Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Emosional
Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Emosional
BUTIR 1
Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Indikator
menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara pendidik dan peserta didik.
memberi perhatian kepada peserta didik yang memerlukan dukungan lebih/khusus.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.
memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri peserta didik bahwa kemampuan dirinya
dapat terus berkembang ketika ia mau berusaha.
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja pendidik Anda dalam menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik
dalam proses pembelajaran. Jelaskan strategi, proses, dan hasil yang dapat menjadi bukti bahwa sekolah Anda
sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi proses pembelajaran yang dapat menunjukkan kinerja
tersebut. Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah
Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor
saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Kinerja pendidik di sekolah kami dalam menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik sangatlah
baik. Para pendidik tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan perhatian yang serius
terhadap kesejahteraan emosional dan sosial siswa. Strategi yang digunakan meliputi penerapan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa
mengembangkan keterampilan sosial dan emosional melalui kegiatan kelompok, diskusi terbuka, dan refleksi
pribadi. Pendidik juga menciptakan lingkungan kelas yang aman dan inklusif, sehingga siswa merasa nyaman
untuk berbagi perasaan dan pengalaman mereka.
Selain itu, guru-guru di sekolah kami aktif dalam memberikan umpan balik positif dan membangun hubungan
yang kuat dengan siswa, sehingga siswa merasa dihargai dan didukung. Proses ini didukung dengan pelatihan
bagi pendidik mengenai keterampilan komunikasi empatik dan manajemen emosi, yang diterapkan dalam
interaksi sehari-hari di kelas. Hasil dari pendekatan ini terlihat dari meningkatnya rasa percaya diri dan motivasi
belajar siswa, serta berkurangnya masalah perilaku di dalam kelas. Dengan demikian, sekolah kami telah
berhasil menerapkan pembelajaran berkualitas yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi
juga pada perkembangan sosial dan emosional siswa.
PILIH SALAH SATU DARI CONTOH DIBAWAH IN, BILA ADA SEMUA LEBIH BAGUS
Berikut adalah contoh bukti kinerja yang dapat Anda tunjukkan kepada asesor saat visitasi:
1. Dokumentasi Proses Pembelajaran: Video atau foto yang menunjukkan kegiatan pembelajaran di kelas,
di mana siswa terlibat dalam diskusi kelompok, aktivitas kolaboratif, dan interaksi positif dengan guru. Ini
menunjukkan implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
2. Jurnal Refleksi Siswa: Kumpulan jurnal atau catatan reflektif dari siswa yang menggambarkan bagaimana
mereka merasakan dukungan sosial emosional dari guru dan bagaimana hal tersebut memengaruhi
pengalaman belajar mereka.
3. Rekaman Hasil Observasi atau Penilaian Guru: Laporan atau catatan observasi yang menunjukkan
bagaimana guru memberikan umpan balik positif dan mendukung perkembangan sosial emosional siswa
selama proses pembelajaran.
4. Program atau Rencana Pembelajaran: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang mencantumkan
strategi pembelajaran berpusat pada peserta didik dan upaya yang dilakukan guru untuk mendukung
kesejahteraan emosional siswa.
5. Testimoni Siswa atau Orang Tua: Surat atau testimoni dari siswa dan/atau orang tua yang
menggambarkan pengalaman positif terkait dukungan sosial emosional yang diberikan oleh guru.
6. Data Keberhasilan Siswa: Laporan kemajuan akademik dan non-akademik yang menunjukkan
peningkatan kinerja siswa setelah penerapan strategi dukungan sosial emosional oleh guru.
7. Hasil Kuesioner atau Survei: Hasil survei atau kuesioner yang diisi oleh siswa atau orang tua terkait
pengalaman mereka dengan pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru, termasuk dukungan sosial
emosional yang diberikan.
8. Sertifikat Pelatihan Guru: Bukti pelatihan atau workshop yang diikuti oleh guru terkait pengembangan
keterampilan sosial emosional dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
BUTIR 2
Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya
tujuan pembelajaran.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja sekolah Anda dalam menghadirkan proses belajar yang aman, nyaman dan efektif
dalam mencapai tercapainya tujuan pembelajaran. Jelaskan strategi, proses, dan hasil yang dapat menjadi bukti
bahwa sekolah Anda sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi proses pembelajaran yang dapat menunjukkan kinerja
tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Kinerja sekolah kami dalam menghadirkan proses belajar yang aman, nyaman, dan efektif sangatlah baik. Kami
menciptakan lingkungan yang mendukung baik secara fisik maupun psikologis, di mana siswa merasa aman dan
nyaman untuk belajar. Strategi yang digunakan meliputi pengaturan ruang kelas yang rapi dan ramah,
penerapan peraturan sekolah yang jelas dan konsisten, serta pengawasan yang ketat terhadap disiplin tanpa
mengurangi rasa hormat terhadap siswa. Selain itu, kami juga mendorong keterlibatan aktif orang tua dan
komunitas dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran.
Proses ini didukung oleh guru-guru yang berkompeten dan berkomitmen, yang tidak hanya mengajarkan materi
pelajaran tetapi juga memperhatikan kebutuhan individu siswa. Mereka menerapkan metode pembelajaran yang
bervariasi dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan penggunaan teknologi,
untuk memastikan bahwa semua siswa dapat mengikuti dan mencapai tujuan pembelajaran.
Hasil dari upaya ini terlihat dari meningkatnya keterlibatan siswa dalam proses belajar, penurunan tingkat
absensi, serta peningkatan hasil akademik secara keseluruhan. Evaluasi dari pihak luar, seperti survei kepuasan
siswa dan orang tua, serta audit mutu pendidikan, juga menunjukkan bahwa sekolah kami telah berhasil
menerapkan pembelajaran yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang unggul dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman,
nyaman, dan efektif di sekolahnya. Dengan menerapkan strategi yang berfokus pada pengaturan ruang kelas
yang ramah, penerapan disiplin yang konsisten namun menghargai siswa, serta melibatkan orang tua dan
komunitas, asesi berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain itu, asesi juga mendorong inovasi
dalam metode pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pemanfaatan teknologi, yang
memastikan setiap siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Dalam prosesnya, asesi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan emosional dan sosial siswa, yang
ditunjukkan melalui pendekatan personal dalam pembelajaran dan dukungan emosional yang konsisten. Hasil
dari upaya ini terlihat dari peningkatan partisipasi siswa, penurunan angka ketidakhadiran, serta peningkatan
performa akademik secara keseluruhan. Evaluasi eksternal, seperti survei kepuasan dan audit mutu pendidikan,
juga mengonfirmasi bahwa asesi telah berhasil menerapkan pembelajaran berkualitas tinggi yang mencakup
aspek keamanan, kenyamanan, dan efektivitas.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor dari bahasan di atas:
1. Dokumentasi Ruang Kelas: Foto atau video yang menunjukkan pengaturan ruang kelas yang rapi, ramah, dan mendukung
proses belajar yang nyaman, seperti penataan meja yang mendukung interaksi kelompok dan sudut-sudut kelas yang dilengkapi
dengan materi pendukung belajar.
2. Laporan Disiplin dan Kehadiran: Data statistik tentang tingkat kehadiran siswa dan laporan disiplin yang menunjukkan
adanya penurunan angka absensi dan pelanggaran disiplin, sebagai bukti bahwa lingkungan belajar yang aman dan nyaman telah
tercipta.
3. Rencana Pembelajaran Inovatif: Dokumen RPP yang menampilkan metode pembelajaran inovatif seperti pembelajaran
berbasis proyek, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan strategi diferensiasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
individual siswa.
4. Hasil Survei Kepuasan: Hasil survei atau kuesioner dari siswa dan orang tua yang menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi
terhadap suasana belajar di sekolah, baik dalam aspek keamanan, kenyamanan, maupun efektivitas pembelajaran.
5. Laporan Hasil Akademik: Data peningkatan nilai akademik siswa sebelum dan sesudah penerapan strategi pembelajaran yang
aman dan nyaman, yang menunjukkan dampak positif dari lingkungan belajar yang diciptakan.
6. Testimoni dari Komunitas Sekolah: Surat atau testimoni dari orang tua, siswa, atau komunitas sekolah yang memberikan
umpan balik positif mengenai upaya asesi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
7. Rekaman Observasi Kelas: Rekaman video atau catatan observasi dari pihak internal atau eksternal yang menunjukkan proses
pembelajaran di kelas, interaksi antara guru dan siswa, serta penerapan metode pembelajaran yang aman, nyaman, dan efektif.
8. Sertifikat Pelatihan Guru: Bukti partisipasi dalam pelatihan atau workshop yang relevan, seperti pelatihan manajemen kelas,
pembelajaran berbasis proyek, atau teknologi pendidikan, yang mendukung implementasi pembelajaran berkualitas di sekolah.
BUTIR 3
Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja pendidik Anda dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif dalam proses
pembelajaran. Jelaskan proses yang dilakukan oleh pendidik pada umumnya serta hasil yang dapat menjadi
bukti bahwa satuan pendidikan Anda sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi proses pembelajaran yang dapat menunjukkan kinerja
tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Kinerja pendidik di sekolah kami dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran sangat berfokus
pada keterlibatan aktif peserta didik sebagai pelaku utama dalam pembelajaran. Guru-guru kami secara
konsisten menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana siswa didorong untuk
berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan problem-solving. Proses ini dimulai dengan
perencanaan pembelajaran yang matang, di mana tujuan pembelajaran dirancang untuk relevan dengan
kehidupan nyata dan menantang siswa untuk menjadi pembelajar yang mandiri.
Selama proses pembelajaran, guru menerapkan metode yang variatif, seperti diskusi kelompok, pembelajaran
berbasis proyek, simulasi, dan penggunaan teknologi interaktif, sehingga siswa terlibat secara aktif dalam
eksplorasi materi. Guru juga memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan mencari solusi
sendiri, sambil memberikan bimbingan dan umpan balik yang konstruktif.
Hasil dari pendekatan ini terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kelas, kemampuan mereka dalam
bekerja secara mandiri maupun dalam tim, serta hasil belajar yang lebih baik. Siswa menunjukkan pemahaman
yang lebih mendalam terhadap materi, dan kemampuan berpikir kritis mereka semakin berkembang. Bukti
keberhasilan ini dapat dilihat dari penilaian autentik seperti portofolio siswa, proyek-proyek yang berhasil
diselesaikan, dan umpan balik positif dari siswa maupun orang tua terkait proses pembelajaran yang lebih
dinamis dan bermakna.
Kolom Deskripsi Kinerja Asesi
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran
dengan menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif. Asesi secara efektif menerapkan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang mengutamakan keterlibatan aktif siswa dalam setiap aspek
pembelajaran. Proses ini mencakup perencanaan pembelajaran yang terstruktur dengan jelas, termasuk
penetapan tujuan yang relevan dan menantang, serta pemilihan metode pembelajaran yang inovatif seperti
diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan teknologi interaktif.
Dalam pelaksanaannya, asesi menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis,
berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Asesi juga secara aktif memberikan umpan balik
yang membangun dan bimbingan yang diperlukan untuk mendukung proses belajar siswa.
Hasil dari kinerja asesi dapat dilihat dari peningkatan partisipasi siswa, kemampuan mereka untuk bekerja
secara efektif dalam kelompok, serta hasil belajar yang menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap
materi. Bukti keberhasilan ini meliputi penilaian autentik seperti portofolio siswa, proyek-proyek yang berhasil
diselesaikan, serta umpan balik positif dari siswa dan orang tua mengenai pembelajaran yang lebih interaktif
dan bermakna.
Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional)
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor dari percakapan di
atas:
1. Rencana Pembelajaran Terperinci: Dokumen RPP yang menunjukkan desain pembelajaran yang
berpusat pada siswa, termasuk tujuan pembelajaran yang relevan, metode yang digunakan, serta kegiatan
yang melibatkan siswa secara aktif.
2. Proyek dan Portofolio Siswa: Koleksi hasil kerja siswa, seperti proyek kelompok, laporan, dan portofolio
yang menunjukkan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran serta penerapan keterampilan yang
telah dipelajari.
3. Rekaman Diskusi Kelas: Video atau audio dari sesi diskusi kelas atau kegiatan kolaboratif yang
menggambarkan partisipasi aktif siswa dan penerapan metode pembelajaran yang inovatif.
4. Umpan Balik dan Evaluasi: Laporan umpan balik yang diberikan oleh siswa mengenai pengalaman
mereka dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, serta evaluasi dari guru atau supervisor mengenai
efektivitas metode yang diterapkan.
5. Hasil Penilaian Autentik: Bukti penilaian autentik yang menunjukkan pemahaman mendalam siswa
terhadap materi, seperti presentasi proyek, tugas akhir, dan hasil tes yang menunjukkan pencapaian tujuan
pembelajaran.
6. Testimoni Siswa dan Orang Tua: Surat atau testimoni dari siswa dan orang tua yang memberikan umpan
balik positif tentang proses pembelajaran yang diterapkan dan dampaknya terhadap keterlibatan dan hasil
belajar siswa.
7. Observasi Kelas: Catatan atau laporan observasi dari pihak internal atau eksternal yang menunjukkan
bagaimana asesi memfasilitasi pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas.
8. Sertifikat Pelatihan: Bukti pelatihan atau workshop yang diikuti oleh asesi terkait dengan metode
pembelajaran berpusat pada siswa dan strategi pembelajaran inovatif.
BUTIR 4
Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan,
kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta
didik.
Indikator
memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak
yang mulia melalui beragam pengalaman belajar.
memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia,
pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui
pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah melalui
strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya.
memfasilitasi pembelajaran yang mendorong peserta didik melakukan refleksi keterhubungan pembelajaran
dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan dan memberikan manfaat di lingkungannya.
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja pendidik Anda dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif di dalam proses
pembelajaran. Jelaskan proses yang dilakukan oleh pendidik pada umumnya serta hasil yang dapat menjadi
bukti bahwa satuan pendidikan Anda sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, kalender akademik, rencana pembelajaran atau dokumentasi proses pembelajaran yang dapat
menunjukkan kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Kinerja pendidik di sekolah kami dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran sangat efektif dalam
menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif. Pendidik kami memulai dengan merancang rencana
pembelajaran yang jelas dan terstruktur, dengan tujuan yang spesifik dan relevan untuk siswa. Mereka memilih
metode pembelajaran yang mendorong keterlibatan siswa, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi
kelompok, dan penggunaan teknologi interaktif, untuk menciptakan pengalaman belajar yang dinamis dan
menantang.
Selama proses pembelajaran, pendidik berfokus pada menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif, di
mana siswa merasa bebas untuk berpartisipasi, bertanya, dan berbagi ide. Pendidik juga memberikan bimbingan
yang tepat dan umpan balik konstruktif untuk mendukung siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Mereka
mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dalam pembelajaran mereka sendiri, baik dalam kegiatan individu
maupun kelompok, serta memfasilitasi refleksi diri yang membantu siswa memahami proses dan hasil belajar
mereka.
Hasil dari pendekatan ini terlihat dari peningkatan partisipasi aktif siswa dalam kelas, kemampuan mereka
dalam menyelesaikan proyek dan tugas yang kompleks, serta peningkatan pemahaman mereka terhadap materi
pelajaran. Bukti kualitas pembelajaran ini dapat dilihat dari portofolio siswa, hasil penilaian autentik, serta
umpan balik positif dari siswa dan orang tua mengenai pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan
interaktif. Evaluasi juga menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mencapai tujuan akademik tetapi juga
mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang penting untuk pembelajaran jangka panjang.
Kolom Deskripsi Kinerja Asesi
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran
dengan menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif. Asesi secara efektif mengembangkan rencana
pembelajaran yang terstruktur dengan baik, menetapkan tujuan yang relevan dan menantang. Dalam
pelaksanaannya, asesi menggunakan metode pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek,
diskusi kelompok, dan teknologi interaktif, yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam setiap aspek proses
belajar.
Asesi menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan mendukung, di mana siswa merasa termotivasi untuk
berpartisipasi, bertanya, dan berbagi ide. Asesi juga memberikan bimbingan dan umpan balik yang konstruktif,
memfasilitasi refleksi diri siswa untuk membantu mereka memahami dan mencapai tujuan pembelajaran. Hasil
dari pendekatan ini terlihat dari peningkatan partisipasi siswa, kemampuan mereka dalam menyelesaikan
proyek dan tugas yang kompleks, serta pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran.
Bukti keberhasilan kinerja asesi dapat dilihat dari portofolio siswa, hasil penilaian autentik, dan umpan balik
positif dari siswa dan orang tua. Evaluasi menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mencapai tujuan akademik,
tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang penting untuk pembelajaran
jangka panjang.
Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional)
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor dari kinerja asesi
dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran:
1. Dokumen Rencana Pembelajaran (RPP): Rencana pembelajaran yang menunjukkan desain yang
terstruktur dengan jelas, termasuk tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, dan kegiatan yang
mendorong keterlibatan aktif siswa.
2. Hasil Proyek dan Portofolio Siswa: Koleksi hasil kerja siswa, seperti proyek berbasis kelompok, tugas
individu, dan portofolio yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa dan penerapan keterampilan yang
dipelajari.
3. Rekaman Aktivitas Kelas: Video atau audio yang mendokumentasikan sesi kelas, diskusi kelompok, atau
kegiatan interaktif yang menunjukkan partisipasi aktif siswa dan penerapan metode pembelajaran inovatif.
4. Umpan Balik dari Siswa dan Orang Tua: Kuesioner atau survei yang menunjukkan umpan balik positif
dari siswa dan orang tua mengenai pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam.
5. Laporan Penilaian Autentik: Bukti hasil penilaian seperti presentasi proyek, laporan akhir, dan tugas yang
menunjukkan pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran.
6. Observasi Kelas: Catatan atau laporan observasi dari pihak internal atau eksternal yang menilai bagaimana
asesi memfasilitasi pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas.
7. Testimoni dari Rekan Kerja: Surat atau testimoni dari rekan kerja atau supervisor yang mengkonfirmasi
efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan oleh asesi dan dampaknya terhadap siswa.
8. Sertifikat Pelatihan: Bukti partisipasi dalam pelatihan atau workshop yang relevan dengan strategi
pembelajaran berpusat pada siswa dan metode pembelajaran inovatif yang digunakan oleh asesi.
BUTIR 5
Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan
Indikator
memberi waktu dan kesempatan bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara
rutin.
melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada pendidik dan tenaga kependidikan.
memastikan pendidik memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri berdasarkan hasil evaluasi
kinerja dan refleksi.
mengembangkan program pengembangan profesional pendidik yang berdampak terhadap peningkatan kualitas
pembelajaran.
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda memfasilitasi
peningkatan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, melalui penerapan refleksi kinerja;
evaluasi kinerja dan penyusunan rencana pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
Refleksi Kinerja: pendidik dan tenaga kependidikan merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan
dilakukan. Tindakan ini dilakukan dengan sadar dan terencana sebagai upaya perbaikan kinerja. Fokus refleksi
adalah pada pertanyaan tentang efektivitas pembelajaran yang telah diterapkan untuk memfasilitasi proses
belajar murid, dan perlu didasarkan pada bukti-bukti yang relevan. Hal ini dapat berupa bukti-bukti tentang
hasil belajar murid (hasil tes dan karya yang dihasilkan). Bukti tersebut juga dapat berupa umpan balik dari
murid serta guru lain.
Evaluasi kinerja: evaluasi tentang kinerja pendidik dan tenaga kependidikan yang diterapkan oleh manajemen
satuan pendidikan. Keberadaan evaluasi kinerja yang berlangsung secara terencana di sekolah menjadi indikasi
kinerja kepala sekolah dalam memastikan kapasitas pendidik memfasilitasi pembelajaran dengan baik. Evaluasi
kinerja pendidik yang efektif mampu memberikan gambaran yang holistik dan akurat tentang berbagai aspek
kinerja guru yang mencakup kemampuan mengajar, interaksi dengan siswa, pengembangan kurikulum, dan
kontribusi terhadap pengembangan sekolah secara keseluruhan.
Rencana pengembangan kompetensi pendidik: Rencana berisikan identifikasi kompetensi yang diperlukan oleh
pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerja layanan, serta cara untuk mencapainya. Rencana
disepakati bersama dengan kepala satuan pendidikan, dan dapat didukung oleh pembiayaan dari satuan
pendidikan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada RKT atau dokumentasi suasana
belajar Anda yang dapat menunjukkan kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Satuan pendidikan kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan melalui penerapan refleksi kinerja, evaluasi kinerja, dan penyusunan rencana pengembangan
kompetensi yang terstruktur dan sistematis.
Refleksi Kinerja: Proses refleksi kinerja dilakukan secara rutin oleh pendidik dan tenaga kependidikan untuk
merenungkan dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran. Pendidik secara sadar
dan terencana melakukan refleksi dengan fokus pada efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan. Mereka
menggunakan bukti-bukti relevan seperti hasil tes siswa, karya siswa, serta umpan balik dari siswa dan rekan
sejawat untuk menilai keberhasilan dan area yang perlu diperbaiki. Proses ini memungkinkan pendidik untuk
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam praktik mereka, serta mengimplementasikan perbaikan yang
diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Evaluasi Kinerja: Evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan secara terencana oleh
manajemen satuan pendidikan untuk memastikan bahwa setiap individu memenuhi standar kinerja yang
diharapkan. Evaluasi ini memberikan gambaran holistik mengenai kemampuan mengajar, interaksi dengan
siswa, pengembangan kurikulum, dan kontribusi terhadap pengembangan sekolah secara keseluruhan. Evaluasi
ini melibatkan penilaian berbasis data yang komprehensif, termasuk observasi kelas, umpan balik dari siswa dan
orang tua, serta hasil belajar siswa. Hal ini mencerminkan efektivitas kepala sekolah dalam memantau dan
meningkatkan kapasitas pendidik.
Rencana Pengembangan Kompetensi: Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi, satuan pendidikan menyusun
rencana pengembangan kompetensi yang melibatkan identifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh pendidik
dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerja mereka. Rencana ini mencakup program pelatihan,
workshop, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya yang dirancang untuk mengatasi kekurangan yang
teridentifikasi dan memperkuat keterampilan yang ada. Rencana pengembangan kompetensi ini disepakati
bersama kepala satuan pendidikan dan didukung oleh pembiayaan yang memadai dari satuan pendidikan.
Dengan cara ini, satuan pendidikan memastikan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peluang
untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan melalui penerapan refleksi kinerja, evaluasi kinerja, dan penyusunan rencana pengembangan kompetensi yang efektif.
Asesi secara teratur mendorong pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi mendalam mengenai praktik
pembelajaran mereka. Dalam proses ini, pendidik merenungkan efektivitas metode yang diterapkan dengan mengacu pada bukti-bukti
seperti hasil tes siswa, karya siswa, dan umpan balik dari siswa serta rekan sejawat. Ini memungkinkan mereka untuk secara aktif
mengevaluasi dan memperbaiki kinerja mereka.
Dalam hal evaluasi kinerja, asesi menerapkan sistem evaluasi yang terencana dan komprehensif untuk menilai berbagai aspek kinerja
pendidik. Evaluasi ini mencakup observasi kelas, penilaian interaksi pendidik dengan siswa, pengembangan kurikulum, dan kontribusi
terhadap pengembangan sekolah. Asesi memastikan bahwa evaluasi ini memberikan gambaran yang akurat dan holistik tentang
kinerja pendidik, serta menggunakan hasil evaluasi untuk menginformasikan keputusan mengenai pengembangan profesional.
Asesi juga telah berhasil menyusun dan menerapkan rencana pengembangan kompetensi yang berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi.
Rencana ini mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan, menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya, dan
menyediakan dukungan serta pembiayaan yang memadai untuk pelaksanaan program pengembangan. Dengan pendekatan ini, asesi
memastikan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan terus berkembang dan meningkatkan kinerja mereka, sehingga mendukung
kualitas layanan pendidikan di satuan pendidikan.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor dari kinerja asesi
dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan:
1. Dokumen Refleksi Kinerja: Catatan atau laporan refleksi dari pendidik dan tenaga kependidikan yang
menunjukkan proses pemikiran mereka tentang praktik pembelajaran, termasuk hasil tes siswa dan umpan
balik yang diperoleh.
2. Laporan Evaluasi Kinerja: Dokumen yang memuat hasil evaluasi kinerja pendidik, termasuk observasi
kelas, penilaian interaksi dengan siswa, dan umpan balik dari siswa serta orang tua, yang menunjukkan
efektivitas evaluasi yang diterapkan.
3. Rencana Pengembangan Kompetensi: Dokumen rencana pengembangan kompetensi yang mencakup
identifikasi kompetensi yang diperlukan, langkah-langkah yang direncanakan untuk pengembangan, dan
alokasi sumber daya serta pembiayaan untuk pelaksanaan rencana.
4. Program Pelatihan dan Workshop: Materi dan jadwal program pelatihan atau workshop yang dirancang
untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk sertifikat partisipasi.
5. Hasil Evaluasi Program Pengembangan: Laporan atau data yang menunjukkan dampak dari program
pengembangan kompetensi, seperti peningkatan keterampilan pendidik, perubahan dalam praktik
pembelajaran, atau hasil belajar siswa.
6. Umpan Balik dari Peserta Pelatihan: Kuesioner atau survei yang diisi oleh pendidik dan tenaga
kependidikan setelah mengikuti pelatihan atau workshop, yang menunjukkan kepuasan dan peningkatan
kompetensi mereka.
7. Rekaman Observasi Kelas: Video atau catatan observasi yang mendokumentasikan bagaimana refleksi
kinerja dan evaluasi diterapkan dalam kelas dan dampaknya terhadap proses pembelajaran.
8. Testimoni dari Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Surat atau testimoni dari pendidik dan tenaga
kependidikan yang memberikan umpan balik tentang proses refleksi, evaluasi, dan pengembangan
kompetensi yang diterapkan.
9. Dokumen Anggaran dan Pembiayaan: Bukti alokasi anggaran dan pembiayaan untuk program
pengembangan kompetensi yang menunjukkan dukungan finansial untuk peningkatan kapasitas pendidik
dan tenaga kependidikan.
BUTIR 6
Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan
misi.
Indikator
memiliki visi dan misi yang jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku kepentingan.
membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala.
melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang tua/wali dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan
pendidikan.
melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.
melaksanakan evaluasi/ refleksi berbasis data dengan melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, dan
orang tua.
menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar evaluasi/refleksi berbasis data.
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda meningkatkan kualitas
layanan melalui pelibatan berbagai pihak serta perencanaan yang berbasis berbasis data. Silahkan unggah
dokumen yang menunjukkan bahwa proses tersebut sudah terjadi di satuan pendidikan Anda. Jika belum,
silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum secara rutin melibatkan berbagai pihak
sebagai mitra dalam penyelenggaraan layanan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada Rencana Kegiatan Tahunan,
kalender akademik atau dokumen lain yang dapat menunjukkan kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda,
seperti misalnya hasil rapat kerja saat melakukan perencanaan, atau bentuk dokumentasi lainnya. Bukti tersebut
dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Satuan pendidikan kami secara aktif meningkatkan kualitas layanan melalui pelibatan berbagai pihak serta
perencanaan berbasis data. Proses ini dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan untuk
memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh siswa dan tenaga kependidikan. Data ini mencakup
hasil evaluasi pembelajaran, umpan balik dari siswa, orang tua, serta data tentang kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan.
Dengan menggunakan data tersebut, kami merancang rencana perbaikan dan pengembangan yang melibatkan
berbagai pihak terkait, seperti orang tua siswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan lainnya. Kami mengadakan
pertemuan rutin dengan orang tua dan komunitas untuk mendapatkan masukan dan dukungan mereka dalam
proses pembelajaran. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain untuk berbagi praktik
terbaik dan sumber daya, serta melibatkan ahli dari luar untuk memberikan pelatihan dan konsultasi.
Contoh implementasi dari proses ini termasuk:
1. Survei Kepuasan: Menggunakan survei untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa, orang tua, dan tenaga
kependidikan mengenai kualitas layanan pendidikan dan area yang perlu diperbaiki.
2. Forum Diskusi: Mengadakan forum atau kelompok diskusi dengan berbagai pihak untuk membahas hasil
survei dan data lainnya serta merencanakan tindakan perbaikan.
3. Rencana Aksi Berbasis Data: Menyusun rencana aksi yang didasarkan pada analisis data, termasuk
menetapkan tujuan spesifik, mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan, dan menetapkan langkah-
langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan.
4. Kolaborasi dengan Lembaga Eksternal: Bekerja sama dengan lembaga eksternal untuk pelatihan profesional,
pengembangan kurikulum, dan penyediaan fasilitas tambahan yang mendukung kualitas layanan.
Jika dokumen terkait belum tersedia, rasionalnya mungkin termasuk kurangnya sumber daya atau waktu untuk
mengumpulkan dan menganalisis data secara menyeluruh, atau belum adanya sistem yang memadai untuk
melibatkan berbagai pihak secara rutin. Dalam kasus ini, kami terus berupaya untuk memperbaiki proses
tersebut dengan mengembangkan sistem yang lebih efisien dan melibatkan pihak-pihak terkait untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pelibatan berbagai pihak
dan perencanaan berbasis data. Asesi secara aktif mengumpulkan dan menganalisis data yang relevan, termasuk hasil evaluasi
pembelajaran, umpan balik dari siswa, orang tua, serta data kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan data ini, asesi
merancang rencana perbaikan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti orang tua, masyarakat, dan lembaga
pendidikan lainnya.
Asesi mengorganisir survei kepuasan dan forum diskusi untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, yang selanjutnya digunakan
untuk menyusun rencana aksi berbasis data. Rencana aksi ini mencakup tujuan spesifik dan langkah-langkah konkret untuk
meningkatkan kualitas layanan, dengan dukungan dari pelatihan profesional dan kolaborasi dengan lembaga eksternal. Pendekatan ini
memastikan bahwa perbaikan dilakukan secara terencana dan berdasarkan kebutuhan nyata yang diidentifikasi melalui analisis data.
Hasil dari pendekatan ini termasuk peningkatan kepuasan siswa dan orang tua, penguatan keterlibatan komunitas, serta peningkatan
kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan. Asesi juga menunjukkan kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan rencana aksi
dengan efektif, yang didukung oleh data yang valid dan partisipasi aktif berbagai pihak dalam proses perbaikan dan pengembangan
pendidikan.
Identifikasi Bukti Kinerja Lain (Opsional) Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat
ditunjukkan kepada asesor :
1. Laporan Analisis Data: Dokumen yang menunjukkan hasil analisis data, termasuk data hasil evaluasi
pembelajaran, umpan balik dari siswa dan orang tua, serta data kinerja pendidik.
2. Survei Kepuasan dan Hasil: Salinan survei kepuasan yang dilakukan, beserta ringkasan hasil dan analisis
yang digunakan untuk merencanakan perbaikan layanan.
3. Notulen Forum Diskusi: Notulen atau laporan dari forum diskusi atau pertemuan dengan orang tua,
masyarakat, dan lembaga pendidikan yang mencatat masukan dan rekomendasi yang diperoleh.
4. Rencana Aksi Berbasis Data: Dokumen rencana aksi yang disusun berdasarkan hasil analisis data,
termasuk tujuan spesifik, langkah-langkah perbaikan, dan alokasi sumber daya.
5. Laporan Kolaborasi Eksternal: Dokumen atau laporan mengenai kolaborasi dengan lembaga eksternal,
termasuk detail pelatihan, workshop, atau konsultasi yang dilakukan.
6. Testimoni dari Pihak Terkait: Surat atau testimoni dari orang tua, siswa, dan anggota masyarakat yang
memberikan umpan balik mengenai proses pelibatan dan kualitas layanan yang meningkat.
7. Dokumen Program Pengembangan: Materi dan jadwal program pengembangan yang dirancang
berdasarkan data dan masukan dari berbagai pihak, termasuk pelatihan untuk pendidik dan tenaga
kependidikan.
8. Laporan Implementasi Perbaikan: Bukti pelaksanaan rencana aksi, seperti laporan kemajuan, hasil
implementasi perbaikan, dan evaluasi dampak dari perubahan yang dilakukan.
9. Evaluasi Hasil Layanan: Dokumen yang menunjukkan hasil dari perbaikan layanan yang diterapkan,
termasuk data mengenai peningkatan kepuasan siswa dan orang tua serta hasil belajar siswa.
BUTIR 7
Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi
yang berbasis data secara transparan dan akuntabel
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda melakukan
penganggaran sesuai perencanaan dan secara transparan dan akuntabel.
Sesuai perencanaan: penganggaran disusun berdasarkan rencana kegiatan tahunan yang sudah disepakati.
Transparan dan akuntabel: penggunaan anggaran dilaporkan sesuai dengan peruntukan dan sumber anggaran
dan ketentuan pelaporan yang berlaku.
Silahkan unggah dokumen yang menunjukkan bahwa proses tersebut sudah terjadi di satuan pendidikan Anda.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum secara rutin melibatkan berbagai
pihak sebagai mitra dalam penyelenggaraan layanan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada Rencana Kerja Tahunan, rencana
kegiatan dan anggaran sekolah, atau dokumen lain yang dapat menunjukkan kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja satuan
pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan, seperti misalnya laporan pemanfaatan anggaran, hasil
rapat kerja atau bentuk dokumentasi lainnya. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti
Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Di satuan pendidikan kami, penganggaran dilakukan dengan cermat sesuai dengan perencanaan yang telah
disepakati, serta dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
-Penganggaran Sesuai Perencanaan:
Penganggaran kami disusun berdasarkan rencana kegiatan tahunan yang telah disetujui oleh seluruh pihak
terkait, termasuk kepala satuan pendidikan, pendidik, dan anggota komite sekolah. Rencana kegiatan tahunan
mencakup semua aktivitas pendidikan dan pengembangan yang direncanakan untuk tahun ajaran tersebut, dan
anggaran dialokasikan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan dalam rencana. Proses ini memastikan
bahwa alokasi anggaran mendukung tujuan dan kegiatan yang telah direncanakan dengan baik.
!!BUKAN JAWABAN !!
Dokumen Pendukung:
1. Rencana Kegiatan Tahunan: Dokumen yang merinci kegiatan yang direncanakan untuk tahun ajaran,
termasuk anggaran yang dialokasikan untuk setiap kegiatan.
2. Laporan Penggunaan Anggaran: Laporan keuangan yang menunjukkan alokasi dan penggunaan anggaran,
disertai dengan bukti transaksi dan penjelasan rinci.
3. Bukti Transaksi: Dokumen pendukung seperti faktur, kwitansi, dan bukti pembayaran yang
mendokumentasikan pengeluaran anggaran.
4. Laporan Akuntabilitas: Laporan audit atau evaluasi yang menunjukkan bahwa penggunaan anggaran telah
dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam melakukan penganggaran sesuai dengan perencanaan serta dalam
menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Asesi memastikan bahwa penganggaran dilakukan berdasarkan rencana kegiatan
tahunan yang telah disepakati, yang mencakup semua aktivitas pendidikan dan pengembangan yang direncanakan. Alokasi anggaran
dilakukan secara terstruktur dan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan dalam rencana, sehingga mendukung pencapaian tujuan
yang telah dirumuskan.
Dalam hal transparansi dan akuntabilitas, asesi secara rutin menyusun dan menyediakan laporan penggunaan anggaran yang jelas dan
terperinci. Laporan ini mencakup rincian pengeluaran, bukti transaksi, dan penjelasan mengenai setiap penggunaan anggaran. Laporan
tersebut dipublikasikan dan tersedia untuk ditinjau oleh semua pemangku kepentingan, termasuk komite sekolah dan auditor eksternal,
untuk memastikan bahwa semua pengeluaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Bukti-bukti yang menunjukkan kinerja asesi meliputi dokumen rencana kegiatan tahunan, laporan penggunaan anggaran, bukti
transaksi seperti faktur dan kwitansi, serta laporan akuntabilitas dari auditor eksternal. Dengan pendekatan ini, asesi memastikan
bahwa penganggaran dilakukan dengan efektif dan bertanggung jawab, yang mendukung kualitas dan keberlanjutan layanan
pendidikan di satuan pendidikan.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor untuk mendukung
kinerja asesi dalam melakukan penganggaran sesuai perencanaan serta secara transparan dan akuntabel:
1. Dokumen Rencana Kegiatan Tahunan: Salinan rencana kegiatan tahunan yang mencantumkan semua
kegiatan yang direncanakan, tujuan, dan alokasi anggaran untuk setiap kegiatan.
2. Laporan Penggunaan Anggaran: Laporan yang merinci penggunaan anggaran yang telah dilakukan,
termasuk rincian pengeluaran, kategori anggaran, dan bukti transaksi yang mendukung.
3. Bukti Transaksi: Faktur, kwitansi, dan bukti pembayaran yang menunjukkan transaksi yang dilakukan dan
keterkaitannya dengan alokasi anggaran.
4. Laporan Akuntabilitas: Laporan audit eksternal atau internal yang menilai kepatuhan terhadap peraturan
penganggaran dan transparansi dalam penggunaan anggaran.
5. Notulen Pertemuan: Notulen dari pertemuan atau diskusi dengan komite sekolah atau pihak terkait
lainnya mengenai rencana dan laporan anggaran.
6. Survei atau Umpan Balik: Umpan balik dari pemangku kepentingan seperti orang tua, siswa, dan anggota
komunitas tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
7. Dokumen Pengawasan: Catatan atau laporan pengawasan yang dilakukan untuk memastikan bahwa
penganggaran dan penggunaan anggaran dilakukan sesuai dengan rencana dan peraturan yang berlaku.
8. Kebijakan dan Prosedur Penganggaran: Dokumen kebijakan dan prosedur penganggaran yang
menjelaskan proses, kriteria, dan mekanisme untuk penganggaran dan pelaporan.
9. Rekaman Pelatihan: Bukti partisipasi dalam pelatihan atau workshop terkait pengelolaan anggaran dan
akuntabilitas yang diikuti oleh staf terkait.
BUTIR 8
Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik.
Indikator
menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis kebutuhan pembelajaran.
memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal.
memenuhi sarana dan prasarana untuk kebutuhan pembelajaran secara mandiri atau bermitra.
melaksanakan mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan satuan pendidikan.
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda menyediakan,
memelihara dan memanfaatkan sarana prasarana sesuai kebutuhan pembelajaran peserta didik.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana tercermin keselarasan antara
kebutuhan belajar yang ada di dalam kurikulum di tingkat satuan pendidikan dengan penyediaan sarana
prasarana yang tertuang di dalam Rencana Kerja Tahunan, dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja satuan
pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom
Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Satuan pendidikan kami berkomitmen untuk menyediakan, memelihara, dan memanfaatkan sarana prasarana
yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Kami memastikan bahwa sarana prasarana yang
tersedia mendukung proses pembelajaran secara efektif dan berfungsi dengan baik.
-Penyediaan Sarana dan Prasarana:
Kami melakukan identifikasi kebutuhan sarana prasarana berdasarkan kurikulum yang berlaku dan kebutuhan
spesifik dari peserta didik. Ini melibatkan konsultasi dengan pendidik, siswa, dan pihak terkait lainnya untuk
menentukan jenis dan jumlah fasilitas yang diperlukan. Penyediaan sarana dan prasarana mencakup ruang kelas,
laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan teknologi pendidikan seperti komputer dan proyektor. Kami
bekerja sama dengan penyedia barang dan jasa terpercaya untuk memastikan bahwa sarana dan prasarana yang
diperoleh berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
-Pemeliharaan Sarana dan Prasarana:
Kami memiliki sistem pemeliharaan yang terjadwal dan terencana untuk memastikan bahwa semua sarana
prasarana tetap dalam kondisi baik dan berfungsi dengan optimal. Pemeliharaan ini mencakup pemeriksaan
rutin, perbaikan, dan pembaruan fasilitas yang diperlukan. Kami juga melibatkan tim teknis dan staf
pemeliharaan untuk menangani perbaikan mendadak dan memastikan bahwa semua masalah teknis diatasi
dengan cepat. Catatan pemeliharaan dan perbaikan disimpan untuk memantau kondisi fasilitas dan
merencanakan tindakan perbaikan yang diperlukan.
-Pemanfaatan Sarana dan Prasarana:
Untuk memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, kami menyusun jadwal penggunaan yang
terorganisir dan menyediakan akses yang efisien kepada peserta didik dan pendidik. Penggunaan sarana
prasarana dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran yang spesifik dan memastikan bahwa
semua fasilitas digunakan secara optimal. Kami juga mengadakan pelatihan untuk pendidik tentang cara
memanfaatkan teknologi dan fasilitas dengan efektif, serta menyediakan panduan bagi siswa tentang
penggunaan sarana pembelajaran.
!!BUKAN JAWABAN !!
Bukti Kinerja:
1. Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana: Dokumen yang mencantumkan semua sarana dan prasarana
yang tersedia, termasuk spesifikasi dan kondisi.
2. Jadwal Pemeliharaan: Catatan dan jadwal pemeliharaan rutin yang menunjukkan pemeriksaan,
perbaikan, dan pembaruan fasilitas.
3. Laporan Penggunaan Fasilitas: Laporan yang mencatat penggunaan sarana dan prasarana, termasuk
jadwal penggunaan dan umpan balik dari pengguna.
4. Dokumen Pembelian dan Kontrak: Bukti pembelian dan kontrak dengan penyedia barang dan jasa
yang menunjukkan proses penyediaan sarana dan prasarana.
5. Pelatihan dan Panduan Penggunaan: Materi pelatihan dan panduan untuk pendidik dan siswa tentang
cara menggunakan sarana dan prasarana secara efektif.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam penyediaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan sarana dan prasarana sesuai
dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Asesi secara proaktif melakukan identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana
berdasarkan kurikulum yang berlaku dan masukan dari pendidik serta peserta didik. Dengan pendekatan ini, sarana seperti ruang
kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan teknologi pendidikan disediakan dengan tepat guna mendukung proses
pembelajaran.
Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan secara terencana dengan sistem pemeliharaan rutin yang mencakup pemeriksaan,
perbaikan, dan pembaruan fasilitas. Asesi melibatkan tim teknis dan staf pemeliharaan untuk memastikan bahwa semua fasilitas
berfungsi dengan baik dan masalah teknis ditangani dengan cepat. Catatan pemeliharaan yang sistematis digunakan untuk memantau
kondisi fasilitas dan merencanakan tindakan perbaikan yang diperlukan.
Dalam hal pemanfaatan, asesi menyusun jadwal penggunaan sarana dan prasarana yang efisien, memastikan bahwa fasilitas digunakan
secara optimal sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Pelatihan diberikan kepada pendidik mengenai cara memanfaatkan teknologi
dan fasilitas dengan efektif, serta panduan disediakan untuk siswa tentang penggunaan sarana pembelajaran.
Bukti-bukti kinerja yang mendukung pencapaian ini termasuk daftar inventaris sarana dan prasarana, jadwal pemeliharaan, laporan
penggunaan fasilitas, dokumen pembelian dan kontrak, serta materi pelatihan dan panduan penggunaan. Dengan pengelolaan yang
baik dan pemanfaatan yang optimal, asesi memastikan bahwa sarana dan prasarana mendukung keberhasilan akademik dan
perkembangan peserta didik secara efektif.
1. Laporan Evaluasi Sarana dan Prasarana: Dokumen yang mencatat hasil evaluasi berkala terhadap
sarana dan prasarana, termasuk temuan dan rekomendasi untuk perbaikan.
2. Rencana Pemeliharaan: Dokumen rencana pemeliharaan tahunan atau semesteran yang mencakup
jadwal dan prosedur untuk pemeriksaan, perbaikan, dan pembaruan fasilitas.
3. Jadwal Penggunaan Fasilitas: Jadwal yang menunjukkan pemanfaatan sarana dan prasarana oleh
pendidik dan siswa, termasuk waktu dan frekuensi penggunaan.
4. Dokumen Pengadaan: Bukti pengadaan sarana dan prasarana, seperti kuitansi, faktur, dan kontrak
dengan penyedia barang dan jasa.
5. Foto atau Video Dokumentasi: Foto atau video yang menunjukkan kondisi sarana dan prasarana, baik
sebelum maupun setelah pemeliharaan atau pembaruan.
6. Laporan Umum Penggunaan: Laporan yang mencatat bagaimana sarana dan prasarana digunakan
dalam kegiatan pembelajaran, termasuk hasil dan dampak penggunaannya.
7. Feedback Pengguna: Umpan balik dari pendidik dan siswa mengenai kualitas dan efektivitas sarana dan
prasarana dalam mendukung proses pembelajaran.
8. Sertifikat Pelatihan: Sertifikat atau dokumen yang menunjukkan bahwa pendidik telah mengikuti
pelatihan tentang cara memanfaatkan sarana dan prasarana dengan efektif.
9. Dokumen Proyek Pembangunan atau Renovasi: Dokumen terkait proyek pembangunan atau renovasi
fasilitas yang menunjukkan rencana, pelaksanaan, dan hasil akhir dari proyek.
10. Laporan Keuangan Sarana dan Prasarana: Laporan keuangan yang mendetail tentang alokasi
anggaran untuk sarana dan prasarana, termasuk pengeluaran dan penggunaan anggaran terkait.
BUTIR 9
Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum
nasional.
Indikator
melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan untuk penyusunan kurikulum satuan pendidikan.
mengembangkan kurikulum satuan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik dan merujuk
pada kurikulum nasional.
menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan kurikulum di tingkat satuan
pendidikan relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda merancang kurikulum
yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik yang selaras
dengan tujuan pendidikan di dalam kurikulum nasional, serta mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta
didik. Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah
sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya tujuan pembelajaran di dalam kurikulum di
tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional; atau bagian pada rencana pembelajaran di
dalam dokumen kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang dimodifikasi sesuai dengan hasil evaluasi.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja satuan
pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda. Misalnya, hasil evaluasi pelaksanaan tahun ajaran
lalu yang digunakan untuk memodifikasi kurikulum atau dokumen/dokumentasi lainnya. Bukti tersebut dapat
Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal tersebut.
JAWABAN :
Di satuan pendidikan kami, kurikulum dirancang secara hati-hati untuk menumbuhkan nilai-nilai, pengetahuan,
dan keterampilan pada peserta didik yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional serta dapat
mengakomodasi kebutuhan belajar mereka secara efektif.
-Perancangan Kurikulum:
Kami memulai proses perancangan kurikulum dengan merujuk pada standar dan pedoman kurikulum nasional
yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami memastikan bahwa kurikulum yang dirancang tidak hanya memenuhi
persyaratan nasional tetapi juga relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan spesifik peserta didik. Tim
pengembang kurikulum, yang terdiri dari pendidik, ahli kurikulum, dan perwakilan dari berbagai pihak terkait,
bekerja sama untuk menyusun kurikulum yang komprehensif dan terintegrasi.
-Tujuan Pendidikan:
Kurikum dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang mencakup penanaman nilai-nilai karakter,
penguasaan pengetahuan akademik, dan pengembangan keterampilan praktis. Kami menyusun kompetensi
dasar dan tujuan pembelajaran yang jelas untuk setiap mata pelajaran dan tingkat pendidikan, dengan fokus
pada pembentukan karakter, pemahaman konseptual, dan keterampilan berpikir kritis serta kreatif.
-Pengakomodasian Kebutuhan Belajar:
Untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik, kami menerapkan pendekatan diferensiasi dalam
kurikulum. Kami menilai kebutuhan belajar individu melalui asesmen awal dan umpan balik berkelanjutan,
kemudian menyesuaikan materi dan metode pengajaran agar sesuai dengan tingkat kemampuan, gaya belajar,
dan minat peserta didik. Kurikulum juga dirancang untuk mendukung berbagai bentuk pembelajaran, termasuk
pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan penggunaan teknologi pendidikan.
-Evaluasi dan Penyempurnaan:
Kami melakukan evaluasi secara berkala terhadap kurikulum untuk memastikan bahwa kurikulum tetap relevan
dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Proses evaluasi melibatkan umpan balik dari pendidik, peserta
didik, dan orang tua, serta analisis hasil belajar untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Berdasarkan
hasil evaluasi, kami menyempurnakan kurikulum dengan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran.
!!BUKAN JAWABAN !!
Bukti Kinerja:
1. Dokumen Kurikulum: Salinan kurikulum yang mencakup tujuan pendidikan, kompetensi dasar, dan
rencana pembelajaran untuk setiap mata pelajaran.
2. Rencana Pembelajaran: Rencana pembelajaran yang menunjukkan bagaimana kurikulum diterapkan
dalam praktik pengajaran, termasuk strategi diferensiasi dan metode evaluasi.
3. Laporan Evaluasi Kurikulum: Laporan hasil evaluasi kurikulum yang mencatat umpan balik dari
pendidik, peserta didik, dan orang tua, serta rencana penyempurnaan.
4. Materi Ajar dan Sumber Belajar: Dokumen dan sumber belajar yang mendukung kurikulum,
termasuk buku teks, panduan pengajaran, dan materi pembelajaran tambahan.
5. Asesmen dan Umpan Balik: Data hasil asesmen peserta didik dan umpan balik yang digunakan untuk
menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan belajar individu.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merancang kurikulum yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai,
pengetahuan, dan keterampilan pada peserta didik dengan selaras pada tujuan pendidikan dalam kurikulum nasional serta mampu
mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik.
Asesi memulai proses perancangan kurikulum dengan merujuk pada standar dan pedoman kurikulum nasional yang ditetapkan,
memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan memenuhi persyaratan pendidikan nasional dan relevan dengan konteks lokal. Tim
pengembang kurikulum, yang terdiri dari pendidik, ahli kurikulum, dan perwakilan dari berbagai pihak, secara kolaboratif menyusun
kurikulum yang komprehensif dan terintegrasi.
Kurikum dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang meliputi penanaman nilai-nilai karakter, penguasaan pengetahuan
akademik, dan pengembangan keterampilan praktis. Kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran ditetapkan dengan jelas untuk setiap
mata pelajaran dan tingkat pendidikan, dengan penekanan pada pembentukan karakter, pemahaman konseptual, dan keterampilan
berpikir kritis serta kreatif.
Dalam rangka mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik, asesi menerapkan pendekatan diferensiasi dalam kurikulum. Penilaian
awal dan umpan balik berkelanjutan digunakan untuk menyesuaikan materi dan metode pengajaran agar sesuai dengan kemampuan,
gaya belajar, dan minat peserta didik. Kurikulum juga dirancang untuk mendukung berbagai bentuk pembelajaran, termasuk
pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan penggunaan teknologi pendidikan.
Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya dalam mencapai tujuan pendidikan.
Proses evaluasi melibatkan umpan balik dari pendidik, peserta didik, dan orang tua, serta analisis hasil belajar untuk mengidentifikasi
area perbaikan. Berdasarkan evaluasi, kurikulum disempurnakan dengan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
Bukti-bukti kinerja asesi termasuk dokumen kurikulum, rencana pembelajaran, laporan evaluasi kurikulum, materi ajar dan sumber
belajar, serta data asesmen dan umpan balik. Dengan pendekatan ini, asesi memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya
memenuhi standar nasional tetapi juga efektif dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat ditunjukkan kepada asesor untuk mendukung
kinerja asesi dalam merancang kurikulum yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan mengakomodasi
kebutuhan belajar peserta didik:
1. Dokumen Kurikulum: Salinan lengkap kurikulum yang mencakup tujuan pendidikan, kompetensi dasar,
dan rencana pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan tingkat pendidikan.
2. Rencana Pembelajaran: Rencana pembelajaran terperinci yang menunjukkan bagaimana kurikulum
diterapkan dalam praktik, termasuk strategi diferensiasi, metode evaluasi, dan penyesuaian materi.
3. Laporan Evaluasi Kurikulum: Laporan hasil evaluasi kurikulum yang mencatat umpan balik dari pendidik,
peserta didik, dan orang tua, serta rekomendasi untuk penyempurnaan.
4. Materi Ajar dan Sumber Belajar: Koleksi materi ajar dan sumber belajar yang digunakan untuk
mendukung kurikulum, termasuk buku teks, panduan pengajaran, dan materi pembelajaran tambahan.
5. Data Asesmen Peserta Didik: Data hasil asesmen yang menunjukkan pencapaian peserta didik terhadap
kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum, serta analisis hasil belajar.
6. Umpan Balik dari Pendidik dan Peserta Didik: Umpan balik yang dikumpulkan dari pendidik dan peserta
didik mengenai efektivitas kurikulum dan bagaimana kurikulum memenuhi kebutuhan belajar mereka.
7. Dokumentasi Pelatihan Pendidik: Dokumen yang menunjukkan bahwa pendidik telah menerima pelatihan
terkait penerapan kurikulum dan metode pengajaran yang efektif.
8. Contoh Pembelajaran Berbasis Proyek: Contoh proyek pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan
kurikulum, termasuk deskripsi proyek, tujuan, dan hasil yang dicapai.
9. Panduan Penggunaan Teknologi Pendidikan: Dokumen yang menunjukkan bagaimana teknologi
pendidikan digunakan dalam kurikulum untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan keterampilan
peserta didik.
10. Rekam Jejak Penyempurnaan Kurikulum: Catatan atau dokumentasi mengenai perubahan dan
penyempurnaan yang dilakukan pada kurikulum berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik.
Komponen 3 : Iklim Lingkungan Belajar
BUTIR 10
Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda membangun
iklim kebinekaan di lingkungan belajar, sehingga setiap warga sekolah memiliki sikap positif terhadap
keberagaman. Iklim tersebut dapat dihadirkan melalui kebijakan, proses pembelajaran ataupun mekanisme
lainnya yang dirancang oleh satuan pendidikan Anda.
Iklim kebinekaan dimaknai sebagai kondisi dimana warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keragaman
latar belakang (budaya, sosial agama). Nilai-nilai tersebut dibangun pada peserta didik, pendidik, tenaga
kependidikan dan orang tua/wali murid melalui kebijakan, pembelajaran dan perilaku pendidik dan tenaga
kependidikan oleh sekolah.
Iklim kebinekaan menjadi ciri sekolah yang berkualitas karena kondisi ini mencerminkan kapasitas sekolah
dalam menjaga anak didiknya dari paparan contoh-contoh perilaku anti-toleransi saat berada di lingkungan
belajar. Saat anak terpapar pada perilaku anti-toleransi, maka upaya untuk membangun rasa menghargai kepada
sesama manusia menjadi sebatas konten, dan bukan berupa nilai-nilai.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada Rencana Kerja Tahunan,
kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang
dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan
kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim
kebinekaan pada warga satuan pendidikan dan atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional
mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
JAWABAN :
Di satuan pendidikan kami, upaya untuk membangun iklim kebinekaan di lingkungan belajar dilakukan secara
komprehensif melalui kebijakan, proses pembelajaran, dan mekanisme lainnya. Kami berkomitmen untuk
menciptakan kondisi di mana setiap warga sekolah memiliki sikap positif terhadap keberagaman, baik dari segi
budaya, sosial, maupun agama.
-Kebijakan dan Program:
Kami telah merumuskan kebijakan inklusif yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai di
seluruh aspek kehidupan sekolah. Kebijakan ini mencakup pedoman untuk memastikan bahwa semua kegiatan
dan interaksi di sekolah mencerminkan prinsip-prinsip kebinekaan. Kami juga melaksanakan program-program
seperti “Hari Kebinekaan” dan workshop tentang keberagaman yang melibatkan semua anggota komunitas
sekolah, termasuk siswa, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali murid. Program-program ini
dirancang untuk mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap perbedaan serta untuk mencegah dan
menangani tindakan diskriminatif.
-Proses Pembelajaran:
Dalam proses pembelajaran, kami mengintegrasikan materi dan kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai
kebinekaan. Kurikulum kami mencakup topik tentang berbagai budaya, agama, dan latar belakang sosial, serta
mengajarkan keterampilan sosial yang penting seperti empati dan komunikasi efektif. Aktivitas pembelajaran
seperti diskusi kelas, proyek kelompok, dan presentasi diatur sedemikian rupa untuk mendorong peserta didik
saling berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain. Pendidik dilatih untuk mengelola kelas dengan
pendekatan yang menghargai keberagaman dan memastikan bahwa setiap suara didengar dan dihargai.
!!BUKAN JAWABAN !!
Bukti Kinerja:
1. Dokumen Kebijakan Inklusif: Salinan kebijakan yang mendukung kebinekaan di lingkungan sekolah.
2. Program dan Aktivitas: Deskripsi program-program kebinekaan yang telah dilaksanakan, termasuk
agenda dan hasil.
3. Materi Pembelajaran: Contoh materi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kebinekaan.
4. Evaluasi dan Umpan Balik: Laporan evaluasi tentang penerapan kebijakan kebinekaan dan umpan
balik dari siswa, pendidik, dan orang tua.
5. Dokumentasi Lingkungan Sekolah: Foto dan materi visual yang menunjukkan upaya menciptakan
lingkungan yang mendukung kebinekaan.
6. Catatan Kegiatan Orang Tua dan Komunitas: Dokumentasi keterlibatan orang tua dan komunitas
dalam mendukung kebinekaan.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam membangun iklim kebinekaan di lingkungan belajar. Upaya ini dilakukan
melalui kebijakan, proses pembelajaran, dan berbagai mekanisme yang dirancang untuk menciptakan kondisi di mana setiap warga
sekolah memiliki sikap positif terhadap keberagaman.
Asesi telah merumuskan dan menerapkan kebijakan inklusif yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai.
Kebijakan ini mencakup pedoman untuk memastikan bahwa semua aktivitas dan interaksi di sekolah mencerminkan prinsip-prinsip
kebinekaan. Program-program seperti “Hari Kebinekaan” dan workshop tentang keberagaman melibatkan semua anggota komunitas
sekolah dan dirancang untuk mempromosikan pemahaman serta apresiasi terhadap perbedaan, serta menangani tindakan diskriminatif
dengan tegas.
Proses Pembelajaran:
Dalam proses pembelajaran, asesi mengintegrasikan materi dan kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebinekaan. Kurikulum
mencakup topik tentang berbagai budaya, agama, dan latar belakang sosial, serta mengajarkan keterampilan sosial penting seperti
empati dan komunikasi efektif. Aktivitas pembelajaran dirancang untuk mendorong peserta didik berbagi pengalaman dan belajar dari
satu sama lain, sementara pendidik dilatih untuk mengelola kelas dengan pendekatan yang menghargai keberagaman.
Lingkungan sekolah didesain untuk mendukung iklim kebinekaan melalui materi visual dan fasilitas yang inklusif, seperti poster dan
sumber belajar yang merepresentasikan berbagai latar belakang. Mekanisme seperti kelompok diskusi dan forum kebinekaan diadakan
untuk menangani masalah atau kekhawatiran terkait keberagaman. Asesi juga melibatkan orang tua dan komunitas dalam pertemuan
dan acara yang mendukung nilai-nilai kebinekaan.
Asesi memastikan keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung kebinekaan dengan mengadakan acara yang melibatkan
mereka dan bekerja sama dengan organisasi lokal serta tokoh masyarakat untuk memperkenalkan berbagai perspektif dan budaya
kepada siswa.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat mendukung kinerja asesi dalam membangun
iklim kebinekaan di lingkungan belajar:
1. Dokumen Kebijakan Inklusif: Salinan kebijakan resmi tentang keberagaman dan inklusi yang diterapkan
di sekolah, termasuk pedoman dan prosedur yang berkaitan.
2. Agenda dan Laporan Program Kebinekaan: Dokumen yang mendetail tentang program-program seperti
“Hari Kebinekaan,” workshop, dan acara khusus yang mengedepankan nilai-nilai kebinekaan, termasuk
hasil dan dampaknya.
3. Contoh Materi Pembelajaran: Dokumen atau bahan ajar yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai
kebinekaan dalam kurikulum, termasuk buku, modul, dan panduan.
4. Laporan Evaluasi dan Umpan Balik: Laporan tentang hasil evaluasi program kebinekaan, serta umpan
balik dari pendidik, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas dan dampak kebijakan tersebut.
5. Foto dan Materi Visual Lingkungan Sekolah: Dokumentasi visual yang menunjukkan pengaturan
lingkungan sekolah, seperti poster, spanduk, dan materi visual lainnya yang mendukung kebinekaan.
6. Catatan Diskusi dan Forum Kebinekaan: Dokumentasi tentang pertemuan diskusi atau forum yang
membahas isu-isu keberagaman dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah yang muncul.
7. Sertifikat dan Dokumentasi Pelatihan: Bukti bahwa pendidik dan tenaga kependidikan telah mengikuti
pelatihan atau workshop tentang keberagaman dan inklusi.
8. Dokumen Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: Catatan pertemuan dan kegiatan yang melibatkan
orang tua dan komunitas dalam mendukung kebinekaan, termasuk agenda dan hasilnya.
9. Testimoni dan Cerita Sukses: Testimoni dari siswa, pendidik, dan orang tua yang menguraikan
pengalaman mereka terkait dengan program kebinekaan dan dampaknya terhadap komunitas sekolah.
10. Data Statistik dan Laporan Penanganan Kasus: Statistik atau laporan terkait penanganan kasus
diskriminasi atau intoleransi yang terjadi di sekolah, serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi
dan mencegahnya.
BUTIR 11
Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik
yang beragam.
Indikator
memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai
kebutuhan belajar peserta didik.
melaksanakan program bagi pendidik, orang tua/wali, dan peserta didik untuk mengakomodasi kebutuhan belajar
peserta didik yang beragam.
melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda memastikan
terbangunnya iklim belajar yang inklusif di lingkungan belajar sehingga kebutuhan belajar peserta didik
terpenuhi.
Inklusif, dalam konteks ini, dimaknai sebagai kemampuan satuan pendidikan menerima, merekognisi dan
memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang dipengaruhi oleh kebutuhan khususnya (penyandang
disabilitas dan anak cerdas istimewa bakat istimewa/ CIBI), ataupun kondisi psikis, sosial dan ekonomi-nya
yang memerlukan perhatian khusus.
Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau
sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan
kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa
layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim
lingkungan belajar yang inklusif pada warga satuan pendidikan dan atau program pendidikan kesetaraan,
silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
JAWABAN :
Di satuan pendidikan kami, upaya untuk memastikan terbangunnya iklim belajar yang inklusif dilakukan melalui berbagai kebijakan,
program, dan mekanisme yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, termasuk
penyandang disabilitas, anak cerdas istimewa, serta anak yang memerlukan perhatian khusus terkait kondisi psikis, sosial, dan
ekonomi.
-Kebijakan Inklusif:
Kami telah menetapkan kebijakan inklusif yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi
semua peserta didik, terlepas dari kebutuhan khusus mereka. Kebijakan ini mencakup pedoman untuk memastikan aksesibilitas fisik
dan pendidikan, serta prosedur untuk menangani berbagai kebutuhan belajar dengan cara yang adil dan efektif. Misalnya, kami
menyediakan fasilitas seperti ramp dan lift untuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta dukungan tambahan seperti asisten
pendidik dan perangkat bantu belajar.
-Proses Pembelajaran:
Untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dengan berbagai kondisi, kami menerapkan pendekatan diferensiasi dalam
kurikulum dan metode pengajaran. Ini termasuk penggunaan materi ajar yang dapat diakses oleh semua peserta didik, penyesuaian
metode pengajaran, dan strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memenuhi berbagai gaya dan kebutuhan belajar. Untuk anak
cerdas istimewa, kami menyediakan program pengayaan yang memungkinkan mereka mengeksplorasi minat dan bakat khusus mereka
melalui proyek dan kegiatan yang menantang. Kami juga memastikan bahwa peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus
terkait kondisi psikis, sosial, dan ekonomi mendapatkan dukungan yang sesuai, seperti konseling dan program bantuan.
Kami memfasilitasi terbangunnya iklim belajar inklusif dengan menyediakan mekanisme dukungan yang komprehensif. Ini termasuk
adanya tim pendukung khusus yang terdiri dari psikolog, konselor, dan spesialis pendidikan untuk bekerja langsung dengan peserta
didik yang memerlukan perhatian ekstra. Kami juga menyediakan pelatihan berkala bagi pendidik dan tenaga kependidikan tentang
cara mengelola kelas yang inklusif dan cara mendukung peserta didik dengan kebutuhan khusus. Selain itu, kami melibatkan orang tua
dalam proses perencanaan dan evaluasi dukungan yang diberikan, untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik.
-Lingkungan Sekolah:
Lingkungan sekolah dirancang untuk menjadi inklusif dan aksesibel. Fasilitas seperti ruang kelas yang mudah diakses, area istirahat
yang nyaman, dan alat bantu pendidikan tersedia untuk mendukung peserta didik dengan berbagai kebutuhan. Kami juga memastikan
bahwa materi ajar dan sumber belajar disesuaikan untuk mendukung aksesibilitas, seperti penggunaan buku teks dalam format braille,
atau perangkat lunak pendidikan khusus.
Kami melibatkan peserta didik dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka
terpenuhi secara efektif. Proses evaluasi mencakup umpan balik dari peserta didik, orang tua, dan pendidik untuk menilai efektivitas
dukungan yang diberikan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Dengan cara ini, kami dapat memastikan bahwa setiap peserta
didik mendapatkan pengalaman belajar yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Asesi telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam membangun iklim belajar yang inklusif di lingkungan sekolah. Upaya ini
dilakukan dengan memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, termasuk penyandang disabilitas,
anak cerdas istimewa, serta peserta didik yang memerlukan perhatian khusus terkait kondisi psikis, sosial, dan ekonomi.
Kebijakan Inklusif:
Asesi telah merumuskan dan menerapkan kebijakan inklusif yang memastikan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi
semua peserta didik. Kebijakan ini meliputi pedoman aksesibilitas fisik dan pendidikan, serta prosedur untuk menangani berbagai
kebutuhan belajar secara adil dan efektif. Fasilitas seperti ramp dan lift disediakan untuk mempermudah aksesibilitas bagi penyandang
disabilitas, dan dukungan tambahan seperti asisten pendidik serta perangkat bantu belajar juga tersedia.
Proses Pembelajaran:
Dalam proses pembelajaran, asesi menerapkan pendekatan diferensiasi yang memungkinkan penyesuaian kurikulum dan metode
pengajaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan belajar peserta didik. Materi ajar yang dapat diakses, metode pengajaran yang
bervariasi, serta strategi pembelajaran yang disesuaikan diterapkan untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus. Program pengayaan
disediakan untuk anak cerdas istimewa, sementara peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus terkait kondisi psikis, sosial,
dan ekonomi mendapatkan dukungan seperti konseling dan bantuan yang sesuai.
Asesi memfasilitasi terbangunnya iklim belajar inklusif dengan menyediakan mekanisme dukungan yang komprehensif. Tim
pendukung khusus, yang terdiri dari psikolog, konselor, dan spesialis pendidikan, bekerja langsung dengan peserta didik yang
memerlukan perhatian ekstra. Pelatihan berkala bagi pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pengelolaan kelas inklusif dan
dukungan untuk kebutuhan khusus juga diadakan. Orang tua dilibatkan dalam proses perencanaan dan evaluasi dukungan, memastikan
bahwa intervensi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Lingkungan Sekolah:
Lingkungan sekolah didesain untuk menjadi inklusif dan aksesibel, dengan fasilitas seperti ruang kelas yang mudah diakses, area
istirahat yang nyaman, dan alat bantu pendidikan yang mendukung peserta didik dengan berbagai kebutuhan. Materi ajar dan sumber
belajar juga disesuaikan untuk memastikan aksesibilitas.
Asesi melibatkan peserta didik dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka
terpenuhi secara efektif. Umpan balik dari peserta didik, orang tua, dan pendidik digunakan untuk menilai efektivitas dukungan yang
diberikan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat mendukung kinerja asesi dalam memastikan
terbangunnya iklim belajar yang inklusif di lingkungan belajar:
1. Dokumen Kebijakan Inklusif: Salinan kebijakan resmi yang menjelaskan pedoman dan prosedur untuk
mendukung keberagaman dan inklusi di sekolah.
2. Rencana Pembelajaran dan Dukungan: Dokumen yang menunjukkan penyesuaian kurikulum, materi
ajar, dan metode pengajaran untuk memenuhi berbagai kebutuhan belajar peserta didik, termasuk bagi
penyandang disabilitas dan anak cerdas istimewa.
3. Laporan Program Dukungan: Laporan kegiatan dan hasil program dukungan tambahan, termasuk rincian
tentang pelatihan pendidik dan fasilitas yang disediakan untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus.
4. Dokumentasi Fasilitas: Foto dan deskripsi dari fasilitas inklusif di sekolah, seperti ramp, lift, ruang
istirahat, dan alat bantu pendidikan.
5. Catatan Evaluasi dan Umpan Balik: Laporan evaluasi yang mencakup umpan balik dari peserta didik,
orang tua, dan pendidik mengenai efektivitas dukungan yang diberikan, serta tindakan yang diambil
berdasarkan umpan balik tersebut.
6. Pelatihan Pendidik: Sertifikat atau bukti pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan tentang pengelolaan
kelas inklusif dan dukungan untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus.
7. Dokumen Kerjasama dengan Profesional: Salinan dari kesepakatan atau dokumentasi kerjasama dengan
profesional seperti psikolog, konselor, atau spesialis pendidikan yang memberikan dukungan kepada
peserta didik.
8. Contoh Program Pengayaan: Deskripsi dan laporan kegiatan program pengayaan untuk anak cerdas
istimewa, termasuk contoh proyek atau kegiatan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
9. Catatan Kegiatan Konseling: Dokumentasi kegiatan konseling dan dukungan yang diberikan kepada
peserta didik dengan kondisi psikis, sosial, dan ekonomi khusus.
10. Feedback Orang Tua dan Komunitas: Umpan balik dari orang tua dan komunitas mengenai program
inklusi dan dukungan yang diterapkan, termasuk testimoni dan komentar mengenai dampaknya terhadap
peserta didik.
BUTIR 12
Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan
tenaga kependidikan.
Indikator
melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya.
memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang memahami tata laksana penanganan perundungan dan
kekerasan lainnya.
melibatkan orangtua/wali dalam pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda dalam
memberikan rasa aman secara psikis pada peserta didik dari perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan
seksual. Tanpa rasa aman ini, sangat sulit bagi murid untuk dapat belajar secara efektif, sehingga berpotensi
kehilangan kesempatannya untuk unggul.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa
layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim
lingkungan belajar yang aman secara psikis pada warga satuan pendidikan dan atau program pendidikan
kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
JAWABAN :
Di satuan pendidikan kami, upaya untuk memberikan rasa aman secara psikis kepada peserta didik dari perundungan, hukuman fisik,
dan kekerasan seksual sangat diutamakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan efektif. Kami telah
mengimplementasikan berbagai strategi dan kebijakan untuk memastikan bahwa semua peserta didik merasa terlindungi dan dapat
belajar tanpa rasa takut.
Kebijakan dan Prosedur: Kami memiliki kebijakan tegas yang melarang segala bentuk perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan
seksual. Kebijakan ini diikuti dengan prosedur yang jelas untuk melaporkan dan menangani insiden tersebut. Setiap anggota
komunitas sekolah, termasuk siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan, diberikan pelatihan tentang cara mendeteksi dan menangani
kasus perundungan dan kekerasan, serta bagaimana mendukung korban secara efektif.
Program Pendidikan dan Kesadaran: Kami menjalankan program pendidikan dan kesadaran untuk peserta didik tentang hak mereka
dan pentingnya saling menghormati. Program ini mencakup kegiatan tentang cara mengenali dan melaporkan perundungan serta
kekerasan, serta cara menangani situasi tersebut dengan aman. Selain itu, kami menyelenggarakan workshop dan seminar untuk
mendidik siswa tentang empati, komunikasi yang sehat, dan cara membangun hubungan yang positif.
Dukungan Psikologis dan Konseling: Kami menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi siswa yang membutuhkan.
Tim konselor terlatih siap membantu siswa yang mengalami dampak dari perundungan atau kekerasan, serta memberikan bimbingan
untuk membangun rasa percaya diri dan ketahanan. Selain itu, sesi konseling kelompok dan individu diadakan untuk membantu siswa
mengatasi masalah emosional mereka dan menciptakan ruang yang aman untuk berbicara tentang pengalaman mereka.
Lingkungan Sekolah yang Aman: Kami memastikan bahwa lingkungan sekolah dirancang untuk mendukung rasa aman. Fasilitas
seperti ruang istirahat yang nyaman, area konseling yang privat, dan pengawasan yang memadai di area umum dirancang untuk
mencegah dan menangani potensi situasi yang tidak aman. Kami juga mengadakan pemeriksaan rutin dan pelatihan untuk semua staf
tentang prosedur keamanan dan perlindungan siswa.
Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: Kami melibatkan orang tua dan komunitas dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman
dengan mengadakan pertemuan reguler untuk membahas kebijakan, memberikan informasi tentang dukungan yang tersedia, dan
mendiskusikan cara-cara untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan. Komunikasi terbuka antara sekolah dan rumah
merupakan bagian integral dari menciptakan rasa aman yang menyeluruh.
Monitoring dan Evaluasi: Kami melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kebijakan dan program yang diterapkan untuk
memastikan efektivitasnya dalam menciptakan lingkungan yang aman. Data dan umpan balik dari siswa, orang tua, dan staf digunakan
untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dan memastikan bahwa semua tindakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan harapan
komunitas sekolah.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman secara psikis kepada semua peserta didik,
memastikan bahwa mereka dapat fokus pada pembelajaran dan berkembang dengan maksimal tanpa adanya gangguan dari
perundungan, hukuman fisik, atau kekerasan seksual.
Asesi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
mendukung bagi semua peserta didik dengan mengimplementasikan berbagai kebijakan dan praktik untuk
melindungi mereka dari perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan seksual. Di satuan pendidikan ini,
kebijakan tegas diterapkan untuk melarang segala bentuk perilaku yang merugikan peserta didik. Prosedur yang
jelas telah disusun untuk melaporkan dan menangani kasus perundungan serta kekerasan, dengan pelatihan rutin
bagi seluruh anggota komunitas sekolah tentang cara mendeteksi, menangani, dan melaporkan insiden tersebut.
Program pendidikan dan kesadaran mengenai hak siswa, pentingnya saling menghormati, dan cara melaporkan
perundungan dan kekerasan telah dijalankan dengan aktif. Program ini mencakup kegiatan yang mendidik siswa
tentang empati, komunikasi yang sehat, dan hubungan positif, serta menyediakan sesi khusus untuk membahas
pengalaman dan memberikan dukungan yang diperlukan.
Layanan konseling dan dukungan psikologis disediakan secara komprehensif untuk peserta didik yang
membutuhkan, dengan tim konselor yang siap membantu siswa mengatasi dampak perundungan atau kekerasan.
Ruang konseling yang privat dan fasilitas dukungan emosional lainnya memastikan siswa dapat berbicara
secara terbuka dan mendapatkan bimbingan yang sesuai.
Lingkungan sekolah dirancang untuk mendukung rasa aman dengan fasilitas seperti ruang istirahat yang
nyaman dan pengawasan yang memadai. Pelatihan berkala untuk staf mengenai prosedur keamanan dan
perlindungan siswa dilakukan untuk memastikan mereka siap menangani situasi yang mungkin terjadi.
Keterlibatan orang tua dan komunitas juga diperkuat melalui pertemuan reguler yang membahas kebijakan
perlindungan siswa dan dukungan yang tersedia.
Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan dan program yang diterapkan.
Data dan umpan balik dari siswa, orang tua, dan staf digunakan untuk memperbaiki dan menyesuaikan langkah-
langkah yang diambil, memastikan bahwa lingkungan sekolah tetap aman dan mendukung bagi semua peserta
didik.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat mendukung deskripsi kinerja asesi dalam
memberikan rasa aman secara psikis kepada peserta didik dari perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan
seksual:
1. Dokumen Kebijakan Perlindungan Siswa: Salinan kebijakan sekolah yang mencakup tindakan preventif
dan responsif terhadap perundungan, hukuman fisik, dan kekerasan seksual, serta prosedur pelaporan dan
penanganan insiden.
2. Laporan Pelatihan dan Pengembangan Profesional: Bukti pelatihan yang diterima oleh staf sekolah
mengenai pengelolaan kelas yang aman, penanganan perundungan, dan pencegahan kekerasan, termasuk
materi pelatihan, sertifikat, dan jadwal pelatihan.
3. Dokumentasi Program Pendidikan dan Kesadaran: Rencana program pendidikan tentang hak-hak siswa,
pencegahan perundungan, dan kesadaran mengenai kekerasan, termasuk materi ajar, kegiatan, dan laporan
hasil program.
4. Rekaman Konseling dan Dukungan Psikologis: Laporan mengenai layanan konseling yang tersedia untuk
siswa, termasuk data jumlah sesi, jenis dukungan yang diberikan, dan umpan balik dari siswa dan orang tua.
5. Foto dan Deskripsi Fasilitas: Dokumentasi visual dan deskripsi fasilitas yang mendukung keamanan siswa,
seperti ruang konseling yang privat, area aman di sekolah, dan sistem pengawasan di area umum.
6. Survei dan Umpan Balik: Hasil survei dan umpan balik dari siswa, orang tua, dan staf mengenai efektivitas
kebijakan dan program perlindungan, termasuk testimoni dan rekomendasi untuk perbaikan.
7. Dokumentasi Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: Catatan pertemuan dengan orang tua dan
komunitas mengenai kebijakan perlindungan, termasuk agenda, notulen, dan materi yang dibagikan selama
pertemuan.
8. Data Monitoring dan Evaluasi: Laporan hasil monitoring dan evaluasi rutin mengenai efektivitas kebijakan
dan program perlindungan, termasuk data insiden yang dilaporkan dan tindakan yang diambil.
BUTIR 13
Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Indikator
memiliki/menggunakan bangunan dengan kondisi baik (tidak rusak sedang dan/atau rusak berat).
melaksanakan prosedur keselamatan peserta didik melalui pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan
prasarana.
melaksanakan prosedur dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
mempunyai dan melaksanakan prosedur mitigasi bencana yang relevan dengan kondisi yang ada.
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda dalam
memastikan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan saat sedang berada di lingkungan belajar.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana kerja tahunan atau dokumentasi lingkungan belajar yang dapat menunjukkan bahwa
layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan keselamatan warga,
silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
JAWABAN :
Satuan pendidikan kami berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan dengan
menerapkan berbagai langkah preventif dan responsif yang menyeluruh. Pertama, kami telah mengembangkan
dan menerapkan kebijakan keselamatan yang mencakup prosedur darurat, pengelolaan risiko, dan langkah-
langkah pencegahan untuk berbagai situasi, termasuk kebakaran, bencana alam, dan ancaman keamanan.
Kebijakan ini disosialisasikan kepada semua anggota komunitas sekolah, termasuk siswa, pendidik, dan tenaga
kependidikan.
Selain itu, kami rutin melaksanakan pelatihan keselamatan untuk seluruh staf dan siswa. Pelatihan ini meliputi
simulasi evakuasi, penggunaan alat pemadam kebakaran, serta prosedur pertolongan pertama. Kami juga
melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala untuk memastikan bahwa semua peralatan
keselamatan, seperti alarm kebakaran dan sistem pemadam, berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam
situasi darurat.
Dalam hal pengawasan, kami telah memasang sistem keamanan yang mencakup kamera pengawas dan petugas
keamanan yang berjaga di area-area kunci. Fasilitas sekolah dilengkapi dengan akses kontrol yang ketat untuk
memastikan bahwa hanya pihak yang berwenang yang dapat memasuki area tertentu. Selain itu, kami juga
menerapkan sistem komunikasi yang efisien untuk memastikan bahwa informasi penting tentang keselamatan
dapat disampaikan dengan cepat dan jelas kepada seluruh anggota komunitas sekolah.
Kami melibatkan orang tua dan masyarakat dalam upaya keselamatan melalui pertemuan rutin dan komunikasi
terbuka, membahas kebijakan keselamatan, serta mengedukasi mereka tentang peran mereka dalam menjaga
keselamatan anak-anak mereka. Dengan pendekatan ini, kami berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar
yang aman dan terlindungi, memastikan bahwa setiap warga sekolah dapat belajar dan bekerja dengan rasa
aman dan tenang. Satuan pendidikan kami berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh warga satuan
pendidikan dengan menerapkan berbagai langkah preventif dan responsif yang menyeluruh. Pertama, kami telah
mengembangkan dan menerapkan kebijakan keselamatan yang mencakup prosedur darurat, pengelolaan risiko,
dan langkah-langkah pencegahan untuk berbagai situasi, termasuk kebakaran, bencana alam, dan ancaman
keamanan. Kebijakan ini disosialisasikan kepada semua anggota komunitas sekolah, termasuk siswa, pendidik,
dan tenaga kependidikan.
Selain itu, kami rutin melaksanakan pelatihan keselamatan untuk seluruh staf dan siswa. Pelatihan ini meliputi
simulasi evakuasi, penggunaan alat pemadam kebakaran, serta prosedur pertolongan pertama. Kami juga
melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala untuk memastikan bahwa semua peralatan
keselamatan, seperti alarm kebakaran dan sistem pemadam, berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam
situasi darurat.
Dalam hal pengawasan, kami telah memasang sistem keamanan yang mencakup kamera pengawas dan petugas
keamanan yang berjaga di area-area kunci. Fasilitas sekolah dilengkapi dengan akses kontrol yang ketat untuk
memastikan bahwa hanya pihak yang berwenang yang dapat memasuki area tertentu. Selain itu, kami juga
menerapkan sistem komunikasi yang efisien untuk memastikan bahwa informasi penting tentang keselamatan
dapat disampaikan dengan cepat dan jelas kepada seluruh anggota komunitas sekolah.
Kami melibatkan orang tua dan masyarakat dalam upaya keselamatan melalui pertemuan rutin dan komunikasi
terbuka, membahas kebijakan keselamatan, serta mengedukasi mereka tentang peran mereka dalam menjaga
keselamatan anak-anak mereka. Dengan pendekatan ini, kami berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar
yang aman dan terlindungi, memastikan bahwa setiap warga sekolah dapat belajar dan bekerja dengan rasa
aman dan tenang.
Kolom Deskripsi Kinerja Asesi
Asesi telah menunjukkan dedikasi yang kuat dalam memastikan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan
melalui implementasi kebijakan dan prosedur yang komprehensif. Kebijakan keselamatan yang diterapkan
mencakup berbagai aspek, seperti prosedur darurat, pengelolaan risiko, dan langkah-langkah pencegahan untuk
situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam, dan ancaman keamanan. Kebijakan ini telah disosialisasikan
secara menyeluruh kepada siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Pelatihan keselamatan rutin dilakukan untuk semua anggota komunitas sekolah, meliputi simulasi evakuasi,
penggunaan alat pemadam kebakaran, dan pertolongan pertama. Pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas juga
dilakukan secara berkala untuk memastikan fungsi optimal dari peralatan keselamatan seperti alarm kebakaran
dan sistem pemadam.
Satuan pendidikan ini juga menerapkan sistem keamanan yang canggih, termasuk kamera pengawas dan
petugas keamanan di area-area kunci, serta sistem akses kontrol yang ketat untuk melindungi lingkungan
sekolah. Sistem komunikasi yang efisien memastikan informasi keselamatan dapat disampaikan dengan cepat
dan jelas kepada seluruh komunitas sekolah.
Keterlibatan orang tua dan masyarakat juga dijalin melalui pertemuan rutin dan komunikasi terbuka, membahas
kebijakan keselamatan dan peran mereka dalam menjaga keselamatan siswa. Dengan berbagai langkah tersebut,
asesi memastikan bahwa lingkungan belajar tetap aman dan terlindungi, sehingga setiap warga sekolah dapat
beraktivitas dengan rasa aman dan tenang.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat mendukung deskripsi kinerja asesi dalam
memastikan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan di lingkungan belajar:
1. Dokumen Kebijakan Keselamatan: Salinan kebijakan keselamatan dan prosedur darurat yang diterapkan
di sekolah, termasuk rencana evakuasi, protokol darurat, dan langkah-langkah pencegahan.
2. Laporan Pelatihan Keselamatan: Bukti pelatihan keselamatan yang telah diadakan, termasuk jadwal
pelatihan, materi pelatihan, dan sertifikat untuk peserta, serta laporan evaluasi pelatihan.
3. Dokumentasi Pemeliharaan Fasilitas: Laporan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin fasilitas keselamatan,
seperti sistem alarm kebakaran, alat pemadam, dan peralatan darurat lainnya.
4. Rekaman Kegiatan Simulasi Darurat:Dokumentasi simulasi evakuasi dan latihan darurat yang telah
dilakukan, termasuk jadwal kegiatan, evaluasi hasil simulasi, dan umpan balik dari peserta.
5. Foto dan Deskripsi Sistem Keamanan: Foto dan deskripsi sistem keamanan yang dipasang di sekolah,
seperti kamera pengawas, sistem kontrol akses, dan petugas keamanan yang bertugas.
6. Umpan Balik dari Komunitas Sekolah: Hasil survei atau umpan balik dari siswa, pendidik, dan orang tua
mengenai kebijakan keselamatan dan efektivitas langkah-langkah yang diambil, termasuk testimoni dan
rekomendasi.
7. Dokumentasi Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat: Catatan pertemuan dengan orang tua dan
masyarakat mengenai kebijakan keselamatan, termasuk agenda, notulen, dan materi yang dibagikan.
8. Data Insiden dan Tindakan Penanganan: Laporan insiden keselamatan yang terjadi di sekolah, termasuk
detail insiden, tindakan yang diambil, dan langkah-langkah perbaikan yang diterapkan.
BUTIR 14
Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun
kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Indikator
melaksanakan program untuk menjaga kebugaran peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat.
mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar satuan pendidikan yang tidak mengandung
pemanis buatan, gula, dan sodium berlebihan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.
melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada peserta didik, pendidik, dan
tenaga kependidikan.
memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan.
melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi.
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda dalam
membangun lingkungan belajar yang menghargai dan menjaga kesehatan fisik dan mental dari warganya,
melalui kebijakan, pembelajaran, fasilitas, sarana prasarana dan lainnya.
Kesehatan fisik merujuk pada kesadaran dan budaya warga satuan pendidikan untuk menjaga kesehatan dan
kebugaran. Kesehatan psikis merujuk pada kesadaran dan dukungan dalam menjaga kesehatan mental seluruh
warga satuan pendidikan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan
pendidikan, rencana kerja tahunan atau dokumentasi lingkungan belajar yang dapat menunjukkan bahwa
layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda.
Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat
visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum melakukan , silahkan jelaskan
rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
JAWABAN :
Satuan pendidikan kami berkomitmen untuk membangun lingkungan belajar yang menghargai dan menjaga
kesehatan fisik dan mental semua warganya melalui berbagai upaya terintegrasi. Kami telah merancang
kebijakan yang mendukung kesehatan fisik dan mental, yang mencakup pedoman tentang gaya hidup sehat,
nutrisi, dan kesejahteraan emosional. Kebijakan ini disosialisasikan kepada seluruh anggota komunitas sekolah,
termasuk siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta diintegrasikan dalam setiap aspek kehidupan sekolah.
Dalam pembelajaran, kami mengintegrasikan topik kesehatan fisik dan mental ke dalam kurikulum, termasuk
pendidikan jasmani yang menekankan pentingnya aktivitas fisik, serta program pendidikan kesehatan mental
yang mengajarkan teknik-teknik pengelolaan stres, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional. Kegiatan
ini didukung dengan sesi bimbingan dan konseling yang secara rutin dilakukan oleh tenaga profesional yang
terlatih dalam bidang kesehatan mental.
Fasilitas dan sarana prasarana juga dirancang untuk mendukung kesehatan. Kami menyediakan ruang olahraga
yang memadai, area bermain yang aman, serta fasilitas kesehatan seperti klinik sekolah dengan tenaga medis
yang siap memberikan perawatan dasar. Kami juga memastikan bahwa lingkungan sekolah bersih dan sehat
dengan rutinitas pembersihan dan pemeliharaan yang ketat.
Untuk mendukung kesehatan mental, kami memiliki program dukungan psikologis yang meliputi layanan
konseling individu dan kelompok, serta workshop dan seminar tentang kesehatan mental. Staf kami dilatih
untuk mengenali tanda-tanda stres dan gangguan mental, serta memberikan dukungan yang sesuai. Kami juga
aktif mengadakan kampanye kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mendorong
komunikasi terbuka mengenai isu-isu emosional.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami berusaha menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dan sehat
tetapi juga mendukung kesejahteraan fisik dan mental setiap anggota komunitas sekolah, sehingga mereka dapat
berfungsi dengan baik dan mencapai potensi penuh mereka.
Asesi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung
kesehatan fisik dan mental seluruh warganya. Kebijakan yang diterapkan mencakup pedoman untuk menjaga
kesehatan dan kebugaran, serta dukungan kesehatan mental yang disosialisasikan secara menyeluruh kepada
siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan. Kebijakan ini diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan
sekolah, memastikan bahwa setiap anggota komunitas memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kesehatan
yang baik.
Program pembelajaran di asesi mencakup pendidikan jasmani yang menekankan aktivitas fisik serta pendidikan
kesehatan mental yang mengajarkan keterampilan pengelolaan stres dan kesejahteraan emosional. Kegiatan ini
didukung oleh sesi bimbingan dan konseling rutin yang dilakukan oleh tenaga profesional, memastikan bahwa
siswa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk kesejahteraan fisik dan mental mereka.
Fasilitas sekolah dirancang untuk mendukung kesehatan dengan menyediakan ruang olahraga yang lengkap,
area bermain yang aman, dan fasilitas kesehatan seperti klinik sekolah. Lingkungan sekolah dijaga
kebersihannya melalui rutinitas pembersihan dan pemeliharaan yang ketat, sehingga menciptakan lingkungan
yang sehat dan aman.
Upaya untuk kesehatan mental juga sangat diperhatikan, dengan layanan konseling individu dan kelompok yang
tersedia bagi siswa, serta workshop dan seminar yang mengedukasi tentang kesehatan mental. Staf dilatih untuk
mengenali dan menangani masalah kesehatan mental, serta mendukung siswa dengan dukungan yang tepat.
Kampanye kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dilakukan secara aktif, mendorong komunikasi
terbuka dan dukungan emosional.
Dengan pendekatan ini, asesi berhasil menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya aman dan sehat tetapi
juga mendukung kesejahteraan fisik dan mental setiap anggota komunitas, memungkinkan mereka untuk
berfungsi secara optimal dan mencapai potensi penuh mereka.
Berikut adalah contoh identifikasi bukti kinerja lain yang dapat mendukung deskripsi kinerja asesi dalam membangun lingkungan
belajar yang menghargai dan menjaga kesehatan fisik dan mental:
1. Dokumen Kebijakan KesehatanZ Salinan kebijakan dan pedoman kesehatan fisik dan mental yang diterapkan di sekolah,
termasuk rencana dan prosedur untuk promosi kesehatan dan kesejahteraan.
2. Laporan Program Pendidikan: Materi kurikulum dan laporan kegiatan pendidikan jasmani serta kesehatan mental, termasuk
rencana pelajaran, aktivitas, dan hasil evaluasi program.
3. Dokumentasi Fasilitas dan Sarana Prasarana: Foto dan deskripsi fasilitas olahraga, area bermain, dan klinik sekolah, serta
laporan tentang pemeliharaan dan kebersihan fasilitas.
4. Rekaman Pelatihan Staf: Bukti pelatihan yang dilakukan untuk staf mengenai kesehatan fisik dan mental, termasuk sertifikat,
materi pelatihan, dan jadwal pelatihan.
5. Laporan Layanan Konseling: Data mengenai layanan konseling yang diberikan, termasuk jumlah sesi, jenis dukungan yang
diberikan, dan umpan balik dari siswa dan orang tua.
6. Kampanye Kesadaran dan Workshop: Materi dan laporan tentang kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop, dan
seminar yang telah dilaksanakan, termasuk peserta dan hasil evaluasi kegiatan.
7. Umpan Balik dari Siswa dan Orang Tua: Hasil survei atau umpan balik dari siswa, orang tua, dan staf mengenai kebijakan
dan program kesehatan, termasuk testimoni dan rekomendasi perbaikan.
8. Data Kesehatan dan Kesejahteraan: Statistik tentang kesehatan fisik dan mental siswa, termasuk data tentang kunjungan ke
klinik sekolah, laporan insiden kesehatan, dan tindak lanjut dari intervensi yang dilakukan.