Basic Water
Rescue &
Under Water
01/ Water Rescue
Defence &
02/ Release
Water Rescue
03/ Proses
04/ Self Rescue
05/ Under Water
06/ Hipotermia
Incident Command System
01
Adalah sebuah konsep manajemen untuk segala
jenis bahaya yang terstandar dan dilakukan di
lokasi kejadian.
02 Memungkinkan upaya respons yang
terkoordinasi di antara berbagai yurisdiksi dan
lembaga yang terlibat.
Membangun proses perencanaan dan
manajemen sumberdaya secara bersama-sama.
03
04
Dapat diintegrasikan ke dalam struktur
organisasi biasa.
ICS Dapat di gunakan untuk menangani :
Bahaya yang Bahaya yang
disebabkan oleh disebabkan oleh
alam. manusia.
Bahaya yang Kejadian/peristiwa
disebabkan on yang direncanakan.
teknologi.
SISTEM PELAPORAN TANGGAP DARURAT TERPADU
Pertimbangan Rescue
Yang harus diperhatikan pada rescue yaitu :
1. Usahakan menggunakan metode yang berisoka rendah, dengan
alternatif metode yang lebih berisiko.
2. Semua personel harus mempersiapkan kemampuan dalam :
a. Self Rescue
b. Menolong orang lain
c. Menolong korban
Terdapat 4 kompenen dalam SAR
1. Locate The Victim
Proses pencarian korban dilokasi, diperlukan waktu relatif lama.
2. Access The Victim
Proses mendekati atau mencapai korban setelah ditemukan, diperlukan waktu beberapa
jam, misalnya harus melakukan discending atau ascending.
3. Stabilization
Proses menstabilkan dan persiapan melepaskan korban. Kemampuan yang dibutuhkan
adalah medis, peralatan, dan skill untuk memindahkan korban. Seorang medis bias hanya
fokus pada pengobatan korban tanpa harus memiliki kemampuan rescue.
4. Transport
Proses membawa korban ke tempat yang aman , misalnya dengan teknik tyrolean
menyeberang sungai.
Pertolongan di Air (Water Rescue)
A. Kemampuan yang harus dimiliki seorang rescue adalah :
❑ Mampu berenang dengan baik
❑ Pengendalian perahu / boat.
❑ Teknik pertolongan
❑ MFR(Medical First Responder)
❑ Pengetahuan
❑ Keahlian/ Keterampilan dan pengalaman
❑ Kondisi fisik sehat
B. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan pertolongan di air adalah :
❑ Pertimbangkan kemampuan.
❑ Pengetahuan.
❑ Keahlian.
❑ Kesiapan fisik
❑ Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan dan pertolongan Rescuer (
mental dan fisik )
01/
Water Rescue
Definisi
Adalah suatu usaha atau tindakan pertolongan
dengan cara memindahkan korban dari air menuju
tempat lain yang aman dengan menggunkan teknik
dan peralatan tertentu.
Penyelamatan adalah situasi dimana korban terdampar atau
tenggelam untuk beberapa saat ( biasanya kurang dari
setengah jam ), dalam hal ini potensi untuk menyelamatkan
korban nyata - nyata masih ada, sedangkan
Pengambilan adalah situasi kondisi dimana korban sudah
tenggelam untuk jangka waktu yang lama sehingga korban
kemungkinan besar sudah meninggal, dan tujuan dari operasi
ini adalah pengambilan mayat.
Penyebab Orang Tenggelam :
● Tidak bisa berenang.
● Kelelahan karena berenang.
● Kram/kejang otot saat
berenang.
● dll.
Peralatan Keselamatan di Air
Tipe Life Vest/Jacket
1. OFFSHORE LIFE JACKET
Tipe jenis ini memang dirancang untuk kondisi
perairan terbuka, mengkondisikan daerah
wajah tetap berada di atas karena dukungan 20
pon spon apung. Pada situasi terpencil yang
dapat dipastikan bantuan akan lambat datang,
Jaket ini dirancang untuk bisa tahan lama.
2. NEAR-SHORE VEST
Tipe klasik, biasanya bisa untuk dewasa dan
anak-anak. Dirancang untuk situasi air tenang
dan tidak berarus. Sebaiknya bantuan segera
dating.
Tipe Life Vest/Jacket
3. FLOTATION AID
Tipe ini yang sering dan banyak digunakan oleh
orang, bentuknya sangat nyaman, banyak
variasi, bentuk dan tipenya. Tipe standar ini
juga untuk penyelamatan di perairan yang
tenang.
4. SPECIAL USE DEVICE
Disebut juga jaket hybrid (gabungan), menggunakan
rompi khusus yang juga bisa dipergunakan untuk
bekerja. Rompi khusus ini juga menambah
peralatan tiup untuk mendukung daya apung lebih
tinggi.
THROWABLE DEVICE
“Bantal atau cincin pelampung yang
terbuat dari karet atau plastik yang
dirancang untuk dilempar kepada
seseorang dalam kesulitan, untuk
membantu pengguna yang sudah
terapung di air agar tetap stabil,
sehingga memungkinkan mereka untuk
menunggu bantuan yang akan datang ”
Throwable Device
Spesifikasi Ring Buoy
Menampung beban 2 – 6 (max) orang terapung
Diameter Luar : 73cm
Diameter Dalam: 45cm
Tebal 12cm
Berukuran 72 x 72 x 53cm
Berat 2 Kg
Spesifikasi Rescue Tube
Warna Merah, Kuning atu Orange
Dimensi 128 x 14.5 x 9 Cm
Pengait dari stainless steel
Material tertutup busa
plastik yang baik, tahan
lama dan fleksibel
Throwable Device
Spesifikasi Torpedo Buoy :
Ukuran 762 x 282 x 211mm Berbahan Busa
atau fiber Berbentuk menyerupai torpedo
Menggunakan strap bahu dan tali sepanjang
2M
Spesifikasi Spinal Board :
Berbahan fiber atau plastik Anti slip
dengan densitas tinggi
Central lengkap dengan Immobilisers Kaki Secara terpisah
dan tahan terhadap Cairan Tubuh.
Lebar Panjang 1830mm-410mm 227 KG Load Kapasitas
Metode Pertolongan di Air
Reach Menjangkau atau meraih korban.
Throw Melempar alat apung.
Row Mendekati korban dengan menggunakan perahu.
Go Penolong berenang langsung ke korban dengan membawa
alat apung.
Go and Carry / Tow Penolong menarik korban ke darat dengan kontak langsung.
Reach
Bantuanpertolongandengancaramenjangkau
atau meraih yang harus dilakukan :
➢ Perpanjang jangkauan dengan benda ringan
(galah,dayung)
➢ Bicara pada korban untuk menuntun dan
menenangkan.
➢ Amankan diri dengan menjaga jarak dan
berpegangan pada benda yang tidak labil.
➢ Tarik korban ke tempat aman dengan teratur dan tidak
menghentak.
➢ Amankan korban, pastikan sudah berpegangan
pada dermaga,pinggiran kolam atau tepian air.
Throw
Menggunakan tali lempar atau throwable device seperti
Ring bouy, Rescue Tube atau Torpedo bouy.
Row
Pertolongan yang dilakukan jika langkah
diatas sudah tidak dapat dilakukan, maka
penolong harus mendekat kearah korban
dengan menggunakan perahu untuk
mendekat ke korban lalu melakukan reach
/ throw).
Go
Langkah ini adalah pilihan
terakhir yang harus dilakukan
karena tidak tersedia alat yang
dipergunakan untuk mendekat
dan posisi korban jauh atau
berada di tempat yang tidak
mungkin menggunakan perahu.
Go and Carry / Tow
Metode ini adalah metode yang Water Rescue - Basic Technique PART #1
paling berisiko tinggi bagi
penolong karena penolong harus
kontak dengan korban. Untuk
menghindari kondisi yang buruk
bagi penolong, pengetahuan
dan keterampilan bertahan dan
melepaskan diri (defend dan
release) harus dikuasai.
02/
Defence &
Release
Defense and Release
Perlu diketahui korban yang
panik sangat berbahaya bagi
penolong.
Faktor yang perlu diketahui terhadap korban Tenggelam :
➢ Korban yang akan tenggelam sudah mencapai taraf panik yang hebat.
➢ Anggota tubuh penolong yang akan dipegang adalah bahu, kepala dan leher.
➢ Korban yang akan tenggelam tidak akan mau memasukkan mukanya ke air.
➢ Melepaskan diri bukan berarti mengangkat korban ke atas, tetapi mendorong
diri kita ke bawah.
Teknik Defense
Defend adalah cara untuk menghindari kontak langsung dengan
korban pada saat melakukan pertolongan di air, karena korban
yang panik sangat berbahaya bagi penyelamat di air. Adapun
teknik-teknik defend yaitu sebagai berikut :
➢ Duck away
➢ Leg block
➢ Arm block
➢ Elbow lift
Duck Away
Mendorong korban dengan kedua tangan
➢ Penolong menghadap
penuh ke korban.
➢ Kedua tangan
penolong mendorong
bahu korban untuk
menghindari dari
pelukan korban.
Leg Block
Menghalangi dengan kaki
➢ Penolong menghadap penuh ke
korban.
➢ Salah satu kaki penolong
diarahkan ke depan untuk
mendorong korban.
➢ Tetap jaga jarak dengan korban,
sambil tetap amati korban.
Arm Block
Menghalangi dengan tangan
➢ Penolong menghadap penuh ke
korban.
➢ Salah satu tangan penolong
diarahkan ke depan untuk
mendorong korban.
➢ Tetap jaga jarak, sambal tetap
mengamati keadaan korban.
Elbow Lift
Megangkat siku
➢ Korban datangnya dari
belakang penolong.
➢ Penolong
merendah/menyelam
sambal ke dua tangan
mendorong bahu
korban ke arah atas.
Teknik Release
Release adalah teknik melepaskan diri dari korban ketika melakukan
pertolongan. Ketika teknik defend tidak bisa digunakan untuk menghindari
kontak langsung dengan korban sehingga penyelamat berada dalam dekapan
korban, maka gunakan teknik release untuk melepaskan diri
➢ Double grasp on one arm 1.
➢ Double grasp on one arm 2.
➢ Front head hold 1.
➢ Front head hold 2.
➢ Front head hold 3.
➢ Rear head hold 1.
➢ Rear head hold 2.
Release
Double grasp on one arm 1
➢ Apabila korban memegang tangan penolong,
➢ lakukan gerakan membanting / memutar tangan ke arah
dalam.
➢ Bersamaan dengan mendorong korban dengan kaki.
Double grasp on one arm 2
Apabila korban memegang salah satu
tangan penolong.
Tangan penolong yang dipegang mengepal
dan dibantu oleh tangan yang lain untuk
memutar ke arah dalam
Release
Front head hold 1, 2 dan 3
Korban memeluk penolong dari depan
➢ Tangan kiri penolong memegang siku kanan korban dan
dorong ke atas.
➢ Tangan kanan menarik ke bawah lengan kiri korban.
Ke dua tangan penolong memegang pinggang korban dan
dorong/lempar korban ke atas.
Tangan kiri penolong memegang kaki kanan korban
dan angkat sambal dilempar.
Tangan kanan memegang lengan kiri korban dan
tarik lengan ke bawah.
Release
Rear head hold 1 dan 2
Korban memeluk penolong dari belakang
Tangan kiri penolong memegang ketiak
korban kemudian dorong.
Tangan kanan penolong memegang siku kiri
korban sambil dorong ke atas.
Kedua tangan penolong memegang tengkuk
korban.
Lempar korban ke arah depan melalui atas kepala
sambil
merendah / menyelam.
03/
Water Rescue
Proses
Surface Water Rescue
Kegiatan pertolongan dan
pemindahan korban diperairan
(laut, sungai, dsb) pada bagian
surface.
Water Rescue Proses
Langkah-Langkah menangani korban yang mengalami
cedera leher dan tulang belakang di dalam air.
Putar Tubuh korban pada posisi netral ( neutral position ).
Dalam memutar tubuh korban, terdapat langkah – langkah
yang harus anda ikuti, antara lain :
1. Posisikan tubuh anda di samping tubuh korban, kemudian
pegang lengan korban ( posisi tangan diantara persendian
dan bahu )
2. Kedua tangan korban dirapatkan kearah kepala dan leher,
dan jaga agar supaya tetap berada pada satu garis lurus
Water Rescue Proses
3. Putar tubuh korban dengan
cara menekan tangan yang
berada didekat anda dan
menarik tangan yang berada
jauh dari anda.
4. Disaat wajah korban
sudah menghadap ke atas
(netral position), anda
diharuskan untuk tetap
menahan kepala korban agar
tidak tenggelam.
Water Rescue Proses
5. Tahanlah tangan dan kaki
korban dengan kedua tangan
anda, jika korban sudah berada
di air yang dangkal.
6. Jika korban masih berada di
air yang dalam, maka anda harus
memindahkan korban ke air
yang lebih dangkal.
Jika mungkin, mulailah dengan pemeriksaan (Initial
Assessment) saat korban masih berada di dalam air.
Water Rescue Proses
Water Rescue Proses
Video
Head and Neck Injury in Water
Water Rescue Proses
Jika diperlukan, mulailah resusitasi paru – paru ( Pulmonary Resuscitation ). Gunakanlah Jaw
Thrust Maneuver untuk melindungi tulang leher korban. Periksa sumbatan jalan napas
korban. CPR dan ventilasi dari mulut ke masker tidak akan efektif apabila korban masih
berada di dalam air.
Disaat anda masih memegang kepala dan leher korban, pastikan orang yang akan
membantu anda, berada pada bagian tengah tulang belakang korban.
CPR dapat dilakukan pada saat korban sudah berada di luar air ( daratan ), karena CPR tidak
akan efektif apabila dilakukan di atas air atau perahu.
Pastikan perdarahan korban jika pasien sudah bernapas dan selimutilah tubuh korban
untuk mencegah hilangnya panas tubuh ( heat loss )
Penanganan korban shock harus segera dilakukan jika dicurigai korban akan
mengalami shock.
Water Rescue Proses
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang penolong pertama ( First
Responder ) dalam menolong korban yang mengalami kecelakaan di air
antara lain :
1. Sumbatan jalan napas ( Airway Obstruction ) :
Ini disebabkan oleh masuknya air / benda asing ke dalam saluran
pernapasan, atau pembengkakan pada jaringan kulit ( ini dapat dilihat jika
korban mengalami cedera pada leher saat penyelaman )
2. Henti Jantung ( Cardiac Arrest ) :
Biasanya terjadi karena berhentinya pernapasan korban ( respiratory arrest )
Water Rescue Proses
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang penolong pertama ( First
Responder ) dalam menolong korban yang mengalami kecelakaan di air
antara lain :
3. Tanda-tanda Serangan Jantung ( Sign of Heart Attack ) :
Kelelahan, korban memiliki banyak masalah dan hampir tenggelam. Seorang
penolong harus tanggap bahwa nyeri dada yang dilaporkan oleh korban dan rasa
kram pada otot-otot korban adalah hasil selama berenang atau panik saat korban
akan tenggelam.
4. Luka pada kepala dan Leher ( Injuries to the head and neck ) : Dicurigai terjadi saat
di dalam perahu, ski air, atau penyelaman. Pada kepala dan leher biasanya juga
terjadi pada saat korban akan tenggelam.
5. Hypothermia : Terjadi jika korban berada di air yang sangat dingin atau korban terlalu
lama tinggal di dalam air.
Water Rescue Proses
PERAWATAN KORBAN
Cedera leher dan tulang belakang paling sering terjadi pada semua kasus kecelakaan di
air dangkal.
Dalam memindahkan korban dari dalam air, anda diharuskan untuk menggunakan cervical
collar dan spine board. Adapun tindakan yang harus anda lakukan saat tiba dilokasi
kejadian, dimana korban sudah berada di luar air / daratan, antara lain:
• Mulailah dengan pemeriksaan awal ( Initial Assessment )
•Gunakan ventilasi dari mulut ke masker jika diperlukan. Teknik ventilasi dari mulut ke masker
biasanya tidak digunakan di dalam air ( tidak efektif ), teknik ventilasi dari mulut ke mulut atau
mulut ke hidung adalah teknik yang paling efektif digunakan saat korban masih berada di dalam
air, namun yang perlu diingat bahwa teknik pemberian ventilasi dari mulut ke mulut maupun
mulut ke hidung sangat berbahaya untuk dilakukan jika korban terinfeksi penyakit menular.
• Lakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) jika diperlukan. CPR tidak bisa dilakukan jika
korban masih berada di dalam air.
Water Rescue Proses
PERAWATAN KORBAN
•Jika korban bernapas dan nadi ada, maka tindakan anda selanjutnya adalah memeriksa
pendarahan besar.
•Tutuplah tubuh korban dengan sebuah selimut, ini dilakukan untuk mencegah hilangnya panas tubuh
korban (Hypothermia).
•Pindahkanlah korban pada tempat yang kering dan jangan sekali-kali memerintahkan /
menginstruksikan korban yang hampir tenggelam untuk berjalan, karena ini bisa menyebabkan korban
terjatuh.
•Jika dicurigai pasien mengalami shock, maka penanganan untuk korban shock harus segera
dilakukan.
Note : Korban tenggelam yang diresusitasi biasanya muntah. Seorang penolong pertama (First
Responder) harus bisa membersihkan jalan nafas korban saat itu terjadi.
Mangacu pada American Heart Association dan American Red Cross, tidak dibenarkan seorang
penolong pertama (First Responder) untuk mengeluarkan air dari dalam perut korban.
Ini tidak bisa dilakukan karena material atau makanan yang berada di dalam perut korban akan ikut
keluar dan akan mengakibatkan tersumbatnya jalan napas korban.
04/
Self Rescue
Self Rescue
Yaitu sebuah usaha untuk menyelamatkan diri di air.
FAKTOR YANG DAPAT MENINGKATKAN WAKTU BERTAHAN HIDUP
1. Kondisi Fisik 3. Pakaian
● Orang yang sehat dan
● Kenakan sebanyak mungkin
mempunyai fisik yang
dan jangan pernah
kuat akan cenderung lebih
membuangnya di air.
lama bertahan di air dari
pada orang yang sakit dan
loyo.
4. Posisi Tubuh
2. Berat Badan ● Bagian tubuh tertentu ditutupi
dari kehilangan panas tubuh
●Tubuh besar/berat badan
yang berlebihan.
lebih cenderung dapat survive
lebih lama ketimbang yang
berbadan kecil / kurus.
Teknik Self Rescue
H.E.L.P POSITION
1. Kepala diatas air, termasuk tengkuk
2. Kenakan topi / benda2x utk menutupkepala
3. Rapatkan lengan ke sisi tubuh dan dada
4. Genggam alat bantu apung dan bertahan
serapat mungkin
5. Silangkan kaki, lutut terangkat, akan memudahkan
stabilisasi bila ada ombak, usahakan dan
pertahankan lutut tetap rapat
Teknik Self Rescue
HUDDLE POSITION
➢ Kepala diatas air, termasuk tengkuk
➢ Tangan saling bersilang dan memeluk teman lain
disekitar alat bantu apung. Usahakan tetap serapat
mungkin
➢ Maksimalkan persentuhan tubuh, terutama pada
bagian dada
➢ Kaki saling silang dengan kaki teman lain
➢ Saling berbicara untuk membangkitkan
semangat / Percaya diri
➢ Kelompok yang lebih besar memberikan
kesempatan pertukaran bagi orang yang
kelelahan untuk istirahat ditengah- tengah
kelompok
Teknik Self Rescue
UITIMATE TEKNIK (Terakhir)
Profesor Hidetoshi Saito dari
Universitas Teknologi Nagaoka Jepang
( Uite : mengambang/mengapung &
Mate : menunggu )
Tenang dan santai Rentangkan
tangan dan kaki Pandangan
menatap ke atas
05/
Under Water
Definisi
Menyelam adalah kegiatan yang dilakukan di bawah
permukaan air, dengan atau tanpa menggunakan
peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Scuba merupakan sebuah singkatan dari Self-
Contained Underwater Breathing Apparatus yang
berarti perangkat pernapasan bawah air yang berdiri
sendiri. Sedangkan
Scuba diving adalah aktivitas menyelam yang dibantu
oleh serangkaian alat bernapas.
Bahaya Ketika Menyelam
•Barotrauma
Gangguan kesehatan pada telinga ketika terjadi cedera dalam telinga akibat adanya perubahan
tekanan udara atau tekanan dalam air secara mendadak
•Dekompressi.
Tekanan udara di turunkan ke tekanan udara biasa dgn cara bertahap atau perlahan-lahan. adalah
suatu penyakit / kelainan yg disebabkan oleh pelepasan & pengembangan gelembung-gelembung
gas dari fase larut dalam darah /jaringan akibat penurunan tekanan sekitar.
•Keracunan Gas
•Binatang Buas
•Hipotermia
Prosedur Menyelam yang Aman
• Menyiapkan Rencana Penyelaman (Dive Plan).
• Meyiapkan dan mengecek kondisi peralatan selam.
• Mempelajari teknik “Equalizing Diving” ketika descending.
• Ketika ascending selalu memonitor dive computer, dan melakukan safety stop
ketika menyelam dikedalaman lebih dari 10 meter.
• Menguasai / memiliki keahlian melakukan pertolongan pertama pada
kecelakaan saat menyelam.
• Selalu melakukan penyelaman dengan buddy system.
Peralatan Scuba Diving
• Snorkle, Masker, Fins.
• BCD
• Air Tank (tabung)
• Regulator
• Wetsuit
• Booties
• Knife
• Dive Watch / Dive Computer
• Weight Belt
• Tabel Dive Plan
Peralatan Scuba Diving
06/
Hipotermia
Hipotermia
Hipotermia adalah kondisi KLASIFIKASI BERDASARKAN TEMPERATURE
ketika suhu tubuh turun drastis 1. Ringan = 34-35 °C
hingga di bawah 35oC.
Kebanyakan orang bila berada pada suhu ini akan menggigil secara hebat, terutama
Akibatnya, jantung dan organ
di seluruh ekstremitas. Bila suhu tubuh lebih turun lagi, pasien mungkin akan
vital lainnya gagal berfungsi. mengalami amnesia dan sulit berbicara akibat kelemahan otot. Peningkatan
Jika tidak segera ditangani, kecepatan nafas juga mungkin terjadi.
hipotermia dapat
menyebabkan henti jantung, 2. Sedang = 30–34 °C
gangguan sistem pernapasan, Terjadi penurunan konsumsi oksigen oleh sistem saraf secara besar yang
bahkan kematian. mengakibatkan terjadinya refleks lambat, bernapas pendek, dan
penurunan aliran darah ke ginjal. Bila suhu tubuh semakin menurun,
Tubuh manusia mampu kesadaran pasien bisa menurun, tubuh kehilangan kemampuannya untuk
mengatur suhu pada Zona netral menjaga suhu tubuh, dan adanya risiko gangguan denyut jantung.
yaitu antara 36,5-37,5 °C. 3. Berat = <30 °C
Pasien rentan mengalami gangguan denyut jantung sehingga jantung tidak
dapat memompa darah sebagaimana mestinya, dan penurunan kinerja
jantung, pasien juga rentan untuk menjadi koma, denyut nadi sulit
ditemukan, tidak ada refleks.
Hipotermia
Jenis-jenis hipotermia :
1. Hipotermia akut atau imersi
Kondisi ini terjadi apabila seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat.
2. Hipotermia akibat kelelahan
Pada kondisi yang terlalu lemah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan panas, sehingga orang
tersebut akan jatuh pada kondisi hipotermia.
3. Hipotermia kronis
Hipotermia jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan.
Hipotermia
Gejala awal hipotermia : Gejala lanjut hipotermia :
• Batang tubuh (dada, perut,
• Menggigil punggung, dan panggul) terasa
• Kulit dingin, pucat, berwarna biru-abu-abu dingin saat disentuh
• Apatis • Otot menjadi kaku
• Tak dapat menilai sesuatu dengan baik • Denyut nadi lambat
• Ketidakstabilan ringan dalam • Napas pendek dan melambat
keseimbangan atau berjalan • Kebingungan
• Bicara cadel • Kehilangan kesadaran
• Tangan dan jari mati rasa • Menggigil, yang mungkin bisa
berhenti saat suhu tubuh turun
di bawah 32 derajat Celcius.
Pertolongan Pertama Hipotermia
1. Ganti pakaian penderita yang basah dengan yang kering.
2. Gunakan beberapa lapis selimut atau jaket untuk menghangatkan tubuh, khususnya
area perut dan kepala.
3. Jika penderita tak dapat bergerak, segera pindahkan ke dalam ruangan yang lebih
hangat atau mendekat ke sumber panas.
4. Jika penderita masih sadar, segera berikan minuman hangat. Hindari memberikan
kafein dan alkohol.
5. Untuk menghangatkan tubuh lebih lanjut, kompres tubuh korban dengan air hangat
dengan kain kering. Kompreslah pada bagian dada, leher, dan pangkal paha.
6. Peluk penderita dengan perlahan, kontak kulit ke kulit. Kontak langsung dengan kulit
dapat menghangatkan tubuh.
7. Jangan beri korban minuman beralkohol atau rokok. Alkohol dapat menghambat proses
penghangatan. Sedangkan rokok, bisa mengganggu sirkulasi yang diperlukan untuk
menghangatkan tubuh.
8. Mulailah CPR jika korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak
bernapas, batuk, ataupun bergerak.
Terimakasih