PROGRAM KERJA IHT
STRATEGI INOVATIF GURU DALAM MENINGKATKAN
KUALITAS PEMBELAJARAN
YANG BERPUSAT PADA MURID
UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN PLINTAHAN I
KECMATAN PANDAAN
TAHUN 2025
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan paradigma pendidikan di abad ke-21 menuntut peran guru untuk lebih dari
sekadar penyampai materi. Guru kini dituntut menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu
menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan bermakna bagi setiap
murid. Hal ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menempatkan murid
sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan strategi pembelajaran
yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan dan potensi unik setiap peserta didik.
Strategi inovatif dalam pembelajaran berpusat pada murid meliputi penerapan
pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan teknologi pendidikan, pembelajaran berbasis
proyek (Project Based Learning), serta pendekatan yang mendorong kolaborasi, eksplorasi,
dan refleksi. Namun demikian, implementasi strategi ini belum sepenuhnya dipahami dan
diterapkan secara optimal oleh semua guru. Banyak guru masih bergantung pada pola
pembelajaran konvensional yang cenderung seragam dan kurang melibatkan murid secara
aktif.
Melihat tantangan tersebut, peningkatan kompetensi guru melalui program
pengembangan profesional berkelanjutan menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Salah satu
bentuk kegiatan yang efektif adalah In House Training (IHT) yang dilaksanakan di
lingkungan sekolah. IHT memungkinkan guru untuk belajar bersama, saling berbagi praktik
baik, serta mengembangkan kemampuan pedagogik secara kontekstual dan aplikatif.
Melalui kegiatan IHT ini, guru akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam
mengenai prinsip dan penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada
murid. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memunculkan kesadaran kolektif
tentang pentingnya menciptakan budaya belajar yang memerdekakan, menyenangkan, dan
berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi murid secara holistik.
Dengan demikian, pelaksanaan IHT bertema “Strategi Inovatif Guru dalam Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran yang Berpusat pada Murid” menjadi langkah strategis dalam
mendukung transformasi pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk
penguatan kapasitas guru, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mewujudkan profil pelajar
Pancasila yang adaptif terhadap tantangan zaman.
B. Tujuan Kegiatan
Kegiatan In House Training (IHT) ini diselenggarakan dengan tujuan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan prinsip dasar pembelajaran yang
berpusat pada murid sesuai dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka.
2. Membekali guru dengan berbagai strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran
berdiferensiasi, pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek, serta
pendekatan Deep Learning yang kontekstual dan aktif.
3. Meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan menerapkan Desain
Pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid secara
individual.
4. Mendorong kolaborasi dan refleksi antar guru melalui diskusi kelompok, studi kasus,
serta berbagi praktik baik dalam penerapan strategi pembelajaran inovatif.
5. Menumbuhkan budaya pembelajaran berkelanjutan di sekolah, yang berorientasi pada
peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian profil pelajar Pancasila.
C. Sasaran Kegiatan
Seluruh guru SDN Plintahan I Pandaan.
D. Waktu dan Tempat
1. Waktu : 31 Mei 2025
2. Hari : Sabtu
3. Tempat : Ruang Pertemuan SDN Plintahan I Pandaan
BAB II
PAPARAN PELAKSANAAN KEGIATAN IHT
A. Materi Kegiatan
NO MATERI NARA SUMBER METODE
1. Tugas Guru Di Era Milenial ( Tupoksi guru
ASN/Non ASN )
2. Konsep Pembelajaran yang Berpusat pada 1. Pengarahan dan
Murid Pembinaan
Strategi Inovatif Untuk Meningkatkan 2. Ceramah
Kualitas Pembelajaran : Interaktif
3. Tsalis Fatmawati, [Link],
Pembelajaran Berdiferensiasi, Pemanfaatan 3. Presentasi
[Link] ( Pengawas SD/
Teknologi, Project Based Learning,
MI Kec. Pandaan )
Pemberdayaan Komunitas Belajar
4. Tanya jawab
5. Refleksi 1. Study Kasus
2. Diskusi
6. Penguatan Umpan Balik
B. Indikator Keberhasilan
Keberhasilan kegiatan In House Training (IHT) ini dapat diukur melalui indikator berikut:
1. Seluruh peserta (guru) mengikuti kegiatan IHT secara aktif dan tuntas dari awal
hingga akhir kegiatan.
2. Guru mampu menjelaskan konsep dan prinsip pembelajaran yang berpusat pada
murid, serta dapat mengidentifikasi perbedaannya dengan pendekatan konvensional.
3. Guru mampu merancang pembelajaran yang mengintegrasikan strategi pembelajaran
inovatif, seperti pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan
pemanfaatan teknologi digital.
4. Terselenggaranya diskusi kelompok dan presentasi praktik baik pembelajaran, yang
menunjukkan peningkatan kreativitas dan kolaborasi antar guru.
5. Terdokumentasinya hasil karya guru berupa Desain Pembelajaran inovatif, refleksi
pembelajaran, serta rencana tindak lanjut implementasi di kelas.
6. Adanya komitmen dan rencana aksi tindak lanjut dari guru untuk menerapkan strategi
inovatif secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran.
7. Terbentuknya komunitas belajar guru (Kombel) di lingkungan sekolah sebagai wadah
pengembangan profesionalisme secara mandiri dan berkelanjutan.
BAB III
ANGGARAN KEGIATAN IHT
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT),
diperlukan anggaran pembiayaan yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan teknis dan
operasional kegiatan. Rincian anggaran pembiayaan kegiatan disusun sebagai berikut:
HARGA
NO URAIAN KEGIATAN VOLUME SATUAN JUMLAH
SATUAN
1. Konsumsi peserta (makan )
2. Konsumsi narasumber
(makan + snack)
3. Honor/Transpot
narasumber
4. ATK (map, kertas, pulpen,
spidol, dll.)
5. Sertifikat peserta
6. Dokumentasi & publikasi
kegiatan
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan In House Training (IHT) dengan tema Strategi Inovatif Guru Dalam
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Yang Berpusat Pada Murid yang diselenggarakan di
SDN Plintahan 1 Pandaan telah terlaksana dengan baik dan lancar. IHT ini menjadi salah satu
upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi profesional guru, khususnya
dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka dan penerapan pembelajaran
yang berpusat pada murid.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif, baik dalam sesi materi
maupun diskusi. Materi yang disampaikan oleh narasumber memberikan wawasan baru serta
inspirasi bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hasil dari
kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru di SDN Plintahan 1 Pandaan memiliki semangat
yang tinggi untuk berubah dan berinovasi demi menciptakan pembelajaran yang lebih
bermakna, adaptif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
B. Rekomendasi
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, berikut beberapa rekomendasi yang dapat
dijadikan pedoman bagi sekolah maupun pihak terkait:
1. Melanjutkan program pengembangan profesional guru melalui pelatihan lanjutan,
lokakarya, dan kegiatan komunitas belajar di tingkat sekolah.
2. Memberikan ruang refleksi dan tindak lanjut bagi guru untuk menerapkan hasil IHT
dalam praktik pembelajaran di kelas, disertai dokumentasi praktik baik.
3. Mendorong guru untuk aktif dalam komunitas belajar baik yang ada di SDN Plintahan
I sebagai sarana belajar mandiri yang terarah dan relevan dengan kebutuhan
pembelajaran.
4. Melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi pembelajaran guna mengetahui
sejauh mana dampak dari pelatihan ini terhadap hasil belajar peserta didik.
5. Meningkatkan kolaborasi antar guru melalui pertemuan rutin, diskusi kelompok, dan
kegiatan KKG guna membangun budaya berbagi dan saling belajar.
6. Dukungan kepala sekolah dan komite dalam menyediakan sarana prasarana yang
memadai sangat penting untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran yang
berkualitas.
Dengan adanya IHT ini, diharapkan kualitas pembelajaran di SDN Plintahan 1
Pandaan dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan
kompetensi peserta didik, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka dan nilai-nilai profil
pelajar Pancasila.