0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan7 halaman

Dampak E-Tendering dan E-Purchasing dalam Pengadaan

Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan e-tendering dan e-purchasing terhadap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua aplikasi tersebut memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pelaksanaan pengadaan, meningkatkan efisiensi dan akurasi proses. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penerapan e-tendering dan e-purchasing untuk meningkatkan kinerja pengadaan barang dan jasa.

Diunggah oleh

umy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan7 halaman

Dampak E-Tendering dan E-Purchasing dalam Pengadaan

Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan e-tendering dan e-purchasing terhadap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua aplikasi tersebut memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pelaksanaan pengadaan, meningkatkan efisiensi dan akurasi proses. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi penerapan e-tendering dan e-purchasing untuk meningkatkan kinerja pengadaan barang dan jasa.

Diunggah oleh

umy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sigma: Journal of Economic and Business

Vol. 1 (1), Februari 2018, pp. 72-77


OPEN ACCES
ISSN 2599-2007 (Print), ISSN 2614-140X (Online)
Journal homepage. [Link]

Pengaruh Penerapan E-Tendering dan E-Purchasing Terhadap


Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa

Mangkona1, Nofal Supriadin2, La Ode Almana3


1,2,3 STIE Enam-Enam Kendari, Indonesia
Email : mangkona81@[Link], nofalunhalu@[Link], [Link]@[Link]

Abstrak: This study aims to identify and analyze the effect of the
Article History: application of e-tendering and e-purchasing application to the
procurement of goods and services in Sulawesi Tenggara Province
Received February 1 st , 2018 Local [Link] research method is a kind of correlation as to
Accepted February 18 th , 2018 determine the relationship of e-tendering application variable, the
Published February 20 th , 2018 implementation of e-purchasing, and the procurement of goods and
services. The technique of collecting data using questionnaires and
documentation study. The data analysis technique is descriptive
statistical analysis and analysis of Partial Least Square (PLS).The test
results concluded that: 1) The implementation of e-tendering positive
and significant impact on the procurement of goods and services at
the Provincial Government of Sulawesi Tenggara, 2) The
implementation of e-tendering positive and significant impact on the
procurement of goods and services at the Provincial Government of
Sulawesi Tenggara.
Keyword:
Implementation of E-Tendering,
Application of E-Purchasing,
Procurement of Goods and
Services

Copyright © 2018 Sigma: Journal of Economic and Business.


All rights reserved

Corresponding Author:
STIE Enam Enam Kendari, Indonesia
Jl. Bunga Kamboja No. 79 Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara 93121, Indonesia.
Email: mangkona81@[Link], nofalunhalu@[Link], [Link]@[Link]
1. PENDAHULUAN dalam proses pemilihan penyedia barang dan jasa
baik melalui e-tendering, e-purchasing, maupun
Pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui pengadaan langsung. Akibatnya, penyerapan
merupakan aktivitas yang sangat penting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
mewujudkan pembangunan. Dilihat dari berbagai Provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan I Tahun
perspektif, kemajuan Indonesia tidak dapat 2016 hanya mencapai 37,06% (Tiga puluh tujuh
dilepaskan dari aktivitas tersebut. Di bidang koma nol enam persen) dari total APBD Tahun
perekonomian, pembangunan sarana dan prasarana Anggaran 2016.
penunjang pertumbuhan perekonomian diwujudkan Menurut Sukmana (2015) dalam (Taufik, et al.
melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa (2016) Lambatnya pelaksanaan pengadaan barang
pemerintah, diantaranya penyediaan fasilitas jalan, dan jasa tentu sangat mempengaruhi penyerapan
jembatan, infrastruktur telekomunikasi, dan lain-lain. anggaran yang berdampak pada lambatnya
Di bidang sosial, pengadaan barang dan jasa pembangunan infrastruktur pemerintah daerah dan
pemerintah untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pada akhirnya merugikan masyarakat. Bahkan Bank
pendidikan, dan pengentasan kemiskinan juga Dunia menyebutkan bahwa dukungan perekonomian
membantu mengatasi masalah sosial.. Dalam rangka dari sektor fiskal ikut terhalang lantaran rendahnya
mempercepat proses pembangunan dan memacu penyerapan anggaran.
tingkat pertumbuhan ekonomi, diperlukan proses Masih rendahnya kinerja pada proses
pengadaan barang dan jasa yang tepat waktu dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa akan
terjadwal sehingga mempercepat proses penyerapan membuat penggunaan anggaran terkonsentrasi
anggaran dan berdampak pada kesejahteraan diakhir tahun sehingga dapat menyebabkan tidak
masyarakat. Hadisaputro (2012) berpendapat bahwa tercapainya sasaran pertumbuhan ekonomi serta
kebijakan belanja pemerintah salah satunya bertujuan gagal dalam mencapai target stimulus fiskal (Astuti
untuk meningkatkan dampak anggaran (multipliner dan Zunaidah, 2012).
effect) dari setiap pengeluaran agar semakin efektif Kondisi tersebut merupakan fakta empiris yang
dan memberikan stimulus pada perekonomian. telah terjadi dan ada kaitannya dengan pengadaan
Dalam prakteknya, pelaksanaan anggaran mengalami barang dan jasa. Hal ini diperkuat dengan hasil
berbagai kendala, salah satu kendala yang dihadapi penelitian yang dilakukan Damayanti, et al. (2012)
adalah penyerapan anggaran yang cenderung rendah dan Taufik, et al. (2016) yang menemukan adanya
diawal tahun dan menumpuk di akhir tahun (Muchsin pengaruh positif dan signifikan penerapan e-
& Noor, 2011). Hal tersebut disebabkan oleh proses Procurement terhadap proses pelaksanaan pengadaan
pengadaan barang dan jasa yang lambat (Heriyanto, barang dan jasa. Demikian juga dengan Retnowulan
2012). (2014) yang menyatakan adanya pengaruh positif dan
Guna mempercepat pelaksanaan program signifikan implementasi e-procurement dalam
pembangunan, pada tanggal 16 Januari 2015, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
Presiden telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan menganalisis (1) Pengaruh penerapan e-tendering
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Instruksi terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
Presiden tersebut diantaranya adalah menyelesaikan pada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi
Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tenggara. (2) Pengaruh penerapan e-Purchasing
Tahun Anggaran berikutnya sebelum berakhirnya terhadap Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
Tahun Anggaran berjalan secara transparan, cermat, pada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi
dan akuntabel, dan melaksanakan seluruh Pengadaan Tenggara.
Barang/Jasa Pemerintah melalui Sistem Pengadaan
Secara Elektronik seperti e-Tendering (proses lelang 2. METODE PENELITIAN
melalui elektronik) dan e-Purchasing (pengadaan
melalui catalog elektronik) (Syukriy dan Halim, A. Obyek Penelitian
2016).
Sebagai tindaklanjut instruksi Presiden tentang Penelitian ini adalah pengaruh penerapan e-
percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. tendering dan penerapan e-purchasing terhadap
Pada awal tahun 2016, Gubernur Sulawesi Tenggara pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada Satuan
telah menginstruksikan pelaksanaan lelang serentak Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah
seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara.
lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi B. Populasi
Tenggara. Namun kenyataannya tidak dapat
dilaksanakan sepenuhnya karena hingga waktu yang Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
ditentukan sebagian besar paket pekerjaan masih Pejabat Pengadaan / Pokja pada Satuan Kerja

72
Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tenggara yang berjumlah 48 (empat puluh
delapan) orang. Karena jumlah populasi relatif kecil
dan mudah dijangkau, maka dalam penelitian ini,
Peneliti menggunakan metode total sampling.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan angket, teknik dokumentasi, dan
wawancara.
D. Teknik Analisis Data Gambar 1. Hasil Analisis Model Struktural Melalui PLS
Algorithm.
Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan
analisis Partial Least Square (PLS).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Uji Asumsi Linearitas
Tujuan pengujian asumsi linearitas adalah
untuk melihat apakah model yang digunakan
merupakan model linear atau hubungan antar
konstruk yang diestimasi bersifat linear. Karena
langka awal dalam analisis PLS adalah melakukan Gambar 2. Hasil Analisis PLS Model Struktural Melalui
pengujian asumsi ini. Hasil pengujian asumsi Bootstrapping
Tabel 2. Rekapitulasi hasil Pengolahan Data
linearitas menggunakan metode curve of fit melalui
software SPSS dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Hasil Pengujian Asumsi Linearitas
Pengujian Linearitas
Pengaruh
Antar
Variabel R2 F Sig. Hasil

X1 terhadap Y 0,873 317,5 0,000 Linear

C. Pembahasan
X2 Terhadap Y 0,851 2,63,6 0,000 Linear
Pengaruh Penerapan E-Tendering Terhadap
Hasil pengujian linearitas menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa:
hubungan antar variabel memiliki tingkat signifikansi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan menunjukkan bahwa penerapan e-tendering
bahwa hubungan antar variabel yang terdapat pada berpengaruh positif dan signifikan terhadap
model struktural adalah linear. pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada
Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
B. Pengujian Hipotesis Artinya, semakin baik penerapan e-tendering maka
Berdasarkan rekapitulasi hasil analisis model semakin baik pula pelaksanaan pengadaan barang
struktural melalui PLS Algorithm dan Bootstrapping, dan jasa. Hal ini cukup beralasan karena penerapan
dapat ditampilkan melalui gambar berikut berikut: e-tendering termasuk dalam penilaian baik jika
diamati dari indikator customer services, akurasi
data, hubungan dengan mitra kerja, tantangan,
kompetitif, dan efisiensi.
Secara deskriptif, indikator customer services
paling baik dalam pelaksanaannya menurut persepsi
responden. Artinya, organisasi pengadaan barang dan
jasa cukup baik pelayanannya setelah diterapkannya
lelang secara elektronik karena memudahkan segala
prosesnya. Selanjutnya, indikator akurasi data juga

73
sudah baik pelaksanaannya menurut persepsi semakin baik penerapan e-purchasing, maka semakin
responden. Artinya, dalam proses lelang secara baik pula pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
elektronik data-data penyedia barang yang pada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi
mengajukan penawaran dan pengumuman lelang Tenggara. Hal ini cukup beralasan karena penerapan
melalui media elektronik sangat akurat dan mudah e-purchasing termasuk dalam penilaian baik jika
diakses dan real time. diamati dari indikator proses aplikasi cepat, efisiensi
Indikator meningkatkan hubungan dengan mitra dalam operasi, mempersingkat birokrasi, standarisasi
kerja juga memiliki persepsi yang baik menurut proses, perubahan perilaku pembelian, dan akuntabel.
responden. Artinya, dengan penerapan e-tendering, Secara deskriptif, indikator perubahan perilaku
conflict of interest dan adanya pembagian tugas dan pembelian paling baik pelaksanaannya menurut
kewenangan yang jelas dapat mengurangi tekanan persepsi responden. Artinya, telah terjadi perubahan
bagi panitia pengadaan barang dan jasa sehingga perilaku sejak diterapkannya pembelian barang dan
bekerja lebih optimal. Demikian juga dengan jasa melalui media katalog elektronik. Penyedia
indikator tantangan sudah baik pelaksanaannya barang dan jasa sudah menggunakan media
menurut responden. Artinya, panitia pengadaan telah elektronik dalam memasarkan produknya, demikian
berhasil menghadapi tantangan-tantangan dalam juga dengan pengguna barang pada Pemerintah
penerapan e-tendering seperti ketersediaan internet, Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sudah
memampuan mengoperasikan komputer, bekerja memanfaatkan media elektronik untuk memperoleh
secara tim, dan menjaga keamanan dokumen barang dan jasa dengan baik.
(Nugroho dan Rohman. 2012). Fakta empiris menunjukkan bahwa indikator
Kompetitif merupakan indikator yang juga telah proses aplikasi cepat juga sudah baik pelaksanaannya
baik pelaksanaannya menurut responden. Hal ini menurut persepsi responden. Artinya, aplikasi
berarti bahwa dengan diterapkannya lelang secara catalog elektronik yang disediakan oleh pemerintah
elektronik, maka terjadi persaingan sehat antar sudah dapat digunakan secara optimal oleh pegawai
penyedia barang dan jasa, dan mekanisme pasar dalam melaksanakan pekerjaannya (Kuncoro, 2013) .
sehingga menguntungkan pemerintah. Numun Indikator efisiensi dalam operasi juga sudah baik
demikian, indikator efisiensi belum optimal menurut persepsi responden. Artinya, telah terjadi
pelaksanaannya menurut persepsi responden. efisiensi dalam operasional pengadaan barang dan
Artinya, pegawai belum optimal melakukan efisiensi jasa sejak diterapkannya e-purchasing, dimana
dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. proses pembelian barang dan jasa melalui aplikasi e-
Masih ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh purchasing cukup dengan surat pesanan.
panitia pengadaan yang berpotensi menambah biaya Selanjutnya, indikator mempersingkat birokrasi
pengadaan barang dan jasa, seperti pengajuan syarat- juga sudah baik dalam pelaksanaannya menurut
syarat dokumen dan lain-lain. persepsi responden. Artinya, pemesanan barang dan
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian jasa melalui aplikasi katalog elektronik yang cukup
yang dilakukan oleh Damayanti, et al.(2012), dilaksanakan oleh satu orang pejabat pengadaan
Retnowulan (2014), Taufik, et al. (2016), bahwa memudahkan dalam pelaksanaannya karena tidak
penerapan e-procurement berpengaruh positif dan perlu melalui berbagai urusan birokrasi yang
signifikan terhadap pelaksanaan pengadaan barang terkadang rumit dan berliku. Namun demikian,
dan jasa. indikator standarisasi proses masih belum optimal
Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, maka dalam pelaksanaannya menurut persepsi responden.
dapat diketahui bahwa penerapan e-tendering Artinya, pegawai belum sepenuhnya melaksanakan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses e-purchasing sesuai dengan ketentuannya,
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Artinya, masih ada perbedaan persepsi dikalangan pegawai
semakin baik penerapan e-tendering maka semakin terkait dokumen-dokumen yang sebenarnya tidak
baik pula pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. perlu ada namun harus dipersiapkan khususnya
Oleh karena itu, untuk meningkatkan pelaksanaan dalam proses pembayaran.
pengadaan barang dan jasa, maka salah satu upaya Selanjutnya, indikator akuntabel juga belum baik
yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dalam pelaksanaannya menurut persepsi responden.
menerapkan e-tendering secara optimal dan terus Artinya, pegawai masih belum optimal
menerus meningkatkan sistem dan keamanan memanfaatkan teknologi informasi dalam pencatatan
aplikasinya. kegiatan pengadaan barang dan jasa yang diproses
melalui e-purchasing. Masih ada pencatatan secara
Pengaruh Penerapan E-Purchasing Terhadap
manual sehingga berpotensi terjadinya kehilangan
Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa pada
data.
Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara:
Oleh sebab itu, untuk meningkatkan pelaksanaan
Berdasarkan hasil penelitian, penerapan e-purchasing
pengadaan barang dan jasa, pemerintah perlu terus
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
meningkatkan penggunaan teknologi informasi
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Artinya,
dalam system pengadaan barang dan jasa dan

74
melengkapi ketersediaan barang dan jasa yang Pokja, sangat penting karena sesuai dengan
terdapat pada katalog elektronik serta mengupayakan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
system pembayaran secara online (Davila, et al. 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa
(2003). Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa
Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor
diketahui penerapan e-tendering dan penerapan e- 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat
purchsing merupakan model variabel yang tepat dan Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010
akurat dalam menjelaskan pelaksanaan pengadaan Tentang Pengadaan Barang dan Jasa
barang dan jasa pada Pemerintah Daerah Provinsi Pemerintah, dinyatakan bahwa salah satu syarat
Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 0,884. Artinya, sesesorang diangkat menjadi Pejabat Pembuat
akurasi ketepatan model variabel penerapan e- Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan /
tendering dan penerapan e-purchsing dalam Pokja ULP adalah memiliki Sertifikat Ahli
menjelaskan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pengadaan barang dan jasa. Artinya, profesi
sebesar 88,4 %, selebinya sebesar 11,6% dipengaruhi PPK dan Pejabat Pengadaan / Pokja ULP
oleh variabel lainnya yang tidak terdapat dalam merupakan profesi ahli yang harus bekerja
model penelitian ini. secara profesional. Seseorang yang memiliki
Secara deskriptif, dalam rangka meningkatkan sertifikat ahli pengadaan barang dan jasa
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, maka upaya namun tidak menguasai operasional komputer,
yang harus dilakukan adalah meningkatkan tentunya tidak dapat melakukan proses e-
penerapan e-tendering dan penerapan e-purchasing tendering dan e-purchasing.
dalam pengadaan barang dan jasa. Upaya tersebut [Link] penelitian terbatas pada SKPD lingkup
dapat dilakukan melalui modernisasi pengadaan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi
barang dan jasa dengan meningkatkan kapasitas Tenggara. Oleh karena itu, dapat dikembangkan
sumber daya manusia serta penguasaan terhadap pada Pemerintah Daerah lainnya yang telah
teknologi informasi khususnya aparatur yang memanfaatkan teknologi informasi dalam
bertugas dalam lingkup pengadaan barang dan jasa proses pengadaan barang dan jasa.
(Hermawan, 2013). Masih besarnya variabel lain atau
variabel yang tidak ter dapat dalam model penelitian
ini yang mempengaruhi pelaksanaan pengadaan
4. KESIMPULAN DAN SARAN
barang dan jasa disebabkan tidak semua paket
pekerjaan diproses melalui e-tendering dan e- A. Kesimpulan
purchasing, beberapa paket pekerjaan diproses Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,
melalui pengadaan langsung dan swakelola. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan e-tendering berpengaruh positif dan
D. Keterbatasan Penelitian signifikan terhadap pelaksanaan pengadaan
Keterbatasan dimaksud antara lain : barang dan jasa pada Pemerintah Daerah
1. Variabel yang digunakan masih terbatas pada Provinsi Sulawesi Tenggara. Artinya, semakin
penerapan e-tendering dan penerapan e- baik penerapan e-tendering yang diamati dari
purchasing, sementara tidak semua kegiatan efisiensi, akurasi data, kompetitif, customer
pengadaan barang dan jasa diproses melalui e- services, meningkatkan hubungan dengan
tendering dan e-purchasing. Oleh karena itu, mitra kerja, dan tantangan, maka semakin baik
peneliti selanjutnya dapat mengembangkan pula pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
penelitian ini dengan menambah variabel yang dimulai dari proses identifikasi
lainnya, seperti pengadaan langsung dan kebutuhan barang dan jasa, penyusunan
kegiatan swakelola. anggaran, kebijakan umum pengadaan,
2. Penerapan e-tendering dan penerapan e- perencanaan teknis pengadaan, pengumuman
purchasing merupakan kegiatan pengadaan rencana umum pengadaan, pemilihan
barang dan jasayang fokusnya terkait dengan penyedia, proses pembayaran, dan
penggunaan teknologi informasi dalam pemanfaatan barang dan jasa.
pengadaan barang dan jasa. Oleh karena itu, 2. Penerapan e-purchasing berpengaruh positif
peneliti selanjutnya dapat pula dan signifikan terhadap pelaksanaan
mengembangkan penelitian ini dengan pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah
menambah variabel-variabel yang dapat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Artinya,
mempengaruhi pelaksanaan pengadaan barang semakin baik penerapan e-purchasing yang
dan jasa seperti kompetensi organisasi diamati dari proses aplikasi cepat, efisiensi
pengadaan barang dan jasa dan penyedia dalam operasi, mempersingkat birokrasi,
barang dan jasa. Kompetensi organisasi standarisasi proses, perubahan perilaku
pengadaan barang dan jasa kususnya Pejabat pembelian, dan akuntabel, maka semakin baik
Pembuat Komitmen dan Pejabat Pengadaan / pula pelaksanaan pengadaan barang dan jasa

75
yang dilakukan mulai dari proses indentifikasi Pengadaan Dan Kompensasi Terhadap
kebutuhan barang dan jasa sampai dengan Efektifitas Pengadaan Barang/Jasa di
pemanfaatan barang dan jasa. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
B. Saran (LPMP) dan Pusat Pengembangan Dan
1. Bagi pimpinan daerah, perlunya meningkatkan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga
penggunaan teknologi informasi khusunya Kependidikan (P4TK) Kementerian
media elektronik dalam proses pengadaan Pendididikan & Kebudayaan. Universitas
barang dan jasa dengan menyediakan berbagai Pendidikan Indonesia. Tesis. Program Studi
fasilitas internet disetiap Satuan Kerja Administrasi Pendidikan Sekolah,
Perangkat Daerah, dan menyelenggarakan Pascasarjana Universitas Pendidikan
bimbingan teknis bagi pegawai terkait dengan Indonesia. Bandung.
pengadaan barang dan jasa. Hadisaputro, M. Trisno. 2012. Porsi Anggaran
2. Bagi pegawai, khusunya yang masuk dalam Pengadaan Barang dan Jasa pada APBN.
organisasi pengadaan barang dan jasa, seiring Jurnal Pengadaan Volume 2. No. 2. pp. 18-37.
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Heriyanto, Hendris. 2012. Faktor-Faktor yang
teknologi agar senantiasa meningkatkan Mempengaruhi Keterlambatan Penyerapan
kompetensinya dengan penguasaan
Anggaran Belanja pada Satuan Kerja
operasional komputer dan teknologi informasi, Kementerian/Lembaga di Wilayah Jakarta.
disamping pemahaman terhadap regulasi yang Tesis. Fakultas Ekonomi, Universitas
mengatur mengenai pengadaan barang dan Indonesia. Jakarta
jasa.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang
3. Bagi peneliti selanjutnya, dapat
Percepatan Pelaksanaan Pengadaan
mengembangkan penelitian ini dengan
Barang/Jasa Pemerintah.
menambah variabel yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa seperti Kuncoro, Egiastyo Dwi. 2013. Analisis Penyerapan
pengadaan langsung, swakelola, dan Anggaran Pasca Penerapan Aplikasi SIPP
kompetensi bagi personil organisasi Pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wil.
pengadaan barang dan jasa, dan melakukan I Dinas PU Prov. Kaltim. eJurnal Administrasi
modifikasi indikator-indikator yang Bisnis. Vol. 1 No.4. pp. 364-373.
merefleksikan variabel. Disamping itu, dapat Muchsin, M., Noor, A.S. 2011. Fenomena
melakukan penelitian pada pemerintah daerah Penyerapan Anggaran: Kenapa Akselerasi di
yang lain yang telah menerapkan pengadaan Akhir Tahun. Paris Review, Edisi Desember.
secara elektronik (e-procurement). Yogyakarta.
Nugroho, Fajar & Rohman, Abdul. 2012. Pengaruh
Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan
DAFTAR PUSTAKA Kinerja Keuangan Daerah Dengan
Pendapatan Asli Daerah Sebagai Variabel
Intervening (Studi Kasus di Propinsi Jawa
Astuti. Febby Fuji & Zunaidah. Z. 2012. Pengaruh Tengah). Jurnal Universitas Diponegoro Vol.
Perubahan Sistem Pengadaan Barang/Jasa 1 No. 2: 1-14.
Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
(Studi Pada Bagian Pengadaan Barang/Jasa
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
di Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera
Selatan). Jurnal Manajemen dan Bisnis Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4
Sriwijaya. Vol.10, No.20. pp. 59-80. Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat
Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
Damayanti, Amelia Iftitah., Domai, Tjahjanudin.,
2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Wachid, Abdul. 2012. Penerapan E-
Pemerintah.
Procurement dalam Proses Pengadaan
Retnowulan, Dewi Ayu. 2014. Pengaruh
Barang/Jasa Di Kabupaten Malang. Jurnal
Implementasi Electronic Procurement (E-
Administrasi Publik. Vol. 1, No.2. pp. 139-
Proc) Dalam Pengadaan Barang/ Jasa
146.
Terhadap perwujudan Good Governance Di
Davila, Antonio., Gupta, Mahendra., Palmer, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-
Richard. 2003. Moving Procurement Systems Cisanggarung. Skripsi. Universitas
To The Internet: The Adoption And Use Of E- Pendidikan Indonesia. Bandung.
Procurement Technology Models. European Syukriy, Abdullah., Halim, Abdullah. 2006. Studi
Management Journal. Vol. 21. Issue 1, pp. 11- atas Belanja Modal pada Anggaran
23. Pemerintah Daerah dalam Hubungannya
Hermawan, Asep. 2013. Pengaruh Pelatihan Staf dengan Belanja Pemeliharaan dan Sumber

76
Pendapatan. Jurnal Akuntansi Pemerintah.
Vol.2, No. 2. pp. 17-32.
Taufik, Muhammad., Darwanis., Fahlevi, Heru.
2016. Pengaruh Penerapan E-Procument Dan
Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen
Terhadap Pelaksanaan Pengadaan Barang
Dan Jasa Dan Implikasinya Terhadap
Penyerapan Modal (Studi Pada Satuan Kerja
Lingkup Pembayaran Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara Banda Aceh). Jurnal
Magister Akuntansi Pascasarjana Universitas
Syiah Kuala. Vol. 5. No. 1. pp. 10-20.

77

Anda mungkin juga menyukai