100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
693 tayangan15 halaman

Modul Ajar Deep Learning PAI Kelas XI

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran PAI-BP di SMAN 2 Kec. Kapur IX, yang berfokus pada adab menggunakan media sosial dalam Islam. Pembelajaran mencakup pemahaman etika digital, bahaya hoaks, dan tanggung jawab sebagai pelajar Muslim, dengan metode Problem-Based Learning dan pendekatan Deep Learning. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai Islam dalam bermedia sosial serta meningkatkan kesadaran etis dan tanggung jawab digital.

Diunggah oleh

fetri.afriani16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
693 tayangan15 halaman

Modul Ajar Deep Learning PAI Kelas XI

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran PAI-BP di SMAN 2 Kec. Kapur IX, yang berfokus pada adab menggunakan media sosial dalam Islam. Pembelajaran mencakup pemahaman etika digital, bahaya hoaks, dan tanggung jawab sebagai pelajar Muslim, dengan metode Problem-Based Learning dan pendekatan Deep Learning. Tujuannya adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai Islam dalam bermedia sosial serta meningkatkan kesadaran etis dan tanggung jawab digital.

Diunggah oleh

fetri.afriani16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Satuan Pendidikan : SMAN 2 Kec. Kapur IX

Mata Pelajaran : PAI-BP

Kelas/Semester : XI / 2

Materi Pelajaran : Adab menggunakan media sosial dalam Islam

Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit (2 JP)

Tahun Pelajaran : 2025/2026

Identifikasi Peserta Didik a. Pengetahuan Awal:

Peserta didik telah mengenal konsep akhlak mulia


dan pernah berdiskusi tentang etika pergaulan
dalam Islam.

b. Minat Belajar:

Menunjukkan antusiasme terhadap media sosial,


aktif menggunakan platform digital, dan tertarik
pada konten viral yang memuat nilai agama atau
sosial.

c. Kebutuhan Belajar:

Memerlukan panduan nilai Islam untuk bijak


bermedia sosial, serta kesadaran etis dan tanggung
jawab digital sebagai Muslim.
Materi 1. Pengertian media sosial dan ruang digital dalam
Pelajaran pandangan Islam
2. Prinsip etika Islam dalam bermedia sosial
3. Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang menjaga lisan
dan kehormatan orang lain (QS. Al-Hujurat: 12, QS.
Al-Isra: 36, Hadis larangan ghibah dan menyebar
fitnah)
4. Bahaya hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah dalam
media sosial
5. Praktik adab digital: menyaring informasi, bersikap
santun, menghindari ghibah, tabayyun
6. Tanggung jawab sebagai pelajar Muslim di dunia
digital

Dimensi Profil  DPL 1: Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME


Lulusan  DPL 2: Bernalar kritis
 DPL 4: Kreatif
 DPL 5: Berkebhinekaan global

Desain Capaian Peserta didik dapat memecahkan masalah perkelahian


Pembelajaran Pembelajaran
antarpelajar, minuman keras (miras), dan narkoba dalam
Islam; menganalisis adab menggunakan media sosial
dalam Islam, Mempresentasikan cara memecahkan
masalah perkelahian antarpelajar dan dampak
pengiringnya, minuman keras (miras), dan narkoba;
menganalisis adab menggunakan media sosial dalam
Islam, meyakini bahwa adab menggunakan media sosial
dalam Islam dapat memberi keselamatan bagi individu
dan masyarakat dan meyakini bahwa sikap inovatif dan
etika berorganisasi merupakan perintah agama.
Lintas Disiplin TIK, Bahasa Indonesia dan Sosiologi
Ilmu

Tujuan 1. Menganalisis adab menggunakan media sosial


Pembelajaran dalam Islam
2. Mempresentasikan adab menggunakan media
sosial dalam Islam
3. Meyakini bahwa adab menggunakan media sosial
dalam Islam dapat memberi keselamatan bagi
individu dan masyarakat
4. Membiasakan diri menggunakan media sosial yang
santun, saling menghormati, bertanggung jawab,
semangat kebangsaan, dan cinta damai

Topik 1. Adab dan Etika Islam di Ruang Digital


Pembelajaran 2. Media Sosial dalam Pandangan Islam
3. Bahaya Ghibah, Hoaks, dan Ujaran Kebencian
4. Tabayyun dan Tanggung Jawab Bermedia
5. Pelajar Muslim sebagai Duta Kebaikan di Media
Sosial

Praktik Metode: Problem-Based Learning (PBL)


Pedagogis
1. Orientasi Masalah
Guru menampilkan video/kasus nyata: viralnya
hoaks yang menimbulkan keresahan sosial atau
bullying online.
Pertanyaan:
o Mengapa orang mudah menyebarkan
informasi tanpa dicek dulu?
o Apa akibatnya jika media sosial digunakan
tanpa adab?
2. Identifikasi Informasi dan Pertanyaan
Siswa mencari dan merumuskan pertanyaan:
o Apa kata Islam tentang menyebar
fitnah/hoaks?
o Bagaimana adab Muslim di ruang digital?
3. Penggalian Informasi
Siswa membaca QS. Al-Hujurat: 6, 12; QS. Al-Isra:
36; dan Hadis tentang menjaga lisan, tabayyun,
dan larangan ghibah.
Diskusi kelompok: makna dalil, nilai yang
terkandung, dan contoh kasus nyata.
4. Penyusunan Solusi
Setiap kelompok menyusun:
o Poster digital "Adab Muslim di Media
Sosial"
o Kampanye online: #BijakBermedia
#StopGhibah
o Konten edukatif (reel/infografik)
5. Presentasi dan Refleksi
o Presentasi kelompok
o Refleksi pribadi: “Apa komitmenku sebagai
Muslim dalam bermedia sosial?”

Pendekatan: Deep Learning

 Koneksi antar konsep: lisan ↔ tulisan ↔ digital


(semua dinilai di sisi Allah)
 Refleksi pribadi: introspeksi atas kebiasaan digital
 Kontekstualisasi: contoh nyata di media sosial
 Konstruksi makna personal: aksi nyata dan
komitmen pribadi

Kemitraan 1. TIK: Edukasi keamanan digital, literasi digital


Pembelajaran 2. Bahasa Indonesia: Menulis opini "Bijak di Media
Sosial Menurut Islam"
3. Sosiologi: Dampak sosial penyalahgunaan media
digital

Lingkungan
1. Lingkungan Fisik
Pembelajaran
 Ruang kelas yang mendukung diskusi dan
kolaborasi, dengan pengaturan kursi melingkar
atau kelompok kecil.
 Papan tulis atau LCD proyektor untuk
menampilkan video studi kasus, mindmap, dan
presentasi siswa.
 Media cetak seperti hadis teks pendek, tabel
cabang iman, dan ilustrasi perilaku beriman.

2. Lingkungan Sosial

 Budaya saling memberi umpan balik positif, baik


dalam diskusi kelompok maupun refleksi individu.
 Simulasi praktik cabang iman, seperti menyapa
teman dengan salam, berkata baik, dan saling
membantu dalam aktivitas sekolah.

3. Lingkungan Digital

 Pembuatan konten digital:


Desain poster Canva bertema “Media Sosial”
 Kuis dan asesmen digital:
Menggunakan Google Form/Quizizz untuk
asesmen awal dan akhir secara interaktif.

Pemanfaatan
1. Video Interaktif dan Animasi
Digital
 Gunakan video animasi yang menjelaskan setiap
adab bersosial media secara visual dan sederhana.

2. Platform Quiz Online


 Buat kuis menggunakan platform seperti Kahoot!,
Quizizz, atau Google Forms yang memuat soal
terkait adab bersosial media

3. Diskusi Forum Digital

 Gunakan aplikasi seperti Google Classroom,


Edmodo, atau WhatsApp Group untuk membuat
forum diskusi.

4. Mind Mapping Digital

 Ajak siswa membuat mind map adab bersosial


media iman menggunakan aplikasi seperti
MindMeister, Coggle, atau Miro.

5. E-Book atau Modul Digital Interaktif

 Buat modul belajar digital yang berisi materi adab


bersosial media lengkap dengan video, gambar,
dan latihan interaktif.

Awal 1. Salam Pembuka dan Doa

 Guru menyapa siswa dengan ramah dan penuh


semangat.
 Guru mengajak siswa membaca doa bersama
untuk memohon kelancaran dan keberkahan
dalam pembelajaran.
 Tujuan: membangun koneksi emosional dan
kesiapan spiritual siswa sebelum belajar

2. Ice Breaking dan Aktivasi Awal

 Guru memberikan pertanyaan ringan untuk


mengaitkan topik dengan pengalaman nyata siswa:
o “Siapa yang hari ini membuka media sosial
sebelum berangkat sekolah?”
o “Apa jenis konten yang paling sering kamu
lihat atau bagikan di media sosial?”
 Guru mengadakan polling cepat atau
mentimeter/hand-raising:
o “Siapa yang pernah menerima pesan
hoaks?”
o “Siapa yang pernah merasa tidak nyaman
karena komentar orang lain di media
sosial?”

3. Pemutaran Video/Kasus Aktual

 Guru menayangkan video singkat (1–2 menit)


tentang kasus nyata seperti:
o Viral hoaks yang menyebabkan kerusuhan
o Cyberbullying antarpelajar
o Konten fitnah yang tersebar luas
 Guru bisa juga membacakan berita singkat dari
portal resmi.

4. Diskusi Awal dan Pertanyaan Reflektif (3–5 Menit)

Guru memandu diskusi awal dengan pertanyaan reflektif:

 “Apa yang kamu rasakan setelah melihat tayangan


tadi?”
 “Menurutmu, kenapa orang mudah menyebarkan
informasi tanpa tabayyun?”
 “Apakah media sosial bisa menjadi tempat
berdakwah dan menyebar kebaikan?”

5. Apersepsi dan Penyampaian Tujuan Pembelajaran

 Guru mengaitkan kasus/video dengan materi


pelajaran hari ini.

 Guru menjelaskan tujuan dan manfaat


pembelajaran secara kontekstual dan inspiratif

Inti
1. Memahami (Berkesadaran)

 Guru membagikan teks kasus aktual, misalnya:

Seorang siswa memposting status sindiran dan


informasi pribadi temannya di media sosial hingga
memicu konflik di kelas.

 Peserta didik diminta:


o Mengidentifikasi masalah dan nilai yang
terlanggar (ghibah, fitnah, adab
komunikasi)
o Membaca dan menganalisis dalil terkait:
 QS. Al-Hujurat: 6 (tabayyun)
 QS. Al-Hujurat: 12 (larangan ghibah)
 QS. Al-Isra: 36 (larangan mengikuti
sesuatu tanpa ilmu)
 Hadis Nabi tentang menjaga lisan
 Siswa membuat mindmap atau tabel:
➤ Dalil – Makna – Nilai – Contoh Sikap

Peran Guru:

 Membimbing diskusi kelompok kecil


 Memberi pertanyaan pemantik, seperti:
o “Apa bahaya menyebar informasi tanpa
verifikasi?”
o “Bagaimana Islam memandang kehormatan
orang lain, bahkan secara daring?”

Ciri Deep Learning:

 Koneksi antara dalil dan kehidupan nyata


 Refleksi awal terhadap sikap diri dalam media
sosial
 Pendalaman makna bukan sekadar hafalan

2. Mengaplikasi (Bermakna)

 Guru memberikan studi kasus lanjutan, misalnya:

Seorang siswa menyebarkan potongan video


ceramah dengan narasi provokatif tanpa
memahami konteks aslinya, lalu diviralkan.

 Peserta didik dalam kelompok:


o Menganalisis masalah dari sudut pandang
Islam
o Merancang solusi kreatif dan aksi nyata,
seperti:
 Poster digital: “Muslim Bermedia =
Muslim Berakhlak”
 Konten edukatif: infografik
“Langkah Tabayyun”
 Skenario kampanye: #StopGhibah
#AkunRahmat
 Kelompok mempersiapkan presentasi dan memilih
media untuk menayangkan hasil karya (Padlet,
Canva, atau dicetak).

Peran Guru:

 Memfasilitasi diskusi dan kreativitas siswa


 Memberi masukan terhadap konten: apakah sesuai
nilai Islam dan efektif disampaikan?

Ciri Deep Learning:

 Penerapan nilai dalam konteks nyata dan relevan


 Kolaborasi dan kreativitas dalam aksi sosial
 Perubahan sikap dan kesadaran sebagai output
utama

3. Merefleksi

 Siswa menuliskan refleksi pribadi dengan panduan


pertanyaan:
o “Apa pelajaran terpenting yang saya dapat
hari ini?”
o “Apakah saya sudah menjaga adab digital
sesuai ajaran Islam?”
o “Apa yang akan saya ubah dalam perilaku
bermedia sosial saya ke depan?”
 Refleksi bisa ditulis dalam buku catatan, atau
diunggah ke Padlet kelas dengan tagar reflektif
(#AkuDanAdabDigital)

Alternatif Kegiatan:

 Membuat "Surat untuk Diri Sendiri":

“Wahai diriku, jika suatu saat kamu ingin posting


sesuatu, ingatlah...”

Ciri Deep Learning:

 Introspeksi dan kesadaran spiritual


 Pembelajaran sebagai proses perubahan karakter
 Menanamkan makna, bukan hanya pengetahuan

Penutup 1. Refleksi dan Tanya Jawab

 Guru memandu siswa untuk merefleksikan


pembelajaran hari ini dengan pertanyaan
pemantik, seperti:
o "Apa nilai adab yang paling penting
menurut kalian saat menggunakan media
sosial?"
o "Bagaimana kalian akan menerapkan adab
tersebut dalam kehidupan nyata?"
 Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan
pendapat atau bertanya bila masih ada hal yang
belum dipahami.

2. Kesimpulan Bersama

 Guru dan siswa menyusun poin-poin penting dari


pembelajaran hari ini, seperti:
o Etika berkomunikasi di media sosial
menurut Islam
o Bahaya buruknya akhlak di media sosial
(ghibah, fitnah, hoaks)
o Tanggung jawab moral sebagai pengguna
media sosial yang beriman dan beradab

3. Penugasan dan Penutup

 Guru memberikan tugas rumah berupa:


o Tugas reflektif: “Tulislah pengalaman
pribadi atau orang lain terkait penggunaan
media sosial yang tidak sesuai dengan adab
Islam, dan berikan solusinya berdasarkan
nilai-nilai agama.”
 Guru menutup pelajaran dengan doa bersama dan
motivasi agar siswa menjadi pengguna media
sosial yang beretika, cerdas, dan membawa
manfaat.

Asesmen  Tes Awal


Pembelajaran Pembelajaran Kuis interaktif tentang pengetahuan awal tentang Adab
 Tes Proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi, kuis, dan
Pembelajaran presentasi.
 Tes Akhir Tes tertulis dan esai reflektif.
Pembelajaran

Sialang, Mei 2025.

Diketahui Oleh:
PLT Kepala SMAN 2 Kec. Kapur IX Guru Kelas/Mata Pelajaran,

Yulfi Elda Sari, [Link] E Enggeni, [Link]


NIP. 19910623 201903 2 017 NIP. 19940617 201903 2 012

LAMPIRAN
📘 ASESMEN AWAL – KUIS

Pilihan Ganda – Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Dalam Islam, prinsip utama dalam berkomunikasi, termasuk di media sosial, adalah...
A. Menyampaikan berita secepat mungkin
B. Mengikuti tren yang sedang viral
C. Menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik
D. Membalas komentar dengan sindiran
E. Menyebarkan informasi agar populer
2. Berikut ini adalah contoh adab bermedia sosial menurut ajaran Islam, kecuali...
A. Menjaga kata-kata
B. Menghindari ghibah dan fitnah
C. Menyebarkan informasi yang benar
D. Mengomentari semua unggahan teman
E. Menghindari debat kusir
3. Ketika menerima berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya, seorang muslim
seharusnya...
A. Langsung menyebarkannya ke grup media sosial
B. Mengedit isi berita agar lebih menarik
C. Menyaring dan memverifikasi kebenaran informasi
D. Mengomentari dengan emosi
E. Mengabaikan dan membiarkannya begitu saja
4. Dalil yang melarang seorang muslim menyebarkan berita bohong terdapat dalam...
A. QS. Al-Baqarah: 183
B. QS. Al-Hujurat: 6
C. QS. Al-Alaq: 1
D. QS. An-Nisa: 59
E. QS. Al-Ma’un: 4
5. Dampak negatif dari penggunaan media sosial tanpa adab yang benar adalah...
A. Bertambahnya jumlah pengikut
B. Menjadi lebih terkenal
C. Meningkatkan kecerdasan digital
D. Terjadinya permusuhan dan perpecahan
E. Mendapatkan banyak perhatian

No Jawaban Penjelasan Singkat


Islam menganjurkan menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun (QS. An-
1 C
Nahl: 125)
Tidak semua unggahan perlu dikomentari; ini bisa membuka peluang debat atau
2 D
salah paham
3 C QS. Al-Hujurat: 6 memerintahkan untuk tabayyun atau klarifikasi
4 B QS. Al-Hujurat: 6 menjelaskan larangan mengikuti berita tanpa verifikasi
No Jawaban Penjelasan Singkat
5 D Media sosial tanpa adab bisa menyebabkan konflik sosial dan fitnah

ASESMEN PROSES (Formatif)

Tujuan: Menilai keterlibatan, pemahaman, dan keterampilan kolaborasi siswa selama proses
pembelajaran.

Bentuk:

 Observasi kelompok
 Penilaian presentasi
 Refleksi individu

Instrumen:

a. Lembar Observasi Proses Diskusi Kelompok (oleh guru)

No Nama Kelompok Kriteria Skor (1–4)

1 Partisipasi aktif dalam diskusi

2 Menyampaikan ide dan pendapat dengan baik

3 Kemampuan mengaitkan dalil dengan masalah

4 Kerja sama dan menghargai pendapat anggota lain

5 Kreativitas dalam menyusun mindmap/poster

b. Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok

Skor 4
Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
(Sangat Baik)

Pemahaman Lengkap dan Tepat Umum dan


Tidak sesuai
konsep sabar tepat sebagian kurang akurat

Relevansi solusi Solusi sesuai Cukup relevan Kurang Tidak


terhadap kasus syariat dan mendalam nyambung
Skor 4
Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
(Sangat Baik)

aplikatif

Tepat, Tepat tapi


Hanya
Penggunaan dalil lengkap, dan kurang Tidak ada
menyebut
dijelaskan penjelasan

Kejelasan Sangat jelas


Jelas Kurang jelas Tidak jelas
penyampaian dan runtut

Kolaborasi & Sangat baik


Baik Cukup Buruk
visualisasi dan menarik

c. Refleksi Individu (di akhir sesi)

Tuliskan dalam 5–10 kalimat:


“Bagaimana saya akan belajar menjadi pribadi yang lebih taat ke depan?”

📄ASESMEN Sumatif

A. PILIHAN GANDA (10 Soal)

1. Etika utama dalam menggunakan media sosial menurut Islam adalah...


A. Kebebasan berpendapat
B. Menyampaikan kritik tajam
C. Mengikuti tren viral
D. Menyampaikan kebenaran dengan santun
E. Memperbanyak konten hiburan
2. Apabila seseorang menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, maka hal
tersebut termasuk...
A. Tabayyun
B. Ghibah
C. Fitnah
D. Tajwid
E. Ijtihad
3. Ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk melakukan verifikasi informasi adalah...
A. QS. Al-Baqarah: 183
B. QS. Al-Alaq: 1
C. QS. Al-Hujurat: 6
D. QS. An-Nisa: 58
E. QS. Al-Falaq: 5
4. Salah satu dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial adalah...
A. Menambah jaringan pertemanan
B. Meningkatkan wawasan
C. Meningkatkan nilai sosial
D. Terjadinya konflik dan perpecahan
E. Menambah rezeki
5. Adab dalam menanggapi perbedaan pendapat di media sosial menurut Islam adalah...
A. Membalas dengan sindiran
B. Menyebarkan keburukan orang lain
C. Menjaga akhlak dan adab dalam berdiskusi
D. Membuat status balasan yang lebih keras
E. Melaporkan akun lawan debat
6. Contoh konten yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di media sosial adalah...
A. Meme lucu yang mengandung satire
B. Video prank kontroversial
C. Dakwah yang santun dan bijak
D. Gosip artis terbaru
E. Konten debat politik
7. Salah satu perilaku yang dilarang dalam bermedia sosial menurut Islam adalah...
A. Memberi komentar positif
B. Menyebarkan hoaks
C. Memberi nasihat
D. Membagikan ilmu
E. Menyapa teman
8. Ghibah dalam konteks media sosial berarti...
A. Menyampaikan kebenaran
B. Menyampaikan informasi penting
C. Menyebutkan keburukan orang lain secara online
D. Mencari perhatian
E. Memberi komentar pedas
9. Prinsip tabayyun harus dilakukan saat...
A. Menulis status pribadi
B. Menyukai unggahan teman
C. Menerima informasi yang meragukan
D. Memposting foto
E. Membuat akun baru
10. Dalam Islam, tujuan bermedia sosial yang benar adalah...

A. Untuk hiburan semata


B. Menyindir orang lain
C. Mencari popularitas
D. Menyebarkan kebaikan dan ilmu
E. Meningkatkan followers
📗 B. Soal Esai

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan lengkap!

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan adab dalam bersosial media menurut pandangan
Islam!
2. Mengapa prinsip tabayyun penting diterapkan saat bermedia sosial? Jelaskan!
3. Berikan tiga contoh konkret penerapan adab Islami dalam penggunaan media sosial
sehari-hari!
4. Jelaskan dampak negatif dari penggunaan media sosial tanpa adab yang benar!
5. Bagaimana cara seorang muslim menyikapi konten yang bertentangan dengan ajaran
Islam di media sosial?

📝 Esai (Rubrik Penilaian Singkat)

1. Adab bermedia sosial adalah tata krama atau perilaku sopan yang sesuai dengan nilai
Islam, seperti tidak berkata kasar, tidak menyebarkan hoaks, dan menjaga kehormatan
orang lain.
2. Tabayyun penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang bisa merusak
reputasi dan menimbulkan fitnah.
3. Contoh:
a. Menghindari berkomentar negatif
b. Menyebarkan dakwah dan motivasi Islami
c. Tidak memposting hal-hal pribadi orang lain tanpa izin
4. Dampak negatif: fitnah, permusuhan, cyberbullying, rusaknya hubungan sosial.
5. Menyikapi dengan cara: tidak menyebarkannya, melaporkannya jika berbahaya, atau
mengingatkan pembuat konten dengan cara yang baik.

Anda mungkin juga menyukai