PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
SMP …..
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
A. Latar Belakang
Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran
institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus
dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas
keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang
professional.
Ada dua metafora untuk menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya
guru. Pertama,jabatan guru diumpamakan dengan sumber air. Sumber air itu harus terus
menerus bertambah, agar sungai itu dapat mengalirkan air terus-menerus. Bila tidak, maka
sumber air itu akan kering. Demikianlah bila seorang guru tidak pernah membaca informasi
yang baru, tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang diajarkan, maka ia tidak
mungkin memberi ilmu dan pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan kepada
peserta didik.
Kedua, jabatan guru diumpamakan dengan sebatang pohon buah-buahan. Pohon itu
tidak akan berbuah lebat, bila akar induk pohon tidak menyerap zat-zat makanan yang
berguna bagi pertumbuhan pohon itu. Begitu juga dengan jabatan guru yang perlu
bertumbuh dan berkembang. Baik itu pertumbuhan pribadi guru maupun pertumbuhan
profesi guru. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi
merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan output pendidikan berkualitas. Itulah
sebabnya guru perlu belajar terus menerus, membaca informasi terbaru dan mengembangkan
ide-ide kreatif dalam pembelajaran agar suasana belajar mengajar menggairahkan dan
menyenangkan baik bagi guru apalagi bagi peserta didik.
Kegiatan supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam
penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilaksanakan oleh kepala
sekolah dan kepala sekolah dalam memberikan pembinaan kepada guru. Hal tersebut karena
proses belajar-mengajar yang dilaksakan guru merupakan inti dari proses pendidikan secara
1
keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar
merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar
hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan
tertentu. Oleh karena kegiatan supervisi dipandang perlu untuk memperbaiki kinerja guru
dalam proses pembelajaran.
B. Landasa Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi;
7. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
8. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru
9. Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan
10. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
11. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian
12. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses
13. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
14. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit
15. Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya.
C. Tujuan Supervisi
1. Supervisi Akademik
a. Supervisi akademik diselenggarakan dengan maksud membantu guru mengembangkan
kemampuannya profesionalnnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas,
2
mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya
melalui teknik-teknik tertentu.
b. Supervisi akademik diselenggarakan dengan maksud untuk memonitor kegiatan proses
belajar mengajar di sekolah.
c. Supervisi akademik diselenggarakan untuk mendorong guru menerapkan
kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru
mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki
perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung
jawabnya.
d. Tercapaianya indicator supervise akademik yang ditetapkan
2. Supervisi Manajerial
a. Supervisi manajerial diselenggarakan dengan maksud membantu guru
mengembangkan kemampuannya profesionalnnya dalam memahami manajerial.
b. Supervisi manajerial diselenggarakan dengan maksud untuk memonitor kegiatan
tenaga kependidikan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
c. Supervisi manajerial diselenggarakan untuk mendorong tenaga kependidikan
menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas ketenagaan dan
sumber daya,
d. Tercapaianya indicator supervisi manajerial yang ditetapkan.
D. Target
1. Supervisi Akademik
No Komponen dan Indikator Target (%)
1 Tujuan di RPP
2 Langkah KBM di RPP
3 Renc. Penilaian di RPP
4 Materi di lampiran RPP
2. 5 Soal di lampiran RPP
6 Rubrik di lampiran RPP
7 Jadwal KBM
8 Pelaksanaan KBM daring
9 Partisipasi siswa dalam KBM daring
10 Penyelesaian tugas melalui daring
11 Penilaian melalui daring 3
Rata-rata (%)
Supervisi Manajerial
No Komponen Target (%)
1 Petugas Ad. Kepegawaian
2 Petugas Ad. Sarpras
3 Petugas Ad. Keuangan
4 Petugas Ad. Persuratan/arsip
5 Petugas Ad. Kesiswaan
6 Kepala Perpus
7 Kepala Lab
8 Ektrakurikuler
9 Bimbingan Konseling (BK)
Rata-rata (%)
E. Sasaran
1. Supervisi Akademik (Tenaga Pendidik)
No Nama NIP Matapelajaran Kelas
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
4
No Nama NIP Matapelajaran Kelas
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
2. Supervisi Manajerial (Tenaga Kependidikan)
No Nama NIP Bidang Tugas
1 Petugas Ad. Kepegawaian
2 Petugas Ad. Sarpras
3 Petugas Ad. Keuangan
4 Petugas Ad. Persuratan/arsip
5 Petugas Ad. Kesiswaan
6 Kepala Perpus
7 Kepala Lab
8 Ektrakurikuler
9 Bimbingan Konseling (BK)
10 SIM
11
12
13
14
15
F. Supervisi Pengelolaan Pembelajaran
1. Supervisi Pembelajaran
5
Salah satu tugas kepala sekolah yaitu melakukan supervisi pembelajaran.
Supervisi pembelajaran kepala sekolah merupakan serangkaian kegiatan untuk membantu
guru mengembangkan kemampuannyaproses pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Melalui supervisi pembelajaran kepala sekolah dapat menilai dan
memberikan pembinaan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Supervisi
pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah yang merupakan bagian dari tugas
supervisi guru-guru
2. Teknik supervisi
Setiap kepala sekolah harus memiliki keterampilan teknis berupa kemampuan menerapkan
teknik-teknik supervisi pembelajaran yang tepat. Kepala sekolah dapat menggunakan
teknik individual atau kelompok
a. Teknik supervisi individual
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perorangan. Kepala
Sekolah hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi ini akan
diketahui kualitas pembelajarannya. Teknik-teknik supervisi ini dapat dilakukan
dengan kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antarkelas,
dan menilai diri sendiri.
Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk
mengamati proses pembelajaran di kelas. Tujuannya untuk menolong guru dalam
mengatasi masalah di dalam kelas.
Observasi kelas ialah mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas.
Tujuannya untuk memperoleh data obyektif aspek-aspek situasi pembelajaran
dan kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Aspek-
aspek yang diobservasi ialah usaha-usaha dan aktivitas guru-peserta didik dalam
proses pembelajaran, cara menggunakan media pengajaran, variasi metode,
ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan mengunakan metode dengan
materi, dan reaksi mental para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
Pelaksanaan observasi kelas malalui tahap persiapan, pelaksanaan, penutupan,
penilaian hasil observasi, dan tindak lanjut.
Pertemuan individual ialah satu pertemuan, percakapan, dialog, tukar pikiran
antara kepala sekolah dan guru. Tujuannya untuk guru agar berkonsultasi dengan
6
kepala guna memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan. Bisa dilakukan
dengan 1) Classroom-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di
dalam kelas ketika peserta didik sedang meninggalkan kelas; 2) Office-conference,
yakni percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang
guru, yang sudah dilengkapi dengan alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk
memberikan penjelasan kepada guru; 3) Causal-conference, yaitu percakapan
individual yang bersifat informal, yang secara kebetulan bertemu dengan guru; 4).
Observational visitation, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah
kepala sekolah melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas.
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di
sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
Sedangkan menilai diri sendiri adalah penilaian diri yang dilakukan oleh diri guru itu
sendiri secara obyektif.
b. Teknis supervisi kelompok
Teknik supervisi kelompok adalah cara melaksanakan program supervisi yang
ditujukan kepada dua orang guru atau lebih. Supervisi ini dilakukan kepada kelompok
guru yang memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama.
Supervisi kelompok, yaitu: supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan kepanitiaan,
kerjakelompok, laboratorium, membaca terpimpin, monstrasi pembelajaran,
darmawisata, kuliah/studi, diskusi panel, perpustakaan, organisasi profesional,
pertemuan guru, lokakarya atau konferensi kelompok.
3. Langkah Operasional
a. Perencanaan
Kepala sekolah menyusun perencanaan supervisi akamdeik dan manajerial dengan
langkah operasional sebagai berikut.
7
Keterlibatan
No Komponen Langkah Operasional Hasil
PTK
1. Menyusun Kepala sekolah Kepala sekolah, Dokumen
ProgramSupervisi yang di membentuk Tim wakil kepala program
dalamnya terkandung tujuan Supervisi. Kepala sekolah dan guru- supervisi
supervisi, rencana, sekolah dengan tim guru senior.
pelaksanaan, pemantaun, menyusun program
evaluasi, refleksi, rencana supervisi.
tindak lanjut dan lampiran.
2. Menyusun Jadwal Supervisi Kepala sekolah dengan Kepala sekolah, Jadwal
seluruh guru dan TU yang tim menyusun program wakil kepala supervisi
disupervisi. supervisi jadwal sesuai sekolah, dan guru-
dengan kesepakatan. guru senior.
3 Menyusun Instrumen Kepala sekolah dengan Kepala sekolah, Instrumen
analisis perangkat tim menyusun wakil kepala Analisis
pembelajaran yang instrumen analisis sekolah, dan guru- Perangkat
berisi :identifikasi mata perangkat guru senior. Pembelajaran
pelajaran, indikator pembelajaran.
pencapaian, perumusan
tujuan,identifikasi materi
pelajaran, metode
pembelajaran, media
pembelajaran,sumber
belajar, skenario
pembelajaran, dan penilaian.
4. Mengembangkan instrumen Kepala sekolah dengan Kepala sekolah, Menyusun
pemantauan yang berisi tim menyusun program wakil kepala program
teknik pemantauan : penatauan. sekolah, dan guru- peman- tauan
observasi, guru senior. (lampiran
wawancara/angket, dan
Kelompok Diskusi Terarah
(FGD).
5. Mengembangkan instrumen Kepala sekolah dengan Kepala sekolah, Instrumen
analisis pelaksanaan tim menyusun wakil kepala analisis
pembelajaran. instrumen analisis sekolah, dan guru- pelaksanaan
pelaksanaan guru senior. pembelajaran.
pembelajaran.
6. Menyusun format catatan Kepala sekolah dengan Kepala sekolah, format catatan
supervisi yang terdiri dari tim menyusun format wakil kepala supervisi.
Perencanaan Perangkat catatan supervisi. sekolah, dan guru-
Pembelajaran Pelaksanaan guru senior.
Pembelajaran Refleksi,
Rencana Tindak Lanjut.
b. Pelaksanaan
Kepala sekolah melaksanakan supervisi manajerial terhadap guru dengan
menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat dengan langkah oprasional
sebagai berikut.
8
Keterlibatan
No Komponen Langkah Operasional Hasil
PTK
1. Melaksanakan Kepala sekolah dan/atau Kepala sekolah, Catatan
pertemuan awal dengan Tim mengadakan pertemuan dan/atau Tim pertemuan awal.
guru yang disupervisi. awal dengan guru yang mau dan guru.
disupervisi.
2 Melaksanakan Kepala sekolah dan/atau Kepala sekolah, Pengisian
Pemantauan supervisi Tim melaksanakan dan/atau Tim format
melalui observasi, pemantauan melalui dan guru. pemantauan
wawancara/angket, dan observasi, pembelajaran.
Kelompok Diskusi wawancara/angket dan
Terarah (FGD). kelompok diskusi.
3 Melaksanakan supervisi Kepala sekolah dan/atau Kepala sekolah, Pengisian
sesuai dengan jadwal Tim melaksanakan supervisi dan/atau Tim format/
yang ditentukan. dengan teknik yang dan guru. Penilaian
disepakati (kunjungan kelas) Perangkat
sesuai dengan jadwal yang pembela- jaran
disepakati. dan pelaksanaan
pembelajaran.
4 Melaksanakan Refleksi Kepala sekolah dan/atau Kepala sekolah, Catatan hasil
setelah pelaksanaan Tim melaksanakan refleksi dan/atau Tim refleksi.
supervisi sesuai dengan dengan guru yang dan guru.
jadwal yang ditentukan. disupervisi.
5 Merencanakan tindak Kepala sekolah dan/atau Kepala sekolah, Catatan
lanjut hasil supervisi Tim menyusun rencana dan/atau Tim Rencana tindak
berdasarkan temuan tindak lanjut berdasarkan dan guru. lanjut.
hasil supervisi. temuan dan hasil refleksi.
c. Tindak Lanjut
Menindaklanjuti hasil supervisi manajerial dalam rangka peningkatan profesionalisme
guru dengan langkah oprasional sebagai berikut:
Keterlibatan
No Komponen Langkah Operasional Hasil
PTK
1. Mendiskusikan 1. Kepala sekolah atau kepala 1. Kepala Catatan hasil
hasil supervisi sekolah mengundang guru sekolah/ kepala diskusi.
dengan guru yang yang disupervisi untuk sekolah.
sudah disupervisi. mendiskusikan hasil
supervisi/temuan supervisi.
2. Diskusi dapat dilakukan 2. Guru yang
individu atau mata kelompok disupervisi.
mata pelajaran yang
serumpun.
2. Memeriksa ulang Kepala sekolah atau kepala 1. Kepala Rencana tindak
keterlaksanaan sekolah dan guru merencanakan sekolah/ kepala lanjut.
tindak lanjut tindak lanjut. 2. Guru yang
supervisi. disupervisi.
3. Menugaskan guru Kepala sekolah menugaskan guru 1. Kepala Catatan
untuk mengikuti yang disupervisi untuk mengikuti sekolah/penga Pembinaan.
diklat/pembinaan/ diklat berdasarkan temuan was sekolah. Surat tugas
9
kegiatan lainnya. supervisi. 2. Guru yang
disupervisi.
3. Tenaga
Administrasi
4. Memetakan hasil Membuat pemetaan 1. Kepala Catatan matrik
supervisimelalui perkembangan hasil supervisi sekolah/pen perkem bangan
matrik kedalam Penilaian Kinerja Guru. gawas sekolah. supervisi.
perkembangan Penilaian
supervisi. 2. Guru yang
Kinerja
disupervisi.
Guru/karyawan
G. Penutup
Demikian program supervise ini dibuat, dengan harapan dapat terlaksana sesuai dengan
rencana, baik dari segi pelaksaan maupun dari target yang diharapkan.
………………….., Juli 2020
Kepala Sekolah
………………
NIP.
10
KOP SEKOLAH
PROGRAM SUPERVISI
AKADEMIK DAN MANAJERIAL
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
11