BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan temuan, akhirnya dapat diambil
suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dapat
dilaksanakan dalam pembelajaran, terbukti efektif dalam
mengefektifkan proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaan
pembelajaran, siswa belajar secara berkelompok yang tiap
kelompoknya terdiri dari 5 sampai 6 orang dengan bantuan alat peraga
dan LKS. Kelompok dibentuk secara heterogen karena pembelajaran
yang dilaksanakan menerapkan Cooperative Learning tipe STAD.
Langkah-langkah pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD
adalah sebagai berikut, guru menyampaikan apersepsi berupa
pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal siswa, kemudian
mengenalkan materi yang akan dibahas serta menyampaikan tujuan
yang ingin dicapai sesuai dengan rencana pembelajaran, eksplorasi
dilaksanakan secara berkelompok untuk menyelesaikan LKS yang
berisi permasalahan yang harus diselesaikan dalam kelompok. Guru
membimbing dan mengarahkan siswa baik secara kelompok maupun
individu sambil menilai sikap dan perilaku sosial siswa dalam
kelompoknya. Setelah menyelesaikan LKS, secara bergiliran tiap
kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas,
siswa yang lain menanggapinya. Guru menyamakan persepsi atas
materi dari tiap kelompok dan memberikan penghargaan terhadap
unjuk kerja siswa. Di akhir pembelajaran siswa diberikan tes evaluasi
secara individual untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi
pembelajaran.
2. Aktivitas belajar siswa dalam kegiatan diskusi pada materi
pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks deskripsi dengan menerapkan
model Cooperative Learning STAD menjadi meningkat dilihat dari
59
60
siklus I siswa belum berani mengemukakan pendapat, belum berani
bertanya, belum berani memberikan tanggapan terhadap pendapat teman,
dan belum mampu berkomunikasi antar anggota kelompok, bahkan
pada siklus II nampak bahwa siswa berani mengemukakan pendapat,
bertanya memberikan tanggapan terhadap pendapat teman, dan mampu
berkomunikasi antar anggota kelompok. Penilaian hasil observasi aktivitas
belajar yang juga meningkat di mana pada kondisi awal sebesar 50% atau
18 siswa, siklus I sebesar 80,56% atau 29 siswa, meningkat menjadi
94,44% atau 34 siswa
3. Hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks
deskripsi setelah menerapkan model Cooperative Learning STAD
menunjukan adanya peningkatan hal ini terbukti dari hasil tes formatif dan
observasi secara individu dari tiap siklus. Adapun hasil rata-rata tes
formatif secara individu adalah sebagai berikut : kondisi awal sebesar
63,06, siklus I adalah 74,17, siklus II adalah 87,50 dengan ketuntasan
belajar dari 13 siswa atau 36,11% menjadi 58,33%, atau 21 siswa dan
88,89% atau 32 siswa pada siklus terakhir.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, dalam rangka perbaikan tindakan
berikutnya, maka di bawah ini akan disampaikan beberapa saran antara lain:
1. Bagi Siswa
a. Pembelajaran model cooperative learning model STAD ternyata
mampu meningkatkan kemampuan dan menumbuhkembangkan
konsep-konsep Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dalam upaya
meningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia pendekatan ini
biasa terus dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran di rumah.
b. Bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar pada pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga
dengan meningkatnya motivasi dapat meningkatkan pemahaman
konsep pada pelajaran Bahasa Indonesia dan akhirnya dapat
meningkatkan hasil belajarnya.
61
2. Bagi Guru
a. Pembelajaran model cooperative learning model STAD dalam kegiatan
pembelajaran Bahasa Indonesia, bisa dijadikan alternatif pilihan
pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa
menerapkan konsep-konsep pembelajaran Bahasa Indonesia dalam
kehidupan sehari-hari.
b. Dengan hasil penelitian ini, guru dapat menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar
Bahasa Indonesia siswa. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe
STAD, juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain, tentu dengan
harapan yang sama bahwa ini demi meningkatkan hasil belajar dan
motivasi belajar siswa pada mata pelajaran yang diajarkan.
c. Dengan menerapkan model cooperative learning tipe STAD ini dapat
meningkatkan hasil belajar siswa, diharapkan guru dapat menerapkan
model tersebut dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta berperan
sebagai fasilitator , motivator, mediator bagi siswa yang memfasilitasi
siswa dalam sesuatu yang baru baik itu melalui metode maupun media
yang digunakan.
3. Bagi Sekolah
a. Agar pelaksanaan kegiatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
dapat dilakukan dengan baik dan mandiri perlu ditunjang dengan
sumber-sumber belajar lainnya yang dapat dijadikan pedoman dalam
kegiatan pembelajaran terutama dalam melakukan atau memainkan alat
musik yang berbeda dengan contoh yang sudah ada.
b. Dengan penelitian ini, sekolah dapat menggunakannya menjadi acuan
untuk memberikan masukkan kepada guru, khususnya tentang
penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia, dan juga pada mata pelajaran yang lain.