Viral Food Travel
Beranda
Food & Travel
Konten dari Pengguna
Contoh Cerita Rakyat: Kisah Timun Mas Mengalahkan Raksasa yang Ingin Memakannya
Viral Food Travel
Berita viral seputar Food dan Travel
22 Januari 2021 13:49 WIB
waktu baca 6 menit
Diperbarui 8 Maret 2023 18:15 WIB
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cerita Timun Mas dan Raksasa Buto Ijo Foto: Dok. [Link]
Cerita Timun Mas dan Raksasa Buto Ijo Foto: Dok. [Link]
ADVERTISEMENT
Timun Mas merupakan salah satu cerita rakyat populer di Jawa Tengah yang sering ditemukan di
berbagai buku cerita anak. Kisahnya telah berulang kali diceritakan dan dituliskan dalam versi berbeda
oleh banyak penulis.
ADVERTISEMENT
Secara garis besar, Timun Mas menceritakan tentang seorang gadis yang mencoba melarikan diri dan
bertahan hidup dari kejaran raksasa jahat yang ingin menangkap dan memakannya.
Apakah Timun Mas berhasil lolos dari raksasa tersebut? Untuk mengetahui kisah selengkapnya, simak
cerita rakyat Timun Mas berikut ini.
Hidup Seorang Janda Bernama Mbok Srini yang Kesepian dan Mengharapkan Kehadiran Anak
Cerita Timun Mas dan Raksasa Buto Ijo Foto: Dok. [Link]
Cerita Timun Mas dan Raksasa Buto Ijo Foto: Dok. [Link]
Alkisah di sebuah desa di daerah Jawa Tengah, hidup seorang janda paruh baya bernama Mbok Srini.
Karena kesepian, ia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak, namun sayangnya harapan itu pupus
karena suaminya telah meninggal dunia.
Tiap hari ia selalu berdoa agar bisa diberikan seorang anak untuk menemani hidupnya. Sampai suatu
hari, raksasa hijau (buto ijo) yang kebetulan lewat mendengar doa Mbok Srini.
ADVERTISEMENT
Dengan suaranya yang menggelegar, raksasa itu bertanya, “Hei wanita tua! Apakah kau sungguh-
sungguh menginginkan seorang anak?”
Mbok Srini terkejut. Dengan gemetar, ia menjawab ia mendambakan seorang anak yang bisa
menemaninya. Namun sepertinya hal itu tak mungkin mengingat usianya yang sudah tua, dan suaminya
juga telah meninggal.
Baca juga: Cerita Rakyat Mentiko Betuah, Kisah Putra Raja yang Kehilangan Mustikanya
Mbok Sri yang Mendambakan Kehadiran Anak Membuat Perjanjian dengan Buto Ijo
Ilustrasi membacakan cerita Timun Mas. Foto: delcarmat/shutterstock
Ilustrasi membacakan cerita Timun Mas. Foto: delcarmat/shutterstock
“Ha… ha… ha… aku bisa mengabulkan keinginanmu dengan mudah, tapi tentu ada syaratnya. Apakah
kau bersedia?” tanya si raksasa.
“Baiklah, aku bersedia,” sahut Mbok Srini menjawab walau hatinya takut melihat sosok raksasa yang
besar dan seram.
“Peliharalah anak yang kuberikan padamu nanti. Beri ia makan yang bangak supaya gemuk. Aku akan
menjemputnya saat ia berusia 6 tahun,” ucap si raksasa menggelegar.
ADVERTISEMENT
Tidak ada pilihan lain, Mbok Srini menerima syarat tersebut. Raksasa itu memberinya segenggam biji
mentimun untuk ditanam.
Biji Timun yang Ditanam Mbok Srini Berubah Menjadi Bayi Perempuan Cantik
Mbok Srini pun mengikuti saran si raksasa untuk menanam biji mentimun yang didapatkannya. Biji itu
tumbuh dan berbuah dalam waktu singkat. Dalam beberapa hari saja, pohon mentimun tumbuh dengan
buahnya yang sangat besar siap untuk dipanen.
Betapa terkejutnya Mbok Srini ketika sedang memetik salah satu mentimun, di hadapannya terdapat
bayi perempuan yang cantik. Bayi itu dinamai Timun Mas, karena ia lahir dari mentimun yang berwarna
keemasan.
Baca juga: Cerita Rakyat Nusantara Singkat tentang Malin Kundang dari Sumatera Barat
Raksasa Datang Menagih Janjinya
Timun Mas dan Raksasa Foto: Dok. [Link]
Mbok Srini pun merawat Timun Mas dengan penuh kesayangan. Hingga saat Timun Mas berusia 6
tahun, raksasa kembali datang menagih janjinya untuk memakan gadis itu.
ADVERTISEMENT
Tak kehilangan akal, Mbok Srini pun mencari cara untuk menyelamatkan Timun Mas agar tidak jadi
santapan raksasa.
"Sabar, aku akan menyerahkannya padamu, tapi apakah kau mau? Tubuhnya masih kecil dan kurus, aku
rasa ia belum cukup lezat untuk kau makan,” kata Mbok Srini.
“Ia sedang pergi. Percayalah padaku, kembalilah dua tahun lagi, aku jamin ia sudah gemuk,” jawab
Mbok Srini. Raksasa itu percaya pada perkataan Mbok Srini. “Dua tahun bukanlah waktu yang lama,”
pikirnya.
Timun Mas Mencari Pertapa yang Muncul dalam Mimpi Mbok Srini
Ilustrasi Ibu dan anak baca dongeng Timun Mas. Foto: Shutter Stock
Sepeninggal raksasa, Mbok Srini mencari akal untuk menyelamatkan Timun Mas. Ia juga berdoa supaya
Tuhan memberinya jalan keluar. Suatu malam, Tuhan menjawab doanya.
Mbok Srini bermimpi bertemu dengan seorang pertapa di gunung. Pertapa itu menyuruh Timun Mas
untuk menemuinya dan mengatakan bahwa ia akan menolong Timun Mas.
ADVERTISEMENT
Setelah berhari-hari mendaki, Timun Mas akhirnya mencapai puncak gunung. Ia melihat seorang lelaki
tua berambut putih dan berjubah putih. “Permisi, Kek. Namaku Timun Mas. Ibuku bilang, Kakek akan
membantuku melawan raksasa jahat yang hendak menyantapku,” sapa Timun Mas.
“Oh, kau yang bernama Timun Mas? Ya, aku memang mendatangi ibumu lewat mimpi. Cucuku, jika
raksasa itu kembali, berlarilah dengan kencang,” pesan si pertapa itu.
“Langkah kakinya lebar, aku pasti mudah tertangkap,” kata Timun Mas heran.
“Ambillah empat buah bungkusan kecil ini. Lemparkan satu persatu ketika kau melarikan diri,” jawab
pertapa itu dengan tegas.
Baca juga: Cerita Rakyat Pendek: Cinta Terlarang Sangkuriang kepada Dayang Sumbi
Raksasa Kembali Datang untuk Mengambil Timun Mas
Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak. Foto: Shutter Stock
Dua tahun berlalu. Saatnya raksasa kembali untuk mengambil Timun Mas. Benar saja, tiba-tiba
terdengar langkah kaki dan teriakan menggelegar, “Mbok Srini! Mana anakmu? Aku sudah lapar!”
teriaknya.
ADVERTISEMENT
“Kumohon, jangan makan dia,” pinta Mbok Srini.
“Enak saja. Kau sudah berjanji, kau tak boleh mengingkarinya!” jawab raksasa. Dengan terpaksa, Mbok
Srini membawa Timun Mas menemui raksasa itu.
Timun Mas berbisik padanya, “Jangan khawatir, Bu.”
Kecerdikan Timun Mas Melawan Raksasa
Ilustrasi ibu membacakan dongeng untuk anak. Foto: Shutter Stock
Timun Mas segera membuka bungkusan pemberian kakek pertapa itu. Bungkusan pertama, ternyata
berisi biji mentimun. Ia melemparkannya ke arah raksasa. Keajaiban pun terjadi.
Biji mentimun itu berubah menjadi ladang timun yang buahnya sangat banyak. Langkah raksasa tertahan
oleh ladang timun itu.
Dengan susah payah ia harus melewati rintangan dan batang-batang pohon yang meliliti tubuhnya.
Namun, ia berhasil meloloskan diri. Ia bertambah marah.
Kemudian bungkusan kedua itu berisi jarum. Timun Mas melemparkan jarum-jarum itu. Jarum-jarum itu
berubah menjadi pohon-pohon bambu yang tinggi dan berdaun lebat. Raksasa harus bekerja keras
menerobos pohon-pohon bambu itu.
ADVERTISEMENT
Timun Mas membuka bungkusan ketiga. Sambil terus berlari, ia me lemparkan isi bungkusan itu, yaitu
garam. Lagi-lagi keajaiban terjadi. Garam itu berubah menjadi lautan yang luas.
Namun, lautan itu tak menjadi penghalang bagi raksasa. Ia berenang melintasi lautan itu, dan berhasil
mencapai tepi. Raksasa mulai kelelahan, tapi mengingat lezatnya daging Timun Mas, ia kembali
bersemangat berlari.
Timun Mas ketakutan melihat kekuatan raksasa itu. Bungkusan terakhir adalah harapan satu-satunya.
Sambil berdoa, Timun Mas membuka bungkusan keempat. Isinya terasi.
Sekuat tenaga, Timun Mas melemparkan terasi itu ke arah raksasa. Apa yang terjadi? Terasi itu berubah
menjadi lautan lumpur yang panas mendidih.
Raksasa yang berlari kencang tak dapat menghentikan langkahnya. Ia pun terperosok ke dalam lumpur.
Ia berteriak dan meronta. Namun semakin ia meronta, semakin dalam lumpur itu mengisap tubuhnya. Ia
akhirnya tenggelam ke dalam lumpur panas.
ADVERTISEMENT
Timun Mas Hidup Bahagia Bersama Mbok Srini
ADVERTISEMENT
Timun Mas menghentikan langkahnya. Ia lega karena berhasil menyelamatkan diri. Dengan kelelahan ia
berjalan pulang ke rumahnya.
Mbok Srini, yang terus menangis sepeninggal Timun Mas, sangat bahagia melihat kepulangan putrinya.
Mereka berpelukan dan mengucap syukur pada Tuhan atas pertolongan-Nya.
Sejak saat itu, Mbok Srini hidup bahagia bersama Timun Mas.
Cerita Rakyat
Timun Mas
Jawa Tengah
Maintenance
Laporkan tulisan
Tim Editor
Bagikan:
Baca Lainnya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 di Jateng
Foto: Jabat Tangan Erat Prabowo-Macron saat Berkunjung ke Candi Borobudur
Foto: 11 Desa di Demak Terendam Banjir Akibat Tanggul Sungai Jebol
Trending di Food & Travel
Cara Tepat Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Awet
Mastercard Ungkap Destinasi di Dunia yang Paling Rawan Aksi Penipuan
5 Tempat Wisata di Raja Ampat yang Terkenal Akan Keindahannya
Ascott Raih Sertifikat Sebagai Hotel yang Ramah Wisata Berkelanjutan
Studi: Perempuan yang Sudah Menikah Lebih Senang Solo Traveling
kumparanPLUS
Petaka Argo di Palagan
2 Konten
Baru
Bandung Terapkan Jam Malam buat Pelajar
3 Konten
Tragedi Inses
2 Konten
Gaya Jetset Komisioner KPU
2 Konten