0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan12 halaman

Metode Pelaksanaan Lapis Pondasi Agregat

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan untuk lapis pondasi agregat kelas A dan lapis aus asbuton (AC-WC Asb). Proses meliputi penyediaan, pengujian, mobilisasi, penghamparan, pemadatan, dan pengetesan tingkat kepadatan, serta persiapan dan pelapisan tack coat sebelum penghamparan. Semua langkah harus mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan untuk memastikan kualitas dan ketahanan lapisan jalan.

Diunggah oleh

feky de Fretes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan12 halaman

Metode Pelaksanaan Lapis Pondasi Agregat

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan untuk lapis pondasi agregat kelas A dan lapis aus asbuton (AC-WC Asb). Proses meliputi penyediaan, pengujian, mobilisasi, penghamparan, pemadatan, dan pengetesan tingkat kepadatan, serta persiapan dan pelapisan tack coat sebelum penghamparan. Semua langkah harus mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan untuk memastikan kualitas dan ketahanan lapisan jalan.

Diunggah oleh

feky de Fretes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Lapis Pondasi Agregat Kelas A

I. Flow Chart
II. Metode Pelaksanaan Pekerjaan

PENYIAPAN AGREGAT
[Link] yang akan digunakan sebagai agregat diseleksi dari sumber
yang disetujui dan sesuai dengan spesifikasi.
[Link] yang disetujui, dikirm ke mixing plant untuk proses
pencampuran
[Link] agregat untuk mendapatkan proporsi campuran agregat
pondasi kelas A. Dilakukan menggunakan mesin mekanis di mixing
plant.

PENGUJIAN AGREGAT
Pengujian agregat dengan uji abrasi menggunakan mesin los angeles
untuk mengetahui keausan agregat dan uji gradasi menggunakan
saringan untuk mengetahui variasi ukuran agregat
MOBILISASI AGREGAT KE AREA PENGHAMPARAN

1. Penyiapan area subgrade untuk penghamparan lapisan atas


minimal 100 m
2. Marking pekerjaan lapis pondasi agregat harus dipasang dengan
acuan centre line.
3. Membawa agregat menggunakan dump truck ke lokasi
penghamparan material agregat lapis pondasi bawah di badan
jalan secara merata.

PENGAHMAPARAN AGREGAT
1. Material yang telah siap dilapangan dihamparkan dan dipadatkan
dengan layer yang sama sehingga ketebalan setelah pemadatan
sesuai dengan gambar dan spesifikasi.
2. Penghamparan LPA dengan agregat kelas A pada daerah badan
jalan dilakukan dengan Motor Grader.
3. Pemasangan mal datar sepanjang 3 m diletakkan pada
permukaan jalan sejajar sumbu jalan dan mal lengkung pada
daerah lengkungan.
PEMADATAN

1. Pemadatan dengan compactor pada lapisan bawah LPA, karena membutuhkan tekanan
yang besar
2. Setelah dileveling dan dicek elevasi dipadatkan lagi dengan menggukan vibro roller. Kadar
air harus dijaga dalam kondisi optimum.
3. Pemadatan dengan pneumatic roller pada lapisan atas LPA, karena jika menggunakan
compactor lapisan agregat akan rusak gradasinya dan permukaannya. Pemadatan
dilakukan sampai 100% dari kepadatan kering maksimum.

Pemadatan dengan Vibro/


Compactor

Pemadatan dengan Pneumatic


roller

PENGUJIAN / PENGETESAN TINGKAT KEPADATAN


Tingkat Kepadatan Lapisan harus dipantau dengan serangkaian
pengetesan kepadatan sampai memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
1. Setelah pekerjaan pemadatan kemudian akan diuji hasil pemadatan untuk mengetahui nilai
CBR yaitu minimum 95%. Apabila telah mencapai 95% maka pekerjaan akan dilanjutkan
lapis pondasi atas.
2. Pengujian sand cone untuk memeriksa kepadatan tanah emnggunakan pasir otawa sebagai
parameter kepadatan.
RESUME PELAKSANAAN
B. Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)

I. Flow Chart
II. Metode Pelaksanaan

TAHAP PERSIAPAN

[Link] tahap persiapan, Kontraktor pelaksana memastikan bahwa semua


peralatan dapat berfungsi dan siap bekerja secar optimal. Selain itu,
sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan, kontraktor harus membersihkan
seluruh lokasi pekerjaan dari segala macam sampah atau kotoran yang
mengganggu. Jika diperlukan maka pembersihan lahan kerja dapat
menggunakan compressor seperti yang ditunjukan pada gambar 16.
[Link] lapangan tetap dilakukan selama pekerjaan berlangsung
hingga pekerjaan selesai
[Link] melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui
[Link] kan hasil pengujian material (Job Mix design) material hot mix
Gambar 30. Contoh pembersihan sebelum di aspal

Laston Lapis Aus (AC-WC Asb) yang akan digunakan dan komposisi harus
sesuai Spesifikasi teknik yang disyaratkan.
[Link] pelaksanaan pekerjaan AC-WC dilakukan trial agar bisa diketahui
ketebalan dan densitynya.
[Link] staking out di lapangan untuk menentukan : Patok Referensi.
(elevasi dan koordinat), Patok Centre Line, Patok Batas Camp. Panas
Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb)

Gambar 16. Contoh pembersihan sebelum di aspal

ack

TRIAL MIX DAN TRIAL COMPACTION


Trial Mix dilaksanakan berdasarkan analisa dari hasil tes material. Trial mix
yang dilaksanakan digunakan untuk mengadakan Trial Compaction. Trial
Compactiondilaksanakan untuk
Gambar 30. mendapatkan
Contoh pembersihan sebelum di aspal gambaran mengenai
pelaksanaan yang sebenarnya. Dari hasil trial compaction, akan diketahui :
jenis alat pemadat dan kapasitasnya
waktu pelaksanaan dan
jumlah lintasan yang diperlukan untuk memadatkan material.
PELAPISAN TACK COAT
Sebelum tack coat dilapiskan maka permukaan perkerasan lama dibersihkan terlebih
dahulu dengan compressor. Pelapisan tack coat ini dilaksanakan di atas permukaan
perkerasan lama secara merata dengan menggunakan asphalt sprayer. Material tack coat
harus sesuai dengan persyaratan. Tujuannya adalah untuk perkuatan ikatan antara
perkerasan eksisting dengan Camp. Panas Asbuton Lap. Penghamparan Camp. Panas
Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) harus dilakukan antara 15 s/d 30 menit setelah pelapisan
tack coat.
Gambar 30. Contoh pembersihan sebelum di aspal

PENGHAMPARAN AC-WC
AC-WC dari Asphalt Mixing Plant (AMP) diangkut dengan dump truck ke lokasi proyek.
Pada saat pengangkutan ini harus dijaga temperatur Camp. Panas Asbuton Lap. Aus
(AC-WC Asb) dengan jalan menutupi dengan terpal. Penghamparan Camp. Panas
Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) dilakukan dengan cara menuangkan AC dari dump
truck ke asphalt finisher, selanjutnya dari asphalt finisher tersebut digelar. Panas Asbuton
Lap. Aus (AC-WC Asb) pada saat penggelaran harus sesuai dengan
ketentuan/spesifikasi (lihat Target Mutu). Apabila cuaca tidak memungkinkan (hujan)
maka penghamparan harus dihentikan dan dilanjutkan kembali setelah cuaca
Gambar 30. Contoh pembersihan sebelum di aspal
memungkinkan
PEMADATAN
Pemadatan AC terbagi dalam 3 bagian yaitu :
a. pemadatan pertama (brakdoewn rolling)
b. pemadatan kedua (intermediate rolling)
c. pemadatan terakhir (final rolling)

Hal - Hal yang perlu diperhatikan yaitu :


[Link] pertama dilaksanakan pada saat temperatur mencapai 125o C s/d 145 o C atau sekitar
0 - 10 menit sejak Campuran Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) digelar. Penggelaran ini
menggunakan tandem roller dengan jumlah lintasan sesuai dengan trial compaction.
[Link] terakhir dilaksanakan padapadasaat
Roda penggilas lintasantemperatur mencapai
pertama ditempatkan di muka >95o C atau sekitar 20 - 45
menit sejak AC digelar. Penggelaran ini menggunakan tandem roller dengan jumlah lintasan
sesuai dengan trial compaction.
[Link] Camp. Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) paling atas yang diselesaikan setiap
section pemadatan harus dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi.
[Link] pada jalan lurus dimulai dari tepi perkerasan sejajar as jalan menuju ke tengah. Pada
tikungan, pemadatan dimulai dari bagian yang rendah sejajar as jalan menuju ke bagian lebih
tinggi. Pada bagian tanjakan Gambar
dan turunan
30. Contohharus dimulai
pembersihan dari
sebelum bagian yang rendah sejajar as jalan
di aspal

menuju ke bagian yang tinggi.


[Link] penggilas pada lintasan pertama ditempatkan di muka
[Link] waktu pemadatan roda mesin gilas harus dibasahi (dilap) dengan air.
[Link] referensielevasi Camp. Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb), centre line, batas-batas
Camp. Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) dan patok kemiringan agar dibuat dengan jelas,
diupdate sesuai dengan elevasi Camp. Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) yang telah
diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk memudahkan pemeriksaan dan pengontrolan
pekerjaan.
PENEGTESAN

Pengetesan hasil pekerjaan dilakukan dengan beberapa


tes. Tes yang dilaksanakan adalah tes untuk mengetahui
ketebalan Camp. Panas Asbuton Lap. Aus (AC-WC Asb) T
5/20( t=5cm) (core drill), kadar asphal, kekuatan, (Marshall
Test) dari core drill dan dari AMP dan pengujian campuran
agregat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah Apabila
hasil tes tidak sesuai dengan persyaratan maka harus
dilakukan perbaikan. Gambar 19. Core drill test

RESUME PEKERJAAN
PENUTUPAN

Demikian metode pelaksanaan ini dibuat untuk dapat dievaluasi oleh


Pokja Pemilihan dan selanjutnya dapat dijadikan pedoman pada saat
pelaksanaan dilapangan. Apabila dalam metode ini ada terdapt hal –
hal bersifat prinsip yang ternyata keliru atau bertetntangan dengan
ketentuan dalam dokumen pemilihan terutama dokumen dari PPK,
maka kami mengikuti ketentuan yang tercantum dalam dokumen
tender dan atau dokumen dari PPK. Selanjutnya apabila diperlukan
revisi untuk perbaikan dapat kami lakukan apabila ditunjuk sebagi
pemenang pada pekerjaan ini. Sekian dan terimakasih

NUSANTARA JAYA, KSO

JUNI F. W. MANURUNG
LEAD FIRM

Anda mungkin juga menyukai