LAPORAN PRA PENAMPILAN TARI RAMPAK
BEDUG
KELAS: XI-PPLG
MULOK
Wisye Meliasari, S.,Sn
SMK NEGERI 1 PANDEGLANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, laporan Pra Penampilan Tari Rampak Bedug ini dapat disusun dan diselesaikan
dengan baik. Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus dokumentasi
atas kegiatan persiapan dan pelaksanaan penampilan tari Rampak Bedug, yang merupakan
salah satu bentuk ekspresi budaya lokal yang sarat makna religi dan nilai-nilai kebersamaan.
Tari Rampak Bedug sebagai bagian dari kesenian tradisional memiliki peran penting dalam
melestarikan identitas budaya serta memperkuat semangat toleransi dan keharmonisan dalam
masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pra penampilan ini menjadi langkah penting untuk
menggali, memahami, dan menyampaikan nilai-nilai luhur tersebut melalui proses kreatif
yang terstruktur dan bertanggung jawab.
Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan, khususnya kepada guru maple, ibu Wisye Meliasari, S.,Sn, rekan-
rekan tim tari, dan seluruh bagian divisi kegiatan. Kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan untuk menyempurnakan laporan ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi
pelestarian budaya bangsa.
I
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………..ii
BAB I………………………………………………………………………………………….1
BAB II………………………………………………………………………………………....2
LAPORAN DARI BERBAGAI DIVISI……………………………………………....2
LAPORAN DIVISI MAKEUP………………………………………………………..2
LAPORAN DIVISI BUSANA………………………………………………………..3
LAPORAN DIVSI PROPERTI………………………………………………………3
LAPORAN DIVISI PENARI…………………………………………………………4
POLA LANTAI GERAK TARI……………………………………………………….5
LAPORAN DIVISI CREW…………………………………………………………...6
BAB III………………………………………………………………………………………..7
KESIMPULAN………………………………………………………………………………..7
LAMPIRAN DOKUMENTASI……………………………………………………………….8
ii
BAB I
Bedug terdapat di hampir setiap masjid, sebagai alat atau media informasi datangnya waktu
shalat wajib 5 waktu. Kata “Rampak” mengandung arti “Serempak”. Jadi “Rampak Bedug”
adalah seni bedug dengan menggunakan waditra berupa “banyak” bedug dan ditabuh secara
“serempak” sehingga menghasilkan irama khas yang enak didengar. Rampak bedug hanya
terdapat di daerah Banten sebagai ciri khas seni budaya Banten.
Rampak bedug pertama kali dimaksudkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari
Raya Idul Fitri, persis seperti seni ngabedug atau ngadulag. Tapi karena merupakan suatu
kreasi seni yang genial dan mengundang perhatian penonton, maka seni rampak bedug ini
berubah menjadi suatu seni yang layak jual, sama dengan seni-seni musik komersial lainnya.
Walau para pencetus dan pemainnya lebih didasari oleh motivasi religi, tapi masyarakat
seniman dan pencipta seni memandang seni rampak bedug sebagai sebuah karya seni yang
patut dihargai.
“Rampak Bedug” dapat dikatakan sebagai pengembangan dari seni bedug atau ngadulag. Bila
ngabedug dapat dimainkan oleh siapa saja, maka “Rampak Bedug” hanya bisa dimainkan
oleh para pemain profesional. Rampak bedug bukan hanya dimainkan di bulan Ramadhan,
tapi dimainkan juga secara profesional pada acara-acara hajatan (hitanan, pernikahan) dan
hari-hari peringatan kedaerahan bahkan nasional. Rampak bedug merupakan pengiring
Takbiran, Ruwatan, Marhabaan, Shalawatan (Shalawat Badar), dan lagu-lagu bernuansa religi
lainnya.
Di masa lalu pemain rampak bedug terdiri dari semuanya laki-laki. Tapi sekarang sama
halnya dengan banyak seni lainnya terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mungkin demikian
karena seni rampak bedug mempertunjukkan tarian-tarian yang terlihat indah jika
ditampilkan oleh perempuan (selain tentunya laki-laki). Jumlah pemain sekitar 10 orang, laki-
laki 5 orang dan perempuan 5 orang. Adapun fungsi masing-masing pemain adalah sebagai
berikut pemain laki-laki sebagai penabuh bedug dan sekaligus kendang sedangkan pemain
perempuan sebagai penabuh bedug, baik pemain laki-laki maupun perempuan sekaligus juga
sebagai penari.
1
BAB II
LAPORAN DARI BERBAGAI DIVISI
LAPORAN DIVSI MAKEUP
ALAT:
Sponge Makeup
Beauty Blender
Brush
Bulu Mata Palsu
Lem Bulu Mata
Cermin
Bandana
Lighting
BAHAN:
Foundation
Concealer
Bedak Tabor
Cream Blush
Eyeshadow
Powder Blush
Highliter
Lipstik
Eyeliner
Setting Spray
URUTAN MENGGUNAKAN MAKEUP
1. Skin Prep
Tahap perawatan kulit wajah yang bertujuan untuk mempersiapkan kulit wajah kita
sebelum penggunaan produk-produk makeup. Urutan pertama melakukan skin
preparation sebekum makeup adalah double cleansing, essence, serum dan
moisturizer. Aplikasikan sunscreen dan yang terakhir adalah primer.
2. Foundation
Bentuk titik-titik kecil pada bagian wajah tertentu seperti pipi, hidung, dahi, dagu, dan
lainnya. Kemudian ratakan menggunakan beauty blender dengan cara menepuk-
nepuk agar tidak pecah saat men-aplikasikannya. Ratakan dengan usapan satu arah
agar merata.
2
3. Concealer
Aplikasikan dengan cara ditepuk-tepuk ke wajah lalu baurkan menggunakan kuas atau
sponge.
4. Alis
Buat bingkai menggunakan pensil alis pada alis, lalu isi atau tebalkan. Pada ujung
alis.
LAPORAN DIVISI BUSANA
Jenis Busana yang dipakai:
Berdasarkan ciri-ciri busana dan aksesoris yang digunakan, busana ini sangat mirip dengan
busana adat Jawa atau tari tradisional Jawa, khususnya gaya yang sering digunakan untuk
pertunjukan tari klasik atau upacara adat. Kain jarik motif batik dan selendan yang khas
dipadupadankan dengan hiasan kepala yang detail adalah elemen kuat dari busana
tradisional Jawa.
Pemakaian busana tari untuk Perempuan:
Mengenakan atasan berwarna coklat atau krem lengan panjang, kain merah yang dililitkan di
pinggang (seperti sampiran atau selendang), dan bawahan berupa kain jarik motif batik yang
dililitkan sebagai rok panjang.
Pemakaian busana tari untuk laki-laki:
Mengenakan atasan berwarna merah lengan panjang dengan ikat pinggang besar, bawahan
berupa kain lurik atau kain bergaris hitam putih yang dililitkan sebagai celana atau sarung
LAPORAN DIVISI PROPERTI
Properti tari adalah segala kelengkapan atau alat yang dimainkan oleh penari saat pentas
untuk kebutuhan tari. Biasanya properti disesuaikan dengan tarian apa yang akan
ditampilkan.
Properti Tari Rampak Bedug yang dibutuhkan sebagai berikut:
Properti Kostum Perempuan:
- Mengenakan hiasan kepala besar yang berstruktur seperti mahkota atau sanggul
berhias, dengan ornamen bulu-bulu atau hiasan lainnya di bagian atas.
- Leher/Dada: Terlihat seperti kalung atau hiasan dada melingkar pada bagian atas
dada/leher wanita.
- Pinggang: Sabuk besar atau ikat pinggang dengan ornamen di bagian depan, terutama
terlihat pada busana wanita.
3
Properti Kostum Laki-laki:
- Mengenakan ikat kepala atau udeng berwarna putih dengan motif hitam.
Stage Drop:
- Kain Jarik untuk hiasan bedug.
- Pita untuk penakol bedug.
Berdasarkan fungsinya properti dibedakan menjadi dua macam yaitu Hands Drop dan Stage
Drop. Hands Drop adalah segala peralatan yang dipakai atau dimainkan oleh penari saat
menari. Awalnya Hands Drop yang digunakan hanya berupa panakol bedug saja, namun saat
ini banyakn dalam pertunjukan seni rampak bedug yang menggunakan Hands Drop lainnya
seperti kipas dan rebana. Stage Drop adalah segala peralatan yang ditata di atas panggung
untuk membantu penampilan garapan tarinya.
LAPORAN DIVISI TARI
Rampak bedug ini berasal dari Pandeglang yang pada mulanya adalah ngadu bedug dengan
dasar tarian bernuansa pencak silat. Meninjau lebih dalam pada Gerak rampak bedug, rampak
bedug memiliki tiga pola Gerak yakni Gerak awal, Gerak Tengah dan Gerak akhir.
Gerak pada rampak bedug adalah Gerak dasar silat yang dikembangkan menjadi sebuah
tarian. Penyebab dari Gerak ini adalah bagian dari potret Masyarakat Banten yang religious
dan kental dengan dunia silat. Seiring waktu, tarian dalam rampak bedug semakin
berkembang dan adanya vocal seperti salawatan.
Rampak bedug ini memiliki sumbangsih yang dalam dan berharga di Tengah gempuran
budaya asing yang masuk ke Indonesia. Pada rampak bedug ini, nilai-nilai luhur dan
identitas Banten terus dijaga untuk generasi muda dari masa ke masa.
Pada kesenian ini, ada Pelajaran-pelajaran yang bisa diaplikasikan dalam dunia nyata seperti
salawatan yang jika diaplikasikan dalam dunia nyata adalah bagaimana umat islam tetap
mengingat dan bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah.
Alasan kami memilih Gerakan tari ram[ak bedug ini karena Gerakan pada tariannya terbilang
simple dan mudah untuk dipahami. Inspirasi kami memilih Gerakan tari ini yaitu dari grup
kesenian PANDAWA PRODUCTION SMKN 1 PANDEGLANG.
4
POLA LANTAI GERAK TARI
5
LAPORAN DIVISI CREW
Desain panggung yang digunakan merupakan hasil diskusi dari beberapa pihak sehingga
didapatkan hasil sebagai berikut:
Dalam proses kegiatan ini terdapat berbagaimacam kendala yang timbul, salah satunya adalah
kurangnya Latihan beberapa penari dikarenakan Sebagian dari mereka memiliki urusan lain
yang tidak bisa ditinggalkan, serta kurangnya kesadaran diri atas tanggung jawab bagian
divisi lain yang menyebabkan terhambatnya Latihan.
Solusi untuk menghadapi semua kendala ini yaitu, dibutuhkannya kesadaran setiap individu
serta ketua yang otoriter dan koordinator yang tegas dari setiap divisi dikarenakan anggota
yang tak kunjung sadar. Dengan adanya penekanan tersebut, anggota, mencakup seluruh
divisi dan para penari baru sadar atas tanggung jawab mereka dan menyelesaikan tanggung
jawabnya.
Kami, Sebagian divisi juga saling bekerja sama dalam menjalankan project ini agar nantinya
mendapatkan hasil yang memuaskan serta mendapatkan nilai akhir yang sempurna untuk
project ini. Maka dari itu besar harapan kami agar bapak/ibu guru dapat mengapresiasi segala
usaha kami dalam menyelesaikan project rampak bedug ini.
6
BAB III
KESIMPULAN
Gerak pada rampak bedug adalah Gerak dasar silat yang dikembangkan menjadi sebuah
tarian. Penyebab dari Gerak ini adalah bagian dari potret Masyarakat Banten yang religious
dan kental dengan dunia silat. Seiring waktu, tarian dalam rampak bedug semakin
berkembang dan adanya vocal seperti salawatan.
Rampak bedug ini memiliki sumbangsih yang dalam dan berharga di Tengah gempuran
budaya asing yang masuk ke Indonesia. Pada rampak bedug ini, nilai-nilai luhur dan
identitas Banten terus dijaga untuk generasi muda dari masa ke masa.
Alasan kami memilih Gerakan tari ram[ak bedug ini karena Gerakan pada tariannya terbilang
simple dan mudah untuk dipahami. Inspirasi kami memilih Gerakan tari ini yaitu dari grup
kesenian PANDAWA PRODUCTION SMKN 1 PANDEGLANG
7
LAMPIRAN DOKUMENTASI
8