0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Pengaruh Bauran Pemasaran pada Pembelian

Penelitian ini menganalisis pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, promosi) terhadap keputusan pembelian di supermarket SJ Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, harga, dan promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan lokasi tidak berpengaruh. Secara keseluruhan, bauran pemasaran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Diunggah oleh

Anang Dewantara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Pengaruh Bauran Pemasaran pada Pembelian

Penelitian ini menganalisis pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, lokasi, promosi) terhadap keputusan pembelian di supermarket SJ Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, harga, dan promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan lokasi tidak berpengaruh. Secara keseluruhan, bauran pemasaran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Diunggah oleh

Anang Dewantara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Published by LPMP Imperium

Journal homepage: [Link]

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap JMSAB


Keputusan Pembelian
583
Yusuf Suhardi, Agustian Burda, Zulkarnaini, Arya Research Paper
Darmawan, & Laras Oktavia
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta, Jakarta, Indonesia Management

Abstract
This study examines and determines the effect of the marketing mix (product, Received: 26 Oct 2021
price, location, and promotion) on purchasing decisions at SJ supermarkets Accepted: 18 Dec 2021
Online: 30 Dec 2021
in Jakarta. The method in this research uses an associative quantitative
research strategy. The population is all Sinar Jaya supermarket consumers.
With a research sample of 97 respondents from consumers. The sampling
technique used was the Non-Probability Sampling technique with the
Accidental Sampling method—statistical analysis using multiple linear
regression analysis with the help of SPSS version 24.0. The results showed
that the product variable had a positive and significant effect on purchasing
decisions, the price variable had a positive and significant effect on
purchasing decisions, the location variable had no effect on purchasing
decisions, and the promotion variable had a positive and significant effect on
purchasing decisions. Moreover, the marketing mix (product, price, location,
promotion) simultaneously positively and significantly affects purchasing
decisions. .

Keywords:
Marketing Mix, customer intention, product, quality, promosi

Corresponding Author:
Yusuf Suhardi Jurnal Manajemen Strategi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta dan AplikasiBisnis,
Email: [Link]@[Link] Vol 4, No. 2, 2021,
pp. 583 - 594

© The Author(s) 2021 eISSN 2655-237X


DOI: [Link]

CC BY: This license allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the
material in any medium or format, so long as attribution is given to the creator. The
license allows for commercial use.
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis,
Volume 4, Nomor. 2, 2021. 583 - 594

PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap kondisi perekonomian, bahkan dapat dikatakan
telah hampir mengubah seluruh tatanan ekonomi. Situasi ini mendorong untuk membuat
strategi bisnis. Bisnis apa yang bisa diterapkan dan model pemasaran seperti apa yang bisa
dilihat untuk yang paling cocok agar bisa bertahan dari krisis. Pilihan ini adalah konsekuensi
logis akibat pandemi Covid-19 juga memengaruhi perubahan perilaku konsumen untuk
membeli berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Pramudita, 2020). Akibat
pandemi banyak usaha ritel yang tutup, serta perubahan sikap konsumen yang berbelanja
langsung menjadi online. Sehingga menimbulkan persaingan di bisnis ritel. Setiap produsen
atau pelaku usaha pada dasarnya semakin bersaing untuk mengembangkan dan meningkatkan
usahanya sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus mampu mengelola
usahanya dengan baik agar dapat bertahan dalam persaingan.
Kebijakan pemasaran dalam pengambilan keputusan untuk menerapkan strategi
pemasaran sangat penting bagi perusahaan. Perusahaan dapat merumuskan kebijakan bauran
pemasaran agar produknya tetap di pasaran. Jika peran strategi pemasaran sangat
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan bisnis yang sedang berjalan, maka tidak dapat
dipungkiri bahwa strategi bisnis perlu dijalankan oleh para pelaku bisnis. Bauran pemasaran
merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan untuk menarik pelanggan agar
menggunakan produk perusahaan. Jadi bauran pemasaran yang mempengaruhi pilihan
konsumen untuk berbelanja. Beberapa faktor dalam bauran pemasaran antara lain produk,
harga, lokasi dan promosi. Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk
memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Keller 2012 : 344). Produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau
dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong 2001
:11). Selain itu, produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan,
diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan ataupun kebutuhan
(Situmorang 2011 : 170).
Menurut Kotler dan Armstrong dalam Setivaningrum et al, (2015: 128 mendefinisikan
harga sebagai sejumlah uang yang diminta untuk suatu produk atau bidang jasa. Tjiptono
(2015:345) mengemukakan bahwa lokasi dalam berbagai kegiatan pemasaran dapat
mempromosikan dan memfasilitasi pengiriman atau distribusi barang dan jasa dari produsen
ke konsumen. McDaniel et al. mengemukakan bahwa promosi dalam bentuk apapun
merupakan usaha untuk memengaruhı pihak lain. Sedangkan pengertian promosi menunat
Kinnear dan Kenneth, mendefinisikannya sebagai sebuah mekanisme komunikasi pemasaran,
pertukaran informasi antara pembeli dan penjual. (Setiyaningrum et al, 2015. 223).
Galeri memberikan konsep belanja yang mudah diakses bagi karyawan Sinar Jaya dan
masyarakat luas, di mana Anda dapat membeli berbagai produk Sinar Jaya. Seperti kita ketahui
bersama, Sinar Jaya merupakan perusahaan besar yang mencakup berbagai bidang usaha. Oleh
karena itu, Galeri Sinar Jaya didirikan untuk memenuhi kebutuhan dan perkenalan produk
karyawan Sinar Jaya dan masyarakat luas. Galeri sendiri dilengkapi dengan berbagai fasilitas,
seperti anjungan tunai mandiri, tarik tunai, dan pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai
cara, antara lain tunai, kartu debit, atau dompet elektronik dan lain lain. Fasilitas yang nyaman,
bersih dapat membuat karyawan Sinar Jaya maupun masyarakat untuk membeli di tempat
tersebut.

584
Yusuf Suhardi et al.
Marketing mix, intention to buy.

TINJAUAN TEORITIS
Pengertian Produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan keinginan
atau kebutuhan (Kotler dan Keller 2012 : 344). Produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang
dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong 2001 :11). Selain itu,
produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh,
digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan ataupun kebutuhan (Situmorang
2011 : 170). Dari beberapa teori yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa
produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pangsa pasar untuk
dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang sesuai dengan harapan pasar yaitu
kualitas dan harga terjangkau. Langkah perrtama dalam menerapkan bauran pemasaran
adalah dengan menentukan produk yang akan ditawarkan dengan segala pertimbangannya.
Misalnya kualitas, ukuran, bentuk, warna, kemasan, dan lain-lain. (Sutisna, 2001:09). Bagi
perusahaan untuk selalu memaksimalkan penjualan dengan meningkatkan mutu dan kualitas
dari produk baik barangmapun jasa yang dihasilkan. Sehingga konsumen akan pembelian
ulang terhadap produk yang ditawarkan yang nanti akan berdampak pada peningkatan
penjualan di masyarakat. Konsep lain produk adalah apapun yang dapat ditawarkan pada
pasar untuk memuaskan keinginan konsumen (Widiyono dan Pakkanna, 2013).

Pengertian Harga
Dalam dunia bisnis, harga menjadi salah satu bagian terpenting, karena harga adalah alat tukar
dalam transaksi. Harga merupakan salah satu faktor persaingan dalam memasarkan produk.
Menurut Kotler dan Armstrong (2018, 197), “ Price is the amount of money customers must
pay to obtain the product.” Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Buchari Alma (2014, 169)
yang mengemukakan bahwa harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang.
Sedangkan menurut Herry dan Saladin (2010, 159) mengemukakan bahwa harga adalah
komponen yang menghasilkan pendapatan sedangkan yang lainnya menghasilkan biaya.
Konsumen merasa puas apabila antara harga dan kualitas yang sesuai. Kunsumen akan kecewa
apabila harga dan kualitas tidak seimbang. Jadi harga tinggi tidak masalah apabila kualitas
tinggi apalagi harga murah kualitas juga tinggi berakibat jadi rebutan di pasar. Pasar akan
tinggi akibat dari pembicaraan dari mulut ke mulut berlangsung.

Pengertian Lokasi
Menurut Tjiptono (2015:345) bahwa lokasi pada berbagai aktivitas pemasaran dapat
memperlancar dan mempermudah penyampaian atau penyaluran barang dan jasa dari
produsen kepada konsumen. Sedangkan menurut Alma (2014:105) menjelaskan bahwa dalam
memilih lokasi usaha yang tepat sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan usaha di
masa yang akan datang. Menurut Heizer & Render (2015) lokasi adalah pendorong biaya dan
pendapatan, maka lokasi seringkali memiliki kekuasanaan untuk membuat strategi bisnis
perusahaan. Lokasi yang strategis bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis,
Volume 4, Nomor. 2, 2021. 583 - 594

bagi perusahaan. Pendapat tentang lokasi para ahli tersebut memberi pemahaman penulis
bahwa lokasi yang strategis merupakan keputusan perusahaan menentukan tempat usaha,
melakukan kegiatan usaha dan mendistribusikan barang atau jasa kepada konsumen. Jadi
perusahaan harus mendekatkan diri kepada konsumen dengan di bentuknya tim distribusi
yang kuat. Pentingnya lokasi bagi perusahaan atau pengusaha sangat mempengaruhi
keputusan pasar dan menentukan keputusan pembelian.

Pengertian Promosi
Promosi yang efektif adalah harus banyak, bagus dan tepat sasaran. Sehingga tidak seorang
pun pangsa pasar yang tidak terkena promosi. Banyak yaitu dengan berbagai media di lakukan.
Dengan melakukan suatu promosi perusahaan dapat memperkenalkan produknya kepada
masyarakat luas, oleh karena itu promosi harus dibuat lebih kreatif dan lebih menarik,
sehingga dapat menarik perhatian masyarakat dan kemudian mereka tertarik untuk membeli
produk dan jasa yang ditawarkan. Promosi digunakan sebagai alat komunikasi langsung
maupun tidak langsung untuk mengkonsumsikan produk atau jasa yang ditawarkan kepada
konsumen yang tersebar tersebut. Menurut Suryadi (2011:8) “Promosi ialah serangkaian
kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakini orang tentang suatu
produk tersebut, juga mengikat pikiran dan pasarannya dalam suatu wujud loyalitas
terhadapat produk”.

Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Amstrong (2014:30) menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah
tahap proses keputusan dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk yaitu
beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian
suatu produk. Terdapat beberapa tahap yang dilakukan konsumen dalam melakukan proses
keputusan pembelian, Tahap-tahap tersebut yang akan menghasilkan suatu keputusan untuk
membeli atau tidak. Setelah membeli produk konsumen akan merasa puas atau tidak puas
terhadap produk yang dibelinya. Proses dimulai saat pembeli menyadari adanya masalah atau
kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah
keadaan yang diinginkan. Kebutuhan ini disebabkan karena adanya rangsangan internal
maupun ekstemal. Para pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan
tertentu. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, para pemasar dapat
mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan minat akan kategori produk
tertentu. Para pemasar kemudian dapat menyusun strategi pemasaran yang mampu memicu
minat konsumen.

METODE PENELITIAN
Dalam melakukan penelitian, peneliti harus dapat menentukan strategi apa yang akan
digunakan. Strategi penelitian yang digunakan berdasarkan karakteristik masalah pokok
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan strategi asosiatif. Menurut Sugiyono
(2017:8) penelitian kuantitatif adalah: "Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data

586
Yusuf Suhardi et al.
Marketing mix, intention to buy.

menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantutatif atau statistik, dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Populasi dan Sampel Penelitian


Jumlah populasi yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini adalah semua konsumen
yang datang ke Galeri Sinar Jaya Jakarta yang jumlahnya tidak bisa di ketahui. Mengingat
jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti, maka penentuan jumlah sampel yang akan
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus dari Rao Purba. Berdasarkan
rumus dapat diperoleh sampel populasi sebanyak 96,04 responden, pembulatan dan untuk
mempermudah perhitungan maka peneliti mengambil sampel sebanyak 97 responden.
Penelitian pada bulan Oktober sampai Desember 2021.

Pengukuran Penelitian
Penelitian diukur dengan skala likert. Menurut Sugiyono (2017: 134) skala likert digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
fenomena [Link] setiap pertanyaan atau pernyataan responden harus mendukung
sebuah pertanyaan untuk dipilih. Data kualitatif kuesioner penelitian kemudian dijadikan data
kuantitatif dengan cara merubah berupa angka skor seperti ditampilkan pada tabel dibawah
ini.

Tabel 1
Indikator dan Sub Indikator Variabel Penelitian
Variabel Indikator Sub Indikator No
item

Produk (X1) Fitur Produk Terdapat keanekaragaman yang 1


Sumber: Kotler dan ditawarkan pada produk
Keller (2012: 255) Kualitas Produk 1. Daya tahan produk 2
2. Kesesuaian dengan spesifikasi 3
3. Produk sesuai yang dibutuhkan 4
Merek Produk Produk yang ditawarkan memiliki 5
merek yang sudah terkenal
Harga (X2) Keterjangkauan Harga yang ditawarkan terjangkau 6
Harga
Sumber: Kotler dan
Kesesuaian Harga Kesesuaian Harga dengan kualitas 7
Keller (2012:484)
dengan Kualitas produk yang ditawarkan kepada
Produk konsumen
Daya Saing Harga Harga kompetitif dengan pesaing 8
Kesesuaian Harga Harga yang diberikan kepada 9
dengan manfaat konsumen sesuai dengan manfaat
Tempat/ Lokasi (X3) Akses Lokasi mudah dijangkau 10

Sumber:
Visibilitas Lokasi mudah dikenal 11
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis,
Volume 4, Nomor. 2, 2021. 583 - 594

Fandy Tjiptono Tempat 1. Tempat parkir yang luas 12


(2016:15) 2. Tempat aman, nyaman dan bersih 13
Lalu Lintas Banyaknya orang yang melintas 14
Promosi (X4) Iklan Mempromosikan produknya melalui 15
iklan di media sosial
Sumber: Promosi penjualan Promosi penjualan dilakukan oleh 16
Kotler dan Keller karyawan yang handal
(2016:582) Penjualan Langsung 1. Karyawan dapat 17
mempresentasikan produk
dengan jelas
2. Karyawan dapat menjawab 18
pertanyaan dan pengadaan
barang
Keputusan Pembelian Pemilihan Produk Tingkat keyakinan dalam memilih 19
(Y) suatu produk
Pemilihan Merek Tingkat pengambilan keputusan 20
Sumber: pembelian terhadap merek
Kotler dan Keller Pemilihan Penyalur Kemudahan untuk mendapatkan 21
(2012:178) produk
Penentuan Waktu Tingkat keputusan pembelian dalam 22
Pembelian pemilihan waktu
Jumlah Pembelian Keputusan jumlah pembelian 23
Metode Pembayaran Pilihan metode pembayaran 24

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Deskripsi Objek Penelitian
Galeri Sinar Jaya merupakan sebuah toko retail yang menjual berbagai macam produk
kebutuhan sehari-hari khusus nya menjual produk yang dihasilkan dari perusahaan SJ. Galeri
SJ didirikan pada tahun 2009 yang diinisiasi kan oleh ibu Rudi Sarbini berkedudukan sebagai
direktur di perusahaan SJ. Beliau merencanakan untuk membangun sebuah Toko retail yang
menjual produk khusus Sinar Jaya, guna untuk mengenalkan produk Sinar Jaya kepada
karyawan dan masyarakat umum. Galeri SJ ini akhirnya berdiri dan dikelola oleh PT. Citra.
Setelah hampir 6 tahun dikelola oleh PT. C, akhirnya pada tahun 2015 penanggung jawab untuk
Galeri SJ dialihkan ke tim internal Relation SJ

Deskripsi Responden
Penelitian ini dilakukan pada konsumen Galeri Sinar Jaya. Jumlah dijadikan responden dalam
penelitian ini adalah 97 orang . Dilakukan berdasarkan usia, jenis kelamin dan pekerjaan.
Berikut adalah karakteristik dari para responden yang telah dianalisis dalam penelitian ini
diperlihatkan pada tabel berikut ini.

588
Yusuf Suhardi et al.
Marketing mix, intention to buy.

Tabel 2.
Data Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah (orang) Persentase (%)
17-30 Tahun 29 29,9
>30 Tahun 68 70,1
Gender
Laki-laki 31 32,0
Perempuan 66 68,0
Pekerjaan
Karyawan 86 88,6
Wiraswasta 5 5,2
Lain-lain 6 6,2
Sumber : Data diolah (2021)

Total responden yang melakukan transaksi belanja didominasi oleh usia diatas 30 tahun
sebanyak 68 orang atau 70,1% dan sisanya untuk usia 17-30 tahun sebanyak 29 orang atau
29,9%. Berdasarkan jenis kelamin, total responden yang melakukan transaksi belanja
didominasi oleh perempuan sebanyak 66 orang atau 68% dan sisanya untuk laki-laki sebanyak
31 orang atau 32%. Terakhir, berdasarkan jenis pekerjaan, total responden yang melakukan
transaksi belanja didominasi oleh pekerja karyawan sebanyak 86 orang atau 88,7% dan
sisanya untuk wiraswasta sebanyak 5 orang atau 5,2% dan pekerjaan lain-lain sebanyak 6
orang atau 6,2%.

Uji Hipotesis
Uji – t digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh parsial variabel bebas terhadap
variabel terikat. Melalui uji- t dapat diketahui mengenai informasi mengenai seberapa
besarnya pengaruh variabel bebas terhadap keputusan pembelian yaitu sbb :

Tabel 3.
Hasil Uji Regresi
Produk .292 .115 .226 2.538 .013
Harga .455 .106 .334 4.282 .000
Lokasi .093 .091 .088 1.019 .311
Promosi .447 .099 .349 4.519 .000
Sumber : data diolah (2021)

Pada table 3 menunjukkan bahwa thitung (2,538) > ttabel (1,661) dengan taraf signifikansi 0,013
< 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan hipotesis yang diterima adalah H1 yang
berarti variabel Produk secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y
(Keputusan Pembelian). Pada table 3 menunjukkan bahwa thitung (4,282) > ttabel (1,661) dengan
taraf signifikansi 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan hipotesis yang
diterima adalah H2 yang berarti variabel Harga secara parsial memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap variabel Y (Keputusan Pembelian). Pada Talel 3 menunjukkan bahwa thitung
(1,019) < ttabel (1,661) dengan taraf signifikansi 0,311 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa
H0 diterima dan hipotesis H3 ditolak, kesimpulan nya adalah bahwa variabel Lokasi secara
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis,
Volume 4, Nomor. 2, 2021. 583 - 594

parsial tidak memiliki signifikan terhadap variabel Y (Keputusan Pembelian). Pada table 3
menunjukkan bahwa thitung (4,519) > ttabel (1,661) dengan taraf signifikansi 0,00 < 0,05. Maka
dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan hipotesis yang diterima adalah H4 yang berarti
variabel Promosi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y
(Keputusan Pembelian).

KESIMPULAN DAN SARAN


Faktor produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil
dalam penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara produk dengan keputusan
pembelian di Galeri Sinar Jaya. Artinya, konsumen menjadikan produk, merek produk sebagai
suatu pertimbangan menentukan pembelian. Faktor harga memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian, bahwa terdapat pengaruh antara harga dengan
keputusan pembelian. Konsumen di Galeri Sinar Jaya menjadikan harga yang kompetitif dan
terjangkau sebagai suatu pertimbangan pembelian. Faktor lokasi tidak memiliki pengaruh
terhadap keputusan pembelian. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi tidak
terlalu menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk memutuskan pembelian. Promosi
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil dalam
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara promosi dengan keputusan
pembelian di Galeri Sinar Jaya. Konsumen menjadikan promosi sebagai suatu pertimbangan
keputusan pembelian.

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Bi. (2014). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung:


CV Alfabeta
Fandy, T. (2015). Strategi Pemasaran (Edisi- 4). Yogyakarta: Andi offset.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Heizer, J and Barry, R (2015), Manajemen Operasi : Manajemen
Keberlangsungan dan Rantai Pasokan, edisi 11, Salemba Empat,
Jakarta.
Jaminyasa, I. M., Pulawan, I. M., Martadiani, A. A. M., & Amerta, I. M. S. (2017). The marketing
mix affect on the consumer buying decision (case study of sausage products at PT.
Aroma Denpasar). International Journal of Social Sciences and Humanities, 1(2), 65–
74. [Link]
Kotler, P, & Amstrong, G. (2018). Principles of Marketing (Edisi 15). Global
Edition.
Kotler, P, & Kevin, L. K. (2016). Marketing Management (15th Editi). Pearson Education.
Masyitoh, D., Hartono, B., Fanani, Z., Java, E., & Java, E. (2017). Marketing Mix Analysis Affecting
on Honey Purchasing Decision in Batu City. 38, 32–
39.
Mu’afiah, N. (2020). Jurnal Mitra Manajemen (JMM Online). Jurnal Mitra Manajemen, 4(11),
1558–1572. [Link] mitra [Link]/[Link]/jmm/article/view/125/69
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta.
Pustaka Baru Press.
Supriyanto, E. S., Azhad, M. N., & Santoso, B. (2017). Dampak Retailing Mix Terhadap Keputusan
Pembelian Pada Mini Market Indomaret
Sumbersari Jember. 7(1), 58–76.

590
Yusuf Suhardi et al.
Marketing mix, intention to buy.

Suryadi, D. (2011). Promosi Efektif “Menggugah Minat & Loyalitas Pelanggan.”


Jakarta: PT Suka Buku.
Sutisna, (2001) Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Bandung:
Remaja Rosdakarya,
Widiyono dan Mukkhaer Pakkanna. (2013) Pengantar Bisnis Respon terhadap
Dinamika Globa. Edisi Pertama. Jakarta: Motra Wacana Media.
Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis,
Volume 4, Nomor. 2, 2021. 583 - 594

Competing interests
The authors declare that they have no competing interests.

Funding.
The authors received no financial support for the research and publication of this article.

592

Anda mungkin juga menyukai