0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Generator PMG: Prinsip dan Fungsi

Dokumen ini membahas tentang generator, khususnya generator PMG yang menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan energi listrik dari energi mekanik. Terdapat penjelasan mengenai cara kerja generator, jenis-jenis generator, serta aplikasi generator dalam sistem pembangkit tenaga listrik. Selain itu, dokumen ini juga mencatat adanya plagiarisme sebesar 21% dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan selektif pada dokumen tersebut.

Diunggah oleh

akcayast
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

Generator PMG: Prinsip dan Fungsi

Dokumen ini membahas tentang generator, khususnya generator PMG yang menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan energi listrik dari energi mekanik. Terdapat penjelasan mengenai cara kerja generator, jenis-jenis generator, serta aplikasi generator dalam sistem pembangkit tenaga listrik. Selain itu, dokumen ini juga mencatat adanya plagiarisme sebesar 21% dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan selektif pada dokumen tersebut.

Diunggah oleh

akcayast
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 21%

Date: Thursday, March 30, 2023


Statistics: 224 words Plagiarized / 1048 Total words
Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement.
-------------------------------------------------------------------------------------------

Sebuah alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut
generator. Untuk menghasilkan energi listrik, generator dilengkapi dengan kumparan
medan pada rotor dan kumparan jangkar pada stator. Turbin angin, turbin air, dan
turbin uap dapat menghasilkan energi mekanik untuk memutar poros generator yang
kemudian menghasilkan energi listrik dari kumparan yang terdapat di dalamnya. Medan
magnet memiliki peranan penting dalam proses konversi energi karena adanya
bahan-bahan magnetik yang memungkinkan terciptanya kerapatan energi tinggi dan
kapasitas daya persatuan unit volume mesin yang tinggi [1].

Generator PMG merupakan jenis generator sinkron yang menggunakan magnet


permanen sebagai medan magnetnya, bukan kumparan. Medan magnet rotor dihasilkan
oleh magnet permanen yang tidak memerlukan arus DC untuk membangkitkan medan
magnet. Hal ini menyebabkan fluks magnetik sulit diatur, sehingga tegangan dan arus
keluaran generator tidak dapat diatur dengan mudah seperti pada generator dengan
lilitan [1]. Untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan, digunakan Automatic
Voltage Regulator (AVR) yang berfungsi mengatur arus penguatan (excitacy) pada
exciter.

Exciter sendiri merupakan alat yang digunakan untuk membangkitkan arus listrik Direct
Current (DC) dan disalurkan ke rotor generator. Selain itu, generator PMG juga
dilengkapi dengan rotating diode atau rectifier yang terdiri dari diode positif dan diode
negatif. Arus yang dihasilkan oleh generator akan dikirim ke diode dari sisi pemegang
diode positif dan juga semua dari ujung-ujung Framenya terisolasi [1].

Cara kerja generator PMG dimulai dengan berputarnya rotor PMG yang berfungsi
sebagai pembangkit listrik AC. Selanjutnya, listrik AC yang dihasilkan disearahkan dan
dimasukkan pada AVR untuk dikontrol tegangannya sesuai dengan yang dibutuhkan
oleh generator. Karena tegangan/arus AC pada PMG sangat kecil, arus AC yang sudah
disearahkan dimasukkan pada AC exiter untuk membangkitkan tegangan AC yang lebih
besar [1]. Generator PMG menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan
magnet, sehingga tidak perlu arus DC untuk membangkitkan medan magnet. Medan
magnet dihasilkan oleh rotor yang diputar bersamaan dengan berputarnya PMG.

Arus AC keluaran exiter diubah menjadi arus DC melalui rotating diode, lalu arus
tersebut digunakan untuk eksitasi pada rotor generator. Medan magnet yang dihasilkan
pada rotor akan memotong kumparan-kumparan pada stator dan menghasilkan listrik
dengan kapasitas 23Kv yang sesuai dengan spesifikasi generator dan jaringan 50Hz.
Karena generator bekerja secara berulang-ulang, tidak diperlukan lagi sumber tegangan
DC untuk eksitasi pada generator.

Tegangan output generator diambil melalui stator karena lebih mudah mengambil
tegangan pada bagian yang diam daripada mengambil tegangan pada bagian yang
berputar (rotor) [1]. Generator magnet permanen tipe fluksaksial (GMPFA) memiliki
manufaktur yang sederhana dan ringkas karena hanya terdiri dari rotor dan stator yang
sejajar satu sama lain, serta mudah dalam pengaturan airgap sehingga dapat
menghasilkan tegangan pada keluaran generator yang lebih efisien, karena besaran
fluks yang melalui kumparan akan semakin besar.

GMPFA sangat sesuai untuk digunakan sebagai generator pada tenaga angin, karena
memiliki efisiensi yang bagus dalam menghasilkan energi listrik dan dapat mengurangi
kebisingan pada generator itu sendiri. Dalam perancangan generator ini, digunakan
magnet permanen Neodymium Iron Boron karena memiliki kualitas magnet terbaik di
antara jenis magnet permanen lainnya [2]. Generator adalah sebuah perangkat yang
digunakan untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Terdapat dua jenis
generator, yaitu generator AC dan generator DC, yang dibedakan oleh tegangan dan
arus yang dihasilkan.

Bentuk gelombang yang dihasilkan oleh generator AC adalah bolak-balik, sedangkan


untuk generator DC gelombangnya searah. Pada sistem pembangkit tenaga listrik,
generator AC banyak digunakan, termasuk pada PLTGU PT. Indonesia Power Semarang
PGU Blok 1 & Blok 2, dimana generator sinkron digunakan untuk menghasilkan energi
listrik. Pada pembangkit listrik, energi mekanik yang dihasilkan oleh turbin gas atau uap
dikopel dengan generator. Untuk menghasilkan energi listrik, perhitungan tata daya
diperlukan untuk mengatur nilai daya yang dihasilkan. Salah satu metode perhitungan
daya adalah dengan menggunakan rangkaian ekuivalen generator sinkron [3].
Generator adalah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Terdapat dua jenis generator yaitu generator AC dan generator DC, yang membedakan
keduanya adalah bentuk gelombang yang dihasilkan. Generator AC banyak digunakan
dalam sistem pembangkit tenaga listrik, khususnya pada PLTGU PT. Indonesia Power
Semarang PGU Blok 1 & Blok 2. Dalam sistem ini, generator yang digunakan biasanya
adalah mesin sinkron. Ada dua tipe desain mesin sinkron, yaitu Turbo-Generators dan
Salient-Pole Generators, yang digunakan tergantung pada kecepatan putar turbin.

Turbo-Generators biasanya digunakan pada sistem PLTG atau PLTU dan dikopel dengan
turbin gas atau turbin uap pada kecepatan putar 3000 rpm pada frekuensi 50 Hz.
Sedangkan Salient-Pole Generators biasanya digunakan pada PLTD atau PLTU dengan
kapasitas kecil, dan dikopel dengan mesin diesel pada kecepatan putar 60 rpm sampai
1500 rpm [3]. / Gambar 3.1 Salient Pole Generators Terdapat perbedaan signifikan
antara salient-pole rotor dan turbo rotor (non-salient pole rotor) pada generator.
Meskipun konstruksi bagian stator dari kedua jenis generator sama, namun konstruksi
rotor-nya yang membedakan.

Pada salient-pole rotor, bentuk kumparan memiliki nilai kumparan medan yang
terkonsentrasi tetap dan tidak dilindungi. Sedangkan pada non-salient pole/turbo rotor,
kumparan medan didistribusikan pada slot-nya dan dilindungi dengan wedges untuk
melawan gaya sentrifugal yang tinggi. Pada Turbo-Generator, kumparan medan pada
rotor dibentuk oleh arus searah (arus eksitasi). Medan magnet yang dihasilkan rotor
akan menginduksi stator dengan melewati perantara udara [3]. / Gambar 3.2

Turbo Generators Pada kondisi hubung buka (open circuit) pada turbo-generator, nilai
arus pada stator bernilai 0, sehingga medan magnet pada rotor berputar sebagaimana
perputaran pada rotor. Medan bolak-balik yang dihasilkan dapat menginduksi tegangan
pada kumparan stator. Namun, medan bolak-balik pada stator harus terbuat dari inti
stator yang dilaminasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya induksi arus eddy
yang dapat mengurangi kinerja generator. Setiap kumparan stator pada masing-masing
fasa dipisahkan sebesar 120° untuk memungkinkan medan putar melewati ketiga fasa
dengan waktu yang sama.

Tegangan yang terinduksi pada kumparan memiliki selisih fasa sebesar 120°. Kumparan
stator dilindungi oleh inti slots dengan wedges, sehingga gaya elektromagnetik terjadi
dalam batang kumparan tanpa memberikan getaran pada setiap batangnya. Fluks
magnetik lebih baik melewati core teeth karena resistansi magnetiknya lebih kecil [3].
DAFTAR PUSTAKA [1]. Febrian, Ragil, and Bagus Dwi Cahyono. "PEMELIHARAAN
GENERATOR UNIT 1 DI PT. INDONESIA POWER SURALAYA PGU." Jurnal Teknik Mesin,
Industri, Elektro dan Informatika 2.1 (2023): 195-204. [2]. Haqq, Garindra Abdu, Triwahju
Hardianto, and Bambang Sujanarko. "Rancang Bangun Generator Permanen Magnet
Satu Fasa dengan Daya 50 Watt Tipe Fluks Aksial Dual Rotor." Jurnal Arus Elektro
Indonesia 6.1 (2020): 6-11. [3]. Ricky, Ricky, and Jaka Windarta. "Analisis Komparasi
Perhitungan Teori dan Aktual Terhadap Daya Aktif dan Daya Reaktif Steam Turbine
Generator 2.0 Pada PT Indonesia Power Semarang." Jurnal Energi Baru dan
Terbarukan 1.1 (2020): 8-19.

///

INTERNET SOURCES:
-------------------------------------------------------------------------------------------
1% -
[Link]
/
<1% -
[Link]
2% -
[Link]
df?sequence=14
1% -
[Link]
r/
2% - [Link]
<1% -
[Link]
-dengan-menggunakan-pmg-permanent-magnet-generator/
<1% - [Link]
1% -
[Link]
Alimil%20Haqq-151910201065_.pdf
1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% -
[Link]
<1% - [Link]
1% -
[Link]
ml
1% - [Link]
6% - [Link]
1% - [Link]
1% -
[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai