Rancang Bangun Keamanan Pintu 2FA
Rancang Bangun Keamanan Pintu 2FA
2agusprihanto@[Link]
Abstrak— Pentingnya keamanan informasi dan fisik telah Oleh karena itu, sistem keamanan pintu harus dirancang dengan
meningkat tidak hanya dalam dunia digital tetapi juga dalam baik untuk mencegah akses yang tidak sah atau kemungkinan
kehidupan sehari-hari. Pintu, sebagai komponen penting dari pelanggaran keamanan.
arsitektur bangunan, berfungsi sebagai titik masuk dan keluar
Menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks,
utama. Sistem keamanan pintu tradisional yang sering
bergantung pada kunci dan rantai telah terbukti tidak memadai
metode otentifikasi satu faktor seperti penggunaan kunci fisik
dan tidak efisien dalam menangani tantangan keamanan atau password saja dianggap tidak aman dan rentan terhadap
kontemporer. Dengan kondisi tersebut peneliti menemukan serangan atau pencurian identitas. Selain rentan terhadap
rumusan masalah yaitu bagaimana cara membangun sistem serangan dan pencurian identitas penggunan otentikasi satu
keamanan pintu dengan teknologi 2FA dan bagaimana cara faktor juga sangat rentan akan kebocoran sistem. Satu jenis
mengetahui log history pengunjung yang keluar masuk pada otentifikasi cukup untuk memungkinkan pihak yang tidak
pintu tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk memiliki wewenang untuk mendapatkan akses. Akibatnya
mengeksplorasi penerapan Otentikasi Dua Faktor (2FA) sebagai terjadi hal hal yang tidak diinginkan yang dilakukan oleh pihak
metode canggih untuk meningkatkan sistem keamanan pintu, tertentu. Oleh karenanya sistem keamanan yang lebih kuat
menggabungkan teknologi RFID dan One-Time Password (OTP)
untuk mengatasi kerentanan yang terkait dengan metode
diperlukan untuk mengamankan akses ke area atau bangunan.
otentikasi satu faktor. Pendekatan berlapis ganda ini berfungsi Untuk melindungi sebuah bangunan atau ruangan, pengamanan
untuk memperkuat kontrol akses dan mengurangi risiko masuk sistem keamanan pintu sangat penting. Salah satu cara yang
yang tidak sah. Integrasi 2FA dalam sistem keamanan pintu se- dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan akses adalah
cara signifikan meningkatkan keamanan dengan mengatasi ke- menggunakan metode Otentikasi dua faktor. Otentikasi dua
terbatasan metode otentikasi satu faktor. Dari pengujiaan peng- faktor, juga dikenal sebagai Two-factor authentication (2FA),
gunaan RFID dan OTP menunjukkan bahawa metode tersebut menjadi metode yang semakin populer dan digunakan secara
sangat efektif untuk mengamankan area dengan tingkat luas. Metode ini menambahkan lapisan keamanan tambahan
keamanan tinggi seperti pusat data. Temuan penelitian ini me- dengan meminta dua jenis identifikasi berbeda untuk
nunjukkan bahwa 2FA dapat berhasil diterapkan dalam skena-
rio dunia nyata, menyediakan langkah proaktif untuk melin-
memberikan akses seperti kombinasi kode on-time password
dungi aset berharga dari potensi ancaman keamanan. Selain itu yang dikirimkan melalui perangkat mobile, penggunaan
hasil dari pengujian log history keluar masuk juga bisa berjalan kombinasi on-time password dan RFID juga termasuk ke dalam
dengan baik dan menunjukkan data yang sangat rinci. Mengin- metode sebagai Two-factor authentication (2FA).
gat keberhasilan penerapan dan hasil pengujian 2FA dan log Dua-Faktor Verifikasi menawarkan keamanan tambahan,
history, disarankan untuk menerapkan sistem keamanan cang- tetapi implementasinya tidak selalu lancar. Tidak mudah untuk
gih ini di area yang sangat sensitif yang memerlukan kontrol akses berintegrasi dengan sistem yang sudah ada, melakukan
ketat. manajemen identitas yang efektif, dan mendorong pengguna
untuk menggunakan metode keamanan yang lebih kompleks.
Kata Kunci— Otentikasi Dua Faktor (2FA), RFID, One-Time Untuk memastikan sistem keamanan pintu dapat berjalan dan
Password (OTP), Sistem Keamanan Pintu. berfungsi dengan baik, maka perlu dipastikan bahwa masalah
keamanan seperti kebocoran data atau kehilangan faktor
I. PENDAHULUAN
otentikasi dapat ditangan dan diatasi secara baik dan benar.
Keamanan informasi dan akses, tidak hanya dalam dunia Dengan menerapkan metode Two-factor authentication (2FA)
maya tetapi juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan keamanan pada suatu sistem keamanan pintu diharapkan dapat
menjadi prioritas utama, terutama terkait dengan keamanan meningkatkan sistem kemanan pintu secara signifikan.
fisik ruangan atau bangunan. Sebagai bagian penting dari Studi ini akan membahas penelitian terbaru tentang
arsitektur rumah, pintu berfungsi sebagai tempat masuk dan keamanan informasi, keamanan fisik, dan implementasi
keluar pada sebuah bangunan. Pada umumnya sistem otentikasi dua faktor yang akan diimplementasikan dengan
keamanan pintu hanya dirancang menggunakan gembok dan penggunaan RFID dan On-Time Password yang
rantai yang dinilai kurang tepat dan tidak efisien [4]. Apalagi dikombinasikan dengan aplikasi mobile untuk memudahkan
pada zaman yang sekarang banyak didapati kasus keamanan penerapannya. Referensi relevan mencakup buku teks, jurnal
rumah yang semakin kompleks [8]. Penggunaan kunci yang ilmiah, dan dokumentasi teknis tentang penerapan metode 2FA
konvensional juga mudah dibuka oleh pencuri, karena semakin untuk sistem keamanan pintu. Pemasangan otentikasi dua
berkembang cara pencuri untuk membuka pintu rumah [12]. faktor pada sistem keamanan pintu dianggap sebagai tindakan
630
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
proaktif untuk meningkatkan tingkat keamanan dan melindungi 1. Sumber Data Primer
aset berharga dari bahaya keamanan yang mungkin terjadi. Sumber data primer adalah sumber pertama dimana
Oleh karena itu, penelitian ini mempengaruhi pemahaman kita sebuah data dapat dihasilkan. Dalam penelitian ini yang
tentang keamanan informasi dalam konteks keamanan fisik menjadi sumber data primer adalah observasi yang
pintu, yang berkaitan dengan berbagai sektor industri. dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui sejauh mana
Dikarenakan penelitian ini menggunakan sistem keamanan teknologi two-factor authentification efektif dalam
tingkat tinggi. Maka peneliti menyarankan untuk implementasi meningkatkan keamanan pada pintu.
penggunaan pada ruang yang sangat rahasia seperti data center, 2. Sumber Data Sekunder
dll. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti berkeinginan Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak
untuk melakukan penelitian tentang bagaimana cara langsung memberikan data kepada pengumpul data,
membangun sistem keamanan pintu dengan teknologi Two- misalnya melalui orang lain atau dokumen. Dalam
Factor Authentication yang dilengkapi dengan log history penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah
keluar mask pengungjungnya. jurnal-jurnal dan e-book yang akan digunakan sebagai
referensi serta untuk melengkapi hasil penelitian.
II. METODOLOGI PENELITIAN
D. Pengembangan Sistem
A. Jenis Penelitian Pada tahap pengembangan sistem keamanan pintu dengan
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan two-factor authentication ini akan menggunakan sistem
(development research). Menurut definisi, penelitian pengem-
waterfall. Waterfall disini menggunakan pendekatan SDLC
bangan adalah studi sistematis tentang perancangan, pengem-
bangan, dan evaluasi program, proses, dan produk instruksional (System Development Life Cycle) pertama yang biasa
yang harus memenuhi kriteria konsistensi internal dan efektivi- digunakan untuk pengembangan sebuah sistem.
tas (Richey, 1994). Dalam konteks penelitian ini, penelitian 1. Waterfall
pengembangan melibatkan perancangan dan pembangunan Metode pengembangan waterfall merupakan salah satu
sistem keamanan pintu menggunakan metode two-factor pendekatan dalam pengembangan yang mengikuti
authen-tication. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk rangkaian fase secara terencana dan linear. Metode ini
menghasilkan sistem keamanan pintu yang lebih baik dan lebih dicetuskan oleh Royce pada tahun 1987 dipublikasinya
aman. Dalam penelitian ini, proses perancangan dan pemban- yang berjudul “Managing the development of large
gunan sistem menjadi bagian penting dari penelitian. Selain itu, software systems: concepts and techniques” (Royce,
penelitian ini juga melibatkan pengujian dan evaluasi sistem 1987) dan sudah diadaptasi oleh banyak peneliti di
yang telah dibangun untuk memastikan bahwa sistem tersebut seluruh dunia. Fase-fase dalam metode waterfall harus
berfungsi dengan baik dan dapat meningkatkan keamanan dilaksanakan secara berurutan, di mana setiap fase harus
pintu. diselesaikan sepenuhnya sebelum memasuki fase
berikutnya. Analogi dengan air terjun digunakan karena
B. Variabel Penelitian
proses pengembangan ini mengikuti pola langkah yang
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan berurutan, seperti aliran air yang mengalir melalui
menjadi obyek penelitian. Sering pula variabel penelitian tingkatan air terjun.
dinyatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam
peristiwa yang akan diteliti. Melakukan klasifikasi variabel
sangat perlu untuk menentukan alat pengambilan data yang
akan digunakan dan metode analisis mana yang sesuai untuk
diterapkan pada sebuah penelitian. Penelitian ini memiliki dua
variabel yaitu variabel bebas (Independent Variabel) dan
variabel dependen. Variabel variabel tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Variabel Bebas (Independent Variabel)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variabel dari
sistem keamanan pintu yang menggunakan RFID dan One-
Time Password.
2. Variabel Dependen
Gbr 1 Tahapan Metode Waterfall
Variable dependen pada penelitian ini adalah metrik-metrik
yang digunakan untuk analisis yang terdiri dari tingkat 2. Analisis Kebutuhan
keamanan, kenyamanan, dan ontetikasi dari sistem Pada tahapan ini ditujukan agar penelitian ini berjalan
keamanan pintu tersebut. sesuai dengan perencanaan, maka dibutuhkan sebuah
C. Sumber Data dan Data Penelitian perangkat yang dapat mendukung penelitian. Adapun
631
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
632
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
633
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
yang popular digunakan pada proyek proyek berikutnya adalah memasukkan kode OTP yang
elektronika dan keamanan. dikirimkan dari database sistem ke aplikasi mobile
2) Nodemcu berperan sebagai mikrokontroler yang yang telah dibuat sebagai pengaman kedua. Apabila
digunakan untuk mengontrol pembaca RFID dan
kode OTP tidak terverifikasi oleh database sistem maka
memproses kode OTP yang diinputkan melalui
keypad. Nodemcu memiliki chip WI-FI yang akses akan ditolak. Sedangkan apabila kode OTP yang
terintegrasi dengan jaringan internet lokal sehingga dimasukkan terverfikasi oleh sistem maka akses akan
mikrokontroler dapat terhubung ke internet guna diterima dan user bisa membuka pintu serta menerima
merequest kode OTP ke server lokal yang sudah notifikasi mengenai siapa yang telah melakukan akses
dibuat tanpa memerlukan komponen tambahan lagi. terhadap pintu tersebut. Selain itu pengujian akan
3) Server berperan untuk mengkonfirmasi, menerima dilakukan dengan menggunakan berbagai metrik untuk
mengenerate dan mengirimkan kode OTP ke email
mengukur efektivitas sistem keamanan pintu. Berikut
pengguna yang sudah di daftar dalam database lokal.
Server disini memiliki database yang berisi user id, adalah skema pengujian yang diterapkan.
generate OTP, dan username pengguna/user. Server a. Keberhasilan Otentikasi (Accuracy)
disini berjalan dalam localhost saja guna menjaga Pengukuran keberhasilan otentikasi dilakukan
keamanan dari kebocoran data melalui internet. dengan menjalankan serangkaian percobaan di mana
4) Email pengguna berperan untuk menerima kode pengguna melakukan autentikasi menggunakan RFID
OTP yang dikirimkan dari Server. Kode OTP dan OTP. Percobaan ini dilakukan sebanyak 5 kali
tersebut harus diinputkan kedalam keypad agar bisa
pada 5 tag RFID yang berbeda. Tingkat keberhasilan
diproses lagi oleh Nodemcu.
5) Keypad berperan sebagai media untuk dihitung sebagai persentase dari percobaan yang
menginputkan OTP yang sudah diterima oleh user berhasil.
dari email pengguna. Setelah OTP diinputkan maka Jumlah Percobaan Berhasil
akan diproses kevalidannya oleh Nodemcu yang Akurasi =
Total Percobaan
nantinya akan menghasilkan pintu yang bisa dibuka
oleh user. Tabel 1 Skema Percobaan Keberhasilan Otentikasi
6) Pintu berperan sebagai penghalang fisik yang dapat
mencegah orang atau benda masuk ke area yang Percobaan
No No Tag RFID
tidak diinginkan. Pintu akan bisa dibuka jika sudah 1 2 3 4 5
mendapatkan sinyal dari Nodemcu setelah 1 001 (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N)
diinputkan OTP yang dikirim ke Email pengguna
user. 2 002 (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N)
4. Implementasi Sistem 3 003 (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N)
Pada tahap implementasi, rancangan sistem yang telah 4 004 (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N)
dibuat pada tahap perancangan akan diwujudkan
5 005 (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N) (Y/N)
menjadi perangkat lunak atau sistem yang berjalan
sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. b. Mengetahui Log History Keluar Masuk
Implementasi sistem mencakup mengintegrasikan Untuk memastikan sistem keamanan pintu yang
perangkat keras, seperti pembaca RFID dan keypad, menggunakan metode Two-factor Authentication
dengan perangkat lunak yang telah dibuat. Juga dapat berfungsi dengan baik dalam mencatat dan
diperlukan pengujian keterhubungan untuk melacak log aktivitas keluar masuk, pengujian log
memastikan bahwa perangkat keras dapat history dapat dilakukan dengan membuat skema basis
data yang dapat menyimpan informasi log, termasuk
berkomunikasi secara efektif dengan perangkat lunak. waktu, tanggal, identitas pengguna, nomor kartu RFID
5. Pengujian Sistem dan status (keluar/masuk) serta memastikan bahwa
Pada tahapan ini hasil dari rancangan yang sudah setiap percobaan akses tercatat dengan benar dan
dibuat oleh peneliti akan diimplementasikan dan diuji mencakup informasi yang akurat. Log history yang
sesuai alur kerja yang telah direncanakan. Dalam digunakan oleh peneliti sendiri menggunakan
sistem ini, pertama user akan menempelkan kartu RFID database lokal server yang diintegrasikan dengan alat
NodeMCU ESP 32. Dengan melaksanakan pengujian
pada RFID reader. Kemudian data dari RFID tersebut
ini, sistem diharapkan dapat mencatat dan
akan di cek apakah data tersebut terdaftar pada sistem menyediakan log history yang akurat dan dapat
keamanan atau tidak, jika data tidak terdaftar maka diandalkan, memberikan wawasan yang berharga
akses akan ditolak. Apabila data terdaftar maka mengenai aktivitas keluar masuk yang terjadi. Log
634
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
6. Pemeliharaan Sistem
Pada tahapan akhir, peneliti memasukan tahap
pemeliharaan sistem yang dimana pada tahapan ini peneliti
akan berfokus pada penjagaan dan peningkatan sistem
secara berkala yang telah ada untuk melakukan update
sistem kemanan agar lebih baik untuk kedepannya. Tahap
pemeliharaan sistem ini merupakan tahap yang sangat
penting untuk dilakukan secara berkala dalam sebuah siklus
pengembangan perangkat yang ada karena tujuan dari
pemeliharaan sistem ini adalah untuk memastikan bahwa
sistem yang sudah ada bisa tetap beroperasi dan berjalan
dengan baik, bebas dari bug, dan siap menerima perubahan
jika diperlukan. Selain itu pemeliharaan sistem sendiri juga
bertujuan untuk meningkatkan sistem kemanaan yang
sudah ada menjadi lebih baik lagi dengan penambahan
enkripsi atau dan lain-lain.
635
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
636
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
Berdasarkan tabel 2 diatas dapat diperoleh informasi bahwa mengetahui siapa saja yang mengakses dan keluar masuk
hasil dari lima kali percobaan pada lima tag RFID setelah pintu yang sudah terpasang alat tersebut. Berikut adalah hasil
dilakukan pengujian keberhasilan sistem keamanan pintu dari pengujian log history.
dapat berjalan dengan sangat baik dan tidak mengalamai
kendala sama sekali. Sistem kemanan pintu yang sudah
dibuat dapat sangat efektif dan handal untuk diterapkan pada
kehidupan nyata seperti pada pintu rumah, pintu kamar, dan
atau pintu rahasia yang hanya bisa diakses oleh beberapa
orang saja. Berikut adalah contoh hasil OTP yang dikirimkan
ke email yang sudah terdaftar.
637
JINACS: Volume 06 Nomor 03, 2024
(Journal of Informatics and Computer Science) ISSN : 2686-2220
lima kali percobaan dengan lima tag RFID yang sudah [9] E. M. J. Hatami Ra’is Bukhari, Vera Suryani, “Two Step
Authentication Dengan Rfid Dan Algortima Time-based One Time
didaftarkan. Sistem kemanan pintu yang sudah dibuat Password Pada Smart Lock,” Jurnal Tugas Akhir Fakultas
sangat memungkinkan untuk diterapkan pada kehidupan Informatika e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 |
nyata seperti pada pintu-pintu rahasia yang hanya bisa Page 3577, vol. 8, no. 2, pp. 3577–3596, 2021, [Online]. Available:
diakses oleh beberapa orang saja. [Link]
gineering/article/viewFile/14739/14516
2. Dari hasil pengujian log history pada sistem keamanan [10] R. Pasmah, A. J. Lubis, and A. Usman, “Prototipe Sistem Keamanan
pintu menggunakan metode Two-factor Authentication Ruangan Menggunakan Finger Print dan Keypad Matrix dengan One
yang sudah dibuat, dapat diketahui bahwa fitur tersebut Time Pad,” Journal of Computer Science and Information
sudah bisa berfungsi dengan baik dan benar. Hal tersebut Technology E-ISSN 2774-4647, vol. 1, no. 2, pp. 53–62, 2021, doi:
10.47065/explorer.v1i2.89.
dibuktikan dengan pencatatan log history yang sangat [11] T. Handayani, A. Basuki, S. Sudiana, and I. Dirgantara, “Rancang
lengkap dan rinci. Bangun Sistem Keamanan Pintu menggunakan Metode Pengenalan
Wajah berbasis Internet of Things,” Aviation Electronics,
V. SARAN Information Technology, Telecommunications, Electricals, Controls
(AVITEC), vol. 5, no. 1, p. 1, 2022, doi: 10.28989/avitecv5i1.1393.
Dari hasil pengujian, terdapat beberapa saran yang dapat [12] N. Sarah Hapsari, Y. Fatman, and E. Penulis Korespondensi,
dilakukan untuk mengembangkan sistem agar mencapai hasil “JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Implementasi
yang lebih optimal, yaitu sebagai berikut: Metode One Time Password pada Sistem Pemesanan Online,” Jurnal
1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan Media Informatika Budidarma, vol. 4, pp. 930–939, 2020, doi:
10.30865/mib.v4i4.2195.
algoritma otentikasi sehingga proses verifikasi dapat [13] H. Raka Herdiantoro and M. Reza Redo Islami, “Implementasi Two-
dilakukan dengan lebih cepat tanpa mengurangi tingkat Factor Authentication (2Fa) Dan Firewall Policies Dalam
keamanan. Mengamankan Website,” Jmik (Jurnal Mahasiswa Ilmu Komputer),
2. Pertimbangkan untuk mengintegrasikan teknologi vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2023, [Online]. Available:
[Link]
biometrik, seperti sidik jari atau pengenalan wajah, sebagai nload/3300/1620/
salah satu faktor otentikasi untuk meningkatkan keamanan [14] I. Permana, M. Hardjianto, and K. Ahmad Baihaqi, “Securing the
dan kenyamanan pengguna. Website Login System with the SHA256 Generating Method and
3. Mengembangkan aplikasi mobile yang dapat digunakan Time-based One-time Password (TOTP),” Systematics, vol. 2, no. 2,
pp. 65–71, 2020, doi: 10.35706/sysv2i2.3756.
sebagai inovasi sistem untuk otentikasi, memungkinkan
pengguna untuk menerima kode OTP (One-Time
Password) atau notifikasi otentikasi melalui smartphone
mereka dengan lebih cepat lagi.
[1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14]
REFERENSI
[1] G. C. Mahardhika and F. David, “Implementasi Two Factor
Authentication (2FA) pada Sistem Keamanan Otentikasi User di
Aplikasi Kasir Legends Barbershop,” Jurnal Sistem dan Teknologi
Informasi (Justin), vol. 8, no. 4, p. 357, 2020, doi:
10.26418/justin.v8i4.42247.
[2] S. Sinurat, “RANCANG BANGUN SISTEM AKSES DAN
SECURITY BRANKAS MENGGUNAKAN METODE OTP
BERBASIS IoT,” Teknik Elektro Universitas Medan Area, 2022.
[3] Y. Ariyanto, “Algoritma Rc4 Dalam Proteksi Transmisi Dan Hasil
Query Untuk Ordbms Postgresql,” Jurnal Informatika, vol. 10, no. 1,
pp. 127–136, 2010, doi: 10.9744/informatika.10.1.53-59.
[4] D. Dwi Septian and dan Tatyantoro Andrasto, “Pengaman Pintu
Rumah Menggunakan Otentifikasi Dua Faktor Berbasis Arduino
Uno,” Edu Elektrika Journal, vol. 9, no. 2, pp. 24–30, 2020.
[5] A. Fauji, A. Goeritno, L. Hardian, and B. A. Prakoso, “Embedded
Device pada Smarthome System Berbasis IoT untuk Pengoperasian
Pintu Gerbang Terkendali melalui Smartphone,” Jurnal Rekayasa
Elektrika, vol. 18, no. 1, 2022, doi: 10.17529/jre.v18i1.22224.
[6] D. Kalingga, Perancangan Algoritma Two Factor Authentication
Untuk Keamanan Jaringan Internet of Things. 2023.
[7] M. Cs. Bronto Kuncoro, [Link]. Eko Sediyono, [Link]., Winarso
Martyas Edi, [Link]., “Penerapan Sistem One Time Password
Dengan Motor Servo Untuk Pengaman Rumah,” Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen SatyaWacana, no.
July, 2016.
[8] Mundhir, RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM
KEAMANAN WEBSITE DENGANMENERAPKAN
AUTENTIFIKASI 2 FAKTOR MENGGUNAKAN SMS
GATEAWAY. 2016.
638