LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
Dengan Judul :
I. TUNE – UP LENGKAP SEPEDA MOTOR VARIO 150 PGM-FI
II. PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA
MOTOR VARIO 150 PGM-FI
III. PERBAIKAN SUSPENSI DEPAN MOTOR VARIO 150 PGM-FI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian
Kompetensi Keahlian Kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025
Disusun oleh :
Nama : ARLAN TRI SAPUTRA
NIS : 22230310
Konsentrasi Keahlian : Teknik Sepeda Motor
Bidang Keahlian : Teknik Otomotif
KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR
BIDANG STUDI TEKNIK OTOMOTIF
SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
TAHUN 2024
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
Dengan Judul :
I. TUNE – UP LENGKAP SEPEDA MOTOR VARIO 150 PGM-FI
II. PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA
MOTOR VARIO 150 PGM-FI
III. PERBAIKAN SUSPENSI DEPAN MOTOR VARIO 150 PGM-FI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian
Kompetensi Keahlian Kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025
Disusun oleh :
Nama : ARLAN TRI SAPUTRA
NIS : 22230310
Konsentrasi Keahlian : Teknik Sepeda Motor
Bidang Keahlian : Teknik Otomotif
KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK SEPEDA MOTOR
BIDANG STUDI TEKNIK OTOMOTIF
SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
TAHUN 2024
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN PKL
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ARLAN TRI SAPUTRA
NISN : 22230310
Kelas : XII TSM A
Program Studi : Teknik Otomotif
Dengan ini menyatakan bahwa laporan tugas akhir laporan PKL, dengan judul :
I. TUNE – UP LENGKAP SEPEDA MOTOR VARIO 150 PGM-FI
II. PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA
MOTOR VARIO 150 PGM-FI
III. PERBAIKAN SUSPENSI DEPAN MOTOR VARIO 150 PGM-FI
Sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari laporan
PKL. Yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam menyelesaikan Pendidikan pada program sekolah
menengah kejuruan (SMK) teknik dan bisnis sepeda motor tahun ajaran
2024/2025, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagai mana
mestinya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Bobotsari, 2024
ARLAN TRI SAPUTRA
PENGESAHAN SEKOLAH
Laporan Prektek Kerja Lapangan (Prakerin) ini di ajukan sebagai bukti
kegiatan di industri selama kurang lebih tiga bulan nuali dari 1 Juli 2024 sampai
dengan 30 September 2024.
Laporan ini dibuat dan di sahkan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
Ujian Praktek (UP) dan Ujian Sekolah (US) dan bentuk pertanggung jawaban
siswa terhadap sekolah dan instansi
Hari :
Tanggal :
Tempat : SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
Bobotsari, 2024
Kakonli Keahlian TBSM Guru Pembimbing
Purbiantoro [Link] Subur Pamuji S.C
NUPTK : NUPTK :
Mengetahui
Kepala Sekolah SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
DEDY UTOMO , [Link]
PENGESAHAN SEKOLAH
Laporan praktik kerja lapangan (PKL) ini diajukan sebagai bukti kegiatan
diindustri selama kurang lebih tiga bulan dari tanggal 1 bulan juli tahun 2024
sampai dengan tanggal 30 bulan September tahun 2024
Laporan ini dibuat dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam menyelesaikan Pendidikan pada program sekolah
menengah kejuruan (SMK) TEKNIK dan BISNIS SEPEDA MOTOR Tahun
Ajaran 2024/2025 dan bentuk pertanggung jawaban siswa terhadap sekolah dan
instansi.
Hari :
Tanggal :
Tempat : SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
Bobotsari, 2024
Kakonli Keahlian TBSM Guru Pembimbing
PURBIANTORO S.T PURBIANTORO S.T
NUPTK : 9552763664130182 NUPTK : 9552763664130182
Mengetahui
Kepala Sekolah SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
DEDY UTOMO , [Link]
NUPTK : 2055752653200003
PENGESAHAN BENGKEL
Laporan praktik kerja lapangan (PKL) ini diajukan sebagai bukti kegiatan
diindustri selama kurang lebih tiga bulan dari tanggal 1 bulan juli tahun 2024
sampai dengan tanggal 30 bulan September tahun 2024
Laporan ini dibuat dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi
salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Pendidikan pada program sekolah
menengah kejuruan (SMK) TEKNIK dan BISNIS SEPEDA MOTOR Tahun
Ajaran 2024/2025 dan bentuk pertanggung jawaban siswa terhadap sekolah dan
instansi.
Hari :
Tanggal :
Tempat :
Purbalingga, 2024
Kepala Bengkel Pembimbng bengkel
BUNJAMIN KOKO PRASETYO
MOTTO
1. Perjuangan adalah kuncikeberhasilan
2. Ilmu adalah harta yang tak pernah habis
3. Percaya pada dirimu sendiri, kamu bisa melakukan segalanya
4. Bersyukur atas yang ada, raih yang belum
5. Hidup ini singkat, buatlah setiap momen berarti
6. Selama ada keyakinan, semua akan terjadi kemungkinan
7. Berhenti bermimpi dan saaynya beraksi
8. Ketulusan adalah kunci kebahagiaan sejati
9. Hormatilah gurumu karena beliau kita menjadi bisa
10. Do your best (lakukan yang terbaik)
HALAMAN PERSEMBAHAN
Laporan praktek kerja indsutri ini ditulis untuk dipersembahkan kepada :
1. Tuhan yang maha ESA yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya.
2. Kepada orang tua yang telah memberikan dukungan
3. DEDY UTOMO, [Link] selaku kepala sekolah SMK MA’ARIF NU
BOBOTSARI yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada
penulis untuk melakukan prakerin.
4. Dyah Mugi Sayekti, [Link]. selaku kepala jurusan dan pembimbing prakerin
5. Bapak Ibu guru serta staff karyawan SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
6. Pimpinan dan karyawan bengkel “AHHAS OSH MOTOR” yang telah
memberikan bimbingan kepada saya dalam pelaksanaan prakerin
7. Seluruh teman-teman di SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
8. Seluruh pihak yang telah memberikan, membantu dalam menyusn laporan
9. Pembaca yang Budiman
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha Esa yang telah melimpahkan
hidayahnya dan memberi kami kesemaptan dalam menyeleseikan laporan yang
penulis buat ini
Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam
menyeleseikan (Prakerin) di AHAS OSH II PURBALINGGA
Dengan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada instansi yang
selama kurang lebih 3 bulan ini telah memberikan kesempatan untuk
melaksanakan Prakerin laporan ini dibuat adanya bantuan dari pihak insansi dan
karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kepala Sekolah SMK MA’ARIF NU BOBOTSARI
2. Ketua kompetensi keahlian
3. Pimpinan Bengkel
4. Pembimbing sekolah
5. Pembimbing Prakerin
6. Kedua orang tua
7. Teman seperjuangan dan adik-adik kelas
a. Pembaca yang budiman
Dengan semikian Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini penulis
berharap semoga pembaca dapat menjadikan laporan ini untuk menambah
wawasan dalam praktek di industri
Akhir penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang turut membantu dalam upaya penyeleseian laporan ini dan penulis minta
maaf jika kesalahan yang di sengaja maupun yang tidak disengaja . terima kasih
Bobotsari, 2024
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
Praktek Kerja Industri adalah kegiatan kurikulum yang dilakukan diluar
sekolah yang merupakan tugas akhir yang diberikan kepada siswa yang duduk
dikelas XII SMK pada semester 5. Prakerin yang menentukan standar kelulusan
yang bersangkutan pada pendidikan.
A. TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Tujuan Praktek Kerja Lapangan adalah untuk mengetahui lebih jauh lagi
mengenai cara perbaikan, perawatan, serta cara membongkar dan memasang
komponen pada pendataan. Maka penulis akan membahas beberapa item tersebut.
Sehingga kelak kemungkinan hari akan bermanfaat sebagai bekal untuk
mengetahui lebih lanjut pengetahuan siswa selama 3 tahun dan saya untuk
mengambil ijazah.
Dalam melaksanakan praktek kerja lapangan ini penulis menyusun laporan
yang mempunyai tujuan antara lain :
1. Tujuan Umum
a. Menetapkan, memperluas, menerapkan keterampilan yang di miliki
oleh siswa
b. Memupuk rasa tanggung jawab
c. Mengembangkan kreatifitas dan inisiatif siswa
2. Tujuan Khusus
a. Melatih diri dalam rangka persiapan kerja
b. Memenuhi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
c. Sebagai syarat Ujian Akhir dan Ujian Sekolah
d. Menambah pengalaman dan pengetahuan yang tidak ditemukan di
sekolah
B. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
Setelah siswa selesei dalam melaksanakan kerja industri, Selanjutnya
siswa diwajibkan menyusun laporan praktek kerja industri.
Tujuannya yaitu :
1. Sebagai bukti pertanggung jawaban siswa dalam memenuhi tugas
kurikulum
2. Sebagai syarat untuk mengikuti Ujian akhir dan Ujian Sekolah
3. Sebagai bukti bahwa mampu menerapkan, menyampaikan, dan
menetapkan apa yang didapati dari Prakerin.
C. ALASAN PEMILIHAN TEMPAT
1. Bengkel OSH II sudah bekerja sama dengan Sekolahan
2. Banyak melakukan kegiatan
3. Seusai dengan jurusan si Penulis
4. Tempat strategis dan tidak terlalu jauh
D. METODE PENGUMPULAN DATA
Metode Pengumpulan Data yang penulis peroleh dalam praktek kerja industri
sampai laporan ini dirangkum yaitu ada beberapa cara :
1. Metode Interview
Penulis melakukan tanya jawab pimpinan yang menyangkut pengumpulan
data sebagai bahan laporan
2. Metode Observasi
Penulis menggunakan metode ini dengan mengamati/meninjau secara
langsung di lokasi
3. Metode Praktik Langsung
Dengan cara praktek langsung/Prakerin pelajaran dan sebagainya yang
dijadikan acuan dalam menyusun laporan
4. Metode Pustaka
Metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari
pustaka yang berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun dari
internet.
BAB II
URAIAN UMUM BENGKEL
A. SEJARAH BENGKEL
Bengkel Astra Motor OSH II Purbalingga dengan pemilik Pak Bunyamin
dan pemilik bengkel Mas Koko Prasetyo. Bengkel ini didirikan di dusun Ii
Sokaraja wetan, Keca,atan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Setelah
berkembang kemudian membuka cabang yang ke 2 di Jl. Ahmad Yani No. 5C,
Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga Jawa Tengah.
Setelah bertahun-tahun membuka bengkel di Sokaraja dan kemudian
membuka cabang ke 2 di Purbalingga pada tahun 2007 hingga sekarang.
B. STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL
Gambar 0.1 Struktur Organisasi
Keterangan :
1. Pemilik dan Kepala Bengkel : Orang yang memiliki bengkel itu sekaligus
mengelola seluruh bagian dalam rangka meningkatkan mutu dan ketepatan
pelayanan melalui SOP yang berlaku.
2. Kasir / Front Desk : Membuat laporan kerja dari konsumen dan
bertanggung jawab pengaturan bengkel serta pelayanan bengkel
3. Kepala Mekanik : Penanggung jawaban pengawas atas kerja mekanik dan
membantu mekanik
4. Mekanik : Petugas menangani Sepeda Motor (Mengenai Perbaikan Sepeda
Motor)
C. KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja di bengkel motor dapat diwujudkan dengan menerapkan
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) K3 bertujuan untuk menciptakan
lingkungan kerja yang aman dan sehat. Sehingg dapat mengurangi risiko
kecelakaan kerja dan penyakit.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menerapkan K3 di bengkel
motor :
1. Menggunakan pakaian kerja seperti wearpack atau palaian bengkel
2. Menggunakan kacamat pelindung saat kerja dengan api dan debu
3. Menggunaka helm saat bekerja
4. Menggunakan sarung tangan untuk menghindari luka atau goresan
5. Menggunakan sepatu kerja untuk menghindari benda-benda yang
berjatuhan
6. Menjaga tempat kerja selau bersih dan rapi
7. Mengembalikan segala sesuatu dengan teratur setelah pekerjaan selesei
8. Membersihkan segera tambahan bahan bakar oli dan lain-lain.
D. DENAH LOKASI BENGKEL
Gambar 0.2 Lokasi Bengkel
Keterangan
1. Taman Kota Kisman Jannatin
2. PT. Indokores
3. PT. Boyang
4. Bengkel Motor AHHAS OSH II PURNALINGGA
5. Taman Makam Pahlawan Purbosuroyo Purbalingga
6. Terminal Bus Purbalingga Kota
7. Polres Purbalingga
8. Patung Jenderal Soedirman Purbalingga
E. RUANG KERJA
U
Gambar 0.3 Denah Ruang Kerja
Keterangan :
1. Pintu Masuk
2. Tempat Parkir
3. Ruang Tunggu
4. Front Desk/Kasir
5. Tempat Sparepart
6. Ruang Istirahat Mekanik
7. WC
8. Tempat Kerja Mekanik
F. INVENTARIS BENGKEL
No Nama Alat Jumlah Keterangan
1 Pit Servis 3 Baik
2 Bike Lift 3 Baik
3 Mechanic Taster 3 Baik
4 Micro meter 1 Baik
5 Fuel Pressure Gauge 1 Baik
6 Sigmal 1 Baik
7 Air Impact Wortnah 3 Baik
8 Tool box + isi 1 Baik
9 SST Pelepas Komstrir 1 Baik
10 SST Pelepas Caner 1 Baik
11 Traker Pully 2 Baik
12 Traker Magnet 2 Baik
13 Obeng Ketrok 2 Baik
14 Impact 1 Baik
15 Fillter Gauge 4 Baik
16 SST Hidrolik 1 Baik
17 Sendok Ban 1 Baik
18 Hips 1 Baik
G. DISIPLIN KERJA
Disiplin kerja di bengkel motor pnting untuk memastikan kinerja karyawan
berjalan maksimal. Berikut ini adalah beberapa aspek yang berkaitan dengan
disiplin kerja di bengkel motor :
1. PAKAIAN
Mekanik seharunya memiliki ketentuan khusus terkait dengan pakaian
karena terkair dengan Alat Pelindung Diri (APD)
2. TATA TERTIB
Kedisiplinan juga berlaku bagi aktifitas karyawan ketika berada di area
kerja. Seperti tidak berlarian atau bercanda diarea kerja.
3. PENATAAN ALAT dan MEDIA KERJA
Penataan alat dan media kerja yang tidak sesuai dengan standar akan
memakan waktu untuk melakukan pekerjaan dan membuat alat dan media
yang akan digunakan menjadi mudah rusak
4. PEDOMAN KERJA
Disiplin preventif adalah upaya untuk menggunakan pegawai mengikuti
dan mematuhi pedoman kerja. Aturan-aturan yang telah digariskan oleh
perusahaan.
Jam Kerja masuk : 08.00 WIB
Istirahat : 12.30 – 13.00 WIB
Pulang : 16.30 WIB
BAB III
URAIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
A. PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI OTOMATIS VARIO PGM-FI
1. Landasan Teori
a. Landasan teori umum
Salah satu jenis transmisi otomatis yang banyak digunakan saat ini
adalah CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan cara
paling fleksibel dalam memindahkan tenaga yang dihasilkan mesin
kepada roda-roda kendaraan
Pengertian Sistem Transmisi Otomatis
Transmisi otomaotif pada sepeda motor adalah sistem yang secara
otomatis memindahkan gigi percepatan, transmisi ini memungkinkan pnegendara
untuk mengendalikan motor tanpa perlu memindahkan perseling
Salah satu jenis transmisi otomatis yang sering digunakan pada sepeda
motor adalah Continuously Variable Transmission (CVT). CVT Menggunakan
Sabuk V-Belt dan pully variable untuk mengatur rasio transmisi. Sehingga tidak
ada gigi-gigi seperti pada transmisi manual atau otomatis konvensional
Transmisi otomatis membuat sepeda motor lebih praktis dikendarai,
pengendara tanpa perlu mengatur gas dan rem untuk mengendarai motor
Ada tiga bagian komponen penting dalam CVT yakni Pulley depan,
pulley belakang. Dan v-belt yang berperan menghubungkan keduannya. Pertama
pulley depan dihubungkan kruk-as mesin dan bertugas menampung tenaga dari
mesin dan memindahkannya ke pulley belakang. Yang di hubungkan ke AS roda.
Sementara V-belt dibuat sedimikian rupa sehingga bebas dari kotoran, debu dan
air
Cara kerja CVT dimulai saat motor dinyalakan dan mesin berputar pada
putaran rendah. Tenaga daya putar dari poros engkol atau psiton kemudian
teruskan ke pulley depan, ditransfer melalui v-belt ke pulley belakang dan kopling
sentri fugal. Bila gas belum dipuntir maka tenaga putar belum menutupi dan
kopling sentri fugal belum mengambang hal ini kemudian membuat rumah
kopling dan roda belakang tidak berputar. Akibatnya pengendara nesti berhati-hati
saat mesin sudah menyala karena jika gas tidak sengaja berputar menggerakan
motor semakin besar maka pulley depan akan membuat v-belt semakin
mengembang lebar dan posisi v-belt pada pulley belakang akan mengecil
Transmisi otomatis sebenarnya terdiri dari beberapa macam seperti
planetary gear set serta Continuously Variable Transmission pada transmisi
otomatis tipe planetary gear set terdiri sari beberapa komponen seperti
- Konventer torsi berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran
dari mesin ke transmisi dengan memanfaatkan gaya sentri fugal dari fluida
- Planetary gear set berfungsi untuk menciptakan perbandingan ratio gear
dan memungkinkan kendaraan bisa berjalan mundur
- Akat penahan (brake) berfungsi untuk menahan bagian tertentu biasanya
sun gear dan juga carier dari planetary gear.
- Kopling maju (forward clutch) berfungsi untuk menahan kopling maju
agar bisa terjadi variasi masukan dari putaran mesin
- Hidrolik Contra Unit berfungsi untuk mengontrol aliran fluida menuju
piston-piston pada brake dan clutch serta lockupmclutsh
b. Landasan teori khusus
Mengenal komponen CVT motor :
1. Pulley primer (Primery Pulley)
Bagian yang terhubung langsung dengan mesin. Fungsinya adalah
untuk menerima tenaga dari mesin dan meneruskannya kesistem
transmisi. Pulley ini terdiri dari dua bagian yaitu fixed face dan
movable face yang dapat bergerak untuk mengubah diameter efektif
pulley, sehingga menyesuaikan rasio transmisi secara terus-
menerus.
2. Pulley Sekunder (Secondary Pulley)
Komponen yang menerima tenaga dari pulley primer melalui v-belt
dan meneruskannya ke roda belakang. Seperti pulley primer Pulley
sekunder juga memiliki dua bagian yang bisa bergerak untuk
menyesuaikan diameter efektif demi menjaga ketegangnan dan
transmisi tenaga yang optimal
3. V-Belt
V-belt adalah sabuk yang menghubungkan pulley primer dan
sekunder. V-belt dibuat dari bahan yang tahan panas dan gesekan.
Karena harus mentransfer tenaga dengan efisien dan memiliki umur
pakai yang lama, keausan pada V-Belt dapat mempengaruhi kinerja
CVT, Sehingga perawatan rutin pada kendaraan sangat diperlukan.
4. Roller
Roller adalah komponen kecil terbentuk silinder yang berada
didallam pulley primer. Roller berfungsi untuk mendorong movable
face pada pulley primer dan megubah rasio transmisi sesuai dengan
kecepatan serta beban motor berat dan kondisi roller sangat
mempengaruhi respon akselerasi dan kecepatan motor.
5. Torque Converter
Bagian dari pulley sekunder yang membantu mengoptimalkan
transmisi tenaga dari mesin ke roda komponen ini membantu
menjaga tenaga yang dihasilkan mesin tetap stabil dan efektif.
Terutama saat motor membawa beban berat atau melaju ke tanjakan.
6. Spring (pegas)
Pada pulley sekunder terdapat pegas yang berfungsi untuk
mengembalikan movable face ke posisi awal saat motor melambar
atau berhenti. Pegas ini juga membantu menjaga ketegangan V-belt
agar tetap optimal dalam berbagai kondisi.
7. Guide Pin
Komponen kecil yang membantu mengarahkan gerakan pulley
primer dan sekunder. Meskipun ukurannya kecil Guide Pin sangat
penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran pergerakan pulley
dalam sistem CVT Motor matic.
2. Spesifikasi
3. Permasalahan
a. Tenaga Kurang
b. Suara kasar di tengah CVT
4. Analisis Gangguan
No Analisis Gangguan Cara Mengatasi
1 Bearingg bosh aus Diganti yang baru
2 V-belt sudah aus Diganti yang baru
3 Kanvas sentri fugal habid Diganti yang baru
4 Rumah roller aus Diganti yang baru
5. Pembongkaran
a. Tempatkan motor diatas bike lift dengan posisi standar tengah/dua
b. Siapkan alat-alat yang diperlukan
c. Lepaskan cover CVT menggunakan kunci T 8mm
Gambar 0.4 Cover CVT
d. Lepaskan pulley primery menggunakan kunci shock ukuran 22mm
dan clutch center holder
Gambar 0.5 Pulley Primery
e. Lepaskan face drive dan face camp
Gambar 0.6 Face drive face camp
f. Lepaskan mur drive pulley belakang dengan menggunakan kunci
shock 19 dan alat treker (flywheel holter)
Gambar 0.7 pulley belakang
g. Buka outer camp clutch dan kendorkan mur kopling jangan sampai
lepas. Menggunakan kuni mur kopling 39 dan ditahan pakai treker
(flywheel holter)
Gambar 0.8 outer camp clutch
h. Lepaskan pulley sekunder dan belt, tahan perkopling dengan alat
penahan per kopling lalu buka mur kopling pakai tangan tidak perlu
pakai kunci karena sebelumnya sudah dikendorkan dilangkah
sebelumnya
Treker bearing puller dissembler
Gambar 0.9 Pulley Sekunder
6. Pemeriksaan
a. Periksa rumah CVT /Komponen VCT kemasukan kotoran
Gambar 1.0 Rumah CVT
b. Periksa drive belt lebar minimal 10mm
- Standar : 19mm
- Hasil pemeriksaan : 17.30mm
- Batas service : 17.50mm
- Kesimpulan : Kondisi drive belt sudah menyusut dan tidak layak
untuk digunakan karena sudah melewati batas service.
Gambar 1.1 drive belt
c. Periksa tapak fly wheel (rumah kopling)
Batas Service : 125.5mm
Hasil pemeriksaan : 118.38mm
Gambar 1.2 Rumah Kopling
d. Standar : -
Kesimpulan : Harus diganti yang baru
Gambar 1.3 movable drive face
e. Periksa ketebalan roller
- Standar : 17.91
- 18.00mm
- Hasil pemeriksaan : 16.91mm
- Batas service : 17.5 mm
- Kesimpulan : roller sudah aus dan harus diganti
Gambar 1.4 roller
f. Periksa ketebalan kanvas sentri fugal minimal 2mm
- Standar : 3mm
- Hasil pemeriksaan : 2.25mm
- Batas service : 1mm
- Kesimpulan : kanvas kopling mengalami keausan namun masih
bisa digunakan.
Gambar 1.5 Kanvas sentri Fugal
g. Prtiksa drive face bis
Batas service : 23.93mm
Hasil pemeriksaan : 21.90mm
Kesimpulan : harus diganti yang baru
Gambar 1.6 drive face bos
h. Periksa driven face spring
Batas service : 108.8mm
Standar : -
Hasil pemeriksaan : 118.00mm
Kesimpulan : harus diganti yang baru
Gambar 1.7 driver face spring
i. Periksa drive face
Batas service : 33.94mm
Standar :-
Hasil Pemeriksaan : 33mm
Kesimpulan : harus diganti yang baru
Gambar 1.8 drivern face
j. Periksa movable driven face
Batas service : 34.046mm
Standar :-
Hasil Pemeriksaan : 35mm
Kesimpulan : harus diganti yang baru
Gambar 1.9 movable driven face
7. Perbaikan
a. Bersihkan rumah CVT dan komponen CVT
b. Penggantian drive belt kurang dari 18mm
c. Penggantian tapak fly wheel sudah kemakan dalamnya
d. Penggantian sudah aus dan harus diganti yang baru
e. Penggantian kanvas sentri fugal jika sudah aus
8. Kesimpulan hasil pemeriksaan dan yang saya lakukan ternyata yang
menyebabkan CVT kasar pada roler depan otor melaju seperti biasa atau
kekurangan tenaga yang penyebabnya adalah roller sudah aus.
9. Perbaikan ganti ruller yang sudah aus dengan roller yang baru sesuai
spesifikasi ata standar roller yang digunakan pada sepeda motor tersebut.
10. Pemasangan
a. Pasang drive pulley pada clutch outer tracker kemudian kencangkan
dengan kunci shock 19mm
Gambar 2.0 pemasangan drive puller
b. Kemudian pasang terlebih dahulu drive belt puller
Gambar 2.1 pemasangan drive belt puller
c. Pasang movable drive (rumah roller) pada crankcase lalu hubungkan
movable drive face
Gambar 2.2 pemasangan movable drive
d. Kencangkan drive puller menggunakan kunci square 22 mm
Gambar 2.3 pemasangan drive puller
e. Pasang kembali cover CVT dengan mengencangkan baut-baut dengan
kunci T 8mm
Gambar 2.4 pemasangan cover CVT
11. Perawatan
a. Periksa secara berkala komponen CVT atau setiap 8.000km
b. Bersihkan komponen CVT jika ada kotoran
c. Ganti komponen CVT seperti V-belt setiap 24.000km
d. Terdengar suara kasar pada sistem CVT. Cek semua komponen dan
bila ada tang rusak segera diganti yang baru
e. Ganti roller setiap 25.000km
12. Kesimpulan gangguan yang terjadi pafa sistem CVT
Sering kali mengakibatkan akselerasi pada motor kurang bagus. Timbul
suara bercit. Suara berisik pada bagian gear box untuk mengatasi hal
tersebut maka perlu diadakanya perawatan secara ruitn berkala. Seperti
contoh penggantian V-belt harus diganti setiap 24.000km sekali
mengganti roller, kanvas kopling, mengganti oli gardan setiap 10.000km
sekali membersihkan komponen CVT yang rawan terutama oli dengan
bensin prat cleaner dari hasil pemeriksaan terdapat beberapa komponen
yang harus diganti karena sudah aus seperti
- Drive face boss
- Drive face spring
- Movable driven face
13. Test Drive / Uji Coba
Setelah dilakukan pembongkaran, perbaikan, pemasangan dan sudah
melalui terst drive. Kendaraan menjadi lebih bertenaga dan suara kasar
pada CVT sudah menghilang.
Kesimpulan hasil pemeriksaan
Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan ternyata yang menyebabkan CVT
berbunyi kasar dan kotor melaju seperti kekurangan tenaga menyebabkan
a. Roller sudah aus
b. Clutch outer sudah aus
c. V-belt sudah tidak bagus
d. Terdapat kotoran pada sistem transmisi otomatis
Setelah dilakukan penggantian sparepart tersebut, dan keberhasilan pada
sistem CVT kendaraan lebih baik dari sebelumnya.
B. PERBAIKAN SUSPENSI DEPAN VARIO 150 PGM-FI
1. Landasan Teori
a. Landasan Teori Umum
Suspensi sepeda motor adalah komponen yang berfungsi untuk meredam
getaran dan kejutan saat berkendara di jalanan yang tidak rata. Suspensi
juga dikenal dengan istilah shockbreaker fungsi suspensi sepeda motor
antara lain : meredam getaran saat melewati jalanan yang tidak rata,
menjaga keseimbangan saat pengereman, menjaga kestabilan saat melalui
tikungan menjaga ban tetap menyentuh tanah suspensi sepeda motor
memiliki dua jenis yaitu Ssuspensi depan dan Suspensi belakang. Kedua
jenis suspensi ini memiliki karakter dan fungsi masing-masing salah satu
jenis suspensi depan yang umum digunakan adalah Telescopic Fork.
b. Landasan Teori Khusus
Sistem suspensi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
1. Silinder Garpu
Silinder Garpu (Fork Silinder) adalah komponen yang penting dalam
shock depan dari kotoran, kerikil dan elemen lainnya yang merusak
suspensi.
2. Seal Debu
Seal Debu adalah seal yang berfungsi untuk melindungi dari debu dan
partikel kecil lainnya
3. Seal Oli
Seal Oli berfungsi untuk menjaga minyak suspensi tetap berada
didalam iner tube. Mencegah kebocoran minyak dan memastikan
kinerja suspensi dengan baik.
4. Cincin Stoper
Cincin Stoper (ring) berfungsi mencegah As-shock keluar dari fork
silinder
Jenis –Jenis Suspensi Pada Sepeda Motor
a. Paralel Fork
Suspensi ini biasanya digunakan motor jaman dahulu seperti vespa
clasic
b. Telescopic Fork
Suspensi ini merupakan jenis paling umum yang digunakan pada
semua jenis kendaraan sepeda motor
c. Telescopic up side down
Suspensi ini berkebalikan dengan telescop fork artinya silinder yang
awalnya berada dibawag menjadi diatas
d. Punger Rear Suspension
Suspensi ini kebanyakan digunakan untuk motor lama seperti pada
zaman peperangan
e. Sling Arm Rear Suspension
Yaitu suspensi belakang motor yang menggunakan lengan yang satu
ujungnya terhubung dengan poros roda dan yang lainnya terhubung
dengan frame kendaraan
5. Torak Garpu
Torak garpu (Fork Piston) berfungsi mengatur aliran minyak suspensi
melalui saluran-saluran yang ada di as shock dan untuk mengontrol
komponen ketiks suspendi tertekan.
6. Pegas Reaksi
Pegas reaksi pada shock depan berfungsi membantu mengendalikan
pergerakan torak garpu kembali ke posisi normal.
2. Permasalahan
a. Kebocoran pada as shock
b. Shock keras
3. Analisis Gangguan
a. Ausnya pipa fork (as-shock)
b. Oli shock terlalu banyak
4. Alat-alat yang digunakan
a. Kunci ring 19, 14mm
b. Kunci L lengkap
c. Kunci 10 T mm
d. Kunci L bintang lengkap
e. Specials tools (trecker shock depan)
f. Obeng min (-)
- Pembongkaran
a. Pembongkaran roda depan
1. Kendorkan mur as roda menggunakan kunci ring 19.14mm
2. Lepaskan lab
3. Dorong dan lepaskan kabel spedometer
4. Lepaskan o-ring
Gambar 2.5 pelepasan o-ring
5. Letakan motor dengan aman menggunakan dongkrak atau alat
pendukung lainnya dan naikan roda depan dari permukaan
6. Lepaskan mur as roda
7. Lepaskan as roda depan keluar dan lepaskan roda depan
Gambar 2.6 melepaskan as roda
8. Lepaskan baut-baut menggunakan kunci L bintang
9. Lepaskan klem selang rem dan baut menggunakan kunci
T10mm
10. Lepaskan caliper dari kaki fork (tabung) kiri
Gambar 2.7 melepas kaliper
- Pembongkaran suspensi
1. Longgarkan baut penjepit as shock menggunakan kunci T10mm
2. Lepaskan as shock dari poros kemudi
Gambar 2.8 melepaskan as shock
3. Longgarkan baut-baut socket menggunakan kunci L tetapi jangan
dilepas dulu
Gambar 2.9 melonggarkan baut socket
Gambar 3.0 pelepasan o-ring
4. Letakan specials tools yang sesuai pada dudukan pegas
5. Letakan baut fork dan o-ring dengan obeng min (-)
6. Lepaskan pegas fork
7. Keluarkan minyak fork dengan memompa as shock beberapa kali
8. Lepaskan seal debu menggunakan obeng min (-)
9. Lepaskan ring stoper menggunakan obeng min (-)
Gambar 3.1 pelepasan o-ring
10. Lepaskan baut socket dan washer sealing
Gambar 3.2 pelepasan ring stoper
11. Tarik pipa fork keluar dari bottom case
Gambar 3.3 pelepasan baut socket dan washer sealing
12. Keluarkan piston fork dan pegas pembalik dari pipa fork
Gambar 3.4 pipa fork (as shock)
13. Lepaskan seal oli dengan menggunakan specials tools
Gambar 3.5 pelepasan seal oli
5. Perbaikan
a. Pegas fork
Dengan panjang 260mm
Gambar 3.6 pegas fork
Letakan pipa fork pada v block dan ukur ke olengan sebenarnya adalah
½ dari pembocoran total indikator
Gambar 3.7 pengukuran keolengan
Batas service : 0,2mm
Hasil pemeriksaan : 0,3mm
Kesimpulan : harus diganti karena telah melewati batas service
b. Pipa fork / silinder / piston
Gambar 3.8 komponen suspensi
c. Pemeriksaan sual suspensi
1. Periksa seal pada kebocoran
2. Seal ada goresan/luka bekas yang cukup lebar yang menyebabkab
minyak kelur
Gambar 3.9
3. Ada goresan dibagian pipa fork
Hasil pemeriksaan : seak terdapat goresan yang menyebabkan
kebocoran dan seal wajib diganti
6. Pemasangan
a. Sebelum perakitan cucilah semua part-part dengan bahan bakar
maupun karbu sliner dan lap sampai bersih
b. Pasang pegas pembalik dan piston fork ke dalam pipa fork
Gambar 4.0 pemasangan pegas pembalik dan piston fork
c. Pasang pipa fork ke dalam bottom case
Gambar 4.1 pipa fork
d. Pasang baut socket dan washer dengan kunci L
Gambar 4.2 pemasangan baut socket
e. Tahan bottom case pada ragum dengan bantalan , kain majun
f. Kencangkan baut socket dengan torsi seusai spresifikasi torsi 20mm
(20kg Fm)
Gambar 4.3 pengencangan baut socket
g. Pasang ring back-up diatas pipa fork dan dudukan pada bottom case
Gambar 4.4 pemasangan ring back-up
h. Oleskan minyak ke fork bibir seal oli baru
i. Dorong masuk seal oli ke dalam bottom case dengan menggunakan
specialis tools sampai duduk sepenuhnya
Gambar 4.5 pemasangan seal oli shock
j. Pasang ring stoper seal oli kedalam alu ring stoper pada bottom case
Gambar 4.6 Pemasangan ring stoper
k. Oleskan minyak fork pada bibir seal debu baru
l. Pasang seal debu sampai duduk sepenuhnya
Gambar 4.7 pemasangan seal oli debu
m. Tuangkan sejumlah minyak fork yang di rekomendasikan sesuai
spesifikasinya ke dalam pipa fork
Gambar 4.8 pengisian minyak shock
n. Tarik pipa fork ke atas dan pasang pegas
o. Sisinya yang meruncing menghadap ke bawah lapisi o-ring baru
p. Pasang ke dalam alur pada dudukan pegas
q. Letakan specialis tools pada dudukan pegas
r. Tekan dudukan pegas kedalam pipa fork sampai alur ring stoper
tampak
Gambar 4.9 pemasangan ring stoper
s. Pasang pipa fork ke dalam poros kemudi
t. Pasang baut-baut penjrpit bagian atas bottom bridge
u. Kencangkan baut penjepit bottom dengan torsi sesuai spesifikasi torsi
– 64 nm (6.5kg F.M)
v. Pasang kaliper rem depan baut pemasangan dengan menggunakan
kunci L bintang dan kencangkan torsi – 30nm (3.1kg F.M)
w. Tempatkan klem selang pafa kaki fork dan kencangkan baut
menggunakan T10mm
Gambar 5.0 pemasangan kaliper
x. Pasang gear box spedometer ke dalam hub roda kanan dengan
menetapkan alur-alur gear box dengan masing-masing tab penahan
Gambar 5.1 pemasangan gear box spedometer
y. Tempatkan roda depan diantara kaki-kaki fork drhingga cakram NM
berada diantara kedua brake pat alur dari gear box spedometer
terhadap stoper pada kaki kiri fork pada as roda pada sisi kiri
z. Pasang mur as roda dengan menggunakan kunci ring 19 dan 14mm
Gambar 5.2 pemasangan mur as roda dan alur gear box spedometer
7. Kesimpulan akhir
Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan ternyata yang menyebabkan
suspensi bocor adalah :
a. Pipa fork (as shock) sudah aus dan sudah diganti yang baru
b. Seal oli sudah rusak dan sudah diganti yang baru
Setelah dilakukan [mbersihan, penggantian part-part dan uji coba (test
drive) ini suspensi depan menjadi lebih baik dari sebelumnya
8. Perawatan
Perawatan suspensi dapat dilakukan dengan cara mengganti oli shock tiap
15.000 km atau 2 tahun sekali dan jangan membawa beban terlalu berat.
9. Uji Coba
Setelah perakitan selesei lakukan uji coba dengan menekan suspensi depan
jika sudah tidak ada masalah maka perbaikan suspensi depan sudah
berhasil.
C. TUNE UP VARIO 150 cc PGM-FI
1. Landasan Teori
a. Landasan Teori umum
Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakan oleh sebuah
mesin letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda
motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopi, sedangkan pada
kecepatan rendah, kestabilan/ tergantung pada keseimbangan sepeda motor
pengaturan setang oleh pengendara
b. Landasan Teori Khusus
Servis lengkap merupakan servis pada mesin sepeda motor yang
pengerjaanya berupa pemeriksaan penyetelan katup. Pergantian oli mesin.
Pemeriksaan kelistrikan, pemeriksaan batteray, pembersihan injector,
reset/pembersiha throttle body, pemeriksaan roda depan/belakang,
penyetelan stasioner, pergantian komponen yang aus, pengerjaan servis
diperlukan roda saat sebuah kendaraan mengalami gangguan pada
mesinnya seperti motor susah hidup. Putaran stasioner terlalu kecil dan
tenaga kurang untuk cara-cara mengatasinya adalah melakukan
pemeriksaan atau servis untuk mencegah kerusakan yang parah dan juga
untuk mengembalikan performa motor ke performa sebe;umnya
2. Jenis Kendaraan
Sepeda Motor Vario PGM-FI
3. SPESIFIKASI Honda Vario 150 PGM-FI
1. Nama prduk : Vario 150 cc PGM-FI
2. Type : Scotter Matic
3. Mesin
- Sepeda Motor 2 tak
Sepeda motor 2 tak merupakan motor yang menggunakan mesin
pembakaran yang dalam satu siklus pembakaran harus melalui 2 langkah
piston langkah hisap dan langkah kompresi yang terjadi ketika piston
titik mati atas (TMA) campuran udara dan bahan bakar masuk ke poros
engkol dan memanfaatkan pada langkah kompresi, ke dua tahap ini
terjadi dalam satu langkah seperti contoh : NINJA RR, FIZ R, dll.
- Sepeda Motor 4 Tak
Sepeda motor 4 tak adalah mesin yang bekerja melalui empat proses
langkah naik tutunya piston untuk menghasilkan tenaga itu di sebabkan,
disebut 4 tak karena mesin tersebut membutuhkan 4 langkah kerja untuk
satu kali proses pembakaran 4 langkah tersebut. Meliputi langkah hisap,
langkah kompresi, langkah tenaga buang terjadi ketika klep (x) terbuka
dari klep tertutup kemudian naik karena dorongan baik dari kruk-as
setelah proses pembakaran dilakukan. Contoh sepeda motor Beat FI,
Vario, dll.
Langkah Pertama
Saat piston bergerak naik lubang saluran buang dan saluran biler
tertutup piston dan terjadi perempetan gas bensin di ruang bakar, Saat
piston berada di atas atau titik (TMA) terjadi pembakaran uap bensin
di saat percukan api busi.
Saat piston berada di atas atau TMA dibawahnya lubang saluran
terbuka, gas bensin baru dari karbilatot kemudian masuk kedalam
karbulator.
Langkah Kedua
Pada saat piston turun dari TMA lubang saluran buang hasil
pembakaran kemudian keluar di dorong oleh hembusan bensin dari
saluran pembilas saat piston berada di titik bawah (TMB) maka lap
bensin baru kemudian masuk dari msaluran masuk. Selanjutnya saat
piston bergerak naik lagi maka mulai lagi langkah pertama pada
siklus berikutnya.
A. Langkah hisap atau intake
Dalam proses ini bahan bakar akan di hisap masuk prosesnya
sebagai berikut :
a. Piston turun dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik
Mati Bawah)
b. Klep hisap terbuka dan klep buang tertutup sehingga
campuran bahan bakar dan udara masuk ke silinder mesin
c. Kruk-as bergerak 180o sedangkan noken as bergerak
sehingga menghasilkan tekanan negatif
d. Piston menghisap kabut
B. Langkah Kompresi (Compression)
a. Piston naik dari TMB dengan kondisi karup isap dan buang
tertutup
b. Piston naik lagi ke TMA untuk menekan campuran bahan
bakar dan udara
c. Karena tekanan tersebut ruang bakar di manfaatkan
menjadi sangat panas
d. Kruk as bergerak 180o sedangkan noken as bergerak 90o as
masih setengah putaran.
C. Langkah Pembakaran/Combassion
Ada yang membuat langkah ini sebagai langkah kerja setelah
ruang panas maka langkah pembakaran bisa segera pembakaran
bisa segera dimulai untuk menghasilkan tenaga
a. Busi menyala sehingga bahan bakar menyala
b. Terjadi ledakan sehingga piston turun dari TMA ke TMB
c. Akibat piston terdorong ke bawah, Kruk as berputar dan
menghasilkan tenaga dengan busi lain gerak liner
mengakibatkan gerak rotasi.
d. Kruk as bergerak 180o sedangkan noken as bergerak 90o jadi
kruk as telah bergerak 40o sedangkan noken as mencapai
270o .
D. Langkah buang atau exhaust
Pembakaran menghasilkan gas yang harus di buang berikut
prosesnya
a. Piston naik lagi ke TMB ke TMA dengan kondisi katup
hisap tertutup dan klep buang terbuka
b. Gas hasil pembakaran terbuang melalui katup lalu knalpot
c. Kruk as bergerak 180o sedangkan noken as bergerak dengan
demikian dalam satu siklus 4 langkah ini, Kruk as mencapai
120o atau 2 kali putaran, sedangkan noken as mencapai 360 o
atau sekali putaran.
- Pemeriksaan dan penggantian oli mesin
Karena oli dungsunya fitur harus diperiksa secara rutin agar kerja
mesinnya maksimal dan menjaga keawetan komponen mesin
- Pemeriksaan busi
Karena busi sangatlah penting bagi mesin jadi harus diperiksa setiap
servis.
- Penggantian oli gardan berfungsi untuk melumasi box gardan jadi
harus ganti sekitar 4 bulan sekali
- Pemeriksaan stang kemudi
Karena stang kemudi sangatlah penting yaitu jadi diperiksa rutin agar
tetap nyaman saat berkemudi
- Pemeriksaan Throttle Body
Supaya Throttle Body tetap harus bersih biar aliran bahan bakar
mengalir dengan lancar ke ruang bakar dan dapat bekerja dengan baik
- Menyetel Stasioner
Supaya tidak mudah mati pada saat mesin hidup karena haris distel
pas dan maksimal agarb stasioner normal
- Reset ECM
Supaya performa mesin yang menurun dapat kembali normal
- Penyetelan jarak main bebas rem
Supaya rem saat digunakan lebih optimal saat digunakan setelah
dilakukan service lengkap pada motor Vario 150 PGM-FI diharapkan
menjadi nyaman saat dikendarai tenaga mesin optimal knstitusi bahan
bakar menjadi hemat.
a. Mesin : 4 langkah SOHC
b. Kelas : 150cc
c. Volume langkah : 149.3cc
d. Perbandingan kompresi : 10.6 : 1
e. Daya maksimum : 9,3 kw / 8.500 RPM
f. Torsi maksimum : 12.8kw/ 5.00 RPM
g. Kapasitas minyak : 0.8 liter
h. Tipe kopling : otomatis, sentri fungsi
i. Tipe Transmisi
j. Otomatis U-Matic
k. Tipe Starter : Pedal dan elektrik
4. Kelistrikan
a. Batterray : MF baterray 12v – 5 AH
b. Busi : MGK (CPR 96A – 9)
c. Pengapian : Full transisi terized batteray
5. Dimensi
a. P x L x T : 1.919 x 629 x 1.062 mm
b. Jarak sumbu roda : 1.280MM
c. Jarak terendah ke tanah : 132mm
d. Berat kosong : 112kg
e. Kapasitas tangki BB : 5.5 liter
6. Rangka
a. Rangka : Tulang punggung
b. Tipe suspensi depan : Teleskopik
c. Tipe suspensi belakang : lengan ayun dengan sokbeker tunggal
d. Ukuran ban depan : 80/90 – 14 tubbles
e. Ukuran ban belakang : 90/90 – 14 tubbles
f. Rem depan : cakram hidrolik dengan piston tunggal
g. Rem belakang : Tromol
7. Permasalahan
a. Motor susah hidup
b. Langsam motor berkurang (stasioner kecil) (setelan idle screw
berubah)
8. Analisis Gangguan
a. Motor susah hidup (percikan busi lemah, Busi mati)
b. Stasioner kecil setelah idle screw berubah (bentuk debu yang
tersumbat dalam Throttle Body)
9. Langkah Kerja Proses Tune Up Vario 150 PGM – FI
a. Alat dan bahan
1. Obeng (+) dan (-)
2. Kunci ring lengkap
3. Kunci pas 8-10,14,12
4. Obeng setting
5. Kuas
6. Amplas
7. DLC
8. Kunci L bintang lengkap
9. Majun/lap
10. Nampan
11. Torong
12. Kunci T lengkap
13. Kunci Busi
b. Memeriksa lampu dan saklar
1. Periksa lampu depan dan belakang
2. Periksa lampu sen
3. Periksa saklar lampu
Hasil pemeriksaan : lampu-lampu dan saklar masih baik masih
bisa digunakan
Gambar 5.3 pemeriksaan lampu dan saklar
a. Pemeriksa kekencangan angin roda depan dan belakang dengan
menggunakan toal tire gauge
b. Pemeriksaan tekanan angin ban sebaiknya dilakukan pada saat ban kondisi
dingin dann kondisi panas untuk dapat perbandingkan hasil ukur
Spesifikasi : ban depan 29 PSI
Belakang 33 PS
Gambar 5.4 pemeriksaan angin ban
Periksa ban dari :
a. Keretakan dan kehalusan pada bagian telapak dan dinding ban
b. Adanya paku atau benda-benda lain yang dapat menempel pata telapak
ban yang akan mempengaruhi fungsi ban
Gambar 5.5 pemeriksaan ban
Keausan telapak ban dapat diukur dengan menggunakan alat ukur
Dept Gauge !
- Gantilah ban apabila keausan sudah mencapai batas maximum
- Gantilah ban apabila keausan “A” sudah dicapai oleh kondisi keausan
ban untuk ban yang menggunakan tanda keausan “A”.
c. Memeriksa klakson
Tekan tombol klakson dengarkan baik-baik suara klakson
Hasil pemeriksaan : klakson masih bagus bunyinya pun masih nyaring
Gambar 5.6 pemeriksaan klakson
d. Filter udara
Pembongkaran
1. Lepaskan baut penutup saringan udara dengan obeng (+)
2. Lepas tutup saringan udara
3. Elemen saringan udara
4. Ganti elemen saringan udara sesuai dengan penggantian berkala
(8.000km)
Gambar 5.7 pembongkaran filter udara
Pemeriksaan
1. Periksa elemen saringan udara
2. Elemen saringan udara sudah kotor dan banyak debu
Kesimpulan : elemen saringan udara sudah kotor dan tidak dapat
dibersihkan harus diganti dengan yang baru
Gambar 5.8 pemeriksaan filter udara
Perbaikan dan Perakitan
1. Elemen saringan udara diganti dengan yang baru
2. Bersihkan kotoran yang menempel pada penutup saringan udara
3. Pasang saringan udara
4. Pasang penutup elemen saringan udara
5. Pasang baut pada penutup saringan udara dan kencangkan
Gambar 5.9 pemasangan filter udara
Memeriksa dan menyesuaikan celah katup
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti kunci pas, feckr gauge dan
manual servis motor
2. Posisikan motor
3. Buka klep
4. Cari posisi TDC (Top Dead Center)
5. Periksa celah katup
6. Sesuaikan jika perlu
7. Pasang kembali penutup klep
Gambar 6.0 pemeriksaan klep
Untuk honda Vario 150 PGM-FI, Ukuran celah klep yang ideal adalah
0.15mm +_ 0.01mm. jika celah klep terlalu renggang, katup akan
membuka lebih lambat dan menutup lebih awal, Hal ini akan
menyebabkan bukaan katup lebih segingga udara yang masuk ke ruang
bakar lebih sedikit.
Jika perlu menyetel celah katup, anda bisa :
1. Kendalikan mur setalah katup menggunakan kunci 8
2. Putar baut setelah menggunakan kunci khusus feller gauge terasa seret
dan masih bisa dicabut
3. Putar kembali kunci 8 agar mur kembali kencang
4. Pasang kembali komponen yang sudah dilepas
Gambar 6.1 pemasangan klep
e. Penggantian oli
Pemeriksaan
1. Posisikan kendaraan dengan standar tengah dan siapkan wadah
pembuangan oli dibawah baut pembuangan oli
2. Lepaskan tutup pengisian oli /tangkai dan tap sampai bersih
3. Masukan tutup pengisian oli tanpa menyekrup kedalam dan kemudian
lepaskan dan periksa tinggi permukaan oli
4. Tinggi permukaan oli berada dibawah/dekat garis, permukaan
terbawah dari tinggi permukaan oli, tambahkan oli direkomendasikan
sampai ketinggian teratas
Kesimpulan : oli berada di permukaan bawah dekat garis kemudian oli
sudah harus diganti karena sudah di bawah permukaan dekat garis,
Ganti oli sesuai dengan batas service yaitu 4.000km
Gambar 6.2 pengecekan oli
Pembongkaran
1. Letakan wadah pembuangan oli dibawah baut pembuangan oli untuk
menampung oli
2. Lepaskan baut pembuangan oli dengan kunci ring buang oli secara
menyeluruh
3. Diamkan agar oli keluar semua
Gambar 6.3 pembongkaran penutup oli
Pemasangan Oli Mesin
1. Setelah oli keluar semua
2. Pasang baut pembuangan oli kembali dan kencangkan
3. Isi chrankcase dengan oli yang direkomendasikan
4. Periksa bahwa o-ring pada tutup pengisian oli berada dalam kondisi
baik dan ganti bila perlu
5. Pasang kembali tutup pengisian oli
Gambar 6.4 pengisian oli mesin
f. Perbaikan Busi
Pembongkaran
1. Lepaskan cover /penutup mesin yang mempunyai 4 buah baut
2. Lepaskan kabel coil pada busi yang berhubungan dengan cop busi
3. Lepaskan busi dengan kunci besi
4. Periksa busi apabila kotor dibersihkan
5. Ganti busi sesuai dengan servis berkala yaitu 8.000km
Gambar 6.5 pengecekan busi
Pemeriksaan Busi
1. Periksa busi apabila kotor
2. Bersihkan kotoran bekas karbon dengan sikat kawat
3. Cek celah busi (standar 0.8-0.9mm)
Kesimpulan : busi masih dalam keadaan baik dan masih bisa
digunakan kembali karena belum mencapai batas pergantian busi
diperbaiki
Pengapian Busi
Pada dasarnya, busi motor berfungsi memberikan percikan api untuk
membakar csmpursn udara dan bahan bakar yang terkompresi di ruang
bakar percikan api itu dihasilkan dari tegangan listrikyang disalurkan
oleh koil ke busi.
Gambar 6.6 pemeriksaan busi
Pengisian Oli Gardan
1. Setelah oli gardan keluar semua kewadah yang sudah disediakan
2. Pasang baut pembuangan oli gardan dan kencangkan
3. Masukan oli gardan yang baru sampai batas upper
4. Pasang dan kencangkan baut tempat memasukan oli gardan
Gambar 6.7 pengisian oli gardan
g. Pemeriksaan Throttle Body
Pelepasan
1. Lepaskan cover penutup mesin
2. Lepaskan cover pelindung tangki
3. Lepaskan jok/bagasi motor dengan kunci T10
4. Bersihkan sekitar Throttle Body
5. Longgarkan mengunci kabel gas
6. Lepaskan kabel gas dari dudukan kabel
7. Lepaskan kabel gas dari Throttle Body
Gambar 6.8 pemeriksaan Throttle Body
8. Lepaskan konektor 3P (hitam) dan konektor 2P (abu-abu) tutup sele
noid peninggi putaran stasioner
Gambar 6.9 pelepasan Komponen
9. Longgarkan sekrup klem selang penghalang
10. Lepaskan baut dari Throttle Body
11. Lepaskan penghubung saringan udara dan lepaskan Throttle Body
Gambar 7.0 pengecekan Throttle Body
Pembongkaran
1. Throttle Body telah disted awal pabrik dengan membongkar dengan
cara lain selain yang ditentukan dengan lepaskan sekrup yang dicat
putih sensor TP lepasnya dapat menyebabkan tidak berfungsinya
Throttle Body
2. Lepaskan idle air screw, bersihkan endapan-endapan dari saluran udara
3. Cek idle air screw
4. Lepaskan saluran udara unit sensor
5. Lepaskan selang bahan bakar dari injector
6. Lepas konektor-konektor yang menempel pada Throttle Body
7. Lepas mur pada Throttle Body yang menghadsangkan ke mesin dengan
kunci T10
8. Kendorkan baut pengguna yang menghubungkan Throttle Body
dengan filter udara
9. Kendorkan baut pengguna yang menghubungkan Throttle Body
10. Kemudian ambil Throttle Body
Gambar 7.1 pelepasan komponen
11. Lepaskan baut yang ada di Throttle Body dengan kunci T8
12. Bersihkan Throttle Body menggunakan bensin
Pemasangan Throttle Body
1. Pasang idle air screw
2. Pasang saluran udara unit sendor
3. Pasang selang bahan bakar injector
4. Pasang konektor-konektor yang menempel ke Throttle Body
5. Pasang mur pada Throttle Body ukuran 10mm yang menghubungkan
ke mesin
6. Pasang mur pada kabel gas
7. Pasang Throttle Body ke mesin
8. Psang Throttle Body ke filter udara
9. Pasang jok/bagasi motor dengan pas lalu baut di kencangkan
10. Pasang cover penutup mesin dengan baut lalu kencangkan
Gambar 7.2 pemasangan komponen
Menyetel Stasioner
1. Hidupkan mesin dan biarkan stasioner
2. Buka penutup idle air screw pada bagasi untuk menyetel stasioner
3. Putar standar idle air screw sampai penuh lalu putar 27/8 putar keluar
dari duduk posisi duduk penuh
4. Putar kunci kontak OFF untuk mematikan mesin
5. Tutup kembali penutup idle air screw pada bagasi
6. Stell ulang stasioner setiap 4.000km sesuai batas servis berkala
Gambar 7.3 penyetelan stasioner
h. Reset ECM
Pembongkaran
1. Lepaskan baut bagian tempat battrai (AKI)
2. Buka penutup Aki
3. Bersihkan kotoran dibagian aki dengan tekanan angin kompresor
Gambar 7.4 pengecekan ECM
Proses riset ECM
1. Setelah membuka tutup battrai dan bersihkan kotoran dibagian tersebut
2. Lepas konektor dummy dari DLC dan hubungkan SST ke DLC
3. Memutarkan kunci kontak “ON” lihat kedepan mil dan lepas SCS
konektor sampai hitungan 5 detik dan pasang kembali
Gambar 7.5 mereset ECM
Pemasangan
1. Setelah meriset ECM dan melepas SST dari DLC
2. Pasang tutup konektor dummy dari DLC
3. Pasang kembali tutup batterai
4. Pasang baut lalu kencangkan
i. Pemeriksaan stang kemudi
1. Motor dengan posisi standar tengah dan angkat roda depan
2. Periksa kebebasan pergerakan stang kemudi yang bebas dari sisi ke sisi
Gambar 7.6 pemeriksaan stang kemudi
3. Pasang kaki-kai fork dan coba gerakan fork depan belakang
4. Apabila bergerak lancar maka bearing kemudi normal
Gambar 7.7 pemeriksaan stang kemudi
Kesimpulan : Stang kemudi normal pergerakan stang kemudi ke kiri
dan tekanan lancar dan tekanan lancar dan tidak oleng
j. Penyetelan jarak main bebas handle rem
Pada sistem rem mekanis penyetaln jarak main bebas handle rem tangan
penyetelan utama dilakukan pada brake panel dengan cara melonggarkan
locknut dan memutar adjuster sesuai jarak main handle rem (jarak main
bebas 10-20mm)
Gambar 7.8 penyetelan rem
k. Menyetel stasioner
a. Hidupkan mesin dan biarkan stasioner
b. Buka penutup idle air screw pada bagasi untuk menyetel stasioner
c. Putar standar idle air screw sampai penuh lali putar 27/8 putar dari
duduk ke posisi duduk sepenuhnya
d. Putar kinci kontak “OF” untuk mematikan mesin
e. Tutup kembali penutup idle air screw pada bagian bagasi
f. Stel ulang stasioner setiap 4.000km sesuai batas servis berkala
Gambar 7.9 menyetel stasioner
l. Kesimpulan
1. Botase tinggi yang dihasilkan oleh coil pengapian (Ignition Coil)
terjadi diantara elektroda pusat (center elektroda) dan yang dari busi
(ground elektroda) yang menghasilkan percikan yang akan membakar
udara/campuran nahan bakar didalam silinder
2. Jenis kerusakan pada busi diantaranya adalah kotoran oleh karbon atau
endapan karbon (canon rouling)
3. Dengan penyebab kerusakannya adalah saringan udara tersumbat
(kotor) bahan bakar tidak baik mutunya
4. Stasioner terlalu kecil penyebabnya putaran stasioner (idle air screw)
berubah dan harus si stel kembali dengan cara idle air screw 27/8
putaran dan dengarkan suara atau lihat techmometer (putaran stasioner
1700+_ 100)
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari hasil pemeriksaan prakerin yang dilaksanakan di OSH II MOTOR
Purbalingga. selama tiga bulan san saya menarik kesimpulan bahwa dengan
melaksanakan prakerin ini saya mendapat pengalaman baru, yang saya tidak
dapatkan di sekolah
Selama saya melakukan prakerin, saya mendapat pengalaman dalam
bekerja di lapangan, serta penyesuaian diri di dunia kerja, selain itu
menambah wawasan saya tentang dunia otomotif sesungguhnya dan saya
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi sehingga laporan ini dapat di seleseikan
B. SARAN
1. Saran untuk bengkel
Dengan berakhirnya pelaksanaan prakerin serta berdasarkan uraian diatas
dengan penuh hati dan memberikan diri untuk mengajukan saran-saran
yang positif yang dapat berguna dan bermanfaat sebagai berikut :
a. Para pegawai harus menjunjung solidaritas dan kebenaran yang
baik
b. Perlu ditingkatkan dalam kedisiplinan kerja
c. Mempertahankan rasa kekeluargaan yang erat dan harmonis
d. Bersedia memberikan ilmu dan pelayanan yang berguna bagi siswa
e. Memberikan pergerakan kepada kami dengan sabar dan mampu
menerima kekurangan kami
2. Saran untuk sekolah
Tingkatkan kedisiplinan dalam proses belas mengajar meningkatkan mutu
dan keterampilan dan menambah yang ada.
DAFTAR PUSTAKA