PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP KEKUATAN OTOT
KAKI PADA SMASH PERMAINAN BOLA VOLI
DI SMA NEGERI 4 BUNGO
PROPOSAL PENELITIAN
Oleh :
RENDI GUSNOVID
NPM. 221158201028
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN & REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
TAHUN 2025
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan karunia-Nya, proposal penelitian ini dapat disusun sebagai salah satu
syarat dalam mengikuti mata kuliah Seminar yang di dibimbing oleh Bapak Raja
Bani Pilitan, [Link].
Proposal penelitian ini berjudul "Pengaruh latihan plyometric terhadap
kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli di SMA N 4 Bungo", yang
disusun berdasarkan urgensi/permasalahan yang terjadi di lapangan. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dalam
pengembangan ilmu pengetahuan di bidang olahraga tentunya pada smash
permainan bola voli.
Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih terdapat
kekurangan. Oleh karena itu, peneliti sangat mengharapkan masukan, kritik, dan
saran yang membangun demi penyempurnaan penelitian ke depannya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah
seminar, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama
proses penyusunan proposal ini.
Akhir kata, semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
berkepentingan.
Bungo, 22 April 2025
peneliti
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
DAFTAR TABEL ......................................................................................... v
DAFTAR BAGAN................................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ........................................................................... 7
C. Pembatas Masalah .............................................................................. 7
D. Rumusan Masalah .............................................................................. 7
E. Tujuan Penelitian ................................................................................ 8
F. Manfaat Penelitian .............................................................................. 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ..................................................................... 10
A. Landasan Teori ................................................................................. 10
1. Latihan Plyometric ..................................................................... 10
2. Kekuatan Otot Kaki .................................................................... 11
3. Smash ......................................................................................... 12
4. Bola Voli .................................................................................... 13
B. Kajian Penelitian Relevan ................................................................ 14
C. Kerangka Berfikir ............................................................................. 18
D. Hipotesis Penelitian .......................................................................... 20
BAB III METODE PENELITIAN............................................................ 21
A. Jenis Dan Desain Penelitian ............................................................. 21
B. Tempat Dan Waktu Penelitian .......................................................... 23
C. Populasi Dan Sampel Penelitian ....................................................... 23
D. Variabel Penelitian ............................................................................ 24
E. Definisi Operasional ......................................................................... 27
F. Teknik Dan Instrumrn Pengumpulan Data ....................................... 28
G. Validasi Dan Reabilitas Instrumen Penelitian .................................. 35
H. Teknik Analisis Data......................................................................... 36
iii
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 39
iv
DAFTAR TABEL
3.1 Tabel Rangkaian Latihan Plyometric........................................................... 26
v
DAFTAR BAGAN
Bagan 1 kerangka konseptual penelitian kuantitatif pengaruh latihan plyometric terhadap
kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli di SMA N 4 Bungo ........ 20
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-undang No. 3 tahun 2005 pasal 25 ayat 4 tahun 2005 tentang
sistem keolahragaan naisonal yang berbunyi “pembinaan dan
pengembangan olahraga pendidikan dengan memperhatikan potensi,
kemampuan, minat, dan bakat peserta didik secara menyeluru, baik melalui
kegiatan intrakulikuler maupun ekstrakulikuler”. Berdasarkan undang-
undang tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah Indonesia sudah
menyiapkan rancangan olahraga dengan serius yang bertujuan agar
masyarakat Indonesia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik
lagi dan dapat meraih prestasi tingkat nasional maupun internasional
(Pamungkas & Zulrafli, 2024)
Pendidikan adalah suatu proses mentransfer ilmu dari pendidik
kepada peserta didik. Ilmu yang ditransfer umumnya ilmu pengetahuan
yang bersifat memberi pe- ngetahuan peserta didik dengan harapan peserta
didik mampu mengetahui segala macam keadaan alam, sosial dan
kebudayaan yang ada di dunia (Apdoludin, 2021)
Olahraga adalah suatu aktivitas fisik dimana tujuan melakukan
olahraga untuk mencapai prestasi setinggi mungkin dengan sangat
maksimal bagi mereka, baik secara individu maupun kelompok atau tim.
Olahraga merupakan segala aktivitas yang sistematis dalam mendorong,
1
membina, dan juga meningkatkan potensi jasmani, rohani dan sosial (Rifqi
& Falaaahudin, 2021)
Permainan bola voli sendiri merupakan olahraga yang sebenarnya
dapat dinikmati dan dimainkan oleh beragam usia dan tingkat kemampuan,
selain dapat di mainkan oleh pria atau wanita peralatan yang di butuhkan
juga tidak terlalu sulit di dapatkan (Raditia et al., 2021). Pada dasarnya
permainan bola voli adalah memasukkan bola ke daerah lawan dengan
melewati net dan berusaha memenangkan suatu permainan dengan
mematikan bola itu ke daerah lawan (Reflesia Ton et al., 2023). Dalam
proses pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan guru
dituntut untuk dapat membekali siswa dengan mengenalkan, membimbing,
serta melatih siswa agar tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran materi
Bola Voli dapat tercapai (Prima, 2023).
Pada permainan bola voli seorang pemain bukan saja dituntut harus
mempunyai fisik serta mental yang kuat, akan tetapi juga teknik dasar
permainan bola voli yang baik dan benar. Smash sebagai salah satu teknik
dasar dalam permainan bola voli yang dilakukan dengan cara memukul bola
ke sasaran yang telah ditentukan, harus dikuasai oleh seorang pemain,
karena keterampilan tersebut (smash) membantu dalam membangun
serangan ke arah pertahanan lawan dan sekaligus menciptakan peluang-
peluang untuk terjadinya point. Untuk melakukan teknik smash bola voli,
seorang pemain harus memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhinya,
seperti akurasi, pandangan, tenaga dan gerakan serta
2
tolakan dan lompatan yang tinggi sehingga memberikan hasil yang
memuaskan (Komariyah et al., 2020)
Untuk meningkatkan kemampuan dan performa kondisi fisik atlet
perlu menggunakan metode latihan yang sesuai. Metode latihan yang sesuai
diharapkan memiliki variasi gerakan dan sesuai dengan kebutuhan masing-
masing atlet sehingga tujuan dari latihan dapat tercapai. Dalam olahraga,
terdapat banyak metode latihan yang digunakan untuk melatih kemampuan
kecepatan, power, dan kelincahan pada atlet seperti latihan plyometric.
Kondisi fisik merupakan suatu kesatuan yang utuh dari komponen-
komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan dan
pemeliharaannya. (Kenly, 2024) Untuk memerlukan kondisi fisik dan teknik
yang baik, maka perlu latihan. “latihan adalah kegiatan atau aktivitas fisik
yang dilakukan secara berulang- ulang dengan tujuan meningkatkan
kemampuan fisik atau ketrampilan gerak tertentu”.
Dalam mencapai prestasi olahraga sangat perlu adanya latihan.
Menurut Anshori (2016) latihan adalah seseorang yang melakukan suatu
aktivitas secara teratur, terencana, berulang-ulang dengan kian hari semakin
berat beban kerjanya sering dinyatakan bahwa orang tersebut sedang
melakukan latihan. Dalam latihan terdapat komponen-komponen tubuh
yang harus diberikan latihan menggunakan metode yang berbeda,
komponen-komponen tersebut dimasukkan dalam kondisi fisik seseorang.
Komponen-komponen tersebut terdiri dari kekuatan, kelincahan, kecepatan,
kelentukan, daya tahan, daya ledak otot, koordinasi, keseimbangan, daya
3
lentur, dan reaksi. Dalam beberapa cabang olahraga, banyak menggunakan
komponen kondisi fisik berupa kecepatan, power, dan kelincahan.
Kecepatan merujuk pada kemampuan seorang atlet untuk bergerak
atau menyelesaikan suatu tugas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kecepatan ini bisa diukur berdasarkan seberapa cepat seseorang berlari,
melompat, atau menggerakkan tubuhnya dalam melakukan suatu teknik
tertentu. Menurut Harsono dalam Ihsan (2017) kecepatan adalah
kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara
berturut-turut dalam waktu sesingkat- singkatnya. Dengan demikian,
kecepatan dapat disimpulkan sebagai kemampuan tubuh dalam melakukan
suatu kegiatan dengan cepat atau dalam waktu yang singkat.
Dalam permainan bola voli, smash menjadi salah satu teknik yang
sangat penting karena berfungsi sebagai serangan utama untuk mencetak
poin. Keberhasilan smash tidak hanya ditentukan oleh teknik yang baik,
tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan otot, kecepatan, dan koordinasi yang
optimal. Smash merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk
mendapatkan point, maka dengan itu smash yang dibangun harus membuat
bloker tim lawan kebingungan dan tidak mampu diprediksi oleh bloker tim
lawan, baik dengan kecepatan umpan dan smasher, variasi smash yang
dilakukan menggunakan pemain posisi belakang yang sangat sulit untuk di
block (back attack) (Nurfalah et al., 2019).
(Hariadi, 2020) Smash merupakan suatu pukulan utama untuk
mencapai kemenangan. Teknik smash merupakan elemen serangan
4
terpenting dan merupakan modal untuk mendapatkan angka dalam
permainan bola voli. Kecepatan smash dapat mempengaruhi efektivitas
serangan karena semakin cepat bola bergerak, semakin sulit bagi pemain
lawan untuk mengantisipasi dan mengembalikannya.
Adapun karakteristik smash yakni keras, curam kebawah, laju
jalannya bola cepat menuju lapangan lawan, sehingga pukulan ini
memerlukan daya ledak otot tungkai yang kuat agar memiliki kapasitas
lompatan yang lebih besar dan tinggi, sehingga teknik smash yang
dihasilkan akan semakin bagus (Maifa, 2021)
Smash dilakukan dengan baik dalam permainan bola voli, seorang
atlet harus didukung oleh unsur-unsur seperti teknik, kemampuan
bekerjasama dengan tim, kematangan mental, kekompakan, pengalaman
dan yang lebih pentingnya harus mempunyai tingkat kondisi fisik yang baik,
seperti power kaki (daya ledak otot tungkai), sehingga ia mampu melompat
yang tinggi untuk memukul bola di atas net (Yolanda, 2024).
Pemain bola voli membutuhkan kekuatan otot kaki yang besar untuk
mendukung berbagai gerakan dalam permainan, seperti melompat untuk
blok, smash, atau untuk bergerak cepat di lapangan. Kekuatan otot kaki
dalam smash permainan bola voli merujuk pada kemampuan otot-otot kaki
untuk menghasilkan daya yang diperlukan saat melakukan aksi smasher,
yakni pukulan keras yang biasanya dilakukan dengan melompat. Salah satu
metode yang banyak digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot kaki
adalah dengan latihan plyometric.
5
Plyometric merupakan latihan yang berfokus pada peningkatan
kemampuan otot untuk menghasilkan daya ledak (explosive power), yang
sangat relevan untuk meningkatkan performa pemain bola voli, khususnya
pada aspek kelincahan dan kekuatan dalam melakukan loncatan (Firdaus,
2024). latihan plyometric juga merupakan suatu metode latihan yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kesegaran biomotorik atlet, termasuk
kekuatan dan kecepatan yang memiliki aplikasi yang sangat luas dalam
kegiatan olahraga dan secara khusus latihan ini sangat bermanfaat untuk
meningkatkan power (Komariyah et al., 2020)
Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi yang dilakukan
di lapangan tanggal 26-02-2025 terhadap siswa kelas X SMA Negeri 4
Bungo, diketahui bahwa kemampuan siswa dalam melakukan smash pada
permainan bola voli masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari teknik
pelaksanaan smash yang kurang bertenaga serta tidak optimalnya
lompatan saat melakukan pukulan. Salah satu faktor yang memengaruhi
kondisi tersebut adalah lemahnya kekuatan otot kaki para siswa,
yang merupakan komponen penting dalam menghasilkan lompatan
yang tinggi dan kuat saat melakukan smash.
Selain itu, dalam pelaksanaan latihan di sekolah, metode latihan
yang digunakan masih kurang bervariasi dan belum secara
khusus menargetkan penguatan otot kaki. Hal ini menyebabkan proses
latihan menjadi kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan
fisik yang dibutuhkan untuk permainan bola voli, khususnya dalam
melakukan smash.
Dengan kondisi tersebut, perlu dilakukan upaya untuk mengevaluasi
dan menerapkan metode latihan yang lebih spesifik, seperti latihan
6
plyometric, yang dikenal dapat membantu meningkatkan kekuatan otot kaki.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti berniat melakukan
penelitian tentang ”Pengaruh latihan plyometric terhadap kekuatan otot
kaki pada smash permainan bola voli di SMA Negeri 4 Bungo.”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas,
dapat diidentifikasikan masalah penelitian ini sebagai berikut :
1. Kurangnya keterampilan smash.
2. Metode latihan kekuatan otot kaki kurang variatif
3. Daya fisik pemain saat melakukan gerakan cepat pada smash masih
rendah dan belum efektif.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah masalah diatas, maka peneliti
membatasi permasalahan pada ”pengaruh latihan plyometric terhadap
peningkatan kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli di SMA
Negeri 4 Bungo”.
D. Rumusan masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka peneliti merumuskan
masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan kekuatan
otot kaki pada smash permainan bola voli?
7
2. Bagaiamana efektifitas durasi latihan plyometric dalam meningkatkan
kekuatan otot kaki pemaianan bola voli untuk melalukan smash?
3. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan
kekuatan otot kaki antara pemain bola voli yang melakukan latihan
plyometric dan yang tidak melakukannya?
E. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan
kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli
2. Untuk mengetahui efektifitas durasi latihan plyometric dalam
meningkatkan kekuatan otot kaki pemaianan bola voli untuk melalukan
smash
3. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dalam peningkatan
kekuatan otot kaki antara pemain bola voli yang melakukan latihan
plyometric dan yang tidak melakukannya
F. Manfaat penelitian
1. Manfaat Praktis
Adapun manfaat bagi beberapa pihak yang terkait, diantaranya
adalah :
8
a. Bagi Pendidik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas
pengetahun pada pendidik sebagai bahan acuan dalam memberikan
materi pembelajaran disekolah.
b. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
siswa terhadap kemampuan melakukan gerakan cepat (plyometric)
pada saat melakukan smash dalam permainan bola voli.
c. Bagi peneliti
Penelitian ini akan berguna sebagai ilmu baru dan bahan
acuan untuk mengembangkan pengetahuan terkait dengan pengaruh
latihan plyometric terhadap peningkatkan otot kaki pada smash
permainan bola voli.
2. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
a. Mendapatkan pengetahuan baru tantang pengaruh latihan plyometric
terhadap peningkatkan otot kaki pada smash permainan bola voli.
b. Sebagai referensi penelitian selanjutnya yang akan melakukan
penelitian menggunakan kajian yang sama.
9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Latihan Plyometric
Plyometric adalah jenis latihan atau ulangan yang bertujuan untuk
menggabungkan gerakan kecepatan dan kekuatan untuk menghasilkan
gerakan yang explosif. Plyometric adalah jenis latihan yang ideal bagi
mereka yang telah dilatih untuk menjadi atlet karena membantu mereka
meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan loncatan mereka (Gozali, 2022).
plyometric merupakan latihan untuk meningkatkan daya ledak, khususnya
daya ledak otot tungkai. Latihan plyometric dapat meningkatkan kondisi
fisik seperti, kekuatan, kecepatan, kelenturan, dan koordinasi gerak.
Latihan ini sangat cocok untuk meningkatkan lompat jauh (Saputra et al.,
2023).
(Anam, 2020) Plyometric merupakan persatuan antara kekuatan
dan kecepatan dengan mengeluarkan gerakan- gerakan dengan kecepatan
tinggi, memakai respon otot yang lebih elastis dengan mengaplikasikan
kecepatan pada kekuatan maksimum. Latihan plyometric terdiri dari
serangkaian latihan kekuatan yang dirancang untuk membantu otot
mencapai potensi maksimum mereka dalam waktu yang singkat dengan
menggunakan pergerakan otot isometrik dan refleks regangan.
Latihan plyometric sangat penting dilakukan oleh pemain voli
karena membantu meningkatkan kekuatan eksplosif yang diperlukan
10
untuk melakukan lompatan vertikal dengan lebih tinggi dan efisien.
Dengan lompatan yang lebih tinggi, pemain voli dapat melakukan blok
dan smash dengan lebih efektif di atas net, serta memberikan
keunggulan dalam permainan (Syabaruddin, 2025)
2. Kekuatan Otot Kaki
Kekuatan otot kaki sangat penting dalam melakukan smash bola
voli karena membantu pemain melompat lebih tinggi, menjaga
keseimbangan saat mendarat, dan mendukung kekuatan pukulan. Tanpa
kekuatan otot kaki yang baik, performa smash akan kurang maksimal
dan risiko cedera lebih tinggi. Menurut Adnan & Arlidas (2019)
kekuatan otot tungkai adalah salah satu Unsur fisik yang mendasar di
dalam melakukan aktivitas fisik atau dalam melakukan keterampilan
gerak dalam olahraga. Kekuatan otot tungkai merupakan kemampuan
sekelompok otot tungkai untuk melakukan gerak eksplosif pada saat
melakukan lompatan. Penguatan otot tungkai juga memainkan peran
yang sangat penting dalam mendukung kemampuan lompatan tinggi
(Rahman & Samuel, 2024).
Kondisi fisik yang sangat diperlukan dalam permainan bola voli
adalah kekuatan otot tungkai dan daya ledak (power) otot tungkai,
kekuatan tungkai dibutuhkan untuk melakukan serangan maupun
pertahanan yang dalam permainan bola voli (Adhi et al., 2017). Daya
ledak otot tungkai dapat di definisikan sebagai suatu kemampuan dari
sekelompok otot tungkai untuk menghasilkan kerja dalam waktu yang
sangat cepat. Daya ledak tungkai adalah kemampuan otot untuk
11
mengatasi beban atau tahanan dengan kecepatan kontraksi yang sangat
tinggi, sedangkan Kekuatan otot adalah kemampuan untuk
pengembangan tenaga maksimum dalam kontraksi yang maksimal
untuk mengatasi tahanan atau beban (Sistiasih Vera Septi, 2021).
Kekuatan otot kaki Adalah kemampuan seseorang dalam
mempergunakan kekuatan maksimal dari otot-otot kaki dalam
mengeluarkan seluruh potensi atau kekuatan yang ada dengan periode
yang singkat.
3. Smash
Smash dalam bola voli adalah pukulan keras dan cepat yang
dilakukan dengan tujuan untuk mencetak poin langsung ke area lawan.
Gerakan smash biasanya dilakukan setelah bola diumpan (set-up) oleh
rekan setim, kemudian pemain melompat dan memukul bola ke arah
lapangan lawan dengan kekuatan dan akurasi tinggi. permainan bola voli
terdapat 5 teknik dasar yang harus di kuasai meliputi, servis, passing,
umpan (set-up), smash (spike), bendungan (block). Smash merupakan
perpaduan gerakan yang tidak dapat dipisahkan (Fallo1 & Hendri2,
2016).
Smash merupakan salah satu bentuk serangan yang paling
banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai atau
poin suatu tim dalam permainan bola voli. Dalam melakukan smash
diperlukan kemampuan meloncat yang tinggi agar keberhasilan dapat
dicapai dengan gemilang (Oktaviani Madya, 2020). Smash merupakan
serangan yang mematikan, banyak poin didalam hasil smash yang
12
akurat dan tajam, maka teknik smash sering disebut sebagai teknik
pamungkas untuk mendapat poin (Oktariana & Hardiyono, 2020).
Pukulan keras atau smash, disebut juga spike, merupakan bentuk
serangan yang paling banyak dipergunakan dalam upaya memperoleh
nilai oleh suatu timuntuk mencapai teknik smash yang baik dan benar
harus memiliki unsur kondisi fisik seperti kekuatan, daya ledak otot
tungkai dan daya ledak otot lengan (Ulfa, 2021).
4. Bola Voli
Permainan bolavoli adalah olahraga beregu dimana setiap regu
berada pada petak atau daerah permainan masing-masing yang dibatasi
oleh net, bola dimainkan dengan satu atau kedua tangan secara hilir
mudik atau bolak-balik melalui atas net secara teratur sampai bola
menyentuh lantai (mati) dipetak atau daerah lawan dan
mempertahankan bola agar tidak mati di daerah permainan sendiri.
Tujuan dari permainan adalah melewatkan bola diatas net agar dapat
jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang
sama dari lawan (Iswayudi, 2017).
Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua
grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain
(Yusmar, 2017). Bola voli merupakan cabang olahraga permainan
beregu, maka antara pemain harus bekerja sama dan saling mendukung
agar menjadi regu yang kompak (Keswando, 2022). Bola voli
merupakan olahraga beregu yang banyak digemari oleh masyarakat
Indonesia karena bola voli cukup menyenangkan dan cocok digunakan
13
sebagai olahraga rekreasi dan prestasi juga dapat digunakan sebagai
sarana peningkatan kesehatan (Setiawan, 2022).
B. Kajian Penelitian Relevan
1. (Oktaviani Madya, 2020)” Pengaruh Latihan Plyometrics Terhadap
Kemampuan Daya Ledak Otot Tungkai Dan Kemampuan Smashatlet
Bolavoli Sman 01 Mukomuko”, Masalah dalam penelitian ini adalah
masih rendahnya kemampuan daya ledak otot tungkai dan kemampuan
smash atlet bolavoli SMAN 01 Mukomuko. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh latihan plyometrics terhadap
kemampuan daya ledak otot tungkai dan kemampuan smash atlet
bolavoli SMAN 01 Mukomuko. Jenis penelitian ini adalah eksperimen
semu. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bolavoli SMAN 01
Mukomuko yang berjumlah 15 orang putrid dan 20 orang putra.. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik porposive
sampling. Banyak sampel dalam penelitian 12 orang putri. Teknik
analisis data menggunakan analisis uji beda mean (uji t). Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa : Hasil uji hipotesis pengaruh latihan
plyometrics signifikan terhadap daya ledak otot tungkai dan kemampuan
smash atlet bolavoli SMAN 01 Mukomuko, dengan uji hipotesis
pertama daya ledak otot tungkai diperoleh nilai thitung = 4,84
> ttabel = 1,79 dan skor rata-rata tes awal (pre test) 66,14 dan tes akhir
(post test) menjadi 68,14, kemudian uji hipotesis kedua kemampuan
smash diperoleh nilai thitung = 17,39 > ttabel = 1,79 dan skor rata-rata
14
tes awal (pre test) 41,25 dan tes akhir (post test) menjadi 47,83 dengan
taraf signifikan α=0,05.
2. (Yogi Arizal, 2018)” Pengaruh Latihan Plyometric terhadap
Kemampuan Smash Bola voli” Penelitian bertujuan untuk
meningkatkan kemampuuan smash bolavoli, jenis penelitian inidalah
eksperimen dengan cara penarikan sampel purposive sampling dengan
ketentuan siswa ekstrakuler bolavoli SMAN 8 Padang berusia 14-17
tahun yang masih aktif latihan,keaktifan dalam melakukan latihan 3 kali
seminggu,sanggup mengikuti seluruh program latihan yang telah
disusun selama 16 kali pertemuan,tidak melakukan tuntutan/menuntut
apabila sesuatu terjadi pada sampel selama program latihan di jalankan
jenis kelamin laki-laki, sampel berjumlah 13 siswa, sedangkan untuk
intrumens latihan plyometric dan menggunakaan uji t untuk analisis
data. Dari penelitian yang sudah dilakukan maka didapat hasil latihan
plyometric berpengaruh terhadap kemampuan smash bolavoli.
3. (Kresnayadi, 2017)” Pengaruh Pelatihan Plyometric Depth Jump 10
Repetisi 3 Set Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai”
Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-
test and post-test groups design. Populasi diambil dari siswa peserta
ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran
2016/2017. Sampel berjumlah 32 orang di dapat dengan rumus pocok.
Jumlah sampel di bagi menjadi dua kelompok yang masing – masing
kelompok terdiri dari 16 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam
15
penelitian ini adalah pelatihan plyometric depth jump 10 repetisi 3 set,
frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu. Data berupa hasil
meningkatkan daya ledak otot tungkai yang diambil sebelum dan
sesudah pelatihan. Data yang diperoleh di uji menggunakan program
komputer SPSS 16. Data berdistribusi normal dan homogen sehingga
selanjutnya di uji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai
rata – rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing
kelompok, sedangkan ujit-test independent untuk mengetahui perbedaan
nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok
kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna
(p<0.05). Hasil uji t-test independent di dapat bahwa kedua kelompok
sebelum pelatihan tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan setelah
pelatihan kedua kelompok sampel (perlakuan dan kontrol) menunjukan
bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05). Akan tetapi
kelompok perlakuan lebih memiliki rerata lebih besar dari pada
kelompok kontrol. Simpulannya bahwa pelatihan plyometric depth jump
10 repetisi 3 set dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai dan
menyatakan hipotesis alternative diterima. Untuk hasil post test kedua
kelompok, ada perbedaan yang signifikan dan hipotesis alternatif
diterima. Dari hasil rerata dan persentase bahwa kelompok pelatihan
plyometric depth jump 10 repetisi 3 set lebih baik dari pada kelompok
kontrol dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa
16
peserta ekstrakulikuler bolabasket SMP Negeri 2 Denpasar tahun
pelajaran 2016/2017.
4. (Wulandari et al., 2023) “Pengaruh Latihan Plyometric Jump To Box
Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain Bola Voli Putra Kabupaten
Tapin”, Dimana tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui
bagaimana pengaruh latihan plyometric jump to box pada pemain bola
voli putra Kabupaten Tapin terhadap daya ledak otot tungkai Kabupaten
Tapin. Studi ini menggunakan metodologi eksperimental, merawat
peserta selama 16 sesi dengan latihan plyometric jump to box, dengan
sesi yang terjadi tiga kali per minggu. Satu kelompok pretest-posttest
digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan penelitian pra-
eksperimental. Dalam penelitian ini diambil populasi sebanyak 15
pemain bola voli putra kabupaten Tapin. Ada 9 peserta dalam sampel
penelitian. Strategi pengambilan sampel yang bertujuan digunakan
untuk mengambil sampel sambil mempertimbangkan beberapa faktor.
Kemudian diberikan tes lompat vertikal setelah 16 kali pertemuan..
Hasil penelitian : Daya ledak otot tungkai pemain bolavoli putra
Kabupaten Tapin mengalami peningkatan setelah melakukan lompat
plyometrik ke kotak sesuai dengan t hitung (3,445) > t tabel (2,364) dan
nilai signifikansi (0,009). (0,05). Latihan plyometric jump to box, yang
dimulai dengan gerakan melompat ke depan dan mendarat di atas kotak,
meningkatkan kekuatan ledakan otot kaki.
17
5. (SAHAR, 2021) “Pengaruh Latihan Plyometrik Terhadap Peningkatan
Keterampilan Smash Atlet Bola Voli FIK UNM” Jenis penelitian ini
adalah Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan
pliometrik terhadap peningkatan keterampilan smash pada atlet.
Populasi penelitian ini adalah atlet Bola Voli UNM, sedangkan sampel
penelitian adalah 20 orang atlet yang masih aktif, sampel dibagi menjadi
Kelompok Eksperimen (KE) dan Kelompok Kontrol (KK). Metode
latihan yang diterapkan yaitu metode latihan pliometrik pada kelompok
eksperimen dan metode latihan langsung pada kelompok kontrol. Data
diperoleh dengan menggunakan pre-test dan post-test sesuai dengan
indikator keterampilan smash. Hasil analisa statistik menunjukkan
bahwa : (1) ada pengaruh latihan pliometrik terhadap keterampilan
smash atlet BOLA VOLI FIK UNM, (2) ada pengaruh latihan langsung
terhadap keterampilan smash pada atlet BOLA VOLI FIK UNM (3)
Terdapat perbedaan pengaruh antara latihan pliometrik dan latihan
langsung terhadap keterampilan smash pada atlet BOLA VOLI FIK
UNM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan pliometrik
memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan
keterampilan smash pada atlet Bola Voli UNM.
C. Kerangka Berfikir
Plyometric diartikan sebagai latihan yang memungkinkan otot
mencapai kekuatan maksimum dalam waktu sesingkat mungkin. Ini
kemampuan kecepatan-kekuatan dikenal sebagai kekuatan (Merdiana,
18
2022). Latihan plyometric sangat bermanfaat dalam meningkatkan
kemampuan smash dalam bola voli karena dapat meningkatkan daya ledak
otot, tinggi lompatan, koordinasi gerakan, kecepatan reaksi, serta membantu
mencegah cedera.
Olahraga bola voli merupakan olahraga prestasi, dengan menekuni
bola voli maka akan meningkatkan performa serta prestasi atlit. Didalam
permainan bola voli terdapat beberapa teknik yaitu smash, blok, servis dan
passing. Salah satu teknik yang menunjang untuk mendapatkan angka yaitu
smash (Hermanzoni, 2020). Smash adalah pukulan yang dilakukan dimana
adanya kontak antara bola dengan tangan dari atas kebawah, jalannya bola
menukik dan tajam kedaerah lapangan lawan. Untuk menguasai teknik
smash dengan baik diperlukan kondisi fisik yang mumpuni yaitu
diantaranya kekuatan dan daya ledak. Kekuatan daya ledak otot tungkai
merupakan kondisi fisik yang menunjang dalam penguasaan smash yang
baik.
Daya ledak otot merupakan gabungan dari beberapa unsur fisik yaitu
kekuatan dan unsur kecepatan. Artinya kemampuan daya ledak otot dapat
dilihat dari hasil suatu unjuk kerja yang dilakukan dengan menggunakan
kekuatan dan kecepatan. Misalnya, wujud daya ledak otot tungkai adalah
berupa hasil lompatan pada saat melakukan Smash (Andiyanto, 2020)
19
Latihan Kekuatan Otot
Siswa Plyometric Kaki
Smash
Permainan
Bola Voli
Kerangka Berfikir
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan landasan teori diatas, maka dapat
dirumuskan hipotesis seperti berikut
Ho 1 : Tidak terdapat pengaruh dari latihan plyometric terhadap
kekuatan otot kaki pada smash bola voli di SMA Negeri 4 Bungo
Ha 1 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan plyometric
terhadap kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli di
SMA Negeri 4 Bungo.
20
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Dan Desain Penelitian
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode
eksperimen. Yang mana metode eksperimen adalah cara penelitian yang
melibatkan percobaan sistematis untuk membuktikan kebenaran suatu
teori atau hipotesis. Dalam metode ini, peneliti secara langsung
mengamati, melakukan, dan menganalisis hasil percobaan untuk
memahami hubungan sebab-akibat antara variabel.
Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui
pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis
data dengan prosedur statistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis (Siroj, 2024).
Penelitian kuantitatif adalah sebuah penyelidikan tentang masalah sosial
berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel-
variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik
(Ali et al., 2022). Penelitian kuantitatif adalah penelitian empiris di
mana data-datanya dalam bentuk sesuatu yang dapat dihitung.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya Penelitian
kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang bersifat empiris dan
deduktif, yang bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis melalui
21
pengukuran variabel-variabel dalam bentuk angka dan dianalisis
menggunakan prosedur statistik.
2. Desain penelitian
Desain penelitian adalah rencana dan strategi yang digunakan
untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam sebuah penelitian.
Desain penelitian juga mencakup perencanaan pelaksanaan penelitian.
Desain penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang
menggunakan angka dan statistik untuk mengumpulkan dan
menganalisis data. Desain ini digunakan untuk menguji teori, mengukur
hubungan antar variabel, atau mengevaluasi efektivitas intervensi.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian
Quasi Eksperimen. Quasi eksperimen pretest-posttest control group
design adalah jenis penelitian eksperimen kuasi yang melibatkan
pengukuran variabel sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol.
Kelompok eksperimen : 01 x 02
Kelompok kontrol : 03 04
Keterangan:
01 dan 03 = pretest (sebelum perlakuan)
X = Pelakuan/Intervensi (hanya diberikan pada kelompok
eksperimen)
02 dan 04 = posttest (setelah perlakuan)
22
B. Tempat Dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat atau area di mana suatu
penelitian dilakukan. Lokasi ini dipilih berdasarkan relevansi dan
kesesuaiannya dengan tujuan penelitian, serta ketersediaan data atau
objek yang ingin diteliti. Menurut Sugiyono (2017) lokasi penelitian
merupakan tempat di mana situasi social tersebut akan diteliti. Misalnya
di sekolah, perusahaan, Lembaga pemerintah, jalan, rumah, pasar dan
lain-lain.
Berdasarkan pendapat diatas, maka lokasi penelitian yang akan
dilakukan adalah di SMA Negeri 4 Bungo, Kecamatan Bathin III,
Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Alasan peneliti memilih lokasi
tersebut karena sesuai dengan topik yang diteliti, mudah diakses, dan
memiliki data yang dibutuhkan. Dengan memilih lokasi ini, diharapkan
hasil penelitian bisa lebih tepat dan bermanfaat.
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian adalah periode atau rentang waktu yang
digunakan peneliti untuk melaksanakan seluruh tahapan penelitian,
mulai dari persiapan hingga laporan akhir. Waktu penelitian ini
dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025.
C. Populasi Dan Sampel Penelitian
(Suriani et al., 2023) populasi adalah keseluruhan objek atau subjek
penelitian yang memiliki karakteristik tertentu untuk diteliti dan diambil
kesimpulan. Populasi tidak harus manusia tetapi bisa juga hewan,
23
tumbuhan, fenomena, gejala, atau peristiwa lainnya yang memiliki
karakteristik dan syaratsyarat tertentu yang berkaitan dengan masalah
penelitian dan dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA N 4 Bungo,
dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 13 cowok dan 12 cewek.
Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi
yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Dengan
kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh
populasi (Fadilah, 2017). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas X di SMA Negeri 4 Bungo, berjumlah 25 orang. Seluruh populasi
dijadikan sampel karena jumlahnya relatif kecil, sehingga teknik yang
digunakan adalah total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok
secara acak:
Kelompok eksperimen : 13 siswa
Kelompok kontrol : 12 siswa
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sesuatu yang berbentuk atribut atau sifat
dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai macam yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari sehingga didapatkan sebuah keterangan
mengenai sesuatu tersebut, kemudian menarik kesimpulannya (Aridiyanto,
2022). Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) variabel penelitian yaitu
variabel bebas dan variabel terikat.
24
1. Variabel Bebas
variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau
yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
(terikat) (Murti, 2021). Latihan plyometrik adalah jenis latihan yang
fokus pada gerakan eksplosif seperti lompatan dan loncatan, yang
bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan daya ledak otot. Dalam
konteks penelitian ini, latihan plyometrik diberikan sebagai perlakuan
(treatment) kepada siswa kelas X.
2. Variabel Terikat
Variabel terikat atau dependen merupakan variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas
(independen) (Hayati & Saputra, 2023). Dalam penelitian ini variabel
terikatnya adalah Kekuatan otot kaki pada smash permainan bola voli.
Ini merupakan hasil atau efek yang ingin diukur setelah siswa menerima
latihan plyometric. Kekuatan otot kaki sangat berpengaruh pada
kemampuan melakukan smash, karena smash memerlukan tolakan kuat
saat melompat.
Cara pengukuran:
Peneliti dapat mengukur kekuatan otot kaki menggunakan:
a. Vertical jump test (mengukur tinggi lompatan)
b. Leg dynamometer (alat pengukur kekuatan otot kaki)
c. Observasi kualitas smash (tinggi lompatan, kecepatan pukulan)
bila diperlukan.
25
Berikut program latihan plyometric yang dilakukan dalam 2 minggu dan
bertujuan meningkatkan kekuatan otot kaki untuk mendukung smash dalam bola
voli:
1. Durasi Program
Yaitu 2 minggu dengan frekuensi 2 kali latihan dalam 1 minggu.
Total sesi yaitu 4 sesi latihan.
2. Struktur Latihan Per Sesi
a. Pemanasan : 10 menit (lari ringan)
b. Latihan utama : 4 jenis latihan plyometrik
c. Pendidnginan : 5 – 10 menit
3. Rangkaian latihan plyometrik:
Tabel 3.1
Rangkaian latihan plyometric
No Nama Latihan Deskripsi Repetisi/set
1. Squat Jump Jongkok, lalu lompat 1 X 15 Menit
vertikal setinggi mungkin.
2. Tuck Jump Lompat dan tarik lutut ke 1 X 10 Menit
dada, lalu mendarat dengan
kontrol.
3. Lateral hops Lompat kekanan dan kekiri 1 X 10 Menit
dengan cepat, menggunakan
satu atau dua kaki.
4. Bounding Lari dengan gerakan lompat 1 X 15 Menit
jauh secara bergantian (kiri
– kanan).
26
E. Devinisi Operasional
1. Latihan plyometric
Latihan plyometric adalah serangkaian latihan fisik yang
menekankan pada gerakan eksplosif seperti lompat dan loncat yang
bertujuan meningkatkan kekuatan dan kecepatan otot. Dalam penelitian
ini, latihan plyometric mencakup gerakan seperti squat jump, tuck
jump, bounding, dan depth jump, yang dilakukan secara teratur sesuai
dengan program latihan selama periode tertentu.
2. Kekuatan Otot Kaki
Kekuatan otot kaki adalah kemampuan otot-otot tungkai bawah
(paha, betis, dan otot sekitar lutut) dalam menghasilkan tenaga
maksimal saat melakukan suatu gerakan. Kekuatan ini diukur melalui
tes kebugaran jasmani seperti vertical jump test atau leg dynamometer.
3. Smash Permainan Bola Voli
Smash adalah salah satu teknik menyerang dalam permainan
bola voli yang dilakukan dengan cara memukul bola secara keras dan
cepat ke arah lapangan lawan. Keberhasilan smash dipengaruhi oleh
kekuatan otot kaki, karena gerakan meloncat untuk mencapai
ketinggian maksimal sangat penting. Dalam konteks ini, kemampuan
smash diukur dari tinggi lompatan saat melakukan smash dan
efektivitas pukulan (misalnya kecepatan dan akurasi bola).
Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas 10 (kelas X) SMA 4
Bungo yang mengikuti kegiatan olahraga bola voli. Usia rata-rata
27
berkisar antara 15–16 tahun, dengan kondisi fisik yang relatif homogen
sebagai bagian dari populasi remaja sekolah menengah atas.
F. Teknik Dan Instrumrn Pengumpulan Data
1. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Dalam
proses ini, peneliti menggunakan berbagai metode seperti observasi,
wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data
yang relevan.
Keberhasilan dalam pengumpulan data banyak ditentukan oleh
kemampuan peneliti menghayati situasi sosial yang dijadikan fokus
penelitian. Peneliti dapat melakukan wawancara dengan subjek yang
diteliti, mampu mengamati situasi sosial yang terjadi dalam konteks
yang sesungguhnya. Peneliti tidak akan mengakhiri fase pengumpulan
data sebelum peneliti yakin bahwa data yang terkumpul dari berbagai
sumber yang berbeda dan terfokus pada situasi sosial yang diteliti
mampu menjawab rumusan masalah dari penelitian, sehingga ketepatan
dan kredibilitas tidak diragukan oleh siapapun. Penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
a. Tes dan pengukuran
(Faiz, 2022) Menyatakan bahwasanya Tes adalah suatu alat
yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal
yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek
28
perilaku tertentu. Artinya, fungsi tes adalah sebagai alat ukur. Dalam
tes prestasi belajar, aspek perilaku yang hendak diukur adalah
tingkat kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pelajaran
yang telah disampaikan. Tes diartikan sebagai alat atau prosedur
yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam
suasana, dengan cara dan aturan- aturan yang sudah ditentukan
(Nurhasanah, 2018).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes untuk
mengetahui pengaruh dari latihan plyometric terhadap kecepatan
otot kaki pada smash permainan bola voli di SMA N 4 Bungo.
Adapun tes yang digunakan yaitu Vertical Jump test, yang mana tes
ini digunakan untuk mengukur kekuatan otot kaki yaitu kemampuan
otot untuk menghasilkan tenaga secara cepat, yang sangat penting
dalam olahraga bola voli terutama pada saat melakukan smash.
Tujuan peneliti melakukan vertical jump tes yaitu untuk melihat
apakah setelah latihan plyometric terjadi peningkatan terhadap
kekuatan otot kaki siswa. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa angka
yang bisa dianalisis secara statistik.
Dalam penelitian ini pengukuran yang digunakan yaitu untuk
mengukur tinggi lompatan vertikal, ini merupakan proses
memberikan nilai kuantitatif (angka) terhadap hasil vertikal jump
test. Satuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sentimeter
(Cm) untuk mengetahui seberapa tinggi siswa dapat melompat
29
secara vertikal dari posisi diam. Adapun manfaat pengukuran yaitu
memberikan data kuantitatif, yang mana hasil pengukuran berupa
angka (Cm) yang isi digunakan untuk perbandingan sebelum dan
sesudah latihan (pre-test dan post-test).
Rumus pengukuran:
Tinggi lompatan = Jump height – reach height
Keterangan:
a) Jump height: titik tertinggi saat melompat
b) reach height: tinggi jangkauan tangan saat berdiri
c) selisih dari keduanya menunjukkan tinggi lompatan
sebenarnya.
b. Observasi
Observasi adalah metode penelitian yang melibatkan
pengamatan sistematis dan terstruktur terhadap fenomena atau objek
tertentu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang
karakteristiknya, perilaku, atau pola yang muncul. Dalam observasi,
peneliti secara langsung memerhatikan dan mencatat apa yang
terjadi tanpa memengaruhi atau mengubah situasi yang diamati.
Metode ini dapat digunakan dalam berbagai konteks penelitian, baik
ilmiah maupun non-ilmiah, dan dapat dilakukan secara langsung
atau melalui alat bantu seperti kamera atau alat perekam lainnya
(Muntama, 2024).
30
Observasi merupakan proses mengamati atau mencatat
secara terstruktur terhadap objek, peristiwa, atau fenomena guna
memperoleh informasi atau data. Dalam konteks ilmiah, observasi
dilakukan untuk memahami, menganalisis, dan menarik kesimpulan
berdasarkan pengamatan langsung terhadap kenyataan. Observasi
dapat dilakukan secara langsung, di mana pengamat terlibat
langsung dalam situasi, atau secara tidak langsung, seperti dengan
menggunakan alat bantu atau menganalisis data yang sudah tersedia.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi atau
mengamati secara langsung ke SMA N 4 Bungo. Peneliti melakukan
observasi awal terhadap aktivitas latihan dan kemampuan smash
siswa kelas X dalam permainan bola voli. Observasi ini dilakukan
untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi kekuatan otot
kaki siswa serta teknik smash yang mereka miliki. Berdasarkan
pengamatan di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar siswa
memiliki kekuatan otot kaki yang kurang optimal, yang terlihat dari
rendahnya tinggi lompatan saat melakukan smash dan kurangnya
daya dorong saat meloncat.
Selain itu, metode latihan yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran pendidikan jasmani belum secara spesifik
menargetkan peningkatan kekuatan otot kaki, khususnya melalui
latihan yang bersifat eksplosif seperti plyometric. Hal ini menjadi
dasar pertimbangan peneliti untuk menerapkan program latihan
31
plyometric sebagai upaya peningkatan kekuatan otot kaki, yang
diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan
smash siswa dalam permainan bola voli. Pengamatan secara
langsung yang peneliti lakukan ini bertujuan untuk membantu
peneliti mendapatkan bukti atau informasi yang relevan dan berguna
dalam proses penelitian.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu bentuk kegiatan atau proses dalam
menyediakan berbagai dokumen dengan memanfaatkan bukti yang
akurat berdasarkan pencatatan dari berbagai sumber. Selain itu
pengertian dokumentasi merupakan upaya mencatat dan
mengkategorikan suatu informasi dalam bentuk tulisan, foto/gambar
dan vidio (Hasan, 2022). Dokumentasi merupakan pengamatan
secara langsung untuk mendapatkan data yang diperoleh peneliti
sesuai dengan pembahasan. Hal ini dilakukan untuk mengetahu
gambaran nyata dilapangan (Prawiyogi, 2021).
Dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk merekam
seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama proses penelitian
mengenai pengaruh latihan plyometric terhadap kekuatan otot kaki
pada smash permainan bola voli siswa kelas X SMA 4 Bungo.
Dokumentasi dilakukan melalui pengambilan foto dan video saat
kegiatan berlangsung, mulai dari tahap awal hingga akhir penelitian.
Kegiatan dokumentasi dimulai dari pengambilan data awal berupa
32
tes kekuatan otot kaki sebelum perlakuan (pre-test). Selanjutnya,
dokumentasi dilakukan pada saat pelaksanaan program latihan
plyometric, yang dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan. Setiap sesi latihan terekam secara visual guna
menunjukkan bentuk-bentuk latihan plyometric yang dilakukan oleh
siswa.
Selain itu, dokumentasi juga dilakukan saat pengambilan
data akhir (post-test), untuk melihat perubahan kekuatan otot kaki
setelah diberikan perlakuan latihan plyometric. Hasil dokumentasi
ini menjadi bukti pendukung atas data yang diperoleh secara
kuantitatif, serta menjadi alat bantu visual untuk memperjelas proses
dan hasil dari penelitian ini.
2. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan
peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan
hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis
sehingga lebih mudah diolah (Hakimah, 2016). Adapun instrumen
utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sedangkan instrumen
pendukung adalah lembar observasi dan alat perekam.
a. Instrumen utama
Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen
utama sekaligus pengumpul data secara langsung di lapangan.
Sebagai instrumen kunci, peneliti memiliki tanggung jawab penuh
33
dalam merancang prosedur pelatihan plyometric, mengawasi
jalannya latihan, serta melakukan pengukuran kekuatan otot kaki
sebelum dan sesudah perlakuan.
b. Instrumen pendukung
Dalam penelitian ini, instrumen pendukung berperan penting
untuk memperoleh data yang akurat dan objektif mengenai pengaruh
latihan plyometric terhadap kekuatan otot kaki dalam melakukan
smash pada permainan bola voli. Instrumen-instrumen yang
digunakan antara lain:
1. Lembar observasi dan dokumentasi
Lembar observasi ini digunakan untuk mencatat proses
pelaksanaan latihan plyometric, termasuk durasi, intensitas, dan
jenis latihan yang dilakukan oleh siswa. Hal ini bertujuan untuk
memastikan bahwa latihan dilakukan sesuai dengan program
yang telah dirancang.
2. Alat Ukur Kekuatan Otot Kaki (Leg Dynamometer / Tes Vertical
Jump)
Untuk mengukur kekuatan otot kaki, digunakan tes
vertical jump sebagai alat ukur fungsional yang mencerminkan
kemampuan otot kaki dalam menghasilkan daya ledak vertikal.
Tes ini dilakukan sebelum dan sesudah periode latihan untuk
melihat peningkatan yang terjadi.
34
3. Video Rekaman Teknik Smash
Penggunaan rekaman video dalam teknik smash bertujuan
untuk mengevaluasi perubahan dalam performa siswa secara
keseluruhan. Melalui rekaman ini, dapat dianalisis apakah
peningkatan kekuatan otot kaki memberikan pengaruh signifikan
terhadap ketinggian dan kekuatan smash yang dilakukan.
G. Validasi Dan Reabilitas Instrumen Penelitian
1. Validitas
Validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan
ketepatan dan kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid
atau sahih mempunyai validitas tinggi (Efendi, 2023). Validitas
mengacu pada sejauh mana alat ukur atau instrumen yang digunakan
dalam penelitian benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
Dalam konteks penelitian ini, validitas ditentukan oleh kesesuaian
antara latihan plyometric yang diberikan dengan tujuan peningkatan
kekuatan otot kaki, serta keterkaitan antara kekuatan otot kaki dan
kemampuan smash dalam permainan bola voli.
Penelitian ini memiliki validitas isi (content validity) yang kuat
karena latihan plyometric memang dirancang secara spesifik untuk
meningkatkan kekuatan otot, khususnya otot tungkai bawah yang sangat
berperan dalam gerakan melompat saat melakukan smash. Selain itu,
teknik pengukuran kekuatan otot kaki dan kemampuan smash harus
menggunakan instrumen yang terstandar dan relevan, seperti tes vertical
jump atau tes kekuatan eksplosif.
35
2. Reabilitas instrumen penelitian
Reliabilitas merupakan salah-satu ciri atau karakter utama
instrumen pengukuran yang baik (Matondang, 2014). Reliabilitas
mengacu pada konsistensi dan kestabilan hasil pengukuran ketika
penelitian diulang dalam kondisi yang sama. Dalam penelitian ini,
reliabilitas dapat dijaga dengan memastikan bahwa latihan plyometric
dilakukan dengan metode yang konsisten pada seluruh subjek selama
periode penelitian. Jika prosedur pelaksanaan latihan, evaluasi, dan
pengukuran dilakukan secara konsisten, maka penelitian ini dapat
dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi.
H. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses yang digunakan untuk mengubah data
mentah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan. analisis data ini juga sebagai cara untuk menggali pengetahuan
dan wawasan yang lebih mendalam dari kumpulan data yang ada.
Analisis data adalah serangkaian pengamatan terhadap suatu
variabel yang diambil dan diwujudkan dalam suatu data yang dicatat
menurut urutan terjadinya serta disusun sebagai data statistic. Bentuk data
dalam penelitian ini adalah bentuka angka yaitu hasil tes awal sebelum
dilakukan latihan plyometric dan tes akhir setelah dilakukan latihan
plyometric. Agar data tersebut mempunyai arti maka diperlukan pengolahan
dan analisis data secara statistika. Mengingat analisis data penelitian
dilakukan dengan menggunakan uji-t perlu dilakukan uji persyaratan yaitu
meliputi: uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis:
36
1. Uji normalitas
Sebelum dilakukan analisis statistik lebih lanjut, terlebih dahulu
dilakukan uji normalitas terhadap data untuk mengetahui apakah data
yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini
penting karena menjadi dasar dalam pemilihan uji statistik yang tepat,
apakah parametrik atau non-parametrik.
Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan terhadap data
kecepatan otot kaki sebelum dan sesudah diberikan perlakuan latihan
plyometric pada siswa kelas 10. Uji normalitas dilakukan menggunakan
metode Kolmogorov-Smirnov (atau Shapiro-Wilk jika jumlah sampel <
50) dengan bantuan perangkat lunak statistik.
2. Uji homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari
dua kelompok atau dua kondisi (pretest dan posttest) memiliki varians
yang sama atau tidak. Homogenitas varians merupakan salah satu syarat
dalam penggunaan uji statistik parametrik, seperti uji t-test. Uji
homogenitas pada penelitian ini menggunakan Levene's Test.
3. Uji hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan plyometric
terhadap kecepatan otot kaki pada saat melakukan smash dalam
permainan bola voli siswa kelas 10. Uji statistik yang digunakan adalah
37
paired sample t-test, karena data diambil dari kelompok yang sama
sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan perlakuan.
38
DAFTAR PUSTAKA
Adnan, A., & Arlidas. 2019. “Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Daya Ledak Otot
Lengan Dan Kelentukan Pinggang Terhadap Kemampuan Smash.”
Anshori, Hasan. 2016. Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump dan Barrier Hops
Terhadap Jauhnya Tendangan Long Pass Pada Pemain SSB FORZA Junior
Kaliwungu - Kendal KU 14-15 Tahun.
Adhi, B. P., Sugiharto, & Soenyoto, T. (2017). Pengaruh Latihan dan kekuatan Otot
Tungkai terhadap Power Otot Tungkai.
Ali, M. M., Hariyati, T., Pratiwi, M. Y., & Afifah, S. (2022). Metodologi Penelitian
Kuantitatif dan Penerapannya dalam Penelitian.
Anam, M. K. (2020). Pengaruh Latihan Plyometric Dalam Meningkatkan Power
Tungkai Siswa Kelompok Usia 14-16 Tahun Di Surabaya
Andiyanto. (2020). Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Lengan
Dan Percaya Diri Terhadap Kemampuan Smash Atlet Bolavoli.
Apdoludin. (2021). Analisis Kritis Pengantar Pendidikan: (Teori, Konsep,
Implementasi dan Refleksi Menjadi Guru Cerdas dan Kekinian).
Aridiyanto, M. J. (2022). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Koperasi (Studi Kasus : Koperasi Di Surabaya Utara).
Efendi, Y. (2023). Keterampilan Teknik Dasar Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola
Di Smp Negeri 1 Undaan Kudus.
Fadilah, N. (2017). Buku Ajar Statistika Dasar. Buku Ajar Statistika Dasar
Faiz, A. (2022). Memahami Makna Tes, Pengukuran (Measurement), Penilaian
(Assessment), Dan Evaluasi (Evaluation) Dalam Pendidikan.
Fallo1, I. S., & Hendri2. (2016). Upaya Meningkatkan Keterampilan Smash
Permainan Bola Voli Melalui Pembelajaran Gaya Komando.
Firdaus, M. (2024). Efektivitas Program Latihan Plyometric Dalam Meningkatkan
Power Otot Lengan Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Tangan STKIP
Modern Ngawi.
Gozali, Y. (2022). Efektivitas Latihan Plyometric Dalam Meningkatkan Kekuatan
Dan Kelincahan.
39
Hakimah, E. N. (2016). Pengaruh Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, Asosiasi
Merek, Loyalitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Khas
Daerah Kediri Tahu Merek “POO” Pada Pengunjung Toko Pusat Oleh-Oleh
Kota Kediri.
Hariadi, R. (2020). Pengaruh Latihan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap
Kemampuan Smash Rizki. 2(2017)
Hasan, H. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Dokumentasi Terpusat Pada
STMIK Tidore Mandiri.
Hayati, S., & Saputra, L. A. (2023). Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Cv.
Hermanzoni, W. (2020). Pengaruh Kekuatan Otot Lengan Dan Daya Ledak Otot
Tungkai Terhadap Kemampuan Smash Bolavoli.
Iswayudi, N. (2017). Pembelajaran Permainan Bolavoli Dengan Pendekatan
Modifikasi.
Kenly, F. R. (2024). Fakultas pendidikan ilmu pengetahuan sosial dan
keolahragaan universitas pgri semarang 2024.
Keswando, Y. (2022). Survei Keterampilan Teknik Dasar Atlet Bola Voli.
Komariyah, Y., Saputra, S. A., & Rusmiati, P. (2020). Pengaruh Latihan Plyometric
terhadap Kemampuan Power Otot Tungkai pada Smash Bola Voli.
Kresnayadi, P. E. (2017). Pengaruh Pelatihan Plyometric Depth Jump 10 Repetisi
3 Set Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai.
Maifa, S. (2021). Analisis Komponen Fisik Terhadap Kemampuan Smash Bola
Voli.
Matondang, Z. (2014). Validitas Dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. 0
Merdiana, D. (2022). Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Ketepatan Smash
Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Voli Siswa Sekolah Menengah Atas
Dirman.
Muntama, B. A. (2024). Pengembangan Masyarakatlaporan Hasil Observasi Dan
Wawancaradesa Pulau Betung Kecamatan Pemayung.
Murti, G. T. (2021). Pengaruh Pajak Restoran Dan Pajak Hotel Terhadap
Pendapatan Asli Daerah Kota Padangsidempuan Periode 2018-2020.
Nurfalah, S., Hanif, A. S., & Satyakarnawijaya, Y. (2019). Model Latihan Smash
Dalam Permainan Bola Voli Untuk Pemula.
40
Nurhasanah. (2018). Pengembangan Tes Untuk Mengukur Kemampuan Penalaran
Mahasiswa Mata Kuliah Geometri.
Oktariana, D., & Hardiyono, B. (2020). Pengaruh Daya Ledak Otot Lengan, Daya
Ledak Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Perut Terhadap Hasil Smash Bola
Voli Pada Siswa SMK Negeri 3 Palembang.
Oktaviani Madya, S. (2020). Pengaruh Latihan Plyometrics Terhadap Kemampuan
Daya Ledak Otot Tungkai Dan Kemampuan Smashatlet Bolavoli Sman 01
Mukomuko.
Pamungkas, F., & Zulrafli, Z. (2024). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai dan
Daya Ledak Otot Lengan Terhadap Kemampuan Smash Pada Permainan Bola
Voli Putra Ekstrakulikuler Di SMA Negeri 1
Prawiyogi, A. G. (2021). Penggunaan Media Big Book untuk Menumbuhkan Minat
Membaca di Sekolah Dasar.
Prima, M. A. (2023). Global Journal Sport. Nurhidayah, 1(0413), 243–253.
Raditia, P., Kusumawardhana, B., & Hadi, H. (2021). Pengembangan alat latihan
smash dan setter bola voli di Taruna Merah Putih Semarang.
Rahman, D., & Samuel, V. (2024). Metode Latihan Efektif Untuk Meningkatkan
Smash Dalam Bola Voli.
Reflesia Ton, D., Bili, L. D., & Djami, Y. A. (2023). Latihan Otot Tungkai Untuk
Meningkatkan Ketepatan Smash Atlet Voli Di Klub Ledis Pertamina Kota
Kupang.
Rifqi, F., & Falaaahudin, A. (2021). Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai Dan
Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Smash Bola Voli Putri Tim
Mutiara Kabupaten Sleman Yogyakarta.
SAHAR, J. (2021). Pengaruh Latihan Plyometrik Terhadap Peningkatan
Keterampilan Smash Atlet Bola Voli Fik Unm.
Saputra, H. A., Rasyid, W., Neldi, H., & Masrun, M. (2023). Pengaruh Latihan
Plyometric Dengan Metode Interval Dan Metode Circuit Training Dengan
Motivasi Latihan Terhadap Hasil Lompat Jauh Siswa Putera Kelas X IPA
SMA Negeri 14 Pekanbaru.
Setiawan, D. (2022). Analisis Keterampilan Servis Bola Voli Bagi Siswa
Ekstrakurikuler Bola Voli MTs Hidayatul Islamiah Parit Kahar.
Siroj, R. A. dkk. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif Pendekatan Ilmiah untuk
Analisis Data.
41
Sistiasih Vera Septi, P. A. B. (2021). Hubungan Kekuatan Otot Perut Dan
Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Smash Bola Voli.
23). Konsep Populasi dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau
Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan.
Syabaruddin, A. (2025). Available on-line at: Efektivitas Latihan
Plyometric Terhadap Peningkatan Lompatan Vertikal Pada Pemain
Voli.
Ulfa, R. (2021). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai Dan Daya Ledak Otot
Lengan Terhadap Ketepatan Smash Atlet Bolavoli Putra Klub Semen
Padang.
Wulandari, F., Arifin, S., & Perdinanto, P. (2023). Pengaruh Latihan
Plyometric Jump To Box Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pemain
Bola Voli Putra Kabupaten Tapin.
Yogi Arizal. (2018). Pengaruh Latihan Plyometric terhadap Kemampuan
Smash Bolavoli.
Yolanda, N. (2024). Pengaruh Latihan Pliometrik Terhadap Kemampuan
Smash Bola Voli Pada Atlet Putra Club Bola Voli Bersaudara
Batanghari.
Yusmar, A. (2017). Upaya Peningkatan Teknik Permainan Bola Voli
Melalui Modifikasi Permainan Siswa Kelas X Sma Negeri 2 Kampar.
42