0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Pemodelan Sistem Transportasi Efektif

Dokumen ini membahas pengembangan model sistem transportasi, termasuk tahapan pemodelan, asumsi, analisis sistem, dan langkah-langkah pemecahan masalah. Terdapat penjelasan tentang elemen sistem, kriteria pemodelan, dan pendekatan sistem yang digunakan dalam analisis. Selain itu, dokumen juga menekankan pentingnya validasi dan implementasi model untuk pengambilan keputusan yang efektif.

Diunggah oleh

Geby Syaputra Solin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Pemodelan Sistem Transportasi Efektif

Dokumen ini membahas pengembangan model sistem transportasi, termasuk tahapan pemodelan, asumsi, analisis sistem, dan langkah-langkah pemecahan masalah. Terdapat penjelasan tentang elemen sistem, kriteria pemodelan, dan pendekatan sistem yang digunakan dalam analisis. Selain itu, dokumen juga menekankan pentingnya validasi dan implementasi model untuk pengambilan keputusan yang efektif.

Diunggah oleh

Geby Syaputra Solin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RUTIN MATERI 4

Nama : kurnia dwita sagala

Nim : 5173550030

Mata kuliah : pemodelan sistem tranfortasi

Resume mk 5-6

1. PENGEMBANGAN MODEL
tahapan pengembangan model , kriteria memodelkan suatu sistem:
a. harus mewakili (representasi) sistem nyatanya
b. merupakan penyederhanaan dari kompleksnya sistem, sehingga di[erbolehkan
adanya penyimpangan pada batas tertentu
TAHAPAN : 1.
Definisi masalah
2. Model konseptual
3. Formulasi model
a. Variabel yang dilibatkan
b. Tingkat agregasi dan kategorisasi
c. Perlakuan terhadap waktu
d. Spesifikasi model
e. Kalibrasi mode
l 4. Analisis dan solusi mode
l a. Ketelitian b. Validitas c. Ketetapan (constancy) d. Ketersediaan taksiran untuk
variabel 5. Interpretasi dan implementasi model.

SISTEM ASUMSI Merupakan pikiran dasar yang digunakan sebagai alasan atau titik
tolak dalam menjelaskan suatu fenomena yang diyakini kebenarannya. Chafetz (1978) :
sebagai suatu statement yang harus diterima keberadaannya dan bukan merupakan obyek
untuk di tes kebenarannya secara langsung. Merupakan perlakuan khusus yang kadang
diterima begitu saja. Memberikan landasan yang kuat mengenai keberadaan masalah, dasar
pemikiran dan perumusan hipotesa. Suriasumantri (1990), harus mempertimbangkan :
Relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disiplin keilmuan , Harus disimpulkan dari
keadaan sebagaimana adanya. 6 SYARAT ASUMSI 1. Adanya konsistensi (taat azaz) 2.
Adanya relevansi 3. Adanya independensi 4. Adanya ekivalensi Tahapan asumsi : 1.
Identifikasi pelaku 2. Pemunculan asumsi 3. Pembenturan asumsi 4. Pengelompokan asumsi
5. Sintesa asumsi 7 4.
PENDEKATAN SISTEM ANALISIS SISTEM Fenomena  peristiwa  gejala
dikehendaki Tidak dikehendaki  persoalan / problem  Upaya penyelesaian persoalan
Mengetahui semua unsur pembentuk persoalan Mengetahui keterkaitan / struktur semua
unsurnya  pendifinisian ulang struktur fenomena sesuai yg dikehendaki  Sistem 
fenomena yang diketahui strukturnya Fungsi sistem dlm lingkungan bergantung pada
strukturnya  Operasi sistem dlm lingkungan ditunjukkan dengan kelakuan / pola dinamika
sistem  Analisa Sistem  Mengetahui struktur, kelakuan / pola dinamika dan fungsi sistem
8 MODEL SISTEM Ada dua fasa dalam pemodelan  Pemodelan trafik yang masuk
(incoming traffic)  model trafik  Pemodelan sistem  model sistem  macam model
sistem  Loss system  Queueing system (sistem antrian)  Delay system  Kombinasi
delay dan loss 9

DEFINISI DAN UNSUR Definisi Sistem : Kumpulan obyek-obyek yang saling


berinteraksi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan
yang kompleks. Unsur-unsur utama : 1. Elemen-elemen atau bagian-bagian 2. Adanya
interaksi atau hubungan antar elemen-elemen atau bagian-bagian 3. Adanya sesuatu yang
mengikat elemen-elemen atau bagianbagian tersebut menjadi satu kesatuan 4. Terdapat
tujuan bersama, sebagai hasil akhir 5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.

KERANGKA DASAR SISTEM

masukan proses keluaran

ELEMEN SUATU SISTEM PRODUKSI

Kuantitas dan variabel utama dari sistem ditunjukkan oleh ukuran tertentu (jumlah,
volume, kg, Rp, dll) pada input atau output sistem dalam bentuk simbol atau nama.
Kuantiatas dari input diolah/dianalisis untuk menghasilkan variabel yang dikehendaki dalam
output.

7. LANGKAH PEMODELAN

MERUMUKAN MASALAH, Adanya suatu permasalahan ditandai dengan


munculnya gejala. Untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya, maka perlu
mengumpulkan informasi secara aktual sesuai dengan kejadian lapangan dan semua gejala
yang ditimbulkannya. Pencarian informasi tersebut bisa dilakukan dengan mencari jawaban
dari pertanyaan : apa , bagaimana, mengapa, dimana, kapan dan siapa

MENENTUKAN TUJUAN PENELITIAN Setelah pokok permasalahan ditemukan,


tentukan tujuan penelitian untuk membatasi pengembangan ataupun penyelesaian masalah.
Untuk membuat suatu model, tidak semua kondisi dapat dipastikan kejadiannya. Untuk
kondisi yang sangat sulit diprediksikan dengan pasti, diberikan asumsi. Dengan tujuan yang
telah ditetapkan, akan didapat batasan yang pasti pada saat pengembangan penyelesaian
masalah sesuai kebutuhan metode dan teori yang dijadikan landasannya pengembangannya.

MENGEMBANGKAN PENYELESAIAN MASALAH Tahap ini merupakan awal


penyelesaian masalah. Jika tahap ini tidak sesuai dengan kebutuhan maka seluruh penelitian
tidak dapat digunakan seperti yang di harapkan. Dalam tahap ini pendekatan teoritis
dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sebagai alternative cara menyelesaikan
masalah. Ketika data pendukung pengamatan di lapangan dan tujuan telah ditentukan,
tindakan berikutnya adalah menganalisis data tersebut. Dari proses analisis akan didapatkan
suatu ketentuan yang berupa asumsi, kendala, sebab akibat dari satu variable dengan variable
yang lain, serta factor lain yang berhubungan dengan pembuatan model. 4. Verifikasi:
menentukan program komputer simulasi bekerja sebagaimana mestinya, yaitu sama dengan
mendebug program komputer. Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi
konseptual (mis., flowchart dan asumsi-asumsi) menjadi program yang berjalan dengan
benar. Proses pengujian terhadap model tersebut perlu dilakukan. Jika pengujian model yang
diharapkan dengan pengembangan aplikasi dapat dipastikan tidak timpang maka proses
penyesuaian metode yang digunakan dalam model akan mampu memberikan alternative
tanpa harus mengubah model 5. VALIDASI Berkenaan dengan menentukan apakah model
konseptual simulasi (bukan program komputer) merupakan representasi yang akurat dari
sistem yang dipelajari. Jika model simulasi dan hasilnya diterima oleh manajer/client sebagai
valid, dan digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan, berarti model tersebut
credible. Proses ini sebagai kendali agar asumsi, batasan dan variable yang diperlukan saat
proses benar-benar langsung dikaitkan dalam suatu proses di dalam aplikasi yang dibangun.
Penyajian aplikasi ini diharapkan mampu memberikan alternative pengambilan keputusan
dengan memberikan berbagai startegi pilihan yang mudah dimengerti oleh mereka yang
bertanggung jawab. Validasi (dianalisis secara statistic data dapat mewakili) dapat dilakukan
dengan membandingkan model output dengan system yang sebenarnya a. Pengujian
subyektif, dengan pakar menilai hasil output berdasarkan kemahiran dalam sisstem dan
pengalaman b. pengujian obyektif, menggunakan statistik membandingkan data sebenarnya
dengan hasil simulasi

IMPLEMENTASI DAN HASIL JAWABAN MASALAH Penyajian dari aplikasi


yang disesuaikan dengan model diharapkan mampu menerjemahkan permasalahan dan fungsi
aplikasi yang dibangun kepada seluruh orang yang berinteraksi dengan aplikasi tersebut.
Proses ini juga mampu menggambarkan prosedur operasional yang mudah dimengerti dan
mudah dilaksanakan oleh orang yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian
permasalahan tersebut.

PENNDEKATAN SISTEM

1. Pendekatan Umum; Hubungan antara sistem satu dengan lainnya dalam


hubungan individual. 2. Interdisipliner; pemakaian dalam konsep majemuk;
teori organisasi, kibernetika, ilmu manajemen. 3. Sifat Diskriptif dan
Preskriptif;
2. PENDEKATAN TINGKAT HIRARKIS (SKEMA KENNETH E
BOULDING , 1956)  Struktur Statik (Frame work)  Dinamik sederhana
(Clockworks)  Sistem Kibernetika  Terbuka  Kumpulan Genetika 
Hewan  Manusia  Sosial-kelompok (organisasi)

PENDEKATAN FENOMENA  Model interdisipliner pada sains konvensional  Model


pembandingan konsep , model biologi dengan model fisika.  Model Multivariat; adanya
entiti dari perilaku  Model konsep sistem untuk pendalaman lebih ilmiah.  Teori sistem
umum; Identifikasi interdisipliner dari segala disiplin; Sosiologi, psikologi, ekonomi, polotik,
komunikasi, dan Teknik Industri.

KRITERIA PEMODELAN SISTEM 1

Kriteria Sistemik  Kriteria berdasar manajemen pemodelan  Kriteria berdasar alat kontrol
dan komunikasi 22

KRITERIA SISTEMIK  Kriteria sistemik pemodelan (Sistem sebagai Ilmu)  Sistem


mengamati komponen2 yang secara struktural menjadi kerangka analisis-nya.  Sistem
menjadi wawasan memadai untuk dipergunakan  Mengurangi kerumitan masalah dunia
nyata berdasar perkembangan ilmu secara sistematis 23

KRITERIA MANAJEMEN PEMODELAN  Maxwell (1864); temuan sistem pengatur


gerak mekanis.  Wiener (1984); sistem sebagai alat kontrol dan komunikasi (kiber netika) 
Bertallany (1940): Teori umum tentang sistem 24 [Link]
[Link] KRITERIA BERDASAR FUNGSI  Sistem adalah kumpulan
elemen2 (Obyek) saling berhubungan untuk memberikan ciri (atribut) dan tujuan .  Batas
suatu sistem ; semua elemen , hubungan elemen, yang berkontribusi dan berada di-dalam
sistem  Kegunaan; Kontrol (memelihara prestasi kerja, karakteristik sistem dan variabel2
nya) berguna sebagai standar prestasi, pengambilan tindakan korektif utk mengurangi
penyimpangan2 dari standar. 25

BAHASAN PEMODELAN SISTEM  Pengertian Pemodelan Sistem  Gambaran


Pemodelan Sistem  Tahapan Pengembangan Sistem  Bahasan dari contoh: Pemodelan
Sistem untuk keperluan analisa dari masalah Distribusi 26

PERUMUSAN STRATEGI SISTEM  Contoh bahasan: Pemodelan distribusi yang baik


adalah yang mewakili distribusi suatu produk untuk di-analisis, kemudian solusi analisisnya
akan dapat menyelesaikan masalah distribusi tersebut.  Kembangkan bahasan data berikut
dalam kaitannya antara teori Sistem dan konsep Manajemen. 27

PERSPEKTIF PEMODELAN SISTEM Identifikasi Model dari perspektif permasalahan dan


tujuan Perumusan masalah (Viewpoint); 1. Eksplorasi masalah sebenarnya 2. Seleksi masalah
krusial 3. Formulasi 4. Penentuan tujuan 28
PENETAPAN TUJUAN PEMODELAN FORMULASI MODEL  Relasi deterministik 
Relasi Probabilistik  Relasi korelatif  Pertimbangan dari relasi diatas;  Linier dan non
linier  Langsung dan tidak langsung  Aditif dan multiplikatif. 29

BAHASAN PENGEMBANGAN SISTEM PEMODELAN KORELATIF  Buat topik


permasalahan dari hubungan data  Lingkup penelitian (variabel, parameter, hubungan
variabel, dsb)  Permasalahan (cari draft masalah dari data)  Solusi yang diharapkan 
Kesimpulan dan saran

Anda mungkin juga menyukai