0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif di SD

Dokumen ini membahas strategi pembelajaran di SD, termasuk perbedaan antara kegiatan pembelajaran biasa dan remedial, pentingnya pengelolaan kelas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin siswa. Selain itu, dijelaskan tentang metode pembelajaran yang efektif seperti visualisasi, pembelajaran kooperatif, dan penggunaan teknologi. Penekanan pada peran guru sebagai pengelola pembelajaran yang efektif juga menjadi fokus utama.

Diunggah oleh

karsiyem8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif di SD

Dokumen ini membahas strategi pembelajaran di SD, termasuk perbedaan antara kegiatan pembelajaran biasa dan remedial, pentingnya pengelolaan kelas, serta faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin siswa. Selain itu, dijelaskan tentang metode pembelajaran yang efektif seperti visualisasi, pembelajaran kooperatif, dan penggunaan teknologi. Penekanan pada peran guru sebagai pengelola pembelajaran yang efektif juga menjadi fokus utama.

Diunggah oleh

karsiyem8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

TUGAS 3

NAMA : RISKA PURWANINGSIH


NIM : 856620479
JURUSAN : PGSD-S1 UPBJJ JAMBI
TAHUN AJARAN : 2023/2024
TUGAS TUTORIAL 3

Program Studi : PGSD


Kode Mata Kuliah : PDGK 4105
Nama Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran di SD
Jumlah sks : 4 sks
Nama Pengembang : Dr. Rif’at Shafwatul Anam, [Link].
Nama Penelaah :
Tahun Pengembangan : 2022
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Edisi Ke- :

No Skor Sumber Tugas


Uraian Tugas Tutorial
. Maksimum Tutorial
1. Jelaskan perbedaan dari kegiatan pembelajaran 25 Modul 9 PDGK
biasa dan kegiatan belajar remedial serta jelaskan 4105
mengapa perlu ada kegiatan remedial dan
sertakan contohnya!
2. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan 25 Modul 10
pengelolaan kelas agar dapat mencapai hasil PDGK 4105
yang optimal. Salah satunya adalah penataan
lingkungan kelas. Apa saja yang perlu
diperhatikan dalam melakukan penataan kelas!
3. Displin merupakan sebuah karakter yang perlu 25 Modul 11
ditanamkan kepada siswa sejak dini. Jelaskan dan PDGK 4105
berikan contoh faktor-faktor yang mempengaruhi
displin kelas!
4. Guru merupakan ujung tombak dalam proses 25 Modul 12
pembelajaran. Berikan penjelasan mengenai PDGK 4105
bagaimana guru yang efektif disertai dengan
contoh kegiatannya!
*) Coret yang tidak perlu
JAWABAN

1. Kegiatan pembelajaran biasa adalah proses pembelajaran yang dilakukan secara umum di
dalam kelas, dengan tujuan untuk mengajarkan materi kepada semua siswa dalam
kelompok yang sama. Biasanya, kegiatan ini dilakukan secara teratur sesuai dengan
kurikulum yang telah ditetapkan. Pada kegiatan pembelajaran biasa, siswa belajar
Bersama-sama dengan kelompok yang heterogeny, dimana tingkat pemahaman dan
kemampuan mereka bisa berbeda-beda.
Sementara itu, kegiatan belajar remedial adalah kegiatan tambahan yang mengalami
kesulitan atau kesenjangan dalam pemahaman materi pembelajaran. Kegiatan remedial
diberikan kepada siswa yang membutuhkan perhatiana ekstra dan pendekatan yang
berbeda untuk mencapai pemahaman yang diharapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk
membantu siswa dalam mengejar ketertinggalan atau mengatasi kesulitan mereka.
Perbedaan utama antara kegiatan pembelajaran biasa dan kegiatan belajar remedial adalah
sebagai berikut:
 Konten dan focus: kegiatan pembelajaran biasa dikaitkan dengan kurikulum umum dan
menyampaikan materi kepada seluruh siswa. Sementara itu, kegiatan remedial focus
pada memperbaiki pemahaman dan keterampilan siswa yang mengalami kesulitan
dalam pemahaman materi tertentu.
 Ukuran kelompok: dalam kegiatan pembelajaran biasa, siswa belajar dalam kelompok
yang heterogeny. Di kegiatan belajar remedial, kelompok yang lebih kecil atau bahkan
individu bisa lebih umum, sehingga memungkinkan pengajar untuk memberikan
perhatian yang lebih intensif pada setiap siswa.
 Pendekatan pembelajaran: dalam kegiatan pembelajaran biasa, pendekatan pengajaran
lebih umum dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok secara keseluruhan. Dalam
kegiatan belajar remedial, pendekatan pembelajaran lebih individual dan disesuaikan
dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang membutuhkan.

2. Dalam melakukan penataan kelas untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu
dipertimbangkan dalam penataan lingkungan kelas:
 Tata letak meja dan kursi: penataan meja dan kursi dalam kkelas dapat mempengaruhi
interaksi antara siswa dan guru, serta antara siswa satu dengan yang lain. Pastikan
setiap siswa memiliki ruang yang cukup untuk duduk dengan nyaman dan mengakses
peralatan pembelajaran.
 Area kerja dan penyimpanan: sediakan area kerja yang terorganisir dengan baik untuk
siswa, seperti rak buku, laci, atau tempat penyimpanan yang sesuai.

Pembelajaran optimal adalah kondisi dimana siswa mencapai pemahaman yang


mendalam, mengembangkan keterampilan yang diperlukan, dan mencapai hasilyang
maksimal dalam proses pembelajaran.

3. Disiplin adalah kemampuan seseorang untuk mengikuti aturan, tata tertib, dan norma yang
ada dalam satu lingkungan. Ditanamkan disiplin sejak dini pada siswa penting karena
membantu mereka mengembangkan sikap yanaga tanggung jawab, memiliki control diri,
dan mampu bekerja dengan baik dalam lingkungan social. Beberapa factor yang
mempengaruhi disiplin di kelas antara lain:
1. Kepemimpinan guru: peran guru dalam menciptakan dan mempertahankan disiplin di
kelas sangat penting. Guru harus memberikan arahan yang jelas, mengatur tata tertib,
dan memberikan contoh perilaku yang disiplin kepada siswa. Kepemimpinan yang kuat
dari guru daapat memberikan pengaruh positif pada tingkat disiplin kelas.
Contoh: seorang guru yang konsisten dalam menegakkan aturan kelas, memberikan
arahan tegas, dan memberikan penghargaan atau sanksi yang sesuai akan membantu
menciptakan lingkungan yang teraatur dan disiplin di kelas.
2. Lingkungan fisik yang mendukung: lingkungan fisik yang teratur dan tertata dengan
baik dapat membantu meningkatkan disiplin di kelas. Ruang kelas yang bersih,
peralatan yang terorganisir dengan baik, dan penataan yang jelas dapat membantu
mengurangi gangguan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar.
Contoh: mengatur meja dan kursi siswa secara teratur, menyediakan system
penyimpanan yang rapi untuk buku-buku dan alat tulis, serta menyediakan tata letak
ruang kelas yang memungkinkan interaksi yang terarah antara siswa dan guru.
3. Hubungan yang baik antara guru dan siswa: hubungan yang positif dan saling
menghormati antaraa guru dan siswa dapat mempengaruhi tingkat disiplin di kelas.
Ketika siswa merasa didengar, dihargai, dan dimiliki hubungan yang baik dengan
guru, mereka cenderung lebih termotivasi untuk mematuhi aturan intruksi yang
diberikan.
Contoh: guru yang mendengarkan siswa dengan sabar, memberikan umpan balik yang
konstruktif, dan menunjukkan perhtian pada kebutuhan individu siswa dapat
membangun hubungan yang positif dan membantu meningkatkan tingkat disiplin.
4. Konsistensi dalam penegakan aturan: konsistensi dalam menegakkan aturan dan
memberlakukan sanksi yang konsisten akan membantu membentuk perilaku yang
disiplin. Siswa perlu tahu apa yang diharapkan dari mereka dan konsekuensi yang akan
mereka hadapi jika melanggar aturan.
Conrtoh: memberlakukan konsekuensi yang konsisten, seperti teguran verbal, waktu
istirahat yang hilang, atau tugas tambahan, jika siswa melanggar aturan kelas yang
telah ditetapkan.
5. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran: meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran pembelajaran dapat membantu meningkatkan disiplin di kelas. Ketika
siswa merasa terlibat dan tertantang, mereka cenderung lebih focus.

4. Ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh guru dalam memberikan pembelajaran
yang efektif yaitu pembelajaran menggunakan visualisasi, pembelajaran yang bersifat
kooperatif dan persuasive dan penggunaan teknologi.
1. Pembelajaran menggunakan visualisasi
Pada dasarnya siswa atau peserta didik akan merasa jenuh bila pembelajaran hanya
melalui untaian kalimat serta tulisan-tulisan kombinasi antara materi yang ada dengan
diberikan gambaran visualnya dapat mengurangi kejenuhan pada siswa. Selain itu juga
dapat menambah kefahaman siswa dalam belajar sebuah materi.
2. Pembelajaran yang bersifat kooperatif dan persuasive
Dalam suatu kelas yang terdiri dari siswa yang tidak sedikit dan sifat individu yang
berbeda perlu adanya keselarasan. Maka dari itu untuk menambah minat belajar siswa
bisa dibuat kelompok-kelompok untuk sekedar melakukan game-game yang
menggugah inovasi siswa. Selain itu diberikan kesempatan dari masing-masing siswa
untuk berpendapat dan berasosiasi.
3. Penggunaan teknologi
Teknologi dalam pembelajaraan juga dapat dijadikan variasi dalam mengajar agar
siswa melek teknologi.

Anda mungkin juga menyukai