KEMENTERIAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL
REPUBLIK INDONESIA BEA DAN CUKAI
Proses Bisnis Kepabeanan
Jakarta, 15 Mei 2025
TRADE FACILITATOR INDUSTRIAL ASSISTANCE COMMUNITY PROTECTOR REVENUE COLLECTOR
CUSTOMS – IMMIGRATION – QUARANTINE
Bagaimana international best practice dalam CIQ?
• Australia : Australian Border Force
• USA : U.S. Customs and Border Protection
• Jepang : terbagi dalam masing-masing instansi dengan masing-
masing wewenang (Immigration Service Agency of Japan, Japan
CUSTOMS Customs, The Animal Quarantine Service & Plant Protection
Station)
INDONESIA
CIQ SINERGI
as Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal Badan Karantina
IMMIGRATION
Border Authorities Bea dan Cukai Imigrasi Indonesia
QUARANTINE
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 2
PRINSIP DASAR PELAYANAN KEPABEANAN
1 2 3
PEB
MENYAMPAIKAN MEMENUHI MELUNASI
PEMBERITAHUAN PABEAN KETENTUAN LARTAS PUNGUTAN NEGARA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 3
Mainframe
UU Kepabeanan Pasal 53
UU
Kepabeanan
UU No. 10 Tahun 1995 jo.
UU No. 17 Tahun 2006
Pasal 53
PMK 141/2020
1) Untuk kepentingan pengawasan terhadap pelaksanaan Pengawasan
ketentuan larangan dan pembatasan, instansi teknis yang
menetapkan peraturan larangan dan/atau pembatasan atas
Impor Ekspor
impor atau ekspor wajib memberitahukan kepada Menteri. Barang Lartas
2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pengawasan peraturan
larangan dan/atau pembatasan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan
peraturan menteri.
4) Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau
diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara
tidak benar dinyatakan sebagai barang yang dikuasai negara
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68, kecuali terhadap
barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
PROSES PENETAPAN PENGAWASAN LARTAS
Melakukan penelitian terhadap: ENFORCE
1. Uraian Jenis Barang
2. Jenis dan Format Dokumen
3. Satuan Barang INSW
4. Instrumen Administrasi SINGLE REFERENCE
Penyusunan dan Penetapan
Penyampaian Peraturan Pengawasan (Kode HS) KMK Lartas
oleh K/L terkait
Pasal 53 UU Kepabeanan dan PMK 141/2020 (Pengawasan Lartas Impor Ekspor)
DITETAPKAN DAN DILAKSANAKAN PENGAWASAN OLEH DJBC
Diantaranya :
1. Permendag 36/2023 jo. 08/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor
2. PerBPOM 27/2022 jo. 28/2023 tentang Pengawasan Obat Dan Makanan
3. PerBPOM 26/2022 tentang Pengawasan Bahan Obat dan Makanan
4. Permenkes 5/2023 tentang Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
5. Per. Gubernur Bank Indonesia No. PBI 4/8/PBI/2002 (Pembawaan Uang Rupiah)
6. Peraturan Bank Indonesia nomor 20/2/PBI/2018 jo. 19/7/PBI/2017 (Pembawaan Uang Kertas Asing)
7. PP 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
8. PP 14 Tahun 2002 Tentang Karantina Tumbuhan
9. [Link]. Pertanian No. 0695/KPTS/TN260/8/1996 Jo. 324/Kpts/TN.120/4/94 (Obat Hewan)
10. PERPU 20/1960 jo. Kep. KAPOLRI No. Skep/82/II/2004 Jo. R/13/I/2005 (Senjata Api dan Peralatan Keamanan)
11. PP No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
KONSEP IMPOR
Pasal 10A ayat (7) UUK
DEFINISI
IMPOR
Pasal 1 ayat (13) UUK
6. Ekspor DAERAH PABEAN
Kegiatan memasukkan Kembali
barang ke dalam daerah 1. Impor Untuk
pabean Dipakai
2. Impor Sementara
Pasal 2 ayat (1) UUK 3. Ditimbun di
TPB
Barang yang dimasukkan ke dalam daerah
pabean diperlakukan sebagai barang impor
dan terutang bea masuk
Penjelasan
Ayat ini memberikan penegasan pengertian
KAWASAN PABEAN
impor secara yuridis, yaitu pada saat barang
memasuki daerah pabean dan menetapkan saat 4. Diangkut Ke
barang tersebut terutang bea masuk serta TPS di KP lain
merupakan dasar yuridis bagi pejabat bea dan
cukai untuk melakukan pengawasan..
5. Angkut Lanjut/Terus
Barang diangkut ke Daerah Pabean
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 6 6
Kegiatan Memasukkan Barang ke Dalam Daerah Pabean
Barang Kiriman Permendag
Objek Lartas Lampiran I & II
Barang Penumpang/Awak Sarana CN1 : Barkir Umum Pengecualian Lartas Lampiran IV & V
CN2 : Barkir PIBK
pengangkut (CD/BC 2.2) CN3 : Barkir Ecommerce
Pengecualian Lartas (Barang CN4 : Barkir Ecommerce Pos
Pribadi/Personal Use)
Pasal 34 Permendag Barang Kiriman PMI (CN5)
Pengecualian Lartas
Pasal 34 Permendag
Impor untuk dipakai (BC 2.0)
3
2 4 Barang Kiriman Jamaah Haji
Objek Lartas Lampiran I & II
Permendag
IMPOR
Pengecualian Lartas
1 5 Pasal 34 Permendag
Pelintas Batas (KILB)
6 Pengecualian Lartas
Pasal 34 Permendag
KPBPB/KEK/ TPB/KITE Pembebasan
Kawasan Berfasilitas/Perusahaan penerima fasilitas 8 7 Angkut terus/lanjut
Pasal 26 s.d. Pasal 30 Permendag
Bukan Objek lartas
Pasal 3 (2) Permendag
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 7
KONSEP EKSPOR
Pasal 1 ayat (14) UUK
“Kegiatan mengeluarkan barang
DEFINISI
EKSPOR dari Daerah Pabean”
Pasal 2 ayat (2) UUK
Barang yang telah dimuat ke Sarana Pengangkut
Untuk Dikeluarkan dari Daerah Pabean dianggap
telah diekspor dan diperlakukan sebagai barang
ekspor.
Penjelasan
Secara nyata ekspor terjadi pada saat barang melintasi daerah pabean, namun mengingat dari segi pelayanan dan
pengamanan tidak mungkin menempatkan pejabat bea dan cukai di sepanjang garis perbatasan untuk
memberikan pelayanan dan melakukan pengawasan barang ekspor, maka secara yuridis ekspor dianggap telah
terjadi pada saat barang tersebut telah dimuat di sarana pengangkut yang akan berangkat ke luar daerah pabean.
8
PROSES PELAYANAN KEPABEANAN EKSPOR
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 9
DOKUMEN PELENGKAP PABEAN
Barang yang akan diekspor wajib diberitahukan ke Kantor
Pabean dengan menggunakan Pemberitahuan Pabean
Dokumen Pelengkap Pabean:
DILAKUKAN PENELITIAN
DOKUMEN
Invoice Packing List Bill of Lading DAPAT DILAKUKAN
PEMERIKSAAN FISIK
BARANG
Airway Bill Dokumen Pelengkap Lain
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 10
SINERGI DJBC – KARANTINA dalam skema NLE
MENKO EKON MENKO MARVES
1 PROSES BISNIS
• Pemeriksaan terpadu via SSm
• Layanan Pelabuhan
• Perizinan
2 PLATFORM
• Transportasi
• Shipping
• Kepelabuhan
• Warehousing
• Depo
MENKEU MENHUB MENDAG
MENKEU MENHUB MENDAG
MENTAN MENPERIN MENKP
ALFI APTRINDO INSA
K/L LAINNYA BP BATAM BKPM
4 TATA RUANG
• Penataan Pelabuhan Utama
• Penempatan Depo Kontainer
• Pembentukan Inland
Consolidation Center
3 PEMBAYARAN
• Platform Pembayaran
• Perbankan
MENKEU MEN BUMN MENHUB BI MENKEU HIMBARA
4
SSm dan Joint Inspection Beacukai-Karantina
SEBELUM SESUDAH
Duplikasi dan Repetisi
Duplikasi dan Repetisi
• Penyampaian : 2x
• Penyampaian : 1x
• Dokumen : 2x
• Dokumen : 1x
• Risk management : 2x
• Risk management : 1x
• Pemeriksaan : 2x
• Pemeriksaan : 1x
Tujuan Utama:
• Memperpendek Waktu Clearance Time & Cost
• Menghemat Biaya Clearance Reduction
Pemberlakuan Perbarantin 1/2024 jo. 5/2025 menjadi Lartas
1 5 Agustus 2024 3 18 September 2024 5 04 Maret 2025 7 15 April 2025 9 29 April 2025
Perba No. 5/2025 KMK 19/KM.4/
Perba No. Respon Perba No. 9/2024
disampaikan ke
1/2024 berlaku penolakan disampaikan 2025 berlaku
DJBC
Perba No. 1/2024 Perba No. Permintaan KMK 18/KM.4/
disampaikan ke 5/2025 berlaku Penjelasan
DJBC 2025 berlaku
2 19 Agustus 2024 4 28 Februari 2025 6 10 April 2025 8 28 April 2025
Konsekuensi menjadi Lartas
Dokumen Karantina menjadi persyaratan (stopper) di dokumen pabean impor dan ekspor.
Sisi Impor, untuk dokumen yang aju melaui CEISA 4.0 akan reject jika tidak ada dokumen karantina, jika ada lanjut pembayaran
BM dan PDRI.
Sisi Ekspor, untuk dokumen yang aju melaui CEISA 4.0 jika tidak ada dokumen karantina maka dokumen pabean Ekspor tidak
NPE.
Pengguna jasa yang melakukan impor ekspor jalur SSmQC tidak reject (alur dokumen proses masing2 baik ke Karantina dan
CEISA).
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI 13
KEMENTERIAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL
REPUBLIK INDONESIA BEA DAN CUKAI
Terima Kasih
TRADE FACILITATOR INDUSTRIAL ASSISTANCE COMMUNITY PROTECTOR REVENUE COLLECTOR