0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan40 halaman

Uji Torsi-Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa

Laporan praktikum ini disusun oleh Ahmad Faris Dzaki dan bertujuan untuk mendemonstrasikan karakteristik torsi-kecepatan pada motor induksi satu fase dengan gulungan split-phase. Percobaan melibatkan berbagai peralatan dan teori mengenai pengaturan kecepatan motor induksi, termasuk penggunaan inverter dan pengaturan torsi. Data pengamatan menunjukkan hubungan antara torsi, daya, arus, kecepatan, dan faktor daya selama percobaan.

Diunggah oleh

wahyubukhori6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan40 halaman

Uji Torsi-Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa

Laporan praktikum ini disusun oleh Ahmad Faris Dzaki dan bertujuan untuk mendemonstrasikan karakteristik torsi-kecepatan pada motor induksi satu fase dengan gulungan split-phase. Percobaan melibatkan berbagai peralatan dan teori mengenai pengaturan kecepatan motor induksi, termasuk penggunaan inverter dan pengaturan torsi. Data pengamatan menunjukkan hubungan antara torsi, daya, arus, kecepatan, dan faktor daya selama percobaan.

Diunggah oleh

wahyubukhori6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

DISUSUN OLEH :

Nama : Ahmad Faris Dzaki

NIM : 202012036

Kelompok : B1

Kelas :B

Tanggal Praktikum : 26 Maret 2022

Tanggal Presentasi : 9 April 2022

Asisten : Eky & Ilham

PROGRAM STUDI STRATA SATU TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI DAN BISNIS ENERGI

INSTITUT TEKNOLOGI PLN

2022
Ahmad Faris Dzaki
202012005
MODUL I
UJI KARAKTERISTIK TORSI-KECEPATAN DENGAN GULUNGAN
SPLIT-FASE AWAL
I. TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini. Anda harus dapat mendemonstrasikan karakteristik torsi
kecepatan pada starting motor induksi fase pisah satu-fase dengan gulungan fase pisah.
II. PERLENGKAPAN PERCOBAAN
Jumlah Nama Alat Kode Alat
1 Motor induksi Satu Fase EM-3330-1C
1 Magnetic Powder Brake Unit EM-3320-1A
1 Brake Controller EM-3310-1N
1 Three-Phase Power Supply Module EM 3310-1B
1 Three-Pole Current Unit Protection Switch EM-3310-2A
Module
1 Digital Power Analysis Meter EM-3310-3H
Or Digital ACA Meter EM-3310-3C
Digital Three-Phase Watt Meter EM-3310-3E
Digital Power Factor Meter EM-3310-3F
1 Coupling EM-3390-2A
1 Coupling Guard EM-3390-2B
1 Shaft End Guard EM-3390-2C
1 Laboratory Table EM-3380-1A
1 Experimental Frame EM-3380-2B
Or Experimental Frame EM-3380-2A
1 Connecting Leads Holder EM-3390-1A
1 Connecting Leads Set EM-3390 3-A
1 Safety Bridging Plugs Set EM-3390-4A
III. TEORI
Motor split fasa (split phase winding)
Motor jenis ini merupakan motor satu fasa yang menggunakan kumparan bantu untuk menghasilkan
gaya putar. Jenis motor ini disebut juga motor fase belah, mempunyai kumparan utama dan kumparan
bantu. Kumparan bantu digunakan untuk menghasilkan medan yang berbeda fasa dengan medan yang
dihasilkan pada kumparan utama. Kumparan bantu ini dapat berupa belitan induktor dengan resistor
dan induktor dengan kapasitor. Motor fasa terpisah adalah jenis motor induksi satu fasa yang
dijalankan dengan bantuan sebuah belitan bantu pada belitan utama di stator dimana belitan terpisah

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
sebesar 90 ˚ listrik pada stator motor dan dieksitasi dengan dua ggl bolak-balik yang berbeda fasa
sebesar 90 ˚ listrik.

Gambar 1 Rangkaian ekivalen motor induksi split-phase

Belitan bantu dirancang memliki perbandingan tahanan terhadap reaktansi yang lebih tinggi daripada
belitan utama,sehingga arus pada belitan bantu akan mendahului (leading) dari arus pada belitan
utama. Setelah mencapai kecepatan sinkron sebesar sekitar 70 sampai 80 persen kecepatan
sinkron,sakelar sentrifugal akan memisahkan belitan bantu dari rangkaian. Perbedaan fasa kedua arus
dapat ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2 Perbedaan fasa arus belitan bantu dan utama stator pada motor split-phase.

Referensi
Andry Nico Manik, & Riswan Dinzi. (2013). Analisis Perbandingan Unjuk Kerja Motor Induksi Satu
Fasa Split-Phase Dan Motor Induksi Satu Fasa Kapasitor StartRun Dengan Menggunakan Matlab
Simulink.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IV. TEORI TAMBAHAN
Motor induksi pada umumnya akan berputar pada kecepatan yang hampir konstan,
kecepatannya sangat mendekati kecepatan sinkronnya. Bila torsi beban bertambah, maka kecepatannya
akan sedikit mengalami penurunan, sehingga motor induksi sangat cocok digunakan untuk
menggerakkan sistem yang membutuhkan kecepatan konstan. Namun dalam hal pemakaian motor
listrik tersebut kadang-kadang diinginkan kecepatan putar yang dapat diubah-ubah sesuai dengan
perubahan beban, dengan pengaturan perpindahan putaran yang halus (smooth) dan range pengaturan
yang lebar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kecepatan putar motor
induksi tersebut di antaranya dengan kendali tegangan dan frekuensi yang dikenal dengan kendali V/f
konstan. Kendali V/f konstan adalah salah satu cara untuk mengendalikan kecepatan putar motor
induksi dengan merubah tegangan dan frekuensi, tetapi menjaga konstan rasio keduanya. Sehingga
dengan cara kendali ini, torsi yang dihasilkan dapat dijaga konstan sepanjang daerah pengaturan
kecepatan. Hal yang paling umum dalam penerapan cara ini adalah dengan menggunakan perangkat
yang dikenal sebagai inverter. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis mencoba merancang sebuah
inverter, khususnya inverter satu fasa dengan kendali V/f konstan, yang selanjutnya dapat
diaplikasikan untuk mengendalikan kecepatan putar motor induksi.
Inverter Satu Fasa
Inverter merupakan suatu rangkaian penyaklaran elektronik yang dapat mengubah sumber
tegangan arus searah (DC) menjadi tegangan arus bolak-balik (AC) dengan besar tegangan dan
frekuensi yang dapat di atur. Tegangan bolak-balik yang dihasilkannya berbentuk gelombang persegi
dan pada pemakaian tertentu diperlukan filter untuk menghasilkan bentuk gelombang sinusoida.
Pengaturan besar tegangan dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama, dengan mengatur tegangan input
DC dari luar tetapi lebar waktu penyaklaran tetap. Kedua, mengatur lebar waktu penyaklaran dengan
tegangan input DC tetap. Pada cara yang kedua besar tegangan AC efektif yang dihasilkan merupakan
fungsi dari pengaturan lebar pulsa penyaklaran. Cara inilah yang disebut dengan Pulse Width
Modulation (PWM). Struktur inverter umumnya mempunyai bentuk seperti ditunjukkan pada Gambar
1.

Inverter terdiri dari sebuah rangkaian utama yang terbentuk dari rangkaian penyearah/rectifier
yang dikontrol atau tidak (yang mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) dan
menghilangkan riak (ripple) yang terdapat pada arus searah), sebuah rangkaian inverter (yang
mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) dengan frekuensi beragam) dan sebuah
rangkaian kontrol/rangkaian pengaturan penyalaan yang digunakan untuk mengatur tegangan dan
frekuensi yang dihasilkan inverter. Pada aplikasi-aplikasi industri, inverter digunakan secara luas
seperti pada pengaturan kecepatan motor AC, pemanasan industri, ataupun pada satu daya tak terputus
(Unitteruptible Power Supply – UPS). Prinsip kerja dari inverter secara sederhana dapat dijelaskan
dengan menggunakan saklar mekanik, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
Bila kedudukan S1 dan S2 pada A, beban ZL mendapatkan tegangan positif, sedangkan
tegangan negatif diperoleh ketika S1 dan S2 pada kedudukan B. Dengan demikian pemindahan saklar
(S1 dan S2) secara berganti-ganti akan menghasilkan tegangan bolak-balik yang berbetuk persegi yang
besarnya ditentukan oleh sumber, dan frekuensinya ditentukan oleh kecepatan pemindahan saklar.
Berdasarkan jumlah fasanya, inverter dapat dibedakan atas: (1) inverter satu fasa, dan (2) inverter tiga
fasa. Sedangkan berdasarkan konfigurasinya, rangkaian daya inverter satu fasa dapat dibedakan atas:
(1) inverter satu fasa jembatan setengah dan (2) inverter satu fasa jembatan penuh.
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa
Motor induksi satu fasa pada umumnya akan berputar pada kecepatan yang hampir konstan saat
dihubungkan pada tegangan dan frekuensi yang konstan, kecepatannya sangat mendekati kecepatan
sinkronnya. Bila torsi beban bertambah, maka kecepatannya akan sedikit mengalami penurunan,
sehingga motor induksi sangat cocok digunakan menggerakkan sistem yang membutuhkan kecepatan
konstan. Namun dalam kenyataannya terutama di industri terkadang dikehendaki juga adanya
pengaturan kecepatan. Pengaturan kecepatan sebuah motor induksi memerlukan biaya yang relatif
mahal. Pengaturan kecepatan putaran motor induksi dapat dilakukan dengan beberapa cara, di
antaranya [18]:
1. Mengubah jumlah kutub
Karena kecepatan operasi motor induksi mendekati kecepatan sinkron, maka kecepatan motor dapat
diubah dengan cara mengubah jumlah kutubnya, sesuai dengan persamaan :
120 . F
Ns=
p
hal ini dapat dilakukan dengan mengubah hubungan lilitan dari kumparan stator motor. Semakin
banyak jumlah kutubnya, semakin rendah putaran yang terjadi. Jumlah kutub dapat diubah dengan
merencanakan kumparan stator sedemikian rupa sehingga dapat menerima tegangan masuk pada posisi
kumparan yang berbeda-beda. Normalnya diperoleh dua perubahan kecepatan sinkron dengan
mengubah jumlah kutub, misalnya dari 2 kutub menjadi 4 kutub.
Mengatur frekuensi sumber daya
Selain jumlah kutub, pengubahan frekuensi juga akan berpengaruh pada kecepatan putar motor
induksi. Hal yang harus diperhatikan, bahwa dengan pengubahan frekuensi adalah kerapatan fluks
yang ada harus diusahakan tetap, agar kopel yang dihasilkan pun tidak berubah, untuk itu tegangan
jaringan pun harus diubah seiring dengan pengubahan frekuensi. Hal yang paling umum dalam
penerapan cara ini adalah dengan menggunakan perangkat yang dikenal sebagai inverter. Inverter
berfungsi untuk mengubah listrik dc menjadi listrik ac dengan tegangan dan frekuensi yang dapat
diatur.
Mengatur tegangan terminal
3
T= ¿
ω
Dari persamaan 2.9[18] terlihat bahwa kopel motor induksi sebanding dengan pangkat dua tegangan
yang diberikan. Apabila tegangan jaringan diubah, sesuai dengan karakteristiknya, maka kopelnya pun
berubah, begitu pula dengan kecepatan putarnya. Cara ini hanya menghasilkan pengaturan putaran
yang terbatas (daerah pengaturan sempit).
Pengaturan tahanan luar

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
Pengaturan kecepatan putaran dengan cara pengaturan tahanan luar hanya bisa dilakukan pada motor
induksi rotor belitan. Dengan mengubah- ubah nilai tahanan luar yang terhubung ke rotor, maka
besarnya

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
kopel akan berubah, demikian juga dengan kecepatan putarnya. Adapun kerugian dari pengaturan jenis
ini adalah rendahnya efi pada saat kecepatan putarnya dikurangi, di mana rugi-rugi daya dihasilkan
cukup besar. Hal ini berlaku pula pada metode pengaturan dengan mengubah tegangan terminal.
Sumber :
[Link]

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
V. LANGKAH PERCOBAAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
PERINGATAN: Tegangan tinggi (high voltages) digunakan dalam percobaan di Laboratorium ini!
Dilarang membuat atau merubah beberapa rangkaian yang bertegangan kecuali telah ditentukan. Jika
terjadi sesuatu yang membahayakan, segera tekan tombol EMERGENCY OFF yang berwarna merah
pada MODUL
POWER SUPPLY TIGA FASA.
1. Siapkan motor induksi satu-fasa, unit rem bubuk magnetik, dan pengontrol pengereman pada meja
laboratorium. Hubungkan secara mekanis motor induksi satu fasa denganunit rem bubuk magnetic
menggunakan sebuah kopel. Kunci basis mesin dengan aman menggunakan sekrup Delta. Pasang
pelindung kopling dan pelindung ujung poros. Sambungkan pengontrol rem ke unit rem bubuk
magnetic secara elektrik menggunakan kabel.
SELESAIKAN LATIHAN LABORATORIUM SECEPAT MUNGKIN UNTUK MENGHINDARI
KENAIKAN SUHU DALAM KONDISI BERBEBAN.
2. Pasang modul yang diperlukan dalam percobaan. Buatlah rangkaian sesuai dengan diagram
rangkaian pada gambar 11-1-1 dan diagram koneksi pada diagram 11-1-2. Mintalah Asisten
memeriksa rangkaian yang telah Anda selesaikan. Catatan: Sakelar termal motor induksi fase
tunggal dan unit rem bubuk magnetik harus dihubungkan secara bersamaan. Buatlah diri Anda
akrab dengan operasi controller rem bubuk dengan merujuk kepada operasi manual EM-3320.
Sebelum menggunakan pengontrol rem dan unit rem bubuk magnetik, Anda harus terlebih dahulu
mengkalibrasi tampilan torsi pengontrol rem hingga 0 kg-m dengan menyesuaikan tombol ADJ nol
yang terletak di panel belakang unit rem bubuk magnetik dalam kondisi menyala.
3. Secara berurutan Hidupkan pengontrol rem, unit rem bubuk magnetik, Sakelar proteksi batas arus 3
kutub dan modul catu daya tiga fasa. Motor harus mulai berjalan segera. Pada saat ini saklar
sentrifugal harus diaktifkan. Jika tidak, segera matikan daya dan periksa kembali rangkaian.
4. Atur pengontrol rem untuk beroperasi dalam mode/loop tertutup/modus torsi konstan dan mengatur
torsi output ke 0 kg-m. Jika controller tidak beroperasi secara normal, reboot dengan menekan
tombol reset. Jika rotor dikunci dengan torsi rem yang berat, lepaskan pengereman dengan menekan
tombol ESC atau [Link] nilai dari daya motor P, motor arus I, faktor daya cos θ, dan
kecepatan motor N yang akan ditampilkan oleh digital Power Analysis meter pada tabel.
5. Atur pengontrol rem untuk melepaskan pengereman. Dengan kata lain, lepaskan pengereman
dengan menekan tombol ESC atau BACK pada pengontrol rem.
6. Ulangi langkah 4 hingga 6 untuk pengaturan torsi lain yang tercantum dalam table 11-1-1 Catatan:
arus motor tidak boleh melebihi 130% dari nilai rata-rata 2,37 A x 1,3 = 3,08A.
7. Secara berurutan Matikan catu daya tiga fase, modul Sakelar proteksi arus 3 kutub, unit rem bubuk
magnetik dan pengontrol rem.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VI. TABEL DATA PENGAMATAN
T (kg-m) 0 0.05 0.1
P (W) 0.132 Kw 0.246 Kw 0.336 Kw
I (A) 0.709 0.737 0.794
N (rpm) 1491.0 1468.2 1444.6
Cos θ 0.277 0.516 0.645

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VII. PENGOLAHAN DATA

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VIII. TUGAS AKHIR

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IX. ANALISA

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
X. KESIMPULAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
MODUL IV
MOTOR SINKRON
EXCITATION AND LOAD CHARACTERISTIC
I. TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini, praktikan mampu memahami karakteristik eksitasi dan
karakteristik operasi dari motor sinkron salient pole tiga fasa dalam keadaan berbeban.
II. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Jumlah Nama Alat Kode Alat
1 Three-phase SalienrPole Synchronous Machine EM-3330-3A
1 Magnetic Powder Break Unit EM-3320-1A
1 Break Controller E M-3320-1N
1 Three-Phase Power Supply Module EM-3310-1B
1 Synchronous Machine Exciter EM-3310-1C
1 Three Pole-Current Limit Protection Switch Modul EM-3310-2A
1 Four-Pole Switch Module EM-3310-2B
1 Digital DCA Meter EM-3310-3A
1 Digital DCV Meter EM-3310-3B
1 Digital Power Analysis Meter or Digital ACA EM 3310-3H
Meter
1 Digital Three-Phase Watt Meter EM 3310-3E
1 Digital Power Factor Meter EM 3310-3F
1 Laboratory Table EM 3380-1A
1 Experimental Frame EM 3380-2B
1 Or Experimental Frame EM 3380-2A
1 Connecting Leads Holder EM-3390-1A
1 Coupling EM 3390-2A
1 Coupling Guard EM 3390-2B
1 Shaft End Guard EM 3390-2C
1 Connecting Leads Set EM 3390-3A
1 Safety Bridging Plugs Set EM 3390-4A
III. TEORI
Sistem eksitasi merupakan suatu sistem penguatan yang terdapat pada motor, dengan cara memberikan
arus penguat pada kumparan medan motor yang muncul karena adanya medan magnet yang
disebabkan oleh bantuan arus searah (DC). Arus eksitasi sendiri adalah suatu arus yang diberikan pada

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
kutub magnetik, berfungsi sebagai pembangkit dan penguat medan magnet pada motor. Dengan
mengatur besar kecil dari nilai arus eksitasi tersebut maka dapat memperoleh nilai tegangan output
motor yang diinginkan serta daya reaktifnya.

Karena pada motor sinkron terdapat dua sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak- balik (AC) pada
stator dan arus searah (DC) pada rotor, maka ketika arus medan pada rotor cukup untuk
membangkitkan fluks yang diperlukan motor, stator tidak perlu membangkitkan arus magnetisasi atau
daya reaktif dan motor bekerja pada faktor daya = 1,0. Ketika arus medan pada rotor kurang ( penguat
berkurang), stator akan menarik arus magnetisasi dari jala-jala, sehingga motor bekerja pada faktor
daya terbelakang (lagging). Sebaliknya bila arus pada medan rotor berlebih (penguat berlebih),
kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi, dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif dari
jala-jala, dan karenanya motor bekerja pada faktor daya mendahului ( leading ). Dengan demikian,
faktor daya motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah harga arus medan ( IF ).
Karakteristik Eksitasi
 Untuk membangkitkan fuks dibutuhkan daya reaktif yang bersifat induktif.
 Pada motor sinkron, ggm dibangkitkan arus medan (DC) pada belitan [Link] arus medan ini
cukup, maka motor tidak membutuhkan suplai energi reaktif dari sisi stator yang bersumber dari
jaringan listrik. Sehingga motor bekerja dengan faktor daya = 1.
 Jika penguatan arus medan kurang, maka motor sinkron akan menarik daya reaktif yang bersifat
induktif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja dengan factor daya (pf) terbelakang (lagging).
Artinya motor menjadi pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif.
 Kebalikannya jika kelebihan penguatan arus medan, maka motor sinkron akan menarik daya reaktif
yang bersifat kapasitif dari sisi stator. Sehingga motor bekerja dengan factor daya (pf) mendahului
(leading). Artinya motor menjadi pembangkit daya reaktif yang bersifat kapasitif.

Kurva Karakteristik Hubungan Torsi dengan Sudut Daya pada Mesin Sinkron Gambar diatas
memperlihatkan bahwa Torsi adalah fungsi sin δ, dengan δ adalah sudut daya. Pada motor sinkron
nilai δ negatif dan nilainya positif pada generator sinkron. Torsi maksimum dicapai pada δ= +/- 90o.
Jika melebihi batas itu, maka motor atau generator akan kehilangan stabilitas dan sinkronisasi dan
pada akhirnya akan berhenti.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
Referensi
Berahim, Hamzah. 1996. Pengantar Teknik Tenaga Listrik Teori Ringkas dan Penyelesaian Soal.
Yogyakarta: Andi Offset.
Pujotomo, Isworo. 2017. Motor AC Sinkron. Jakarta
Supardi, A., Prasetya D.A, and J. Susilo, Pengaruh Ukuran Kapasitor Terhadap Karakteristik Keluaran
Generator Induksi 1 Fase, Prosiding Seminar Nasional
Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2014, Yogyakarta, 15 November 2014, ISSN:
1979-911X, pp.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IV. TEORI TAMBAHAN
Sebagian besar energi listrik dibangkitkan oleh mesin-mesin sinkron. Mesin sinkron dapat
operasikan sebagai generator atau motor tergantung pada energi masukannya. Belitan jangkar biasanya
dalam bentuk 3 fasa, ditempatkan pada stator dan belitan medan pada rotor. Mesin diklasifikasikan
sesuai dengan jenis rotor yaitu kutub silindris (nonsalient pole) dan menonjol (salient pole). Mesin
sinkron kutub salient, digunakan pada mesin-mesin dengan kecepatan rendah. Selain belitan medan,
dirotor mesin sinkron sering juga terdapat belitan peredam yang berupa batang-batang konduktor
terhubung singkat yang fungsinya untuk meredam penyimpangan maksimum roda-kutub dari
kedudukan sinkron yang disebabkan oleh arus pusar. Generator adalah peralatan yang dapat
membangkitkan energi listrik, kemudian disalurkan ke konsumen seperti halnya yang dipergunakan di
rumah tangga, maupun di industri.
Dalam aktifitasnya generator sebagai catu daya pada sistem tenaga listrik sering mengalami
gangguan. Yang dimaksud gangguan disini adalah adanya arus yang mengalir pada sistem diluar
batasan yang diijinkan sesuai kemampuan peralatan yang digunakan. Kondisi yang dapat
menyebabkan gangguan arus, yaitu kondisi pembebanan lebih (over load) dan kondisi gangguan
hubung singkat (short circuit), serta gangguan terbukanya cabang jaringan yang menyebabkan
terjadinya kenaikan harga arus pada cabang lainnya. Namun dari ketiga kondisi gangguan tersebut,
gangguan arus hubung singkatlah yang menghasilkan arus sangat besar yang dapat merusak peralatan
pada sistem tenaga listrik.
Untuk membangkitkan energi listrik generator digerakan melalui turbin, mesin diesel, roda-
roda air atau dengan jenis penggerak mula lainnya. Jika hubung singkat terjadi pada rangkaian yang
berasal dari generator, generator tetap menghasilkan tegangan, karena penguatan medannya tetap
tersedia, serta penggerak mula yang memutar generatornya tetap berada pada kecepatan normalnya.
Besaran tegangan yang dibangkitkan saat terjadi hubung singkat, dapat menghasilkan arus hubung
singkat dengan magnitude yang sangat besar sekitar 5 sampai 10 kali arus nominalnya, yang mengalir
dari generator ke rangkaian yang terhubung singkat. Jika arus hubung singkat yang besar ini,
dikonsumsi oleh peralatan listrik, maka dapat mengakibatkan resiko kerusakan pada peralatan tersebut,
dan untuk mengatasi resiko kerusakan peralatan akibat arus hubung singkat, dipergunakan suatu
peralatan pengaman yang disebut sistem proteksi.
Salah satu faktor yang sangat penting untuk menentukan arus hubung singkat adalah
mempertimbangkan semua sumber-sumber dari arus hubung singkat. Mesin sinkron merupakan
sumber dasar yang dapat menghasilkan arus hubung singkat. Menentukan arus hubung singkat pada
sistem tenaga listrrik mempunyai tujuan untuk memilih pemutus rangkaian (circuit breaker), fuse
sesuai dan peralatan proteksi lain yang sesuai. Selain itu studi ini juga digunakan untuk menentukan
koordinasi dari rele-rele yang akan digunakan.
Sedangkan pedoman dalam pemilihan alat pengaman (circuit breaker) dan peralatan proteksi
lainnya biasanya menggunakan suatu analisis teoritis yang lengkap dan melibatkan suatu situasi
elektromagnetik yang rumit dan membutuhkan operasi matematika yang sulit. Pendekatan yang biasa
dilakukan adalah melakukan analisis kinerja transien pada generator saat terjadi hubung singkat.
Kondisi transien pada generator disebabkan oleh perubahan beban elektris secara tiba-tiba. Untuk
memilih sistem proteksi yang tepat pada system tenaga listrik, kondisi arus hubung singkat sesaat yang
terjadi dari sistem tenaga listrik harus dipertimbangkan. Pertimbangan tersebut dilakukan supaya
circuit breaker atau fuse dapat dipilih dengan kapasitas interupsi (IC) yang cukup. IC ini harus cukup
tinggi untuk dapat membuka dengan aman arus hubung singkat maksimum yang terjadi pada setiap
titik pada sistem tenaga listrik, jangan sampai masih ada aliran arus melalui circuit breaker jika hubung
singkat terjadi pada peralatan yang di proteksinya.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
Menentukan arus maksimum hubung singkat bukan merupakan hal yang baru, tetapi pada
umumnya penentuannya menggunakan metoda standar. Yang dimaksud adalah metoda suatu generator
3 fasa yang mempunyai 3 belitan simestris pada sisi stator dan 2 belitan semetris disisi rotor. Analisis
metode standar tersebut akan menghasilkan suatu persamaan fluksi, tegangan dan arus yang berorder 5
(lima).
Permasalahan yang timbul pada tulisan ini adalah proses perhitungan dalam menentukan
besaran hubung singkat dengan metoda standar, yang digunakan sebagai informasi untuk memperoleh
magnitude arus maksimum pada setiap saat terjadi hubung singkat mempunyai parameter perancangan
yang cukup rumit dan komplek.
Berdasarkan permasalahan tersebut di atas pada tulisan ini akan mencoba untuk
menyederhanakan metoda standar tersebut, dengan mengajukan Analisis Kinerja Peralihan Mesin
Sinkron Salien Menggunakan Metoda Park kompleks. Metoda yang baru ini mempunyai system order
dua dari sistem yang digeneralisasi tanpa mengabaikan sifat sistem aslinya. Dari pemodelan tersebut
konsekuensinya parameter perancangan yang digunakan menjadi lebih sederhana.
Latifah Ali,Aksan, Ahmad Rizal Sultan,(Juni 2019), telah menyajikan analisis gangguan
hubung singkat pada jaringan distribusi 20 kV di Gardu Induk Daya, untuk perhitungan gangguan
hubung singkat tiga fasa, dua fasa dan satu fasa, analisis digunakan untuk menentukan koordinasi kerja
relai terhadap gangguan hubung singkat menggunakan simulasi software ETAP 12.6. Ogbonnaya I
Okoro, (Maret 2005), telah menyajikan analisis transient pada sistem bantalan magnet aktif dengan
menggunakan model matematis variable keadaan orde 6 (enam). Analisis sistem orde enam selama
transient ini, dilakukan dengan bantuan program komputasi (Range– Kutta).
Yanuarsyah Haroen, Pekik Argo Dahono (1989), telah menyajikan analisis motor tak serempak tiga
fasa dengan metoda Park Komplek. Dalam analisis ini dilakukan dengan mengabaikan parameter
tahanan di sisi stator dan rotor. Dari hasil simulasi telah diperoleh informasi penting berupa besaran
listrik maksimum seperti tegangan, arus, dan torsi maksimum yang digunakan dalam disain inverter
dan motor listrik.
Untuk mempermudah analisa kinerja peralihan mesin listrik, maka jumlah persamaan listrik
perlu disederhanakan, sehingga cara pemecahanya lebih [Link] yang dipergunakan adalah
metoda park dq. Sistem park dq adalah suatu sistem yang mengambil sumbu horizontal sebagai sumbu
direct (d) dan sumbu vertikal sebagai sumbu quadrature (q). Dalam pembahasan diambil model mesin
lisitrik 3 fasa jenis salient, yang mempunyai 3 belitan simetris pada sisi stator, dan 2 belitan pada sisi
rotor yang terdiri belitan medan dan belitan peredam. Bentuk fisik generator lisitrik 3 fasa jenis salient
dapat ditunjukan pada Gambar1.

Sumber :
[Link]

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
V. LANGKAH PERCOBAAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
PERINGATAN: Tegangan tinggi (high voltages) digunakan dalam percobaan di
Laboratorium ini! Dilarang membuat atau merubah beberapa rangkaian yang
bertegangan kecuali telah ditentukan. Jika terjadi sesuatu yang membahayakan,
segera tekan tombol EMERGENCY OFF yang berwarna merah pada MODUL
POWER SUPPLY TIGA FASA.
1. Letakkan Three-phase Salient Pole Synchronous Machine, Magnetic Powder Brake Unit dan Bresk
Controller pada meja laboratorium. Hubungkan secara mekanis Three-phase Salient Pole
Synchronous Machine dengan Magnetic Powder Brake Unit menggunakan sebuah kopel. Kunci
pengaman mesin dengan menggunakan sekrup delta. Pasang couple guard dan the shaft end guard.
Sambungkan break controller ke magnetic poeder brake unit menggunakan kabel penghubung.
2. Pasang modul yang diperlukan dalam percobaan. Susun rangkaian sesuai dengan Gambar 14- 2-1
dan rangkailah sesuai dengan diagram pada Gambar 14-2-2. Mintalah asisten mengecek rangkaian.
3. Pada Four-Pole switch Module atur saklar pada posisi OFF.
4. Pada synchronous Machine exciter Module atur knop pengatur tegangan ke posisi 0.
5. Secara berurutan nyalakan 3-P current Limit Protection Switch, Three-phase Power Supply, dan
Synchronous Machine Exciter Module.
6. Secara perlahan atur knob tegangan pada synchronous machine exciter module (terdapat pada
Digital DCA meter) hingga 0,3A. Kemudian matikan Synchronous Machine Exciter.
7. Tekan dan tahan tombol damper pada panel three-phase Salient pole Synchronous Machine.
Hidupkan Synchronous Machine Exciter. Atur saklar pada Four Pole Switch Module pada posisi
ON.
8. Setelah 5 detik, lepas tombol damper. Motor akan berputar pada kecepatan nominal 1800 rpm untuk
60 Hz ( 1500 rpm untuk 50 Hz).
9. Aur break controller untuk beroperasi dalam Mode/Close Loop/Constan Torque Mode dan

10. Catat nilai Cos 𝜃 ,Arus I, tegangan E dan daya P yang terbaca pada Display Power Analysis Meter
masukkan nilai torsi sesuai tabel 14-2-1.

ke dalam tabel 14-2-1


11. Atur break controller untuk melepas pengereman. Dengan cara memilih ESC atau BACK pada
break controller.
12. Ulangi langkah 3 sd. 11 dengan memberi nilai If yang berbeda sesuai tabel 14-2-1.
13. Secara perlahan matikan Three phase power suplly, 3-P Current Limit Protection swictch module,
Magnetic Powder Break Unit dan Brake Controller.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VI. TABEL PENGAMATAN

Cos 𝜃
T (kg-m) 0 0.05 0.1
0.185 0.524 0.649
I (A) 0.714 0.805 1.032
If = 0.15 A
E (V) 214.6 213.4 213.0

Cos 𝜃
P (W) 0.049 Kw 0.158 Kw 0.252 Kw
0.2689 0.725 0.828
I (A) 0.432 0.582 0.749
If = 0.25 A
E (V) 214.3 213.5 213.0
P (W) 0.043 Kw 0.156 Kw 0.237

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VII. PENGOLAHAN DATA PENGAMATAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VIII. TUGAS AKHIR

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IX. ANALISA

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
X. KESIMPULAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
MODUL V
GENERATOR SINKRON
ARMATURE RESISTANCE MEASURMENT
I. TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini, praktikan dapat mengukur resistansi jangkar dari generator
sinkron tiga fasa.
II. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
Jumlah Nama Alat Kode Alat
1 Three-Phase Salient Pole Synchronous Machine EM-3330-3A
1 DC POWER SUPPLY MODULE EM-3310-1A
1 Three-Phase Power Supply Module EM-3310-1B
1 Three-Pole Current Unit Protection Switch EM-3310-2A
Module
1 Digital DCA Meter EM-3310-3A
1 Digital DCV Meter EM-3310-3B
Or Digital ACA Meter EM-3310-1A
1 Laboratory Table EM-3310-2B
1 Experimental Frame EM-3310-2A
Or Experimental Frame EM-3390-1A
1 Connecting Leads Holder EM-3390-3A
1 Connecting Leads Set EM-3390-4A
III. TEORI
Saat generator sinkron bekerja pada beban nol tidak ada arus yang mengalir melalui kumparan jangkar
(stator), sehingga yang ada pada celah udara hanya fluksi arus medan rotor. Namun jika generator
sinkron diberi beban, arus jangkar Ia akan mengalir dan membentuk fluksi jangkar. Fluksi jangkar ini
kemudian mempengaruhi fluksi arus medan dan akhirnya menyebabkan berubahnya harga tegangan
terminal generator sinkron. Reaksi ini kemudian dikenal sebagai reaksi jangkar. Pengaruh yang
ditimbulkan oleh fluksi jangkar dapat berupa distorsi, penguatan (magnetising), maupun pelemahan
(demagnetising) fluksi arus medan pada celah udara. Perbedaan pengaruh yang ditimbulkan fluksi
jangkar tergantung kepada beban dan faktor daya beban, yaitu :
a. Untuk beban resistif (cosφ = 1 )
Pengaruh fluksi jangkar terhadap fluksi medan hanyalah sebatas mendistorsinya saja tanpa
mempengaruhi kekuatannya (cross magnetising).
b. Untuk beban induktif murni (cosφ = 0 lag)
Arus akan tertinggal sebesar 900 dari tegangan. Fluksi yang dihasilkan oleh arus jangkar akan
melawan fluksi arus medan. Dengan kata lain reaksi jangkar akan demagnetising artinya pengaruh
raksi jangkar akan melemahkan fluksi arus medan.
Laboratorium Mesin Listrik
IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
c. Untuk beban kapasitif murni (cosφ = 0 lead)
Arus akan mendahului tegangan sebesar 900. Fluksi yang dihasilkan oleh arus jangkar akan searah
dengan fluksi arus medan sehingga reaksi jangkar yang terjadi akan magnetising artinya pengaruh
reaksi jangkar akan menguatkan fluksi arus medan.
d. Untuk beban tidak murni (induktif/kapasitif)
Pengaruh reaksi jangkar akan menjadi sebagian magnetising dan Sebagian [Link] beban
adalah kapasitif, maka reaksi jangkar akan Sebagian distortif dan sebagian magnetising. Sementara itu
saat beban adalah induktif, maka reaksi jangkar akan sebagian distortif dan sebagian demagnetising.
Namun pada prakteknya beban umumnya adalah induktif.

REFERENSI
Annisa, A., Winarso, W., & Dwiono, W. (2019). Analisis Pengaruh Perubahan Beban Terhadap
Karakteristik Generator Sinkron. Jurnal Riset Rekayasa Elektro.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IV. TEORI TAMBAHAN
Dasar-Dasar Generator Sinkron
Generator adalah mesin listrik yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan
perantara media elektromagnet.

Generator sinkron merupakan mesin pembangkit yang paling banyak digunakan, karena pertimbangan
tertentu, seperti :
- Terdapat dipasaran dengan berbagai macam tingkat daya
- Harganya relatif lebih murah
- Pengoperasiannya dan pemeliharaanya mudah dan murah

Generator kecepatan rendah, misalnya generator yang digerakkan mesin diesel atau turbin air
mempunyai mempunyai rotor dengan kutub medan menonjol (kutub sepatu). Generator dengan
kecepatan tinggi mempunyai rotor silinder (Eugene C Lister, 1988 : 200)

PRINSIP KERJA GENERATOR SINKRON


Mesin sinkron mempunyai kumparan medan pada rotor dan kumparan jangkar pada stator.
Kumparan jangkar mempunyai bentuk yang sama dengan mesin induksi, sedangkan sedangkan
kumparan medannya dapat berbentuk kutub sepatu atau silinder (Zuhal, 1990 : 130)
Generator sinkron bekerja berdasarkan prinsip sbb :
1. Kumparan medan pada rotor akan mensuplai arus searah ke kumparan medan yang akan
menimbulkan fluks.
2. Penggerak mula (Prime Mover) yang terkopel ke rotor beroperasi sehingga rotor berputar pada
kecepatan nominalnya.
N=
dimana: n = Kecepatan putar rotor (rpm)
P = Jumlah kutub rotor
f = frekuensi (Hz)
3. Perputaran rotor akan memutar medan magnet yang dihasilkan kumparan medan. Medan putar yang
dihasilkan rotor akan diinduksikan pada kumparan jangkar sehingga pada kumparan jangkar terjadi
fluks magnetik yang berubah-ubah. Perubahan fluks magnetik yang melingkupi kumparan akan
menimbulkan ggl induksi pada ujung-ujung kumparan
[Link]/Downloads/.../5+TEORI+GENERATOR+SINKRON.p...

Konstruksi Generator Sinkron


Secara garis besar, generator sinkron terdiri dari stator, rotor, dan celah udara. Stator adalah bagian yang
diam sedangkan rotor adalah bagian yang berputar. Celah udara adalah ruang antara stator dan rotor.

Gambar 1. Konstruksi Generator Sinkron


[Link]/Downloads/.../5+TEORI+GENERATOR+SINKRON.p...

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005

1. STATOR
Stator terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu :
a. Rangka Stator
Rangka stator adalah penyangga inti jangkar generator
b. Inti Stator
Inti stator terdiri dari laminasi-laminasi yang terpasang pada rangka stator.
c. Alur (slot) dan Gigi
Alur dan gigi merupakan tempat meletakkan kumparan stator.

Ada 3 (tiga) bentuk alur stator yaitu terbuka, setengah terbuka, dan tertutup. Seperti pada Gambar 2
berikut :

Terbuka setengah terbuka Tertutup


Gambar 2. Macam-macam bentuk alur
[Link]/Downloads/.../5+TEORI+GENERATOR+SINKRON.p...

d. Kumparan Stator (Kumparan Jangkar)


Merupakan tempat terjadi ggl induksi

2. ROTOR
Rotor terdiri dari tiga komponen utama yaitu :
a. Slip Ring
Slip ring adalah cincin dari logam yang melingkari poros rotor yang saling terpisah (diisolasi). Pada
slip ring inilah dipasang terminal kumparan rotor yang kemudian melalui sikat dihubungkan ke
sumber arus dc.
b. Kumparan Rotor (kumparan medan)
Kumparan medan rotor inilah yang berperan utama dalam menghasilkan medan magnet
c. Poros Rotor
Kumparan medan diletakkan pada poros rotor yang berbentuk slot-slot

Pada dasarnya, rotor pada generator sinkron merupakan suatu elektromanet. Kutub medan
magnet rotor terbagi menjadi salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor silinder). Kutub sepatu
generator sinkron ditunjukkan pada gambar berikut :

Gambar 3. Rotor salient (kutub sepatu) pada generator


[Link]/files/.../2100601_ELektronika%20&%20TTL_Modul_013.docx

Sumber : [Link]

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
V. LANGKAH PERCOBAAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
PERINGATAN: Tegangan tinggi (high voltages) digunakan dalam percobaan
di Laboratorium ini! Dilarang membuat atau merubah beberapa rangkaian
yang bertegangan kecuali telah ditentukan. Jika terjadi sesuatu yang
membahayakan, segera tekan tombol EMERGENCY OFF yang berwarna
merah pada MODUL POWER SUPPLY TIGAFASA.
1. Letakkan Three Phase Salient Pole Synchronous Machine pada meja laboratorium. Pasang modul
yang diperlukan dalam percobaan. Buatlah rangkaian sesuai dengan diagram rangkaian pada
gambar 15-1-1 dan diagram koneksi pada diagram 15-1-2. Mintalah Asisten memeriksa rangkaian
yang telah Anda selesaikan. Generator sinkron beroperasi di wye.
2. Pada Modul Catu Daya DC, atur knob [Link] ke posisi minimal (sepenuhnya CCW).
3. Secara berurutan hidupkan Sakelar proteksi batas arus 3 kutub, Three-Phase Power Supply Module
dan DC Power Supply Module .
4. Tekan tombol mulai pada dc power supply module . Perlahan putar knob [Link] dan atur tegangan E
sampai 8 V. catat arus motor I pada display DCA Meter Digital di tabel15-1-1.
5. Ulangi langkah ke 4 dengan berbagai nilai kepada tabel 15-1-1
6. Matikan secara berurutan DC Power Supply , Three-phase Power Supply dan Sakelar proteksi batas
arus 3 kutub.

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VI. TABEL DATA PENGAMATAN
E (V) I (A) Ram(Ohm)
8V 0.16 26,667Ω
10 V 0.20 25 Ω
14 V 0.27 25 Ω

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VII. PENGOLAHAN DATA PENGAMATAN

Ra = E / 2I
Ra = 8 V / 0,30 A Ra = 26,667Ω
Ra = E / 2I
Ra = 10 V / 0,40 A Ra = 25 Ω
Ra = E / 2I
Ra = 14 V / 0,56 A Ra = 25Ω

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
VIII. TUGAS AKHIR
1. Hitunglah besarnya nilai resistansi jangkar daya dengan menggunakan rumus : Ra = E/21
2. Bagaimana Resistansi armature yang didapat? Jelaskan!
3. Berikan Kesimpulan yang Anda dapat dari percobaan ini

Jawaban;
1. Ra = E / 2I
Ra = 8 V / 0,30 A Ra = 26,667Ω
Ra = E / 2I
Ra = 10 V / 0,40 A Ra = 25 Ω
Ra = E / 2I
Ra = 14 V / 0,56 A Ra = 25Ω

2. Nilai yang didapat adalah 26,667 Ω, 25 Ω dan 25. Dimana seharusnya nilai yang didapat bernilai
sama karena dalam percobaan kita masih menggunakan generator yang sama, dengan variasi tegangan
dan arus yang berbeda
3. Tedapat 2 cara untuk mengukur armature resistance yaitu Ketika belitan armature nya dihubung
secara wye dan dihubung secara delta

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
IX. ANALISA

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN
Ahmad Faris Dzaki
202012005
X. KESIMPULAN

Laboratorium Mesin Listrik


IT - PLN

Anda mungkin juga menyukai