Diare adalah salah satu penyakit yang umum terjadi dialami banyak
orang dewasa dan anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan tekstur
feses yang berubah menjadi cair dan buang air terus-menerus
selama tiga kali atau lebih dalam sehari.
Sahabat MIKA perlu mengetahui bahwa di negara berkembang,
diare menjadi salah satu penyakit mematikan pada anak karena
kekurangan cairan yang mengganggu kerja tubuh (Dehidrasi).
Penyebab utama diare adalah masuknya kuman yang mengganggu
aktivitas organ pencernaan, dan tentunya penyakit ini dapat
disembuhkan.
Lalu, bagaimana cara menyembuhkan diare yang aman dan
direkomendasikan secara medis? Yuk, ikuti informasi selengkapnya
pada artikel ini!
Penyebab Diare
Penyebab diare pada umumnya adalah infeksi bakteri, virus, atau
parasit ke dalam pencernaan, seperti E. Coli, Shigella, Salmonella,
Vibrio, Campylobacter, dan Yersinia.
Bakteri, virus, dan parasit tersebut biasanya hinggap di makanan
atau minuman yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Setelah
terinfeksi, orang yang makan makanan terkontaminasi itu pun akan
mengalami gangguan pencernaan hingga bisa keracunan.
Selain itu, penyebab lain diare bisa ditemukan jika Sahabat MIKA
berada di situasi berikut:
Sedang mengalami radang usus besar
Efek obat-obatan semisal antasida untuk penderita maag, obat
pencahar, dan metformin sebagai obat diabetes
Reaksi kemoterapi
Baca juga: Mengenal Salmonella, Gejala Saat Terinfeksi dan
Pencegahannya
Tipe Diare
Berdasarkan tingkat keparahannya, diare dibagi menjadi tiga
kategori yaitu diare akut, diare subakut, dan diare kronis. Berikut
adalah penjelasannya:
Diare akut, terjadi jika Sahabat MIKA terus menerus buang air
besar dengan tekstur feses cair selama 14 hari (2 minggu)
Diare subakut, terjadi antara 2-4 minggu
Diare kronis, dengan gejala yang lebih parah dan terjadi
selama lebih dari 4 minggu atau lebih
Gejala Diare
Beberapa gejala diare yang muncul pertama kali di antaranya
adalah sebagai berikut:
Rasa mulas pada perut
Mual
Kram perut
Feses cair (jika lebih parah, feses bisa berdarah)
Berkali-kali buang air besar dalam sehari
Karena sejumlah gejala di atas, tubuh penderitanya lemas hingga
kekurangan cairan atau dehidrasi.
Penderita diare yang mengalami dehidrasi berdampak pada tubuh
yang mengeluarkan keringat dingin, tidak dapat beraktivitas, dan
tensi rendah rendah. Jika tidak segera diobati, diare bisa berdampak
pada bahaya dan komplikasi lain, bahkan kematian.
7 Cara Menyembuhkan Diare yang Ampuh dan Aman
Diare tentunya dapat disembuhkan. Meskipun Sahabat MIKA sudah
menghubungi dokter dan mendapatkan obat-obatan, Anda dapat
melakukan perawatan ini di rumah :
1. Mengembalikan Cairan Tubuh dengan Oralit
Setelah berobat ke pusat kesehatan terdekat, penderita diare akan
mendapatkan oralit. Oralit berfungsi sebagai rehidrasi untuk
mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Konsumsi Oralit dengan
200 ml air.
Apabila tidak sempat mendapatkannya di apotek, Anda bisa
membuat oralit sendiri di rumah.
Begini caranya:
Siapkan 200 ml air matang
Siapkan ½ sendok teh garam
Siapkan 1-2 sendok makan gula
Kemudian, aduk sampai bahan tersebut tercampur secara merata.
Lalu, minumlah setiap 2-4 jam apabila penderita diare masih buang
air besar terus menerus.
2. Banyak Minum Air Mineral
Selama masa penyembuhan, selain oralit, penderita diare perlu
banyak mengkonsumsi air mineral untuk membantu
mengembalikan cairan tubuh.
Menurut studi di Amerika Serikat, diperlukan konsumsi air mineral
sebanyak 2-3 liter agar cairan tubuh kembali normal.
Selain air mineral, Anda dapat memanfaatkan minuman isotonik
yang biasa diperlukan untuk kebutuhan olahraga atau jus buah
alami.
3. Mengonsumsi Makanan dengan Tekstur Lembut
Saat Anda sedang diare dengan frekuensi buang air besar yang
sering dan tubuh yang lemas, makanan dengan tekstur lembut bisa
menjadi opsi agar mudah dicerna dan diserap dalam usus.
Contoh makanannya adalah pisang, nasi, roti panggang, atau
makanan berkuah dengan tambahan jahe sebagai bumbu.
Pisang kaya akan potasium yang aman bagi penderita diare, dan
tidak bertahan lama di perut, sehingga aman untuk terhindar dari
rasa mual.
Begitu juga dengan jahe. Selain menghangatkan perut, jahe dapat
mencegah rasa mual dan kram perut. Dapat juga disajikan dalam
teh atau minuman hangat.
4. Hindari Susu, Makanan Berlemak dan Berminyak
Para dokter tidak menganjurkan untuk penderita diare
mengkonsumsi susu karena dapat menyebabkan kembung yang
memicu mual dan muntah. Hal ini berlaku juga pada makanan
berlemak, berminyak, alkohol, teh, kopi.
Baca juga: 6 Fakta Radang Usus Buntu Serta Cara
Mengenalinya
5. Menjaga Kebersihan Diri dan Makanan
Infeksi bakteri menjadi penyebab utama diare. Usahakan untuk
selalu menjaga kebersihan makanan yang ingin dikonsumsi, seperti
mencuci buah dan sayur sebelum dimasak. Selain itu, rajin mencuci
tangan sebelum makan.
6. Obat-obatan
Memeriksakan diri ke dokter menjadi pertolongan pertama agar
diare tidak semakin parah. Nantinya, dokter akan memberi
antibiotik, pereda nyeri, dan obat untuk memperlambat kerja usus.
7. Minuman Probiotik
Saat diare, mengonsumsi minuman probiotik dapat menjadi solusi
yang ampuh..
Menurut pakar, kandungan probiotik dalam yogurt dapat
mengurangi durasi perawatan dan gejala diare.
Selain yogurt, Anda juga bisa pilih susu kefir yang sama-sama
mengandung probiotik.
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila gejala seperti buang air besar lebih dari tiga kali dalam
sehari, dengan feses cair, jangan sungkan untuk langsung meminta
bantuan ke dokter Mitra Keluarga, ya!
Dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat dan sesuai
dengan kondisi Sahabat MIKA.
Supaya sesi konsultasi lebih nyaman dan praktis, buat Janji Temu
dengan dokter secara online melalui website atau MIKA Aplikasi
Mobile yang dapat diunduh di Play Store dan App Store.
Dengan buat Janji Temu, Anda dapat mengatur jadwal konsultasi
dan pantau antrean secara real time.