komunikasi efektif.
2. Peningkatan Pengetahuan: Melalui membaca, individu dapat memperoleh
informasi baru, memperluas wawasan, dan meningkatkan pemahaman tentang
dunia di sekitar mereka.
3. Pengayaan Kreativitas: Membaca karya sastra atau teks kreatif dapat
merangsang imajinasi dan kreativitas, serta inspirasi untuk menulis atau
menciptakan karya sendiri.
4. Pembelajaran dan Pendidikan: Membaca adalah kunci utama dalam proses
pembelajaran. Ini memungkinkan individu untuk memahami konsep-konsep
baru, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, dan mendapatkan
pengetahuan mendalam tentang berbagai subjek.
5. Relaksasi dan Kesejahteraan Emosional: Membaca dapat menjadi kegiatan
yang menenangkan dan menyenangkan, membantu mengurangi stres dan
memberikan kepuasan emosional.
6. Pengembangan Empati dan Pemahaman Sosial: Dengan membaca cerita atau
laporan tentang pengalaman orang lain, individu dapat
mengembangkaniahaman yang lebih baik terhadap perspektif dan kehidupan
orang lain.
7. Peningkatan Kemampuan Analitis: Membaca mendorong pemikiran kritis dan
analitis, membantu individu untuk mengevaluasi argumen, membedakan fakta
dari opini, dan membuat keputusan yang lebih baik.
8. Inspirasi dan Motivasi: Banyak orang menemukan inspirasi dan motivasi
melalui membaca kisah-kisah sukses, biografi, atau kutipan-kutipan yang
membangkitkan semangat.
1.2 Membaca Permulaan
Komponen Penting dalam Membaca Permulaan :
1. Pengenalan Huruf dan Kata: Anak-anak perlu belajar mengenali huruf-huruf
alphabet dan bagaimana mereka membentuk kata-kata. Ini sering dimulai
dengan latihan mengenali bentuk dan suara huruf.
2. Pemahaman Bahasa: Selain mengenali huruf dan kata, anak-anak juga perlu
memahami struktur bahasa, termasuk tata bahasa dan kosakata dasar.
3. Keterampilan Mendengarkan: Kemampuan mendengarkan dan memahami
instruksi dari guru atau orang tua sangat penting dalam membantu anak-anak
memahami konsep membaca.
4. Latihan Membaca: Praktik rutin membaca buku, cerita, atau teks sederhana
membantu anak-anak mengembangkan keterampilan membaca secara
bertahap dan sistematis.
5. Penggunaan Media Visual: Buku dengan ilustrasi, video bacaan, dan alat
permainan edukatif dapat membantu membuat proses pembelajaran lebih
menarik dan interaktif.
1.3 Pemilihan Bahas Ajar membaca Permulaan
Pemilihan bahan ajar yang tepat sangat penting dalam tahap membaca
permulaan untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pengalaman belajar
yang efektif dan menyenangkan. rekomendasi untuk memilih bahan ajar yang sesuai:
1. Sederhana dan Mudah Dipahami: Pilih bahan ajar yang menggunakan bahasa
sederhana dan konsep yang mudah dipahami oleh anak-anakari teks yang
terlalu kompleks atau berisi jargon yang tidak familiar.
2. Visualisasi dan Ilustrasi: Buku dengan ilustrasi yang menarik dapat membantu
anak-anak memahami konten dengan lebih baik. Gambar dan visual dapat
memperkuat pemahaman mereka tentang huruf dan kata.
3. Pengembangan Keterampilan Bahasa: Pastikan bahan ajar mencakup latihan
dalam membaca, menulis, dan berbicara untuk mengembangkan keterampilan
bahasa secara keseluruhan.
4. Relevansi dan Konteks: Pilih bahan ajar yang relevan dengan kehidupan
sehari-hari anak-anak, sehingga mereka dapat melihat hubungan antara apa
yang mereka pelajari dan dunia nyata.
5. Kualitas Penyajian: Periksa kualitas penyajian materi, termasuk desain
halaman, tata letak, dan kualitas cetak atau digital. Bahan ajar yang disajikan
dengan baik akan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
1.4 Metode Pengajaran Membaca / Menulis Permulaan
a) Tahap Persiapan
1. Persiapan Materi: Kumpulkan kartu flash yang akan digunakan, pastikan
setiap kar ku acuan atau panduan yang dapat digunakan sebagai referensi.
2. Pengenalan Tujuan Pembelajaran: Jelaskan kepada anak-anak tujuan dari
kegiatan ini, yaitu untuk belajar mengenali huruf dan kata melalui metode
yang menyenangkan dan interaktif.
3. Pembentukan Kelompok Belajar: Bagi anak-anak ke dalam kelompok-
kelompok kecil untuk memudahkan interaksi dan partisipasi aktif.
4. Penjelasan Instruksi: Berikan instruksi kepada anak-anak tentang cara
menggunakan kartu flash, misalnya dengan menggulir kartu untuk
menemukan huruf atau kata tertentu.
5. Penggunaan Media Pendukung: Siapkan media pendukung seperti gambar
atau objek yang dapat membantu anak-anak mengaitkan huruf atau kata
dengan bentuk atau suara yang sesuai.
6. Pembiasaan dengan Kartu Flash: Lakukan sesi pembiasaan singkat
menggunakan kartu flash sebelum memulai kegiatan utama, sehingga anak-
anak terbiasa dengan cara kerja kartu flash.
7. Penyusunan Lingkungan Belajar: Susun ruang belajar agar nyaman dan bebas
dari gangguan, pastikan anak-anak duduk dalam posisi yang baik untuk
melihat kartu flash dengan jelas.
b) Tahap Penelitian
Langkah-langkah :
a. Langka Awal :
• Guru mengkondisikan kelas dengan mengajukan pertanyaan yang
berhubungan dengan keluarga, misalnya , siapa saja yang ada dirumah
peserta didik ? mugkin akan menjawab : Ayah, Ibu , Kakak ,Adik dan
lain-lain.
• Guru menunjukkan gambar ibu, kemudian menjelaskan “ibu” sama
dengan mama, sama denga napa lagi “bunda” kemudian mengajak
siswa mendengarka yang diucapkan guru dan seterusnya.
b. Langkah Inti
Menunjukkan Flashcard:
• Tunjukkan flashcard kepada anak, gambar terlebih dahulu, kemudian
kata-kata.
• Bacakan kata-kata di flashcard dengan jelas dan pelan.
• Anda bisa menggunakan berbagai cara, seperti bermain petak umpet
dengan flashcard atau meminta anak untuk mencari kartu tertentu.
Memperkenalkan Kata-kata Baru:
• Setelah mengenali kata-kata dasar, mulai memperkenalkan kata-kata
baru dan kalimat sederhana.
• Gunakan flashcard untuk mengajarkan tata bahasa, seperti kata kerja,
kata sifat, dan preposisi.
• Anda bisa menambahkan gambar yang menggambarkan penggunaan
kata-kata tersebut dalam kalima
c. Langkah Akhir
• Ulangi proses ini secara berkala untuk membantu anak mengingat dan
memahami kata-kata dan kalimat yang telah dipelajari.
• Tingkatkan kesulitan flashcard secara bertahap seiring dengan
perkembangan anak.
• Buat flashcard yang lebih kompleks, seperti flashcard dengan gambar
yang lebih detail atau flashcard dengan teks yang lebih panjang.
c) Tahap Penilaian
• Setelah memperkenalkan kata-kata dan kalimat baru, uji pemahaman anak
dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana.
• Mintalah anak untuk menceritakan kembali cerita atau gambar yang terkait
dengan flashcard.
2) Menulis
2.1 Pengertian Menulis
Menulis adalah proses menggunakan simbol atau karakter untuk mencatat
informasi, ide, atau perasaan dalam bentuk teks. Ini adalah keterampilan dasar yang
penting dalam komunikasi dan pembelajaran. Menulis melibatkan beberapa aspek
utama:
1. Penggunaan Huruf dan Kata: Menulis mengandung penggunaan huruf dan
kata untuk menyampaikan pesan atau informasi. Ini termasuk kem untuk
menulis huruf dengan benar, membentuk kata, dan menggunakan tata bahasa
yang tepat.
2. Ekspresi Diri: Melalui menulis, individu dapat mengekspresikan pikiran,
perasaan, dan ide mereka. Ini adalah alat penting untuk berkomunikasi secara
efektif dan mencatat pengalaman pribadi atau observasi.
3. Komunikasi: Menulis adalah salah satu bentuk komunikasi tertulis yang
memungkinkan pertukaran informasi antara individu. Ini digunakan dalam
berbagai konteks, mulai dari surat pribadi hingga laporan ilmiah dan artikel
jurnal.
2.2 Metode Pengajaran Metode Menulis
Metode pengajaran permulaan menulis untuk anak-anak biasanya berfokus
pada pengembangan keterampilan dasar menulis dengan cara yang menyenangkan
dan mendukung. Berikut adalah beberapa metode yang efektif:
1. Penggunaan Gambar dan Cerita:
• Menggunakan gambar sebagai titik awal untuk memperkenalkan konsep
menulis.
• Membaca cerita bersama dan mendorong anak-anak untuk menulis cerita
mereka sendiri berdasarkan gambar atau cerita yang telah dibaca.
2. Latihan Menulis Tangan:
• Memberikan latihan rutin untuk mengembangkan keterampilan motorik halus.
• Menggunakan alat bantu seperti kotak sandi atau papan tulis untuk
memudahkan anak-anak menulis dengan tangan.
3. Permainan Bahasa:
• Mengajak anak-anak bermain permainan yang melibatkan penggunaan bahasa,
seperti menyebutkan kata-kata atau membuat kalimat.
• Mendorong anak-anak untuk berimajinasi dan menciptakan dunia mereka
sendiri melalui tulisan.
B. Kerangka Penelitian
Kondisi Guru : Siswa :
awal Belum Hasil belajar
menggunakan Rendah
Flashcard
Tindakan Guru : Siklus I :
Menggunakan menggunakan
kartu huruf , kata metode ceramaha
berbagai warna dan tanya jawab
dengan metode
bermain peran
Kondisi Hasil Belajar: Siklus II :
Akhir Membaca dan Mengunakan
Menulis mulai Flashcard
meningkat
Hipotesis Tindakan
Penggunaan flashcard secara rutin dalam kegiatan belajar membaca dan
menulis akan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak sekolah
dasar.
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Jadwal Penelitian
Penelitian ini berlangsung pada bukan Agustus sampai September selama
4 Minggu. Waktu dipilih karena waktu tersebut merupakan awal semester
sehingga dapat meninjau kemampuan membaca dan menulis siswa.
Jadwal Penelitian :
No Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6
1 Perencanaan
2 Pelaksanaan
3 Observasi
4 Refleksi
2. Tempat Penelitian
Penelitina ini dilaksanakan di SDN Kerokan Temanggung. Karena selam 2
tahub berturut -turut pada SDN ini selalu dihadapkan pada masalah
rendahnya prestasi belajar siswa pada materi membaca dan menulis
permulaan.
B. Subjek penelitian
Subjek penelitian pada PTK kelas ini adalah seluruh siswa kelas I dan guru
kelas yang mengajar kelas I
C. Sumber Data
Seluruh siswa kelas I SDN Kerokan Temanggung dan guru kelas yang engajar
kelas I . data siswa yang diambil, berupa tes hasil belajar. ,keaktifan siswa dan
interaksi antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar.
D. Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan scenario
pembelajaran (RPP)
E. Refleksi
Hasil yang didapat dalam pelaksanaan dan observasi dikumpulkan
serta dianalisis . dari hasil analisis dilakukan refleksi , apakah kegiatan yang
dilakukan telah memberikan pengaruh dalam meningktakan proses dan hasil
belajar siswa.
Hasil analisis yang dilaksanakan pada tahap ini, akan dipergunakan
sebagai acuan merencanakannsiklus berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Pendidikan Nasional . Pendekatan Konstektual . 2002
2. Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum Pendidikan Dasar . 2006
3. Departemen Pendidikan Nasional . Pembelajaran Soal Cerita di SD. 2009
4. Ajisman, Drs. Penelitian Tindakan Kelas . Departemen Pendidikan Nasional.
2005
5. Kasri , Khafid .dkk. Buku Bahasa Indonesia Gemar Membaca dan Menulis .
Penerbit Erlangga . 2004
6. Wardani . I G.A.K. dan Kuswaya Wihardit . Penelitian Tindakan Kelas .
Penerbit Universitas Terbuka.
Kepala Sekolah Guru Kelas
LIZAR USWATUN NISAK, [Link] Galuh Mutiara Kusuma, S.E.
NIP. 19860804 200903 2 004
2. Berikan uraian teori yang melandasi tindakan perbaikan yang Anda
berikan. Jelaskan teori apa yang relevan untuk masalah yang akan ada
teliti. Contoh: Tindakan perbaikan pembelajaran yang Anda lakukan adalah untuk
meningkatkan minat siswa Menulis Esai (mengarang). Teori apa yang mendukung
untuk variabel PTK
Uraian Teori yang Melandasi Tindakan Perbaikan
Tindakan perbaikan yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan minat
siswa dalam menulis esai (mengarang). Teori yang relevan untuk mendukung
tindakan perbaikan ini adalah Teori Motivasi Belajar.
Teori Motivasi Belajar menyatakan bahwa motivasi merupakan faktor penting
yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Motivasi belajar dapat berasal dari
dalam diri siswa (motivasi intrinsik) maupun dari luar diri siswa (motivasi ekstrinsik).
Motivasi intrinsik timbul dari dalam diri siswa sendiri, misalnya keinginan untuk
berprestasi, rasa ingin tahu, dan lain-lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik berasal dari
luar diri siswa, seperti pujian, hadiah, atau dorongan dari guru.
Teori Motivasi Belajar yang dikemukakan oleh Abraham Maslow menyatakan
bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa
aman, rasa memiliki, harga diri, hingga aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan
tersebut dapat menjadi sumber motivasi bagi siswa untuk belajar, termasuk dalam
menulis esai.
Selain itu, Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura juga relevan, yang
menyatakan bahwa manusia belajar melalui pengamatan terhadap orang lain. Dalam
konteks menulis esai, siswa dapat belajar dari model atau contoh yang diberikan oleh
guru, sehingga dapat meningkatkan minat dan kemampuan mereka dalam menulis.
3. Argumentasi dan Sumber Pustaka
Berdasarkan Teori Motivasi Belajar dan Teori Belajar Sosial, tindakan perbaikan yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis esai adalah:
1. Memberikan motivasi intrinsik kepada siswa, misalnya dengan menghubungkan
topik esai dengan minat dan kebutuhan siswa, serta memberikan umpan balik positif
atas hasil tulisan mereka.
2. Memberikan motivasi ekstrinsik, seperti memberikan pujian, hadiah, atau
penghargaan bagi siswa yang menunjukkan peningkatan dalam menulis esai.
3. Menyediakan model atau contoh esai yang baik, sehingga siswa dapat belajar dari
pengamatan terhadap contoh tersebut.
Sumber pustaka yang digunakan:
1. Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4),
370-396.
2. Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
3. Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.).
Boston, MA: Pearson.
4. Instrumen Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Untuk masalah meningkatkan minat siswa dalam menulis esai, instrumen yang dapat
digunakan dalam PTK ini adalah:
1. Angket minat menulis esai: Digunakan untuk mengukur tingkat minat siswa dalam
menulis esai sebelum dan setelah tindakan perbaikan dilakukan.
2. Lembar observasi aktivitas belajar: Digunakan untuk mengamati dan mencatat
aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran menulis esai, termasuk partisipasi,
antusiasme, dan keterlibatan siswa.
3. Rubrik penilaian esai: Digunakan untuk menilai kualitas hasil tulisan esai siswa,
baik sebelum maupun sesudah Tindakan perbaikan dilakukan.