0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Proses dan Metode Distilasi

Distilasi adalah proses pemisahan komponen campuran cair berdasarkan perbedaan titik didih dan volatilitas. Terdapat beberapa metode distilasi, termasuk distilasi sederhana, fraksionisasi, uap, dan vakum, yang masing-masing memiliki aplikasi spesifik tergantung pada karakteristik campuran yang dipisahkan. Proses ini bergantung pada tekanan uap dan suhu, serta memanfaatkan perbedaan sifat fisik dari komponen dalam campuran.

Diunggah oleh

Yiswi Ayu Rombello
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Proses dan Metode Distilasi

Distilasi adalah proses pemisahan komponen campuran cair berdasarkan perbedaan titik didih dan volatilitas. Terdapat beberapa metode distilasi, termasuk distilasi sederhana, fraksionisasi, uap, dan vakum, yang masing-masing memiliki aplikasi spesifik tergantung pada karakteristik campuran yang dipisahkan. Proses ini bergantung pada tekanan uap dan suhu, serta memanfaatkan perbedaan sifat fisik dari komponen dalam campuran.

Diunggah oleh

Yiswi Ayu Rombello
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISTILASI

Distilasi merupakan proses yang memisahkan komponen campuran dengan memanfaatkan perbedaan
beberapa komponen yang menguapkan lebih mudah daripada komponen lainnya. Terdapat dua metode
yang dapat digunakan dalam proses distilasi. Metode pertama didasarkan atas pembuatan uap dengan
mendidihkan campuran zat cair yang akan dipisahkan dan mengembunkan (kondensasi) uap tanpa ada
zat cair yang kembali ke dalam bejana didih (tidak ada refluks). Metode kedua didasarkan atas
pengembalian sebagian kondensat ke bejana didih dalam suatu kondisi tertentu sehingga zat cair yang
dikembalikan ini mengalami kontak dengan uap yang mengalir ke atas menuju kondensor.

Proses penguapan merupakan proses pemisahan komponen volatil (mudah menguap) dan non-volatil
(tidak mudah menguap) dengan proses pemanasan. Yang membedakan proses penguapan dengan
proses distilasi adalah pada proses distilasi:

1. Semua komponen dalam campuran mudah menguap.

2. Volatilitas (kemampuan penguapan) masing-masing komponen berbeda pada suhu yang sama.

3. Pada suhu tertentu, fasa uap dari suatu campuran cairan mengandung lebih besar komponen yang
lebih volatil.

4. Sifat ini akan terjadi sebaliknya, yaitu pada suhu tertentu, fasa cairan mengandung lebih besar
komponen yang kurang volatil.

5. Fasa cair yang setimbang dengan fasa uapnya pada suhu tertentu, akan memiliki komposisi yang
berbeda.

Pemisahan komponen-komponen dari campuran cairan melalui distilasi bergantung pada perbedaan
titik didih masing-masing komponen penyusunnya. Selain itu, proses pemisahan juga bergantung pada
konsentrasi komponen yang ada. Campuran cairan akan memiliki karakteristik titik didih yang berbeda-
beda. Oleh karena itu, proses distilasi bergantung pada tekanan uap campuran cairan.

Tekanan uap suatu cairan pada temperatur tertentu adalah tekanan keseimbangan yang dikeluarkan
oleh molekul-molekul yang keluar dan masuk pada permukaan cairan. Berikut adalah hal-hal penting
yang berkaitan dengan tekanan uap.
1. Input energi menaikkan tekanan uap

2. Tekanan uap berkaitan dengan proses mendidih.

3. Cairan dikatakan mendidih ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan udara sekitar.

4. Mudah atau tidaknya suatu cairan untuk mendidih bergantung pada volatilitasnya.

5. Cairan dengan tekanan uap tinggi (mudah menguap) akan mendidih pada temperatur yang lebih
rendah.

6. Tekanan uap dan titik didih campuran cairan bergantung pada jumlah relatif komponen-komponen
dalam campuran.

7. Distilasi terjadi karena adanya perbedaan volatilitas komponen-komponen dalam campuran cairan.

Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran, dimana antara
komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran :

1. Dalam keadaan standar berupa cairan, saling melarutkan menjadi campuran homogen.

2. Mempunyai sifat penguapan relatif (a) cukup besar.

3. Tidak membentuk cairan azeotrop.

Pada proses pemisahan secara distilasi, fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan
dipanaskan. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan
harapan pada suhu dan tekanan tertentu, antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan,
sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu. Fase uap yang mengandung lebih banyak
komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair, berarti menunjukkan adanya suatu
pemisahan. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara
berulang-ulang, maka akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni.
A. DISTILASI SEDERHANA

Dasar pemisahan pada distilasi sederhana adalah adanya perbedaan titik didih yang jauh dengan salah
satu komponen yang bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang mempunyai titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, perbedaan kevolatilan, yaitu
kecenderungan sebuah substansi untuk berubah menjadi fasa gas, akan mempengaruhi proses distilasi
(Gambar 4.15)

Distilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer (1 atm). Salah satu aplikasi distilasi sederhana yaitu dapat
digunakan dalam proses pemisahan campuran air dan alkohol.
Gambar 4.15

Distilasi Sederhana

B. DISTILASI FRAKSIONISASI

Fungsi distilasi fraksionisasi adalah memisahkan dua atau lebih komponen cair, dari suatu larutan
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan
perbedaan titik didih kurang dari 20°C dan bekerja pada tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini
yaitu digunakan pada industri minyak mentah untuk memisahkan komponen-komponen yang
terkandung dalam minyak mentah tersebut. Pada distilasi fraksionisasi, terdapat kolom pemanasan
secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap tahapan platnya.
Gambar 4.16

Distilasi Fraksional pada Minyak Mentah

Suhu yang berbeda-beda ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan distilat-distilat murni pada
setiap tahapan plat yang ada.

C. DISTILASI UAP

Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memakai titik didih mencapai 100°C atau
lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa dengan suhu mendekati 100°C dalam tekanan
atmosfer dengan menggunakan uap dan air mendidih. Sifat yang fundamental dari distilasi uap adalah
dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya.

Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air pada semua
temperatur, tapi dapat didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak
beberapa produk alam seperti minyak atsiri dari eucalyptus, minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan
lainnya. Distilasi uap ini dilakukan dengan cara pemanasan campuran melalui uap air yang dialirkan ke
dalam campuran dan pada kondisi tertentu dilakukan juga proses pemanasan sebagai energi eksternal
tambahan. Selanjutnya uap dari campuran akan naik ke atas menuju kondensor (mengalami kondensasi)
dan akhirnya masuk ke labu distilat sebagai cairan.
Gambar 4.17

Distilasi Uap Penyulingan Minyak

D. DISTILASI VAKUM

Proses distilasi vakum biasa digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil dan dapat
terdekomposisi sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang akan didistilasi memiliki titik
didih di atas 150°C.

Metode distilasi ini tidak dapat digunakan pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya
menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat dikonsensasikan oleh air. Untuk
mengurangi tekanan dalam sistem, digunakan pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai
penurun tekanan pada sistem distilasi ini. Penurunan tekanan dalam sistem menyebabkan temperatur
didih dari masing-masing komponen penyusun campuran menjadi lebih rendah, sehingga komponen
tersebut dapat lebih mudah menguap dan terkondensasi.

Anda mungkin juga menyukai