Faktor Pengaruh Fintech di Mahasiswa Kupang
Faktor Pengaruh Fintech di Mahasiswa Kupang
DISUSUN OLEH:
KELAS/SEMESTER: B / IV (EMPAT)
NIM: 32121128
2023
i
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan
rahmat dan karuniaNya, saya dapat menyelesaikan tugas proposal saya dengan judul “Faktor-
Faktor Yang Mempegaruhi Penggunaan Fintech Di Kalangan Masyarakat (Studi Kasus
Pada Mahasiswa Di Kota Kupang Terhadap Penggunaan Aplikasi Dana)” ini dapat tersusun
dengan baik dan tepat waktu. Proposal ini saya susun untuk menyelesaikan tugas Ujian Akhir
Semester mata kuliah Metodologi Penelitian yang diberikan oleh dosen pengampu.
Dalam proses penyelesaian proposal ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada
teman-teman dan semua yang telah memberikan bantuan dalam proses penyelesaian proposal
saya ini.
Meskipun telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan propsal ini, saya yakin
masih banyak kekurangan dalam pembuatan dan penulisan proposal ini. Saya berharap semoga
para pembaca dapat memakluminya dan mengambil hal-hal yang penting dan bermanfaat dalam
proposal ini sebagai sebuah pembelajaran serta dapat memberikan saran dan kritik yang
membangun agar kedepannya saya dapat lebih baik lagi.
Penulis
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1
detik (Immawati & Dadang, 2019:1). Perkembangan ini bertujuan untuk mempermudah
konsumen dalam melakukan transaksi di bidang keuangan agar dapat dilakukan dimana saja
dan kapan saja.
Fintech merupakan sebuah model bisnis baru yang saat ini sangat membantu kebutuhan
masyarakat. Jasa-jasa yang diberikan oleh perusahaan penyelenggara fintech mampu
membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan tanpa harus memiliki rekening
seperti yang ada pada perbankan pada umumnya. Masyarakat tidak perlu menggunakan
identitas pribadi dalam melakukan transaksi keuangan (Rahma, 2018).
Salah satu fintech yang dikenal oleh masyarakat adalah electronic wallet (dompet
digital). Jumlah pengguna smartphone yang besar menjadi potensi besar bagi electronic
wallet, dimana konsumen memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan mobile. Produk
electronic wallet yang sedang berkembang di Indonesia adalah Shopeepay, OVO, Linkaja,
dan Dana, dan sebagainya.
Salah satu produk Fintech yang saat ini berkembang dan banyak beredar di masyarakat
serta banyak digunakan di kalangan mahasiswa adalah aplikasi “Dana”. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan oleh penulis pada Mahasiswa di Kota Kupang, diperoleh
informasi bahwa layanan fintech yang banyak dan sering digunakan oleh Mahasiswa di Kota
Kupang adalah aplikasi dompet digital “Dana” (Isan Krisanti, 2023).
Dana merupakan sebuah aplikasi dompet digital yang menempati posisi keempat dalam
persaingan dompet digital di Indonesia. Dana (Dompet Digital Indonesia) pertama kali
diperkenalkan pada tanggal 21 Maret 2018. Dana dapat digunakan untuk transaksi
pembayaran makanan, pembelian tiket bioskop, pembelian pulsa dan paket data, hingga
transfer antar bank secara cashless atau non tunai. Fitur-fitur dalam aplikasi Dana meliputi Isi
Saldo atau Top Up, Scan QR, Kirim atau Send, Minta atau Request, Riwayat atau History,
Pocket, dan Saya atau Me.
Berdasarkan uraian di atas, penulis mengambil judul “Faktor-Faktor Yang
Mempegaruhi Penggunaan Fintech Di Kalangan Masyarakat (Studi Kasus pada
Mahasiswa di Kota Kupang Terhadap Penggunaan Aplikasi Dana)”. Penelitian ini
bertujuan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
masyarakat, khususnya mahasiswa di Kota Kupang terhadap penggunaan alat pembayaran
non tunai dengan melakukan studi pada aplikasi Dana.
2
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah dengan menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi
“Dana” dapat memberikan kemudahan dalam bertransaksi pada mahasiswa di Kota
Kupang?
2. Apakah keamanan berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan
Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota
Kupang?
3. Apakah efektivitas berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang?
4. Apakah persepsi kemudahan, keamanan, efektivitas berpengaruh
terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan Financial
Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota
Kupang?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan penulisan adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kemudahan dalam bertransaksi dengan menggunakan Financial
Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota Kupang
2. Untuk mengetahui pengaruh keamanan terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang
3. Untuk mengetahui pengaruh efektivitas terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang
4. Untuk mengetahui persepsi kemudahan, keamanan, efektivitas
berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan
Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa
di Kota Kupang
1.4 Manfaat Penulisan
3
1. Bagi Pembaca; sebagai salah satu bahan untuk menambah referensi bacaan,
khususnya bagi Mahasiswa/i Program Studi Manajemen Unika Widya Mandira
Kupang
2. Bagi Penulis; untuk mengembangkan ilmu dan melatih penulis dalam menerapkan
teori materi yang didapat pada saat proses perkuliahan
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Financial Technology
Financial technology atau yang disingkat dengan fintech merupakan satu layanan yang
menggunakan sistem secara online dalam bidang keuangan (Dinar, 2020). Fintech
merupakan
gabungan antara financial dan technology yang mengarah kepada industri yang menyediakan
layanan keuangan yang telah berkolaborasi dengan teknologi digital. Menurut (Bank
Indonesia, 2017:3) dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 tentang
Penyelenggara Teknologi Finansial disebutkan bahwa Bank Indonesia financial technology
merupakan suatu penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang dapat menghasilkan
produk, layanan, teknologi dan model bisnis baru yang akan berdampak pada stabilitas
moneter, stabilitas keuangan, dan/atau efisiensi, kelancaran, keamanan, dan keadaan sistem
pembayaran.
Berdasarkan pada beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa financial
technology atau fintech adalah sebuah inovasi baru pada jasa keuangan yang berkolaborasi
dengan perkembangan teknologi untuk memberikan suatu kemudahan pada layanan jasa
keuangan agar lebih efektif dan juga efisien.
Menurut Fin (2016) dalam Dinar (2020:4) ada tujuh faktor penggerak utama Financial
Technology (Fintech) yaitu:
1. Transformasi sikap dan kepentingan dari nasabah
2. Perangkat digital dan seluler
3. Transformasi yang begitu cepat
4. Tingkat kepercayaan nasabah pada lembaga keuangan yang menurun
5. Semakin berkurangnya hambatan untuk menjadi digital disruptor
4
6. Memperoleh keuntungan yang menarik
7. Terdapat beberapa aturan dan kebijakan-kebijakan yang mendukung
Adapun beberapa tujuan utama dari financial technology adalah untuk membantu serta
mengoptimalkan teknologi, untuk mengganti, mempertajam ataupun mempercepat berbagai
macam aspek pelayanan keuangan yang berbasis teknologi digital, sehingga dengan adanya
teknologi finansial maka layanan keuangan seperti pembayaran, transfer dana, pengumpulan
dana, pinjaman serta pengelolaan aset sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa
harus membuang-buang waktu (Sari & Novrianto, 2020).
2.2 Jenis-jenis Financial Technology
Fintech terus mengalami perkembangan yang tidak berkesudahan, bahkan di Indonesia
sendiripun fintech mengalami perkembangan yang masif. Perkembangan ini juga akhirnya
berdampak pada perusahaan-perusahaan yang terus mengembangkan layanan keuangan
berbasis pada teknologi digital. Menurut Bank Indonesia, ada 4 jenis financial technology di
Indonesia yaitu:
2.2.1 Digital Payment
Menurut Sudaryo (2020:100) layanan payment yang paling sering digunakan adalah e-
commerce. Digital payment jenis ini memberikan banyak kemudahan dan kecepatan dalam
melakukan proses transaksi, karena e-commerce memanfaatkan portal yang menghubungkan
langsung pembayaran antara pembeli dan penjual. Selain itu juga ada beberapa perusahaan
yang sudah menyediakan layanan payment yang dapat menerima transaksi dari berbagai bank
seperti melakukan transfer (pemindahan dana) antar bank dan lain sebagainya.
Ada beberapa manfaat dari adanya digital payment menurut Rahayu (2020:9) adalah:
5
1. Kenyamanan dan kemudahan dalam bertransaksi. Dengan adanya digital payment
akan dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para penggunanya
dalam melakukan transaksi.
2. Pencatatan dan perencanaan keuangan yang mudah direkam. Karena pada sistem
dalam setiap aplikasi akan memberikan semua catatan history dari transaksi
penggunanya.
Ada beberapa contoh jenis payment di Indonesia yaitu emoney card, e-toll, e-wallet,
dan terdapat jenis payment dalam bentuk aplikasi dengan berbagai macam merek seperti Go
pay, OVO, T-Cash, Paytren, Link Aja, Dana, Line Pay, Sakuku, Doku, dan masih banyak
jenis aplikasi lainnya.
Crowdfunding merupakan salah satu jenis fintech yang digunakan untuk melakukan
penggalangan dana dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membiayai suatu
karya atau korban bencana. Sesuai dengan istilah yang digunakan, crowdfunding merupakan
pembiayaan massal (Pambudi, 2019). Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa crowdfunding
merupakan suatu jenis penggalangan dana dengan memanfaatkan web, sosial media, dan
teknologi lainnya untuk memberikan dukungan terhadap suatu karya tertentu.
Peer to peer lending atau P2P lending adalah layanan keuangan yang memberikan
pinjaman dana kepada masyarakat yang berasal dari masyarakat itu sendiri maupun
perusahaan
yang menyediakan layanan (Pambudi, 2019).
6
dapat mengambil sebuah keputusan secara efisien (Sari & Novrianto,
2020).
8
pekerjaanya dengan mudah dibanding dengan seseorang yang bekerja tidak menggunakan
sistem atau bekerja secara manual.
Berdasarkan dari beberapa definisi kemudahan yang dipaparkan di atas maka dapat
diambil kesimpulan bahwa apabila seseorang mengaplikasikan sistem teknologi dalam
pekerjaannya, maka akan menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaanya, kemudian
sistem teknologi dirancang untuk dapat mempermudah penggunanya dalam melakukan
pekerjaan bukan untuk mempersulit penggunanya.
Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur persepsi kemudahan adalah
sebagai berikut (Immawati & Dadang, 2019):
1. Mudah diakses
2. Mudah dalam pengoperasian
3. Mudah dipelajari
2.5 Keamanan
Menurut Mahardika dan Basuki dalam (Alifia, 2016), keamanan adalah kemampuan
untuk melindungi informasi pada sebuah aplikasi dari ancaman ataupun penyalahgunaan.
Berdasarkan (ISO/IEC 27002 Information Technology-Security Techniques-Code of practice
for information security management) dalam Irawan dan Affan (2020:56) keamanan
informasi adalah sebuah perlindungan informasi dari berbagai macam ancaman untuk dapat
memastikan kelangsungan bisnis, meminimalkan resiko bisnis, dan memaksimalkan laba atas
investasi dan peluang bisnis. Keamanan informasi dapat dicapai dengan menerapkan kontrol
yang sesuai termasuk kebijakan, struktur organisasi, dan prosedur.
Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kemanan adalah sebagai
berikut (Alwafi & Magnadi, 2016):
1. Jaminan keamanan
2. Kerahasian data
2.6 Efektivitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efektivitas berasal dari kata efektif
yang berarti efek, hasil, akibat, dan pengaruh. Efektivitas adalah hubungan antara informasi
dan
tujuan, dimana efektivitas bisa diukur berdasarkan pada seberapa jauh tingkat informasi,
kebijakan, dan prosedur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Bastian,
9
2005). Efektivitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang ketika menggunakan
teknologi dalam melakukan transaksi.
Dalam penelitian (Davis, 2014) mengatakan bahwa persepsi kegunaan merupakan salah
satu tolak ukur kepercayaan seseorang bahwa ketika menggunakan teknologi akan
meningkatkan prestasi kerja seseorang. Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa
adanya kaitan antara efektivitas dengan persepsi kegunaan, semakin banyak kegunaan yan
didapatkan dalam menggunakan teknologi maka efektivitas penggunaannya juga dapat
tercapai.
Menurut Irmadhani & Nugroho (2012), persepsi kegunaan dapat dibagi menjadi
beberapa bagian sebaai berikut:
1. Penggunaan sistem dapat meningkatkan kinerja individu.
2. Penggunaan sistem dapat meningkatkan produktivtas individu.
3. Penggunaan sistem dapat meningkatkan efektivitas kinerja individu.
4. Penggunaan sistem bermanfaat bagi individu.
Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas menurut
Immawati & Dadang (2019) adalah sebagai berikut:
1. Banyak kegunaan atau manfaat
2. Efek bagi pengguna
3. Meningkatkan kinerja pengguna
2.7 Pemakaian “Dana”
Pemakaian sistem adalah kondisi nyata pemakaian suatu sistem yang dikonsepkan dalam
bentuk pengukuran terhadap frekuensi dan durasi waktu pemakaian teknologi (Davis (1989);
Tirtana (2014)).
Pemakaian “Dana” merupakan suatu keinginan yang ada dalam diri seseorang untuk
melakukan suatu kegiatan transaksi online dengan memanfaatkan atau menggunakan
Aplikasi Dana sebagai sistem pembayarannya. Era globalisasi saat ini sangat mendorong
pemakaian “Dana” sebagai sistem pembayaran untuk membantu konsumen melakukan
pembayaran online sehingga tidak perlu membawa uang tunai.
Pada penelitian ini menilai beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan Dana oleh
karena itu pemakaian “Dana” menjadi variabel dependen.
2.8 Penelitian Terdahulu
10
Dalam penulisan penelitian ini peneliti menggunakan berbagai referensi dari beberapa
penelitian sebelumnya sebagai bahan pertimbangan mengenai kekurangan dan kelebihan
yang
sudah diteliti. Walaupun terdapat perbedaan baik dari subjek maupun objek penelitian, tetapi
hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk membantu menyelesaikan
penelitian ini. Adapun beberapa penelitian terdahulu yang menjadi referensi, yaitu:
Tsamara Balqis (2021) dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Bertransaksi Menggunakan Financial Technology (Fintech) (Studi Pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam Uin Ar-Raniry Banda Aceh)”. Persamaan penelitian ini adalah
salah satu variabel dependen yang digunakan sama yaitu variabel keamanan. Sedangkan
perbedaannya, terletak pada studi penelitiannya, studi penulis yaitu pada mahasiswa di Kota
Kupang, sedangkan penelitian terdahulu studi pada Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Rosita Dewi Hayuningtyas (2020) dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Penggunaan Sistem Pembayaran Fintech (Studi Kasus Pada Aplikasi Dana Di Yogyakarta)”.
Persamaan penelitian ini adalah sama-sama melakukan penelitian tentang Financial
Technology yaitu Aplikasi Dana. Sedangkan perbedaannya adalah, subjek penelitian yang
digunakan peneliti terdahulu adalah mahasiswa dan lokasinya di Yogyakarta. Sedangkan
penulis subjek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa dan lokasinya di Kota Kupang.
11
bertransaksi
menggunakan financial
technology.
2. Rosita Dewi Hayuningtyas Data yang digunakan dalam Semakin tinggi familiaritas
(2020),“Faktor-Faktor Yang penelitian adalah Data seseorang maka akan
Mempengaruhi Penggunaan Primer. Variabel mempengaruhi mahasiswa di
Sistem Pembayaran Fintech Independen yaitu Yogyakarta dalam
(Studi Kasus Pada Aplikasi Familiaritas, Reputasi, meningkatkan pemakaian
Dana Di Yogyakarta)” Gaya Hidup, dan Persepsi “Dana”.
Kredibilitas. Variabel Semakin tinggi atau semakin
dependen dalam penelitian rendah reputasi maka tidak
ini adalah pemakaian akan mempengaruhi
“Dana”. pemakaian “Dana” pada
mahasiswa di Yogyakarta.
Semakin tinggi aktivitas
seseorang dalam
menggunakan aplikasi Dana
maka akan mempengaruhi
mahasiswa di
Yogyakarta dalam
meningkatkan pemakaian
“Dana”. Ini berkaitan dengan
gaya hidup.
Semakin tinggi atau semakin
rendah persepsi kredibilitas
maka tidak akan
mempengaruhi pemakaian
“Dana” pada mahasiswa di
Yogyakarta.
12
2.9.1 Pengaruh Presepsi Kemudahan Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan
“Dana”
Persepsi kemudahan merupakan sebuah asumsi dari seseorang bahwa dengan
menggunakan teknologi hanya membutuhkan usaha yang kecil atau tidak
menyusahkan ketika menggunakan teknologi tersebut. Dalam bertransaksi
menggunakan fintech yaitu aplikasi “Dana”, setiap orang mengingikan kemudahan
dalam menjalankan aplikasi tersebut, sehingga timbullah anggapan bahwa dengan
mengaplikasikan teknologi dalam pekerjaan maka akan mempermudah pekerjaan dan
juga dapat menghemat waktu.
Persepsi kemudahan memiliki hubungan yang dengan minat. Menurut Nurdin et
al., (2020:218) fintech memiliki kemudahan pengguna yang tinggi, maka semakin
mudah untuk digunakan sehingga minat seseorang menggunakan layanan fintech
akan semakin meningkat. Karena pengguna fintech menganggap kemudahan yang
ditawarkan layanan fintech untuk digunakan adalah tinggi. Penelitian yang dilakukan
oleh Yanto et al., (2020) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan
signifiakan pada kemudahan terhadap minat menggunakan financial technology.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1: Presepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan fintech terlebih khusus pada penggunaan aplikasi “Dana”
2.9.2 Pengaruh Keamanan Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Keamanan dapat diartikan sebagai kemampuan sebuah aplikasi
untuk dapat melindungi informasi penggunanya dan melakukan
pengontrolan dan penjagaan ketika pengguna sedang melakukan
proses transaksi. Dalam melakukan transaksi menggunakan fintech
terlebih khusus pada aplikasi Dana, keamanan merupakan salah
satu faktor yang paling penting karena apabila suatu aplikasi
fintech mampu mencegah adanya ancaman dan penyalahgunaan
maka pengguna aplikasi fintech merasa nyaman ketika
menggunakan aplikasi tersebut.
13
Menurut Alifia (2016) keamanan bisa mempengaruhi pengguna
transaksi online karena dengan terjaminnya transaksi online
tersebut, maka pengguna sistem informasi merasa aman, risiko
hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan risiko pencurian
akan rendah.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam
penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H2: Keamanan berpengaruh terhadap minat mahasiswa
bertransaksi menggunakan fintech terlebih khusus pada
Aplikasi “Dana”
2.9.3 Pengaruh Efektivitas Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari
kata efektif yang berarti efek, hasil, akibat dan pengaruh.
Efektivitas yang dimaksud dalam hal ini adalah hasil yang didapat
dari penggunaan suatu teknologi yang sesuai dengan tujuan
penggunanya (Faizah, 2020). Menurut Faizah (2020) efektivitas
memiliki keterkaitan dengan kegunaan, semakin banyak kegunaan
yang didapatkan oleh pengguna dalam menggunakan teknologi
maka efektivitas penggunanya juga bisa tercapai.
Dalam penelitian (Faizah, 2020), menyatakan bahwa efektivitas memiliki
pengaruh yang positif dan juga signifikan terhadap minat bertransaksi seseorang
menggunakan financial technology terlebih pada penggunaan aplikasi “Dana”.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H3: Efektivitas berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan fintech terlebih khusus pada aplikasi “Dana”
2.9.4 Pengaruh Presepsi Kemudahan, Keamanan, dan Efektivitas Terhadap Minat
Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Persepsi kemudahan merupakan sebuah asumsi dari seseorang, bahwa dengan
menggunakan teknologi hanya membutuhkan usaha yang kecil atau tidak
menyusahkan ketika menggunakannya. Dalam bertransaksi menggunakan aplikasi
14
Dana, setiap orang menginginkan kemudahan dalam menjalankan aplikasi Dana
tersebut, sehingga timbullah anggapan bahwa dengan mengaplikasikan teknologi
dalam pekerjaan maka akan mempermudah pekerjaan seseorang dan juga dapat
menghemat waktu.
Menurut Alifia (2016) keamanan akan mempengaruhi pengguna transaksi online
karena dengan terjaminnya transaksi online tersebut, maka pengguna sistem informasi
merasa aman, risiko hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan risiko pencurian
akan rendah.
Menurut Faizah (2020) efektivitas memiliki keterkaitan dengan dengan kegunaan,
semakin banyak kegunaan yang didapatkan oleh pengguna dalam menggunakan
teknologi maka efektivitas penggunanya dapat tercapai. Melihat permasalahan dan
teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai
berikut:
H4: Persepsi Kemudahan, Keamanan, Efektivitas berpengaruh terhadap
minat mahasiswa bertransaksi menggunakan aplikasi “Dana”.
2.10 Kerangka Penelitian
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menjelaskan bahwa
hubungan antara variabel yang akan diuji dalam penelitian ini adalah
persepsi kemudahan, keamanan, dan efektivitas terhadap minat
mahasiswa bertransaksi menggunakan Financial Technology yaitu berupa
Aplikasi Dana.
Presepsi
Kemudahan (X1)
Minat Bertransaksi
Keamanan (X2) Menggunakan
Aplikasi Dana (Y)
15
Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran
sebagaimana adanya, pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan
dalam verifikasi (Nazir, 2011:132). Hipotesis juga sebagai pernyataan sementara yang masih
diuji kebenarannya. Adapun hipotesis dalam penelitian adalah:
Ha1: Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan
Aplikasi Dana.
Ha2: Keamanan berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.
Ha3: Efektivitas berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.
Ha4: Persepsi kemudahan, Keamanan dan Efektivitas secara bersama-sama berpengaruh
terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.
16
BAB III
METODE PENELITIAN
17
3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
Populasi merupakan sekumpulan entitas yang lengkap yang dapat berupa orang,
kejadian, atau benda, yang bisa dijadikan sebagai objek maupun subjek penelitian dan
memiliki sejumlah karakteristik umum (Wibisono, 2013). Menurut Bungin dalam
(Siregar, 2013) populasi dalam penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari
objek penelitian yang bisa berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala,
nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya. Yang kemudian objek-objek ini dapat
dijadikan informasi penelitian.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Mahasiswa/I yang berada di Kota
Kupang, yang terdiri dari beberapa kampus yaitu, Mahasiswa Universitas Nusa
Cendana Program Studi Manajemen, Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira
Program Studi Manajemen, dan Mahasiswa Poltek Negeri Kupang Program Studi
Administrasi Bisnis.
Tabel 3.1 Jumlah Mahasiswa di Kota Kupang
Nama Kampus Jumlah Mahasiswa Presentase
18
Teknik pengambilan sampel non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel
yang setiap anggota dalam populasi penelitian tidak memiliki kesempatan atau peluang yang
sama untuk dipilih sebagai sampel (Wibisono, 2013). Purposive sampling atau judgment
sample merupakan metode yang digunakan peneliti memperoleh informasi berdasarkan
pertimbangan pribadi dan harus mempunyai kriteria-kriteria tertentu. Alasan menggunakan
teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai
dengan kejadian yang diteliti. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan aplikasi dana
sehingga yang menjadi responden harus memenuhi kriteria yang sesuai. Responden dalam
penelitian ini adalah mahasiswa/i di Kota Kupang yang menggunakan aplikasi “Dana”.
Adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Menggunakan Smartphone/Handphone.
2. Terdapat aplikasi Fintech yaitu aplikasi Dana.
3. Menggunakan aplikasi Dana.
4. Melakukan transaksi menggunakan aplikasi Dana minimal 1 kali dalam sebulan.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 responden. Jumlah tersebut diperoleh
berdasarkan perhitungan dengan standar error sebesar 10% atau 0,1 menggunakan rumus
sebagai berikut:
N
n= 2
1+ Ne
Keterangan:
n = Sampel
N = Populasi
1.390
n= 2
1+1.390 (0 ,1)
1.390
n=
1+13 , 9
1.390
n=
14 ,9
19
n=93 , 2 , dibulatkan menjadi 93.
2 2 Tidak Setuju
3 3 Setuju
4 4 Sangat Setuju
20
dengan huruf (X). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah
persepsi kemudahan (X1), keamanan (X2),
efektivitas (X3).
3.6.3 Operasional Variabel
21
Keamanan dalam Magnadi, 2016) aplikasi “Dana”.
3. Saya yakin aplikasi
penelitian ini
“Dana” dapat menjaga
adalah anggapan
informasi pribadi
Mahasiswa di Kota
saya.
Kupang bahwa
4. Aplikasi fintech
apliakasi “Dana”
melindungi data
menawarkan
pribadi saya selama
jaminan keamanan
dan setalah
dan menjaga
menggunakan.
kerahasiaan data
penggunanya.
22
transaksi.
23
menggunakannya.
24