0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SMP

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VII SMP selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2019. Penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis untuk mengevaluasi hasil belajar dan aktivitas siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SMP

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas VII SMP selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2019. Penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis untuk mengevaluasi hasil belajar dan aktivitas siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di kelas VII
SMP.................. yang beralamat di Jl. …….., Kecamatan …… Kabupaten
……., Provinsi……..
2. Waktu Penelitian
Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini
adalah 3 bulan, yaitu dari bulan Januari 2019 sampai Maret 2019 dengan
perhitungan waktu kurang lebih 12 minggu. Secara lebih rinci dapat dilihat
pada bagian lampiran 3 tentang Jurnal Kegiatan Penelitian.
B. Metode dan Rancangan Penelitian
PTK merupakan kegiatan perbaikan pembelajaran yang terdiri dari
beberapa rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan berdaur atau siklus
dengan empat langkah utama yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi. Tahapan PTK di sini sebenarnya merupakan
reflektif guru pada permasalahan yang dihadapi dalam kelasnya. Dari sinilah
penelitian tindakan kelas akan dilakukan. Penjelasan secara rinci mengenai
daur siklus PTK sebagaimana gambar 3.1 di bawah ini

Gambar 3.1 Daur PTK (dimodifikasi dari Arikunto, 2006 : 46)

24
25

Prosedur sebagaimana dijelaskan pada daur PTK di atas, selanjutkan


ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan :
1. Perencanaan
Perencanaan selalu mengacu kepada tindakan apa yang
dilakukan, dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana obyektif
dan subyektif. Dalam perencanaan tersebut, perlu dipertimbangkan
tindakan khusus apa yang dilakukan, apa tujuannya. Mengenai apa, siapa
melakukan, bagaimana melakukan, dan apa hasil yang diharapkan.
Setelah pertimbangan itu dilakukan, maka selanjutnya disusun gagasan-
gagasan dalam bentuk rencana yang dirinci. Kemudian gagasan-gagasan
itu diperhalus, hal-hal yang tidak penting dihilangkan, pusatkan
perhatian pada hal yang paling penting dan bermanfaat bagi upaya
perbaikan yang dipikirkan. Sebainya perencanaan tersebut didiskusikan
dengan Guru yang lain untuk memperoleh masukan.
2. Pelaksanaan Tindakan
Jika perencanan yang telah dirumuskan sebelumnya merupakan
perencanaan yang cukup matang, maka proses tindakan semata-mata
merupakan pelaksanaan perencanaan itu. Namun, kenyataan dalam
praktik tidak sesederhana yang dipikirkan. Oleh sebab itu, pelaksanaan
tindakan boleh jadi berubah atau dimodifikasi sesuai dengan keperluan
di lapangan. Tetapi jangan sampai modifikasi yang dilakukan terlalu
jauh menyimpang. Jika perencanaan yang telah dirumuskan tidak
dilaksanakan, maka Guru hendaknya merumuskan perencanaan kembali
sesuai dengan fakta baru yang diperoleh.
3. Pengamatan
Hal yang tidak bisa dilupakan, bahwa sambil melakukan tindakan
hendaknya juga dilakukan pemantauan secara cermat tentang apa yang
terjadi. Dalam pemantauan itu, lakukan pencatatan-pencatatan sesuai
dengan form yang telah disiapkan. Catat pula gagasan-gagasan dan
kesan-kesan yang muncul, dan segala sesuatu yang benar-benar terjadi
dalam proses pembelajaran. Secara teknis operasional, kegiatan
26

pemantauan dapat dilakukan oleh Guru lain. Di sinilah letak kerja


kolaborasi antar profesi. Namun, jika petugas pemantau itu bukan
rekanan peneliti, sebaiknya diadakan sosialisasi materi pemantauan
untuk menjaga agar data yang dikumpulkan tidak terpengaruh minat
pribadinya. Untuk memperoleh data yang lebih obyektif,
4. Refleksi
Refleksi adalah suatu upaya untuk mengkaji apa yang telah
terjadi, yang telah dihasilkan, atau apa yang belum dihasilkan, atau apa
yang belum tuntas dari langkah atau upaya yang telah dilakukan. Dengan
perkataan lain, refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan
atau kegagalan pencapaian tujuan
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII
SMP..................Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa
sebanyak 36 siswa terdiri dari siswa laki-laki 11 siswa dan perempuan 25
siswa

D. Teknis Pengumpulan Data


1. Tes
Kasbolah (1999:100) menyebutkan bahwa tes adalah alat ukur yang
penting dalam penelitian ini, nilai yang diperoleh dari tes yang baik atau
buruk dapat dijadikan petunjuk mengenai taraf kemampuan yang diukur.
Tes adalah alat pengumpul informasi mengenai hasil belajar yang
berupa pertanyaan atau kumpulan pertanyaan. Adapun tes dilakukan
sebanyak dua kali, yaitu postes pada setiap akhir siklus. Tes yang
digunakan pada penelitian ini yaitu tes tulis berbentuk multiple choice
(dapat dilihat pada lampiran)
2. Observasi
Nawawi, (2006:57) memberikan penjelasan bahwa kegiatan
observasi dalam penelitian ini digunakan untuk menginventariskan
data tentang sikap siswa dalam belajarnya, serta interaksi antara guru
dengan siswa selama proses pembelajaran, dengan harapan hal-hal
27

yang tidak teramati oleh peneliti ketika penelitian berlangsung dapat


ditemukan. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh
informasi tentang pembelajaran dengan menggunakan metode bermain
peran secara terperinci baik mengenai aktivitas siswa maupun
komponen-komponen pembelajaran lainnya guna mengetahui kondisi
kelas pada saat pembelajaran berlangsung.
3. Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:201) menyebutkan bahwa
dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
menghimpun dan menganalisis dokumen baik tertulis, gambar maupun
elektronik. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang
berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah agenda, dan
sebagainya. Hasil dari dokumentasi akan digunakan sebagai pelengkap dan
penguat dari data-data yang didokumentasikan. Metode ini penulis
gunakan untuk mendapatkan data rekapitulasi tentang; daftar peserta didik,
daftar nilai prestasi peserta didik dan aktivitas peserta didik berupa
dokumen gambar/foto selama kegiatan pembelajaran
E. Validasi Data
Untuk menjamin kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat dalam
penelitian maka dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk
mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini akan
digunakan teknik triangulasi. Menurut Lexy Moeleong (2007:178) Triangulasi
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang
lain di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data tersebut.
Dalam penelitian ini validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi.
Triangulasi dilakukan dengan maksud untuk mengecek kebenaran data yang
diperoleh dan membandingkannya dengan data yang diperoleh dari sumber
lain. Kebenaran hasil wawancara dengan wali kelas dapat dibandingkan
dengan arsip atau dokumen maupun melalui pengarnatan ketika proses belajar
berlangsung. Triangulasi sumber data dilakukan untuk mengecek kebenaran
28

data dari guru kelas maupun anak. Sedangkan triangulasi metode dilakukan
dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda untuk
mendapatkan data yang sama. Observasi dapat dicek kebenarannya dari arsip
atau dokumen dan wawancara.
F. Analisa Data
Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi
yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Pada proses analisis
dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa
terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah
terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut.
Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut:
1. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil
belajar (pre test dan post test) dengan cara persentase yaitu dengan
menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual jika
siswa tersebut mampu mencapai nilai 76 dan ketuntasan klasikal jika siswa
yang memperoleh nilai 76 ini jumahnya sekitar 85% dari jumlah seluruh
siswa dan masing-masing dihitung dengan menggunakan rumus : Analisis
tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individual dan
ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut:

Ketuntasan individual = x 100 %

Ketuntasan klasikal = x 100 %


Keterangan:
Ketuntasan indiviual : Jika siswa mencapai ketuntasan > 76
Ketuntasan klasikal : Jika > 85% dari seluruh siswa mencapai ketuntasan > 85

2. Data observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan


kriteria sebagai berikut

Komponen-komponen yang diamati atau dinilai dari aktivitas siswa


adalah kegiatan belajar mereka selama mengikuti pembelajaran dengan
kriteria penilaian sebagai berikut :
29

Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Observasi Siswa

No Kriteria Aspek Rentang Skor Keterangan


1 Sangat Baik ≥90 Tuntas
2 Baik 70-89 Tuntas
3 Cukup 51-69 Belum Tuntas
4 Kurang ≤50 Belum Tuntas

G. Prosedur Penelitian
1. Siklus I
Pelaksanaan siklus I dibagi dalam dua pertemuan. Masing-masing
pertemuan dialokasikan selama dua jam pelajaran (90 menit). Pada setiap
pertemuan, peneliti akan menggunakan dua jam pelajaran untuk
menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dan
pada akhir siklus, peneliti akan mengadakan tes formatif. Tindakan yang
akan dilaksanakan pada siklus I antara lain perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan, refleksi.
a. Perencanaan
Perencanaan dilakukan oleh peneliti sebelum penelitian
dilaksanakan. Dalam tahap ini, peneliti mempersiapkan hal-hal yang
dibutuhkan dan melaksanakan beberapa tindakan untuk mendukung
jalannya penelitian. Tindakan yang dilaksanakan peneliti pada tahap
perencanaan antara lain: (1) mengidentifikasi masalah yang dihadapi
peneliti dan siswa dalam proses pembelajaran; (2) merancang skenario
pembelajaran yang mengarah pada model cooperative learning tipe
STAD siklus I; (3) merancang alat peraga, media, lembar kegiatan
siswa dan kisi-kisi tes formatif siklus I; (4) menyusun lembar
pengamatan akivitas siswa siklus I; (5) menyusun tes formatif siklus I.
b. Pelaksanaan
Tindakan yang dilakukan guru saat pelaksanaan penelitian antara
lain: (1) menyiapkan rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran
yang telah disiapkan, dibuat dengan model cooperative learning tipe
STAD; (2) menyiapkan media dan lembar kegiatan siswa; (3)
30

melakukan presensi siswa sebelum memulai pelajaran; (4) memberikan


pelajaran Bahasa Indonesia dengan ceramah diselingi tanya jawab; (5)
membagi siswa menjadi 5 kelompok sesuai dengan nilai awal siswa; (6)
membimbing siswa dalam kerja kelompok; (7) mengkonfirmasi
jawaban setiap kelompok; (8) memberikan kuis dan piagam
penghargaan; (9) menyimpulkan materi pembelajaran; (10) siswa
mengerjakan tes formatif I pada akhir siklus I.
Pada pembagian kelompok, nilai awal diambil dari nilai tes formatif
siswa pada prasiklus. Setiap kelompok terdiri dari 6 siswa yang
heterogen. Masing masing kelompok akan menerima lembar kegiatan
siswa yang berbeda dari kelompok lainnya. Konfirmasi jawaban setiap
kelompok dilaksanakan dengan cara setiap kelompok maju
mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kelompok lain
dipersilakan untuk mengomentari jawaban dari kelompok yang sedang
melakukan presentasi. Dalam hal ini guru bertugas meluruskan jawaban
siswa yang kurang tepat. Setelah pengkonfirmasian jawaban, guru
memberikan kuis. Kuis diberikan guru dalam bentuk tes individu
dengan mengerjakan soal evaluasi, kemudian dari nilai tes individu
tersebut guru menentukan skor perkembangan siswa. Skor
perkembangan siswa yang baru, digunakan untuk pembentukan
kelompok pada pertemuan selanjutnya.
c. Pengamatan
Pengamatan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan indikator yang telah
ditentukan. Pengamatan dilaksanakan oleh peneliti pada setiap
pertemuan selama siklus penelitian. Sesuai dengan tujuan penelitian,
maka pengamatan difokuskan pada:
1) Hasil belajar
Pengamatan hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes
formatif 1 yang diberikan guru pada akhir siklus I. Pengamatan
31

hasil belajar ini meliputi: (1) nilai rata-rata kelas; (2) banyaknya
siswa yang tuntas belajar; (3) persentase tuntas belajar klasikal.
2) Aktivitas siswa
Pengamatan aktivitas siswa meliputi: (1) Perhatian siswa
terhadap penjelasan guru; (2) Kerjasama dalam kelompok; (3)
Kemampuan dalam mengungkap pendapat; (4) Memberi
kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok; (5)
Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat; (6)
Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang; (7)
Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota lain; (8) Saling
membantu dan menyelesaikan masalah; (9) Memperhatikan apa
yang disampaikan guru; (10) Menanggapi pertanyaan dari guru
dan menjawab pertanyaan dengan benar; (11) Dapat menjawab
soal dengan benar dan memberikan alasan dengan tepat; (12)
Dapat mempraktikan materi pembelajaran.
d. Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali
apa yang sudah dilakukan dalam pemberian tindakan saat penelitian
berlangsung. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil pengamatan
terhadap hasil semua kegiatan pada siklus I dan hasil diskusi yang
dilakukan bersama pengamat untuk memperoleh gambaran berupa hal
apa saja yang perlu diperbaiki Melalui pengamatan terhadap tindakan
yang sudah dilakukan, dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki
agar hasil belajar, aktivitas siswa dapat mencapai indikator
keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil refleksi tersebut digunakan
untuk merencanakan tindakan selanjutnya padasiklus II.
2. Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua pertemuan. Masing-masing
pertemuan dilaksanakan dalam dua jam pelajaran. Tes Formatif akan
dilaksanakan pada akhir siklus II. Diharapkan pada siklus ke II ini, ada
peningkatan hingga memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan baik
32

dari hasil belajar siswa, aktivitas siswa dalam pembelajaran. Tindakan


yang akan dilaksanakan dalam siklus II ini antara lain perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
a. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan pada siklus II sama dengan
perencanaan pada siklus I. Perencanaan pada siklus II lebih
dimatangkan agar hasil belajar, aktivitas siswa meningkat hingga
memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Tindakan yang
dilaksanakan peneliti pada tahap perencanaan antara lain: (1)
merancang skenario pembelajaran yang mengarah pada model
cooperative learning tipe STAD siklus II (2) merancang alat peraga,
media, lembar kegiatan siswa, dan kisi-kisi tes formatif siklus II (3)
menyusun lembar pengamatan akivitas siswa siklus II; (4) menyusun
tes formatif siklus II sesuai dengan kisi-kisi yang telah dibuat guru.
Tindakan perencanaan disusun berdasarkan refleksi pada siklus
pertama, sehingga ada perbaikan-perbaikan dari siklus I yang akan
diterapkan pada siklus ke II.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi
rancangan, yaitu menggunakan tindakan kelas. Tindakan yang
dilakukan guru saat pelaksanaan penelitian antara lain: (1) menyiapkan
rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran yang telah disiapkan
dibuat dengan model cooperative learning tipe STAD; (2) menyiapkan
media dan lembar kegiatan siswa; (3) melakukan presensi siswa
sebelum memulai pelajaran; (4) memberikan pelajaran Bahasa
Indonesia dengan ceramah diselingi tanya jawab; (5) membagi siswa
menjadi 6 kelompok sesuai dengan siklus pertama siswa; (6)
membimbing siswa dalam kerja kelompok; (7) mengkonfirmasi
jawaban setiap kelompok; (8) memberikan kuis dan piagam
penghargaan; (9) menyimpulkan materi pembelajaran; (10) siswa
mengerjakan tes formatif pada akhir siklus II. Pada pembagian
33

kelompok berdasarkan nilai awal, diambil dari nilai tes formatif siswa
pada prasiklus. Setiap kelompok terdiri dari 5 siswa yang heterogen.
Masing-masing kelompok akan menerima lembar kegiatan siswa yang
berbeda dari kelompok lainnya. Konfirmasi jawaban setiap kelompok
dilaksanakan dengan cara setiap kelompok maju mempresentasikan
hasil kerja kelompoknya. Kelompok lain dipersilakan untuk
mengomentari jawaban dari kelompok yang sedang melakukan
presentasi. Dalam hal ini guru bertugas meluruskan jawaban siswa yang
kurang tepat. Setelah pengkonfirmasian jawaban, guru memberikan
kuis. Kuis diberikan guru dalam bentuk tes individu dengan
mengerjakan konfirmasi jawaban soal evaluasi, kemudian dari nilai tes
individu tersebut guru menentukan skor perkembangan siswa.
c. Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan pada siklus II sama seperti yang
dilakukan pada siklus I. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat perubahan dan perkembangan yang terjadi pada
siklus I. Alat pengukuran pengamatan juga sama yaitu: hasil belajar
siswa menggunakan tes formatif, aktivitas belajar siswa menggunakan
lembar pengamatan aktivitas siwa berdasarkan deskriptor yang telah
dibuat peneliti.
d. Refleksi
Pada refleksi ini dimaksudkan untuk mengkaji semua tindakan
baik pada siklus I maupun siklus II. Pada tahap ini peneliti
membandingkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa pada siklus II
dengan hasil belajar siswa, aktivitas siswa pada siklus I. Hasil
perbandingan tersebut, kemudian dianalisis sebagai upaya untuk
mengetahui tingkat perubahan yang terjadi selama penelitian. Jika
selama proses penelitian terjadi peningkatan hasil belajar siswa sesuai
dengan indikator keberhasilan, maka dapat diartikan bahwa penerapan
model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
34

H. Indikator dan Kriteria Keberhasilan


Kriteria keberhasilan yang digunakan untuk mengukur tingkat
keberhasilan proses pembelajaran melalui upaya perbaikan pembelajaran
sebagai berikut :
1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila 85% dari
jumlah siswa mengalami peningkatan aktivitas belajarnya selama proses
pembelajaran berlangsung.

2. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila siswa dapat


menguasai minimal 80% dari materi pembelajaran atau mendapat nilai
76.
3. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila 85% dari
jumlah siswa tuntas belajar.

Anda mungkin juga menyukai