0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Jenis-Jenis Syok dan Penanganannya

Dokumen ini berisi soal-soal mengenai syok, resusitasi, dan penanganan kondisi medis seperti diabetes melitus dan fraktur. Terdapat pertanyaan tentang klasifikasi syok, gejala, dan intervensi keperawatan yang tepat untuk berbagai situasi klinis. Soal-soal ini ditujukan untuk menguji pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen pasien dalam konteks medis.

Diunggah oleh

rickydwi257
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Jenis-Jenis Syok dan Penanganannya

Dokumen ini berisi soal-soal mengenai syok, resusitasi, dan penanganan kondisi medis seperti diabetes melitus dan fraktur. Terdapat pertanyaan tentang klasifikasi syok, gejala, dan intervensi keperawatan yang tepat untuk berbagai situasi klinis. Soal-soal ini ditujukan untuk menguji pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen pasien dalam konteks medis.

Diunggah oleh

rickydwi257
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL GADAR 2024

NAMA LENGKAP*

sugeng

NIM*

11232232

Beberapa jenis syok adalah syok hipovolemik, syok kardogenik, syok distributif dan syok obstruksi,
maka yang termasuk jenis syok distributif adalah :*

Syok karena sepsis

Syok karena perdarahan

syok karena CHF

Syok karena tension pnemothorak

Syok karena ruptur jantung

Sedangkan yang termasuk syok obstruksi adalah :*

Syok karena sepsis

Syok karena perdarahan

syok karena CHF

Syok karena tension pnemothorak

Syok karena ruptur jantung

Bila pasien terserang nyeri yang hebat maka akan terjadi syok :*

Hipovolemik

Kardogenik, syok

Distributif

Obstruksi

Bukan jawaban diatas

Dibawah ini adalah gejala yang membedakan antara syok sepsis dengan syok hipovolemik , maka
gejala syok hipovolemik adalah, kecuali :*

Takikardia, vasokonstriksi perifer,

Produksi urin < 0.5 cc/kg/jam,

Tekanan darah sistolik turun


menyempitnya tekanan nadi

Kulit hangat

Bila syok memburuk, beberapa organ mengalami kegagalan, kecuali :*

Bisa timbul bekuan darah di dalam pembuluh darah

Penimbunan cairan dan pembengkakan

tekanan darah meningkat

Gangguan pernafasan dan penurunan kadar oksigen dalam darah

Produksi air kemih berkurang

Tujuan resusitasi pasien dengan sepsis berat atau yang mengalami hipoperfusi dalam 6 jam pertama
adalah, kecuali :*

saturasi oksigen >70%.

CVP 8-12 mmHg

MAP >65 mmHg

urine ≤ 0,5 ml/kg/jam

urine 0,5 ml/kg/jam

Bila kehilangan darah sebesar 30-40% EBV (Estimasi Blood Volume) maka termasuk dalam Klasifikasi
dari syok hipovolemik yaitu :*

Kelas I

Kelas II

Kelas III

Kelas IV

Kelas V

Bila kehilangan darah sebesar < 15% EBV (Estimasi Blood Volume) maka termasuk dalam Klasifikasi
dari syok hipovolemik yaitu :*

Kelas I

Kelas II

Kelas III

Kelas IV
Kelas V

Bila tanda dan gejalanya : takikardi > 120x/menit, takipnoe30-40 x/menit, produksi urin 20-30 cc/jam
maka gejala tersebut masuk dalam klasifikasi syok yaitu :*

Kelas I

Kelas II

Kelas III

Kelas IV

Kelas V

Bila rata-rata EBV pasien dewasa laki-laki adalah 75 ml/kgBB, maka Bila BB pasien 70 kg dan
peradarahan yang terjadi adalah sebesar 500 ml, maka pasien telah kehilangan darah sebesar :*

< 15%

15 – 30 %

30 – 40%

40 – 50%

> 50%

Seorang laki-laki, umur 40 tahun dibawa ke UGD dengan DM. Dari Analisa dokter klien dicurigai
ketoasidosis diabetikum. Pengkajian apa yang harus dicatat ?*

Berkeringat dan tremor

Kelaparan dan hipertensi

Pilek, kulit basah dan mudah tersinggung

Nafas berbau buah dan penurunan tingkat kesadaran

Kebingungan dan sakit kepala

Seorang laki-laki, umur 50 tahun, dirawat di ruang bedah rencana operasi amputasi kaki. Klien
dijelaskan oleh dokter bahwa amputasi untuk mempertahankan hidup. Klien sangat marah dan
berkata kepada perawat bahwa ini semua kesalahan rumah sakit. Saya telah melakukan semua yang
telah diminta! Manakah intervensi keperawtan yang terbaik untuk situasi tersebut?*

Mekanisme koping yang diduga / diharapkan

Mekanisme koping tidak efektif

Kebutuhan ubtuk memberitahu pengacara rumah sakit


Eksplorasi kesalahan pada klien

Ekpresi kemarahan

Seorang laki-laki, umur 56 tahun dibawa ke UGD dengan DM. Hasil pemeriksaan diperoleh : GD
puasa 120 mg/dl, suhu tubuh 38,4 C, frekuensi nadi 88x/ menit, frekuensi napas 22x/ menit dan TD
100/70 mmHG. Manakah hasil yang paling menjadi perhatian perawat?*

Nadi

Pernapasan

Suhu tubuh

Tekanan Darah

Gula darah puasa

Seorang laki-laki, umur 60 tahun dibawa ke UGD dengan DM dan mengalami gagal ginjal progresif
dalam 2 tahun ini. Dialisis belum dilakukan. Hasil pemeriksaan diperoleh : Hb 9 gr/dl, Hematokrit
28%, hasil apus darah tepi menunjukkan sel-sel eritrosit dan MCV 94 nomositer dan normokromik.
Apakah penyebab kondisi pasien tersebut?*

Perdarahan akut

Leukemia

Anemia sideroblast

Defisiensi erythropeitin

Defisiensi enzim eritrosit

Seorang laki-laki, berumur 45 tahun dirawat dengan keluhan luka pada kaki kanan, dengan diagnose
Diabetes melitus. Hasil pengkajian diperoleh nyeri tekan pada pangkal ibu jari, skala 3 (1-10), luas
luka dengan diameter 1x1 cm , berwarna hitam dan berbau. TTV TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi
90x/menit, frekuensi nafas 18x/menit, suhu 37,5 C. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus
tersebut?*

Nyeri akut

Hipertensi

Risiko infeksi

Kerusakan integritas kulit

Gangguan perfusi jaringan perifer

Berikut ini adalah faktor pencetus terjadinya ketoasisodosis diabetikum, kecuali :*


Infeksi

Infark Miokard Akut

Pankreatitis akut

Penggunaan obat Insulin

Penggunaan obat golongan steroid

Sedangkan kriterian diagnostic KAD adalah sebagai beirikut, kecuali :*

Kadar GD > 250 mg/dl

PH < 7,3

HCO3 rendah

Anion Gap rendah

Keton serum positif

Komplikasi dari KAD adalah sebagai berikut, kecuali :*

Syok hipovolemik

Edema paru

Edema otak

Hiperkalemia

Hipoglikemia

Penanganan KAD*

Rehidrasi

Pemberian Insulin

Kontrol Kalium

Berikan O2 bila PO2 > 80 mmHg

Berikan Antibiotik

Berikan insulin RI drip 90mU/kgBB/jam dalam NaCl 0,9% dengan BB : 50 kg, oplosan Actrapid 10 ml
dimasukkan ke dalam NaCl 0,9% 48 ml dengan spuit 50 ml. dengan instruksi 90 IU/kgBB/jam maka
tetesannya dengan syringepump adalah :*

6,37 cc/jam

7,37 cc/jam
8,37 cc/jam

9,37 cc/jam

10,37 cc/jam

Gejala klinis pasien mengalami fraktur adalah sebagai berikut, kecuali :*

Deformitas

Bengkak

Nyeri

Warna merah

Adanya luka

Pendekatan diagnosis patah tulang adalah dengan Look, fee dan move. Berikut ini adalah
pendekatan dengan feel pada fraktur adalah :*

Tampak terjadi pemendekan

Warna kulit kebiruan

Terjadi rotasi sendi

Digerakkan secara normal sakit

Nadi pulsasi lemah

Seorang laki-laki berumur 30 tahun, jatuh dari motor. Hasil pemeriksaan : pasien tampak lemah, ada
Riwayat terbentur daerah leher dengan benda tumpul, , kesakitan daerah leher apalagi bila
digerakkan, TD 90/60frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi nafas 25 x/menit, rogent menujukkan
fraktur cervical 3-4 . Penatalaksanaan fraktur yang tepat pada kasus tersebut adalah?*

Berikan posisi spine

Pasang neckcollar

Kompres dingin

Ganjal 2 bantal

Atur posisi miring mantap

Kerusakan tulang karena kelemahan yanag terjadi sesudah berulang-ulang ada tekanan berlebihan
yang tidak lazim adalah :*

Fraktur dahan patah ( greenstick fracture )

Fissura fraktur
Fraktur yang lengkap (complete fraktur)

Fraktur tekan ( stress fracture )

Impacted fracture

Seorang lak-laki, umur 45 tahun , dibawa ke UGD karena kecelakaan sepeda motor. Hasil
pemeriksaan didapatkan pada tibia bengkak, krepitasi dan tidak dapat digerkakkan, hasil rongent
menunjukksn frsktur tertutup tibia kanan, Compos Mnetis, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi
90x/menit, frekuensi napas 24x/ menit, dan suhu 370C serta rencana konsul ke ortopedi. Apakah
Tindakan yang tepat pada kasus tersebut?*

Pasang bidai daerah fraktur

Tinggikan daerah yang fraktur

Observasi perdarahan

Kaji intensitas nyeri

Kompres dingin

Termasuk dalam stadium apakah bila osteoclast dan osteoblast menjadi Lamellar :*

Stadium pembentukan hematom

Stadium proliferasi sel

Stadium pembentukan kallus

Stadium konsolidasi

Stadium Remodeling

Seorang perempuan, umur 35 tahun, dibawa ke UGD karena kecelakann bermotor. Hasil Pengjian
didapatkan nadi lemah, frekuensi nadi 120x/menit, akaral dingin, suhu 37oC, sianosis, kesadaran
menurun , tampak fraktur femur dan telah di balut bidai. Apakah Tindakan yang tepat selanjutnya
pada kasus tersebut?*

Kontrol perdarahan dengan balut tekan

Berikan cairan kristaloid,guyur

Selimuti klien dengan selimut tebal

Ambil darah untuk crossmatch

Seorang laki-laki, umur 35 tahun, dibawa ke UGD karena kecelakann bermotor. Hasil Pengjian
didapatkan nadi lemah, frekuensi nadi 120x/menit, akaral dingin, suhu 37oC, sianosis, kesadaran
menurun , tampak fraktur femur terbuka, nyeri skala 4 (1-10), perawat melakukan balut tekan lalu
dibidai. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?*

Hipovolemia

Nyeri Akut

Risiko penurunan curah jantung

Risiko syok

Risiko penuruan perfusi perifer

Seorang laki-laki, umur 30 tahun, dibawa ke UGD karena kecelakann bermotor. Hasil Pengkajian
didapatkan , kesadaran menurun , tampak fraktur femur terbuka, nyeri skala 4 (1-10), perawat
melakukan balut bidai. Apakah syarat yang tepat pembidaian pada kasus tersebut?*

Bidai mencakup 2 sendi

Bidai mencakup 2 tulang

Bidai tidak terlalu kencang

Cek pulasasi perifer

Bidai harus dari kayu

Tanda dan gejala Kompartemen syndrome adalah sebagai berikut, kecuali :*

Pain

Pallor

Pulselesnes

Parastesi

Tampak fraktur

Pada kejadian Kompartemen syndrome dapat menimbulkan kecacatan permanen pada syaraf bila :*

> 2 jam setelah iskemia pada daerah Kompartemen syndrome

> 3 jam setelah iskemia pada daerah Kompartemen syndrome

> 4 jam setelah iskemia pada daerah Kompartemen syndrome

> 5 jam setelah iskemia pada daerah Kompartemen syndrome

> 6 jam setelah iskemia pada daerah Kompartemen syndrome


Berikut adalah penangan Kompartemen syndrome, kecuali :*

Elevasi tungkai setinggi jantung

Fasiotomi

Stabilisasi Fraktur

Pemberian obat inflamasi

Amputasi

Suatu kondisi dimana posisi kulup tidak dapat ditarik ke posisi semula disebut :*

Fimosis

Parafimosis

Torsio testis

Varikokel

Hidrokel

Berikut adalah Etiologi fimosis, kecuali :*

Ruang yang cukup antara preputium dan kulup

kongenital

penumpukan smegma

hygiene buruk

ruang sempit antara preputium dan kulup

Preputium tidak dapat diretraksi sama sekali , termasuk kategori derajat :*

Manifetasi klinis fimosis, kecuali :*

sulit BAK

balloning
nyeri berkemih

preputium sulit kembali

preputium mudah terbuka

Manifestasi klinis parafimosisis, kecuali :*

Preputium membentuk cincin di gland penis

Tidak terjadi retensi urin

terjadi retensi urin

Nyeri saat BAK

Kulit penis tidak bisa dikembalikan kedepan pasca senggama

Komplikasi yang terjadi pada parafimosis, kecuali :*

perdarahan

nyeri

infeksi

gangren

cedera saluran kemih

Pengkajian yang dilakukan untuk mendapatkan data pada pasien parafimosis, kecuali :*

Identitas pasien

Keluhan utama

Kaji riwayat terdahulu

Pemeriksaan fisik

pemeriksaan laboratorium

Anda mungkin juga menyukai