Sifat dan Karakteristik Batu Bangunan
Sifat dan Karakteristik Batu Bangunan
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Semua batuan yang ada didalam bumi pada awalnya berasal dari
magma. Magma benda cair, panas, pijar yangbersuhu diatas 100°C yang terdiri
dari berbagai macam mineral, oleh karena itu batuan memiliki komposisi
mineral,sifat-sifat fisik, umur yang beraneka ragam serta sangat jarang
1
ditemukan batan yang terdiri dari satu mineral karena umumnya batuan terdiri
dari sedikitnya dua macam mineral hingga berbagai macam mineral.
Dibumi ini banyak sekali banyak batuan yang memiliki banyak manfaat
teutama dibidang konstruksi karena batuan termasuk salah satu elemen utama
utama dalam suatu konstruksi, baik itu berupa konstruksi gedung maupun
jalan serrta jembatan. Jenis-jenis dari batuan sangant beragam, mulai dari jenis
batuan alam yang belum tercampur oleh tangan manusia maupun yang sudah
dicampuri tangan manusia( buatan ).
Seiring laju arus globalisasi yang semakin pesat maka muncul banyak
jenis batu buatan yang juga dianggap baik dan bermutu sebagai bahan dan
material bangunan. Banyak jenis batu yang mulai digunakan mulai dari batu
alam hingga batu yang dibuat oleh manusia yang dikombinasikan dengan
bahan bahan pendukung seperti semen dan tanah liat, misalnya batu bata atau
bata merah, batako, beton dan lain-lain.
[Link] Masalah
Adapun masalah yang kami angkat untuk dibahas pada laporan ini
adalah sebagai berikut :
[Link]
1. Sifat dan karasteristik batu dan beton sebagai bahan dan material
bangunan.
2. Penggunaan batu dan beton dalam sebuah bangunan.
2
BAB 2
PEMBAHASAN
Batuan adalah salah satu elemen pembentuk bumi. Bumi memiliki
berbagai macam batuan. setiap batuan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.
Manfaat tersebut dipakai manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti
batu granit bermanfaat sebagai bahan bangunan, batu marmer untuk interior
rumah, serta berlian sebagai salah satu batu mahal di bumi. selain batu tersebut,
terdapat batu alam yang banyak di pakai untuk kebutuhan interior bangunan.
1. Batu Alam
3
Pengertian batu alam adalah batuan yang berasal dari alam, dan
biasa dipakai sebagai bagian dari konstruksi bangunan. Batu ini bisa
dipakai sebagai fondasi rumah, bagian dari interior, atau bagian dari
eksterior. Semua jenis batuan adalah batu alam, akan tetapi tidak semua
jenis dapat dipakai untuk kebutuhan konstruksi, atau hiasan di suatu
bangunan. Batuan yang dipakai biasanya memiliki karakteristik yang kuat.
Selain itu keindahan serta corak dari batuan tersebut juga menjadi hal yang
menjadi penilaian. Batu alam sendiri terbagi menjadi 3 macam yaitu batu
alam untuk konstruksi, batu alam untuk media, dan batu alam mulia.
1. Batu alam untuk konstruksi adalah batu alam yang biasa dipakai
sebagai fondasi sebuah bangunan. Selain batuan ini memiliki ciri yang
kuat sehingga mampu menopang bangunan.
2. Batu alam untuk media adalah batu alam yang dipakai sebagai bagian
dari interior dan eksterior sebuah bangunan. Batu alam ini memiliki
corak dan nilai seni yang tinggi.
3. Batu alam mulia adalah batu alam yang biasa dipakai sebagai
perhiasan. Batu alam ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta
memiliki nilai seni yang tinggi pula.
Selain itu, batu alam yang digunakan sebagai bagian dari sebuah
bangunan dibedakan menjadi tiga, yaitu batu tempel, batu tabur atau batu
sikat, dan batu bentukan.
1. Batu alam tempel adalah batu alam yang berbentuk pipih. Dalam
pemakaiannya, batu alam ini ditempel di tempat yang dinginkan. Batu
alam ini biasa dijadikan hiasan dinding, atau lantai bangunan.
2. Batu tabur atau batu sikat adalah batuan yang berukuran kecil. Batuan
ini berdiameter antara 0,5 hingga 3 centimeter. Batuan ini dipasang
dengan cara di taburkan, lalu direkatkan. Batuan ini biasa dijadikan
lantai pada halaman atau hiasan koran. Di beberapa taman, batu ini
dapat dipakai sebagai terapi untuk kaki.
4
3. Batu bentukan adalah batu yang dibentuk sesuai kebutuhan manusia.
Batu ini dapat dibentuk menajdi meja, kursi, patung, atau interior
rumah lainnya.
[Link] Beku
5
dalam bumi. sedangkan batuan beku luar adalah batuan yang
pendinginannya berada di permukaan bumi. batuan beku dalam disebut
juga batuan instrusi atau platonik. Sedangkan batuan beku luar disebut
sebagai batuan vulkanis. Tidak semua batuan beku dapat dipakai sebagai
bagian dari konstruksi bangunan. Batuan beku yang biasa di pakai sebagai
bagian dari konstruksi rumah antara lain:
1. Batu Andesit: batu ini biasa di pakai dalam candi. Batu ini berwarna
abu- abu dan bisa dipakai sebagai pengeras jalan.
2. Batu Lavastone: batu ini adalah batu candi yang berwarna merah hati.
Batu ini banyak ditemukan di daerah Cirebon. Batu ini sering dipakai
sebagai penghias pagar.
[Link] Sedimen
6
mengendap ini lalu mengeras, dan menjadi batuan sedimen. Beberapa
batuan sedimen yang dipakai sebagai batu alam adalah:
[Link] Metamorf
7
1. Marmer: batu ini memiliki karakter serta corak yang unik. Batu ini
biasa dipakai sebagai lantai atau hiasan rumah.
2. Templek: batu ini sangat mudah dibentuk menjadi lempengan yang
tipis. Batu ini biasa dijadikan hiasan dinding pada taman, atau lantai
untuk di pinggir kolam. Batu ini sangat tipis, sehingga bisa di
tempel dimana saja.
3. Koral sungai: batu ini lebih dikenal dengan batu kali.
4. Koral laut: adalah batuan yang ada di sekitar laut. Batu ini memiliki
karakteristik yang sama dengan koral sungai. Hanya saja warna dari
batu ini lebih bervariasi
[Link] Buatan
Batu buatan merupaan batu yang dibuat oleh manusia yang telah
mengombinasikan batu alam, suplit dan bahan-bahan pendukung lainnya
seperti semen, tanah liat, air dan lain-lain. Banyak batu buatan yang telah
dieksplor oleh manusia dan telah diuji ketahanannya seperti bata
merah( batu bata), batako ( bata beton ), bata hebel atau bata ringan dan
lain sebagainya.
a. Bata merah
8
atau pasir tanah liat ini dicetak berbentuk balok-balok, lalu dibakar
dengan temperatur 105ᴼC untuk mengeraskannya, sehingga tidak dapat
hancur lagi bila direndam dalam air. Ukuran bata merah di berbagai
tempat dan daerah tidak sama [Link] standar bata merah
yang telah ditetapkan oleh Lembaga Penyeledikan Masalah Bangunann
(LPMB), menurut Supribadi IK, 1986, ada 2 macam yaitu: panjang
240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm dan panjang 230 mm, lebar 110
mm, tebal 50 mm. Sedangkan untuk ukuran menurut SNI 15-2094-
1991 : Proporsi Ukuran Bata Merah adalah 240mm x 115mm x 52mm
dan 230mm x 110mm x 50mm.
9
Semua bidang-bidang sisi harus datar.
Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan menyiku.
Tidak menunjukkan gejala retak-retak dan perubahan bentuk yang
berlebihan.
Warna pada penampang patahan merata.
Bila diketok suaranya nyaring.
Panjang bata = 2 lebar + 1 siar (1 cm), artinya bahwa ukuran
panjang bata harus sepanjang 2 kali lebar di tambah 1 kali siar,
dimana siar sendiri adalah aduakan perekat bata merah sepanjang 1
cm, misalnya lebar bata merah adalah 52 mm maka panjang bata
harus 120 mm karna 2 x 52mm ( L ) di tambah 10mm ( siar ).
Penyimpangan ukuran untuk panjang maksimum 3%, lebar
maksimum 4% dan tebal maksimum 5%.
10
Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah
adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan
perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3
(artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah
diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat
menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
11
Kelebihan Bata Merah:
Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air
hujan
Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
Mudah untuk membentuk bidang kecil
Murah harganya
Mudah mendapatkannya
Perekatnya tidak perlu yang khusus.
Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
b. Batako
Batako atau bata beton adalah batu cetak berbentuk bata yang
dibuat dari campuran bahan perekat hidrolis, air dan agregat, dengan
atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak merugikan sifat batako
12
itu (Standar Indistri Indonesia nomor 0284-80). Yang dimaksud
agregat adalah bahan pengisi, dapat berupa tras, pasir, gilingan batu
alam dan lainnya. Bahan perekat hidrolis adalah bahan yang dapat
mengikat agregat setelah bereaksi dengan air, seperti kapur dan
semen. Sedangkan bahan tambahan adalah sejenis bahan kimia yang
ditambahkan ke dalam campuran bahan perekat hidrolis, agregat dan
air agar masa pengeringan dan pencapaian kekuatan dapat dipercepat.
Bahan kimia yang biasa digunakan antara lain kalsium klorida,
bromida, dan karbonat.
13
Batako Pejal - - -
B25 25 21 -
B40 40 35 -
B70 70 65 35
B100 100 90 25
Batako berlubang
HB20 20 17 -
HB35 35 30 -
HB50 50 45 35
HB70 70 65 25
Sumber : Standar Industri Indonesia No. 0284-80 dan No. 0285-80 setelah diolah
14
batako berdasarkan Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia
(PUBI) tahun 1982, dicantumkan pada Tabel berikut ini.
Tabel 2.2. Persyaratan Pemakaian Batako Sesuai Jenis dan Mutunya
Jenis Batako Mutu Batako Pemakaian pada Bangunan
- Konstruksi yang tidak memikul beban
B25 dan
A1 - Dinding penyekat
HB20
- Konstruksi dibawah atap
- Konstruksi yang tidak memikul beban
B40 dan - Dinding penyekat
A2
HB35 - Konstruksi dibawah atap
- Permuakaan dinding boleh tidak asar
B40 dan - Konstruksi yang memikul beban
A2
HB35 - Konstruksi diluar atap
Sumber : Standar Industri Indonesia No. 0284-80 dan No. 0285-80 setelah diolah
Model dan type batako cukup bervariasi. Batako pejal dibedakan
atas tiga type, yaitu ukuran besar, sedang dan kecil. Batako berlubang
dibedakan atas dua type, yaitu ukuran tebal dan tipis. Persyaratan
standar ukuran batako tersebut dicantumkan pada berikut ini.
15
sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian
kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi.
16
Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika
dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara
kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga
lebih hemat.
Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang
membutuhkan potongan.
Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan
air.
Pemasangan lebih cepat.
Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.
c. Bata Ringan
17
Gambar 2.11 Bata Ringan Gambar 2.12 Pemasangan
(Sumber : ( [Link] )
Tidak hanya itu, bata ringan juga memiliki berbagai keunggulan lain, di
antaranya:
18
3.) Lebih Tahan Air
Selain dapat meredam suara, bata ringan juga lebih tahan air.
Penggunaan bata ringan sebagai material dinding bangunan dapat
memperkecil kemungkinan perembesan air sehingga bangunan akan
lebih tahan terhadap cuaca hujan.
1. Agregat Halus
19
Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam atau pasir buatan.
Pasir alam merupakan pasir hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan.
Pasir buatan adalah pasir hasil yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah
batu. Batu yang tadinya besar bias dihaluskan sebagai bahan pembuatan
beton yang dicampurkan dengan samen dan pasir. Pemanfaatan lain yang
biasa digunakan atau dipakaian agregat halus ini adalah pada pembuatan
paving blok. Pada pembuatan paving agregat halus biasa disebut dengan
abu batu.
20
95% berat dan Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus
untuk beton.
2. Agregat Kasar
Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil alam atau berupa
batu pecah (split, cipping). Pada umumnya, yang dimaksud agregat kasar
adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm.
21
Agregat kasar harus terdiri butir-butir yang beraneka ragam
besarnya, dengan syarat: sisa di atas ayakan 31,5 mm harus 0%
berat, sisa di atas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90% dan 98%
berat dan selisih antara sisa-sisa komulatif di atas dua ayakan yang
berurutan maksimum 60% dan minimum 10% berat.
Besar butir agregat terbesar tidak boleh lebih dari: seperlima dari
jarak terkecil antara bidang-bidang samping cetakan, sepertiga dari
tebal pelat atau tigaperempat dari jarak bersih terkecil di antara
batang-batang atau berkas-berkas tulangan.
3. Semen
Semen berfungsi sebagai pengikat bahan-bahan agregat dalam
pembuatan beton. Sifat utamanya adalah mengikat dengan adanya air dan
mengeras secara hidrolik. Hidrolik berarti bahwa semen bereaksi dengan
air dan membentuk suatu batuan yang keras (batuan-semen) dan kedap air.
22
Tanah liat yang mengandung senyawa SiO2, AI2O3, dan Fe2O3
pasir kwarsa/batu silikat ( ditambahkan apabila pada tanah liat
sedikit mengandung SiO2 ) dan pasir besi ( ditambahan apabila
tanah liat sedikit mengandung Fe2O3 )
Dalam memproduksi semen terdapat beberapa tahapan yag harus
dilakukan yaitu penggaalian, penghancuran, penghancuran awal,
penghalusan dan pencampuran bahan baku, pembakaran dan
pendinginan klinker serta penghalusan akhir dan pengemasan.
4. Air
Air diperlukan untuk pembuatan adukan dan perawatan beton. Air
yang akan digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yakni tidak
boleh mengandung bahan-bahan yang merusak beton/baja. Air tawar yang
memenuhi syarat air minum, tanpa diragukan boleh digunakan untuk
pembuatan adukan dan perawatan beton.
23
BAB 3
HASIL KUNJUNGAN
Laporan kunjungan ini kami susun menurut data-data, hasil survey, dan
wawancara yang kami peroleh dengan metode-metode tepat guna dengan maksud
agar karya tulis laporan kunjungan ini mudah dipahami dan dapat dipertanggung
jawabkan. Ada empat macam bahan dan material yang kami kunjungi yaitu bata
merah, batako, batu ( suplit ) dan pasir.
A. Bata Merah
Hasil survey mengenai bata merah yang kami kunjungi di salah satu
usaha pribadi yang dikelola oleh Bapak Samsul yaitu di Desa Toriki, Kec.
Anggaberi dapat dilihat pada table dibawah ini :
24
Bahan dasar pembuatan bata merah sebagai berikut:
25
Gambar 3.2 Pencetakan Adonan Bata Merah
Pengeringan, dilakukan secara manual dengan mengangin-anginkan dan
membola-balik bata hijau sekitar 2-7 hari, atau pada mesin pengering
dengan temperatur 37oC – 200oC selama 24 hingga 48 jam.
26
Tabel 3.2 Daftar Harga dari Batako
NO Bentuk Ukuran Harga Harga ( m³ ) Jumlah( m³ )
.
P : 40 cm
Rp.2.700/
1 Balok L : 20 cm Rp.1.080.000 400 biji
biji
T : 20 cm
27
Pencetakan, dapat dilakukan dengan cetakan manual atau dengan mesin
pres sederhana. Adonan yang selesai diaduk dimasukkan ke dalam
cetakan kemudian dipadatkan atau dipres, selanjutnya diletakkan di
tempat yang terlindung dari panas matahari maupun hujan. Untuk
mencetak batako, dapat dilakukan dengan alat cetak sederhana atau
batako dapat dicetak menggunakan mesin dengan ukuran lebih besar dan
efisien.
28
C. Pasir
Berdasarkan hasil survey mengenai pasir yang kami lakukan di CV.
Rafil Jaya salah satu usaha yang dikelola oleh Bapak Syafiudin yang
berada di Unaha Kendari Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa pasir
yang ditambang termasuk kedalam golongan agregat halus sebagai
material penyusun beton menurut Peraturan Beton Bertulang Indonesia,
1971, yang menyatakan bahwa :
1. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, serta
bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca);
2. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% berat
kering. Yang dimaksud lumpur adalah bagian-bagian yang lolos
ayakan 0,063 mm.
3. Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan organis terlalu
banyak, yang dapat mengurangi kekuatan beton sampai 95%.
29
dikarenakan harga ongkos tergantung dari jara si pembeli. Berikut adalah
gambar yang terkait dengan kegiatan.
D. Suplit
Hasil survey mengenai Suplit yang kami lakukan di UD. MANNA
salah satu usaha yang dikelola oleh Bapak Jihad yang berada di Jl.
Martandu Kambu Kendari Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa suplit
yang dipecah daribatu kali ( batu moramo ) termasuk kedalam golongan
agregat kasar sebagai material penyusun beton menurut Peraturan Beton
Bertulang Indonesia, 1971, yang menyatakan bahwa :
1. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori, serta bersifat kekal (tidak pecah atau hancur oleh pengaruh
cuaca);
2. Agregat kasar tidak boleh mengandung butir-butir yang pipih lebih
dari 20% dari berat seluruhnya.
Berikut adalah beberapa foto terkait kegiatan :
30
Batu Suplit yang kami kunjungi diolah atau dierjakan dengan
menggunakan mesin pemecah batu dimana batu yang mereka gunakan adalah
batu moramo dimana harga pasokan yang dipatok dalam pemasaran adalah Rp.
185.000 per Kubik ( m³ ). harga belum termasuk dengan ongkos kirim dan gaji
pekerja adalah [Link] jika di akumulasikan maka harga suplit siap
ditempat termasuk dengan gaji pekerja Rp.350.000 – Rp.500.000 dikarenakan
ongkos pengiriman disesuaikan dengan jarak si pembeli.
31
BAB 4
PENUTUP
1. Kesimpulan
Batuan adalah salah satu elemen pembentuk bumi. Bumi memiliki
berbagai macam batuan. setiap batuan memiliki manfaat bagi kehidupan
manusia. Manfaat tersebut dipakai manusia untuk memenuhi kebutuhan
manusia salah satunya adalah dengan memnfaatkan batu sebagi bahan
banguan untuk tempat hunian
Berdasarkan fungsinya sebagai bahan bangunan maka batu dinilai
memiliki karakteristik yang kuat dan kokoh. Ada tiga contoh batu yang
telah dikelola hingga mampu dijadikan bahan bangunan yaitu bata merah,
batako dan beton
2. Saran
Sebagai manusia yang tak sempurna kami sadar bahwa laporan
yang kami buat masih jauh dari kata sempurna maka dari itu kami sangat
mengharapkan saran serta kritikan dari para pembaca.
32