ANGGARAN
LABA RUGI
Disusun oleh Kelompok 10
ANGGOTA
KELOMPOK
AFIZAH NURZA (2301072002)
VIOLA SEPTIRIANI (2301072031)
PENGERTIAN
Anggaran laba rugi adalah rencana laba atau rugi yang
akan diperoleh dari anggaran penjualan, produksi,
beban operasional, biaya produksi yang akan
ditanggung perusahaan atau entitas pada satu periode
anggaran.
Sederhananya, anggaran laba rugi merupakan jumlah
laba dan atau rugi yang ingin diperoleh oleh perusahaan.
TUJUAN PENYUSUNAN
ANGGARAN LABA RUGI
Penyusunan anggaran laba rugi bertujuan memberikan informasi
kepada pihak manajemen tentang perkiraan laba atau rugi
bersih yang akan ditanggung oleh perusahaan dalam satu
periode anggaran. Dengan membuat laporan ini, perusahaan
akan mengetahui seberapa besar laba yang diterima atau rugi
yang akan ditanggung sehingga perusahaan dapat membuat
rencana program untuk mengelola keuangannya dengan baik.
SUMBER INFORMASI
YANG DIBUTUHKAN
1. Anggaran penjualan [Link] kas [Link] produksi
menyediakan informasi menyediakan informasi menyediakan informasi
tentang perkiraan nilai tentang beban bunga, tentang nilai persediaan awal
penjualan dalam satu pendapatan bunga dan dan akhir barang jadi di mana
periode anggaran beban piutang tidak informasi ini akan menjadi
tertagih perhitungan beban pokok
penjualan
SUMBER INFORMASI
YANG DIBUTUHKAN
[Link] biaya [Link] beban 6Anggaran pajak penghasilan
produksi operasional badan
menyediakan informasi menyediakan informasi diperlukan untuk menentukan
mengenai produksi tentang perkiraan beban jumlah beban pajak penghasilan
pada satu periode penjualan dan beban yang harus ditanggung oleh
anggaran administrasi perusahaan perusahaan pada suatu anggaran
Elemen Penting dalam Laba Rugi
[Link] bersih
untuk menghitungnya dapat mengurangi total pendapatan bersih dengan
diskon,return,serta biaya2lainya
[Link]
adalah nominal yang dibayarkan oleh usaha anda untuk memproduksi atau membeli stok
barang yang hendak dijual kembali
[Link] kotor
didapatkan dari mengurangi total penjualan bersih dengan hpp
[Link] operasional
semua biaya yang dibutuhkan dalam prose menjalankan usaha
[Link] lainya
selain dari penjualan utama misal keuntungan dari investasi usaha lainya
[Link] bersih
nominal yang didapat dengan mengurangi laba kotor dengan biaya lainya
METODE PENYUSUNAN
ANGGARAN LABA RUGI
A. Metode A Posteriori
Merupakan metode penyusunan anggaran laba dimana
jumlah laba ditetapkan sesudah proses perencanaan
(planning) secara keseluruhan, termasuk penyusunan
anggaran operasional. Laba usaha akan diketahui dengan
sendirinya setelah anggaran operasional perusahaan
Metode ini menggunakan anggaran penjualan sebagai titik
tolak penyusunan anggaran operasional
Prosedur Penyusunan Anggaran
METODE PENYUSUNAN ANGGARAN
LABA RUGI
[Link] A Priori
[Link] metode penyusunan anggaran laba
dimana jumlah laba ditentukan pada tahap awal
proses perencanaan secara keseluruhan.
Berdasarkan jumlah laba yang telah ditentukan,
maka perusahaan membuat anggaran
komprehensif.
[Link] laba yang ditetapkan pada awal proses
perencanaan, akan berpengaruh secara langsung
terhadap seluruh anggaran operasional.
[Link] dasarnya komponen anggaran laba adalah
anggaran penjualan dan anggaran biaya.
METODE PENYUSUNAN ANGGARAN
LABA RUGI
[Link] Pragmatis
[Link] metode penyusunan anggaran laba dimana
jumlah laba direncanakan ditetapkan berdasarkan suatu
standar tertentu yang telah teruji secara empiris dan
didukung oleh pengalaman
[Link] menggunakan suatu tingkat target laba yang
diperoleh dari pengalaman, pengharapan atau
perbandingan pihak manajemen menetapkan standar
laba relatif yang dianggap memadai bagi perusahaan.
[Link] metode A Poteriori menggunakan anggaran
penjualan sebagai titik tolak penyusunan anggaran
operasional dan metodeA Priori menggunakan
anggaran laba sebagai titik tolak penyusunan anggaran
operasional, maka metode Pragmatis dapat
mempergunakan salah satu diantara kedua alternatif
tersebut.
contoh format yang
dapat dipakai sebagai
acuan untuk menyusun
laporan laba rugi
2.
Contoh Soal
Dari data-data berikut ini, susunlah anggaran laba rugi PT. Izath Sentosa untuk 3 bulan yang berakhir
pada 31 maret 2021
A. Anggaran penjualan bulan januari, februari, maret adalah sbb:
- Januari: 500.000 unit dengan harga per unit Rp.100.000
- Februari: 550.000 unit dengan harga per unit Rp.100.000
-Maret: 550.000 unit dengan harga per unit Rp.125.000
[Link] dari anggaran produksi adalah sbb:
Persediaan barang jadi 1 januari 2021 adalah 47.500 unit dengan nilai persediaan awal
Rp.[Link],-
Persediaan akhir barang jadi setiap bulan adalah 10% dari penjualan tiap bulan
[Link] biaya produksi memperlihatkan data-data sbb:
Harga beli bahan baku sebesar Rp.30.000,-/unit
Upah tenaga kerja langsung sebesar Rp. 15.000,-/unit
Biaya overhead produksi sebesar Rp.5.000,-/unit dan Rp. [Link],-
[Link] arus biaya yang digunakan untuk persediaan barang dagang adalah metode rata- rata
Lanjutan Contoh Soal
[Link] informasi tentang beban operasi yang diperoleh dari anggaran beban operasi:
Beban Operasi Variable
Beban penjualan 2% dari nilai penjualan tiap bulannya
Beban administrasi 0,075% dari penjualan tiap bulannya
Beban Operasi Tetap
Beban penjualan Rp.[Link],-
Beban Administrasi Rp.[Link],-
[Link] penghasilan yang diterapkan atas penghasilan perusahaan sebesar 30%
Jawaban Penyelesaian
Keterangan:
(1) Penjualan
Januari: 500.000 x 100.000=[Link]
Februari: 550.000 x 100.000=55,000,000,000
Maret: 550.000 x 125.000=[Link]+
Penjualan total: [Link]
(2) Persediaan akhir
januari= 50.000 x 100.000=. [Link]
Februari=55.000 x 100.000= [Link]
Maret=55.000 x 125.000= [Link]+
Psd akhir 160.000 unit Rp.[Link]
(3) Penjualan = [Link] + Unit yang
diproduksi - Psd. Akhir
Unit yang diproduksi = Penjualan - [Link]
+ Psd. Akhir = 1.600.000-47.500+160.000
= 1.712.500 unit
Lanjutan
(4) Biaya Produksi
BBB = 1.712.500 x 30.000 = [Link] 6) Beban Administrasi
BTKL = 1.712.500 x 15.000 = [Link] Januari: [Link] x 0,075% = 37.500.000
BOP =1.712.500 x 5.000 = [Link] Februari: [Link] x 0,075% = 41.250.000
BOP. [Link] + Maret: [Link] x 0,075% = 51.562.500
Total biaya produksi. = [Link] Beban Administrasi Variabel. 130.312.500
(5) Beban Penjualan Beban Administrasi Tetap. [Link]+
Januari: [Link] x 2% = 1.000,000,000 Total Beban Administrasi. [Link]
Februari: [Link] x 2% = [Link] (7) Perhitungan Beban PPh
Maret: [Link] x 2% = [Link]+ [Link] x 30% = [Link]
Beban Penjualan Variabe [Link]
Beban Penjualan Tetap [Link].+
Total Beban Penjualan [Link]
REFERENSI
Hamidah, S. (2021). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta UM Jakarta Press
Savitri, E. (2016). Penganggaran Perusahaan II. Yogyakarta pustaka Sahila
Yogyakarta
Terima
Kasih