Madrasah dianggap tak bisa menjawab dan memenuhi tantangan global di era globalisasi seerti
sekarang ini. Sehingga madrasah masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. padahal
harusnya madrasah menjadi jawaban dan solusi dari maraknya kerusakan moral pada generasi
muda dan menjadi tempat belajar terbaik bagi bangsa. Mengapa harus madrasah?
Merujuk kepada perkataan menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin bahwa madrasah sekarang
sudah berbeda, madrasah dengan kegigihannya sudah banyak menoreh prestasi bahkan hingga ke
tingkat internasional. Setidaknya ada lima alasan mengapa harus sekolah di madrasah,
diantaranya, sejarah telah mencatat bahwa madrasah telah melahirkan pemimpin di bidang
pendidikan dan agama (scholar), negarawan dan bahkan pahlawan. Madrasah tumbuh dan
berkembang dari, oleh, dan untuk rakyat.
Madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan
madrasah semakin menorehkan prestasi seperti riset ilmiah, vokasional, kewiirausahaan, dan
sebagainya. Madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja,
melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Sebut saja, akhir-akhir ini tengah viral seorang mahasiswa yang menjadi pemenang didalam
kompetisi Clash of Champions dari Ruang Guru, Shakira Amirah, yang menang dalam tantangan
pertama dan menjadi peserta paling cepat menghitung penambahan 625 digit angka sekaligus.
Bahkan prestasi lainnya adalah dia telah menulis 13 publikasi ilmiah yang terindeks scopus dan
terlibat sebagai Master Teacher di [Link], dan tergabung dalam Asian Medical Students
Association Indonesia.
Pasalnya, melalui sesi wawancara didalam beberapa podcast dan jejaring sosial lainnya, dia
menyampaikan bahwa dia adalah lulusan atau alumni dari sebuah madrasah.
Ini membuktikan bahwa madrasah sudah mampu bersaing dan menjawab tantangan global.
Mewujudkan madrasah unggul dan bermutu di era global dapat diwujudkan dengan membangun
mindset kolektif, inovasi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi informasi, dan kepemimpinan
yang inspiratif.
Madrasahs are considered unable to answer and to fulfil global challenges in the current era of
globalization. In addition, madrasahs are still looked down upon by some people. even though
madrasas should be the answer and solution to the rampant moral decay in the younger
generation and it should be the best place of learning for the nation. Why should madrasa?
Referring to the words of the Minister of Religion, Lukman Hakim Saifuddin, that madrasas are
now different, madrasas with their persistence have made many achievements, even at the
international level. At least, there are five reasons why you should study at a madrasa, including,
history has recorded that madrasas have produced leaders in the fields of education and religion
(scholars), statesmen and even heroes. Madrasas grow and develop from, by and for the people.
Madrasas are no longer considered as a complement to the national education system, but rather
madrasas are increasingly making achievements such as scientific research, vocational studies,
entrepreneurship, and so on. Madrasa is not only produce professional and intelligent intellectual
cadres, but also Muslim cadres who have integrity, character and noble character.
For example, recently a student has gone viral who became the winner in the Clash of
Champions competition presented by Ruang Guru, Shakira Amirah, who won the first challenge
and became the fastest participant to calculate the addition of 625 digit numbers at once. In fact,
another achievement is that she has written 13 scientific publications indexed by Scopus and she
is involved as a Master Teacher at [Link], and she is also a member of the Asian Medical
Students Association Indonesia.
And through interview sessions in several podcasts and other social networks, she said that she
was a graduate or alumni of a madrasa.
This proves that madrasas are able to compete and answer global challenges. Creating an
excellent and quality madrasa in the global era can be realized by building a collective mindset,
sustainable innovation, use of information technology, and inspirational leadership.