0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan26 halaman

Faktor Pengaruh Fintech di Mahasiswa Kupang

Proposal ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan fintech, khususnya aplikasi Dana, di kalangan mahasiswa di Kota Kupang. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi kemudahan, keamanan, dan efektivitas yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam bertransaksi menggunakan aplikasi tersebut. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan informasi, fintech diharapkan dapat memberikan solusi praktis dalam transaksi keuangan masyarakat.

Diunggah oleh

liliberthakrisanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan26 halaman

Faktor Pengaruh Fintech di Mahasiswa Kupang

Proposal ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan fintech, khususnya aplikasi Dana, di kalangan mahasiswa di Kota Kupang. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi kemudahan, keamanan, dan efektivitas yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam bertransaksi menggunakan aplikasi tersebut. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan informasi, fintech diharapkan dapat memberikan solusi praktis dalam transaksi keuangan masyarakat.

Diunggah oleh

liliberthakrisanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN FINTECH


DI KALANGAN MASYARAKAT (Studi Kasus Pada Mahasiswa Di Kota
Kupang Terhadap Penggunaan Aplikasi Dana)

DISUSUN OLEH:

MARIA YOSEFA LILIBERTHA KRISANTI

KELAS/SEMESTER: B / IV (EMPAT)

NIM: 32121128

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG

2023

i
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan
rahmat dan karuniaNya, saya dapat menyelesaikan tugas proposal saya dengan judul “Faktor-
Faktor Yang Mempegaruhi Penggunaan Fintech Di Kalangan Masyarakat (Studi Kasus
Pada Mahasiswa Di Kota Kupang Terhadap Penggunaan Aplikasi Dana)” ini dapat tersusun
dengan baik dan tepat waktu. Proposal ini saya susun untuk menyelesaikan tugas Ujian Akhir
Semester mata kuliah Metodologi Penelitian yang diberikan oleh dosen pengampu.

Dalam proses penyelesaian proposal ini, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada
teman-teman dan semua yang telah memberikan bantuan dalam proses penyelesaian proposal
saya ini.

Meskipun telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan propsal ini, saya yakin
masih banyak kekurangan dalam pembuatan dan penulisan proposal ini. Saya berharap semoga
para pembaca dapat memakluminya dan mengambil hal-hal yang penting dan bermanfaat dalam
proposal ini sebagai sebuah pembelajaran serta dapat memberikan saran dan kritik yang
membangun agar kedepannya saya dapat lebih baik lagi.

Kupang, 09 Juni 2023

Penulis

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teknologi dan informasi telah mengalami perkembangan yang begitu pesat di tengah
merebaknya perubahan zaman yang semakin maju, tidak hanya terjadi pada satu bidang,
tetapi perkembangan teknologi juga telah mencakup seluruh proses pada aktivitas manusia.
Perkembangan teknologi dan informasi telah menyebabkan banyak perubahan dalam
berbagai bidang kehidupan, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun budaya.
Inovasi teknologi yang semakin berkembang memberikan banyak manfaat dalam
penggunaannya di masyarakat. Saat ini pemenuhan akan teknologi pun sangat dibutuhkan
dalam membantu segala aktivitas manusia. Sehingga perkembangan penggunaan teknologi
tidak lepas dengan adanya penggunaan fasilitas internet dan smartphone yang semakin hari
semakin meningkat penggunanya.
Selain daripada itu, perkembangan teknologi dan informasi yang disertai dengan
peningkatan jumlah pengguna yang memberikan dampak positif bagi penyedia jasa keuangan
dan e-commerce dengan menggunakan media elektronik untuk memberikan kemudahan
kepada para nasabah dan pelanggannya dalam melakukan transaksi keuangan. Salah satu
perkembangan teknologi dalam sektor keuangan adalah adanya Financial Technology atau
disingkat dengan istilah Fintech yang saat ini sudah muncul dan berkembang di Indonesia.
Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun dengan menjalankan mekanisme
transaksi keuangan yang spesifik (OJK, 2019). Adapun jasa-jasa yang diberikan oleh
perusahaan penyelenggara fintech dapat membantu masyarakat dalam melakukan transaksi
keuangan tanpa harus memiliki rekening seperti yang ada pada perbankan pada umumnya.
Masyarakat tidak perlu menggunakan identitas pribadi dalam melakukan transaksi keuangan
(Rahma, 2018).
Menurut Bank Indonesia, financial technology merupakan suatu kolaborasi antara jasa
keuangan dengan teknologi, yang membuat perubahan sistem pembayaran menjadi lebih
praktis, mudah, dan dapat dilakukan dimana saja, yang awalnya dilakukan dengan tatap muka
dan membawa uang dalam jumlah besar kemana saja, sekarang dapat dilakukan dengan
mudah dimana saja tanpa harus memperhatikan jarak dan dapat dilakukan dalam hitungan

1
detik (Immawati & Dadang, 2019:1). Perkembangan ini bertujuan untuk mempermudah
konsumen dalam melakukan transaksi di bidang keuangan agar dapat dilakukan dimana saja
dan kapan saja.
Fintech merupakan sebuah model bisnis baru yang saat ini sangat membantu kebutuhan
masyarakat. Jasa-jasa yang diberikan oleh perusahaan penyelenggara fintech mampu
membantu masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan tanpa harus memiliki rekening
seperti yang ada pada perbankan pada umumnya. Masyarakat tidak perlu menggunakan
identitas pribadi dalam melakukan transaksi keuangan (Rahma, 2018).
Salah satu fintech yang dikenal oleh masyarakat adalah electronic wallet (dompet
digital). Jumlah pengguna smartphone yang besar menjadi potensi besar bagi electronic
wallet, dimana konsumen memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan mobile. Produk
electronic wallet yang sedang berkembang di Indonesia adalah Shopeepay, OVO, Linkaja,
dan Dana, dan sebagainya.
Salah satu produk Fintech yang saat ini berkembang dan banyak beredar di masyarakat
serta banyak digunakan di kalangan mahasiswa adalah aplikasi “Dana”. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan oleh penulis pada Mahasiswa di Kota Kupang, diperoleh
informasi bahwa layanan fintech yang banyak dan sering digunakan oleh Mahasiswa di Kota
Kupang adalah aplikasi dompet digital “Dana” (Isan Krisanti, 2023).
Dana merupakan sebuah aplikasi dompet digital yang menempati posisi keempat dalam
persaingan dompet digital di Indonesia. Dana (Dompet Digital Indonesia) pertama kali
diperkenalkan pada tanggal 21 Maret 2018. Dana dapat digunakan untuk transaksi
pembayaran makanan, pembelian tiket bioskop, pembelian pulsa dan paket data, hingga
transfer antar bank secara cashless atau non tunai. Fitur-fitur dalam aplikasi Dana meliputi Isi
Saldo atau Top Up, Scan QR, Kirim atau Send, Minta atau Request, Riwayat atau History,
Pocket, dan Saya atau Me.
Berdasarkan uraian di atas, penulis mengambil judul “Faktor-Faktor Yang
Mempegaruhi Penggunaan Fintech Di Kalangan Masyarakat (Studi Kasus pada
Mahasiswa di Kota Kupang Terhadap Penggunaan Aplikasi Dana)”. Penelitian ini
bertujuan memberikan gambaran mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
masyarakat, khususnya mahasiswa di Kota Kupang terhadap penggunaan alat pembayaran
non tunai dengan melakukan studi pada aplikasi Dana.

2
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah dengan menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi
“Dana” dapat memberikan kemudahan dalam bertransaksi pada mahasiswa di Kota
Kupang?
2. Apakah keamanan berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan
Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota
Kupang?
3. Apakah efektivitas berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang?
4. Apakah persepsi kemudahan, keamanan, efektivitas berpengaruh
terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan Financial
Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota
Kupang?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan penulisan adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kemudahan dalam bertransaksi dengan menggunakan Financial
Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa di Kota Kupang
2. Untuk mengetahui pengaruh keamanan terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang
3. Untuk mengetahui pengaruh efektivitas terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada
mahasiswa di Kota Kupang
4. Untuk mengetahui persepsi kemudahan, keamanan, efektivitas
berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi menggunakan
Financial Technology (Fintech) berupa Aplikasi “Dana” pada mahasiswa
di Kota Kupang
1.4 Manfaat Penulisan

3
1. Bagi Pembaca; sebagai salah satu bahan untuk menambah referensi bacaan,
khususnya bagi Mahasiswa/i Program Studi Manajemen Unika Widya Mandira
Kupang
2. Bagi Penulis; untuk mengembangkan ilmu dan melatih penulis dalam menerapkan
teori materi yang didapat pada saat proses perkuliahan

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Financial Technology
Financial technology atau yang disingkat dengan fintech merupakan satu layanan yang
menggunakan sistem secara online dalam bidang keuangan (Dinar, 2020). Fintech
merupakan
gabungan antara financial dan technology yang mengarah kepada industri yang menyediakan
layanan keuangan yang telah berkolaborasi dengan teknologi digital. Menurut (Bank
Indonesia, 2017:3) dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 tentang
Penyelenggara Teknologi Finansial disebutkan bahwa Bank Indonesia financial technology
merupakan suatu penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang dapat menghasilkan
produk, layanan, teknologi dan model bisnis baru yang akan berdampak pada stabilitas
moneter, stabilitas keuangan, dan/atau efisiensi, kelancaran, keamanan, dan keadaan sistem
pembayaran.
Berdasarkan pada beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa financial
technology atau fintech adalah sebuah inovasi baru pada jasa keuangan yang berkolaborasi
dengan perkembangan teknologi untuk memberikan suatu kemudahan pada layanan jasa
keuangan agar lebih efektif dan juga efisien.
Menurut Fin (2016) dalam Dinar (2020:4) ada tujuh faktor penggerak utama Financial
Technology (Fintech) yaitu:
1. Transformasi sikap dan kepentingan dari nasabah
2. Perangkat digital dan seluler
3. Transformasi yang begitu cepat
4. Tingkat kepercayaan nasabah pada lembaga keuangan yang menurun
5. Semakin berkurangnya hambatan untuk menjadi digital disruptor

4
6. Memperoleh keuntungan yang menarik
7. Terdapat beberapa aturan dan kebijakan-kebijakan yang mendukung
Adapun beberapa tujuan utama dari financial technology adalah untuk membantu serta
mengoptimalkan teknologi, untuk mengganti, mempertajam ataupun mempercepat berbagai
macam aspek pelayanan keuangan yang berbasis teknologi digital, sehingga dengan adanya
teknologi finansial maka layanan keuangan seperti pembayaran, transfer dana, pengumpulan
dana, pinjaman serta pengelolaan aset sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa
harus membuang-buang waktu (Sari & Novrianto, 2020).
2.2 Jenis-jenis Financial Technology
Fintech terus mengalami perkembangan yang tidak berkesudahan, bahkan di Indonesia
sendiripun fintech mengalami perkembangan yang masif. Perkembangan ini juga akhirnya
berdampak pada perusahaan-perusahaan yang terus mengembangkan layanan keuangan
berbasis pada teknologi digital. Menurut Bank Indonesia, ada 4 jenis financial technology di
Indonesia yaitu:
2.2.1 Digital Payment

Jenis fintech digital payment merupakan layanan digital yang mempermudah


masyarakat dalam melakukan proses transaksi pembayaran. Yang sebelumnya masyarakat
sering melakukan pembayaran menggunakan uang kartal maupun uang giral, sekarang ini
bisa dilakukan pembayaran dengan menggunakan uang elektronik atau yang lebih dikenal
dengan e-money. Layanan digital payment merupakan layanan yang paling sering digunakan
oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Sudaryo (2020:100) layanan payment yang paling sering digunakan adalah e-
commerce. Digital payment jenis ini memberikan banyak kemudahan dan kecepatan dalam
melakukan proses transaksi, karena e-commerce memanfaatkan portal yang menghubungkan
langsung pembayaran antara pembeli dan penjual. Selain itu juga ada beberapa perusahaan
yang sudah menyediakan layanan payment yang dapat menerima transaksi dari berbagai bank
seperti melakukan transfer (pemindahan dana) antar bank dan lain sebagainya.

Ada beberapa manfaat dari adanya digital payment menurut Rahayu (2020:9) adalah:

5
1. Kenyamanan dan kemudahan dalam bertransaksi. Dengan adanya digital payment
akan dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para penggunanya
dalam melakukan transaksi.
2. Pencatatan dan perencanaan keuangan yang mudah direkam. Karena pada sistem
dalam setiap aplikasi akan memberikan semua catatan history dari transaksi
penggunanya.

Ada beberapa contoh jenis payment di Indonesia yaitu emoney card, e-toll, e-wallet,
dan terdapat jenis payment dalam bentuk aplikasi dengan berbagai macam merek seperti Go
pay, OVO, T-Cash, Paytren, Link Aja, Dana, Line Pay, Sakuku, Doku, dan masih banyak
jenis aplikasi lainnya.

2.2.2 Crowdfunding dan Peer to Peer Lending (P2P lending)

Crowdfunding merupakan salah satu jenis fintech yang digunakan untuk melakukan
penggalangan dana dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membiayai suatu
karya atau korban bencana. Sesuai dengan istilah yang digunakan, crowdfunding merupakan
pembiayaan massal (Pambudi, 2019). Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa crowdfunding
merupakan suatu jenis penggalangan dana dengan memanfaatkan web, sosial media, dan
teknologi lainnya untuk memberikan dukungan terhadap suatu karya tertentu.

Peer to peer lending atau P2P lending adalah layanan keuangan yang memberikan
pinjaman dana kepada masyarakat yang berasal dari masyarakat itu sendiri maupun
perusahaan
yang menyediakan layanan (Pambudi, 2019).

2.2.3 Market Aggregator

Market aggregator adalah salah satu jenis fintech yang memberikan


layanan berupa mengumpulkan berbagai informasi keuangan yang
dibutuhkan penggunanya untuk dijadikan rujukan (Widyastuti et al.,
2020). Market aggregator juga memberikan informasi berupa
perbandingan dari suatu produk mulai dari harganya, fitur bahkan sampai
manfaatnya. Tentunya hal ini akan memudahkan penggunanya untuk

6
dapat mengambil sebuah keputusan secara efisien (Sari & Novrianto,
2020).

2.2.4 Risk and Investment Management

Risk and investment management dalam industri fintech yang juga


dikenal dengan Robo-Advisor. Robo-advisor merupakan salah satu jenis
fintech yang memberikan layanan saran atau mengatur kekayaan pribadi
dan menggantikan pengelolaan kekayaan tradisional. Robo-advisor
merupakan solusi investasi otomatis yang menggunakan sistem teknologi
digital yang melibatkan individu didalamnya untuk dilakukan pembinaan
dalam mengambil keputusan yang didukung dengan penyeimbangan
portofolio menggunakan algoritma perdagangan berdasarkan investasi
dan strategi (Nurdin et al., 2020).

2.3 Minat Bertransaksi


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), minat mengandung arti kecederungan
hati yang tingi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Jadi harus adanya dorongan yang
ditimbulkan, baik dari dalam diri maupun dari luar untuk menyukai sesuatu.
Menurut Darmadi (2017:307) minat merupakan suatu keadaan terjadi dimana seseorang
mempunyai perhatian terhadap sesuatu disertai dengan keinginan untuk mengetahui serta
mempelajari maupun membuktikannya lebih lanjut. Sedangkan menurut Adhitama (2014:19)
minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, pendirian,
harapan, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengerahkan seseorang kepada
suatu pilihan tertentu.
Menurut Iskandarwasid & Sunenda (2011:113) minat adalah suatu perpaduan antara
keinginan dan kemauan seseorang yang dapat berkembang. Minat merupakan salah satu
faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi seseorang untuk melakukan suatu kegiatan
transaksi.
Minat timbul dikarenakan adanya perhatian yang akrab terhadap suatu objek, dimana
perhatian tersebut dapat menimbulkan rasa menginginkan yang lebih untuk mengetahui
7
sesuatu, selain perhatian dalam minat juga terkandung suatu usaha untuk mendapatkan
sesuatu dari objek tersebut (Darmadi, 2017). Jadi minat itu merupakan sebuah dorongan yang
timbul dari dalam diri seseorang tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Dalam
penelitian ini minat yang dimaksud adalah minat seseorang untuk bertransaksi menggunakan
financial technology terlebih khusus untuk penggunaan aplikasi Dana.
Menurut Nurdin et al., (2020) minat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti
faktor internal ataupun faktor eksternal. Adapun faktor yang mempengaruhi minat seseorang
diantaranya adalah:
1. Faktor yang muncul dari dalam diri seseorang. Faktor ini berhubungan dengan
jasmani dan rohani.
2. Faktor motif sosial, faktor ini merupakan kebutuhan seseorang
untuk mendapatkan reward dari lingkungan yang ditempati.
3. Faktor emosional, yaitu ukuran keseriusan seseorang dalam
memperhatikan keinginan atau objek tertentu.
Adapun beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur minat bertransaksi adalah
sebagai berikut (Fitri, 2019):
1. Keinginan menggunakan
2. Selalu menggunakan
3. Akan tetap menggunakan dimasa depan
2.4 Presepsi Kemudahan
Perceived ease of use (persepsi kemudahan) adalah persepsi seseorang bahwa
menggunakan teknologi itu hanyalah memerlukan sedikit usaha atau tidak mengalami
kesulitan ketika menggunakan teknologi tersebut sehingga mampu meringankan pekerjaan
seseorang (Monisa, 2013). Sedangkan menurut Adriyanto dalam (Nurdin et al., 2020)
kemudahan berarti kepercayaan seseorang bahwa menggunakan teknologi tidak akan
menyusahkan dan memerlukan usaha yang besar pada saat digunakan.
Menurut Hadi et al., dalam (Bagastia, 2018) persepsi kemudahan memberikan petunjuk
bahwa suatu sistem dibuat bukan untuk memberikan kesulitan bagi penggunanya, akan tetapi
mampu memberikan kemudahan bagi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan
kata lain, seseorang yang bekerja menggunakan sistem teknologi dapat menyelesaikan

8
pekerjaanya dengan mudah dibanding dengan seseorang yang bekerja tidak menggunakan
sistem atau bekerja secara manual.
Berdasarkan dari beberapa definisi kemudahan yang dipaparkan di atas maka dapat
diambil kesimpulan bahwa apabila seseorang mengaplikasikan sistem teknologi dalam
pekerjaannya, maka akan menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaanya, kemudian
sistem teknologi dirancang untuk dapat mempermudah penggunanya dalam melakukan
pekerjaan bukan untuk mempersulit penggunanya.
Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur persepsi kemudahan adalah
sebagai berikut (Immawati & Dadang, 2019):
1. Mudah diakses
2. Mudah dalam pengoperasian
3. Mudah dipelajari
2.5 Keamanan
Menurut Mahardika dan Basuki dalam (Alifia, 2016), keamanan adalah kemampuan
untuk melindungi informasi pada sebuah aplikasi dari ancaman ataupun penyalahgunaan.
Berdasarkan (ISO/IEC 27002 Information Technology-Security Techniques-Code of practice
for information security management) dalam Irawan dan Affan (2020:56) keamanan
informasi adalah sebuah perlindungan informasi dari berbagai macam ancaman untuk dapat
memastikan kelangsungan bisnis, meminimalkan resiko bisnis, dan memaksimalkan laba atas
investasi dan peluang bisnis. Keamanan informasi dapat dicapai dengan menerapkan kontrol
yang sesuai termasuk kebijakan, struktur organisasi, dan prosedur.
Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kemanan adalah sebagai
berikut (Alwafi & Magnadi, 2016):
1. Jaminan keamanan
2. Kerahasian data
2.6 Efektivitas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efektivitas berasal dari kata efektif
yang berarti efek, hasil, akibat, dan pengaruh. Efektivitas adalah hubungan antara informasi
dan
tujuan, dimana efektivitas bisa diukur berdasarkan pada seberapa jauh tingkat informasi,
kebijakan, dan prosedur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Bastian,

9
2005). Efektivitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang ketika menggunakan
teknologi dalam melakukan transaksi.
Dalam penelitian (Davis, 2014) mengatakan bahwa persepsi kegunaan merupakan salah
satu tolak ukur kepercayaan seseorang bahwa ketika menggunakan teknologi akan
meningkatkan prestasi kerja seseorang. Dari pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa
adanya kaitan antara efektivitas dengan persepsi kegunaan, semakin banyak kegunaan yan
didapatkan dalam menggunakan teknologi maka efektivitas penggunaannya juga dapat
tercapai.
Menurut Irmadhani & Nugroho (2012), persepsi kegunaan dapat dibagi menjadi
beberapa bagian sebaai berikut:
1. Penggunaan sistem dapat meningkatkan kinerja individu.
2. Penggunaan sistem dapat meningkatkan produktivtas individu.
3. Penggunaan sistem dapat meningkatkan efektivitas kinerja individu.
4. Penggunaan sistem bermanfaat bagi individu.
Adapun indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas menurut
Immawati & Dadang (2019) adalah sebagai berikut:
1. Banyak kegunaan atau manfaat
2. Efek bagi pengguna
3. Meningkatkan kinerja pengguna
2.7 Pemakaian “Dana”
Pemakaian sistem adalah kondisi nyata pemakaian suatu sistem yang dikonsepkan dalam
bentuk pengukuran terhadap frekuensi dan durasi waktu pemakaian teknologi (Davis (1989);
Tirtana (2014)).
Pemakaian “Dana” merupakan suatu keinginan yang ada dalam diri seseorang untuk
melakukan suatu kegiatan transaksi online dengan memanfaatkan atau menggunakan
Aplikasi Dana sebagai sistem pembayarannya. Era globalisasi saat ini sangat mendorong
pemakaian “Dana” sebagai sistem pembayaran untuk membantu konsumen melakukan
pembayaran online sehingga tidak perlu membawa uang tunai.
Pada penelitian ini menilai beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan Dana oleh
karena itu pemakaian “Dana” menjadi variabel dependen.
2.8 Penelitian Terdahulu

10
Dalam penulisan penelitian ini peneliti menggunakan berbagai referensi dari beberapa
penelitian sebelumnya sebagai bahan pertimbangan mengenai kekurangan dan kelebihan
yang
sudah diteliti. Walaupun terdapat perbedaan baik dari subjek maupun objek penelitian, tetapi
hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk membantu menyelesaikan
penelitian ini. Adapun beberapa penelitian terdahulu yang menjadi referensi, yaitu:
Tsamara Balqis (2021) dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Bertransaksi Menggunakan Financial Technology (Fintech) (Studi Pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam Uin Ar-Raniry Banda Aceh)”. Persamaan penelitian ini adalah
salah satu variabel dependen yang digunakan sama yaitu variabel keamanan. Sedangkan
perbedaannya, terletak pada studi penelitiannya, studi penulis yaitu pada mahasiswa di Kota
Kupang, sedangkan penelitian terdahulu studi pada Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Rosita Dewi Hayuningtyas (2020) dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Penggunaan Sistem Pembayaran Fintech (Studi Kasus Pada Aplikasi Dana Di Yogyakarta)”.
Persamaan penelitian ini adalah sama-sama melakukan penelitian tentang Financial
Technology yaitu Aplikasi Dana. Sedangkan perbedaannya adalah, subjek penelitian yang
digunakan peneliti terdahulu adalah mahasiswa dan lokasinya di Yogyakarta. Sedangkan
penulis subjek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa dan lokasinya di Kota Kupang.

No. Nama Peneliti/Tahun/Judul Metode Penelitian Hasil Penelitian


Penelitian

1. Tsamara Balqis (2021), Metode Pendekatan Variabel independen


“Faktor-Faktor Yang Kuantitatif. Dengan berpengaruh terhadap
Mempengaruhi Minat menggunakan data primer. variabel dependen,
Bertransaksi Menggunakan Variabel Independennya artinya variabel persepsi
Financial Technology yaitu Minat bertransaksi kemudahan (X1), variabel
(Fintech) (Studi Pada sedangkan Variabel keamanan (X2), dan
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dependennya yaitu Presepsi variabel efektivtas (X3)
Dan Bisnis Islam Uin Ar- kemudahan, keamanan, dan secara bersama-sama
Raniry Banda Aceh)”. efektivitas. mempengaruhi minat

11
bertransaksi
menggunakan financial
technology.

2. Rosita Dewi Hayuningtyas Data yang digunakan dalam  Semakin tinggi familiaritas
(2020),“Faktor-Faktor Yang penelitian adalah Data seseorang maka akan
Mempengaruhi Penggunaan Primer. Variabel mempengaruhi mahasiswa di
Sistem Pembayaran Fintech Independen yaitu Yogyakarta dalam
(Studi Kasus Pada Aplikasi Familiaritas, Reputasi, meningkatkan pemakaian
Dana Di Yogyakarta)” Gaya Hidup, dan Persepsi “Dana”.
Kredibilitas. Variabel  Semakin tinggi atau semakin
dependen dalam penelitian rendah reputasi maka tidak
ini adalah pemakaian akan mempengaruhi
“Dana”. pemakaian “Dana” pada
mahasiswa di Yogyakarta.
 Semakin tinggi aktivitas
seseorang dalam
menggunakan aplikasi Dana
maka akan mempengaruhi
mahasiswa di
Yogyakarta dalam
meningkatkan pemakaian
“Dana”. Ini berkaitan dengan
gaya hidup.
 Semakin tinggi atau semakin
rendah persepsi kredibilitas
maka tidak akan
mempengaruhi pemakaian
“Dana” pada mahasiswa di
Yogyakarta.

2.9 Hubungan Antar Variabel

12
2.9.1 Pengaruh Presepsi Kemudahan Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan
“Dana”
Persepsi kemudahan merupakan sebuah asumsi dari seseorang bahwa dengan
menggunakan teknologi hanya membutuhkan usaha yang kecil atau tidak
menyusahkan ketika menggunakan teknologi tersebut. Dalam bertransaksi
menggunakan fintech yaitu aplikasi “Dana”, setiap orang mengingikan kemudahan
dalam menjalankan aplikasi tersebut, sehingga timbullah anggapan bahwa dengan
mengaplikasikan teknologi dalam pekerjaan maka akan mempermudah pekerjaan dan
juga dapat menghemat waktu.
Persepsi kemudahan memiliki hubungan yang dengan minat. Menurut Nurdin et
al., (2020:218) fintech memiliki kemudahan pengguna yang tinggi, maka semakin
mudah untuk digunakan sehingga minat seseorang menggunakan layanan fintech
akan semakin meningkat. Karena pengguna fintech menganggap kemudahan yang
ditawarkan layanan fintech untuk digunakan adalah tinggi. Penelitian yang dilakukan
oleh Yanto et al., (2020) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan
signifiakan pada kemudahan terhadap minat menggunakan financial technology.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1: Presepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan fintech terlebih khusus pada penggunaan aplikasi “Dana”
2.9.2 Pengaruh Keamanan Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Keamanan dapat diartikan sebagai kemampuan sebuah aplikasi
untuk dapat melindungi informasi penggunanya dan melakukan
pengontrolan dan penjagaan ketika pengguna sedang melakukan
proses transaksi. Dalam melakukan transaksi menggunakan fintech
terlebih khusus pada aplikasi Dana, keamanan merupakan salah
satu faktor yang paling penting karena apabila suatu aplikasi
fintech mampu mencegah adanya ancaman dan penyalahgunaan
maka pengguna aplikasi fintech merasa nyaman ketika
menggunakan aplikasi tersebut.

13
Menurut Alifia (2016) keamanan bisa mempengaruhi pengguna
transaksi online karena dengan terjaminnya transaksi online
tersebut, maka pengguna sistem informasi merasa aman, risiko
hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan risiko pencurian
akan rendah.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam
penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H2: Keamanan berpengaruh terhadap minat mahasiswa
bertransaksi menggunakan fintech terlebih khusus pada
Aplikasi “Dana”
2.9.3 Pengaruh Efektivitas Terhadap Minat Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari
kata efektif yang berarti efek, hasil, akibat dan pengaruh.
Efektivitas yang dimaksud dalam hal ini adalah hasil yang didapat
dari penggunaan suatu teknologi yang sesuai dengan tujuan
penggunanya (Faizah, 2020). Menurut Faizah (2020) efektivitas
memiliki keterkaitan dengan kegunaan, semakin banyak kegunaan
yang didapatkan oleh pengguna dalam menggunakan teknologi
maka efektivitas penggunanya juga bisa tercapai.
Dalam penelitian (Faizah, 2020), menyatakan bahwa efektivitas memiliki
pengaruh yang positif dan juga signifikan terhadap minat bertransaksi seseorang
menggunakan financial technology terlebih pada penggunaan aplikasi “Dana”.
Melihat permasalahan dan teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat
dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H3: Efektivitas berpengaruh terhadap minat mahasiswa bertransaksi
menggunakan fintech terlebih khusus pada aplikasi “Dana”
2.9.4 Pengaruh Presepsi Kemudahan, Keamanan, dan Efektivitas Terhadap Minat
Bertransaksi Menggunakan “Dana”
Persepsi kemudahan merupakan sebuah asumsi dari seseorang, bahwa dengan
menggunakan teknologi hanya membutuhkan usaha yang kecil atau tidak
menyusahkan ketika menggunakannya. Dalam bertransaksi menggunakan aplikasi

14
Dana, setiap orang menginginkan kemudahan dalam menjalankan aplikasi Dana
tersebut, sehingga timbullah anggapan bahwa dengan mengaplikasikan teknologi
dalam pekerjaan maka akan mempermudah pekerjaan seseorang dan juga dapat
menghemat waktu.
Menurut Alifia (2016) keamanan akan mempengaruhi pengguna transaksi online
karena dengan terjaminnya transaksi online tersebut, maka pengguna sistem informasi
merasa aman, risiko hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan risiko pencurian
akan rendah.
Menurut Faizah (2020) efektivitas memiliki keterkaitan dengan dengan kegunaan,
semakin banyak kegunaan yang didapatkan oleh pengguna dalam menggunakan
teknologi maka efektivitas penggunanya dapat tercapai. Melihat permasalahan dan
teori yang telah dibuat maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai
berikut:
H4: Persepsi Kemudahan, Keamanan, Efektivitas berpengaruh terhadap
minat mahasiswa bertransaksi menggunakan aplikasi “Dana”.
2.10 Kerangka Penelitian
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menjelaskan bahwa
hubungan antara variabel yang akan diuji dalam penelitian ini adalah
persepsi kemudahan, keamanan, dan efektivitas terhadap minat
mahasiswa bertransaksi menggunakan Financial Technology yaitu berupa
Aplikasi Dana.

Presepsi
Kemudahan (X1)

Minat Bertransaksi
Keamanan (X2) Menggunakan
Aplikasi Dana (Y)

2.11 Pengembangan Hipotesis


Efektivitas (X 3)

15
Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran
sebagaimana adanya, pada saat fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan
dalam verifikasi (Nazir, 2011:132). Hipotesis juga sebagai pernyataan sementara yang masih
diuji kebenarannya. Adapun hipotesis dalam penelitian adalah:
Ha1: Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan
Aplikasi Dana.
Ha2: Keamanan berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.
Ha3: Efektivitas berpengaruh terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.
Ha4: Persepsi kemudahan, Keamanan dan Efektivitas secara bersama-sama berpengaruh
terhadap minat bertransaksi menggunakan Aplikasi Dana.

16
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah
penelitian yang pengumpulan informasi serta penafsirannya banyak menggunakan angka
juga didukung dengan gambar, tabel, grafik, dan lainnya yang ukurannya dapat ditetapkan
(Seabeni,
2017).
Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan penyebaran kuesioner dalam
bentuk elektronik dengan menggunakan google form kepada Mahasiswa/I di Kota Kupang
yang bertransaksi menggunakan aplikasi “Dana”. Penelitian ini juga akan menganalisis
pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan efektivitas terhadap minat mahasiswa
bertransaksi menggunakan aplikasi “Dana”. Selanjutnya para responden akan memberikan
penilaian atas pernyataan yang telah dipersiapkan.
3.2 Jenis Data
Jenis data yang digunakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini
adalah data primer. Data primer adalah informasi yang dikumpulkan sendiri oleh penulis
langsung dari sumber awal atau tempat objek penelitian dilakukan tanpa adanya campur
tangan pihak ketiga (Siregar, 2013). Menurut Surakhmad dalam (Prastowo, 2016) data
primer merupakan sumber-sumber yang membagikan informasi langsung dari tangan
pertama. Data primer dalam penelitian ini didapatkan dari kuesioner yang disebarkan kepada
Mahasiswa/i yang berada di Kota Kupang.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
memberikan kuisioner secara elektronik. Dalam mengumpulkan data terhadap objek
penelitian penulis menggunakan kuesioner/angket sebagai instrumen penelitian dengan
menyebar kuesioner kepada responden. Kemudian responden akan menjawab setiap
pertanyaan yang diberikan oleh penulis. Responden pada penelitian ini adalah beberapa
mahasiswa di Kota Kupang yang bertransaksi menggunakan aplikasi “Dana” maupun yang
tidak menggunakan aplikasi “Dana”.

17
3.4 Populasi dan Sampel
3.4.1 Populasi
Populasi merupakan sekumpulan entitas yang lengkap yang dapat berupa orang,
kejadian, atau benda, yang bisa dijadikan sebagai objek maupun subjek penelitian dan
memiliki sejumlah karakteristik umum (Wibisono, 2013). Menurut Bungin dalam
(Siregar, 2013) populasi dalam penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari
objek penelitian yang bisa berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala,
nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya. Yang kemudian objek-objek ini dapat
dijadikan informasi penelitian.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Mahasiswa/I yang berada di Kota
Kupang, yang terdiri dari beberapa kampus yaitu, Mahasiswa Universitas Nusa
Cendana Program Studi Manajemen, Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira
Program Studi Manajemen, dan Mahasiswa Poltek Negeri Kupang Program Studi
Administrasi Bisnis.
Tabel 3.1 Jumlah Mahasiswa di Kota Kupang
Nama Kampus Jumlah Mahasiswa Presentase

Undana 334 24%

Unwira 496 35%

Poltek 560 41%

Total 1.390 100%

Sumber: Website Kampus (2022)


3.4.2 Sampel
Menurut Wibisono (2013:82) Sampel adalah bagian dari populasi, sampel terdiri atas
beberapa anggota yang dipilih dari populasi. Sedangkan menurut Nazir (2011:240) Sampel
merupakan suatu prosedur dimana hanya sebagian saja dari populasi yang diambil dan
dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari populasi. Pada
penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling
dengan menggunakan metode Purposive Sampling.

18
Teknik pengambilan sampel non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel
yang setiap anggota dalam populasi penelitian tidak memiliki kesempatan atau peluang yang
sama untuk dipilih sebagai sampel (Wibisono, 2013). Purposive sampling atau judgment
sample merupakan metode yang digunakan peneliti memperoleh informasi berdasarkan
pertimbangan pribadi dan harus mempunyai kriteria-kriteria tertentu. Alasan menggunakan
teknik purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai
dengan kejadian yang diteliti. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan aplikasi dana
sehingga yang menjadi responden harus memenuhi kriteria yang sesuai. Responden dalam
penelitian ini adalah mahasiswa/i di Kota Kupang yang menggunakan aplikasi “Dana”.
Adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Menggunakan Smartphone/Handphone.
2. Terdapat aplikasi Fintech yaitu aplikasi Dana.
3. Menggunakan aplikasi Dana.
4. Melakukan transaksi menggunakan aplikasi Dana minimal 1 kali dalam sebulan.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 responden. Jumlah tersebut diperoleh
berdasarkan perhitungan dengan standar error sebesar 10% atau 0,1 menggunakan rumus
sebagai berikut:
N
n= 2
1+ Ne

Keterangan:

n = Sampel

N = Populasi

e = Perkiraan tingkat kesalahan (10%)

Sehingga dari rumus ini didapatkan jumlah minimal sampelnya adalah :

1.390
n= 2
1+1.390 (0 ,1)

1.390
n=
1+13 , 9

1.390
n=
14 ,9

19
n=93 , 2 , dibulatkan menjadi 93.

Jadi, dengan menggunakan teknik Slovin diatas maka penulis mendapatkan 93


sampel mahasiswa dari 10% populasi.

3.5 Skala Pengukuran


Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala likert. Skala likert
adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap responden yang diberikan beberapa
pilihan jawaban untuk menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan terhadap suatu
pernyataan yang mempunyai jarak dari sangat positif ke sangat negatif. Skala likert
menggunakan metode peringkatkan yang dijumlahkan (method of summated ratings) dimana
skor atau pemberat diberikan kepada setiap alternatif pilihan jawaban (Fauzi et al., 2019).
Skala likert yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Skala Likert

Skala Skor Pilihan/Jawaban

1 1 Sangat Tidak Setuju

2 2 Tidak Setuju

3 3 Setuju

4 4 Sangat Setuju

3.6 Defenisi Variabel Operasional Penelitian


3.6.1 Variabel Independen
Variabel independen atau variabel bebas adalah sebuah variabel yang menjadi faktor
terjadi perubahan dalam variabel lain atau yang mempengaruhi variabel dependen atau
variabel terikat (Ismayani, 2020). Secara umum variabel independen di lambangkan
dengan huruf (Y). Variabel independen dalam penelitian ini adalah Minat Bertransaksi
Menggunakan Aplikasi Dana.
3.6.2 Variabel Dependen
Menurut Ismayani (2020:21) variabel dependen adalah variabel
yang dipengaruhi oleh variabel independen. Oleh karena itu, variabel
dependen atau terikat bergantung pada
variabel independen. Secara umum variabel dependen di lambangkan

20
dengan huruf (X). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah
persepsi kemudahan (X1), keamanan (X2),
efektivitas (X3).
3.6.3 Operasional Variabel

Variabel Deskripsi Indikator Pernyataan Item

Presepsi Persepsi 1. Mudah untuk 1. Aplikasi “Dana”


Kemudahan kemudahan adalah diakses mudah untuk diakses,
(X1) kepercayaan 2. Mudah dipahami bahkan ketika pertama
seseorang bahwa 3. Mudah dalam kali menggunakannya.
menggunakan pengoperasian 2. Informasi yang
teknologi tidak 4. Mudah dipelajari disediakan oleh
akan menyusahkan (Immawati & aplikasi “Dana”
dan memerlukan Dadang, 2019) mudah untuk
usaha yang besar dipahami.
ketika 3. Saya tidak mengalami
menggunakannya kesulitan saat
(Nurdin et al., mengoperasikan
2020). aplikasi “Dana”
4. Saya rasa aplikasi
Dana mudah untuk
dipelajari dengan
cepat.

Keamanan Keamanan adalah 1. Jaminan 1. Saya rasa aplikasi


(X2) kemampuan untuk Keamanan “Dana” menawarkan
melindungi 2. Kerahasiaan Data keamanan yang
informasi pada Menurut Raman cukup.
sebuah aplikasi dari Arasu dan 2. Saya merasa aman
ancaman ataupun Viswanathan dalam memberikan
penyalahgunaan (2011) dalam informasi pribadi saya
(Alifia, 2016). (Alwafi & untuk transaksi di

21
Keamanan dalam Magnadi, 2016) aplikasi “Dana”.
3. Saya yakin aplikasi
penelitian ini
“Dana” dapat menjaga
adalah anggapan
informasi pribadi
Mahasiswa di Kota
saya.
Kupang bahwa
4. Aplikasi fintech
apliakasi “Dana”
melindungi data
menawarkan
pribadi saya selama
jaminan keamanan
dan setalah
dan menjaga
menggunakan.
kerahasiaan data
penggunanya.

Efektivitas Efek yang 1. Banyak 1. Saya mendapat


(X3) didapatkan oleh kegunaan/manfaat banyak sekali manfaat
Mahasiswa di Kota 2. Efek bagi ketika menggunakan
Kupang adalah pengguna aplikasi “Dana”.
dapat membantu 3. Meningkatkan 2. Saya merasa aplikasi
aktivitas mahasiswa kinerja pengguna “Dana” banyak
agar lebih Efektif (Immawati & memberikan
Dadang, 2019) kegunaan bagi saya.
3. Dengan menggunakan
aplikasi “Dana”, saya
dapat melakukan
transaksi dimana saja
dan kapan saja.
4. Saya rasa banyak fitur
yang saya butuhkan
dari aplikasi “Dana”.
5. Saya rasa penggunaan
“Dana” dapat
mempercepat

22
transaksi.

Minat Minat adalah suatu 1. Keinginan untuk 1. Saya tertarik


Penggunaan keadaan dimana menggunakan menggunakan aplikasi
(Y) seseorang 2. Selalu “Dana”, karena fitur
mempunyai menggunakan yang diberikan
perhatian terhadap 3. Akan menarik.
sesuatu disertai menggunakan di 2. Saya tertrarik
dengan keinginan masa depan menggunakan
untuk mengetahui (Fitri, 2019) aplikasi “Dana”
serta karena sistem menu
mempelajarinya yang ditawarkan
dan mampu lengkap.
membuktikannya 3. Saya membutuhkan
aplikasi “Dana”
lebih lanjut
sehingga saya selalu
menggunakannya.
4. Saya selalu
menggunakan “Dana”
karena “Dana”
memberikan
penawaran menarik.
5. Aplikasi “Dana”
menawarkan
kemudahan dalam
bertransaksi
sehingga saya
terus mencoba untuk
menggunakannya
6. Saya membutuhkan
aplikasi “Dana”
sehingga saya selalu

23
menggunakannya.

24

Anda mungkin juga menyukai