0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Implementasi Program Kerja RSUP 2023

Laporan tahunan RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar tahun 2023 menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan medis, namun dihadapkan pada tantangan kekurangan SDM dan pengadaan alat. Direktorat baru SDM, Pendidikan, dan Penelitian berfokus pada peningkatan kualitas SDM meskipun menghadapi kendala pelatihan dan digitalisasi. Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional berhasil meningkatkan pendapatan dan efisiensi, tetapi perlu memperbaiki integrasi sistem dan pemasaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Implementasi Program Kerja RSUP 2023

Laporan tahunan RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar tahun 2023 menunjukkan peningkatan signifikan dalam layanan medis, namun dihadapkan pada tantangan kekurangan SDM dan pengadaan alat. Direktorat baru SDM, Pendidikan, dan Penelitian berfokus pada peningkatan kualitas SDM meskipun menghadapi kendala pelatihan dan digitalisasi. Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional berhasil meningkatkan pendapatan dan efisiensi, tetapi perlu memperbaiki integrasi sistem dan pemasaran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA

Berdasarkan laporan tahunan RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar tahun 2023, berikut
penjelasan implementasi program perencanaan rumah sakit dari masing-masing direktorat:

1. Direktorat Pelayanan Medik dan Keperawatan

Tugas & Fungsi:

 Mengelola pelayanan medik, keperawatan, dan penunjang medis serta nonmedis.


 Fokus pada mutu, keselamatan pasien, dan efisiensi biaya layanan.

Implementasi Program:

 Kendala: Kekurangan tenaga medis dan nonmedis untuk mendukung operasional gedung
baru, serta keterlambatan pengadaan alat kesehatan menghambat optimalisasi layanan.
 Pencapaian:
o Kunjungan rawat jalan meningkat 108% dibanding 2022.
o Pelayanan rehabilitasi medik meningkat 77%.
o Jumlah operasi naik 93%.
o Layanan IGD umum dan obgyn meningkat masing-masing 41% dan 12%.
o Pelayanan rawat inap naik 35,29%.

Strategi: Fokus pada peningkatan volume dan mutu layanan dengan pengembangan jenis
pelayanan spesialis dan subspesialis, serta optimalisasi SDM dan sarana layanan.

2. Direktorat Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian

Tugas & Fungsi:

 Mengelola SDM, pendidikan, pelatihan, serta penelitian dan pengembangan teknologi di


bidang pelayanan kesehatan.

Implementasi Program:

 Tantangan: Merupakan direktorat baru tahun 2023, sehingga masih dalam tahap
penyesuaian dan konsolidasi.
 Permasalahan:
o SDM belum merata dari sisi kualitas & kompetensi.
o Sistem remunerasi belum berbasis IT.
o Alokasi anggaran pelatihan rendah dan jam pelatihan pegawai masih minim.
 Langkah Perencanaan:
o Penyusunan sistem pengembangan SDM berdasarkan beban kerja (ABK).
o Perencanaan pelatihan terstruktur untuk mendukung kompetensi teknis dan
manajerial.
o Penguatan integrasi nilai organisasi ke seluruh lapisan SDM.

3. Direktorat Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional

Tugas & Fungsi:

 Bertanggung jawab atas perencanaan strategis, anggaran, pengelolaan keuangan,


akuntansi, sarana-prasarana, hukum, sistem informasi, dan operasional umum rumah
sakit.

Implementasi Program:

 Kendala:
o SIMRS belum optimal dan belum terintegrasi menyeluruh.
o Pemasaran layanan kurang proaktif, terutama untuk pasien non-BPJS.
o Sistem remunerasi belum berbasis IT.
 Capaian 2023:
o Realisasi anggaran mencapai 95,62% dari Rp252,8 miliar.
o Pendapatan rumah sakit meningkat 93,21% dari tahun sebelumnya.
o Tingkat kesehatan BLU memperoleh skor total 88 (kategori AA).
o Sumber dana dari APBN dan PNBP (BLU) terealisasi hampir maksimal.
 Langkah Strategis:
o Penguatan pengelolaan keuangan dengan sistem transparan dan akuntabel.
o Pemanfaatan dan perawatan BMN dilakukan dengan rencana yang lebih efisien.
o Integrasi dua UPT (BBKPM dan BKTM) untuk efisiensi struktural dan layanan.

Dalam bentuk tabel

Capaian Utama Kendala yang Langkah/Program


Direktorat Tugas Pokok
2023 Dihadapi Strategis
- Kekurangan
Pengelolaan - Rawat jalan SDM -
- Optimalisasi SDM -
Pelayanan pelayanan medik, naik 108% - Pengadaan alat
Penambahan jenis
Medik & keperawatan, Operasi naik tidak sinkron
layanan - Kendali mutu
Keperawatan penunjang medis 93% - Rawat dengan sarana -
dan keselamatan pasien
& non-medis inap naik 35,29% Klaim BPJS
bermasalah
SDM, Pengelolaan - Direktorat baru - Jam pelatihan - Implementasi pelatihan
Pendidikan & SDM, pelatihan, - Perencanaan rendah - Sistem berbasis kebutuhan -
Penelitian pendidikan dan ABK mulai remunerasi Penguatan nilai
Capaian Utama Kendala yang Langkah/Program
Direktorat Tugas Pokok
2023 Dihadapi Strategis
diterapkan - belum berbasis
organisasi -
penelitian Mulai IT - Kompetensi
Pemutakhiran sistem
kesehatan pembenahan pegawai belum
SDM
kompetensi SDM merata
Perencanaan - SIMRS belum
- Realisasi - Integrasi UPT
strategis, optimal -
Perencanaan, anggaran 95,62% (BBKPM & BKTM) -
anggaran, Pemasaran
Keuangan & - Pendapatan Peningkatan sistem
SIMRS, layanan layanan kurang -
Layanan naik 93,21% - informasi - Penguatan
hukum, Koordinasi antar
Operasional Skor kinerja kontrol anggaran &
pemeliharaan unit belum
BLU: 88 (AA) layanan
sarana optimal

Berdasarkan tabel di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa:


1. Direktorat Pelayanan Medik & Keperawatan
Berhasil mendorong peningkatan volume layanan secara signifikan, termasuk rawat jalan dan
tindakan bedah.
Namun, terbentur pada kurangnya tenaga dan tidak sinkronnya pengadaan alat & ruang.
Fokus pada peningkatan mutu layanan, safety pasien, dan efisiensi penggunaan gedung baru.
2. Direktorat SDM, Pendidikan & Penelitian
Sebagai unit baru, masih beradaptasi.
Fokus pada peningkatan kualitas SDM dan manajemen kompetensi berbasis kebutuhan aktual
rumah sakit.
Terkendala kurangnya pelatihan dan sistem SDM yang belum didigitalisasi.
3. Direktorat Perencanaan, Keuangan & Layanan Operasional
Berhasil menjaga efisiensi belanja dan meningkatkan pendapatan dengan strategi integrasi unit
dan optimalisasi layanan.
Tantangan terbesar adalah pada integrasi sistem dan pemasaran.
Tahun 2023 juga mencakup penggabungan dua UPT (BBKPM dan BKTM), yang menambah
kompleksitas manajemen.

Anda mungkin juga menyukai