0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Rencana Pelaksanaan Layanan Kepercayaan Diri

Dokumen ini adalah rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dengan fokus pada tema kepercayaan diri untuk siswa kelas X. Tujuan layanan mencakup pemahaman konsep kepercayaan diri, identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, dan peningkatan rasa percaya diri. Metode yang digunakan meliputi diskusi, studi kasus, dan simulasi, serta evaluasi dilakukan melalui observasi dan angket.

Diunggah oleh

andramaulana953
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Rencana Pelaksanaan Layanan Kepercayaan Diri

Dokumen ini adalah rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dengan fokus pada tema kepercayaan diri untuk siswa kelas X. Tujuan layanan mencakup pemahaman konsep kepercayaan diri, identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, dan peningkatan rasa percaya diri. Metode yang digunakan meliputi diskusi, studi kasus, dan simulasi, serta evaluasi dilakukan melalui observasi dan angket.

Diunggah oleh

andramaulana953
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN RPL) , MATERI

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL), LEMBAR


KERJA PESERTA DIDIK (LKPD), DAN LINK VIDEO TUGAS

Di ajukan sebagai bentuk penyelesaian tugas Mata Kuliah Bimbingan dan


Konseling Pribadi – Sosial
Dosen Pengampu : Ibu Siti Fatimah, [Link], [Link]

Oleh :

Nama : Adinda Rahmat

Nim 24010134

Kelas : A3 - 2024

Prodi : Bimbingan dan Konseling

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SILIWANGI
CIMAHI 2025
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN DAN KONSELING
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Komponen : Layanan Dasar
Bidang Layanan : Pribadi
Topik/Tema : Kepercayaan diri
Sasaran Kelas/Semester : X (Sepuluh) / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Layanan
1. Peserta didik/konseli dapat memahami konsep kepercayaan diri.
2. Peserta didik/konseli dapat mengidentifikasi fakor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri
3. Peserta didik/konseli dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam berbagai situasi
B. Metode, Alat dan Media
1. Metode : Diskusi, Curah Pendapat, Studi Kasus, Permainan/Simulasi
2. Alat dan media : Papan Tulis, Spidol, Lembar Kerja, Vidio Motivasi, Proyektor (jika ada)
C. Langkah-Langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
 Guru Bk membuka kegiatan dengan salam dan menyapa peserta didik dengan ramah.
 Guru BK mengajak peserta didik untuk berdoa bersama.
 Guru BK memberikan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan terkait pengalaman peserta
didik yang berhubungan dengan kepercayaan diri
 Guru BK menyampaikan tujuan layanan yang akan dilaksanakan.
2. Tahap Inti
 Guru BK memberikan penjelasan mengenai konsep kepercayaan diri dan pentingnya dalam
kehidupan sehari-hari.
 Guru BK membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil.
 Setiap kelompok mendapatkan lembar kerja berisi studi kasus atau pertanyaan terkait
faktor- faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri.
 Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus dan mencari solusi.
 Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
 Guru BK memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap hasil diskusi.
 Guru BK menayangkan Video motivasi yang berhubungan dengan kepercayaan diri.
 Guru BK mengajak peserta didik untuk melakukan permainan/simulasi yang bertujuan
untuk meningkatkan rasa percaya diri.
3. Tahap Penutup
 Guru BK memberikan umpan balik dan motivas kepada peserta didik.
 Guru BK menutup kegiatan dengan berdoa dan salam.

D. Evaluasi
1. Evaluasi Proses : Guru BK mengamati partisipasi aktif peserta didik selama kegiatan layanan
berlangsung
2. Evaluasi Hasil : peserta didik mengisi angket evaluasi untuk mengetahui pemaham mereka
mengenai topik kepercayaan diri.

Mengetahui, Cimahi, 14 April 2025


Dosen Pengampu Mahasiswa

Siti Fatimah, [Link], [Link] Adinda Rahmat


NIDN. 0413048606 NIM. 24010134
Nama : Adinda Rahmat
Nim 24010134
Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling Pribadi – Sosial
MATERI RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
Topik /Tema : Kepercayaan Diri
A. Definisi Kepercayaan diri
Self Confidence atau kepercayaan diri merupakan sikap positif seorang individu yang
memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadap dirinya maupun
terhadap lingkungan atau situasi yang sedang dihadapinya. Idealnya kepercayaan diri yang
dimiliki individu haruslah berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini dimaksudkan agar
mampu mengembangkan aspek – aspek yang ada dalam dirinya, dibutuhkan kepercayaan diri
yang tinggi pada individu tersebut.
Menurut Fitri et al. (2018) kepercayaan diri adalah perasaan dan keyakinan terhadap
kemampuan yang dimiliki utnuk meraih kesuksesan dengan usaha sendiri, serta
mengembangkan penilaian positif terhadap diri dan lingkungan. Orang yang percaya diri
mampu mengontril diri, mengatasi rasa takut, dan menghadapi kontrasi secara efektif.
Kepercayaan diri juga merupakan indikator penting dalam keberhasilan aktivitas manusia
karena berkaitan erat dengan keyakinan pada kemampuan dan penghargaan terhadap diri
sendiri.
A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri terbentuk melalui interaksi berbagai faktor internal dan eksternal
Faktor Internal :
1. Konsep diri dan harga diri
Penelitian oleh Andayani dan Alfatin (2016) menunjukan hubungan positif yang kuat
antara konsep diri, harga diri, dan kepercayaan diri remaja. Konsep diri yang positif adalah
prediktor utama kepercayaan diri remaja. Konsep diri, lebih kuat dibanding harga diri.
Individu yang mengenal dan menerima kelebihan serta kekurangannya secara realistis
cenderung memiliki kepercayaan diri yang sehat.
2. Pengalaman pribadi
Pengalaman sukses membangun kepercayaan diri, sedangkan penglaman kegagalan tanpa
pembelajran dapat menurunkannya. Kepercayaan diri juga berkembang melalui pengalaman
sosial dan pembelajaran berkelanjutan.
3. Pola Pikir dan Sikap Positif
Sikap optimis dan pola pikir yang mendukung (growth mindset) membantu individu
melihat kegagalan sebagai peluang belajar, bukan hambatan permanen.
4. Keterampilan dan pengetahuan
Penguasaan keterampilan tertentu meningkatkan rasa percaya diri karena individu merasa
lebih siap dan mampu menghadapi situasi.
5. Kesehatan fisik dan penampilan
Kondisi fisik yang sehat dan penampilan yang terjaga dapat meningkatkan rasa percaya
diri
Faktor Eksternal :
1. Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial
Keluarga yang suportif dan lingkungan sosial yang positif sangat berpengaruh dalam
pembentukan kepercayaan diri. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan formal juga berperan
strategis dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa
2. Pengalaman berorganisasi dan estrakulikuler
Keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, terbukti meningkatkan
kepercayaan diri siswa secara signifikan (Amri, 2018)
3. Lingkungan pendidikan dan layanan bimbingan konseling yang berkualitas
Pendidikan yang mendorong partisipasi aktif dan pengembangan diri berkontribusi pada
peningkatan kepercayaan diri
B. Macam-macam Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri dapat dibedakan berdasarkan aspek-aspeknya, antara lain :
1. Berdasarkan tingkat
 kepercayaan diri tinggi : berani mengambil risiko, mandiri dan mampu menghadapi
tantangan dengan optimis.
 Kepercayaan diri sedang : mampu mengahadaoi tantangan dengan dukungan, namun
masih ragu dalam beberapa situasi.
 Kepercayaan diri rendah : mudah takut gagal, ragu-ragu, dan cenderung menghindari
tantangan sosial atau akademik.
2. Berdasarkan sifat
 Kepercayaan diri realistis : didukung oleh penilaian objektif atas kemampuan diri
sendiri dan kesiapan menghadapi situasi
 Kepercayaan diri berlebihan (overconfidence) : keyakinan yang tidak sesuai dengan
kemampuan sebenarnya, bisa menyebabkan kesalahan penilaian dan konflik sosial.
 Kepercayaan diri semu : tampak percaya diri di luar, tetapi sebenarnya merasa ragu
atau takut di dalam
C. Dampak Kepercayaan Diri
Dampak positif :
1. Peningkatan prestasi belajar dan kinerja
Penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri berpengaruh signifikan terhadap
prestasi belajar, khususnya dalam mata pelajaran seperti matematika (Purwadi, 2021; Amri,
2018). Individu yang percaya diri lebih termotivasi dan bertanggung jawab dalam proses
belajar.
2. Kemampuan menghadapi tantangan dan stres
Kepercayaan diri membantu individu mengelola stres dan kecemasan, serta menghadapi
kegagalan dengan sikap konstruktif
3. Mendorong kemandirian dan pengambilan keputusan yang tepat
Individu percaya diri cenderung lebih mandiri dalam pengambilan keputusan dan lebih
kreatif dalam memecahkan masalah
Dampak Negatif (jika kurang percaya diri) :
1. Rendahnya prestasi dan motivasi
Individu yang kurang percaya diri cenderung menghindari tantangan, sehingga prestasi
akademik dan non-akademiknya menurun
2. Masalah psikologis
Kurangnya kepercayaan diri dapat menyebabkan kecemasan, depresi, frustrasi, bahkan
risiko bunuh diri pada kasus ekstrim
3. Kesulitan berinteraksi sosial
Individu dengan kepercayaan diri rendah sering mengalami isolasi sosial dan kesulitan
berkomunikasi.
4. Ketergantungan pada orang lain
Kurang percaya diri membuat seseorang sulit mandiri dan selalu bergantung pada pendapat atau
keputusan orang lain.
D. Solusi dan Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri
Strategi pengembangan kepercayaan diri :
 Melakukan refleksi diri untuk mengenali kelebihan dan kekurangan secara objektif.
 Menerapkan pola berikir positif dan optimis dalam menghadapi masalah.
 Memberikan pengalaman berhasil secara bertahap melalui tugas-tugas yang
menantang namun realistis
 Meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi melalui latihan simulasi.
 Mendapatkan dukungan dari llingkungan seperti keluarga, teman, dan guru.
 Mengikuti layanan bimbingan dan konseling, baik secara individu maupun kelompok,
yang dirancang untuk menumbuhkan kepercayaan diri.
Teknik konseling yang bisa digunakan :

 Reframing (mengubah sudut pandang negatif mejadi positif)


 Role play atau simulasi situasi sosial
 Diskusi kelompok dan brainstorming untuk saling berbagi pengalaman
 Pemberian umpan balik yang kontstruktif dan motivasi dari konselor.
DAFTAR PUSTAKA
1) Rais MR. Kepercayaan Diri (Self Confidence) Dan Perkembangannya Pada
Remaja. AL-IRSYAD. 2022;12(1):40-40. doi: [Link]
irsyad.v12i1.11935
2) Prananda, T., & Christiana, E. (2020). Meningkatkan Kepercayaan Diri Melalui
Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Reframing. Bimbingan Konseling, 1(1),
11–21.
3) Triani, S. P. (2017). Upaya Meningkatkan Kepercaya Diri Siswa Melalui Konseling
Sebaya (Peer Counseling) di SMA Negeri 9 Bandar Lampung. KONSELI : Jurnal
Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 4(1), 35–46.
[Link]
4) Amri, Syaipul. (2018). Pengaruh Kepercayaan Diri (Self Confidence) Berbasis
Ekstrakurikuler Pramuka terhadap Prestasi Belajar. Jurnal Pendidikan Matematika
Raflesia, Vol. 03 No. 02.
5) Fitri, et al. (2018). Studi Komparasi Kepercayaan Diri (Self Confidence) Siswa yang
Mengalami Verbal Bullying. JBasic.
6) Jurnal Edueksos (2019). Pentingnya Kepercayaan Diri dan Motivasi Sosial.
7) Andayani, B., & Afiatin, T. (2016). Konsep Diri, Harga Diri, dan Kepercayaan Diri
Remaja. Jurnal Psikologi.
8) Purwadi. (2021). Menumbuhkembangkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik. Jurnal
Ilmiah Mitra Swara Ganesha.
9) Jurnal Unpad (2020). Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Remaja dengan
Cognitive Restructuring.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Topik: Kepercayaan Diri

A. Identitas

 Nama:
 Kelas:
 Tanggal:

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKPD ini, siswa diharapkan:

1. Memahami pentingnya kepercayaan diri.


2. Mampu mengenali situasi yang membutuhkan kepercayaan diri.
3. Menyusun langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan diri.

C. Aktivitas LKPD

1. Cerita Pengalaman Pribadi

Tuliskan satu pengalaman ketika kamu merasa percaya diri dan satu pengalaman ketika kamu
merasa tidak percaya diri .

 Saat saya merasa percaya diri:


 Saat saya merasa tidak percaya diri:

2. Analisis Situasi

Bacalah situasi berikut, lalu jawab pertanyaannya!

Situasi:
Riko diminta menjadi ketua kelompok dalam tugas kelas. Ia merasa ragu karena belum pernah
memimpin sebelumnya. Namun, teman-temannya percaya pada Riko.
A. Apa yang sebaiknya dilakukan Riko agar lebih percaya diri?

B. Menurutmu, apa yang bisa membuat seseorang ragu pada dirinya sendiri?

3. Daftar Kekuatan Diri

Tuliskan minimal 5 kelebihan atau kekuatan yang kamu miliki!

1.
2.
3.
4.
5.

4. Rencana Aksi

Pilih satu situasi di mana kamu ingin lebih percaya diri (misal: berbicara di depan kelas,
mengikuti lomba, dsb).
Tuliskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan untuk membangun kepercayaan dirimu
dalam situasi tersebut!

 Situasi:

Langkah-langkah:

1.
2.
3.

5. Refleksi

Setelah mengisi LKPD ini, bagaimana perasaanmu tentang kepercayaan diri?

D. Penilaian
 Kelengkapan dan kejujuran dalam menjawab
 Kemampuan mengenali kekuatan diri
 Rencana aksi yang realistis

Catatan:
LKPD ini dapat digunakan untuk diskusi kelas, tugas individu, atau refleksi pribadi. Guru dapat
menambahkan sesi berbagi pengalaman untuk memperkaya pembelajaran.
Link Video : [Link]

Anda mungkin juga menyukai