Keanekaragaman Belalang di Taman Cadika
Keanekaragaman Belalang di Taman Cadika
PENDAHULUAN
perkemahan untuk pramuka cabang kota medan. Selain itu, taman ini merupakan
salah satu taman yang menjadi lokasi rekreasi dan wisata pendidikan di kota
medan. Taman yang dibangun pada tahun 2012 dan dengan luas 5.000 m2 ini
berlokasi dibagian selatan Kota Medan, tepatnya di jalan Karya Jaya, Kecamatan
Medan Johor. Di taman ini banyak ditumbuhi berbagai macam pepohonan dan
Orthoptera dengan jumlah spesiesnya sekitar 20.000 (Borror, 2005). Serangga ini
hidup melimpah pada padang rumput. Sebesar 41% belalang merupkan hewan
pemakan rumput (Resh et al., 2003:481). Jenis jenis belalang yang dikenal di
atau ekosistem antara lain hutan, semak/ belukar, lingkungan perumahan, lahan
1
2
spesies sejenis. Variasi pada makhluk hidup yang sejenis merupakan suatu bentuk
langsung. Variasi antar spesies belalang juga mudah diamati. Spesies belalang
dapat dibedakan dengan spesies belalang lain dengan melihat morfologi kepala
belalang, dada (thorax), sayap belalang, kaki belalang dan genitalia. Variasi antar
sudah ada pada suatu waktu dalam komunitas tertentu “. Menurut (Suheriyanto
memiliki kompleksitas tinggi, hal ini dikarenakan adanya interaksi spesies yang
terjadi didalam komunitas itu sangat tinggi dan disusun oleh banyaknya spesies”.
pada suatu komunitas terjadi jika komunitas tersebut disusun oleh spesies dalam
jumlah sedikit dan jika hanya ada sedikit spesies yang dominan (Indriyanto,
2006).
faktor ekologis diantaranya adalah pola curah hujan, suhu atmosfer, kelembapan
semakin tinggi pula sumber pakan bagi belalang dalam suatu habitat, sehingga
banyak terdapat rumput dan merupakan habitat utama untuk belalang. Kawasan
keragaman vegetasi yang terdapat di kawasan Taman Cadika tersebut akan sangat
Van dan Con (2011) bahwa habitat hutan dengan lapisan kanopi hutan yang
kanopi dan keanekaragaman vegetasi yang sedikit. Oleh karena itu untuk
Monograf”.
Hasil penelitian selanjutnya dikemas dalam bentuk bahan ajar berupa buku
monograf. Dimana hasil penelitian digunakan untuk menyusun bahan ajar berupa
sudah dikemas sebagai bentuk bahan ajar yang diwujudkan dalam kemasan media
B. Identifikasi Masalah
ditemukan di Taman Cadika? Spesies famili Acrididae apa saja yang ada Di
C. Batasan Masalah
4. Faktor lingkungan abiotik yang diukur meliputi suhu udara, kelembapan, dan
intensitas cahaya
5. Hasil akhir dari penelitian akan dikembangkan menjadi bahan ajar berupa
buku Monograf.
D. Rumusan Masalah
Cadika?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun maka tujuan penelitian ini
adalah :
Cadika
F. Mamfaat Penelitian
Melalui penelitian ini dapat diperoleh beberapa informasi yang berguna bagi
peneliti. Mamfaat yang di berikan bagi penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi dan bahan kajian
2. Bagi masyarakat
A. Kajian Teoritis
1. Keanekaragaman
Keanekaragaman adalah jumlah jenis spesies yang terdapat dalam suatu area
jumlah jenis yang membentuk suatu komunitas, semakin banyak jumlah jenis
antara jumlah jenis dengan jumlah individu yang menyusun suatu komunitas, nilai
lingkungan dalam berbagai cara menunjukan jumlah spesies yang ada serta
suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu
dari seluruh spesies yang ada. Jumlah spesies dalam suatu komunitas adalah
bila komunitas menjadi semakin stabil. (Ewusie (1990); Wolf dan Mcnauhton,
7
8
yang keras dan tidak menyenangkan dimana kondisi fisik terus menerus menderita
kadang kala atau secara berkala terdiri atas jumlah spesies yang sedikit tetapi
besar namun tidak ada satu pun yang berlimpah (Ewuise, 1990);( Michael, 1994).
berpengaruh pada alam dan perkembangan ilmu yang lain, serangga juga
merupakan sebuah tanda akan keberadaan sang pencipta bagi orang yang berfikir.
ٍ ص ََل
ت َّ َت ُمف َّ الطوفَانَ َو ْال َج َرا َد َو ْالقُ َّم َل َوال
ٍ ضفَا ِدعَ َوالد ََّم آيَا ُّ س ْلنَا َعلَ ْي ِه ُم
َ فَأ َ ْر
فَا ْستَ ْكبَ ُروا َو َكانُوا قَ ْو ًما ُم ْج ِر ِمين
Artinya: "Maka kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak
dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas,
tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa."
Ordo Orthoptera merupakan serangga yang memiliki ciri sayap depan yang
berbentuk lancip, lurus agak tebal dan tak dapat dilipat. Sedangkan sayap
belakangnya tipis seperti selaput berukuran lebar dan dapat dilipat pada waktu
kebawah, mata majemuk terlihat jelas, ocellus terdapat 2 atau 3 buah, tipe mulut
bentuknya memanjang. Ciri yang nampak secara luar demikian merupakan ciri
beragam, mudah ditemukan dan sering terlibat dalam bidang pertanian. Jika
ditinjau dari segi morfologinya, ordo orthoptera nampak memiliki perbedaan dan
persamaan fenotipnya.
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Orthoptera
Family : Acrididae
10
Genus : Phylium
Belalang daun memiliki ciri-ciri diantaranya sayap depan agak keras dan
lurus yang disebut tegmen ; sayap belakang berbentuk seperti selaput (membran )
Kemampuan merubah diri menyerupai daun ini disebabkan oleh pembuluh darah
yang mirip dengan serat daun. Panjang belalang daun betina berkisar 4- 7 cm dan
yang jantan bisa mencapai 9 cm. Belalang daun termasuk hewan herbivora.
Musuh utamanya yaitu burung , amphibi dan reptile. Hidupnya didaerah tropis
seperti di Jawa, Malaysia dan Singapura. Sang betina akan bertelur selama 5-7
bulan dengan suhu 25 derajat celcius, Ukuran telur nya berkisar 6-7 mm dengan
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Orthroptera
Family : Acrididae
Genus : Valanga
jenis serangga. Spesies ini termasuk dalam herbivora berwarna coklat yang
dengan warna coklat tua. Saat muda (Nimfa ) berwarna hijau dan terkadang
terdapat pola coklat dan oranye, kemudian berubah menjadi coklat sebelum
Habitat belalang kayu di daun pada semak-semak dan di pohon dan memakan
daun-daunan. Masuk dalam klasifikasi famili Acrididae karena ciri khas belalang
kayu yaitu antena pendek, dan terdapat tympana (alat pendengaran pada serangga)
disebut dengan belalang kayu. Belalang kayu memiliki ciri-ciri antara lain
memiliki antena pendek, organ pendengaran terletak pada ruas abdomen serta alat
petelur yang pendek. Kebanyakan warnanya kelabu atau kecoklatan dan beberapa
pemakan tumbuhan dan sering kali merusak tanaman. Adapun alat mulutnya
bertipe penggigit pengunyah (Sudarmono, 2002). Tipe ordo ini memiliki 2 pasang
sayap. Sayap depan lebih kecil dari pada sayap belakang dan memiliki vena-vena
yang menebal yang di sebut dengan tegmina. Dua pasang sayap serta tiga pasang
kaki melekat pada bagian thorakal . Pada segmen/ruas pertama abdomen terdapat
meruapkan alat pemafasan luar terdapat pada tiap-tiap tipe metamorfosis dari ordo
dengan melewati masa telur, nimfa, dan imago. Bentuk nimfa dan dewasa hampir
12
sama, hanya pada bagian sayap, ukuran tubuh, dan kematangan alat kelamin saja
yang membedakan. Pada masa nimfa, sayap masih berupa selaput tipis, sedangkan
pada serangga dewasa sudah memiliki tegmina. Ukuran tubuh antara nimfa dan
dewasa juga berbeda, nimfa lebih kecil sedangkan belalang dewasa jauh lebih
besar. Belalang adalah tipe serangga pemakan daun. Alat mulut dari belakang
a. Morfologi Belalang
Belalang adalah salah satu jenis hewan herbivora yang termasuk dalam ordo
orthoptera dengan famili Acrididae. Hewan ini memiliki dua antena bagian kepala
yang jauh lebih pendek dari bentuk tubuh. Belalang ini juga memiliki femur
belakang yang panjang dan kuat sehingga dapat melompat dengan baik, dan
Tubuh belalang terdiri dari 3 bagian utama, yaitu kepala, dada (thorax) dan perut
(abdomen). Belalang juga memiliki enam 6 kaki bersendi, 2 padang sayap, dan 2
antena. Kaki belakang yang panjang digunakan untuk melompat sedangkan kaki
depan yang pendek digunakan untuk berjalan. Meskipun tidak memiliki telinga,
dan terletak pada abdomen dekat sayap. Tympanum berbentuk menyerupai disk
bulat yang terdiri dari beberapa prosesor dan saraf yang digunakan untuk
Famili Acricidae memiliki ciri-ciri: antena pendek, tarsus tiga ruas, femur
kecoklatan dan beberapa berwarna cerah pada sayap bagian belakang. Ukuran
tubuh betina adalah lebih besar daripada jantan. Belalang anggota famili ini
a. Kepala (caput)
Kepala Belalang terdiri dari 3 sampai 7 ruas, yang memiliki fungsi sebagai
(Suheriyanto, 2008). Tipe kepala adalah hypognatus yaitu posisi kepala dengan
mulut mengarah kebawah. Kepala terdiri dari beberapa bagian antara lain
sepasang antena, sepasang mata majemuk, tiga buah mata tunggal (ocelli) dan
mulut. Tipe mulut pada belalang yaitu tipe menggigit dan mengunyah, yang
b. Alat Mulut.
maksila, labium dan hypofaring. Pada dasarnya bentuk mulut pada serangga dapat
Coleoptera, Isoptera, dan pada larva serangga), menusuk- menghisap (seperti pada
(2000)).
c. Antena.
dengan fungsi sebagai alat sensor. Fungsi antena pada serangga merupakan alat
14
perasa dan bertindak sebagai organ-organ pengecap, organ pembau, serta organ
Menurut serangga dewasa memiliki 2 tipe mata, yaitu mata tunggal dan
smata majemuk. Menurut Jumar (2000), mata tunggal dinamakan ocellus (jamak:
ocelli). Mata tunggal dapat dijumpai pada larva, nimfa, maupun pada serangga
dewasa. Mata majemuk sepasang dijumpai pada serangga dewasa dengan letak
masing-masing pada sisi kepala dan posisinya sedikit menonjol ke luar, sehingga
mata majemuk ini mampu menampung semua pandangan dari berbagai arah.
e. Thorax (dada)
Torak terdiri dari tiga segmen yaitu segmen torak depan (protoraks),
segmen torak tengah (mesotoraks) dan segmen torak belakang (metatoraks) (Hadi
[Link]., 2009). Torak belalang berfungsi untuk pergerakan karena pada torak
terdapat tiga pasang kaki yang muncul pada setiap segmen torak dan sayap (pada
Belalang bersayap).
Tungkai atau kaki pada belalang terdiri atas koksa (ruas pertama) yang
menempel pada toraks, trokhanter (ruas kedua), femur (ruas ketiga) yang
berukuran besar dan panjang, tibia (ruas keempat), tarsus (ruas terakhir) yang
terdiri dari 1-5 ruas dan pretarsus yang terletak pada ujung yang terdiri dari
sayap, terdapat bagian yang menebal yang disebut dengan tegmina. Sayap bagian
belakang berselaput tipis, lebar dan terdiri dari rangka-rangka sayap. Sayap
15
belalang muncul pada bagian torak yaitu satu pasang pada mesotoraks dan satu
pasang pada metatoraks. Sayap berfungsi untuk terbang dan pelindung tubuh serta
f. Sayap
dinding tubuh yang terletak pada dorso-lateral antara notum dan pleura . Mereka
dengan sempurna, maka akan berbentuk gepeng dan seperti sayap dan diperkuat
sempurna dan berfungsi dengan baik hanya ada dalam stadium dewasa, kecuali
golongan sub kelas Pterygota. Sayap serangga juga mengalami modifikasi. Borror
et al, 1992). Modifikasi sayap menurut Jumar (2000), adalah sebagai berikut:
d. Pada Ordo Hemiptera, sayap depan sebagian mengeras dan sebagianlagi tetap
berupa membran.
16
g. Kaki
dibagi menjadi sejumlah ruas. Secara khas, terdapat 6 ruas pada kaki serangga.
Ruas yang pertama yaitu koksa yang merupakan merupakan ruas dasar;
trokhanter, satu ruas kecil (biasanya dua ruas) sesudah koksa; femur, biasanya
ruas pertama yang panjang pada tungkai; tibia, ruas kedua yang panjang;
tarsus,biasanya beberapa ruas kecil di belakang tibia; pretarsus, terdiri dari kuku-
kuku dan berbagai struktur serupa bantalan atau serupa seta pada ujung tarsus.
Sebuah bantalan atau gelambir antara kuku-kuku biasanya disebut arolium dan
bantalan yang terletak di dasar kuku disebut pulvili. Menurut Jumar (2000),
adalah :
a. Tipe cursorial, adalah tungkai yang digunakan untuk berjalan dan berlari.
e. Tipe natatorial, tungkai yang berfungsi untuk berenang, ditandai dengan bentuk
femur dan tibia yang lebih panjang dari bagian tungkai lainnya. Bentuk ini
h. Abdomen (perut)
tergum dan membran pleuron. Ruas abdomen tersusun dari tiga kelompok yaitu
ruas pregenital, ruas genital dan ruas post genital. Ordo Orthoptera khususnya
belalang pada ruas ke-11 mengalami modifikasi berbentuk segitiga yang disebut
epiprok (Purnomo & Haryadi, 2007). Alat kelamin belalang terletak pada segmen
Siklus hidup adalah suatu rangkaian berbagai stadia yang terjadi pada
telur, kemudian menjadi nimfa yaitu belalang muda yang memiliki bentuk tubuh
yang sama dengan fase dewasa dan belalang akan mengalami pergantian kulit
pada fase ini. Selanjutnya nimfa tersebut akan berubah menjadi imago (dewasa)
yang merupakan fase yang ditandai dengan berkembangnya semua organ tubuh
c. Habitat Belalang
dapat hidup dimana saja diseluruh dunia kecuali di ekosistem tundra dan kutub.
Belalang yang hidup di semak belukar biasanya hidup dibagian bawah kanopi
hidup di rerumputan, perkebunan dan lahan petanian biasanya mencari makan dan
Serangga ini melimpah di habitat alami dan habitat yang dibuat manusia
seperti padang rumput, lahan basah, bidang pertanian, halaman rumput, dan lain-
nutrisi, dan memainkan peran penting dalam rantai makanan. Beberapa belalang
seperti burung, laba-laba dan reptil. Belalang juga merupakan sumber makanan
19
yang melimpah untuk kelompok lain seperti kadal dan burung raptor (Nikam et
al.,2016).
3. Buku Monograf
Buku monograf merupakan hasil karya tulis yang ditulis oleh seorang ahli
bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik dalam satu
cm), dengan spasi 1.15. Buku Monograf bisa dibilang nama lain dari buku untuk
membedakan antara terbitan berseri atau tidak berseri. Buku monograf merupakan
bentuk buku yang terbitannya tunggal dan tidak ada seri selanjutnya. Berbeda
halnya dengan buku referensi, buku referensi adalah buku yang di tulis secara
ilmiah atau mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang membahas hanya satu
bidang ilmu yang berisi topik atau tema yang lebih luas.
dinaikkan statusnya menjadi buku referensi. Buku tersebut akan menjadi sumber
literatur bagi penelitian lainnya, dan bahan atau materi ajar bagi dosen dan
mahasiswa. ([Link]
Ringkas-Buku- [Link]).
1. Sumber bahan tulisan: Monograf berasal dari hasil penelitian atau riset dan
bahan ajar, dan dapat pula digunakan oleh mahasiswa yang tertarik
4. Subtansi: Monograf berfokus pada sub cabang ilmu saja atau satu topik saja.
pengajaran.
6. Citation atau sitasi monograf: isinya dapat rujuk dan digunakan serta dapat
3. Materi Monograf
Materi Monograf dapat berasal dari tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, hasil
penelitian lainnya.
21
a. Jika sumber tulisan merupakan hasil penelitian bersama dan akan dituliskan
menjadi monograf maka harus mendapat persetujuan (tertulis di atas materai) dari
b. Jika sumber tulisan merupakan bagian dari penelitian dosen yang melibatkan
Monograf. Jika penelitian mahasiswa dalam bentuk Tugas Akhir, Skripsi, Thesis,
atau Disertasi tersebut bukan merupakan bagian dari penelitian dosen atau tidak
didanai oleh dosen maka hasil penelitian mahasiswa tersebut perlu dituliskan
2. Jumlah halaman minimal 40 halaman, tidak termasuk Daftar Isi, Daftar Tabel,
6. Ukuran huruf pada teks utama 12 points, judul bab 14 points (menyesuaikan).
9. Mencantumkan Daftar Pustaka, Indeks Subyek serta Daftar Istilah (bila perlu).
22
11. Substansi sesuai dengan kompetensi dan Road Map Penelitian ketua penulis
1945.
Pada dasarnya tidak ada ketentuan berapa jumlah bab dalam suatu
berikut:
3. Ringkasan
4. Daftar pustaka.
([Link]
[Link]).
B. Kerangka Konseptual
dalam mengarah jalan pemikiran agar diperoleh letak masalah yang tepat. Untuk
penelitian ini, dengan berpedoman pada kerangka teoritis yang telah dikemukakan
1. Keanekaragaman adalah jumlah jenis spesies yang terdapat dalam suatu area
3. Taman Cadika merupakan salah satu ekosistem daratan yang terdiri atas
4. Buku monograf merupakan hasil karya tulis yang ditulis oleh seorang ahli
dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik