Video Game
Sapi Perah Industri Permainan
"Jam 11 siang Hari Jum'at, yah, ayo pulang main PS kan besok libur abis Solat Jum'at.." itulah seklumit
kata - kata para anak - anak generasi 90an ketika mengetahui bahwa libur telah tiba dan mereka bisa
istirahat dari penatnya belajar di sekolah yang penuh dengan drama mulai dari pelajaran matematika
yang rumit tapi tidak tahu digunakan untuk menghitung ap. Kemudian pelajaran biologi dimana banyak
menghapalkan bagian - bagian tubuh dari bakteri yang oleh mata telanjang saja tidak terlihat ataupun
pelajaran bahasa Inggris dimana jarang sekali digunakan dalam berbicara sehari-hari. Walau begitu ada
satu hari pas jam pelajaran olahraga dimana bisa belajar sambil bermain dan sekalian olah fisik bagi
siswa-siswa yang mager bergerak. Namun tetap saja tidak ada yang bisa mengantikan akhir pekan yaitu
Sabtu Minggu dimana para pelajar saat itu bisa bisa sejenak memalingkan pikiran yang digunakan untuk
belajar mencari ilmu dan dipergunakan untuk bermain.
Namun jika di lihat lagi sejarah video game sebetulnya diciptakan bukan untuk memalingkan pelajar dari
kepenatannya belajar namun untuk mendukung mereka supaya semakin tajam dalam belajar. Bisa
dilihat dari video game pertama yang mendunia yang di ciptakan oleh seorang enginer asal Uni Soviet
yang menciptakan video game bernama Tetris dimana game tersebut menuntut para pemainnya untuk
menyusun kepingan - kepingan balok agar bisa disusun rapi dan menutup ruang kemudian hancur dan
turun sehingga tidak bertumpuk dan akhirnya pemain kalah ataupun jika tidak ada ruang yang bisa
ditutup maka pemain harus bijaksana dalam menaruh kepingan balok agar ketika ada kesempatan untuk
menghancurkan kepingan balok tersebut bisa pas. Selain itu, di tahun 80an muncul pula video game
lainnya seperti video game olahraga (sepakbola, basket, baseball, balap mobil/motor dll) juga video
game RPG dimana ada satu karakter yang dibuat untuk menyelesaikan suatu cerita dengan settingan
yang sudah ditentukan oleh pembuat game. Ketika game Tetris sukses dipasaran dan itupula menjadi
tolak ukur munculnya industri baru yaitu industri video game, muncullah banyak perusahaan -
perusahaan pembuat konsol game seperti Sega, Nintendo, Atari dsb yang pasti anak 90an pada tahu dan
pernah memainkan konsol game yang sudah disebutkan. Di awal-awal video game yang diciptakan
masih berbentuk 2D dimana karakter yang ditampilkan dilayar televisi masih seperti lukisan dan itu juga
masih terlihat kotak - kotak gambarnya, namun itu semua di distrupsi ketika perusahaan konsol game
Sony melalui konsolnya yang bernama Playstation (PS) muncul ke dalam Industri Video Game dimana
mereka menawarkan konsol game yang menggunakan CD kemudian mengeluarkan alat permainan/stick
PS yang dimana stick yang dikeluarkan oleh Sony dengan PSnya yang dicontoh perusahaan lain untuk
membuat tiruannya dan dijual di pasaan dan game yang ditawarkan juga berbentuk 3D dengan kualitas
gambar yang jauh lebih bagus tidak terlihat kotak-kotak lagi dimana launching nya Playstation disambut
hangat oleh pemain game dengan tingkat penjualan yang tinggi setiap perilisannya dari awal perilisan
sekitar tahun 1994 hingga hari ini yang dimana Sony sudah punya 5 jenis PlayStation dari PlayStation 1
hingga Playstation 5.
Selain pasar video game sudah diramaikan oleh konsol game seperti Sega, Playstation dan Nintendo, ada
juga segment lain dari pemain game yang tidak membeli konsol game untuk bermain game tetapi orang
tua anak gen 90 berpikir daripada beli konsol game dimana cuman bisa bermain game mending beli
sebuah device yang all for 1 dan cara yang dilakukan untuk mendapatkan itu adalah dengan membeli
seperangkat PC (Personal Computer) dimana PC bisa dibuat untuk bekerja dengan Microsoft Office nya
kemudian untuk anak-anak mereka bisa digunakan untuk bermain game. Tidak kalah dengan konsol
game terutama PS, permainan yang ditawarkan di PC pun cukup menarik ditunjang dengan kehadiran
konsol yang sama dengan Playstation dan grafis gambar yang bisa lebih bagus karena ditunjang oleh
processor dan graphic card yang bisa lebih bagus daripada konsol game. Di generasi selanjutnya yaitu
generasi 2000an lebih canggih lagi dimana pilihan game selain konsol dan PC, muncul pula device lain
yang tidak kalah bagus dan menarik untuk di coba yaitu smartphone dimana dalam satu alat yaitu
handphone bisa memainkan game juga berkomunikasi dengan teman lain yang entah ada dimana
bahkan sekarang ada kompetisi nya juga bahkan diakui sebagai cabang olahraga baru dengan nama e-
sport.
Namun dibalik kegermelapan dunia Video Game yang semakin bagus baik dari segi hardware (konsol,
PC, processor, graphic card) ataupun software (kualitas gambar, aplikasi, AI) ada sisi gelap yang muncul,
diantaranya ; kesehatan, banyak pengguna aktif video game mengalami masalah kesehatan dari