0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

Sifat dan Karakteristik Batu Bangunan

Dokumen ini membahas tentang struktur dan karakteristik berbagai jenis batuan sebagai bahan bangunan, termasuk batu alam dan batu buatan. Selain menjelaskan sifat-sifat batu, dokumen ini juga menguraikan manfaat batu dalam konstruksi dan berbagai jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya. Tujuan laporan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penggunaan batu dan beton dalam pembangunan.

Diunggah oleh

ARIFIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

Sifat dan Karakteristik Batu Bangunan

Dokumen ini membahas tentang struktur dan karakteristik berbagai jenis batuan sebagai bahan bangunan, termasuk batu alam dan batu buatan. Selain menjelaskan sifat-sifat batu, dokumen ini juga menguraikan manfaat batu dalam konstruksi dan berbagai jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya. Tujuan laporan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai penggunaan batu dan beton dalam pembangunan.

Diunggah oleh

ARIFIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN
[Link] Belakang

Inti bumi merupakan bagian pusat bumi yang diperkirakan berdiamete


7000 km dan terdiri dari campuran nikel-besi serta batu-batuan berat. Inti bumi
ini diselimuti oleh lapisan campuran belerang-oksigen-logam berat, setebal
kira-kira 1700 km yang disebu lapisan inti. Lapisan berikutnya dinamakan
lapisan batu-batuan, setebal kurang lebih 1200 km terdiri dari batu-batuan berat
yang mengandung ikatan besi dan magnesium dan setebal kurang lebih 11 km
terdiri dari batu-batuan agak ringan yang mengandung ikatan silisium (silica)
dan aluminium. Lapisan selanjutnya adalah lapisan luar yang dapat dilihat
langsung berupa tanah dan sebagian besar berada di bawah air/laut. Lapisan
luar bumi diselubungi oleh lapisan udara (atmosfir) sampai ketinggian 300 km

Batu merupakan salah bahan bangunan yang dianggap baik dikarenakan


struktur dan karakteristik yang kuat dari batu itu sendiri yang mampu
menjamin kekokohan dan ketahanan dari sebuah bangunan. Penggunaan batu
dianggak sudah cukup lama karena sekitar 5000 tahun yang lalu sudah banyak
yang mulai mengenal dan bahkan sudah menggunakan batu sebagai bahan
bangunan.

Batuan adalah kumpulan-kumpulan agregat padat yang terbentu dari


mineral-mineral , material organik yang terubah, bahan-bahan vulkanik, dan
kombinasi semua komponen tersebut yang sudah ada dalam keadaan
membeku/keras yang terentuk secara sederhana.

Semua batuan yang ada didalam bumi pada awalnya berasal dari
magma. Magma benda cair, panas, pijar yangbersuhu diatas 100°C yang terdiri
dari berbagai macam mineral, oleh karena itu batuan memiliki komposisi
mineral,sifat-sifat fisik, umur yang beraneka ragam serta sangat jarang

1
ditemukan batan yang terdiri dari satu mineral karena umumnya batuan terdiri
dari sedikitnya dua macam mineral hingga berbagai macam mineral.

Dibumi ini banyak sekali banyak batuan yang memiliki banyak manfaat
teutama dibidang konstruksi karena batuan termasuk salah satu elemen utama
utama dalam suatu konstruksi, baik itu berupa konstruksi gedung maupun
jalan serrta jembatan. Jenis-jenis dari batuan sangant beragam, mulai dari jenis
batuan alam yang belum tercampur oleh tangan manusia maupun yang sudah
dicampuri tangan manusia( buatan ).

Seiring laju arus globalisasi yang semakin pesat maka muncul banyak
jenis batu buatan yang juga dianggap baik dan bermutu sebagai bahan dan
material bangunan. Banyak jenis batu yang mulai digunakan mulai dari batu
alam hingga batu yang dibuat oleh manusia yang dikombinasikan dengan
bahan bahan pendukung seperti semen dan tanah liat, misalnya batu bata atau
bata merah, batako, beton dan lain-lain.

[Link] Masalah

Adapun masalah yang kami angkat untuk dibahas pada laporan ini
adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana sifat dan karasteristik batu sebagai bahan dan material


bangunan?
2. Bagaimana sifat dan karasteristik beton sebagai bahan dan material
bangunan?

[Link]

Tujuan dibuatnya laporan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada


mahasiswa mengenai :

1. Sifat dan karasteristik batu dan beton sebagai bahan dan material
bangunan.
2. Penggunaan batu dan beton dalam sebuah bangunan.

2
BAB 2
PEMBAHASAN
Batuan adalah salah satu elemen pembentuk bumi. Bumi memiliki
berbagai macam batuan. setiap batuan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.
Manfaat tersebut dipakai manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti
batu granit bermanfaat sebagai bahan bangunan, batu marmer untuk interior
rumah, serta berlian sebagai salah satu batu mahal di bumi. selain batu tersebut,
terdapat batu alam yang banyak di pakai untuk kebutuhan interior bangunan.

Secara umum, batu merupakan material bangunan yang tersedia secara


alami di alam yang telah digunakan sejak awal peradaban manusia. Batu tersedia
dalam bentuk yang tidak teratur, sehingga dalam penggunaannya membutuhkan
proses pemotongan untuk mendapatkan ukuran dan bentuk yang diinginkan agar
dapat digunakan sebagai material bangunan. Batu telah digunakan untuk
membangun mulai dari bangunan kecil sampai bangunan megah di seluruh
penjuru dunia.

Secara geologis, batu didefinisikan sebagai suatu substansi padat yang


tercipta akibat efek dari tiga proses geologis, yaitu : pembekuan magma, proses
sedimentasi melalui penguburan, pemampatan, dan modifikasi secara kimiawi,
serta proses metamorphosis. Batuan yang tercipta akibat proses pembekuan
magma disebut batuan beku, contohnya basalt, andesit, dan rhiolit. Batuan yang
tercipta akibat proses sedimentasi adalah batuan sedimen, contohnya adalah batu
kapur. Batuan yang tercipta akibat suhu serta tekanan yang tinggi mempengaruhi
batuan yang sudah ada, disebut batuan metamorf, contohnya marmer.

[Link] dan Karakteristik Batu Sebagai Bahan dan Material Bangunan

Secara umum batuan dibumi dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu


batu alam dan batu buatan :

1. Batu Alam

3
Pengertian batu alam adalah batuan yang berasal dari alam, dan
biasa dipakai sebagai bagian dari konstruksi bangunan. Batu ini bisa
dipakai sebagai fondasi rumah, bagian dari interior, atau bagian dari
eksterior. Semua jenis batuan adalah batu alam, akan tetapi tidak semua
jenis dapat dipakai untuk kebutuhan konstruksi, atau hiasan di suatu
bangunan. Batuan yang dipakai biasanya memiliki karakteristik yang kuat.
Selain itu keindahan serta corak dari batuan tersebut juga menjadi hal yang
menjadi penilaian. Batu alam sendiri terbagi menjadi 3 macam yaitu batu
alam untuk konstruksi, batu alam untuk media, dan batu alam mulia.

1. Batu alam untuk konstruksi adalah batu alam yang biasa dipakai
sebagai fondasi sebuah bangunan. Selain batuan ini memiliki ciri yang
kuat sehingga mampu menopang bangunan.
2. Batu alam untuk media adalah batu alam yang dipakai sebagai bagian
dari interior dan eksterior sebuah bangunan. Batu alam ini memiliki
corak dan nilai seni yang tinggi.
3. Batu alam mulia adalah batu alam yang biasa dipakai sebagai
perhiasan. Batu alam ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta
memiliki nilai seni yang tinggi pula.

Selain itu, batu alam yang digunakan sebagai bagian dari sebuah
bangunan dibedakan menjadi tiga, yaitu batu tempel, batu tabur atau batu
sikat, dan batu bentukan.

1. Batu alam tempel adalah batu alam yang berbentuk pipih. Dalam
pemakaiannya, batu alam ini ditempel di tempat yang dinginkan. Batu
alam ini biasa dijadikan hiasan dinding, atau lantai bangunan.
2. Batu tabur atau batu sikat adalah batuan yang berukuran kecil. Batuan
ini berdiameter antara 0,5 hingga 3 centimeter. Batuan ini dipasang
dengan cara di taburkan, lalu direkatkan. Batuan ini biasa dijadikan
lantai pada halaman atau hiasan koran. Di beberapa taman, batu ini
dapat dipakai sebagai terapi untuk kaki.

4
3. Batu bentukan adalah batu yang dibentuk sesuai kebutuhan manusia.
Batu ini dapat dibentuk menajdi meja, kursi, patung, atau interior
rumah lainnya.

Batu Tempel Batu Tabur Batu Bentukan

( Gambar 2.1 Jenis Batu Alam )


Sumber : [Link]

Batuan yang ada di bumi dibagi menjadi 3 jenis batuan


berdasarkan proses pembentukannya. Antara lain batuan beku, batuan
sedimen, dan batuan metamorf. Setiap batuan ini memiliki berbagai jenis
batu- batuan. akan tetapi tidak semua batuan ini dapat dipakai sebagai
bagian dari konstruksi sebuah bangunan. Batu alam yang di pakai sebagai
bagian dari konstruksi adalah batuan yang memiliki kekuatan atau batuan
yang memiliki nilai seni yang tinggi. Berikut ini macam- macam batu alam
di lihat dari proses pembentukannya.

[Link] Beku

Batuan beku adalah batuan yang terjadi akibat pembekuan magma.


Magma adalah cairan panas yang berada di dalam bumi. magma yang ada
di dalam bumi, bergerak akibat adanya tekanan panas yang ada di dalam
bumi. Magma ini bergerak ke atas untuk mencari tempat dengan tekanan
yang lebih rendah. Dalam prosesnya, magma akan mengalami pendinginan
dan membeku.

Akibatnya pembekuan ini, terciptalah batuan beku. Batuan beku


terdiri dari dua jenis, yaitu batuan beku dalam dan batuan beku luar.
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang pendinginannya berada di

5
dalam bumi. sedangkan batuan beku luar adalah batuan yang
pendinginannya berada di permukaan bumi. batuan beku dalam disebut
juga batuan instrusi atau platonik. Sedangkan batuan beku luar disebut
sebagai batuan vulkanis. Tidak semua batuan beku dapat dipakai sebagai
bagian dari konstruksi bangunan. Batuan beku yang biasa di pakai sebagai
bagian dari konstruksi rumah antara lain:

1. Batu Andesit: batu ini biasa di pakai dalam candi. Batu ini berwarna
abu- abu dan bisa dipakai sebagai pengeras jalan.
2. Batu Lavastone: batu ini adalah batu candi yang berwarna merah hati.
Batu ini banyak ditemukan di daerah Cirebon. Batu ini sering dipakai
sebagai penghias pagar.

Batu Andesit Batu Lavastone

Gambar 2.2 Jenis Batuan Beku


( Sumber : [Link] )

[Link] Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dariw 4g l ,


proses sedimentasi. Proses ini berasal dari materi sedimen yang
mengendap dan mengeras menjadi batu- batuan. batuan sedimen berasal
dari pelapukan batuan beku yang terbawa oleh angin, air, atau gletser.
Pelapukan ini lalu mengendap bersama materi lainnya, seperti pasir,
kerikir, dan sisa- sisa pelapukan makhluk hidup. Materi yang

6
mengendap ini lalu mengeras, dan menjadi batuan sedimen. Beberapa
batuan sedimen yang dipakai sebagai batu alam adalah:

1. Limestone: batu ini adalah batu yang menjadi asal mula


terbentuknya batu marmer. Batu ini memiliki tekstur yang unik, dan
biasa dipakai sebagai lantai atau perabotan rumah tangga.
2. Sandstone: batu ini memiliki tekstur yang hampir mirip dengan
limestone. Yang membedakan adalah strukturnya yang lebih keras.
Di indonesia batu ini sering disebut sebagai batu palimanan.
3. Konglomerat: adalah batuan sedimen yang memiliki berbagai
macam warna. Warna yang dimiliki oleh batu ini, membuat batu
konglomerat sering dipakai sebagai bagian dari interior rumah.

Batu limeston Batu Sanstone Batu Konglomerat

Gambar 2.3 Jenis Batu Sedimen


( Sumber : [Link] )

[Link] Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan yang terjadi akibat adanya tekanan


dan panas akibat adanya proses metamorfosis. Batuan metamorf
terbentuk melalui proses kristalisasi batuan beku, yang mnyebabkan
terjadinya perubahan partikel. Hal ini menyebabkan terjadinya
rekristalisasi. Batuan metamorf paling banyak di pakai dalam bidang
konstruksi dan interior. Karena batuan jenis ini memiliki karakter yang
unik akibat penggabungan dari berbagai macam batuan. beberapa
batuan metamorf yang sering digunakan sebagai bau alam adalah:

7
1. Marmer: batu ini memiliki karakter serta corak yang unik. Batu ini
biasa dipakai sebagai lantai atau hiasan rumah.
2. Templek: batu ini sangat mudah dibentuk menjadi lempengan yang
tipis. Batu ini biasa dijadikan hiasan dinding pada taman, atau lantai
untuk di pinggir kolam. Batu ini sangat tipis, sehingga bisa di
tempel dimana saja.
3. Koral sungai: batu ini lebih dikenal dengan batu kali.
4. Koral laut: adalah batuan yang ada di sekitar laut. Batu ini memiliki
karakteristik yang sama dengan koral sungai. Hanya saja warna dari
batu ini lebih bervariasi

Batu Marmer Batu Templek Batu Kali Batu Koral Laut

Gambar 2.4 Jenis Batu Metamorf


(Sumber : [Link])

[Link] Buatan

Batu buatan merupaan batu yang dibuat oleh manusia yang telah
mengombinasikan batu alam, suplit dan bahan-bahan pendukung lainnya
seperti semen, tanah liat, air dan lain-lain. Banyak batu buatan yang telah
dieksplor oleh manusia dan telah diuji ketahanannya seperti bata
merah( batu bata), batako ( bata beton ), bata hebel atau bata ringan dan
lain sebagainya.

a. Bata merah

Batu merah adalah sebuah unsur bangunan yang terbuat dari


tanah liat dengan atau tanpa bahan tambahan seperti serbuk gergaji

8
atau pasir tanah liat ini dicetak berbentuk balok-balok, lalu dibakar
dengan temperatur 105ᴼC untuk mengeraskannya, sehingga tidak dapat
hancur lagi bila direndam dalam air. Ukuran bata merah di berbagai
tempat dan daerah tidak sama [Link] standar bata merah
yang telah ditetapkan oleh Lembaga Penyeledikan Masalah Bangunann
(LPMB), menurut Supribadi IK, 1986, ada 2 macam yaitu: panjang
240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm dan panjang 230 mm, lebar 110
mm, tebal 50 mm. Sedangkan untuk ukuran menurut SNI 15-2094-
1991 : Proporsi Ukuran Bata Merah adalah 240mm x 115mm x 52mm
dan 230mm x 110mm x 50mm.

Gambar 2.5 Bata Merah


(Sumber : [Link])

Penimbunan dilapangan harus diberi lantai dengan jarak 30 cm


dari permukaan tanah. Bata disusun berdiri arah lebarnya dan disusun
berselang seling 4 buah-4 buah. Ketinggian penyusunan maksimal 2 m
(meter) ini untuk memudahkan dalam pengambilan. Diatasnya ditutup
dengan kain terpal atau plastikagar air hujan tidak terserap oleh bata
merah. Syarat-syarat mutu bata merah sebagai bahan bangunan yang
harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

9
 Semua bidang-bidang sisi harus datar.
 Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan menyiku.
 Tidak menunjukkan gejala retak-retak dan perubahan bentuk yang
berlebihan.
 Warna pada penampang patahan merata.
 Bila diketok suaranya nyaring.
 Panjang bata = 2 lebar + 1 siar (1 cm), artinya bahwa ukuran
panjang bata harus sepanjang 2 kali lebar di tambah 1 kali siar,
dimana siar sendiri adalah aduakan perekat bata merah sepanjang 1
cm, misalnya lebar bata merah adalah 52 mm maka panjang bata
harus 120 mm karna 2 x 52mm ( L ) di tambah 10mm ( siar ).
 Penyimpangan ukuran untuk panjang maksimum 3%, lebar
maksimum 4% dan tebal maksimum 5%.

Gambar 2.6 Bagian-bagian bata merah


(Sumber : Supribadi,IK,1986)

Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi


perlindungan tersendiri bagi bangunan anda dari bahaya api. Tidak semua
tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.
Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm,
tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal
pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang
kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya.

10
Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah
adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan
perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3
(artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah
diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat
menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

Gambar 2.7 Pemasangan Bata Merah


( Sumber : [Link] )

Spesifikasi Bata Merah:

 Berat jenis kering : 1500 kg/m3


 Berat jenis normal : 2000 kg/m3
 Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
 Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
 Tebal spesi : 20 – 30 mm
 Ketahanan terhadap api : 2 jam
 Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa
construction waste

11
Kelebihan Bata Merah:

 Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air
hujan
 Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
 Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
 Mudah untuk membentuk bidang kecil
 Murah harganya
 Mudah mendapatkannya
 Perekatnya tidak perlu yang khusus.
 Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah:

 Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi


 Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada
musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan
atau tidak stabil.
 Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
 Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama
membuat waste-nya dapat lebih banyak.
 Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka
dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan
dinding yang cukup rata.
 Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding
lainnya.
 Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.

b. Batako
Batako atau bata beton adalah batu cetak berbentuk bata yang
dibuat dari campuran bahan perekat hidrolis, air dan agregat, dengan
atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak merugikan sifat batako

12
itu (Standar Indistri Indonesia nomor 0284-80). Yang dimaksud
agregat adalah bahan pengisi, dapat berupa tras, pasir, gilingan batu
alam dan lainnya. Bahan perekat hidrolis adalah bahan yang dapat
mengikat agregat setelah bereaksi dengan air, seperti kapur dan
semen. Sedangkan bahan tambahan adalah sejenis bahan kimia yang
ditambahkan ke dalam campuran bahan perekat hidrolis, agregat dan
air agar masa pengeringan dan pencapaian kekuatan dapat dipercepat.
Bahan kimia yang biasa digunakan antara lain kalsium klorida,
bromida, dan karbonat.

Gambar 2.8 Batako Berlubang


( Sumber :www. [Link] )
Mutu batako ditentukan berdasarkan kekuatannya menahan
beban (kuat tekan). Mutu batako pejal diklasifikasi dalam empat
tingkatan, yaitu B25, B40, B70, dan B100. Mutu batako berlubang
juga diklasifikasi dalam empat tingkatan, yaitu HB20, HB35, HB50,
dan HB70. Persyaratan kuat tekan dan penyerapan air (absorpsi) setiap
mutu batako tersebut dicantumkan pada Tabel berikut.
Tabel 2.1. Persyaratan Kuat Tekan dan Absorpsi Batako.

Kuat Tekan Bruto Minimum ( Kg/Cm² ) Absorbsi


Mutu Batako
Rata-rata lima buah batako Masisng-masing batako ( % berat )

13
Batako Pejal - - -
B25 25 21 -
B40 40 35 -
B70 70 65 35
B100 100 90 25

Batako berlubang
HB20 20 17 -
HB35 35 30 -
HB50 50 45 35
HB70 70 65 25
Sumber : Standar Industri Indonesia No. 0284-80 dan No. 0285-80 setelah diolah

Pada penggunaanya sebagai material dinding bahan baku yang


digunakan sebagai perekat pada batako adalah mortar yang
komposisinya adalah semen, pasir ayakan ( pasir halus ) dan air.
Berikut adalah contoh gambar pemasangan batao.

Gambar 2.9 Pemasangan Batako


Sumber ; (www. [Link] )
Batako sebagai bahan bangunan terdiri atas 4 jenis, yaitu jenis
A1, A2, B1, dan B2. Klasifikasi jenis-jenis batako disesuaikan dengan
mutu dan pemakaiannya pada bangunan. Jenis, mutu dan pemakaian

14
batako berdasarkan Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia
(PUBI) tahun 1982, dicantumkan pada Tabel berikut ini.
Tabel 2.2. Persyaratan Pemakaian Batako Sesuai Jenis dan Mutunya
Jenis Batako Mutu Batako Pemakaian pada Bangunan
- Konstruksi yang tidak memikul beban
B25 dan
A1 - Dinding penyekat
HB20
- Konstruksi dibawah atap
- Konstruksi yang tidak memikul beban
B40 dan - Dinding penyekat
A2
HB35 - Konstruksi dibawah atap
- Permuakaan dinding boleh tidak asar
B40 dan - Konstruksi yang memikul beban
A2
HB35 - Konstruksi diluar atap
Sumber : Standar Industri Indonesia No. 0284-80 dan No. 0285-80 setelah diolah
Model dan type batako cukup bervariasi. Batako pejal dibedakan
atas tiga type, yaitu ukuran besar, sedang dan kecil. Batako berlubang
dibedakan atas dua type, yaitu ukuran tebal dan tipis. Persyaratan
standar ukuran batako tersebut dicantumkan pada berikut ini.

Gambar 2.10 Tipe Batako


(Sumber : Supribadi,IK,1986)

Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako


memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah,

15
sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian
kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi.

Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat


bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak
seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata
press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata
merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih
presisi jika dibandingkan bata merah.

Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm,


tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Menurut SNI 03-0349-1989
ukuran batako adalah 390mm x 100mm x 190mm. Untuk dinding
seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya
batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah
bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa
material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.

Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres


adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.

Spesifikasi Batako Press:

 Berat jenis kering : 950 kg/m3


 Berat jenis normal : 1000 kg/m3
 Kuat tekan : 5,5 N/mm²
 Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
 Tebal spesi : 20 – 30 mm
 Ketahanan terhadap api : 4 jam
 Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa
construction waste

Kelebihan Dinding Batako Press:

16
 Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika
dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara
kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
 Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
 Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga
lebih hemat.
 Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
 Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
 Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang
membutuhkan potongan.
 Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
 Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan
air.
 Pemasangan lebih cepat.
 Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

Kekurangan Dinding Batako Press:

 Mudah terjadi retak rambut pada dinding.


 Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada
bagian sisi dalamnya.
 Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

c. Bata Ringan

Bata ringan adalah material bangunan yang terbuat dari pasir


kwarsa, semen, kapur, gips, air, dan alumunium pasta. Ukurannya
yang besar dan bobot yang ringan membuat banyak orang memilih
menggunakan bata ringan sebagai bahan bangunan alternatif pengganti
bata merah. Terutama gedung tinggi, postur gedung yang sangat tinggi
menjadikan bata ringan menjadi bahan dan material bangunan yang
cocok buat gedung tinggi dikarenakan memiliki massa yang ringan.

17
Gambar 2.11 Bata Ringan Gambar 2.12 Pemasangan
(Sumber : ( [Link] )

Tidak hanya itu, bata ringan juga memiliki berbagai keunggulan lain, di
antaranya:

1.) Mencegah timbulnya gema atau gaung

Bata ringan memiliki rongga-rongga udara yang dihasilkan dari


proses kimiawi selama pembuatannya. Rongga ini berfungsi sebagai
peredam suara untuk menghindari terjadinya gema atau gaung. Selain
itu, rongga udara tersebut juga berfungsi menahan panas sehingga
dapat membantu ruangan terasa lebih sejuk.

2.) Proses pengerjaan lebih cepat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ukuran bata ringan


cenderung lebih besar dibandingkan bata biasa. Pada umumnya, bata
ringan memiliki ukuran 60 x 20 x 8 cm sedangkan bata merah
konvensional memiliki ukuran 17 x 7 x 3 cm. Ukuran bata ringan yang
lebih besar dan bentuknya yang cenderung seragam dapat membantu
mempersingkat proses pemasangan serta pengangkutan material.
Selain itu, permukaan bata ringan juga lebih rapi sehingga tidak
membutuhkan plesteran yang tebal saat pengerjaan.

18
3.) Lebih Tahan Air

Selain dapat meredam suara, bata ringan juga lebih tahan air.
Penggunaan bata ringan sebagai material dinding bangunan dapat
memperkecil kemungkinan perembesan air sehingga bangunan akan
lebih tahan terhadap cuaca hujan.

Kelebihan-kelebihan di atas membuat bata ringan menjadi


alternatif bata merah yang lebih ekonomis dan praktis. Jika Anda
menggunakan bata ringan selama proses pembangunan, pastikan Anda
memilih semen berkualitas premium untuk hasil bangunan yang kuat dan
tahan lama. Semen Portland Komposit dari Semen Merah Putih adalah
produk semen berstandar mutu nasional dan internasional yang cocok
digunakan untuk keperluan konstruksi umum menggunakan bata ringan

[Link] dan Karakteristik Beton sebagai bahan dan material bangunan

Beton adalah bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus,


agregat kasar, semen portland dan air. Beton bertulang adalah beton yang
mengandung batang tulangan dan direncanakan berdasarkan anggapan bahwa
kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya, (Peraturan
Beton Bertulang Indonesia, 1971 atau PBI’71).

Berdasarkan kedua pengertian tersebut, maka material penyusun beton


bertulang dibedakan atas: agregat (halus dan kasar, atau campuran), semen, air,
dan batang (baja) tulangan. Untuk memperbaiki sifat-sifat dan mutu adukan
bahan semen, agregat dan air maka adukan itu dapat ditambahkan dengan
bahan pembantu, seperti katalis yang berperan sebagai pembantu unutk
mempercepat proses reaksi semen dan bahan-bahan yang lainnya. Sifat-sifat
dan karakteristik material-material tersebut dijelaskan berikut ini.

1. Agregat Halus

19
Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam atau pasir buatan.
Pasir alam merupakan pasir hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan.
Pasir buatan adalah pasir hasil yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah
batu. Batu yang tadinya besar bias dihaluskan sebagai bahan pembuatan
beton yang dicampurkan dengan samen dan pasir. Pemanfaatan lain yang
biasa digunakan atau dipakaian agregat halus ini adalah pada pembuatan
paving blok. Pada pembuatan paving agregat halus biasa disebut dengan
abu batu.

Gambar 2.13 Agregat Kasar ( Pasir )


( Sumber : [Link] )
Syarat-syarat agregat halus sebagai material penyusun beton
menurut Peraturan Beton Bertulang Indonesia, 1971, sebagai berikut:
 Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras,
serta bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca);
 Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% berat
kering. Yang dimaksud lumpur adalah bagian-bagian yang lolos
ayakan 0,063 mm.
 Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis
terlalu banyak, yang dapat mengurangi kekuatan beton sampai
95%.
 Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam
besarnya dengan syarat-syarat: sisa di atas ayakan 4 mm harus
minimum 2% berat,sisa di atas ayakan 1 mm harus minimum 10%
berat, sisa di atas ayakan 0,25 mm harus berkisar antara 80% dan

20
95% berat dan Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus
untuk beton.
2. Agregat Kasar
Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil alam atau berupa
batu pecah (split, cipping). Pada umumnya, yang dimaksud agregat kasar
adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm.

Gambar 2.14 Agregat Kasar ( Suplit )


( Sumber : [Link] )
Syarat-syarat agregat kasar sebagai material penyusun beton menurut
Peraturan Beton Bertulang Indonesia, 1971, sebagai berikut
 Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori, serta bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh
cuaca);
 Agregat kasar tidak boleh mengandung butir-butir yang pipih lebih
dari 20% dari berat seluruhnya.
 Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% berat
kering. Yang dimaksud lumpur adalah bagian-bagian yang lolos
ayakan 0,063 mm.
 Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak
beton, seperti zat-zat yang reaktif alkali.
 Kekerasan agregat kasar jika diperiksa dengan bejana penguji dari
Rudeloff pada beban 20 ton tidak terjadi pembubukan sampai
fraksi: 9,5 – 19 mm lebih dari 24% berat, dan 19 – 30 mm lebih
dari 22% berat. Atau jika diperiksa dengan mesin Pengaus Los
Angelos, tidak terjadi kehilangan berat lebih dari 50%.

21
 Agregat kasar harus terdiri butir-butir yang beraneka ragam
besarnya, dengan syarat: sisa di atas ayakan 31,5 mm harus 0%
berat, sisa di atas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90% dan 98%
berat dan selisih antara sisa-sisa komulatif di atas dua ayakan yang
berurutan maksimum 60% dan minimum 10% berat.
 Besar butir agregat terbesar tidak boleh lebih dari: seperlima dari
jarak terkecil antara bidang-bidang samping cetakan, sepertiga dari
tebal pelat atau tigaperempat dari jarak bersih terkecil di antara
batang-batang atau berkas-berkas tulangan.
3. Semen
Semen berfungsi sebagai pengikat bahan-bahan agregat dalam
pembuatan beton. Sifat utamanya adalah mengikat dengan adanya air dan
mengeras secara hidrolik. Hidrolik berarti bahwa semen bereaksi dengan
air dan membentuk suatu batuan yang keras (batuan-semen) dan kedap air.

Gambar 2.15 Semen


( Sumber : [Link] )
Menurut Ariestadi Dian, 2008, semen dan air saling bereaksi,
persenyawaan ini dinamakan hidratasi sedangkan hasil yang terbentuk
disebut hidrasi-semen. Proses reaksi berlangsung sangat cepat. Kecepatan
reaksi dipengaruhi oleh: kehalusan semen faktor air-semen dan
temperature.
Semen terbuat dari 4 unsur pokok yaitu :
 Batu kapur (Cao) sebagaiunsur utama, yang terkadang terkotori C,
AI2O3, dan Fe2O3

22
 Tanah liat yang mengandung senyawa SiO2, AI2O3, dan Fe2O3
 pasir kwarsa/batu silikat ( ditambahkan apabila pada tanah liat
sedikit mengandung SiO2 ) dan pasir besi ( ditambahan apabila
tanah liat sedikit mengandung Fe2O3 )
Dalam memproduksi semen terdapat beberapa tahapan yag harus
dilakukan yaitu penggaalian, penghancuran, penghancuran awal,
penghalusan dan pencampuran bahan baku, pembakaran dan
pendinginan klinker serta penghalusan akhir dan pengemasan.

4. Air
Air diperlukan untuk pembuatan adukan dan perawatan beton. Air
yang akan digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yakni tidak
boleh mengandung bahan-bahan yang merusak beton/baja. Air tawar yang
memenuhi syarat air minum, tanpa diragukan boleh digunakan untuk
pembuatan adukan dan perawatan beton.

23
BAB 3
HASIL KUNJUNGAN
Laporan kunjungan ini kami susun menurut data-data, hasil survey, dan
wawancara yang kami peroleh dengan metode-metode tepat guna dengan maksud
agar karya tulis laporan kunjungan ini mudah dipahami dan dapat dipertanggung
jawabkan. Ada empat macam bahan dan material yang kami kunjungi yaitu bata
merah, batako, batu ( suplit ) dan pasir.

A. Bata Merah

Hasil survey mengenai bata merah yang kami kunjungi di salah satu
usaha pribadi yang dikelola oleh Bapak Samsul yaitu di Desa Toriki, Kec.
Anggaberi dapat dilihat pada table dibawah ini :

Tabel 3.1 Daftar Harga Bata Merah

NO. Bentuk Ukuran Harga Harga ( m³ ) Jumlah( m³ )


P : 23,0 cm 800 biji
Rp.1.000/
1 Jumbo L : 11,5 cm Rp.800.000,- dalam satu
biji
T : 5 cm kubik
P : 20 cm 850 biji
Rp.800/
2 Biasa L : 10 cm Rp.680.000,- dalam satu
biji
T : 4 cm kubik

Berdasarkan table diatas dijelaskkan bahwa hasil yang kami survey


menyatakan ada dua jenis ukuran bata merah seperti yang diperlihatkan
pada table dengan spesifikasi harga yang berbeda nntuk ukuran jumbo
harga per biji adalah Rp.1000 sementara harga per kubiknya adalah
Rp.800.000 dimana dalam satu kubik terdapat 800 biji dan harga ini tidak
termasuk dengan jasa angkutan karna untuk harga kirim tergantung lokasi
pembeli dan untuk gaji pekerja tidak dimasukan kedalam harga batu batu
karna harga pekerja diambil dari keuntungan pembuatan bata merah
Sementara untuk bahan yang digunakan dan proses pembuatannya
dijelaskan sebagai berikut :

24
Bahan dasar pembuatan bata merah sebagai berikut:

 tanah liat (lempung), sejumlah 6 porsi berat atau kelipatannya, yang


mengandung silika sebesar 50% sampai dengan 70%;
 sekam padi, sejumlah 2 porsi berat atau kelipatannya, sebagai alas
pencetakan agar bata merah tidak melekat pada tanah. Sekam padi yang
melekat atau tercampur pada bata yang masih mentah ikut terbakar pada
waktu pembakaran bata sehingga timbul pori-pori pada bata merah;
 kotoran binatang, yang sudah kering sejumlah 1 porsi berat atau
kelipatannya, dipergunakan untuk melunakkan tanah dan membantu dalam
proses pembakaran karena memberikan panas yang lebih tinggi. Jenis
kotoran yang biasa digunakan antara lain: kotoran kerbau, kuda, dan sapi;
 air, sejumlah 4 porsi berat atau kelipatannya, digunakan untuk
melunakkan dan merendam tanah liat.

Proses pembuatan bata merah :


 Pencampuran, bahan dasar (tanah liat, sekam padi, kotoran binatang, dan
air) dicampur / diaduk sampai merata, sambil dibersihkan dari batu-batu
kerikil atau bahan lain yang dapat menyebabkan kualitas bata merah
menjadi jelek. Campuran itu direndam dalam air selama satu hari satu
malam.

Gambar 3.1 Pencampuran Adonan Bata Merah


 Pencetakan, adonan campuran dimasukkan ke dalam cetakan yang
mempunyai bentuk dan ukuran tertentu. Hasil pencetakan dapat diletakkan
di atas tanah yang sudah dihamparkan sekam padi sebagai alas.

25
Gambar 3.2 Pencetakan Adonan Bata Merah
 Pengeringan, dilakukan secara manual dengan mengangin-anginkan dan
membola-balik bata hijau sekitar 2-7 hari, atau pada mesin pengering
dengan temperatur 37oC – 200oC selama 24 hingga 48 jam.

Gambar 3.3 Pengeringan Bata Merah


 Pembakaran, dilakukan sampai bata merah betul-betul matang, atau
dibakar dengan temperatur ± 1000oC selama 24 jam. Bata merah yang

Gambar 3.4 Pembakaran Bata Merah


B. Batako
Hasil survey mengenai batako yang kami lakukan di UD. MANNA
salah satu usaha yang dikelola oleh Bapak Jihad yang berada di Jl.
Martandu Kambu Kendari Sulawesi Tenggara dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.

26
Tabel 3.2 Daftar Harga dari Batako
NO Bentuk Ukuran Harga Harga ( m³ ) Jumlah( m³ )
.
P : 40 cm
Rp.2.700/
1 Balok L : 20 cm Rp.1.080.000 400 biji
biji
T : 20 cm

Berdasarkan table diatas dijelaskkan bahwa hasil yang kami survey


menyatakan spesifikasi harga batako yang mereka patok diharga
pemasaran adalah Rp.2.700 per biji sementara harga perkubiknya adalah
Rp.1.080.000 dimana dalam satu kubik terdapat 400 biji batako dan harga
ini tidak termasuk dengan jasa angkutan karna untuk harga kirim
tergantung lokasi pembeli dan untuk gaji pekerja tidak dimasukan kedalam
harga batu batu karna harga pekerja diambil dari keuntungan pembuatan
bata merah Sementara untuk bahan yang digunakan dan proses
pembuatannya dijelaskan sebagai berikut :

Proses pembuatan bata beton dan batako :


 Pencampuran, bahan dasar (pasir dan semen, atau tras dan kapur)
diaduk kering hingga merata, kemudian diberi air secukupnya dan diaduk
hingga diperoleh adonan campuran yang mudah dicetak, yaitu adonan
yang apabila digenggam/dikepal tidak ada air yang keluar/menetes dan
ketika kepalan tangan dibuka adonan tidak retak/pecah. Untuk
mencampur bahan dasar adonan batako dapat diaduk secara manual atau
dapat pula diaduk dengan menggunakan mesin.

Gambar 3.5 Pencampuran Adonan Batako

27
 Pencetakan, dapat dilakukan dengan cetakan manual atau dengan mesin
pres sederhana. Adonan yang selesai diaduk dimasukkan ke dalam
cetakan kemudian dipadatkan atau dipres, selanjutnya diletakkan di
tempat yang terlindung dari panas matahari maupun hujan. Untuk
mencetak batako, dapat dilakukan dengan alat cetak sederhana atau
batako dapat dicetak menggunakan mesin dengan ukuran lebih besar dan
efisien.

Gambar 3.6 Alat Pencetak Batao


 Perawatan, dilakukan dengan memercik air secukupnya pada bata beton
atau batako yang telah mulai mengeras. Masa perawatan untuk bata
beton selama 1 hari dan untuk batako selama 3 – 5 hari, setelah itu
dibiarkan selama 3 – 4 minggu untuk pengerasan.

Gambar 3.7 Perawatan Batako


Batako yang beredar di pasaran pada umumnya terbuat dari campuran
bahan mentah: semen + pasir dengan perbandingan tertentu. Ada juga
batako yang dibuat dari campuran bahan mentah: tras + kapur dengan
perbandingan tertentu. Dalam pembuatannya batako dengan bahan dasar
tras dan kapur dapat ditambahkan sedikit semen dan pasir.

28
C. Pasir
Berdasarkan hasil survey mengenai pasir yang kami lakukan di CV.
Rafil Jaya salah satu usaha yang dikelola oleh Bapak Syafiudin yang
berada di Unaha Kendari Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa pasir
yang ditambang termasuk kedalam golongan agregat halus sebagai
material penyusun beton menurut Peraturan Beton Bertulang Indonesia,
1971, yang menyatakan bahwa :
1. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, serta
bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca);
2. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% berat
kering. Yang dimaksud lumpur adalah bagian-bagian yang lolos
ayakan 0,063 mm.
3. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu
banyak, yang dapat mengurangi kekuatan beton sampai 95%.

Gambar 3. 8 Pasir Hasil Penambangan


Pasir yang kami kunjungi ditambang secara manual dan juga menggunaan
alat berat dimana harga pasokan yang dipatok dalam pemasaran adalah Rp.
170.000 per Kubik ( m³ ) harga belum termasuk dengan ongkos kirim dan gaji
penambang adalah Rp.80.000 untuk pekerja manual dan Rp.50.000 untuk
pekerja yang menggunakan alat berat. Jadi jika di akumulasikan maka harga
pasir siap ditempat termasuk dengan gaji pekerja Rp.350.000 – Rp.400.000

29
dikarenakan harga ongkos tergantung dari jara si pembeli. Berikut adalah
gambar yang terkait dengan kegiatan.

Gambar 3.9 Pengankutan Hasil Gambar 3.10 Alat Penambangan

D. Suplit
Hasil survey mengenai Suplit yang kami lakukan di UD. MANNA
salah satu usaha yang dikelola oleh Bapak Jihad yang berada di Jl.
Martandu Kambu Kendari Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa suplit
yang dipecah daribatu kali ( batu moramo ) termasuk kedalam golongan
agregat kasar sebagai material penyusun beton menurut Peraturan Beton
Bertulang Indonesia, 1971, yang menyatakan bahwa :
1. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori, serta bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh
cuaca);
2. Agregat kasar tidak boleh mengandung butir-butir yang pipih lebih
dari 20% dari berat seluruhnya.
Berikut adalah beberapa foto terkait kegiatan :

Gambar 3.11 Alat Pemecah Batu Gambar 3.12 (Suplit)

30
Batu Suplit yang kami kunjungi diolah atau dierjakan dengan
menggunakan mesin pemecah batu dimana batu yang mereka gunakan adalah
batu moramo dimana harga pasokan yang dipatok dalam pemasaran adalah Rp.
185.000 per Kubik ( m³ ). harga belum termasuk dengan ongkos kirim dan gaji
pekerja adalah [Link] jika di akumulasikan maka harga suplit siap
ditempat termasuk dengan gaji pekerja Rp.350.000 – Rp.500.000 dikarenakan
ongkos pengiriman disesuaikan dengan jarak si pembeli.

31
BAB 4
PENUTUP
1. Kesimpulan
Batuan adalah salah satu elemen pembentuk bumi. Bumi memiliki
berbagai macam batuan. setiap batuan memiliki manfaat bagi kehidupan
manusia. Manfaat tersebut dipakai manusia untuk memenuhi kebutuhan
manusia salah satunya adalah dengan memnfaatkan batu sebagi bahan
banguan untuk tempat hunian
Berdasarkan fungsinya sebagai bahan bangunan maka batu dinilai
memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Ada tiga contoh batu yang
telah dikelola hingga mampu dijadikan bahan bangunan yaitu bata merah,
batako dan beton

2. Saran
Sebagai manusia yang tak sempurna kami sadar bahwa laporan
yang kami buat masih jauh dari kata sempurna maka dari itu kami sangat
mengharapkan saran serta kritikan dari para pembaca.

32

Anda mungkin juga menyukai