MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
MeCA AID
EGI D155A-2
COMPETENCY ROMOVE & INSTALL
COMPONENT ATTACHMENT
I. STRUCTURE & FUNCTION
NO SUBJECT STRUCTURE FUNCTION CARA/PRINSIP KERJA TROUBLE ANALYZE
Perangkat kerja yang dipasangkan pada Mendorong, menggusur, Cracked, broken
bagian depan bulldozer menggali, memotong Dent,
1 Blade Berbentuk bilah pisau dengan perlengkapan tanah Scratch
GET: end bit, cutting edge, tooth bucket, Worn out
point ripper, shank protector,
Frame /rangka tempat dudukan blade yang Tempat dudukan blade Cracked, broken
berbentuk huruf C (bila diihat dari atas) pada angle dozer Dent,
Dipakai untuk angle dozer, yaitu blade-nya Scratch
dapat diserongkan 250 ke kanan atau ke kiri Worn out
dan dapat di-tilt secara manual
2 C-frame
Frame /ranka temat dudukan straight (tilt) Tempat dudukan blade Cracked, broken
blade pada straight tilt dozer Dent
Berbentuk lurus Scratch
Blade tidak dapat diserongkan ke kanan atau Worn out
Straight ke kiri, tetapi bisa di-tilt
3
frame
Perangkat kerja yang dipasangkan pada Memecah batu/tanah Cracked, broken
bagian belakang bulldozer keras menjadi bongkahan Dent,
4 Ripper
Berbentuk garu/taji yang selanjutnya dapat Scratch
Modelnya: giant ripper dan multi shank ripper didorong Worn out
Perangkat kerja yang dipasangkan pada Digunakan untuk menarik Cracked, broken
bagian belakang bulldozer kayu, unit, atau portable Dent, jammed
5 Winch
Berbentuk kawat baja yang bisa digulung camp, dll. Scratch, worn out
Digerakkan melalui mekanisme shaft dari PTO Cuts
Created by Ek@st
Created on 11/4/2006 2:19:00 PM
Revisi : 0 Page 1 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
II. TECHNICAL TERM
Kependekan dari Ground Engaging Tools
Yaitu peralatan atau komponen pada attachments yang bekerjanya selalu bersinggungan dengan tanah
1 GET
Mempunya sifat replaceable (mudah diganti)
Contoh: Teeth bucket, point ripper, cutting edge, end bit, shank protector
Blade yang dapat diserongkan ke kanan atau ke kiri 250, dan jug adapat di tilt secara manual
2 Angle tilt blade
Dipasangkan pada C-frame
Celah antara blade (model
angle blade) terhadap
frame-nya
Penyetelan dilakukan
dengan mengatur arm (2)
dan brace-nya (3)
Celah standard-nya: 20mm
Bisa dilihat di Standard
3 Blade Clearance
Clearance SM
celah antara blade terhadap frame-nya pada straight tilt bulldozer
Penyetelan dilakukan dengan mengatur ketebalan shim pada balljoint pada
ujung brace-nya
Celah standard-nya: 1
mm
Bisa dilihat di Standard
Clearance SM
4 Straight Frame Clearance
Celah antara link pin dengan bracket-nya
5 Ripper & Link pin clearance
Ukuran standard bisa dilihat dalam Maintenance Standard di Shop Manual
Component GET yang berfungsi melindungi attachment supaya tidak cepat aus
Wear protector ini replaceable, cont: Ripper Shank protector,
6 Wear protector
Created by Ek@st
Created on 11/4/2006 2:19:00 PM
Revisi : 0 Page 2 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
Keausan pada Ripper point. untuk D155 Standar 335mm , limit 225mm
7 Wear of Point Ripper
Pengoperasian blade dengan menggunakan 2 buah tilt cylinder secara (salah satu memanjang/extend, lainnya memendek/ retract)
8 Dual tilt operation
Pada unit model dual tilt blade
Pengoperasian blade secara mengangguk (menukik ke depan) pada bulldozer yang menggunakan dual tilt blade
9 Pitch Operation
Dengan cara: kedua buah tilt cyl. posisi extend
Ripper yang menggunakan sebuah shank yang besar, yang dapat di tilt (menggunakan tilt cylinder)
10 Variable Giant
Kalau tidak menggunakan tilt Rigid Giant Ripper
Ripper yang menggunakan shank lebih dari satu
11 Multi shank ripper Disebut variable menggunakan tilt cylinder
Disebut Rigid kalau tidak menggunakan tilt cylinder
Mekanisme mendorong / menarik shank pin untuk mengatur posisi ketinggian dari shank
12 Pin puller
Menggunakan hydraulic cylinder dan dikontrol secara electric dari cabin operator
Lebar/panjang dari brace
13 Brace width
Bisa diatur/stel dengan cara memutar (memanjang/memendek) brace body-nya.
Suatu tindakan, actifitas memperkuat sebuah komponen dengan cara menambah ketebalan, memperkeras bahan, mengganti material dengan
14 Reinforce
tujuan supaya komponen menjadi tahan lama, tahan terhadap benturan /gesekan, pukulan, dsb
III. TOOLS
NO SUBJECT FUNGSI/DESCRIPTION APLIKASI SATUAN
Alat untuk mengencangkan bolt/nut sesuai dengan standard Semua bolt /komponen yang Kgm, lbft, Nm
kekencangannya membutuhkan pengencangan
Alat ini tidak boleh untuk mengendorkan bolt/nut yang spesifik
1 Torque Wrench
Pastikan mengendorkan torque spring sebelum menyimpannya untuk Cont: cyl. Head, Crak shaft, dll
mencegah penurunan tegangan spring
Alat untuk mengencangkan/mengendorkan bolt/nut yang mempunyai Nut hyd. Cyl kgm
kekencangan yang tinggi Bolt/nut frame
Prisip kerjanya: planetary system reduction gear sehingga dengan
menggunakan input torque yang kecil dapat menghasilkan output torque
2 Power Wrench yang besar
Contoh reduction rationya :
untuk working torque 150 kgm gunakan 1:4.8
untuk working torque 450 kgm gunakan 1:16
untuk working torque 1200 kgm gunakan 1:43
Created by Ek@st
Created on 11/4/2006 2:19:00 PM
Revisi : 0 Page 3 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
Alat angkat yang berfungsi mengangkat unit, atau komponen yang relatif Menganngkat unit Ton, kg
berat dengan ketinggian yang relatif pendek
Prinsip kerja alat ini menggunakan sistem hydraulic (hukum Pascal)
3 Hydraulic jack
Alat angkat ini bersifat sementara (tidak permanen), artinya kalau
komponen/unit sudah diangkat, segera dipasang permanent stands
4 Steel brush/ wire brush Sikat kawat, yang digunakan untuk membersihkan komponen
Alat pemukul, berbentuk tangkai dengan pemberat pada salah satu Memukul pin, kg
5 Hammer
ujungnya. yang prinsip kerjanya menggunakan gaya inertia
Alat untuk menekan/mendorong dan menarik Memasang/mengeluarkan pin, Ton, kg
6 Push pull tools
Prinsip kerjanya menggunakan system hydraulic bushing
Atau Skala cembung (mistar gulung), digunakan untuk mengukur jarak, Komponen/bidang yang relatif m, cm, inch
panjang, ketinggian, keliling lingkaran atau lebar suatu benda/bidang besar
7 Convex Scale
Terbuat dari plate baja yang mempunyai kelenturan yang tinggi
III. PART RECOMENDATION
NO SUBJECT DESCRIPTION CONTOH
Standar part yang (sudah ditentukan) untuk pekerjaan overhaul component tertentu Overhaul engine: gasket kit, piston & liner,
PAMA menggunakan APL (Application Part List) untuk standard part pekerjaan tertentu, metal/bearing, seal, o-ring, hose, dll
SPO (Standard Part
1 tujuannya mempermudah proses peng-orderan spare part, menghindarkan kesalahan
Overhaul)
penulisan part number karena proses penulisan/pencatatan yang berulang
Untuk unit Komatsu sering disebut dengan PSN (Part Service News) Bisa berbentuk bulletin, selebaran, maupun
Informasi/berita dari distributor (factory) yang isinya perubahan/penyempurnaan terhadap buku
2 Technical bulletin
metode perawatan maupun perubahan part number
Pada volvo disebut ‘Service Bulletin’
Part-part yang dapat digunakan kembali setelah melalui proses analisa/inspeksi berdasarka buku Piston, valve, spider joint, hose, paump,
panduan re-usable (guidance for re-usable book). Kode-kode pada reusable book: turbocharger, hyd. Cyl, dsb
3 Reusable parts Kode A part bisa langsung digunakan lagi
Kode B part bisa digunakan lagi setelah diprepair terlebuh dahulu
Kode C part tidak bisa digunkan lagi (harus diganti)
Nomer atau kode part books Unit Komatsu, yang meniunjukkan aplikasi part book tersebut Pada Unit D375A-5. S/N: 1817 and up PN{B-
untuk serial number dan model unit tertentu. Nomer tersebut terletak pada bagian depan nya : PEPB079905
sudut kanan atas Part book. Bila PNPB tersebut beda meskipun unit model unit sama, maka
pasti ada perubahan di dalamnya
Pada unit Volvo disebut : Reference Number
PNPB (Publication Number
4
of part Books)
Created by Ek@st
Created on 11/4/2006 2:19:00 PM
Revisi : 0 Page 4 of 5
MECHANIC DEVELOPMENT SECTION - MTBU
IV. TESTING, INSPECTION, TROUBLE SHOOTING (dapat dilihat dan dijelaskan dengan Service Manual/ OMM)
CRITICAL POINT SAAT MENGERJAKAN KETRAMPILAN
Perhatikan prosedure keselamatan :
terhadap alat ganjal, lock out, danger tag, attachment diturunkan ke tanah,
terhadap manusia gunakan APD (helmet, gloves, goggles)
terhadap lingkungan oil pan untuk menampung ceceran oil
sebelum menentukan skala pada multitester, pastikan kita tahu dulu kira-kira berapa besarnya tegangan/arus yang hendak diukur
pastikan release pressure / matikan engine sebelum melakukan pengukuran pressure / memasang alat ukur/ plug
sebelum memasang coupler pastikan check point bersih dari kotoran
saat melakukan pengukuran, pastikan system dalam kondisi temperature kerja
jaga kebersihan terhadap alat, menusia, dan lingkungan
Created by Ek@st
Created on 11/4/2006 2:19:00 PM
Revisi : 0 Page 5 of 5