0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD

Dokumen ini membahas tentang teori belajar dan pembelajaran Bahasa Indonesia, termasuk pengertian belajar, pembelajaran di sekolah dasar, serta tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, dijelaskan juga tentang pentingnya membaca, manfaatnya, serta strategi pembelajaran membaca pemahaman, khususnya melalui metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Keseluruhan isi dokumen menekankan pada pengembangan kemampuan berbahasa dan membaca yang efektif bagi peserta didik.

Diunggah oleh

Mexua
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD

Dokumen ini membahas tentang teori belajar dan pembelajaran Bahasa Indonesia, termasuk pengertian belajar, pembelajaran di sekolah dasar, serta tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, dijelaskan juga tentang pentingnya membaca, manfaatnya, serta strategi pembelajaran membaca pemahaman, khususnya melalui metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA). Keseluruhan isi dokumen menekankan pada pengembangan kemampuan berbahasa dan membaca yang efektif bagi peserta didik.

Diunggah oleh

Mexua
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Belajar dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
a. Pengertian Belajar
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang
dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut
bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara
alamiah.1
Belajar sebagai perubahan perilaku sebagai hasil dari
pengalaman. Perubahan perilaku sebagai hasil pengalaman, dan
perubahan perilaku disebabkan oleh proses menjadi matangnya
seseorang serta tidak bersifat temporer.2
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan
bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu sacara
keseluruhan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, kecakapan,
sikap dan kebiasaan sebagai akibat dari pengalaman interaksi antara
individu dengan individu maupun dengan lingkungannya. Selain dari
berrbagai pengalaman, belajar lebih banyak di dapatkan saat di
sekolah. Kegiatan belajar di sekolah dimulai dengan kegiatan
membaca. Hal ini tentu saja sesuai dengan Al-Qur’an surah Al-Alaq
ayat 1-5 :
‫ّٰل‬
‫ْأ‬ ‫ِم ال ِه الَّر ْح ٰمِن الَّر ِح ْيِم‬ ‫ْأ‬
‫ِبْس‬
‫َّل‬ ‫َّل‬ ‫َاْلْك‬ ‫َك‬ ‫َل‬ ‫َل‬ ‫َل‬ ‫َّل‬ ‫َك‬
‫ِاْقَر ِباْس ِم َر ِّب ا ِذْي َخ َۚق َخ َق اِاْلْنَس اَن ِمْن َع ٍۚق ِا َر َوَر ُّب ا َر ُۙم ا ِذْي َع َم‬
‫ْق‬
‫ِباْلَقَل ِۙم َعَّلَم اِاْلْنَس اَن َما َلْم َيْعَل ْۗم‬

Terjemahnya :

1
Agus Suprijono. Cooperative Learning Teori dan aplikasi Paikem. (Yogyakarta:Pustaka
Pelajar,2009), h.2.
2
Ibid.,

6
7

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang


menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang
mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar
kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya.3
b. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Pembelajaran adalah proses secara kreatif menurut murid
melakukan sejumlah kegiatan sehingga murid benar-benar
membangun pengetahuannya secara mandiri dan berkembang pula
kreatifitasnya. Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan
murid, kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan murid dapat
mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien.4
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah proses dan upaya yang diatur sedemikian rupa
oleh pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan
belajar sehingga tercipta hubungan timbal balik antara pendidik dan
peserta didik, peserta didik dengan lingkungan belajarnya untuk
mencapai tujuan tertentu.
Bahasa memiliki peran dalam perkembangan intelektual,
sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang
keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran
bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya,
budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan
perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan
bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan
analitis dan imaginatif yang ada dalam [Link] adanya
Bahasa Indonesia, setiap peserta didik juga mampu berkomunikasi
dengan teman-temannya yang berasal dari berbagai macam suku.

3
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya Al-Jumanatul Ali, Edisi Revisi
(Garut: CV. Penerbit Jumanatul ‘Ali, 2011), h. 597.
4
Yunus Abidin. Pembelajaran membaca berbasis pendidikan karakter. (Bandung: Rafika
Aditama,2012), h.3.
8

Pembelajaran bahasa Indonesia diarakhan untuk meningkatkan


kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa
Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan,
serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan
manusia Indonesia. Dalam hal ini juga Bahasa Indonesia mampu
menjadi penengah Bahasa dari setiap suku yang terbiasa dengan
Bahasa daerahnya masing-masing sehingga saling memahami
dengan adanya Bahasa Indonesia.
c. Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Setiap mata pelajaran tentunya memiliki tujuannya sendiri
mengapa kita perlu untuk mempelajarinya. Tentu hal ini juga
sangat penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang merupakan
Bahasa negara kita sendiri.
Adapun tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah
dasar yaitu :
1) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang
berlaku, baik secara lisan maupun tulisan.
2) Bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
dan bahasa Negara.
3) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat
dan kreatif untuk berbagai tujuan.
4) Menggubakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan
intelektual, serta kematangan emosional dan sisoal.
5) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas
wawasan, menmperluas budi pekerti, serta meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai
khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.5

5
Munirah. Pembelajaran bahasa Indonesia kelas awal SD. (Makassar: Universitas
Muhammadiyah Makassar, 2012), h. 3.
9

2. Membaca Pemahaman
a. Pengertian Membaca
Membaca merupakan suatu strategi. Pembaca yang efektif
menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks
dan konteks dalam rangka mengonstruk makna ketika
[Link] ini bervariasi dengan jenis teks dan tujuan
membaca.6
Definisi membaca mencakup membaca merupakan suatu proses,
membaca adalah strategi, dan membaca merupakan interaktif.
Membaca merupakan suatu proses dimaksudkan informasi dari teks
dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan
yang utama dalam membentuk makna.7
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan
oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan
penulis melalui media katakata atau bahasa tulis.8
Berdasarkan uraian di atas maka disimpulkan bahwa membaca
adalah kegiatan seseorang yang tidak hanya sekedar menuntut
kemampuan mengambil dan memetik makna dari materi yang
tercetak melainkan juga menuntut kemampuan menyususn konteks
yang tersedia guna membentuk makna. Sehingga bisa lebih
memahami setiap bacaan yang sedang dibacanya.
b. Manfaat Membaca
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut
terciptanya masyarakat yang gemar belajar. Proses belajar yang
efektif antara lain dilakukan melalui membaca. Masyarakat yang
gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang
akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih
mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang.

6
Faridah Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar.( Jakarta: Bumi Aksara, 2011),
h.3.
7
Ibid., h. 3.
8
Dalman. Keterampilan membaca cepat. (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), h. 6.
10

Kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam


sebuah masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak
memahami pentingnya belajar membaca tidak akan termotivasi
untuk belajar. Belajar membaca merupakan usaha yang terus
menerus, dan anak-anak yang melibatkan tingginya nilai (value)
membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar
dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan
dari kegiatan membaca.9
c. Tujuan Membaca
Tujuan membaca mencakup :
1) Kesenangan
2) Menyempurnakan membaca nyaring
3) Menggunakan strategi tertentu
4) Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik
5) Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah
diketahuinya
6) Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis
7) Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi
8) Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi
yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan
mempelajari tentang struktur teks
9) Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.10
d. Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman merupakan istilah yang digunakan untuk
kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang
terkandung dalam teks bacaan. Membaca pemahaman dapat pula
diartikan sebagai proses sungguhsungguh yang dilakukan pembaca
untuk memperoleh informasi, pesan, dan makna yang terkandung
dalam sebuah bacaan.11
9
Faridah Rahim, [Link]. h. 1.
10
Ibid., h. 11-12.
11
Yunus Abidin, [Link]. h. 60.
11

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa membaca


pemahaman adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan
tujuan memahami, mengetahui, serta mengingat isi atau informasi
yang ada dalam artikel atau bacaan yang dibacanya. Sehingga apa
yang dibaca tersebut tentu lebih menarik karena pembacanya bisa
memahami apa yang dibacanya.
e. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Membaca Pemahaman
Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa banyak faktor yang
mempengaruhi keberhasilan membaca. Prinsip-prinsip membaca
yang didasarkan pada penelitian sebagai berikut:
1) Pemahaman merupakan proses konstruktivis sosial.
2) Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja
kurikulum yang membantu perkembangan pemahaman
3) Guru membaca yang profesional (unggul) memengaruhi belajar
siswa.
4) Pembaca yang baik memegang peranan yang strategis dan
berperan aktif dalam proses membaca.
5) Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna.
6) Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari berbagai
teks pada berbagai tingkat kelas.
7) Perkembangan kosa kata dan pembelajaran memengaruhi
pemahaman membaca.
8) Pengikutsertaan adalah suatu faktor kunci pada proses
pemahaman
9) Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan.
10) Asesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran
membaca pemahaman.12
3. Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
a. Pengertian Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)

12
Farida Rahim, [Link]. h. 3-4.
12

Kata strategi berasal dari dua kata dasar Yunani kuno yaitu
stratos yang berarti jumlah besar atau yang tersebar dan again yang
berarti memimpin atau mengumpulkan. Sehingga diperoleh
pengertian mengenai strategi adalah berbagai tipe atau gaya
rencana yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan
pembelajaran.13 Strategi adalah ilmu dan kiat dalam memanfaatkan
segala sumber yang dimiliki dan yang dapat dikerahkan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam hal ini merupakan strategi pembelajaran yang
digunakan guru di dalam kelas. Strategi pembelajaran merupakan
suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa
agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
14
. Pernyataan ini diperkuat dengan pernyataan J.R David:
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu
perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.15
Beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi
merupakan suatu rancangan kegiatan yang dilakukan siswa dan
guru untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu tujuan dapat tercapai
secara efektif dan efisien. Sedangkan startegi pembelajaran
membaca merupakan rancangan kegiatan yang dilakukan siswa dan
guru agar siswa mampu melakukan aktivitas visual yang tidak
hanyak mengucapkan simbol-simbol huruf atau kata tetapi juga
mengartikan setiap kata menjadi makna.

Berkaitan dengan pemahaman terhadap suatu teks bacaan,


pembaca yang baik akan menggunakan strategi tertentu. Pemilihan
startegi berhubungan erat dengan faktor-faktor yang terlibat dalam

13
Silver Hervey. Strategi-Strategi Pengajaran. (Jakarta: PT Indeks, 2012), h. 1.
14
Sanjaya Wina. Kuikulum dan Pembelajaran. (Bandung: Kencana Prenada Media Group,
2008), h. 294.
15
Ibid., h. 294.
13

permasalahan yaitu pencapaian teks dan konteks. Dalam teori


membaca dikenal beberapa strategi membaca, strategi membaca
pada dasarnya memberikan gambaran bagaimana pembaca
memproses bacaan sehingga dapat memperoleh pemahaman
tentang bacaan tersebut.
Suatu strategi sebelum dan pasca membaca yang digunakan
siswa dalam memprediksi apa yang mereka pikirkan tentang suatu
cerita. DRTA adalah memprediksi, membaca dan membuktikan
siklus. Karena membaca adalah aktivitas berpikir, strategi ini
melibatkan pengalaman yang dimiliki pembaca untuk
mengkonstruk ide pengarang. Strategi ini dapat digunakan untuk
tingkatan pembaca dalam kelompok atau tingkat individual.16
Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
merupakan strategi yang menjadi tindakan lanjut dari kekurangan
strategi DRA karena startegi Directed Reading Thinking Activity
(DRTA) menawarkan aktivitas berpikir (thinking) dalam
tahapannya. Suatu kritikan terhadap penggunaan strategi DRA.
Dalam hal ini siswa dilibatkan untuk berpikir mengenai suatu
bacaan agar mendapatkan pemahaman yang baik terhadap bacaan
tersebut.17
Dalam strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
guru mengamati anak-anak ketika mereka membaca. Hal ini
dilakukan guru dalam rangka mendiagnosis kesulitan yang dialami
siswa serta solusinya ketika siswa kesulitan berinteraksi dengan
bahan bacaan. Siswa membuat prediksi sesuai dengan
keterampilannya untuk selanjutnya hasil prediksinya
dikonfirmasikan dengan hasil prediksi siswa yang lain. Guru
menerima dengan terbuka semua prediksi yang dibuat siswa.
Dengan hal ini siswa dapat mengaplikasikan keterampilan
16
Kartherine Wiesendanger. Strategies for Literacy Education. (Colimbus, Ohio: Merril
Prentice Hall,2001), h. 19
17
Farida Rahim, [Link]. h. 47.
14

metakognitifnya dengan berpikir sesuai dengan pengetahuan dan


jalan pikirnya masing-masing. Apabila siswa masih mengalami
kesulitan dalam membuat prediksi mengenai suatu bacaan, guru
diwajibkan untuk membantu. Dengan adanya kegiatan ini, guru
bisa mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman setiap peserta
didik.
Dari beberapa penjelasan mengenai strategi Directed Reading
Thinking Activity (DRTA) di atas dapat disimpulkan bahwa
startegi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) adalah suatu
rancangan kegiatan membaca untuk memprediksi apa yang
dipikirkan pembaca melalui aktivitas berpikir dengan
mengkonstruktur pengalaman yang dimiliki dikaitkan dengan ide
pengarang sehingga didapatkan pemahaman mengenai isi suatu
cerita. Kegiatan memahami bacaan ini lebih memudahkan peserta
didik untuk memahami bacaannya.
b. Tujuan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
Secara umum DRTA bertujuan agar siswa memiliki
keterampilan membaca kritis dan reflektif. Tujuan DRTA secara
khusus kemudian dijabarkan menjadi lima yaitu untuk
mengembangkan keterampilan siswa dalam menjelaskan tujuan
membaca agar kegiatan membaca lebih bermanfaat karena terarah
dengan tujuan yang ingin dicapai, mengutip, memahami, dan
mengasimilasikan informasi, membahas bahan bacaan berdasarkan
tujuan membaca, menggunakan keputusan dan membuat keputusan
berdasarkan informasi yang diperoleh dari kegiatan membaca.18
Strategi DRTA diarhakan untuk mencapai tujuan umum.
Dalam hal ini strategi DRTA bertujuan mendiagnosis kesulitan dan
menawarkan bantuan ketika siswa sulit berinteraksi dengan bahasa
bacaan. Tujuan tersebut akan terlihat ketika guru mengamati anak-
anak ketika mereka membaca proses pembelajaran di dalam kelas.

18
Yunus Abidin, [Link]. h. 80.
15

Guru memberikan bantuan terhadap siswa yang merasa kesulitan


dalam memahami suatu bacaan.19
c. Langkah-langkah Strategi Directed Reading Thinking Activity
(DRTA)
Langkah-langkah strategi Directed Reading Thinking Activity
(DRTA) sebagai berikut.
1) Memuat prediksi berdasarkan petunjuk judul
Guru menuliskan judul cerita di papan tulis, kemudian
meminta seorang siswa membacakannya. Guru memberikan
pertanyaan kepada siswa mengenai judul, “Menurutmu cerita
itu bercerita tentang apa?” Guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk membuat prediksi.
2) Membuat prediksi dari petunjuk gambar
Guru meminta siswa memperhatikan gambar yang tersedia
dengan saksama. Kemudian guru meminta siswa
memperhatikan salah satu gambar dan memberikan pertanyaan
mengenai gambar yang dapat memancing keingintahuan siswa.
Untuk selanjutnya siswa membuat prediksi berdasarkan
petunjuk gambar.
3) Membaca bahan bacaan
Guru meminta siswa membaca dalam hati bagimana bacaan
yang telah diprediksi ceritanya melalui [Link] siswa
diminta untuk menghubungkan setiap bagian teks dengan judul
cerita.
4) Menilai ketepatan prediksi dan menyesuaikan prediks
Ketika siswa membaca bagian pertama dari cerita, guru
mengajukan pertanyaan seperti “Siapa yang memprediksi
dengan benar apa yang diceritakan bagian ini?”. Kemudian
guru meminta siswa agar yakin bahwa prediksi yang dibuatnya
sesuai untuk selanjutnya meminta siswa membacakan secara

19
Farida Rahim, [Link]. h. 47-48.
16

nyaring ke depan kelas bagian yang mendukung prediksinya.


Siswa yang prediksinya belum tepat agar memperbaiki prediksi
mereka kembali melalui hasil diskusi dan masukan.
5) Guru mengulang kembali prosedur 1 sampai 4
Hingga semua bagian pembelajaran di atas telah tercakup. Pada
setiap tempat berhenti, guru mengulang kembali langkah 4.
Terakhir, guru menyuruh siswa membuat ringkasan cerita
sesuai dengan versi mereka masing-masing.
d. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Directed Reading Thinking
Activity (DRTA)
1) Kelebihan dari strategi Directed Reading Thinking Activity
(DRTA)
a) Membantu siswa menetapkan tujuan membaca secara jelas
b) Merupakan suatu aktivitas pemahaman yang
mengembangkan kemampuan berpikir siswa melalui
memprediksi, membaca untuk memverifikasi, memeriksa
prediksi dan menarik kesimpulan
c) Membantu siswa memperoleh gambaran keseluruhan dari
suatu bacaan
d) Menunjukkan cara belajar yang bermakna bagi siswa karena
menggunakan pengalaman diri untuk mengkonstruk dengan
ide pengalaman.

2) Kelemahan dari strategi Directed Reading Thinking Activity


(DRTA)
a) Startegi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
seringkali menyita banyak waktu jika pengelolaan kelas
tidak efesien
b) Startegi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
mengharuskan penyediaan buku bacaan dan seringkali di
17

luar kemampuan sekolah dan siswa, melalui pemahaman


membaca langsung informasi tidak dapat diperoleh dengan
cepat berbeda halnya memperoleh abstraksi melalui
penyajian secara lisan oleh guru.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan


Penelitian mengenai Strategi Directed Reading Thinking Activity
(DRTA) pernah dilakukan oleh beberapa peneliti, diantaranya :
1. Skripsi yang ditulis oleh Hariani (2013) dengan judul Penerapan
Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk
Memingkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V
SDN Pacarkeling 1/82 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keterlaksanaan pembelajaran mencapai 100% pada siklus I dan siklus
II. Skor ketercapaian pada siklus I yaitu 84,3 dan siklus II yaitu 96,8.
Hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal pada siklus I
sebesar 65,2% dan siklus II sebesar 90,9% dengan peningkatan
sebesar 25,7%. Sedangkan rata-rata kelas pada siklus I sebesar 74,3
dan siklus II sebesar 89,7 dengan peningkatan sebanyak 15,4.
Berdasarkan indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan dapat
disimpulkan bahwa penerapan strategi DRTA dapat meningkatkan
keterampilan membaca pemahaman siswa kelas V SDN Pacarkeling
1/82 Surabaya.20
2. Skripsi yang ditulis oleh Sulistiyowati (2011) dengan judul Penerapan
Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk
Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN Kasin Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca
pemahaman siswa meningkat. Pada siklus I kemampuan membaca
pemahaman siswa sebesar 63,97 dan pada siklus II sebesar 78,73.
Peningkatan disini sebanyak 14,74%. Membaca (reading) dapat
20
Sri Hariani. Penerapan Strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) untuk
Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SDN Pacarkeling 1/82.
(Surabaya. Universitas Negeri Surabaya, 2013).
18

meningkatkan pemahaman serta meningkatkan daya konsentrasi


siswa. Dalam membaca bukan hanya sekedar membaca saja, tetapi
juga perlu berfikir (thinking). Berfikir ternyata dapat membuat anak
dapat berfikir kreatif. Teori mengatakan bahwa membaca merupakan
salah satu proses berfikir. Dalam proses ini seorang akan
memanfaatkan sel-sel otak untuk melakukan “pencernaan” terhadap
tulisan yang dibaca. Aktivitas dalam membaca juga perlu, aktivitas
dalam strategi DRTA disini adalah dapat menggerakkan siswa lebih
fokus membaca karena didorong oleh keinginan dan hasrat ingin
mengetahui jalan ceritanya.21
Persamaan kedua penelitian di atas dengan penelitian yang akan
dilakukan adalah strategi yang digunakan yaitu strategi Directed
Reading Thinking Activity (DRTA). Persamaan berikutnya adalah
pada hasil yang diharapkan, yaitu terjadi peningkatan hasil belajar
siswa. Sementara perbedaannya adalah subjek yang diteliti, penilaian
yang dilakukan, waktu dan tempat penelitian. Penelitian di atas cukup
relevan karena membuktikan efektivitas penerapan strategi DTRA
sehingga
dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

C. Kerangka Pikir
Kerangka pikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis
bertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu
dijelaskan hubungan antar fariabel independen dan dependen. Bila dalam
penelitian ada variabel moderator dan interveni, maka juga perlu
dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian.
Bertautan antar variabel tersebut, selanjutnya dirumuskan kedalam bentuk
21
Yuni Sulistiyowati. Penerapan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA)
untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Siswa Kelas V SDN Kasin. (Malang. Universitas Negeri Malang, 2011).
19

paradigma penelitian. Oleh karena itu, pada setiap penyusunan paradigma


penelitian harus didasarkan pada kerangka berfikir.22 Langkah-langkah
pembelajaran dengan penerapan strategi DRTA akan mendorong dan
memotivasi siswa untuk mempersiapkan diri untuk belajar dalam
memahami kehidupan sehari-hari dalam membaca pemaham.
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi fokus
perhatian dalam penelitian.23 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
dua variabel, yaitu variabel bebas atau independent variable (X) dan
variabel terikat atau dependent variable (Y).
Adapun hubungan variabel dalam penelitian ini :

X Y SDN 13 TOLITOLI

Keterangan :
X = Penerapan Metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA).
Y = Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas V Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia.

D. Hipotesis
Hipotesis berasal dari dua penggalan kata yaitu Hypo yang artinya
dibawah dan thesa yang artinya kebenaran.24 Menurut asal-usulnya
hipotesis berarti suatu kesimpulan atau pendapat yang masih kurang hypo
yaitu kurang dan thesis yaitu pendapat. Jadi simpulan itu belum final
(Proto Conclusion) karena masih harus dibuktikan.25 Hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang telah

22
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
Penelitian dan pengembangan. (Bandung: [Link], 2017), h. 23
23
Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan dan Praktik. Edisi Rev
( Yogyakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 161.
24
Ibid., Cet. 13, h. 71.
25
Marzuki, Metodologi Riset ( Yogyakarta: PT. Prasetya Widya Pratama, 2022) Cet.9,
h.35.
20

dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan yang akan dibuktikan secara


statistik.26
Adapun hipotesis penelitian ini yaitu terdapat penerapan yang
positif dari metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap
peningkatan kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 13 Tolitoli.
Hipotesis diatas dapat dinyatakan dalam hipotesis statistic berikut ini :
H0 : Terdapat penerapan yang positif dari metode Directed Reading
Thinking Activity (DRTA) terhadap peningkatan kemampuan
membaca pemahaman peserta didik kelas V pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia SDN 13 Tolitoli.

26
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D
(Bandung: CV. Alfabeta, 2013) Cet. 17, h. 96.

Anda mungkin juga menyukai