100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
306 tayangan10 halaman

Sejarah dan Transformasi Netflix

Netflix, didirikan pada 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph, awalnya berfokus pada penyewaan DVD sebelum beralih ke layanan streaming pada 2007, yang merevolusi industri hiburan. Sejak itu, Netflix telah berkembang menjadi raksasa hiburan global dengan produksi konten orisinal dan ekspansi ke lebih dari 190 negara, meskipun menghadapi persaingan ketat dari layanan lain. Saat ini, Netflix memiliki lebih dari 260 juta pelanggan dan terus berinovasi dalam konten dan teknologi untuk mempertahankan posisinya di pasar.

Diunggah oleh

falfaturohman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
306 tayangan10 halaman

Sejarah dan Transformasi Netflix

Netflix, didirikan pada 1997 oleh Reed Hastings dan Marc Randolph, awalnya berfokus pada penyewaan DVD sebelum beralih ke layanan streaming pada 2007, yang merevolusi industri hiburan. Sejak itu, Netflix telah berkembang menjadi raksasa hiburan global dengan produksi konten orisinal dan ekspansi ke lebih dari 190 negara, meskipun menghadapi persaingan ketat dari layanan lain. Saat ini, Netflix memiliki lebih dari 260 juta pelanggan dan terus berinovasi dalam konten dan teknologi untuk mempertahankan posisinya di pasar.

Diunggah oleh

falfaturohman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NETFLIX

Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Internasional


Dosen Pengampu : Rahmi Eliyana, SE., MM

Disusun oleh:

Fanza Alfaturohman 2251010051

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

TAHUN AJARAN 2025/2026

1
1. SEJARAH NETFLIX

A. Awal Mula Netflix (1997–2006): Dari Penyewaan DVD ke Inovasi


Model Bisnis

Netflix didirikan pada 29 Agustus 1997 oleh dua pengusaha


asal California, yaitu Reed Hastings dan Marc Randolph. Ide awalnya
sederhana yaitu membuat layanan penyewaan film berbasis internet
yang berbeda dari toko rental konvensional seperti Blockbuster.

Pada saat itu, mereka belum menyediakan streaming, hanya


penyewaan DVD melalui pengiriman pos. Pelanggan bisa memilih
film lewat situs web Netflix dan DVD-nya akan dikirim langsung ke
rumah mereka. Setelah selesai ditonton, pelanggan tinggal mengirim
balik DVD-nya menggunakan amplop yang sudah disediakan.

Tapi yang membuat Netflix berbeda adalah model


berlangganan bulanan (subscription) yang diperkenalkan pada tahun
1999. Dengan sistem ini, pelanggan bisa menyewa DVD tanpa batas
setiap bulan, tanpa harus membayar denda keterlambatan seperti di
Blockbuster. Ini jadi titik penting yang membuat Netflix mulai dilirik.

B. Pertumbuhan dan Persaingan (2000–2006): Melawan Blockbuster


dan IPO

2
Pada awal 2000-an, Netflix masih dianggap sebagai “startup
kecil.” Namun karena model bisnisnya yang inovatif dan efisien,
perusahaan ini mulai tumbuh dengan cepat. Sementara itu, Blockbuster
raksasa penyewaan video saat itu belum menanggapi serius ancaman
dari Netflix. Bahkan Blockbuster pernah menolak membeli Netflix
seharga $50 juta di tahun 2000. Tindakan ini kelak jadi keputusan
bisnis paling disesali dalam sejarah.

Netflix kemudian melantai di bursa saham (IPO) pada tahun


2002, dengan kode saham NFLX. Ini memberinya modal untuk
ekspansi besar-besaran. Mereka membangun sistem rekomendasi
cerdas bernama Cinematch yang membantu pengguna menemukan
film berdasarkan preferensi.

C. Transisi ke Streaming (2007–2012): Revolusi Cara Menonton

Tahun 2007 jadi tonggak sejarah penting: Netflix meluncurkan


layanan streaming. Ini memungkinkan pelanggan menonton film dan
acara TV secara langsung lewat internet, tanpa perlu menunggu DVD
datang.

3
Perubahan ini benar-benar merevolusi industri hiburan. Orang tak
lagi perlu keluar rumah atau menunggu kiriman pos. Cukup klik, dan
tayangan langsung diputar.

Awalnya koleksi film dan acara yang bisa ditonton via streaming
sangat terbatas. Tapi Netflix terus menjalin kerja sama dengan
berbagai studio untuk memperluas katalog kontennya.

Pada tahun-tahun ini juga, Netflix mulai ekspansi ke luar Amerika


Serikat, dimulai dengan Kanada (2010), lalu ke Amerika Latin dan
Karibia (2011), serta beberapa negara Eropa pada 2012.

D. Menjadi Raksasa Hiburan Global (2013–2018): Produksi Konten


Sendiri

Tahun 2013, Netflix mengambil langkah berani yaitu mulai


memproduksi konten orisinal sendiri. Seri pertamanya adalah House of
Cards, dibintangi Kevin Spacey dan disutradarai David Fincher.
Langkah ini sukses besar dan mengubah persepsi orang tentang
layanan streaming.

Setelah itu, Netflix terus memproduksi serial, film, dan dokumenter


sendiri. Beberapa di antaranya menjadi fenomena budaya pop, seperti:
• Stranger Things
• Narcos

4
• 13 Reasons Why
• The Crown
• Orange Is the New Black

Dengan model ini, Netflix tak lagi tergantung pada studio lain.
Mereka menjadi semacam “studio Hollywood versi digital” —
menciptakan, mendistribusikan, dan memonetisasi sendiri kontennya.
Pada saat yang sama, kehadiran Netflix mulai mengancam eksistensi
TV kabel dan bioskop tradisional.

E. Ekspansi Global dan Persaingan Ketat (2018–2022): Streaming


Wars

Netflix terus memperluas jangkauannya ke lebih dari 190


negara. Mereka menyesuaikan konten dengan preferensi lokal,
contohnya:
• Money Heist dari Spanyol
• Dark dari Jerman
• Squid Game dari Korea Selatan (2021) menjadi hit global yang
memecahkan rekor penonton.
Namun kejayaan ini mulai mendapat tantangan. Kompetitor mulai
bermunculan, seperti:
• Disney+ (dengan katalog Disney, Marvel, Star Wars, Pixar)
• Amazon Prime Video
• HBO Max
• Apple TV+

5
Perang layanan streaming (streaming wars) dimulai. Harga
langganan, eksklusivitas konten, dan strategi rilis jadi senjata utama.

F. Masa Pandemi dan Perubahan Strategi (2020–2022): Untung dan


Tantangan

Pandemi COVID-19 membuat banyak orang beralih ke hiburan


rumahan, dan Netflix mendapat lonjakan pelanggan yang besar.
Namun pada tahun 2022, Netflix untuk pertama kalinya melaporkan
penurunan jumlah pelanggan, membuat sahamnya anjlok tajam.

Sebagai respons, Netflix mulai:


• Mengembangkan paket langganan dengan iklan (lebih
murah)
• Menghentikan praktik berbagi akun
• Fokus pada konten internasional dan produksi cepat
• Masuk ke dunia game dan interaktif (seperti Black Mirror:
Bandersnatch)

G. Netflix Sekarang (2023–2025): Lebih dari Sekadar Streaming

Hingga 2025, Netflix telah berubah dari sekadar penyedia


layanan film menjadi entitas hiburan global. Mereka:
• Punya studio sendiri (Netflix Studios)
• Terlibat dalam produksi film layar lebar
• Menang Oscar dan Emmy
• Masuk ke dunia gaming dan interaktif
• Mengakuisisi perusahaan lain untuk memperkuat ekosistem

Netflix juga menjadi pelopor dalam data-driven storytelling,


yaitu menggunakan data penonton untuk menentukan cerita, aktor,

6
bahkan alur film.

2. PROFIL NETFLIX

Nama Perusahaan : Netflix, Inc.


Berdiri Sejak : 29 Agustus 1997
Pendiri : Reed Hastings dan Marc Randolph
Kantor Pusat : Los Gatos, California, Amerika Serikat
Jenis Perusahaan : Publik (terdaftar di NASDAQ: NFLX)
Industri : Hiburan dan Teknologi
Layanan Utama : Layanan streaming video on-demand berbasis
langganan

Netflix menyediakan berbagai jenis konten hiburan yang bisa ditonton


kapan saja dan di mana saja dengan koneksi internet. Layanan utamanya
meliputi:
• Streaming Film dan Serial TV: Baik konten buatan pihak ketiga
maupun produksi internal.
• Netflix Original: Konten eksklusif produksi Netflix seperti Stranger
Things, The Crown, Narcos, dan Squid Game.
• Konten Multi-Bahasa dan Lokal: Termasuk film dan serial dari Korea,
India, Jepang, Indonesia, Eropa, Amerika Latin, dll.
• Pengalaman Multi-Platform: Bisa diakses dari smartphone, tablet,
smart TV, komputer, dan perangkat streaming lainnya.
• Fitur Tambahan: Unduh untuk ditonton offline, profil pengguna,
kontrol orang tua, subtitle dan dubbing dalam berbagai bahasa.

Netflix menggunakan model langganan berbayar (subscription-based).


Pelanggan membayar biaya bulanan untuk mengakses seluruh katalog
konten tanpa iklan. Terdapat beberapa pilihan paket:
• Paket Dasar (Basic): Resolusi standar, hanya bisa digunakan di satu
perangkat.

7
• Paket Standar (Standard): Resolusi HD, dua perangkat secara
bersamaan.
• Paket Premium: Resolusi Ultra HD/4K, hingga empat perangkat
bersamaan.
• Paket Mobile (di beberapa negara): Untuk satu perangkat mobile saja
dengan harga lebih murah.
Beberapa negara kini juga menawarkan paket berbasis iklan dengan
harga lebih terjangkau, sebagai bagian dari strategi menjangkau pasar yang
lebih luas.

Netflix dikenal sebagai pionir dalam industri streaming global. Selain


mengubah cara orang menonton TV dan film, perusahaan ini juga
mendorong investasi besar dalam produksi konten di berbagai negara.
Mereka mendirikan studio produksi sendiri, menjalin kemitraan dengan
pembuat film lokal, dan berkomitmen menyajikan keberagaman cerita.

Netflix juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma


untuk merekomendasikan konten secara personal berdasarkan kebiasaan
menonton pengguna, menjadikan pengalaman menonton lebih relevan dan
menarik.

Statistik Singkat (Data per 2024):


• Jumlah Pelanggan Global: Lebih dari 260 juta pelanggan berbayar di
seluruh dunia.
• Negara Operasional: Lebih dari 190 negara.
• Pendapatan Tahunan: Lebih dari USD 35 miliar.
• Jumlah Konten Orisinal: Ribuan judul dalam berbagai genre dan
bahasa.
• Karyawan: Sekitar 13.000 orang secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Netflix menghadapi persaingan ketat


dari layanan streaming lain seperti:

8
• Disney+
• Amazon Prime Video
• HBO Max
• Apple TV+
• Hulu
• Paramount+
Persaingan ini mendorong Netflix untuk terus berinovasi dalam
konten, harga, dan teknologi.

3. KESIMPULAN

9
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

10

Anda mungkin juga menyukai