Nama: Kumalasari indah cahya ningsih
Npm: 202110515089
Pengaruh Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada
Mahasiswa Semester Akhir ( Studi Mahasiswa Akhir Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya )
Latar Belakang
Remaja adalah dewasa muda yang mulai mengeksplorasi lingkungan orang dewasa yang lebih
bertanggung jawab, seperti minat yang mulai mencoba memilih kebutuhan dan harapan.
Pemilihan ini menuntut remaja untuk memulai tanggung jawab baru, yaitu memulai level baru,
seperti menjadi mahasiswa. Di tingkat universitas, mahasiswa telah menerima kebutuhan untuk
menentukan apa yang mereka inginkan dan diminta untuk belajar biologi dengan memilih
jurusan yang mereka minati, contoh nyata dari kebutuhan untuk dapat bekerja secara mandiri
(Azwar, 2002).
Skripsi merupakan sebuah karya tulis oleh mahasiswa yang sedang menjalankan pendidikan
tinggi dalam prosesnya mendapat gelar sarjana. Karya tulis tersebut bisa berupa pengembangan,
studi penelitian, atau kajian kepustakaan terhadap suatu masalah sosial atau masalah penelitian.
Rentang usia 21-25 tahun biasanya didominasi oleh mahasiswa tingkat akhir dimana pada usia
tersebut mereka akan merasakan perubahan yang dinamis (Roelyana & Listiyandini, 2016). Saat
perubahan terjadi terlalu cepat, individu dapat mengalami stres karena ia tidak memiliki
kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Roelyana & Listiyandini (2016)
menyatakan bahwa dalam pengerjaan skripsi, mahasiswa menjalani proses yang dinamis dimana
mahasiswa kerap kali mengalami permasalahan dalam pengerjaan skripsi. Hal ini dapat
mengganggu kesejahteraan psikologis mahasiswa, sehingga menjadi pemicu stres. Stres
akademik masih menjadi sebuah masalah yang dapat mengganggu dan memengaruhi kesehatan
mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa (Reddy dkk., 2018). Saat akhir masa studinya,
mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan studi yang juga merupakan salah satu pemicu stres
akademik mahasiswa. Beberapa alasan mengapa penelitian ini penting dapat meliputi: Tingkat
Stres Mahasiswa Semester Akhir: Mahasiswa yang berada di semester akhir sering menghadapi
tekanan akademik yang tinggi, seperti tugas akhir, ujian, dan persiapan untuk memasuki dunia
kerja. Ini dapat menjadi sumber stres yang signifikan.
Pendidikan merupakan tempat dimana emosi dapat tercipta. Mahasiswa seringkali merasakan
emosi positif, seperti menikmati pembelajaran, harapan untuk sukses, dan kebanggaan atas
pencapaian yang didapat. Namun, tidak jarang pula emosi negatif muncul, seperti rasa marah
terhadap tuntutan tugas, rasa takut untuk gagal, atau bahkan kebosanan dalam lingkup
pendidikan (Corno & Anderman, 2015). Emosi-emosi tersebut akan sangat mungkin dirasakan
oleh mahasiswa dalam pengerjaan skripsinya, baik emosi positif maupun emosi negatif. Emosi
negatif berlebih yang dirasakan mahasiswa bisa menghalangi performa akademik,
berkemungkinan mengalami drop out, dan memengaruhi kesehatan tubuh (Zeidner, 2015). Lebih
parahnya, dampak dari emosi negatif tersebut dapat membuat mahasiswa berkemungkinan
untuk bunuh diri akibat permasalahan akademik yang prevalensi angkanya meningkat tiap tahun
(Westefeld dkk., 2015). Sebaliknya, emosi positif yang dirasakan mahasiswa merupakan jalan
menuju pencapaian dan perkembangan diri yang nantinya emosi tersebut bisa membantu
mahasiswa untuk mencapai tujuannya, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan
permasalahan, dan juga memicu regulasi emosi. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk bisa
mengatur emosi yang mereka miliki untuk bisa mengatasi stres yang dimilikinya, dalam konteks
ini adalah stres akademik. Kemampuan untuk mengatur emosi disebut sebagai regulasi emosi.
Regulasi Emosi: Kemampuan mahasiswa untuk mengatur emosi mereka dalam menghadapi stres
dan tekanan akademik dapat berpengaruh pada kesejahteraan mereka. Regulasi emosi yang
efektif dapat membantu mengurangi tingkat stres. Dukungan Sosial: Dukungan dari teman,
keluarga, dan lingkungan sosial dapat berperan penting dalam membantu mahasiswa mengatasi
stres dan menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Implikasi untuk Intervensi: Hasil penelitian
ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan program dukungan
psikologis di perguruan tinggi yang dapat membantu mahasiswa mengelola stres dan
meningkatkan kesejahteraan mereka. Kontribusi terhadap Literatur: Penelitian ini dapat
memberikan kontribusi tambahan pada literatur mengenai kesejahteraan psikologis, regulasi
emosi, dan dukungan sosial dengan fokus pada populasi mahasiswa semester akhir.
Penelitian Terdahulu
NO Judul Tahun Metode Hasil
Penelitian
1. Pengaruh Dukungan 2022 Metode 1. Tingkat dukungan sosial lulusan
Sosial Terhadap Penelitian baru tergolong tinggi. Mahasiswa
Kesejahteraan Kualitatif pada tahap akhir didukung oleh
Psikologis Pada orang tua, sahabat, sahabat dan
Mahasiswa Semester dosen yang merasa sangat
Akhir dicintai, diperhatikan, dibutuhkan
dan dihargai serta merasa
menjadi bagian dari asal usul
orang-orang terdekatnya.
2. Tingkat kesehatan mental siswa
pada tahap akhir adalah sedang.
Merupakan mahasiswa semester
akhir yang mau menerima
perilaku batinnya dan mampu
membangun hubungan baik
dengan orang-orang di sekitarnya.
Kemudian memiliki visi untuk
masa depan, mencoba untuk
tidak bergantung pada orang lain,
tetapi mahasiswa tingkat akhir
tidak dapat mengoptimalkan
fungsi mental mereka melalui
keduanya.
3. Dukungan sosial berdampak
pada kesehatan mental
mahasiswa akhir. Semakin tinggi
dukungan sosial yang diberikan
maka semakin tinggi pula
kesehatan mental mahasiswa
akhir. Sebaliknya, semakin rendah
dukungan sosial yang diberikan,
semakin buruk kesehatan mental
mahasiswa akhir.
2. Pengaruh Dukungan 2021 Metode Menghasilkan saran kepada
Sosial Terhadap Penelitian mahasiswa agar lebih
Teman Sebaya Pendekatan mempersiapkan diri untuk
Terhadap Tingkat Kuantitatif mengerjakan skripsi seperti
Stres Mahasiswa Yang menambah ilmu penelitian,
Mengerjakan Skripsi. mencari referensi yang dapat
dipercaya saat menyusun skripsi,
mengatur waktu dengan tepat
serta dapat memperhatikan faktor
apa saja yang paling mudah
membuat individu stres agar
mengetahui strategi yang tepat
untuk mengatasi stres di masa
depan dan diharapkan melakukan
lebih banyak hal positif, mengatur
waktu dengan baik untuk
menghindari prokrastinasi dan
mampu mengendalikan emosi
negatif sehingga proses
pengerjaan skripsi tidak
terhambat oleh stres yang timbul
karena emosi negatif.
3. HUBUNGAN ANTARA 2021 Metode Dapat disimpulkan bahwa tingkat
DUKUNGAN SOSIAL Penelitian dukungan sosial pada mahasiswa
DENGAN Kuantitatif Universitas Islam Riau terletak
KESEJAHTERAAN dikategori tinggi, artinya
PSIKOLOGIS PADA mahasiswa memiliki tingkat
MAHASISWA dukungan sosial tingkat tingkat
TINGKAT AKHIR DI kesejahteraan psikologis pada
UNIVERSITAS ISLAM mahasiwa tingkat akhir di
RIAU Universitas Islam Riau terletak
dikategori sangat tinggi, artinya
mahasiswa memiliki tingkat
kesejahteraan psikologis pada
mahasiwa yang sangat tinggi.
Mahasiswa memiliki hubungan
antara dukungan sosial yang
positif maka kesejahteraan
psikologis juga akan semakin
positif. Begitupun sebaliknya
semakin negatif hubungan antara
dukungan sosial maka akan
semakin negatif pula
kesejahteraan psikologis pada
mahasiswa Universitas Islam Riau.
Hasil tersebut juga membuktikan
bahwa hipotesis yang menyatakan
terdapat hubungan antara
dukungan sosial terhadap
kesejahteraan psikologis diterima.
4. KESEJAHTERAAN 2019 Metode Hasil penelitian ini menjelaskan
PSIKOLOGIS DAN Penelitian bahwa ada hubungan antara
TINGKAT STRES PADA Deskriptif kesejahteraan psikologis dan
MAHASISWA tingkat stres mahasiswa tingkat
TINGKAT AKHIR akhir sarjana reguler Fakultas Ilmu
keperawatan Universitas
Indonesia dengan arah hubungan
negatif. Penelitian ini
merekomendasikan upaya
peningkatan kesejahteraan
psikologis seperti pelatihan
manajemen waktu dan
pendidikan kesehatan untuk
mengurangi tingkat stres dan
dampak stres yang ditimbulkan
pada mahasiswa tingkat akhir.
5. Pengaruh Regulasi 2022 Metode Hasil penelitian ini adalah tidak
Emosi dan Persepsi Penelitian ditemukan pengaruh signifikan
Dukungan Sosial Kuantitatif pada variabel regulasi emosi
terhadap Stres terhadap stres akademik. Hal ini
Akademik Mahasiswa dibuktikan berdasarkan nilai
yang Menyusun signifikansi sebesar 0,924. Tingkat
Skripsi regulasi emosi yang dimiliki oleh
partisipan penelitian ini yaitu
mahasiswa yang sedang
mengerjakan skripsi mayoritas
berada di tingkat sedang dengan
jumlah 140 mahasiswa atau 71%.
Sedangkan pada kategori tinggi
dan rendah berturut-turut adalah
18,8% dan 10,2%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa tinggi
rendahnya regulasi emosi yang
dimiliki tidak berpengaruh
terhadap stres akademik yang
dirasakan. Rachmawati & Cahyani
(2021) mendukung hasil
penelitian ini yang menyatakan
bahwa regulasi emosi dan stres
akademik tidak memiliki
hubungan secara signifikan.
Kemungkinan hasil tersebut
dikarenakan terdapat faktor lain
yang lebih dominan dalam
memengaruhi stres akademik
mahasiswa yang sedang
menyusun skripsi.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini yaitu: "Apakah ada pengaruh regulasi emosi dan dukungan sosial
terhadap kesejahteraan paikologis pada mahasiswa semester akhir”
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya pengaruh regulasi emosi dan dukungan
sosial terhadap kesejahteraan paikologis pada mahasiswa semester akhir
Manfaat Penelitian
- Manfaat teoritis
Diharapkan penelitian ini mampu menambah ilmu pengetahuan dibidang psikologi
perkembangan dan psikologi sosial.
- Manfaat Praktis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai gambaran pengaruh regulasi
emosi dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan paikologis pada mahasiswa semester akhir