0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan74 halaman

Kualitas Pelayanan Amil Zakat dan Kepuasan Muzakki

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan amil zakat terhadap kepuasan muzakki di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini penting karena kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas muzakki dalam menyalurkan zakat. Penelitian ini juga diharapkan memberikan masukan bagi pengelola zakat untuk meningkatkan kompetensi dan pelayanan mereka.

Diunggah oleh

Nurfadillah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan74 halaman

Kualitas Pelayanan Amil Zakat dan Kepuasan Muzakki

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan amil zakat terhadap kepuasan muzakki di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini penting karena kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas muzakki dalam menyalurkan zakat. Penelitian ini juga diharapkan memberikan masukan bagi pengelola zakat untuk meningkatkan kompetensi dan pelayanan mereka.

Diunggah oleh

Nurfadillah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AMIL ZAKAT

TERHADAP KEPUASAN MUZAKKI DI KABUPATEN


BULUKUMBA

PROPOSAL

NUR ISTAHSANA IQBAL


NIM: 105741101220

PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2024
KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA

JUDUL PENELITIAN:
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AMIL ZAKAT TERHADAP
KEPUASAN MUZAKKI DI KABUPATEN BULUKUMBA

PROPOSAL

Disusun dan Diajukan Oleh:

NUR ISTAHSANA IQBAL


NIM: 105741101220

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana


Ekonomi pada Program Studi Ekonomi Islam Fakutas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
2024

ii
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Gedung Iqra Lt. 7 Telp. (0411) 866972 Makassar

HALAMAN PERSETUJUAN
Judul Penelitian : Pengaruh Kualitas Pelayanan Amil Zakat Terhadap
Kepuasan Muzakki di Kabupaten Bulukumba
Nama Mahasiswa : Nur Istahsana Iqbal
No. Stambuk/ NIM : 105741101220
Program Studi : Ekonomi Islam
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Telah disetujui untuk dapat diseminarkan serta diuji pada Seminar Proposal
Penelitian.
Makassar, 6 Mei 2024
Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II

Dr. H Muhammad Najib Kasim, SE., [Link] Dr. Syahidah Rahman, [Link].,M.E.I
NBM: 861 013 NIDN : 2116019102

Mengetahui
Ketua Program Studi Ekonomi Islam

Dr. H Muhammad Najib Kasim, SE., [Link]


NBM: 861 013

DAFTAR ISI

iii
HALAMAN SAMPUL......................................................................................i

HALAMAN JUDUL.........................................................................................ii

LEMBAR PENGESAHAN..............................................................................iii

DAFTAR ISI....................................................................................................iv

DAFTAR GAMBAR........................................................................................vi

DAFTAR TABEL.............................................................................................vii

I. PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang......................................................................................1

B. Rumusan Masalah................................................................................6

C. Tujuan Penelitian..................................................................................6

D. Manfaat Penelitian................................................................................6

II. TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................8

A. Tinjauan Pustaka..................................................................................8

1. Kualitas Pelayanan............................................................................8

a. Pengertian Kualitas Pelayanan....................................................8

b. Prinsip-prinsip Kualitas Pelayanan...............................................10

c. Indikator Kualitas Pelayanan........................................................11

2. Amili Zakat.........................................................................................14

3. Kepuasan Muzakki (Penerima Zakat)...............................................19

a. Kepuasan......................................................................................19

b. Muzakki.........................................................................................20

c. Kepuasan Muzakki.......................................................................22

B. Penelitian Terdahulu.............................................................................25

C. Kerangka Pikir......................................................................................44

D. Hipotesis...............................................................................................47

iv
III. METODE PENELITIAN..............................................................................48

A. Jenis Penelitian.....................................................................................48

B. Lokasi dan Waktu Penelitian................................................................48

C. Jenis dan Sumber Data........................................................................48

D. Popolasi dan Sampel............................................................................49

E. Teknik Pengumpulan Data...................................................................50

F. Definisi Operasional..............................................................................51

G. Metode Analisis Data............................................................................53

H. Uji Hipotesis..........................................................................................54

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................56

v
DAFTAR GAMBAR

Tabel 2.1 Kerangka Pikir.................................................................................46

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Peneitian Terdahulu........................................................................25

Tabel 3.1 Skala Likert.....................................................................................42

Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel..........................................................51

vii
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki penduduk muslim

terbesar di dunia berdasarkan Royal Data (RISSC) Islamic Center For

Strategic Studies menjangkau pemeluk Islam di Indonesia sebesar 231,06 juta

orang sejalan dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, dan

mereka mempunyai solusi untuk menangani kerisis ini salah satunya dengan

zakat (Karatri, 2022). Masyarakat Kabupaten Bulukumba, penduduknya

mayoritas beragama Islam dan mata pencaharianya beragam. Seperti halnya

PNS (Pegawai Negeri Sipil), Pengusaha, Pedagang, Buruh, dan lain

sebagainya. Dari beragam mata pencaharian yang ada, yang menjadi

muzakki di Kabupaten Bulukumba umumnya berasal dari instansi-instansi

pemerintah. Jumlah penerima dana zakat di BAZNAS Kabupaten Bulukumba

sebesar Rp [Link] yang berasal dari penerima dana zakat sebesar

Rp. [Link] (Sari, 2022).

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh

umat Islam. Kewajiban zakat memiliki arti penting dalam ajaran Islam. Selain

merupakan hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Allah SWT,

zakat juga berperan dalam perekonomian dengan menjadi sarana

pemerataan pendapatan di antara umat Islam. setiap harta yang sudah

dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh dan

berkembang. Seperti yang ditulis dalam surah At-Taubah: (103) sebagai

berikut:

‫۝‬١ ‫ُخ ْذ ِم ْن َا ْم َوا ِل ِه ْم َص َد َق ًة ُت َط ِّه ُر ُه ْم َو ُت َز ِّك ْي ِه ْم ِب َها َو َص ِّل َع َل ْي ِه ْۗم ِا َّن َص ٰلو َت َك َس َك ٌن َّل ُه ْۗم َوال ّٰل ُه َس ِم ْي ٌع َع ِل ْي ٌم‬

1
2

Terjemahannya:
“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan
membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena
sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka.
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah:
9/103).

Pada ayat terebut Allah SWT. Memerintahkan Rasul-Nya dan orang

yang menggantikannya seperti imam kaum muslimin untuk memungut zakat

dari kaum mukmin demi membersihkan dan menyempurnakan imannya.

Artinya zakat dapat membersihkan manusia dari akhlak tercela, kekikiran dan

cinta yang berlebihan kepada harta benda. Zakat juga dapat menyuburkan

sifat-sifat kebaikan dalam hati manusia.

Untuk mencapai tujuan dari zakat, maka pemerintah mengeluarkan

Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2011 telah mengatur tentang pengelolaan

zakat yang didalamnya mengatur segala kegiatan yang berhubungnan

dengan perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan

terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan terhadap

dana zakat. Berdasarkan Undang – Undang tersebut hal yang sangat penting

yaitu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan

zakat dan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesajahteraan

masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Peraturan ini dikeluarkan oleh

pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi

pengelola zakat (Sobah, 2020).

Untuk mencapai potensi zakat serta tujuan zakat di Kabupaten

Bulukumba, BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat harus terus

berusaha keras dan bekerja secara serius dalam meningkatkan penerimaan

zakat serta menjaga muzakki agar tetap loyal terhadap badan pengumpul

zakat. Oleh karena itu BAZNAS Kabupaten Bulukumba harus memperhatikan


3

sisi muzakki yang merupakan pihak yang akan memberikan dana zakatnya.

Bagi muzakki, pelayanan yang tepat merupakan hal yang sangat penting.

Kualitas pelayanan menjadi komponen pokok dalam kinerja lembaga zakat.

Dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, terdapat beberapa

masalah yang dihadapi seperti kualitas sumber daya manusia masih rendah

karena kebanyakan tidak menjadikan pekerjaan amil zakat sebagai profesi,

melainkan pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu kosong (Kemenag,

2020). Sedangkan amil zakat (petugas pendistribuasian zakat) harus

merupakan orang yang profesional, karena saat perekrutan seorang amil

(petugas pendistribuasian zakat) harus memenuhi syarat-syarat seperti:

beragama Islam, berakhlak mulia, berakal, baligh, amanah, dan memiliki ilmu

pengetahuan tentang hukum-hukum zakat (Kurniawan, 2019).

Selain amil zakat harus memenuhi kriteria kelayakan sebagai amil zakat

juga harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugasnya seperti kualitas

pelayanan yang ditawarkan (Supriyadi, 2019). Kualitas pelayanan yang baik

diharapkan dapat mencapai kepuasan muzakki dalam membayar zakatnya di

lembaga amil zakat yang berkopenten. Service quality ini adalah salah satu

yang harus difahami oleh lembaga amil zakat sebagai salah satu peningkatan

kapasitas lembaga yang akan memberikan kepuasaan terhadap muzakki

(Rowi, 2020).

Kualitas pelayanan menurut J Supranto, merupakan sebuah hasil yang

harus dicapai dan dilakukan dengan sebuah tindakan. Namun tindakan

tersebut tidak terwujud dan mudah hilang akan tetapi dapat dirasakan dan

diingat (Harapah, 2022). Jika dikaitkan dengan kualitas pelayanan amil zakat

maka kualitas pelayanan merupakan bagian yang terpenting demi


4

terwujudnya sebuah hasil keseluruhan dengan sebuah tindakan yang

terkesan baik. Jika pelayanan yang diberikan memuaskan, tentunya

masyarakat akan puas serta semakin percaya dan loyal dalam menyalurkan

zakatnya.

Kualitas pelayanan sangat erat hubungannya dengan kepuasan

pelanggan. Menurut Maulidin et al (2022), Seorang pelanggan yang puas

adalah pelanggan yang mendapatkan value dari pemasok, value yang

dimaksudkan di sini ialah produk, pelayanan, atau yang bersifat emosi. Kalau

value pelanggan adalah pelayanan maka kepuasan akan datang apabila

pelayanan yang diperoleh benar-benar memuaskan. Pelanggan yang puas

adalah pelanggan yang akan berbagi kepuasan dengan produsen atau

penyedia jasa. Bahkan, pelanggan yang puas akan berbagi rasa dan

pengalaman dengan pelanggan lain. Oleh karena itu, perusahaan dan

pelanggan akan sangat diuntungkan jika kepuasan terjadi (Rahayu et al,

2020). Dalam penelitian ini yang menjadi pelanggan yang dimaksud pada

pengertian diatas ialah muzakki yang ada di Bulukumba khususnya

dikecamatan Ujung Bulu.

Penelitian terkait kualitas pelayanan pernah dilakukan oleh beberapa

penelitian terdahulu seperti, Musfirah (2018) dengan judul faktor-faktor yang

mempengaruhi tingkat kepuasan muzakki atas pendayagunaan dana zakat

pada program kesehatan di rumah sehat Basnaz Jakarta, dengan hasil

penelitiaannya menunjukkan bahwa wujud fisik dan jaminan berpengaruh

positif terhadap kepuasan muzakki, sedangkan kepedulian, kehandalan dan

daya tanggap tidak berpengaruh terhadap kepuasan muzakki.


5

Selanjutnya Gunawan (2017) dalam jurnalnya, menyatakan bahwa

lembaga zakat pada dasarnya dalam memberikan pelayanan haruslah yang

pertama haruslah transparan dan bisa menciptakan kepuasaan baik

kepuasaan para muzakki maupun para muzakki sehingga bisa menyebabkan

suatu loyalitas yang sangat besar sehingga akan semakin banyak zakat dan

wakaf yang diperoleh dan akhirnya disalurkan kepada para muzakki. Pihak

lembaga zakat haruslah berupaya bagaimana bisa menciptakan kepuasaan

bagi para muzakki sehingga dana yang diperoleh akan semakin banyak.

Selain transparansi harus juga membuat orang-orang yang terlibat dalam

lembaga zakat harus puas yang akhirnya akan loyal.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu tersebut dapat

disimpulkan bawha, puas tidaknya muzakki sangat bergantung pada

pelayanan pendistribusian zakat itu sendiri. Dari sejumlah pencarian

mengenai pengaruh pelayanan amil zakat terhadap kepuasan muzakki masih

sangat sedikit penelitian yang membahas hal tersebut terlebih khususnya di

Kabupaten Bulukumba. Selain itu, permasalahan yang terjadi sekarang ini

masih rendahnya kinerja lembaga zakat setidaknya disebabkan oleh

beberapa faktor seperti rendahnya penghimpunan zakat melalui lembaga amil

karena rendahnya kepercayaan terhadap lembaga amil, perilaku wajib zakat

(muzzaki) yang masih interpersonal dan lemahnya kapasitas kelembagaan

serta SDM zakat. Hal ini yang menarik peneliti melakukan penelitian yang

berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Amil Zakat terhadap Kepuasan

Muzakki di Kabupaten Bulukumba” dengan harapan dapat menjadi tumpuan

kuat bagi para amil akat untuk tetap meningkatkan kualitas pelayanan atau

kompensinya demi kepuasan dari penerima zakat (muzakki).


6

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh kualitas pelayanan amil zakat

terhadap kepuasan muzakki di Kabupaten Bulukumba?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualitas

pelayanan yang dimiliki amil zakat terhadap muzakki zakat di Kabupaten

Bulukumba.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau sumbangan

pemikiran untuk para petugas amil zakat khususnya pada pendistribusian

zakat di Kabupaten Bulukumba mengenai muzakki zakat terhadap kualitas

pelayanan yang dimiliki.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Peneliti

Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang dilakukan petugas

pendistribusi zakat di Kabupaten Bulukumba serta pengaruhnya

terhadap kepuasan penerima zakat.


7

b. Bagi petugas zakat di Kabupaten Bulukumba

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan

pemikiran bagi petugas zakat di Kabupaten Bulukumba untuk

meningkatkan kualitas pelayanan dan kompetensinya.

c. Bagi Pembaca atau Pihak lain

Penelitian ini diharapkan dapat menambah perbendaharaan karya

tulis ilmiah yang dapat digunakan sebagai bahan kajian lebih lanjut,

khususnya dibidang pengelolaan dan pendistribusian zakat.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

1. Kualitas Pelayanan

a. Pengertian Kualitas Pelayanan

Kualitas adalah tingkat mutu yang diterapkan, dan pengendalian

keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan

konsumen (Laksana, 2020). Sedangkan pelayanan menurut Lupioyoadi

adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak

kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya

interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang

disediakan oleh perusahaan pemberian pelayanan yang dimaksudkan

untuk memecahkan permasalahan konsumen atau pelanggan (Aries &

Fauziah, 2023).

Lehtinen mengemukakan bahwa pengertian pelayanan adalah

suatu kegiatan atau suatu urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi

langsung dengan manusia atau mesin secara fisik untuk menyediakan

kepuasan konsumen. Berdasarkan pengertian di atas dapat

disimpulkan bahwa kualitas pelayanan merupakan penilaian global,

berhubungan dengan suatu transaksi yang spesifik, serta kualitas

pelayanan merupakan ciri dari dan sifat dari pelayanan yang

berpengaruh kepada kemampuan pegawai untuk memuaskan

kebutuhan yang dinyatakan oleh konsumen atau yang tersirat dalam diri

pelanggan (Putra & Budiarti, 2023).

8
9
Kualitas pelayanan menurut Kotler (Nuzulia, 2020) adalah sebuah

kinerja yang dapat ditawarkan oleh seseorang kepada orang lain.

Kinerja ini dapat berupa tindakan yang tidak berwujud serta tidak

berakibat pada kepemilikan barang apapun dan terhadap siapapun.

Poin utamanya adalah pelayanan merupakan suatu tindakan yang

dilakukan oleh seorang penjual kepada pembeli atau konsumennya

demi memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Perilaku tersebut

bertujuan pada tercapainya kepuasan pelanggan itu sendiri. Sebuah

pelayanan dapat dilakukan pada saat konsumen memilih produk

maupun setelah selesai melakukan transaksi pembelian produk.

Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan dampak yang baik pula

bagi perusahaan karena akan menjadi pelanggan yang loyal dan

memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Menurut Ciptono (Nuzulia, 2020) untuk memberi kualitas

pelayanan yang baik, ada beberapa unsur penting, yaitu: Pertama,

kecepatan pelayanan. Pelayanan yang cepat dan responsive terhadap

keinginan konsumen akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada

nasabah. Kedua, Ketepatan. Ketepatan ini terkait dengan respon yang

sesuai dengan kebutuhan konsumen, disamping ketepatan waktu

pelayanannya. Ketiga, keramahan, keramahan terkait dengan sikap

karyawan dalam menghadapi nasabah. Karyawan yang sopan, ramah,

dan rapi akan berdampak pada kepuasan nasabah terhadap layanan

yang diberikan. Keempat, kenyamanan. Kenyamanan terkait dengan

tempat dan fasilitas yang diberikan kepada konsumen.


10

b. Prinsip-Prinsip Kualitas Pelayanan

Untuk menciptakan suatu gaya manajemen dan lingkungan yang

kondusif bagi perusahaan jasa untuk memperbaiki kualitas, perusahaan

harus mampu memenuhi enam prinsip utama yang berlaku baik bagi

perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa. Keenam prinsip

tersebut sangat bermanfaat untuk membentuk dan mempertahankan

lingkungan yang tepat untuk melaksanakan penyempurnaan kualitas

secara berkesinambungan dengan didukung oleh pemasok, karyawan

dan pelanggan (Ilahi & Arifuddin, 2022). Enam prinsip pokok tersebut

meliputi:

1) Kepemimpinan

Strategi kualitas perusahaan harus merupakan inisiatif dan

komitmen dari manajemen puncak. Manajemen puncak harus

memimpin perusahaan untuk meningkatkan kinerja kualitasnya.

Tanpa adanya kepemimpinan dari menejemen puncak, maka usaha

untuk meningkatkan kualitas hanya berdampak kecil terhadap

perusahaan.

2) Pendidikan

Semua personil perusahaan dari manajer puncak sampai

karyawan operasional harus memperoleh pendidikan mengenai

kualitas. Aspek-aspek yang perlu mendapatkan penekanan dalam

pendidikan tersebut meliputi konsep kualitas sebagai strategi bisnis,

alat dan teknik implementasi strategi kualitas, dan peranan eksekutif

dalam implementasi strategi kualitas.

3) Perencanaan
11

Proses perencanaan strategik harus mencakup pengukuran

dan tujuan kualitas yang dipergunakan dalam mengarahkan

perusahaan untuk mencapai visinya.

4) Review

Proses review merupakan satu-satunya alat yang paling efektif

bagi manajemen untuk mengubah perilaku organisasional. Proses ini

merupakan suatu mekanisme yang menjamin adanya perhatian yang

konstan dan terus-menerus untuk mencapai tujuan kualitas.

5) Komunikasi

Implementasi strategi kualitas dalam organisasi dipengaruhi

oleh proses komunikasi dalam perusahaan. Komunikasi harus

dilakukan dengan karyawan, pelanggan dan stake holder perusahaan

lainnya, seperti pemasok, pemegang saham, pemerintah, masyarakat

umum dan lainnya.

6) Penghargaan dan Pengakuan

Penghargaan dan pengakuan merupakan aspek yang penting

dalam implementasi strategi kualitas. Setiap karyawan yang

berprestasi baik perlu diberi penghargaan dan prestasinya tersebut

diakui. Dengan demikian dapat meningkatkan motivasi, moral kerja,

rasa bangga, dan rasa kepemilikan setiap orang dalam organisasi,

yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi besar bagi

perusahaan dan bagi pelanggan yang dilayani.

c. Indikator Kualitas Pelayanan

Ada cara utama yang digunakan pada perusahaan jasa yaitu

dengan memberikan suatu pelayanan terhadap jasa yang ditawarkan


12

perusahaan tersebut kepada pelanggan ataupun muzakki dengan

kualitas pelayanan yang lebih tinggi dari perusahaan non jasa yang lain

dikarenakan hal ini merupakan cara untuk memiliki persaingan yang

ketat dalam dunia perusahaan. Untuk menentukan kualitas pelayanan

suatau lembaga, terdapat lima dimensi ataupun lima indikator dalam hal

tersebut, antara lain (Nusulia, 2020):

1. Reliability (keandalan) ialah keahlian buat melakukan jasa yang

dijanjikan dengan pas serta terpercaya. Ukuran ini menampilkan

keahlian suatu lembaga untuk membagikan pelayanan secara akurat,

profesional serta bertanggungjawab dengan sesuai yang dijanjikan

serta terpercaya. Mutu pelayanan ini umumnya terlihat dalam kerja

tiap hari, misalnya bila pada kurun waktu tertentu frekuensi kesalahan

semakin besar, perihal ini hendaknya membagikan kualitas

pelayanan yang terus semakin menyusut, contohnya ketepatan

waktu, kecepatan dalam melayani muzakki.

2. Responsiveness (ketanggapan). Ukuran ini mencakup keinginan

untuk menolong muzakki serta membagikan pelayanan yang pas dan

cepat atau kilat. Tingkatan kepekaan yang besar terhadap muzakki

sangat butuh diiringi dengan aksi yang tepat danpas cocok dengan

kebutuhan tersebut.

3. Assurance (jaminan dan kepastian) ialah pengetahuan serta

kesopanan amil zakat untuk memunculkan keyakinan serta

kepercayaan. Perihal ini meliputi sebagian komponen antara lain

komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan

(security), kompetensi (competence) serta sopan santun (courtesy).


13

Wujud layanan langsung dalam bentuk ini dalam proaktif marketing

biasanya disebut dengan kontak tatap muka ataupun melalui telepon

hal ini menuntut petugas untuk melakukan tugasnya secara trampil

sehingga bisa meningkatkan serta menumbuhkan kesan yang

meyakinkan. Membekali diri dengan pengetahuan tentang produk

serta melatih diri untuk melayani sebaik-baiknya ialah tuntutan yang

harus dipenuhi sebelum muzakki melaksanakan kontak, contohnya

kepastian dalam pelayanan.

4. Empathy (empati) ialah membagikan suatu atensi yang tulus serta

bersifat individual ataupun pribadi yang diberikan kepada para

muzakki dengan berupaya menguasai kemauan muzakki. Dimana

suatu lembaga mempunyai penafsiran serta pengetahuan tentang

muzakki, menguasai apa itu kebutuhan muzakki secara khusus, dan

mempunya waktu pengoperasian untuk muzakki. Wujud atensi

terhadap muzakki bermacam-macam sesuai dengan keadaan

muzakki serta suasana kondisi yang ada, adakalanya seseorang

yang tiba dengan perasaan yang kalut, marah-marah, ataupun stress.

Seseorang marketing butuh menguasai perasaan yang semacam itu

supaya dapat melaksanakan tindakan yang cocok dengan keadaan

psikologis muzakki.

5. Tangible (berwujud) ialah keahlian suatu lembaga dalam

mewujudkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan serta

keahlian fasilitas dan prasarana raga lembaga yang bisa diandalkan

dalam kondisi area sekitarnya ialah fakta nyata pelayanan yang

diberikan oleh pemberi jasa. Hal ini meliputi fasilitas fisik (contoh:
14

gedung, gudang dan lain-lain), perlengkapan serta peralatan yang

digunakan dengan teknologi dan penampilan pegawainya. Berkenan

dengan daya tarik ataupun energi fasilitas fisik, perlengkapan dan

material yang di gunakan perusahaan serta penampilan pegawainya.

2. Amil Zakat

Secara bahasa, zakat berasal dari kata dasar (masdar) yang

bermakna berkah, tumbuh, bersih, dan baik. Sesuatu itu disebut zakat,

apabila sesuatu tersebut tumbuh dan berkembang. Secara istilah zakat

merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan oleh seorang muslim dari

harta yang dimiliki dan telah memenuhi kriteria wajib zakat (Hidayat dan

Mukhlisin, 2020). Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Al-Quran

menyandingkannya dengan shalat dalam 82 ayat. Allah SWT telah

menetapkannya sebagai kewajiban dalam Al-Quran dan melalui sunah

Rasulullah SAW, serta ijma’ seluruh ulama (Wemnebo et al, 2021). Salah

satu ayatnya yaitu Q.S Al-Baqarah:43:

‫وَ َا ِق ْي ُمواال َّص ٰلو َة َو ٰا ُتواال َّز ٰكو َة َوا ْر َك ُع ْوا َم َع ال ّٰر ِك ِع ْي َن‬

Terjemahannya:

“Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah


beserta orang yang rukuk." (Q.S Al-Baqarah: 2/43).

Zakat merupakan ibadah kepada Allah SWT yang memiliki tujuan

untuk mendekatkan diri kepadanya dan menolong anusia dari kemiskinan

dan kesengsaraan. Zakat pula bertujuan untuk mensucikan harta

seseorang, mengikis manusia dari sifat keserakahan, dan mencegah

penumpukan harta keayaan pada sebagian orang.


15

‫َل ْي َس ا ْل ِب َّر َا ْن ُت َو ُّل ْوا ُو ُج ْو َه ُك ْم ِق َب َل ا ْل َم ْش ِر ِق َو ا ْل َم ْغ ِر ِب َو ٰلـ ِك َّن ا ْل ِب َّر َم ْن ٰا َم َن ِبا ل ّٰل ِه َوا ْل َي ْو ِم ا ْل ٰا ِخ ِر َوا‬

‫ْل َم ٰٓل ِئ َک ِة َوا ْل ِك ٰت ِب َوا ل َّن ِب ّٖي َن ۚ  َو ٰا َتى ا ْل َما َل َع ٰلى ُح ِّب ٖه َذ ِوى ا ْل ُق ْر ٰبى َوا ْل َي ٰت ٰمى َوا ْل َم ٰس ِك ْي َن َوا ْب َن‬

‫ال َّس ِب ْي ِل ۙ  َوا ل َّس ٓا ِئ ِل ْي َن َو ِفى ال ِّر َقا ِب ۚ  َو َا َقا َم ال َّص ٰلو َة َو ٰا َتى ال َّز ٰکو َة ۚ  َوا ْل ُم ْو ُف ْو َن ِب َع ْه ِد ِه ْم ِا َذا ٰع َه ُد ْوا ۚ  َوا‬

‫ل ّٰص ِب ِر ْي َن ِفى ا ْل َب ْأ َس ٓا ِء َوا ل َّض َّر ٓا ِء َو ِح ْي َن ا ْل َب ْأ ِس ۗ  ُاو ٰٓل ِئ َك ا َّل ِذ ْي َن َص َد ُق ْوا ۗ  َو ُا و ٰٓل ِئ َك ُه ُم ا ْل ُم َّت ُق ْو َن‬

Terjemahanya:
“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah
timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan)
orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-
malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta
yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang
miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir),
peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya,
yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-
orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang
sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa
peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan
mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah
2/177).

Ayat diatas menyatakan amalan baik tidaklah terbatas pada shalat

shalat yang menghadap ke timur atau barat saja, namun amalan kebaikan

adalah beriman kepada Allah SWT. Hari kiamat, malaikat, kitab-kitab Allah,

dan semua rasul tanpa membeda-bedakan. Memberikan harta yang

dicintai kepada para kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang

kehabisan bekal, orang yang meminta pertolongan, budak yang ingin

menebus dirinya dari perbudakan, mendirikan shalat pada waktunya,

membayar zakat kepada yang berhak menerimanya, menepati janji serta

bersabar dalam menghadapi kemiskinan dan kecamuk peperangan.

Dalam agama Islam mengenal zakat yang diwajibkan kepada orang-

orang kaya ini bertujuan untuk mengurangi atau bahkan mengeliminasi

tingkat kemiskinan (Hizbullah et al, 2023). Zakat di satu sisi adalah ibadah

seperti shalat, puasa, dan haji. Namun di sisi lain, zakat adalah prinsip
16

utama keuangan dalam sebuah negara Islam. Lebih dari itu, zakat

merupakan salah satu instrumen asuransi sosial (al-dhaman al-ijtima’i).

Zakat juga mengokohkan dakhwah Islam, menjaga umat dari fitnah, dan

menguatkan perjuangan menegakan Islam di muka Bumi. Fungsi zakat

yang besar ini membuat zakat menempati posisi yang strategis dalam

risalah Islam. Zakat berfungsi untuk memberdayakan ekonomi umat

(Nurfiana & Zakinah, 2022). Pentingnya syari`at zakat dalam Islam dapat

dilihat dari kenyataan yang termaktub secara tegas dalam al-Qur`an.

Perintah penunaian zakat disebutkan secara berurutan dengan perintah

penegakan salat dalam ayat al-Qur`an, yang jumlahnya tidak kurang dari

28 kali. Dengan demikian dapat dipahami bahwa posisi zakat sejajar

dengan penegakan salat. Selain itu, zakat merupakan rukun Islam yang

ketiga dari lima rukun Islam. Begitu pentingnya kewajiban mengeluarkan

zakat, khalifah Abu Bakar As Shiddiq memerangi orang–orang yang

enggan membayar zakat (Canggih & Indrarini, 2021).

Penyelenggaraan zakat diatur dalam Undang-Undang Nomor 23

Tahun 2011 tentang penatausahaan zakat. Ruang lingkup pengelolaan

zakat dalam Perpres tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan sebagai

sarana koordinasi pengumpulan, penyaluran, dan penggunaan zakat.

Pengelolaan bertujuan untuk memastikan pelaksanaan yang sistematis dan

akuntabel, namun hal ini tidak disadari oleh pemahaman masyarakat.

Kemajuan implementasi UU No. 23 Tahun 2011 dipertanyakan karena

diyakini membatasi inisiatif untuk melaksanakan zakat dan

mendistribusikannya kepada masyarakat. Perspektif masyarakat pada

dasarnya bersifat konten, tetapi lebih kepada aspek teknis dan mekanisme
17

pelaksanaan, sehingga sangat realistis terhadap situasi sosial yang

ditantang (Maulana & Wahyuningsih, 2023).

Zakat tidak pernah lepas dari kata pendistribuasian. Pendistribusian

adalah menyalurkan atau penyaluran (pembagian, pengiriman) kepada

beberapa orang atau ke beberapa tempat dalam pembagian barang

keperluan sehari-hari dalam suatu wilayah geografi tertentu (Suryanto,

2016). Distribusi berakar dari bahasa Inggris distribution yang berarti

penyaluran. Sedangkan kata dasarnya to distribute berdasarkan kamus

bahasa inggris Indonesia bermakna membagikan, menyalurkan,

menyebarkan, mendistribusikan dan mengageni. Pendistribusian zakat

adalah suatu aktivitas atau kegiatan untuk mengatur sesuai dengan fungsi

manajemen dalam upaya menyalurkan dana zakat yang telah diterima dari

pihak muzakki kepada muzakki sehingga tercapainya tujuan organisasi

secara efektif (Sa’diyah, 2018).

Pendistribusian zakat merupakan perintah zakat yang dilakukan dan

diberikan kepada golongan sesuai dengan hukum syara’, maka hal

tersebut akan mendatangkan kemaslahatan (Ainiyah, 2021).

Pendistribusian zakat adalah suatu tindakan yang memiliki hubungan

langsung dengan orang-orang yang kekurangan dalam hal finansial

(keuangan). Oleh sebab itu, pendi stribusian zakat memiliki peran yang

sangat tinggi. Masalah penyaluran atau distibusi zakat untuk disalurkan

kepada masyarakat bagi setiap lembaga tidak bisa terlepas dari hal

tersebut. Dalam menentukan kebijakan distribusi lembaga penerima zakat

mempunyai hak dalam menentukannya (Nurwahyullah & Huda, 2022).


18

Pendistribusian zakat merupakan penyaluran atau pembagian dana

zakat kepada mereka yang berhak menerima (mustahiq). Distribusi zakat

mempunyai sasaran dan tujuan. Sasaran di sini adalah pihak-pihak yang

diperbolehkan menerima zakat, sedangkan tujuannya adalah

meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang perekonomian

sehingga dapat memperkecil kelompok masyarakat yang kurang mampu

(Fauzi et al, 2022).

Penjelasan dari Syeikh Dr. Yusuf Qardhawi (Saputra, 2023) yang

menjelaskan idealnya dalam pendistribusian zakat, dibagi menjadi

beberapa bagian, diantaranya;

a) Pertama, amil membagikan zakat kepada si fakir yang karena

pengangguran, dengan sebab ketidakmampuannya untuk bekerja;

seperti lansia, janda, yatim, orang yang terkena musibah, punya

penyakit turunan, tuna netra, disabilitas dan sejenisnya, selain orang

mampu,

b) Kedua sebagian amil mengurus si miskin yang tidak berpenghasilan

cukup, sedangkan keluarga dan tanggungannya banyak,

c) Ketiga sebagian amil yang mengurus gharimin atau orang yang memiliki

hutang karena sesuatu yang mubah, termasuk orang yang terkena

bencana,

d) Keempat sebagian amil yang mengurus orang yang terlantar, bantuan

bagi para imigran yang mengungsi ke negara lain yang membutuhkan

bantuan,

e) Kelima terdapat amil yang bertugas untuk berdakwah Islam kepada

mereka yang non-muslim.


19

Tujuan utama dari pendistribusian zakat adalah pemerataan

kekayaan, zakat apabila didistribusikan tepat sasaran akan membangun

pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan pendapatan. Pendistribusian

zakat diperlukan agar menanggulangi permasalahan yang dihadapi para

muzakki secara jangka pendek, menengah maupun panjang, berhubungan

dengan kebutuhan sehari-hari muzakki. Biasanya bantuan yang diberikan

berupa kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sebagai contoh konkrit

pembagian bantuan sembako agar mereka tidak kelaparan, biaya

pendidikan agar mereka tetap sekolah, bantuan pakaian agar mereka bisa

berpakaian dengan layak, bantuan Kesehatan ketika mereka sedang sakit,

dan bantuan rehab rumah agar mereka tetap sehat tinggal di rumah yang

layak huni (Hartono, 2021).

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa

Pendistribusian zakat adalah aktivitas atau kegiatan untuk mengatur sesuai

dengan fungsi sebagai upaya menyalurkan dana zakat yang telah diterima

dari pihak pemberi zakat kepada pihak penerima zakat sehingga tercapai

tujuan zakat secara efektif.

3. Kepuasan Muzakki (Penerima Zakat)

a. Kepuasan

Menurut Kotler kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa

seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau

kesannya terhadap hasil kinerja suatu produk/jasa dan harapan-

harapannya. Pelanggan dapat mengalami salah satu dari tiga tingkat

kepuasan yang umum. Jika kinerja sesuai harapan, pelanggan puas,

jika kinerja melebihi harapan, nasabah sangat puas, senang, dan


20

gembira dan jika kinerja tidak sesuai dengan harapan maka pelanggan

tidak puas (Zikri & Harahap, 2022).

Menurut Tjiptono kepuasan pelanggan merupakan hal yang

sangat penting, karena puas tidaknya pelanggan sangat mempengaruhi

maju atau mundurnya suatu perusahaan yang berorientasi pelanggan.

Kepuasan pelanggan berkontribusi pada aspek penting, seperti

terciptanya loyalitas pelanggan, meningkatnya reputasi perusahaan,

berkurangnya elastisitas harga, berkurangnya biaya transaksi masa

depan, meningkatnya efisiensi karyawan dan produktivitas kerja serta

salah satu indikator terbaik untuk laba masa depan (Sasongko, 2021).

Sedangkan menurut Amir, kepuasan pelanggan adalah sejauh mana

manfaat sebuah produk dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang

diharapkan pelanggan. Dalam menyikapi kepuasan pelanggan, amil

lebih menekankan kepada manfaat yang dirasakan dengan harapan dari

pelanggan terhadap produk yang bersangkutan (John et al, 2023).

b. Muzakki

Orang-orang yang berhak menerima zakat disebut dengan

Muzakki zakat. Kata asal muzakki yaitu haqqo yahiqqu hiqqon wa

hiqqotan yang artinya kebenaran, hak, dan kemestian. Muzakki isim fail

dari istihaqqo yastahiqqu, istihqoq, artinya yang berhak atau yang

menuntut hak. Seseorang tidak berhak menerima zakat (tidak dianggap

sebagai muzakki), kecuali seorang muslim yang merdeka (bukan

gharimin), bukan seorang anggota suku Bani Hasyim atau Bani

Muththalib, dan harus memiliki salah satu sifat di antara sifat-sifat

kedelapan asnaf (kelompok) yang termasuk dalam Al-Qur`an (Abu


21

Hamid al-Ghazzali Asrar ash-Shaum wa Asrar az-Zakat, hlm.129).

Dengan kata lain, zakat tidak boleh disalurkan kepada orang kafir, orang

yang masih status gharimin, atau seorang anggota suku Bani Hasyim

dan Bani Muththalib. Dalil yang menjelaskan batasan-batasan muzakki

seperti sudah kita ketahui, kalau soal zakat itu dalam Al-Qur`an

disebutkan secara ringkas, maka secara khusus pula Al-Qur`an telah

memberikan perhatian dengan menerangkan kepada siapa zakat itu

harus diberikan. Tidak diperkenankan para penguasa membagikan

zakat menurut kehendak mereka sendiri, karena dikuasai nafsu atau

karena adanya fanatik buta (Muzayyanah dan Yulianti, 2020).

Adapun orang yang berhak menerima zakat ada 8 golongan.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah/9:60:

‫ِا َّن َما ال َّص َد ٰق ُت ِل ْل ُف َق َر ۤا ِء َوا ْل َم ٰس ِك ْي ِن َوا ْل ٰع ِم ِل ْي َن َع َل ْي َها َوا ْل ُم َؤ َّل َف ِة ُق ُل ْو ُب ُه ْم َو ِفى ال ِّر َقا ِب َوا ْل ٰغ ِر ِم ْي َن َو ِف ْي‬

‫َس ِب ْي ِل ال ّٰل ِه َوا ْب ِن ال َّس ِب ْي ِۗل َف ِر ْي َض ًة ِّم َن ال ّٰل ِه ۗ َوال ّٰل ُه َع ِل ْي ٌم َح ِك ْي ٌم‬

Terjemahannya:
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang
fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya
(mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk
(membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah
dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan,
sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui,
Mahabijaksana”.

Pada ayat diatas menjelaskan mengenai golongan-golongan yang

dapat menerima zakat. Adapun golongannya yaitu:

a) Orang fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai

harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.

b) Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam

Keadaan kekurangan.
22

c) Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan

membagikan zakat.

d) Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang

baru masuk Islam yang imannya masih lemah.

e) Memerdekakan gharim: mencakup juga untuk melepaskan Muslim

yang ditawan oleh orang-orang kafir.

f) Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan

yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang

yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar

hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

g) Pada jalan Allah (fi sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan

Islam dan kaum muslimin di antara mufasirin ada yang berpendapat

bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingankepentingan umum

seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

h) Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat

mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat (muzakki zakat)

itu ada delapan golongan. Akan tetapi para ulama berbeda pendapat di

dalam membagikan zakat kepada masing-masing dari mereka, apakah

wajib dibagikan kepada delapan golongan tersebut atau boleh hanya

kepada salah satu golongan saja. Salah satu masalah yang banyak

dibicarakan dalam Al-Qur’an adalah zakat (Anis, 2020).

c. Kepuasan Muzakki

Berdasarkan SERVQUAL (service quality) kualitas pelayanan

pada dasarnya adalah hasil persepsi dalam benak muzakki. Service


23

quality ini terbentuk dalam benak muzakki setelah ia membandingkan

antara kualitas pelayanan yang mereka terima dan mereka harapkan.

Perbandingan antara persepsi dan harapan biasanya memunculkan dua

kemungkinan, yaitu: pertama, persepsi itu lebih besar dari pada

keinginan, yang berarti pelanggan merasa puas dengan kualitas

pelayanan yang diberikan oleh lembagas tersebut, persepsi kedua yaitu

persepsi lebih kecil dari pada harapan yang berarti harapan pelanggan

terhadap kualitas pelayanan tidak tercapai (Nurfadli et al, 2020).

Kepuasan muzakki dapat diukur menggunakan teknik pengukuran

kepuasan, untuk mengetahui muzakki puas atau tidak. Hawkins dan

Lonney mengungkapkan tiga aspek penting yang perlu ditelaah dalam

rangka mengukur kepuasan muzakki (Maghfiroh, 2020) yaitu:

1) Kesesuaian harapan

2) Minat berkunjung kembali

3) Kesediaan merekomendasi

Berikut adalah beberapa indikator dari kepuasan seorang muzakki

dari beberapa teori, antara lain dari:

Hendriyanto (2016) yang menurut teorinya ada dua indikator

dalam melihat nilai kepuasan dari muzakki, ialah:

1. Adanya persepsi muzakki dari bagaimana suatu pelayanan yang

diberikan Lembaga tersebut.

2. Pembelian ulag jasa. Seorang Muzakki mengulang Kembali

penggunaan jasa atau yang disebut juga repeat order. Hal tersebut

terjadi apa bila muzakkinya merasakan adanya nilai kepuasan pada

dirinya di pelayanan Lembaga tersebut.


24

3. Rekomendasi jasa. Rekomendasi jasa dari muzakki akan kualitas

pelayanan bisa terjadi apa bila Lembaga tersebut melayani seorang

muzakki dengan beberapa cara agar merasa puas, senang, nyaman

dan akan merekomendasikan pada calon muzakki.

Kepuasan muzakki merupakan suatu hal yang sangat penting dan

harus dipikirkan oleh lembaga amil zakat ataupun organisasi nirlaba

lainnya. Dapat dijadikan suatu proses pengembangan dan masukan

bagi implementasi dalam strategi peningkatan kepuasan muzakki di

lembaga tersebut. Menurut Danang (sunyoto, 2012), dalam kepuasan

muzakki ini dapat diukur dengan beberapa metode, antara lain:

1. Survey Kepuasan Muzakki, metode ini sudah umum dilakukan oleh

beberapa lembaga untuk mengetahui seberapa besar nilai atau

tingkat kepuasan muzakki di lembaga tersebut dari beberapa

program maupun kegiatannya, dengan menyurvei kepuasan muzakki

melalui, pos, telepon, media online, media cetak, ataupun dengan

wawancara langsung.

2. Lost Costumer Analysis (Analisis Muzakki yang Hilang), dengan

metode ini suatu lembaga dapat memahami dan mengetahui kenapa

seorang muzakki telah berpindah ke lembaga lain atau bisa dibilang

juga menjadi muzakki non aktif, lembaga bisa mengetahuinya dengan

cara menghubungi langsung ke muzakki tersebut.

3. Ghost Shopping (Perbelanjaan Bayangan), dengan cara memantau

pesaing menggunakan orang ke tiga atau bisa kita sebut orang yang

ditunjuk lembaga tersebut menjadi muzakki pada lembaga lain agar


25

memperoleh kepuasan muzakki lain pada lembaga tersebut kenapa

muzakki tersebut sangat puas sekali pada pilihannya.

4. Sistem Keluhan dan Sasaran, secara umum seluruh lembaga

menggunakan metode ini dengan berbagai macam pilihan yaitu

dengan adanya kritik dan saran kepada lembaga tersebut, jadi

seorang muzakki ketika sesudah melakukan transaksi apapun di

lembaga tersebut maka lembaga tersebut juga menyampaikan

beberapa pertanyaan saran maupun membuka kritikan bagi muzakki

untuk bisa di analisis kembali oleh lembaga pengelola zakat atau

Lembaga Amil Zakat tersebut.

B. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama Judul Variabel Alat Hasil


Peneliti Penelitian (kuantitatif) Analisis Penelitian
dan
Tahun
Penelitian
1 Febrianti Pengaruh X: Kuantitatif 1) Kompetensi
(2023) Kompetensi Kompetensi, amil
Amil, profesionalism berpengaruh
Profesionalisme e, positif dan
Kerja dan kepercayaan. signifikan
Kepercayaan Y: terhadap
Muzaki Pengelolaan pengelolaan
terhadap zakat, infaq,
Pengelolaan dan shadaqah
Zakat, Infaq, di lembaga
dan Shadaqah amil zakat
solopeduli
surakarta.
Hasil di
simpulkan
bahwa
semakin baik
kompetensi
amil maka
pengelolaan
zakat, infaq,
26

dan shadaqah
akan semakin
meningkat. 2)
Profesionalism
e kerja
memiliki
pengaruh
positif dan
signifikan
terhadap
pengelolaan
zakat, infaq,
dan shadaqah
di lembaga
amil zakat
solopeduli
surakarta.
Hasil di
simpulkan
bahwa
semakin tinggi
profesionilme
kerja maka
pengelolaan
zakat, infaq,
dan shodaqah
akan semakin
meningkat. 3)
Kepercayaan
memiliki
pengaruh
positif dan
signifikan
terhadap
pengelolaan
zakat, infaq,
dan shodaqah
di lembaga
amil zakat
solopeduli
surakarta. Dari
hasil tersebut
dapat di
simpulkan bila
kompetensi
amil dan
profesionalism
e kerja baik
maka tingkat
kepercayaan
27

muzakki juga
akan
meningkat
sehingga
meyebabkan
pengelolaan
zakat, infaq
dan shodaqah
yang baik dan
optimal di
lembaga amil
zakat
solopeduli
surakarta.
Persamaan
dari Penelitian
ini yaitu sama-
sama meneliti
mengenai
pengaruh dari
kompetensi
yang dimiliki
amil zakat,
sedangkan
yang
membedakan
dari penelitian
ini yaitu pada
penelitian ini
hanya akan
meneliti
mengenai
pengaruh
kompetensi
amil zakat
terhadap
kepuasan
penerima
zakat, selain
itu subjek yang
akan diteliti
juga berbeda.

2 Rahayu Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif kualitas


(2021) Kualitas Pelayanan. pelayanan
Pelayanan Y: dengan
Terhadap Kepercayaan kepuasan
Kepuasan dan dan kepuasan. muzakki
Kepercayaan sebesar 0,263
Muzakki Pada yang berarti
28

BAZNAS kulitas
Kephiang pelayanan
yang diebrikan
BAZNAS
Kepahiang
agak rendah
atau belum
terlalu
dirasakan oleh
muzakki,
sedangkan
pengaruh
kualitas
pelayanan
terhadap
kepercayaan
muzakki
sebesar 0,448
yang berarti
bahwa kualitas
pelayanan
yang diberikan
oleh BAZNAS
Kehapiang
belum terlalu
dapat
dirasakan oleh
mzakki atau
agak rendah
kualitas yang
dirasakan
muzakki dan
masih perlu
ditingkatkan
lagi.
Persamaan
dari penelitian
ini adalah
sama-sama
meneliti
tentang
pengaruh dari
kualitas
pelayanan
petugas zakat,
sedangkan
yang
memebedakan
adalah pada
penelitian ini
29

objek yang
diteliti yaitu
penerima
zakat atau
muzakki.
3 Aranda Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif v
(2020) Kualitas Pelayanan. ariabel
Pelayanan dan Y: Kepuasan kualitas
Kepuasan terhadap pelaya
Terhadap loyalitas nan
Loyalitas muzakki memilik
Muzakki Lazismu. i
Lazismu pengar
Kalimantan uh
Barat positif
dan
signifik
an
terhada
p
loyalita
s
muzak
ki
LAZIS
MU
Kalima
ntan
Barat.
Dibukti
kan
dengan
nilai
thitung
sebesa
r 3,550
dan ttabel
sebesa
r 2,037,
dengan
signifik
an
sebesa
r 0,001.
Kemudi
an
variabe
l
kepuas
an
30

memilik
i
pengar
uh
positif
dan
signifik
an
terhada
p
loyalita
s
LAZIS
MU
Kalima
ntan
Barat.
Dibukti
kan
dengan
nilai
thitung
sebesa
r 2,693
dan ttabel
sebesa
r 2,037,
dengan
signifik
an
sebesa
r 0,011.
Terakhi
r
adalah
kualitas
pelaya
nan
dan
kepuas
an
secara
simulta
n atau
bersam
a-sama
memilik
i
pengar
uh
31

yang
positif
dan
signifik
an
terhada
p
loyalita
s
muzak
ki.
Dibukti
kan
dengan
nilai
fhitung
sebesa
r 37,25
dan ftabel
sebesa
r 3,29
dengan
signifik
an
sebesa
r 0,00.
Dikaren
akan
nilai
fhitung >
ftabel dan
signifik
ansi ≤
0,05,
maka
dapat
disimpu
lkan
bahwa
kualitas
pelaya
nan
dan
kepuas
an
secara
simulta
n dapat
mempe
ngaruhi
32

loyalita
s
muzak
ki
LAZIS
MU
Kalima
ntan
Barat.

4 Rowi Pengaruh X: Kualitas Kuantatatif Hasil


(2020) Kualitas Pelayanan. penelitian
Pelayanan Y: Kepuasan mengungkapk
Lembaga Amil muzakki an bahwa
Zakat Nasional variabel
(LAZNAS) kualitas
Terhadap pelayanan (X)
Kepuasan berdasarkan
Muzakki indikator daya
tanggap,
keandalan,
jaminan atau
kepastian,
bukti langsung,
dan empati
termasuk pada
kategori
sangat baik
dan variabel
kepuasan
muzakki (Y)
dengan
indikator
terpenuhinya
harapan,
perasaan
senang dan
nyaman,
perasaan puas
aterhadap
pilhan berada
dalam kategori
sangat baik.
Berdasarkan
beberapa
analisis data
yang dilakukan
peneliti
terhadap
kedua variabel
33

diperoleh
distribusi data
yang
berdistribusi
normal. Dalam
uji asumsi
klasik variabel
tidak terdapat
masalaha
sehingga
dapat
dilakukan
analisis regresi
Hasil dari uji
regresi yang
diperoleh
peneliti yaitu
persamaan
regresi Y =
2,449 + 0,446
X. Hasil uji
parsial (T) X
terhadap Y
menunjukkan
Thitung>Ttabel
(17,795>1,652
) dengan sig.
0,00
Berdasarkan
hasil uji
koefisien
determinasi
diketahui
bahwa nilai
koefisien
korelasi R
sebesar 0,783
atau sebesar
78,3%, ini
berarti
pengaruh
kualitas
pelayanan
terhadap
kepuasan
muzakki
sebesar
78,3%.
Sedangkan
21,7%
34

dipengaruhi
oleh variabel
lain.

5 Nuzulia Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif Hasil


(2020) Kualitas Pelayanan. penelitian
Pelayanan Y: Kepuasan secara
Lembaga Zakat Mustahik bersama-sama
Terhadap (simultan)
Kepuasan menunjukkan
Mustahik Di bahwa variabel
Baitul Mal Aceh kehandalan,
ketanggapan,
jaminan,
empati, dan
bukti fisik
berpengaruh
terhadap
kepuasan
mustahik,
sedangkan
hasil penelitian
secara
terpisah
(parsial)
menunjukkan
bahwa variabel
kehandalan,
ketanggapan,
dan bukti fisik
berpengaruh
sedangkan
variabel
jaminan dan
variabel
empati tidak
berpengaruh
terhadap
kepuasan
mustahik di
Baitul Mal
Aceh.

6 Sutomo et Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif Hasil


al (2016) Kualitas Pelayanan penelitian
Pelayanan AmilI Zakat. menunjukkan
Lembaga Amil Y: Kepuasan bahwa empat
Zakat (LAS) dan Loyalitas dimensi yaitu
Terhadap Muzakki Compliance,
Kepuasan dan Assurance,
35

Loyalitas Reliability dan


Muzakki (Studi Empathy
Kasus LAS memiliki
PKPU pengaruh
Yogyakarta) signifikan
terhadap
kepuasan.
Hasil analisis
IPA
menunjukkan
bahwa atribut
pelayanan
yang harus
ditingkatkan
kinerjanya
yaitu
permasalahan
zakat
diselesaikan
dengan cepat
dan segera
dan karyawan
merespon dan
menindaklanjut
i keluh kesah.
Penelitian ini
juga
menunjukkan
bahwa
kepuasan
Muzakki
Memengaruhi
loyalitas dan
nilai indeks
kepuasan
Muzakki
sebesar
82,34% yang
berarti bahwa
Muzakki telah
merasa puas
dengan
pelayanan
yang diberikan
dan tingkat
loyalitas
Muzakki
sebesar 84,7%
yang berarti
bahwa
36

Muzakki telah
loyal kepada
LAZ PKPU
Yogyakarta

7 Tristiar Pengaruh X: Kuantitatif 1. Variabel


(2023) Transparansi, Transparansi, transparansi
Akuntanbilitas, Akutanbilitas berpengaruh
dan Kualitas dan Kualitas positif
Pelayanan Pelayanan signifikan
Terhadap AmilI Zakat. terhadap
Kepercayaan Y: kepercayaan
Muzakki pada Kepercayaan muzakki.
Badan Amil Muzakki Hipotesis
Zakat Nasional pada
Kota Semarang variabel
pertama di
penelitian ini
bisa
diterima.
Semakin
baik
transparansi
yang
dilakukan
oleh
BAZNAS
Kota
Semarang
maka
berbanding
lurus
terhadap
tingkat
kepercayaan
muzakki di
BAZNAS
Kota
Semarang.
2. Variabel
akuntanbilita
s memiliki
pengaruh
positif dan
signfikan
terhadap
kepercayaan
muzakki.
Hipotesis
pada
37

variabel
kedua pada
penelitian ini
bisa
diterima.
Semakin
baik
akuntanbilita
s yang
dilakukan
oleh
BAZNAS
Kota
Semarang,
maka
berbanding
lurus
terhadap
tingkat
kepercayaan
muzakki di
BAZNAS
Kota
Semarang
3. Variabel
kualitas
pelayanan
mempunyai
pengaruh
tidak
signfikan
terhadap
kepercayaan
muzakki.
Hipotesis
pada
variabel
ketiga di
penelitian
ditolak

8 Rahmawat Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif Dari


(2023) Kualitas Pelayanan penelitian ini
Pelayanan Y: Kepuasan dapat
Terhadap Muzakki disimpulkan
Kepuasan bahwa
Muzakki variabel
Lembaga Amil pada kualitas
Zakat Infaq dan pelayanan
Shadaqah tidak
38

Nahdhatul semuanya
Ulama (Lazisnu) berpengaruh
Gunungkidul positif dan
signifikan
terhadap
kepuasan
muzakki
LAZISNU
Gunungkidul.
Hasil
pengujian ini
menghasilka
n koefisien
determinasi
sebesar
0,468 yang
berarti
kualitas
pelayanan
mampu
mempengaru
hi kepuasan
muzakki
LAZISNU
Gunungkidul
sebesar
46,8%.
Artinya,
kualitas
pelayanan
bukan satu-
satunya
factor yang
mempengaru
hi kepuasan
muzakki
LAZISNU
Gunungkidul,
akan tetapi
factor
lainnya yang
mempengaru
hi selain
variabel
bebas yang
dipakai
dalam
penelitian ini.

9 Suharli & Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif Hasil


39

Bahariska, Kualitas Pelayanan penelitian


2021 Pelayanan Y: Kepuasan menunjukka
Terhadap Muzakki n bahwa
Keputusan kualitas
Muzakki pelayanan
Menjadi berpengaruh
Nasabah Di signifikan
BAZNAS Kota terhadap
Makassar keputusan
muzakki
dibuktikan
dengan nilai
t hitung
2,651, nilai
signifikansi
0,009 < 0,05.
perhitungan
dilakukan
untuk
mengukur
variabel
bebas dan
variabel
terikat yang
dapat
dijelaskan
dengan
model
regresi linier
sederhana.
Dan hasil
regresi
diperoleh
nilai R
Square (R2)
sebesar
0,567 yang
artinya
variabel
kualitas
pelayanan
dalam
penelitian ini
berpengaruh
56,7%
terhadap
keputusan
muzakki,
sedangkan
sisanya
40

44,,3%
dipengaruhi
oleh faktor
lain. tidak
diperiksa
oleh peneliti.
Implikasi dari
penelitian ini
diharapkan
kepada para
muzakki
BAZNAS
Kota
Makassar
untuk
melihat dan
menentukan
beberapa
poin penting
untuk
memutuskan
salah
satunya
adalah gaya
analitis yang
merupakan
kekuatan
atau titik
pengambilan
keputusan
yang
mendalam
dengan
prioritas
tinggi untuk
vangueness
toleransi dan
cara berpikir
rasional.

10 Rochman Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif Pertama,


et al, 2017 Kualitas Pelayanan pengujian
Pelayanan Y: Kepuasan yang
Terhadap dan Loyalitas dilakukan
Kepuasan Dan Muzakki terhadap
Loyalitas hipotesis 1
Muzakki Di Amil yaitu kualitas
Zakat Daerah pelayanan
Kabupaten berpengaruh
Cilacap positif
41

terhadap
kepuasan
muzakki.
Nilai
koefisien
antara
variabel
kualitas
pelayanan
dengan
kepuasan
muzakki di
BAZNAS
Kabupaten
Cilacap yang
dibentuk
menghasilka
n sebuah
hubungan
yang positif..
Meskipun
demikian
hasil korelasi
sebesar
0,417 hal ini
menunjukka
n bahwa
kualitas
pelayanan
yang
diberikan
oleh
BAZNAS
Kabupaten
Cilacap
belum terlalu
dapat
dirasakan
oleh muzakki
di BAZNAS
Kabupaten
Cilacap atau
bisa
dikatakan
kualitas
Pelayanan
masih agak
rendah.
Kedua,
Berkenaan
42

dengan
pengujian
hipotesis 2
yaitu kualitas
pelayanan
berpengaruh
terhadap
loyalitas
muzakki.
Nilai
koefisien
antara
variabel
kualitas
pelayanan
dengan
loyalitas
muzakki di
BAZNAS
Kabupaten
Cilacap yang
dibentuk
menghasilka
n sebuah
hubungan
yang positif.
Demikian
pula hasil
korelasi
sebesar
0,371 artinya
kualitas
pelayanan
yang
diberikan
oleh
BAZNAS
Kabupaten
Cilacap
belum terlalu
dapat
dirasakan
oleh muzakki
di BAZNAS
Kabupaten
Cilacap atau
bisa
dikatakan
masih agak
rendah
43

Ketiga,
pengujian
yang
dilakukan
terhadap
hipotesis 3.
Kepuasan
muzakki
berpengaruh
terhadap
loyalitas
muzakki.
Nilai
koefisien
antara
variabel
kepuasan
muzakki
dengan
loyalitas
muzakki di
BAZNAS
Kabupaten
Cilacap yang
dibentuk
menghasilka
n sebuah
hubungan
yang positif.
Hasil
korelasi
sebesar
0,467
menujukan
bahwa
kepuasan
muzakki
terhadap
loyalitas
muzakki
belum terlalu
dapat
dirasakan
oleh muzakki
di BAZNAS
Kabupaten
Cilacap atau
bisa
dikatakan
masih agak
44

rendah.

11 Fadiah et Pengaruh X: Kualitas Kuantitatif 1. Kualita


al (2023) Kualitas Pelayanan s pelayanan
Pelayanan dan dan memiliki
Profesionalisme Profesionalism pengaruh
Amil Terhadap e Y: Minat positif dan
Minat Muzakki Membayar signifikan
Membayar Muzakki terhadap
Zakat Pada minat
BAZNAS muzakki
Kabupaten membayar
Pinrang zakat pada
BAZNAS
Kabupaten
Pinrang.
Sehingga
dengan
kualitas
pelayanan
yang baik
yang
diberikan
oleh
lembaga
zakat
membuat
muzakki
merasa
nyaman
yang dimana
akan
menumbuhk
an minat
muzakki
untuk
mengeluarka
n zakatnya
pada
BAZNAS
Kabupaten
Pinrang.
2. Profesi
onalisme
amil
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap
minat
45

muzakki
membayar
zakat pada
BAZNAS
Kabupaten
Pinrang,
dengan
semakin
baiknya
profesionalis
me amil
dalam
mengelola
dana zakat
akan
meningkatka
n
kepercayaan
muzakki
sehingga
muzakki
berminat
untuk
membayar
zakat pada
BAZNAS
3. Kualita
s pelayanan
dan
profesionalis
me amil
berpengaruh
secara
simultan
atau
bersama-
sama
terhadap
minat
muzakki
membayar
zakat pada
BAZNAS
Kabupaten
Pinrang,
artinya
semua
variabel
independen
tersebut
46

sangat
berpengaruh
terhadap
minat
muzakki
untuk
membayar
zakat.

C. Kerangka Pikir

Kerangka berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variable

yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan teori-

teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis

dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan variable

yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut selanjutnya

digunakan untuk merumuskan hipotesis (Sugiyono, 2017).

Pada penelitian ini kepuasan muzakki merupakan suatu hal sangat

berharga demi mempertahankan eksistensi suatu lembaga zakat dimasa akan

datang. Layanan yang diberikan kepada muzakki akan memunculkan rasa

puas atau tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil)

yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Apabila persepsi terhadap

kinerja tidak dapat memenuhi harapan pelanggan maka akan terjadi

ketidakpuasan begitupun sebaliknya (Kotler dan Keller, 2010).

Menurut Tjiptono kualitas pelayanan bila dikelola dengan tepat,

berkontribusi positif terwujudnya kepuasan. Kualitas memberikan nilai suatu

dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan relasi saling

menguntungkan dalam jangka panjang dengan perusahaan. Menurut Kotler

dan Keller (2010) Kepuasan adalah merupakan perasaan senang atau

kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi


47

kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-

harapannya. Sehingga kepuasan Muzakki merupakan aspekpenting yang

harus selalu diperhatikan oleh perusahaan.

Dari hal tersebut disusunlah model konseptual tentang teori yang

berhubungan dengan berbagai faktor yang telah didefinisikan sebagai pokok

permasalahan yang disebut dengan kerangka pemikiran dan digambarkan

sebagai berikut:

1. .S At-Taubah:9/103
2. Q.S Al-Baqarah:2/43
3. Q.S Al-Baqarah: 2/177

Pengaruh Kualitas Pelayanan Amil Zakat


terhadap Kepuasan Muzakki di Kabupaten
Bulukumba

Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan amil zakat terhadap kepuasan


Muzakki di Kabupaten Bulukumba?
48

Variabel X
Kualitas pelayanan
Variabel Y
Kepuasan muzakki

 Reliability
 Responsivenes
s
 Assurance
 Empathy
 Tangible

Sumber data: Nusulia,


2020
 Kesesuaian
harapan
 Minat berkunjung
kembali
 Kesediaan
merekomendasi

Sumber data: Maghfiroh,


2020
49

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

D. Hipotesis

Hipotesis ialah pernyataan mengenai satu atau lebih populasi yang

perlu dibuktikan kebenarannya melalui prosedur pengujian hipotesis. Dalam

penelitian ini, hipotesis yang di ajukan adalah :

H0 : Tidak terdapat pengaruh signifikan variabel kualitas pelayanan

amil zakat secara parsial terhadap kepuasan muzakki di

Kabupaten Bulukumba

Ha : Terdapat pengaruh signifikan variabel variabel kualitas

pelayanan amil zakat secara parsial terhadap kepuasan

muzakki di Kabupaten Bulukumba


III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis pendekatan kuantitatif, dimana jenis

kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada

filsafah positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data

bersifat kuantitatif/statistik untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan

(Sugiyono, 2017).

Jenis penelitian ini menggunakan asosiatif yaitu suatu penelitian yang

bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih, dengan

menggunakan hubungan kausal yang berarti hubungan yang bersifat sebab

akibat (Wardani, 2020). Variabel yang diangkat dalam penelitian ini meliputi

variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) pada penelitian

ini adalah kompetensi amil zakat. Sedangkan variabel terikat (Y) yaitu

kepuasan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten

Bulukumba yang merupakan salah satu Kabupaten di Provensi Sulawesi

Selatan, karena di BAZNAS Kabupaten Bulukumba kualitas sumber daya

manusia masih tergolong rendah dan kebanyakan tidak menjadikan pekerjaan

amil zakat sebagai profesi, dalam jangka waktu 1 bulan.

C. Jenis dan Sumber Data

1. Data Primer

Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik

individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau pengisian

48
49

kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (Sugiyono, 2017). Data primer

dalam penelitian ini yakni sumber data yang diperoleh berdasarkan dari

hasil kuesioner yang disebarkan kepada penerima zakat di Kecamatan

Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba yng menjadi sampel penelitian

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan

melalui buku-buku, brosur dan artikel dari website yang berkaitan dengan

penelitian (Sugiyono, 2017). Sumber data sekunder pada penelitian ini,

yaitu data arsipan dari badan amil zakat di Kabupaten Bulukumba berupa

data penerima zakat.

D. Populasi dan Sampel

Menurut Sugiyono (2017) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas, obyek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya. Berdasarkan data dari Badan amil zakat di Kabupaten

Bulukumba Jumlah semua muzakki yang berada di BAZNAS Kecamatan

Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba pada tahun 2023 adalah sebanyak 16.956

orang.

Setelah menentukan populasi, selanjutnya dapat ditetapkan bahwa

sampel adalah representasi dari keseluruhan populasi, sesuai dengan konsep

yang dijelaskan oleh Sugiyono (2017). Penentuan jumlah sampel didasarkan

pada pendapat Slovina yaitu teknik probability sampling (Nuzulia, 2020) yaitu

dengan rumus sebagai berikut:

N
n= 2
1+ Ne

Keterangan:
50

N = Populasi

n = Jumlah Sampel

e= Error (10 persen)

Sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu:

16.956
n=
1+16.956 ¿ ¿

n=99 , 41 jadi 99

Untuk memudahkan peneliti dalam penelitian ini, maka peneliti

mengambil 100 muzakki yang menjadi sampelnya.

E. Metode Pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang valid maka dalam penelitian ini peneliti

mengggunakan metode sebagai berikut:

a. Angket (Kuesioner)

Kuesioner atau angket merupakan metode pengumpulan data yang

melibatkan penyampaian serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis

kepada responden agar mereka dapat memberikan jawaban (Sugiyono,

2017). Dalam hal ini, angket yang akan disebar kepada responden

didalamnya mengunakan skala likert.

Tabel 3.1 Skala Likert

Nilai Alternatif Jawaban Simbol

1 Sangat Tidak Setuju STS

2 Tidak Setuju TS

3 Setuju S

4 Sangat Setuju SS

Sumber data: Sugiyono, 2017


51

b. Dokumentasi

Dokumentasi ialah teknik pengumpulan data dengan mempelajari

catatan-catatan mengenai data pribadi reponden, seperti yang dilakukan

oleh seorang psikolog dalam meneliti perkembangan klien melalui catatan

priadinya (Fathoni, 2011). Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data

mengenai profil dan data penerima zakat pada badan amil zakat di

Kabupaten Bulukumba.

F. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah penjelasan rinci mengenai suatu variabel

penelitian, diuraikan ke dalam indikator-indikator atau gejala-gejala spesifik

sehingga variabel tersebut dapat diukur atau diamati secara lebih terperinci

(Fathoni, 2011). Adapun definisi operasonal yang dgunakan dalam penelitian

ini sebagai berikut:

Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel

Variabel Definisi Operasional Indikator Skala

Kualitas Kualitas pelayanan 1. Reliability (keandalan) Likert


Pelayanan (X) adalah tindakan atau ialah keahlian buat
perbuatan seseorang melakukan jasa yang
atau organisasi untuk dijanjikan dengan pas
memberikan serta terpercaya.
kepuasan kepada Ukuran ini
konsumen atau menampilkan keahlian
muzakki. suatu lembaga untuk
membagikan
pelayanan secara
akurat, profesional
serta
bertanggungjawab
dengan sesuai yang
dijanjikan serta
terpercaya.
52

2. Responsiveness
(ketanggapan)
mencakup keinginan
untuk menolong
muzakki serta
membagikan
pelayanan yang pas
dan cepat atau kilat.
3. Assurance (jaminan)
ialah pengetahuan
serta kesopanan amil
zakat untuk
memunculkan
keyakinan serta
kepercayaan.
4. Empathy (empati) ialah
membagikan suatu
atensi yang tulus serta
bersifat individual
ataupun pribadi yang
diberikan kepada para
muzakki dengan
berupaya menguasai
kemauan muzakki.
5. Tangibles (bukti
langsung) ialah
keahlian suatu
lembaga dalam
mewujudkan
eksistensinya kepada
pihak eksternal.
Kepuasan Kepuasan Muzakki 1. Adanya persepsi Likert
Muzakki (Y) dapat didefinisikan muzakki dari
sebagai keadaan bagaimana suatu
dimana kebutuhan, pelayanan yang
keinginan dan diberikan Lembaga
harapan orang yang tersebut.
berzakat dapat 2. Pembelian ulag jasa.
terpenuhi melalui Seorang Muzakki
pelayanan yang mengulang Kembali
didapatkan. penggunaan jasa atau
yang disebut juga
repeat order. Hal
tersebut terjadi apa bila
muzakkinya
merasakan adanya
nilai kepuasan pada
dirinya di pelayanan
Lembaga tersebut.
3. Rekomendasi jasa.
53

Rekomendasi jasa dari


muzakki akan kualitas
pelayanan bisa terjadi
apa bila Lembaga
tersebut melayani
seorang muzakki
dengan beberapa cara
agar merasa puas,
senang, nyaman dan
akan
merekomendasikan
pada calon muzakki.

G. Metode Analisis Data

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan SPSS (Statistical Package

For The Sicial Sciences) sebagai teknik analisis data yang akan digunakan

untuk menunjang penelitian hingga selesainya penelitian. Uji yang akan

dilakukan yaitu:

1) Uji Instrumen Penelitian

a. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi antara skor

masingmasing pertanyaan dengan skor total. Uji validitas ini dilakukan

untuk mengetahui apakah item-item pertanyaan dalam instrumen

peneltian dapat menunjukkan variabel penelitian. Syarat yang digunakan

untuk menyatakan kebenaran setiap instrumen pengukur/atribut adalah:

pertama, bila skor tiap pertanyaan berkolerasi positif dengan skor total.

Kedua, peluang ralat (p) maksimal adalah 0.05 (Magfiroh, 2020).

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan dengan maksud untuk mengetahui

seberapa besar tingkat keabsahan sehingga dapat menghasilkan data

yang benar-benar sesuai dengan kenyataan dan dapat digunakan


54

berkali-kali pada waktu yang berbeda, pengujian ini menggunakan

metode alpha. Suatu instrument dikatakan reliabel apabila memiliki nilai

cronbach‟s alpha >0,60 (Magfiroh, 2020).

2) Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah dalam model

regresi variabel bebas atau variabel terikat memiliki data yang

berdistribusi normal atau tidak (Magforoh, 2020).

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditentukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen)

(Magfiroh, 2020).

c. Uji Heteroskedistisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah adanya

ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada

model regresi. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan cara

meregresikan absolute residual dengan variabel-variabel independent

dalam model (Maghfiroh, 2020).

H. Uji Hipotesis

a. Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis Regresi Linier Sederhana bertujuan untuk menilai dampak

suatu variabel terhadap variabel lainnya (Maghfiroh, 2020). Dalam analisis

regresi, variabel yang berperan sebagai penyebab disebut sebagai variabel

bebas atau variabel independen, sedangkan variabel yang dipengaruhi

disebut sebagai variabel terikat atau variabel dependen. Pada penelitian


55

ini, analisis regresi linier mencakup pengamatan terhadap pengaruh

kualitas pelayanan amil zakat terhadap kepuasan muzakki di Kabupaten

Bulukumba. Formula untuk analisis regresi linier sederhana adalah sebagai

berikut:

Y = a + Bx

Keterangan:

Y= Variabel dependen atau variabel terikat,

X= Variabel independen atau variabel bebas,

a= Konstanta atau nilai Y ketika X sama dengan 0,

b= Koefisien regresi yang menunjukkan pengaruh positif atau negatif dari

X terhadap Y.

b. Uji T

(Magfiroh, 2020) Uji Hipotesis yang dugunakan adalah uji t yang pada

dasarnya digunakan untuk mengetahui sejaun mana pengaruh dari variabel

bebas dalam menjelaskan variabel terikat dengan membandingkan nilai t

hitung dengan nilai ttabel dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Jika nilai t hitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak

2. Jika nilai t hitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
56

DAFTAR PUSTAKA

Ainiyah, A. R., & Bramayudha, A. 2021. Kegiatan Pendistribusian Zakat Produktif


Pemberdayaan UMKM di LaZIZMU Kabupaten Gresik. Journal of Islamic
Manajement Vol.1 No. 2.

Anis, M. 2020. Zakat Solusi Pemberdayaan Masyarakat. El-Iqthisady: Jurnal


Hukum Ekonomi Syariah Vol. 1 No 2.

Aranda, R. R. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Terhadap


Loyalitas Muzakki Lazismu Kalimantan Barat. Jurnal manajemen Dakwah
Vol.1 No.1.

Aries, V. H., & Fauziah, S. 2020. Peran Otoritas Bandar Udara Wilayah V
Makassar Unit Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan (kauk)
dalam Melakukan Pelayanan dan Pengawasan Pass Bandara di Bandar
Udara International Sultan Hasanuddin Makassar. Ground Handling
Dirgantaran Vol. 5 No.1.\

Bungin B. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenada Media:


Jakarta.

Canggih, C., & Indrarini, R. 2021. Apakah Literasi Mempengaruhi Penerapan


Zakat. JESI: (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol.11 No.1.

Fadhillah, N. 2018. Zakat, Pajak Dan Prinsip Keadilan Distributif Islam. QIEMA
(Qomaruddin Islamic Economy Magazine) Vo. 1 No 2.

Fadiah, F. C. S., Muin, R., putra, T. W., & Sirajuddin. 2023. Pengaruh Kualitas
Pelayanan dan Profesionalisme Amil Terhadap Minat Muzakki Membayar
Zakat pada BAZNAS Kabupaten Pinrang. AL-Bayan: Jurnal Hukum dn
Ekonomi Islam Vol.3 No. 2.

Fathoni, A. 2011. Metodologi Penelitian & Teknik Penyusunan Skripsi. Rineka


Cipta: Jakarta.

Fauzi, R., Nasution, A. D., & Pratami, A. 2022. Kepuasan Masyarakat Terhadap
BAZNAS dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Serdang.
MUTLAQAH: Jurnal Kajian Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 2.

Furqani, H., Mulyany, R., & Yunus, F. 2018. Zakat for Economic Empowerment
of The Poor in Indonesia: Models and Implications. Jurnal Kajian Ekonomi
Dan Bisnis Islam (Iqtishadia) Vol. 11 No. 2.

Harahap, M. I. 2020. Strategi Pemampaatan Media Sosial dan Kualitas


Pelayanan pada Taman Baca Spirit Book dan Coffee di Kota Medan. Asian
Journal Of Management Analytics Vol.1 No. 2.
57

Hartono, R. 2021. Manajemen Pendistribusian Dana Zakat Melalui Program


Rehab Rumah di badan Amil Zakat Melalui Program Rehab Rumah di
badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tanggerang Selatan. Skripsi.
UIN Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hendrianto, H. 2016. Kepuasan Muzakki Terhadap Kualitas Pelayanan Zakat


pada BAZ (Abadan Amil Zakat) Kabupaten Kerinci. Al-FALAH: Journal of
Islamic Economics Vol 1 No.2.

Hidayat, A., & Mukhlisin, M. 2020. Analisis Pertumbuhan Zakat pada Aplikasi
Zakat Online Dompet Dhuafa. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 6 No.3.

Hizbullah, M., Hadir, H., & Yeltriana, Y. 2023. Hukum Zakat Profesi dalam
Tinjauan Muqasid Syari’ah. TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum, vol. 5
No.1.

Holil. 2019. Hukum Zakat Dalam Perspektif Hukum Nasional. Jurnal Asy-
Syukriyyah Vol. 1 No. 2.

Ilahi, A. A. A., & Arifuddin, A. 2022. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap


Kepuasan Nasabah Bank. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Amsir Vol.1 No.1.

Jonh, S. H., Putra, I. S., & Klaudia, S. 2023. Pengaruh Kinerja Pegawai
Terhadap Kepuasan Masyarakat Mealui Kualitas Pelayanan Administrasi
Kependudukan sebagai Variabel Mediasi. Inspirasi Ekonomi: Jurnal
Ekonomi Manajemen, Vol. 5 No.3.

Karatri, R. H. 2022. Journal of Management and Islamic Finance. Journal of


Management and Islamic Finance Vol.2 No. 2.

Kemenag. 2020. Standarisasi Amil Zakat di Indonesia (online). Diakses tanggal


28 Januari 2023.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2010. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi
Ketiga Belas. Jakarta: Erlangga.

Kurniawan, Z. A. & D. 2019. Zainal Amin dan Didik Kurniawan Ekomadania.


Journal Ekonomi Manajemen Vol.3 No.1.

Laksana, A. H. 2020. Integrasi Sistem Manajemen Mutu, Keselamatan dan


Kesehatan Kerja, dan Lingkungan. Doctoral dissertation, Universitas
Hasanuddin.

Maghfiroh, L. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan Amil Terhadap Kepuasan


Muzakki di LAZ AZKA Al Baitul Amien Jember. Doctoral Dissertation,
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Maulana, A., & Wahyuningdyah, E. R. 2023. Digitalisasi Pemberdayaan Melalui


Dana Zakat Produktif untuk Mengatasi Kemiskinan di Kota Surabaya.
58

Semnar Nasional Teknologi dan Multidisiplin ilmu (SEMNASTEKMU) Vol.3


No.1.

Maulidin, T., Alexander, N., & Zulbetti, R. 2022. Pengaruh Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT Bhakti Idola Tama Bandung.
Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No.2.

Mehilda, S., Meliyana, M., & Hendarsyah, D. 2021. Urgensi Kualitas Pelayanan
Distribusi Zakat Produktif Terhadap Kepuasan Mustahiq. El-Jizya: Jurnal
Ekonomi Islam Vol. 9 No.2.

Munawar, W., & Qomaruddin, s. 2016. Implementasi Sistem Manajemen Mutu


ISO 9001:2008 di Badan Amil Zakat Nasional.

Musfiroh. L., Suhartini. D., & Mayasari, L. D. 2021. Kompetensi Auditor Syariah
Model Ksoc Ditinjau Dari Perspektif Islam. (BAJ (Behavioral Accounting
Journal), Vol.1 No.4.

Mustafida, R., Kurnia, Z. N., Fauziah, N. N., Shazni, N., & Amirah, F. 2020.
Implementation of Muqashid Shariah in Zakat Institution: Comparation
Between Indonesia and Malaysia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam Vol. 6
No.2.

Mustikasari, M., Hanim, W., Mardiana, S., Haryadi, Y., Nurrahman, A., Kirana,
L.C. dan Shafwan, A.Z. 2023. Analisis Kepuasan Muzakki Terhadap
Pelayanan Bdan Zakat Nasional BAZNAS Kota Bandung. Jurnal Ilmu
Multidisiplin, Vol.2 no.2 hal 179-192.

Muzayyanah & Yulianti, H. 2020. Ustahik Zakat dalam Islam (Studi Pendekatan
Sosial Kultur Masyarakat). Al-Mizan Vol.4 No.1.

Nurfadli, A., Lukmandono, L., & Prabowo, R. 2020. Analisis Peingkatan Kualitas
Layanan Pendidikan Kepada Siswa Menggunakan Metode CSI dan
SERVQUAL (Studi Kasus SMK Negeri 3 Balikpapan). In Prosiding Seminar
Nasional Sains dan Teknologi Terapan Vol.1 No.1.

Nurfiana, N., & Sakinah., S. 2022. Zakat dan Kajiannya di Indonesia. Milkiyah:
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, Vol.1 No.1.

Nurwahyullah, D. A., & Huda, N. 2022. Zakat Sebagai Penerimaan Negara dan
Kontribusinya dalam Pemerataan Ekonomi. Taraadin Vol. 2 No. 2.

Nuzulia, R. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan Lembaga Zakat Terhadap


Keputusan Muzakki Di Baitul Mal Aceh. Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar
Raniry Banda Aceh.

Nuzulia, R. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan Lembaga Zakat Terhadap


Kepuasan Mustahik di Baitul Mal Aceh. Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar
Raniry Banda Aceh.
59

Pagalung, G., Kara, M., Irawan, H. 2020. Filosofi dan Manajemen Ekonomi
Zakat dan Wakaf di Indonesia. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi dan
Bisnis Islam Vol. 7 No. 2.
Prasetyo, B & Jannah, L.M. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif. [Link]
Grafindo Persada: Jakarta.

Putra, A. M., & Budiarti, E. 2023. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Persepsi Harga,
dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen pada Bengkel Alita Motor di
Desa Bangah Sidoarjo (Studi kasus pada konsumen Bengekel Alita Motor
Desa Bangah Sidoarjo). Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan
Ekonomi Vol. 2 No. 9.

Rahayu, Y. M., Budiyono, R., & Rachmawati, M. 2020. Analisis Pengaruh


Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Custemer Value Terhadap
Kepuasan pelanggan Indohome di PT Telkom Semarang. Journal CAPITAl:
Kebijakan Ekonomi, Management dan Akuntansi Vol. 2 No.2.

Rahmawati, R. Y. 2023. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap kepuasan


Muzakki Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdatul Ulama
(LAZISNU) Gunungkidul. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rochman, T., Tanjung, H., & Sukarno, F. 2017. Pengaruh Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Muzakki di Amil Zakat Daerah
Kabupaten Cilacap. KASABA: Journal of Islamic Economy Vol.10 No. 2.

Roosmalitasari, N. 2019. Kompetensi Amil Zakat. Hasil Wawancara Pribadi.


Skripsi. IAIN Tulungagung

Rowi, M. a. 2020. Pengaruh Kualitas Pelayanan Lembaga Amil Zakat Nasional


(LAZNAS) terhadap Kepuasan Muzakki. Skripsi. Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Kediri.

Sa’diyah, I. H. 2018. Proses Penentuan Kriteria Muzakki Zakat Dan


Pendistribusiannya Di Dompet Dhuafa Jawa Tengah”. Skripsi. UIN
Walisongo Semarang.

Saputra, A. H. 2023. Konsep Maslahah Mursalah sebagai Landasan Filosofi


Pengawasan Lembaga Zakat. Skripsi. UIN Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta. Jakarta.

Sari, N. I. 2022. Pengelolaan Zakat Dalam Pemberdayaan Social Enterpreneur


pada BAZNAS Bulukumba. Skripsi. UIN Alauddin Makassar. Makassar.
Sasongko, S. R. 2021. Faktor-faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas
Pelanggan (Literature Riview Manajeman Pemasaran). Jurnal Ilmu
Manajemen Terapan Vol.3 No.1.

Sobah1, F. Y. A. R. 2020. Konsep Ekonomi Islam dalam Peningkatan


Kesejahteraan Mustahiq Melalui Zakat Produktif ( BAZNAS ) Kabupaten
Purworejo. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol.6 No. 3.
60

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R & D. Alfabeta.


Bandung. Bandung.
Suharli dan Bahariska. 2021. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan
Muzakki Menjadi Nasabah Di BAZNAS Kota Makassar. EL-IQTISHOD:
Jurnal kajian Ekonomi Syariah Vol. 5 No.1.

Supriyadi, A. 2019. Kompetensi Amil Zakat: Studi Mahasiswa Manajemen Zakat


dan Wakaf IAIN Tulungagung Menjelang Praktek Pengalaman Lapangan.
El Barka: Journal of Islamic Economic and Business. Vol. 3 No.1.

Suryanto, H.M. 2016. Sistem Operasional Manajemen Distribusi, Jakarta :


Swatha. Jakarta.

Sutomo., Najib, M., & Djohar, S. 2016. Pengaruh Kualitas Pelayanan Lembaga
Amil Zakat (LAZ) Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Muzakki (Studi Kasus
LAZ PKPU Yogyakarta). Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Vol. 3 No.1.

Suyoto, D. 2012. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Caps
Publishing: Jakarta.

Tjiptono, F., & Diana, A. 2019. Kepuasan Pelanggan : Konsep, Pengukuran, dan
Strategi. Andi Offset.

Tristiara, J. L. 2023. Pengaruh Transparansi, Akuntanbilitas dan Kualitas


Pelayanan Terhadap Kepercayaan Muzakki pada Badan Amal Zakat
Nasional Kota Semarang. Skripsi. UIN Walisongo Semarang.

Wardani, D. K. 2020. Pengujian Hipotesis (deskriptif, komparatif dan asosiatif).


Lppm Universitas Kh. A. Wahab Hasbullah.

Zikri, A., & Harahap, M. I. 2022. Analisis Kualitas Pelayanan Pengiriman


Terhadap Kepuasan Konsumen pada PT Pos Indonesia (Persero)
Regional 1 Sumatera. JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan
Management Vol.2 No.1.
L
A
M
P
I
R
A
N
KUESIONER
A. IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Jenis Kelamin :
Usia :
a. <20
b. B. 20-30
c. 30-40
d. 40-50
e. 50-60
f. >70

Pendidikan Terakhir :

a. SD
b. SMP
c. SMA
d. S1
e. S2
f. S3
g. Diploma

Pekerjaan :

a. Karyawan
b. Wraswasta
c. PNS
d. Lainnya

Berapa lama bapak/ibu sudah menjadi Muzzakki (orang yang membayar


zakat) di BAZNAS Kabupaten Bulukumba

a. 1 s/d 3 tahun
b. 4 s/d 6 tahun
c. Lebih dari 6 tahun
B. PETUNJUK PENGISIAN
Jawablah pertanyaan sesuai dengan anggapan bapak/ibu/sdr, jika
merasa sangat tidak puas atau luar biasa puas yang diukur dengan kode
SS, S, TS, STS dari pernyataan yang ada. Berikan tanda X pada kotak
yang telah disediakan.

SS : Sangat Setuju
S : Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju

No Pernyataan SS S TS STS
1 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba berpenampilan rapi dan
sopan
2 Kantor BAZNAS Kabupaten
Bulukumba berada di lokasi yang
mudah dijangkau
3 BAZNAS Kabupaten Bulukumba
memiliki prosedur pendaftaran
Muzakki yang mudah
4 BAZNAS Kabupaten Bulukumba
memiliki website sebagai informasi
tentang perkembangan Lembaga
5 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba bersedia menjemput
zakat kerupah/kantor muzakki
6 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba memiliki wawasan yang
sangat luas tentang zakat
7 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba selalu teliti dalam
mencatat dana yang disalurkan
Muzakki
8 Pelayan kepada muzakki mudah,
cepat dan professional
9 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba mampu memberikan
solusi pada setiap keluhan yang
disampaikan muzakki
10 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba mampu menyalurkan
dana dari muzakki dengan tepat
sasaran
11 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba selalu transparan dalam
memberikan informasi aliran dana
zakat dari muzakki
12 Laporan yang diberikan BAZNAS
Kabupaten Bulukumba mudah
dimengerti oleh muzakki
13 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba selalu meninggalkan
nomer kontak yang mudah
dihubungi
14 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba tidak membeda-bedakan
antara muzakki yang satu dengan
yang lainnya
15 Petugas BAZNAS Kabupaten
Bulukumba dengan muzakki
memiliki hubungan personal yang
dekat
16 Pelayanan di BAZNAS Kabupaten
Bulukumba memuaskan sehingga
merekomendasikan kepada
keluarga, teman atau orang lain
untuk menyalurkan zakat di
BAZNAS Kabupaten Bulukumba
17 Saya merasa puas dengan laporan
yang diberikan BAZNAS Kabupaten
Bulukumba tentang donasi zakat
18 Pelayanan yang diberikan BAZNAS
Kabupaten Bulukumba sangat
sesuai dengan yang saya harapkan
19 Saya akan berinteraksi dengan baik
jika BAZNAS Kabupaten Bulukumba
mengeluarkan program baru
20 Secara keseluruhan saya menilai
BAZNAS Kabupaten Bulukumba
memiliki citra yang positif dan baik

Anda mungkin juga menyukai