DBPAM
Disain Bangunan Pengolahan Air
Minum
Disain Bangunan Pengolahan Air Minum
(PBPAM)
Jumlah SKS : 3
Sistem Penilaian:
Prasyarat : Kehadiran 75 %
Tugas Besar : 20 %
UTS : 30 %
Laporan kunjungan & Quiz : 10 %
UAS : 40 %
Daftar Pustaka
Fair, Geyer, Okun : Water and Wastewater Engineering,
John Wiley & Sons
Reynold,T.D : Unit Operations and Processes in
Environmental Engineering, Brooks/Cole [Link]
Huisman,L: Sedimentation and Flotation, Delft
University of Technology
Huisman,L: Rapid Sand Filtration, Delft University of
Technology
Montgomery, JM: Water Treatment Principles and
Design, John Wiley & Sons
Kawamura,S: Integrated Design Of Water Treatment
Facilities, John Wiley & Sons
SPAM
Sistem Penyediaan Air Minum
Terdapat 2 pendekatan dalam SPAM :
1. Sistem Perpipaan :
SPAM yang system distribuasinya menggunakan
jaringan perpipaan, sedang unit pelayanannya
menggunakan sambungan rumah/sambungan
halaman dan hidran [Link]
Sambungan rumah atau sambungan langsung dengan
1 meteran air melayani 1 rumah
Sambungan hidran umum /Keran Umum : termasuk
sambungan dengan tarif murah, untuk melayani
masyarakat yang tidak mampu membayar sambungan
rumah. Sebuah hidran umum melayani 100 orang
dalam pelayanan 50 m.
SPAM
Sistem Penyediaan Air Minum
2. SPAM Non Perpipaan
SPAM yang distribusinya tidak melalui
jaringan perpipaan, sedang unit
pelayanannya menggunakan hidran
umum, terminal air, dan tangka.
Sarana AirMinum Non Perpipaan
merupakan sarana komunal, yang
dapat dipergunakan Bersama-sama.
SPAM Perpipaan :
Terdiri dari:
Sumber Air Baku
Pipa Transmisi
Air Baku
Air Minum
Instalasi/ Bangunan Pengolahan Air Minum
Sistem Distribusi
Reservoir Distribusi
Jaringan Perpipaan Distribusi
Diagram Alir
Sistem Penyediaan Jaringan Distribusi/
Air Minum Daerah layanan
Reservoir
SUMBER INSTALASI
AIR PENGOLAHAN
Pipa Transmisi
Pipa Distribusi
Maksud & Tujuan
Pengolahan Air
Maksud Pengolahan Air : Merubah kualitas
air baku menjadi air yang sesuai dengan
peruntukan.
Tujuan Pengolahan Air Minum:
menyediakan air yang memenuhi konsep 4
K
Kualitas
Kuantitas
Kontinuitas
Keterjangkauan
Konsep 4 K
Kualitas: Memenuhi 3 aspek :
Kesehatan: (Parameter Kimia & Bakteriologis)
Tidak membahayakan kesehatan
Mencegah waterborne disease
Rasa & Estetika : (Parameter Fisik)
tidak mengandung rasa & bau, warna & kekeruhan.
Ketahanan Sistem
Kuantitas: Mencukupi kebutuhan air untuk
konsumen.
Kontinuitas: Tersedia setiap saat, untuk jangka
panjang, pelayanan dari PDAM 24 jam.
Keterjangkauan: Harga yang ekonomis, terjangkau
oleh konsumen
Kualitas
Mengambil air baku yang memenuhi baku
mutu sesuai dengan peruntukannya.
Mengolah air baku sehingga menjadi air
minum yang sesuai dengan baku mutu
yang digunakan.
Baku Mutu Air Baku
Berdasarkan PP22/2021tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Penggolongan air menurut peruntukkannya:
Kelas I : untuk air baku air minum
Kelas II: untuk prasarana/sarana rekreasi
air, budidaya ikan tawar,
peternakan, pertanaman
Kelas III: untuk budidaya ikan tawar,
peternakan,pertanaman
Kelas IV: untuk pertanaman
Baku mutu air baku Jabar
Secara regional : SK Gubernur Kep. Da Tk
I Jabar no.38/1991, tentang Peruntukan
Air dan Baku Mutu air pada Sumber Air di
Jawa Barat Tata Guna Air
Gol.A: sebagai air minum
Gol.B: Sebagai air baku air minum
Gol.C: Perikanan / peternakan
Gol.D: Pertanian, usaha perkotaan,
industri, PLTA
Keputusan Gubernur Jawa Barat No 39 tahun
2000 :
Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Pada Sungai
Citarum dan Anak-anak Sungainya di Jawa Barat
Kualitas Air Minum:
AIR MINUM adalah air yang memenuhi
persyaratan sesuai Per MenKes No:
492/MenKes/Per/IV/2010, tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum
KOMPONEN
BAKU MUTU AIR
FISIK KIMIA BIOLOGIS RADIOAKTIF
-Bau -Kimia Anorganik : - Protozoa -Alami ( sinar
-Rasa (pH, logam berat, - Bakteri kosmik,
-Warna sulfida, H2S, nitrogen - Virus
batuan, tanah)
-Kekeruhan
(ammonia, nitrit) dll. - Cacing
- Aktivitas
-Kimia organik: Manusia
-Suhu - Jamur
Pupuk, insektisida,
-Zat Padat fungisida, minyak,
(terlarut, SS, limbah pabrik, dll.
Tot)
Kuantitas
Menyediakan air minum dengan kuantitas
yang mencukupi kebutuhan.
Untuk merencanakan pemenuhan
kebutuhan air, harus diperhatikan
fluktuasi kebutuhan air untuk:
Hari Rata-rata
Hari Maksimum
Jam Puncak
Jam Minimum
Perkiraan Kebutuhan Dasar Air Setiap Orang
Rata-Rata per Hari
Kebutuhan Air
No Aktifitas Dasar
(L/orang/hari
1 Makan dan minum 5
2 Mandi dan kesehatan 25 – 30
3 Mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30
4 Penggelontoran toilet / jamban 5
Total 60 - 70
Kebutuhan Air Minum
Perkotaan
Kebutuhan Air meliputi:
- Kebutuhan domestik (rumah tangga)
- Kebutuhan non domestik,misalnya untuk:
perkantoran, pendidikan, kesehatan,
hotel, pasar, terminal, rumah peribadtan,
dsb.
- Kebutuhan perkotaan, misalnya:
pemadaman kebakaran, pertamanan,dsb
Fluktuasi Kebutuhan Air
Minum
Hari Rata-rata: setiap hari, sepanjang tahun.
Hari Maksimum: Hari dimana terjadi kuantitas
pemakaian air maksimum dalam 1 tahun.
(misalnya pada hari raya, dimana kebutuhan air
mencapai puncaknya)
Jam Puncak: Jam dimana kebutuhan air dalam
satu hari mencapai puncaknya / kebutuhan
tertinggi.
Jam Minimum: Jam dimana kebutuhan air
dalam satu hari mencapai minimum (misalnya
tengah malam)
Faktor Fluktuasi
Faktor Perbandingan antara kebutuhan
pada saat fluktuasi dengan kebutuhan
pada hari rata-rata.
Fhm = 1,25 – 1,75
Fjp = 1,75 – 2,25
Dasar Perencanaan Debit
Bangunan Debit Perencanaan
Bangunan / Instalasi
Hari Maksimum
Pengolahan Air Minum
Jaringan Pipa Distribusi Jam Puncak
Reservoir Hari Rata-rata
Hari Maksimum /
Pipa Transmisi Air Baku
Hari Rata-rata
Sumber Air Baku
• Air Hujan
• Air Tanah:
– Mata Air
– Sumur Dangkal
– Sumur Dalam
• Air Permukaan:
– Air Sungai
– Air Danau
Karakteristik Sumber Air Baku
SUMBER AIR KARAKTERISTIK / KUALITAS YANG PERLU
DIPERHATIKAN
Mata Air Kesadahan, Kadar besi dan mangan
Air Tanah Kekeruhan, Pollutan, Mikroorganisme
Dangkal
Air Tanah Besi, mangan, warna, karbon bebas, kesadahan,
Dalam sulfur, chlorida.
Air Permukaan Kekeruhan, warna, organik, anorganik,
mikroorganisme
Air Waduk Besi, mangan, oksigen terlarut, organik,
mikroorganisme
Air Hujan Tidak mengandung mineral, polusi udara
SIFAT SUMBER AIR DAN
PELUANG PEMANFAATANNYA
Air Hujan :
Kualitas :
Umumnya jernih, miskin mineral, pH 6-7
Kuantitas :
tergantung daerah tangkapannya ( atap)
Kontinuitas :
Sukar diperkirakan
SISTIM PENAMPUNGAN AIR
HUJAN
SIFAT SUMBER AIR DAN
PELUANG PEMANFAATANNYA
Mata Air:
Kualitas biasanya baik
Tidak perlu pengolahan
Mungkin perlu desinfektan saja
Harus diperhatikan daerah tangkapan airnya
– sawah : banyak mengandung pestisida
– peternakan ; kotoran hewan, coli
Daerah tangkapan : dijaga/dilindungi dari
pencemaran
Kuantitas: tidak terlalu besar
SIFAT SUMBER AIR DAN
PELUANG PEMANFAATANNYA
Air Tanah Dangkal
Air berasal dari infiltrasi (rembesan air
hujan, dsb)
Kualitas tidak terlalu baik,rentan
terhadap pencemaran limbah domestik
Kuantitas: tergantung banyaknya hujan
dan jenis tanah,
Digunakan untuk rumah individual
Untuk digunakan sebagai air minum, perlu
direbus (desinfeksi)
Contoh : Sumur gali
SUMUR DANGKAL DAN
POMPA
SIFAT SUMBER AIR DAN
PELUANG PEMANFAATANNYA
Air Tanah Dalam
Kuantitas : tidak terlalu besar
Kualitas relatif baik – kemungkinan mengandung
besi,mangan, atau kesadahan tinggi
Pengolahan disesuaikan dengan kualitas air baku
Keuntungan:
– sering terdapat di daerah permukiman
– mengalami penyaringan secara alami melalui
struktur geologi
– mempunyai tempat penyimpanan alami (akifer)
SIFAT SUMBER AIR DAN PELUANG
PEMANFAATANNYA
Air Permukaan
Sungai :
Mengandung zat organic dan anorganik, tergantung
kadar pencemaran air sungai dan jenis tanah yang
dilaluinya
Mengandung lumpur ( penyebab kekeruhan)
Memerlukan pengolahan untuk perbaikan/ peningkatan
kualitas
Kuantitas: Cukup besar
SIFAT SUMBER AIR DAN PELUANG
PEMANFAATANNYA
Danau , Waduk :
Karakteristik air danau, tergantung dari asal air
tersebut dan tingkat pencemaran yang terjadi pada
danau
Komposisi kandungan zat dapat berubah ubah
tergantung musim, akibat adanya stratifikasi suhu
(tergantung kedalaman air danau)
Akibat waktu tinggal air dalam danau yang cukup
lama, terjadi pengendapan padatan, sehingga air di
bagian atas danau, tidak mengandung pasir dan
tumbuhan yang mati.
Perencanaan SPAM
Untuk merancang Sistem Penyediaan Air
Minum, tahapan yang harus dilakukan
secara garis besar adalah :
1. Master Plan / Rencana Induk
2. Studi Kelayakan / Feasibility Study
3. DED / Detail Engineering Design
1. Rencana Induk SPAM
Rencana jangka panjang, 15 – 20 tahun
Dikaji setiap 5 tahun
Dapat berupa :
Rencana Induk SPAM dalam 1 wilayah
administrasi Kabupaten / Kota
Rencana Induk SPAM lintas Kabupaten /
kota
Rencana Induk SPAM lintas Provinsi
Cakupan Rencana Induk
1. Data sekunder yang diperlukan
2. Evaluasi sistem eksisting
3. Identifikasi permasalahan & kebutuhan
pengembangan SPAM
4. Perkiraan Kebutuhan Air
5. Identifikasi Air Baku
6. Pengajuan Alternatif
7. Kelembagaan & SDM
8. Pemilihan Alternatif
9. Rencana Pengembangan
2. Studi Kelayakan
Studi untuk mengetahui tingkat kelayakan
usulan pembangunan SPAM.
Ditinjau dari aspek-aspek:
Teknik teknologis
Lingkungan
Sosial, budaya
Ekonomi, Finansial
Kelembagaan
Cakupan Studi Kelayakan
Aspek teknis teknologis: kemudahan &
kehandalan konstruksi
Aspek Lingkungan: dampak negatif dan positif
pada lingkungan saat pelaksanaan
pembangunan & operasi
Aspek sosial: penerimaan masyarakat & potensi
konflik air baku dan lahan
Aspek ekonomi: analisis biaya & manfaat
Aspek finansial : kelayakan pendanaan
Aspek kelembagaan: rencana organisasi dan
SDM
Tarif air minum
Tarif memenuhi prinsip keterjangkauan
apabila pengeluaran rumah tangga untuk
memenuhi standard kebutuhan pokok air
minum < 4% pendapatan masyarakat
pelanggan.
3. Rencana Teknis
Rencana rinci SPAM yang meliputi:
Unit air baku
Unit produksi
Unit distribusi
Unit pelayanan
Disusun berdasarkan:
Rencana Induk, Studi Kelayakan
Jadwal pelaksanaan konstruksi
Kepastian pembiayaan
Hasil konsultasi teknis dengan dinas teknis terkait
Cakupan Perencanaan Teknis
a. Rancangan detail kegiatan
b. Perhitungan & gambar teknis
c. Spesifikasi teknis
d. Rencana Anggaran biaya
e. Analisis Harga Satuan
f. Tahapan & Jadwal Pelaksanaan
g. Dokumen Pelaksanaan Kegiatan (
dokumen lelang, jadwal pelelangan,
pemaketan)
b. Pelaksanaan Konstruksi
Terdiri dari:
Persiapan Konstruksi
Pelaksanaan Konstruksi, pengawasan & uji material
Uji coba lab & uji coba lapangan (trial run)
Uji coba sistem instalasi pengolahan air
Masa pemeliharaan
Serah terima pekerjaan
[Link] SPAM
Kegiatan pengoperasian dan pemanfaatan
Kegiatan administrasi & kelembagaan
[Link] dan Rehabilitasi SPAM: dilakukan oleh
penyelenggara
[Link] dan evaluasi SPAM: dilakukan oleh
pemerintah