0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Prinsip Pembelajaran Kontekstual IPS SD

Dokumen ini merupakan tugas tutorial yang membahas pembelajaran kontekstual dan CTL dalam pendidikan, serta tantangan dalam penerapan pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS. Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip pembelajaran, teknologi ramah lingkungan, dan keterampilan bertanya yang harus dimiliki guru. Selain itu, dokumen ini juga mencakup contoh-contoh konkret dari teknologi ramah lingkungan dan keterampilan bertanya dalam konteks pembelajaran di SD.

Diunggah oleh

galuhmutiara89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Prinsip Pembelajaran Kontekstual IPS SD

Dokumen ini merupakan tugas tutorial yang membahas pembelajaran kontekstual dan CTL dalam pendidikan, serta tantangan dalam penerapan pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS. Terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip pembelajaran, teknologi ramah lingkungan, dan keterampilan bertanya yang harus dimiliki guru. Selain itu, dokumen ini juga mencakup contoh-contoh konkret dari teknologi ramah lingkungan dan keterampilan bertanya dalam konteks pembelajaran di SD.

Diunggah oleh

galuhmutiara89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL 3

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

MATERI DAN PEMBELAJARAN

IPS DI SD 50

TUTOR : llham, S. Pd., M. Pd.

Disusun Oleh :

Nama : Galuh Mutiara Kusuma, S.E.


NIM : 858001163

Program Studi : PGSD

Pokjar : Parakan

UNIVERSITAS TERBUKA

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) YOGYAKARTA

TAHUN 2025
1. Pembelajaran kontekstual akan berhasil apabila sasaran utamanya adalah mencari
makna dengan menghubungkan pekerjaan akademik dengan kehidupan keseharian
peserta didik. Hal ini akan terjadi apabila para pembelajar memahami tiga prinsip
pokok, yaitu : kesaling bergantungan (interdependence), deferensiasi
(defferentiation), dan pengaturan diri (self-regulation). Uraikan ketiga prinsip pokok
Pembelajaran kontekstual tersebut!

Jawab :

1. Kesaling Bergantungan (Interdependence): Prinsip ini menekankan bahwa


pembelajaran lebih efektif ketika peserta didik melihat keterkaitan antara materi
pel kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, mereka dapat melihat
relevansi dan aplikasi praktis dari apa yang mereka pelajari.

2. Deferensiasi (Differentiation): Prinsip ini mengakui bahwa setiap peserta didik


memiliki latar belakang, minat, dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu,
pendekatan pembelajaran harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan
individu masing-masing, sehingga semua peserta didik dapat memahami dan
mengaplikasikan materi pelajaran dengan cara yang paling efektif bagi mereka.

3. Pengaturan Diri (Self-Regulation): Prinsip ini menekankan pentingnya


kemampuan peserta didik untuk mengatur diri mereka sendiri dalam proses
pembelajaran. Ini termasuk kemampuan untuk menetapkan tujuan, memantau
kemajuan, dan menyesuaikan strategi pembelajaran mereka sendiri agar lebih
efektif.

2. Ada tiga hal yang perlu dipahami terkait konsep pembelajaran CTL. Pertama, CTL
menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Kedua, CTL
mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari
dengan situasi kehidupan nyata. Ketiga, CTL mendorong siswa untuk dapat
menerapkannya dalam kehidupan. Menguraikan ketiga konsep pembelajaran CTL
dimaksud!

Jawab :

Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah pendekatan


pendidikan yang berfokus pada penerapan pengetahuan dalam konteks situasi nyata
dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tiga konsep utama dalam pembelajaran CTL:

1. Proses Keterlibatan Siswa untuk Menemukan Materi:

Pembelajaran CTL menekankan bahwa siswa harus terlibat aktif dalam


proses pembelajaran. Ini berarti bahwa siswa didorong untuk mencari,
menemukan, dan memahami materi pelajaran secara mandiri. Dengan
keterlibatan aktif, siswa lebih mungkin untuk tertarik dan termotivasi dalam
belajar karena mereka merasa memiliki kontrol atas proses pembelajaran
mereka.

2. Menemukan Hubungan Antara Materi dengan Situasi Kehidupan Nyata:

Salah satu tujuan utama dari CTL adalah membantu siswa melihat
bagaimana materi pelajaran yang dipelajari di kelas relevan dengan situasi
kehidupan nyata mereka. Ini melibatkan pengembangan keterampilan berpikir
kritis dan analitis sehingga siswa dapat menghubungkan konsep-konsep
akademik dengan pengalaman sehari-hari mereka. Dengan demikian, siswa
dapat memahami bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah memiliki aplikasi
praktis dalam kehidupan mereka.

3. Menerapkan Pengetahuan dalam Kehidupan:

Pembelajaran CTL juga mendorong siswa untuk menerapkan


pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Ini
berarti bahwa tujuan akhir dari pembelajaran bukan hanya untuk memahami
teori, tetapi juga untuk dapat menggunakan pengetahuan tersebut dalam situasi
nyata. Penerapan ini dapat dilakukan melalui proyek, kegiatan ekstrakurikuler,
atau bahkan dalam interaksi sosial sehari-hari, sehingga siswa dapat melihat
hasil nyata dari apa yang telah mereka pelajari.

3. lmu, dan Teknologi dan masyarakat setiap saat mengalami perubahan, hal ini seiring
dengan perkembangan dan kemajuan teknologi yang terus-menerus meningkat, mulai
dari penemuan yang sederhana sampai dengan teknologi yang super mutakhir.
Namun demikian, perkembangan ilmu dan teknologi sering tidak dibarengi dengan
perkembangan ilmu dan teknologi yang mengkhususkan adanya teknologi ramah
lingkungan agar tidak memberikan dampak negatif yang merugikan masyarakat.
Terkait hal tersebut, berikan contoh teknologi ramah lingkungan dan jelaskan
dampak penggunaan teknologi tersebut!

Jawab :

Teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang dirancang untuk meminimalkan


dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Contoh teknologi ramah
lingkungan beserta dampaknya:

1. Panel Surya:

• Dampak: Panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik,


sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu
bara dan gas alam. Penggunaan panel surya juga mengurangi emisi gas
rumah kaca, yang berkontribusi pada pemanasan global.
2. Kendaraan Listrik:
• Dampak: Kendaraan listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi
utama, mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor konvensional. Ini membantu mengurangi polusi udara dan
ketergantungan pada bahan bakar fosil.
3. Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi:

• Dampak: Teknologi ini mencakup sistem pengumpulan dan pemrosesan


sampah yang lebih efisien, seperti sortir otomatis dan pembuangan yang
lebih aman. Hal ini mengurangi pencemaran lingkungan dan
meningkatkan keberlanjutan pengelolaan sampah.

4. Sistem Irigasi Tetes:

• Dampak: Sistem irigasi tetes menggunakan air dengan lebih efisien


dibandingkan metode irigasi tradisional, seperti penyiraman manual atau
sprinkler. Ini membantu mengurangi penggunaan air dan mencegah
pemborosan sumber daya.
5. Penerapan Bahan Ramah Lingkungan dalam Bangunan:

• Dampak: Penggunaan bahan-bahan seperti kayu ramah lingkungan,


beton bertulang, dan bahan daur ulang dalam konstruksi bangunan dapat
mengurangi jejak karbon bangunan dan meningkatkan kenyamanan serta
kesehatan penghuni.
6. Teknologi Pengolahan Air Limbah:

• Dampak: Teknologi ini memungkinkan pengolahan air limbah menjadi


air yang dapat digunakan kembali, mengurangi pencemaran air dan
menjaga ketersediaan sumber air bersih.

4. Penggunaan pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS (yang terwujudkan


oleh correlated dan intergrated) ideal dilakukan karena adanya keterkaitan antara
ilmu sosial yang satu dengan yang lainnya. Namun demikian, bukan berarti hal itu
tidak mendapatkan hambatan dalam pelaksanaannya. Pada umumnya hambatan
tersebut terkait dengan: 1) Kurikulum; 2) Paradigma/pandangan Umum; dan 3) Input
(guru). Terkait dengan hal tersebut, sebutkan dan tafsirkan hambatan pengunaan
pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS di tempat saudara bekerja!
Jawab :

Pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) adalah


metode yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial untuk memberikan
pemahaman yang lebih komprehensif dan terhubung mengenai fenomena sosial.
Meskipun pendekatan ini memiliki banyak manfaat, pelaksanaannya sering
menghadapi beberapa hambatan. Tafsiran hambatan-hambatan tersebut:
[Link]:

• Hambatan: Jika kurikulum hanya fokus pada satu aspek tertentu tanpa
mengaitkannya dengan aspek lain, maka akan sulit bagi guru untuk
menghubungkan materi pelajaran secara holistik.

• Tafsir: Untuk mengatasi hambatan ini, kurikulum perlu dirancang


sedemikian rupa sehingga mencakup berbagai disiplin ilmu sosial dan
memungkinkan integrasi antar mata pelajaran.
[Link]/Pandangan Umum:

• Hambatan: Ada kepercayaan bahwa setiap disiplin ilmu sosial harus


dipelajari secara terpis tidak boleh dicampur, maka pendekatan
interdisipliner akan sulit diterapkan.

• Tafsir: Meningkatkan pendidikan profesional bagi guru untuk membekali


dengan keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana menerapkan
pendekatan ini secara efektif.

[Link] (Guru):

• Hambatan: Terdapat beberapa guru mungkin tidak memiliki pelatihan


atau pengalaman yang cukup untuk menerapkan metode ini secara efektif.

• Tafsir: Dukungan dari pihak sekolah dan kementerian pendidikan dalam


bentuk workshop, seminar, dan studi banding dapat membantu
meningkatkan keterampilan guru

5. Pembelajaran yang interaktif adalah proses belajar mengajar yang tidak didominasi
guru, melainkan dicirikan dengan ikut terlibatnya siswa secara aktif di dalamnya.
Untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS di SD, guru dituntut
memiliki kemampuan memberikan stimulus melalui pertanyaan serta merespons
setiap pertanyaan atau jawaban siswa. Keterampilan bertanya merupakan salah satu
keterampilan dasar mengajar yang perlu dimiliki oleh setiap guru, dengan demikian
diharapkan ia dapat mengoptimalkan peranannya di kelas. Terkait dengan hal
tersebut, uraikan ragam keterampilan bertanya yang harus dimiliki oleh guru beserta
contohnya dalam pembelajaran IPS

Jawab :

Beberapa ragam keterampilan bertanya yang harus dimiliki oleh guru beserta
contohnya:

1. Pertanyaan Terbuka:
• Deskripsi: Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang pasti dan
memungkinkan siswa untuk berpikir kreatif serta mengemukakan
pendapat mereka.

• Contoh: “Bagaimana menurut kamu peran teknologi dalam kehidupan


sehari-hari kita?”

2. Pertanyaan Tertutup:

• Deskripsi: Pertanyaan ini memiliki jawaban yang spesifik dan biasanya


dapat dijawab dengan ya atau tidak.

• Contoh: “Apakah kamu sudah pernah menggunakan aplikasi


pembelajaran online?”

3. Pertanyaan Hipotetis:

• Deskripsi: Pertanyaan ini dibuat berdasarkan situasi hipotetis untuk


menguji pemahaman siswa tentang konsep tertentu.
• Contoh: “Jika kamu menemukan sebuah kota di pinggir laut, bagaimana
kamu akan mengatasi masalah ekonomi yang terjadi di sana?”

4. Pertanyaan Konseptual:

• Deskripsi: Pertanyaan ini bertujuan untuk menguji pemahaman siswa


tentang konsep atau prinsip tertentu.

• Contoh: “Apa yang dimaksud dengan interdisipliner dalam


pembelajaran IPS?”

5. Pertanyaan Proses:
• Deskripsi: Pertanyaan ini mengajak siswa untuk melakukan proses
berpikir tertentu, seperti menganalisis, mensintesis, atau mengevaluasi.

• Contoh: “Bagaimana cara kamu menentukan ke mana kamu akan


memindahkan penduduk desa X yang terkena bencana alam?”

6. Pertanyaan Reflektif:

• Deskripsi: Pertanyaan ini mendorong siswa untuk merenungkan


pengalaman pribadi mereka dan menghubungkannya dengan materi
pelajaran.
• Contoh: “Ceritakan pengalamanmu ketika kamu terlibat dalam kegiatan
kelompok di kelas. Apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?”
7. Pertanyaan Diskusi Kelompok:

• Deskripsi: Pertanyaan ini dirancang untuk memicu diskusi kelompok


dan mengembangkan keterampilan sosial serta komunikasi siswa.
• Contoh: “Bagaimana cara kita bisa membantu meningkatkan partisipasi
siswa lain dalam diskusi kelas?”

Anda mungkin juga menyukai