Site Plan Perumahan Taman Sentosa II
Site Plan Perumahan Taman Sentosa II
id
Satu Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program D-III Teknik Sipil Jurusan
Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta
Dikerjakan oleh :
BAYU WIBOWO
NIM : I 8706020
HALAMAN PERSETUJUAN
PERENCANAAN SITE PLAN PERUMAHAN
TUGAS AKHIR
Dikerjakan oleh :
BAYU WIBOWO
NIM : I 8706020
Telah disetujui untuk dipertahankan Tim Penguji Pendadaran
Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta
Diperiksa dan disetujui,
Dosen Pembimbing
LEMBAR PENGESAHAN
PERENCANAAN SITE PLAN
PERUMAHAN TAMAN SENTOSA TAHAP II
KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
TUGAS AKHIR
Dikerjaan oleh:
BAYU WIBOWO
I 8706020
Dipertahankan di depan Tim Penguji Ujian Pendadaran Fakultas Teknik Universitas Sebelas
Maret dan diterima dengan memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Ahli
Madya.
Pada hari: Senin
02 Agustus 2010
Dipertahankan di depan Tim Penguji:
1. Ir. Adi Yusuf Muttaqien, MT ……………………………..
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini dengan baik
Dengan adanya laporan Tugas Akhir ini, penyusun berharap semoga laporan ini berguna bagi
para pembaca dalam mempelajari perencanaan tata ruang suatu wilayah, serta dapat
menambah pengetahuan secara teori yang diperoleh di bangku kuliah, menambah wawasan
serta pengalaman kerja di lapangan secara langsung.
Atas bimbingan, saran, arahan dan segala sesuatu yang bermanfaat dalam pelaksanaan kerja
praktek ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dekan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta beserta staf.
2. Ir. Bambang Santoso, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
3. [Link] Prayitno, MT selaku Ketua Program D-III Teknik Sipil Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
4. Bapak Ir. Solichin, MT. selaku dosen pembimbing akademik.
5. Bapak Ir. Adi Yusuf Muttaqien, MT selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
pengarahan selama pengerjaan tugas akhir ini.
6. Kepala Pimpinan [Link] Abadi Santosa.
7. Segenap karyawan-karyawati [Link] Abadi Santosa yang telah membantu kami dan
memberikan petunjuk dalam melaksanakan penyelesaian tugs akhir ini.
8. Kedua orang tua dan Saudara-saudara saya yang telah memberikan semua yang terbaik
demi kelancaran selama perkuliahan dan penyusunan laporan ini.
9. Seorang yang selalu di hatiku yang selalu men-suport dan mamberi saya inspirasi untuk
selalu maju dan bersemangat untuk menjadi yang lebih baik.
[Link] [Link]
MOTTO
Tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita mau berusaha
Selalu berusaha untuk fokus dalam melakukan setiap pekerjaan agar mendapatkan
hasil yang terbaik
PERSEMBAHAN
Tugas akhir ini penyusun persembahkan untuk:
Ibu dan Bapak, untuk kasih sayang yang tak lekang oleh waktu dan pelajaran
berharga dari mereka untuk berbagi, mencintai, menghargai, berbakti, serta selalu
mensyukuri karunia yang telah diperoleh daripada merasa gelisah karena
menghendaki lebih banyak. Dan aku merasa bersyukur karena aku terlahir ke dunia
berkat mereka.
Semua anak Infras ’06. Kalian adalah sahabatku yang berharga, dan aku merasa
terhormat memiliki teman seperti kalian. Tolong maafkan aku, bila aku pernah
meninggalkan lubang di pagar hati kalian.
Seseorang yang selalu dihatiku, terima kasih atas doa dan dorongan
semangatnya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini. Tetep semangat
untuk jalani hidup ini.
Kepada sahabat ku, fajar dan rian, kalian sahabat terbaik ku, terimakasih atas
semua bantuan yang kalian berikan selama ini kepada saya.
10. Teman-teman seperjuangan saya, mbak Nida yang telah membantu saya.
11. Seluruh rekan-rekan mahasiswa D III Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan UNS angkatan
2006 yang telah memberikan bantuan dan semangat dalam penyusunan laporan tuagas akhir.
12. Seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah membantu
kelancaran tugas akhir hingga terwujudnya laporan ini.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…...……………………………………………………. i
HALAMAN PERSETUJUAN ....……………………………..…………..... ii
HALAMAN PENGESAHAN ....…………………………………………..... iii
HALAMAN MOTTO...……………......…………………………….............. iv
HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... v
ABSTRAK ........................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR…………………………………………….................. vii
DAFTAR ISI ......…………...……………………......……………………...... ix
DAFTAR PERSAMAAN………………………………………………….... xii
DAFTAR TABEL…...……………………………………………………...... xiii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………….…....... xiv
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ......……………………………………...………… 1
1.2. Permaslahan..........…………………………………….................... 2
1.3. Batasan Masalah ….......…..……………….…………...…………. 2
1.4. Tujuan ........................………….......……………………...………. 2
1.5. Manfaat Penilitian.....………….......……………………….……….. 3
1.5. Metode Penilitian......………….......……………………….……….. 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka.. ............................................................................ 4
2.1.1. Pengertian Rumah.................................................................... 4
2.1.2. Aspek Perencanaan Perumahan............................................... 6 x
[Link] [Link]
4.2. Pembahasan………………….…………………............................ 31
4.2.1. Perbandingan antara Wilayah Terbangun
dengan Wilayah Terbuka…………………………………... 31
4.2.2. Perizinan…............................................................................ 31
4.2.3. Konsep Pola Hunian.............................................................. 31
4.2.4. Prasarana, Sarana dan Utilitas Lingkungan Perumahan........ 32
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan……......………………………………....................... 34
5.2. Saran............................................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 35
PENUTUP......................................................................................................... 36
LAMPIRAN xii
................................................... L.1 – L.4
[Link] [Link]
ABSTRAK BAYU WIBOWO, 2010, "PLANNING HOUSING SITE PLAN PHASE II SUB
SENTOSA PARK DISTRICT NGEMPLAK BOYOLALI" Housing is a group home that
serves as a neighborhood or residential environment equipped with the infrastructure and the
environment (Act No.4 of 1992). Therefore, housing is one of the elements involved in the
development of the region. When viewed at the macro level, in the construction, particularly
housing and settlement development, should be synchronized between the two systems,
namely urban and rural areas. This should be pursued in order to avoid over-loaded
(overloaded) on residential environment in urban areas that can cause potential adverse
effects for urban areas and regions on the back (hinterland), which usually is a rural area.
Therefore, planning a housing plays a very important role in controlling the rate of
development so that positive and sustainable impact. Planning has to be done, starting from
the planning of the houses until the settlement of environmental planning and urban space,
even up to regional planning Data collected through literature studies and using data held by
relevant agencies in this regard is the Sentosa Park District Housing Ngemplak. Methods of
data processing is done manually by using direct measurements in the field to search the
entire area of land to be built Sentosa Park Housing Complex Phase II. After calculation, the
land that was built in Taman Sentosa Housing Phase II consists of spacious housing facilities
(wake up) 67.52% and the area of environmental facilities (open) 32.42% with a total of
25619.2 m2, which means the ratio between the areas eligible awoke with an open region that
is equal to 70%: 30%. Sentosa Park Phase II housing plan as much as 158 units of residential
buildings. Keywords: Housing Planning.
[Link] [Link]
Suatu kota atau wilayah merupakan tempat beraktivitas masyarakat yang ada di dalamnya.
Seperti halnya masyarakat yang terus bergerak, maka suatu wilayah juga akan tumbuh dan
berkembang seiring dengan waktu. Perumahan sebagai salah satu pertumbuhan fisik dalam
suatu wilayah yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang dapat berfungsi sebagai sarana
produksi keluarga merupakan titik strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya dan
merupakan pintu masuk ke dunia yang menjanjikan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (UU No.4 tahun
1992). Oleh karena itu, perumahan merupakan salah satu elemen yang terkait dalam
pembangunan wilayah. Mengacu pada pentingnya fungsi perumahan dalam perencanaan
suatu wilayah, diperlukan upaya untuk dapat memahami permasalahan dan potensi yang
terkandung dalam suatu kelompok hunian. Tidak hanya itu saja, perlu adanya identifikasi dan
analisis yang berkaitan serta menjadi masukan berharga bagi perencanaan suatu kawasan.
Oleh karena itulah diperlukan suatu latihan dan simulasi yang berorientasi ke kondisi riil
lapangan tentang kondisi dan kualitas suatu kelompok hunian. Pembangunan perumahan
memiliki banyak dimensi di mana sebagian besar darinya merupakan proses perkembangan
sosial dan bagian lainnya merupakan proses ekonomi politik dan sebagainya. Hal ini perlu
disadari dalam setiap pembahasan mengenai masalah perumahan.
1 Laporan Tugas Akhir Bab 1 Pendahuluan 2
[Link] [Link]
Tugas akhir ini mengambil lokasi di Perumahan Taman Sentosa yang terletak di Kecamatan
Ngemplak Kabupaten Boyolali yang mengacu pada Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK)
Kecamatan Ngemplak. Perumahan Taman Sentosa direncanakan sebagai daerah
pengembangan perumahan di daerah Kecamatan Ngemplak. Hal ini sebagai upaya untuk
mencukupi direncanakan perencanaan site plan yang terpadu untuk membangun perumahan
Taman Sentosa Tahap II Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Semoga dengan
pembangunan perumahan di Kecamatan Ngemplak bisa mencukupi kebutuhan perumahan di
daerah Ngemplak Boyolali khususnya Kabupaten Boyolali.
1.2. Permasalahan
a. Bagaimana penyusunan site plan komplek perumahan yang memenuhi standar.
b. Bagaimana menganalisis harga jual tanah.
Dalam penelitian ini agar masalah tidak melebar dan menjauh maka antar batasan wilayah
yaitu sebagai berikut:
a. Studi kasus dilakukan di Desa Ngargorejo Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
b. Perencanaan tidak menganalisis Infrastruktur.
c. Perencanaan site plan ini merupakan pengembangan dari Perumahan Taman Sentosa
Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
d. Harga jual tanah berdasarkan harga setempat.
1.4. Tujuan
a. Perencanaan Site Plan Perumahan Taman Sentosa Tahap II yang memenuhi standar.
b. Analisis harga jual tanah di Perumahan Taman Sentosa Tahap II.
Laporan Tugas Akhir Bab 1 Pendahuluan 3
[Link] [Link]
Mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teknik Sipil sesuai dengan teori yang didapat
di bangku perkuliahan.
b. Manfaat praktis
Melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait untuk memperoleh
data yang diinginkan.
2. Metode Studi Observasi
Dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek yang akan
dipelajari.
3. Metode Studi Pustaka
Dilakukan dengan cara mempelajari buku penunjang untuk melengkapi pengetahuan teoritis
maupun praktis, membandingkannya dengan kenyataan yang ada di lapangan.
Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka
Menurut Undang-undang No. 4 Tahin 1992 tentang perumahan dan pemukiman. “Perumahan
adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan
hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, utilitas umum dan fasilitas
sosial” dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan
lingkungan pemukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya, antara lain berupa : jalan,
saluran air, limbah dan saluran air hujan.
2. Utilitas umum adalah bangunan-bangunan yang dibutuhkan dalam sistem. Pelayanan
lingkungan yang diselenggarakan oleh instansi atau pemerintah, antara lain berupa : jaringan
listrik, gas, air bersih, telepon, pembuangan sampah dan pemadam kebakaran.
3. Fasilitas lingkungan adalah fasilitas yang berfungsi untuk penyelanggaraan dan
pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya, antara lain berupa : fasilitas
pendidikan, kesehatan, perbelanjaan, niaga, pemerintahan, pelayanan umum, peribatan,
rekreasi, kebudayaan, olah raga dan lapangan terbuka serta fasilitas umum lainnya.
Bagi sebuah lingkungan perkotaan, kehadiran lingkungan perumahan sangatlah penting dan
berarti karena bagian terbesar pembentuk struktur ruang perkotaan adalah lingkungan
[Link] [Link]
permukiman. Oleh karena itu munculnya permasalahan pada suatu permukiman akan
menimbulkan dampak langsung terhadap permasalahan perkotaan secara menyeluruh.
Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa baik atau buruknya sistem perkotaan dipengaruhi
oleh baik buruknya lingkungan permukiman.
4 Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 5
[Link] [Link]
Unit rumah dengan satu ruang serba guna yang selanjutnya dapat dikembangkan oleh
penghuninya. Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 6
[Link] [Link]
Rumah kediaman yang mempunyai persil sendiri dan salah satu dinding bangunan induknya
tidak dibangun tidak tepat pada batas persil.
c. Rumah Kopel (Hunian gandeng dua)
Dua buah kediaman lengkap dimana satu sisi bangunan induknya menyatu dengan sisi satu
bangunan lain atau satu tampat kediaman lain, dan masing-masing mempunyai persil sendiri.
d. Rumah Deret (Hunian gandeng banyak)
Beberapa tempat kediaman lengkap dimana satu atau lebih dari sisi bangunan induknya
menyatu dengan sisi satu atau lebih bangunan lain atau tempat kediaman lain, tetapi masing-
masing mempunyai persil sendiri.
e. Rumah Susun (Hunian bertingkat)
Bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam satu lingkungan yang terbagi dalam
bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal,
dan merupakan satuan-satuan masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah,
terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi bagian bersama, benda bersama dan tanah
bersama. 2.1.2. Aspek Perencanaan Perumahan
Untuk membuat sebuah perencanaan perumahan dan betul-betul dapat menjawab tuntutan
pembangunan perumahan dan permukiman maka perlu dipertimbangkan secara matang
aspek-aspek perencanaanya. Keberhasilan pembangunan perumahan sebagai bagian dari
program pembangunan nasional memang tidak lepas dari aspek-aspek perencanaan yang
harus dipenuhinya. Implementasinya dapat kita lihat pada hasil yang sudah dicapai yang
meliputi pengembangan konsep pembangunan perumahan dan permukiman maupun
pembangunan fisik perumahan dan permukiman yang selanjutnya dimplementasikan oleh
pemerintah dalam bentuk kegiatan, program, dan proyek pembangunan perumahan dan
permukiman. Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 7
[Link] [Link]
Hal utama yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan perumahan adalah menejemen
lingkungan yang baik dan terarah, karena lingkungan suatu perumahan merupakan faktor
yang sangat menentukan dan keberadaannya tidak boleh diabaikan. Hal tersebut dapat terjadi
karena baik buruknya kondisi lingkungan akan berdampak terhadap penghuni perumahan.
Pertimbangan terhadap faktor-faktor lingkungan dalam perencanaan lingkungan perumahan
mutlak diperlukan karena pada hakekatnya proses terbentuknya lingkungan perumahan
merupakan akumulasi dari unit-unit rumah sebagai pembentuk perumahan tersebut. Oleh
karena itu dalam perencanaan perumahan diperlukan juga perencanaan terhadap lingkungan
perumahan tersebut, terkait perencanaan secara detail terhadap unit-unit rumah serta
perencanaan dan pencermatan terhadap lingkungan dimana perumahan tersebut berada.
Wawasan makro dapat diimplementasikan dengan menciptakan kondisi yang seimbang
antara lingkungan perumahan dengan lingkungan sebelum didirikannya perumahan tersebut.
Kita perlu memikirkan bahwa sebaiknya proses perubahan yang terjadi merupakan suatu
proses perubahan yang mengarah kepada keseimbangan. Seandainya terjadi perubahan maka
perubahan itu tetap masih berada pada batas ambang toleransi. Apabila ternyata daya dukung
alami lingkungan sudah tidak dapat mengimbangi lagi maka perlu diperlukan intervensi
Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 8
[Link] [Link]
treatment lingkungan, agar kelestarian lingkungan dapat tercipta. Dengan adanya upaya
tersebut maka pembangunan perumahan tidak akan menimbulkan dampak negatif, terutama
bagi lingkungan tersebut.
b. Daya Beli (Affordability)
c. Kelembagaan
Kelembagaan adalah badan atau organisasi yang bermaksud melakukan sesuatu usaha.
Keberhasilan pembangunan dalam suatu wilayah, baik di perkotaan maupun di pedasaan,
tidak terlepas dari peran pemerintah sebagai pihak yang berkewajiban untuk mengarahkan,
membimbing, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptanya keberhasilan itu.
Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan memegang peran penting dalam setiap
program pembangunan yang dijalankan. Apabila dikaji lebih jauh tentang unsur pelaku
pembangunan perumahan, maka peran swasta dalam hal ini pengembang (kontraktor)
sangatlah menentukan terciptanya arah dan laju pembangunan menuju masyarakat yang adil
dan sejahtera dengan tercukupinya segala kebutuhan, termasuk kebutuhan perumahan.
2.2. Landasan Teori
dan ibu hamil, penderita penyakit tertentu atas dasar pemenuhan azas aksebilitas (sesuai
dengan Kepmen No.468/Tahun 1998), yaitu :
1) Kemudahan, yaitu setiap orang dapat mencapai semua tempat atau yang bersifat umum
dalam suatu lingkungan;
2) Kegunaan, yaitu setiap orang harus dapat mempergunakan semua tempat atau bangunan
yang bersifat umum dalam suatau lingkungan;
3) Keselamatan, yaitu setiap bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan
terbangun, harus memperhatikan keselamatan bagi semua orang;
4) Kemandirian, yaitu setiap orang harus dapat mencapai, masuk dan mempergunakan semua
tempat atau bangunan yang bersifat umum dalam suatu lingkungan dengan tanpa
membutuhkan orang lain.
j. Dalam menentukan suatu besaran standar untuk perencanaan lingkungan perumahan yang
meliputi perencanaan sarana hunian, prasarana dan sarana lingkungan, menggunakan
pendekatan besaran kepadatan penduduk.
[Link] Persyaratan Lokasi Lokasi perumahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Lokasi perumahan harus sesuai dengan rencana peruntukan lahan yang diatur dalam
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau dokumen perencanaan lainnya yang ditetapkan
dengan Peraturan Daerah setempat, dengan kriteria sebagai berikut :
b. Lokasi perencanaan perumahan harus berada pada lahan yang jelas status kepemilikannya,
dan memenuhi persyaratan administratif, teknis dan ekologis.
[Link] [Link]
[Link].Panjang deretan kavling Panjang deretan kavling ditetapkan maksimal 100 m. Dengan
demikian maka pada setiap panjang jalan lingkungan pembagi mencapai 100 m, harus
bertemu dengan jalan lingkungan utama atau jalan lingkungan pembagi atau jalan lingkungan
pembantu. a a a b b b b cc
Gambar 2.1 Gambar Ukuran Lebar dan Panjang Kavling Sumber dari buku menelusuri
pembangunan perumahan
dan pemukiman Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 14
[Link] [Link]
Keterangan : a = Jalan utama dengan lebar minimal 7 meter b = Jalan lingkungan pembagi
dengan lebar minimal 3,6 m sebaiknya 5 m c = Jalan lingkungan pembantu dengan lebar 2 m
[Link].Jalan
a. Jalan penghubung atau jalan masuk
Yang dimaksud jalan penghubung atau jalan masuk adalah jalan yang menghubungkan antara
jalan masuk atau lokasi proyek dengan jaringan jalan umum menuju pusat kota yang telah
ada. Lebar jalan (ROW) penghubung minimal 7 m dengan lebar perkerasan minimal 3,50 m.
Apabila jalan penghubung tersebut masih di bawah 7 m lebarnya, maka diusahakan untuk
dapat diperlebar hingga 7 m. Yang dimaksud jalan masuk adalah jalan yang menghubungkan
antara jalan penghubung atau jalan yang telah ada dengan lokasi proyek. Lebar jalan masuk
minimal 7 m dengan lebar perkerasam minimal 3,50 m.
b. Jalan lingkungan utama
Yang dimaksud jalan lingkungan utama adalah jalan yang menghubungkan antara jalan
lingkungan pembagai satu dan jalan lingkungan pembagi lainnya dengan jalan masuk. Lebar
minimal 7 m dan ukuran lebar perkerasan sama dengan pada jalan penghubung.
c. Jalan lingkungan pembagi
Yang dimaksud jalan lingkungan pembagi adalah jalan untuk menuju ke kavling-kavling
yang ada. Untuk dapat memperoleh suatu perencanaan lingkungan yang baik, maka
sebaiknya lebar jalan Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori
15
[Link] [Link]
lingkungan pembagi dapat disesuaikan dengan besarnya rumah yang menghadap jalan
tersebut dengan ketentuan sebagai berikut :
§ Untuk rumah tipe inti hingga tipe 36 : lebar jalan lingkungan pembaginya minimal 3,60 m
dan sebaiknya dibuat > 5 m.
§ Umtuk tipe rumah di atas 36 hingga ipe 54 : lebar jalan lingkungan pembaginya minimal
6 m.
§ Untuk rumah tipe di atas 54 hingga tipe 70 : lebar jalan lingkungan pembagainya minimal
7 m.
Dalam hal panjang jalan pembagi dengan lebar di bawah 7 m, lebih dai 100 m, maka pada
ujung dari jalan tersebut harus ditemukan dngan sesuatu jalan yang lebarnya minimal 7 m.
Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan terhadap rumah-rumah yang ada
terutama pada waktu terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
2.3. Asumsi dan Kebutuhan Informasi
a. Data Dasar Lingkungan Perumahan
1 RT : terdiri dari 150 – 250 jiwa
1RW : terdiri dari 8 - 10 RT (2.500 jiwa)
1 Kelurahan : terdiri dari 10 – 12 RW (30.000 jiwa)
1 Kecamatan : terdiri dari 4 -6 kelurahan (120.000 jiwa)
1 Kota : terdiri dari sekurang-kurangnya 1 kecamatan
Jumlah penghuni rata-rata : 5 jiwa Kecapatan rata-rata pejalan kaki : 4.000 m/jam Jarak ideal
jangkauan pejalan kaki : 400 m Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan
Landasan Teori 16
[Link] [Link]
Persamaan 2.2 Rumus Luas Lantai Minimum Hunian per Orang Dewasa Laporan Tugas
Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 17
[Link] [Link]
Keterangan : U dewasa : Kebutuhan udara segar / orang dewasa / jam dalam satuan m3 Tp :
Tinggi plafon minimal dalam satuan m Rumus kebutuhan luas lantai minimum hunian per
anak :
Persamaan 2.3 Rumus Luas Lantai Minimum Hunian per Orang anak Keterangan : U anak :
Kebutuhan udara segar / anka-anak / jam dalam satuan m3 Tp : Tinggi plafon minimal dalam
satuan m Jadi bila satu kepala keluarga terkecil rata-rata terdiri dari 5 orang (ayah + ibu + 3
orang anak) maka kebutuhan luas lantai minimum dihitung sebagai berikut : Luas lantai
minimum utama = (2 x 9,6) + (3 x 4,8) m2 = 33,6 m2 Luas lantai pelayanan = 50% x 33,6 m2
= 16,8 m2 Total luas lantai = 51 m2 Laporan Tugas Akhir Bab 2 Tinjauan Pustaka dan
Landasan Teori 18
[Link] [Link]
Jika koefisien dasar bangunan 50%, maka luas kaveling minimum untuk keluarga dengan
anggota 5 orang :
Persamaan 2.4 Rumus Luas Kaveling Minimum Hunian Keluarga Keterangan : 100 :
Ketetapan prosentasi 50 : Koefisien dasar bangunan 51 : Total luas lantai
( 1 kel. = 5 orang )
2.5. Sarana Ruang Terbuka
Berikut ini adalah rumus-rumus untuk mengetahui perbandingan antara wilayah terbuka
dengan wilayah terbangun
Persamaan 2.5 Rumus Perhitungan Perbandingan Wilayah Terbangun dengan Luas lahan
total
Persamaan 2.6 Rumus Perhitungan Perbandingan Wilayah terbuka dengan Luas Lahan Total
Obyek penelitian ini adalah : Areal persawahan yang berada di selatan obyek wisata waduk
Cengklik desa Ngargorejo Kecamatan Ngemplak Kabuapten Boyolali.
3.3. Langkah-langkah Penelitian
Observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui dimana lokasi atau tempat dilakukannya
pengumpulan data yang diperlukan dalam penyusunan penelitian.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan data yang dimiliki oleh instansi yang
langsung mengelola perumahan tersebut serta pengukuran langsung di lapangan sebagai
perbandingan dan pelengkap.
c. Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah peralatan untuk mencatat hasil penelitian atau survey.
3.6. Mengolah Data
Setelah mendapatkan data yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mengolah data
tersebut. Pada tahap mengolah data atau menganalisis data dilakukan dengan menghitung
data yang ada dengan rumus yang sesuai. Hasil dari suatu pengolahan data digunalan kembali
sebagai data untuk menganalisis yang lainnya dan berlanjut seterusnya sampai mendapatkan
hasil akhir tentang pembuatan site plan tersebut. Adapun urutan dalam analisis data dapat
dilihat pada diagram alir pada Gambar 3.1 Laporan Tugas Akhir Bab 3 Metode Penelitian
22
[Link] [Link]
Seluruh data atau informasi primer maupun sekunder yang telah terkumpul kemudian diolah
atau dianalisis dan disusun untuk mendapatkan hasil akhir yang dapat memberikan solusi
mengenai perencanaan pembangunan Perumahan Taman Sentosa Tahap II di Desa
Ngargorejo Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali.
Pengumpulan Data :
1. Site Plan perumahan tahap I
2. Data Pengukuran (Survey lapangan)
3. Studi pustaka
Mulai
Perhitungan dan Perencanaan Site Plan Tahap II
Pembuatan Site Plan Perumahan Taman Sentosa Tahap II
Pembahasan dan Kesimpulan
Gambar 3.1 Diagram Alir Analisis Data
Selesai
Laporan Tugas Akhir Bab 4 Analisis dan Pembahasan 23
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Analisis Data
4.1.1. Hasil Pengukuran Lahan
Dari hasil pengukuran lahan di lapangan, didapat luas lahan total seluas 25.619,2m2 dan
ukuran lahan seperti gambar 4.1. dibawah ini : 230 125 125 231 m m m
Gambar 4.1 Gambar Ukuran Lahan Perumahan Taman Sentosa Tahap II
23 Laporan Tugas Akhir Bab 4 Analisis dan Pembahasan 24
[Link] [Link]
Luas lahan yang dibangun pada Perumahan Taman Sentosa Tahap II terdiri dari :
Luas fasilitas perumahan (terbangun) : 17.297,6 m2
Antara lain :
a. Perumahan : 16.091,2 m2
b. Sarana Ibadah : 480 m2
c. Gedung Pertemuan : 203,2 m2
d. Sarana Olahraga : 480 m2
e. TPS : 43,2 m2
Luas fasilitas lingkungan (terbuka) : 8321,6 m2
Antara lain :
a. Taman Bermain : 132,3 m2
b. Jalan : 8189,3 m2
c. Penghijauan : ( Tersebar )
dengan wilayah terbuka dengan perhitungan sebagai berikut : Wilayah terbangun= Luas
= 32,48 % Perbandingan antara wilayah terbangun dengan wilayah terbuka pada Perumahan
Taman Sentosa Tahap II adalah 67,52% : 32,48 % Hasil perencanaan dapat dilihat pada
lampiran
4.1.3. Perizinan
Perumahan Taman Sentosa Tahap II merencanakan bangunan hunian sebanyak 158 unit,
dengan perincian sesuai site plan sebagai berikut :
a. Rumah type 55 / 112 : 16 unit
b. Rumah type 55 / KLT : 10 unit
Laporan Tugas Akhir Bab 4 Analisis dan Pembahasan 26
[Link] [Link]
Pada pengembangan Perumahan Taman Sentosa Tahap II mencari konsumen terlebih dahulu
setelah itu baru proses membangun. Mengingat peruntukan pada Perumahan Taman Sentosa
Tahap I adalah untuk para anggota Polwil Surakarta, TNI AD Korem Warastrama, TNI AU
Adisumarmo dan umum, maka pada Perumahan Taman Sentosa Tahap II pun sama seperti
pada Perumahan Taman Sentosa Tahap I. Dalam perencanaan pengembangan Perumahan
Taman Sentosa Tahap II keadaan rumahnya menghadap Utara dan Selatan karena untuk
masyarakat wilayah Jawa Tengah lebih suka rumahnya menghadap utara dan selatan, karena
untuk menghindari panasnya sinar matahari.
4.1.5. Prasarana, Sarana dan Utilitas Lingkungan Perumahan
[Link]. Jalan
Salah satu prasarana penting yang harus disediakan secara baik dan terpadu adalah prasarana
jalan, khususnya jalan di kawasan perumahan yang juga merupakan bagian penting dari suatu
kota dalam sistem jaringan jalan sekunder. Bentuk perkerasan dari jalan tersebut adalah
perkerasan lentur dengan sirtu (pasir batu) dimana lapis permukaan dilapisi dengan paving,
jalan ini terdiri dari 1 lajur 2 arah. Jalan di dalam lingkungan Perumahan Taman Sentosa
Tahap II menggunakan paving, dengan karakteristik sebagai berikut : Laporan Tugas Akhir
Bab 4 Analisis dan Pembahasan 27
Tabel 4.1 Lebar Jalan (m) Panjang total jalan
karakteristik Jalan (m)
Lingkungan Type
Jalan
Row 6 3,5 984
Row 8 5 125
Laporan Tugas Akhir Bab 5 Kesimpulan dan Saran 3131 34
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KESIMPULAN
Perencanaan site plan Perumahan Taman Sentosa Tahap II di Desa Ngargorejo Kecamatan
Ngemplak Kabupaten Boyolali, diperoleh hasil :
a. Rasio bangunan dan sarana prasarana yang terdapat pada Perumahan Taman Sentosa
Tahap II telah sesuai dengan syarat-syarat pembangunan perumahan, yaitu 32,48% lahan
terbuka : 67,52% lahan terbangun.
b. Dalam perencanaan Perumahan Taman Sentosa Tahap II di dapat harga jual tanah per m2
adalah Rp.283.000/m2.
[Link] [Link]
5.2. SARAN
Untuk melengkapi hasil Perencanaa Site Plan Perumahan Taman Sentosa Tahap II,
disarankan melengkapi dengan perencanaan :
a. Sistem drainase
b. Infrastruktur jalan
c. Manajemen pengelolaan sampah
PENUTUP
Puji syukur kehadirat هللSWT yang telah membimbing dan selalau memberikan
petunjuk sehingga dapat terselesaikannya Laporan Tugas Akhir saya dengan judul
“Perencanaan Site Plan Perumahan Taman Sentosa Tahap II Kecamatan Ngemplak
Kabupaten Boyolali” dengan baik. Dan tidak terlupakan terima kasih saya ucapkan
terutama ayah – bunda yang telah memberi dorongan dan semangat serta do’a. Dan saya
juga mengucapkan terima kasih kepada teman – teman dan semua pihak yang telah
membantu terselesaikannya Tugas Ahir ini.
Saya sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu
berharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan
Laporan Tugas Akhir ini.
Akhirnya harapan yang tertinggi adalah semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak seluruh pembaca yang terlibat langsung. Khususnya bagi
penyusun sendiri dan bagi semua civitas akademis Fakultas Teknik Jurusan Sipil
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
DAFTAR PUSTAKA
[Link] [Link]
Anung Andriatmoko, 2009, Perencanaan Site Plan Perumahan Josroya Permai Kecamatan
Jaten Kabupaten Karanganyar, UNS, Solo.
Bank Tabungan Negara, 1990, Ketentuan Minikmal Proyek Perumahan dan Rumah
sederhana, Bank Tabungan Negara, Jakarta.
Jo Santoso. Budi P Iskandar. Parwoto, 2002, Sistem Perumhan Sosial di Indonesia, Center Of
Urban Studies Universitas Indonesia, Jakarta.
Keputusan Mentri Negara Perumahan dan Permukiman No.09/KPTS/IX/1999, 1999,
Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Rencana dan Pengembangan Perumahan dan
Permukiman di Daerah (RP4D), Jakarta.
Sudarno, 2010, Prosiding Seminar NAsional, Pengolahan Infrastruktur Dalam Menyikapi
Bencana Alam, Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Suparmo Sastra M. Endy Marlina, 2005, Perencanaan dan Pengembangan Perumahan,
Jogjakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992, Tentan Perumahan dan
Permukiman.