0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan24 halaman

Definisi dan Konsep Sistem Informasi

Dokumen ini membahas konsep dasar sistem informasi, termasuk definisi sistem, informasi, dan sistem informasi itu sendiri, serta pentingnya informasi dalam pengambilan keputusan. Selain itu, dokumen ini menjelaskan Unified Modeling Language (UML) sebagai alat pemodelan sistem perangkat lunak dan memberikan gambaran tentang diagram dasar UML. Terakhir, dokumen ini juga mencakup pembahasan mengenai PHP sebagai bahasa pemrograman web, MySQL sebagai sistem manajemen basis data, dan konsep website serta metode pengembangan perangkat lunak Rapid Application Development (RAD).

Diunggah oleh

Felinda Tasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan24 halaman

Definisi dan Konsep Sistem Informasi

Dokumen ini membahas konsep dasar sistem informasi, termasuk definisi sistem, informasi, dan sistem informasi itu sendiri, serta pentingnya informasi dalam pengambilan keputusan. Selain itu, dokumen ini menjelaskan Unified Modeling Language (UML) sebagai alat pemodelan sistem perangkat lunak dan memberikan gambaran tentang diagram dasar UML. Terakhir, dokumen ini juga mencakup pembahasan mengenai PHP sebagai bahasa pemrograman web, MySQL sebagai sistem manajemen basis data, dan konsep website serta metode pengembangan perangkat lunak Rapid Application Development (RAD).

Diunggah oleh

Felinda Tasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi


2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem menurut Agus didalam jurnal terbitan tahun 2019, mengatakan bahwa sistem
dalam kamus Website Dictionary menyatakan bahwa pengertian sistem adalah sekumpulan
beberapa pendapat collection of opinions, prinsip – prinsip dan lain-lain yang telah membentuk
satu kesatuan yang saling terhubung antara satu sama lain.

Menurut Ilham dalam jurnal terbitan tahun 2020, menemukan bahwa Sistem adalah
sekumpulan elemenyang saling terkait atau terpadu untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai
gambaran jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam
mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari
sistem.

Menurut Rudi Kusnadi, dalam sistem informasi terbitan tahun 2018, mendifinisikan
bahwa sistem sebagai unit bisnis yang melibatkan kepentingan yang bekerja sama untuk
mencapai tujuan mereka dalam lingkungan yang kompleks. Untuk mencapai tujuan target yang
di tentukan terkait dengan dinamika dan perubahan harus di kembangkan dan dikendalikan
secara terus menerus.

Menurut Hendrik didalam jurnal sistem informasi Bisnis terbitan tahun 2020
mendefisinikan bahwa suatu sistem merupakan sekumpulan sistem unsur-unsur yang meliputi
komponen yang teratur saling melakukan interaksi, saling mengendalikan dan saling
bergantung satu sama lain.

berdasarkan beberapa pengertian tersebut mengenai definisi sistem. penulis dapat

simpulkan bahwa suatu sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan

berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dengan penerapan sebuah sistem akan

memudahkan sebuah proses kerja berjalan secara bergantian membutuhkan proses waktu

yang lama, dan membutuhkan resource yang benar. Akan terganti menjadi sebuah sebuah
kesatuan proses yang saling bersinergi dan cepat sehingga efisen dan efektifitas dari sebuah

pekrjaann dapat tercapai.

2.1.2 pengertian Informasi

Menurut Firman Saputra et al. dalam buku yang berjudul “ Sistem informasi Bisnis
terbitan tahun 2021, mendifinisikan bahwa informasi merupakan data yang sebelumnya pernah
di olah ke dalam bentuk yang lebih berguna bagi pengguna serta memberikan manfaat dalam
pengambilan keputusan pada saat ini atau dalam mendukung sumber informasi.

Menurut Agung didalam jurnal yang berjudul “Sistem Informasi Geografis pengembangan

pembelajaran berbasis web” terbitan tahun 2019, informasi adalah data yang diolah menjadi

yang lebih berguna bagi semua orang yang menggunakan untuk membantu membuat sebuah

keputusan.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenal definisi informasi, penulis dapat

simpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga

memberikan banyak arti dan manfaat bagi penggunanya.

Dalam sebuah pembelajaran dan perusahaan, informasi menjadi hal yang sangat penting

untuk kelangsungan perkembangan, informasi juga dapat bermanfaat untuk membantu

manajemen dalam pengambilan keputusan dan dalam menentukan kebijakan sebuah

perusahaan dan pembelajaran.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi


Menurut willianto didalam buku yang berjudul “ Sistem Informasi Manajemen” terbitan

tahun 2020, mendefinisikan bahwa sistem informasi adalah suatu informasi antara penguna

dan sumber daya yang tersedia seperti Teknologi dan media pengendalian informasi dengan

maksud untuk mendapatkan jalur komunikasi. Memproses tipe transaksi menyampaikan

kepada tingkat manajemen sebagai informasi dalam pengambilan keputusan.


Menurut Ridwan dalam buku “teknologi Informasi dan Sistem Informasi manajemen”

terbitan tahun 2021) bahwa sistem informasi adalah perpaduan antara teknologi informasi

dan penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional dan manajemen.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenai definisi sistem informasi. penulis dapat

simpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas

orang yang menggunkannya untuk medukung operasi dan manajemen sistem informasi sangat

penting untuk sebuah perusahaan dan pembelajaran. sistem informasi dapat memudahkann

manajemen dalam perencanaan, pengawasan, pengarahan dan komunikasi semua separtemen

yang terkait.

2.2 UML (Unified Modeling Language)

Unified Modeiling Language merupakan salah satu bahasa pemodelan dapat digunakan

dalam bahasa pemograman yang berorientasi ojek

Menurut john seah. 2021) UML Unified Modeiling Language adalah suatu metode dalam

pemodelan secara visual yang digunakan sebagai sarana perancangan sistem berorientasi

objek. Awal mulanya UML diciptakan oleh objek managemen group dengan versi awal pada

awal bulan Januari 1996.

Unified Modeiling Language )UML) adalah bahasa spesfikasi standar yang dipergunakan

untuk mendokumentasikan dan membangun perangkat lunak. UML merupakan metodeologi

dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk membantu

perkembangan sistem ( Suendri. 2018)

UML juga dapat didefinisikan sebagai suatu bahasa standar visualisasi , perancangan

dan dokumentasi sistem atau dikenal sebagai juga sebagai bahasa standar penulisan blueprint.
Berdasarkan beberapa pendapat yang di uraikan di atas UML ( Unified Modeiling

Language) adalah bahasa visual standar untuk memodelkan, merancang, dan

mendokumentasikan sistem perangkat lunak berorientasi obejek.

2.2.1 Konsep Pemodelan Menggunakan UML

Tidak ada batasan yang dapat tegas di antara berbagai konsep dan kontruksi dalam UML.

Tetapi untuk menyederhanakanya kita membagi sejumlah besar konsep UML menjadi beberapa

view.

Suatu view sendiri pada dasarnya merupakan sejumlah konstruksi pemodelan UML yang

mempresentasikan suatu aspek tertentu dari dalam sistem atau perangkat lunak yang sedang

kita gunakan atau kembangkan, view dapat di bagi menjadi tiga bagian. yaitu klasifikasi,

structual , perilaku dinamis, serta pengolahan atau manajemen model.

2.2.2 Diagram Dasar UML

Berikut ini adalah diagram dasar UML yaitu sebagai berikut:

 Use Case Diagram

Use case diagram secara gratis menggambarkan interkasi secara sistem yaitu sistem

eksternal dan penguna. Use case secara naratif digunakan untuk secara tekstual

mengambarkan sekuensi langkah- langkah dari tiap interaksi.


Tabel 2.1 Simbol – simbol Use case Diagram

No NAMA KETERANGAN GAMBAR

1. Actor Menspesifikasika
n himpunan
peran yang
pengguna
mainkan ketika
berinteraksi
dengan use case.
2. Dependency Hubungan di man
perubahan yang
terjadi pada
elemen mandiri (
independent )
akan
mempengaruhi
elemen yang
bergantung pada
elemen yang
tidak mandiri
(dependent)
3. Generalizatio Hubungan di
n mana objek anak
(descendent)
berbagi perilaku
dan struktur data
dari objek yang
ada di atasnya
objek induk
(ancestor)
4. Include Menspesifikasika
n bahwa use
case secara
eksplisit.

5. Extend Menspesifikasika
n bahwa use
case target
memperluas
perilaku dari use
case sumber
pada suatu titik.
6. Association Apa yang
menghubungkan
antara objek satu
dengan objek
lainnya.
7. System Menspesifikasika
n paket yang
menampilkan
sistem secara
terbatas.

8. Use Case Deskripsi dari


urutan aksi-aksi
yang di tampilkan
sistem pada hasil
yang terukur bagi
suatu actor.
9. Collaboration Interaksi aturan
dan elemen lain
yang bekerja
sama
menyediakan
perilaku yang
lebih besar dari
jumlah dan
elemen-elemen
(sinergi).
10. Note Elemen fisik yang
eksis saat aplikasi
dijalankan dan
mencerminkan
suatu sumber
daya komputasi.

 Activity Diagram
Secara grafis untuk mengambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun

use case. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan actoin yang akandi

lakukan saat di operasikan dan memodelkan hasil dari actoin tersbut.

Tabel 2.2 Simbol – simbol Activity Diagram

No NAMA KETERANGAN GAMBAR

1. Initial Titik awal, untuk memulai


suatu aktivitas.

2. Final Titik akhir, untuk


mengakhiri aktivitas.

3. Activity Menandakan sebuah


aktivitas.

4. Decision Pilihan untuk mengambil


keputusan

5. Fork/Join Digunakan untuk


menunjukan kegiatan yang
dilakukan secara paralel
atau untuk
menggabungkan dua
kegiatan paralel menjadi
satu.
6. Rake Menunjukan adanya
dekomposisi.
7. Time Tanda waktu.

8. Send Tanda pengiriman.

9. Receive Tanda penerimaan.

10. Flow Untuk mengakhiri suatu


final aliran.

Tabel 2.3 Simbol – simbol Sequence Diagram

No NAMA KETERANGAN GAMBAR

1. Actor Actor juga dapat


berkomunikasi dengan object
maka aktor juga dapat
diurutkan sebagai kolom.

2. Lifeline Objek entity, antar muka


yang saling berinteraksi.

3. Object Menggambarkan
Message pesan/hubungan antar objek,
yang menunjukan urutan
kejadian yang terjadi.
4. Message Menggambarkan
to self pesan/hubungan objek itu
sendiri, yang menunjukan
urutan kejadian yang terjadi.
5. Boundar Boundary terletak di antara
y sistem dengan dunia
sekelilingnya, Semua form,
laporan-laporan, antar muka
ke perangkat keras seperti
printer atau scanner dan
antar muka ke sistem lainnya.
6. Control Control berhubungan dengan
fungsionalitas seperti
pemanfaatan sumber daya,
pemrosesan terdistribusi,
atau penanganan kesalahan.
7. Entity Entity digunakan menangani
informasi yang mungkin akan
disimpan secara permanen.
Entity bisa juga merupakan
sebuah tabel pada struktur
basis data.
Sumber: Visual Modeling With Rational Rose 2000 and UML

Ss

Tabel 2.4 Simbol – simbol Class Diagram

No NAMA KETERANGAN GAMBAR

1. Generalizatio Hubungan di
n mana objek anak
(descendent)
berbagi perilaku
dan struktur data
dari objek yang
ada di atasnya
objek induk
(ancestor).
2. Nary Upaya untuk
Association menghindari
asosiasi dengan
lebih dari 2 objek.
3. Class Himpunan dari
objek-objek yang
berbagi atribut
serta operasi yang
sama.
4. Collaboration Deskripsi dari
urutan aksi-aksi
yang di
tampilkana sistem
yang
menghasilkan
suatu hasil yang
terukur bagi suatu
actor.
5. Realization Operasi yang
benar-benar
dilakukan oleh
suatu objek
6. Dependency Hubungan di
mana perubahan
yang terjadi pada
suatu elemen
mandiri
( independent)
akan
mempengaruhi
elemen yang
bergantung
padanya elemen
yang tidak
mandiri.
7. Association Apa yang
menghubungkan
antara objek satu
dengan objek
lainnya.s

2.3 PHP (Hypertex Prepocessor)

PHP adalah bahasa pemograman script yang banyak dipakai untuk program situs web.

Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah forum ( PHP) dan media. Software di belakang
wikipedia. PHP merupakan scrit yang terinteraksi dengan HTML dan berada pada server (server

side HTML)

PHP merupakan merupakan bahasa pemograman yang digunakan untuk membuat

website dinamis dan interaktif. Dinamis artinya website tersebut bisa berubah-ubah tampilan

dan kontennya sesuai kondisi tertentu, sebagai contoh PHP bisa menampilkan tanggal dan hari

saat ini secara berganti-ganti dalam sebuah website dapat memberi feedback bagi user.

2.3.1 Sintaks Dasar PHP

Script PHP disisispkan langsung dari tubuh HTML yang di tandai dengan tag pembuka

dan penutup, sebagaimana di ketahui HTML( Hyper text markup Language ) adalah bahasa

standar untuk membuat halaman-halaman web ada dua pasang PHP yaitu <php

sccriptlanguage=” php>....</script> .

2.4 MYSQL

MYSQL Merupakan basis data yang mengandung satu atau beberapa kolom tabel terdiri

atas jumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom di dalam php telah

menyediakan fungsi untuk koneksi ke basis data dengan sejumlah fungsi untuk pengaturan baik

menghubungkan maupun memutuskan koneksi server database MYSQL sebagai sarana untuk

mengumpulkan informasi( jubilee. Enterprice 2018).

MYSQL adalah sistem manajemen basis data relasi yang bersipat terbuka atau opensurce,

sistem manajemen basis data ini adalah hasil pemikiran dari micchael “monty” widemnioun ,

David pada tahun 1995. Tujuan awal ditulisnya program MYSQL menggunakan bahasa standar

SQL ( structure Query Language) sebagai bahasa interaktif dalam mengelola data.

2.4.1 kelemahan MYSQL


- MYSQL kurang cocok untuk aplikasi game dan mobile , karena database manajemen

sistem mysql masih kurang bagus di gunakan untuk sistem game dan mobile

- Sulit mengelola database yang besar secara efisien.

- Data yang ditangani belum begitu benar

2.4.2 Keunggulan MYSQL

- Bisa melakukan interaksi dengan bahasa pemograman lain seperti R pyhton dan lain

sebagainya .

- RAM yang di butuhkan tidak begitu besar

- Sangat cepat mengeksekusi perintah.

- Memiliki user privilage sistem yang mudah dan efisen

2.5 Website

Sebuah situs web ( sering pula di singkat menjadi situs saja: website. site )

Adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page). Yang umum nya merupakan

bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di world wide web

(www)websiten secara umum di pahami sebagai sekumpulan halaman yang terdiri dari

bebrapa halaman yang berisi informasi dalam bentuk digital baik itu teks, gambar, animasi

yang di sediakan melalui jalur internet sehingga dapat di akses dari seluruh yang memiliki

koneksi internet

Website awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep

hyperlink yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi

di internet . Website memiliki berbagai fungsi, di antaranya:

Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait.

Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman yang dinamakan homepage.

Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait berada


dibawahnya. Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi

hyperlink ke halaman lain dalam web.

1.1 Metode Rapid Application Development (RAD)

Metode Rapid Application Development (RAD) disebut RAD adalah proses pengembangan

perangkat lunak yang cepat dirancang untuk menghasilkan software yang berguna dengan

cepat. Perangkat lunak ini tidak dikembangkan sebagai satu kesatuan, tetapi sebagai

serangkaian tahapan, dengan masing- masing tahapan meliputi fungsi sistem baru.

Disebut dengan Rapid Application Development (RAD) karena tahap demi tahap yang dilalui

harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap

coding harus menunggu tahap design selesai.

Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

a. Requirements Planning

Tahapan RAD adalah diawali dengan melibatkan analisis kebutuhan dan persyaratan pengguna

atau klien yang akan digunakan dalam aplikasi yang sedang dikembangkan. Pada tahap ini, tim

pengembang memperoleh pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan dari aplikasi

tersebut.

b. User Design

Selanjutnya, tahapan RAD adalah tahap yang melibatkan pengembangan antarmuka pengguna

(user interface) dan perencanaan pengalaman pengguna (user experience). Pada tahap ini, tim

pengembang merancang cara terbaik untuk menampilkan informasi dan interaksi yang akan

terjadi antara pengguna dan aplikasi.

a. Rapid Construction
Kemudian, tahapan RAD adalah Rapid Construction. Tahap ini melibatkan

pembuatan prototype atau model aplikasi. Model aplikasi ini bisa digunakan untuk

mengetahui kekuatan dan kelemahan dari aplikasi yang dibangun.

b. Cutover

Tahap ini melibatkan peluncuran aplikasi ke pengguna atau klien. Dalam

tahapan RAD ini, tim pengembang memastikan bahwa aplikasi yang dihasilkan

sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan pengguna.

c. Feedback and Maintenance

Tahapan RAD yang terakhir adalah Feedback dan Maintenance. Tahap ini

melibatkan evaluasi dan perbaikan terhadap aplikasi setelah digunakan oleh

pengguna. Tim pengembang memperbaiki aplikasi berdasarkan umpan balik yang

diberikan oleh pengguna dan menjaga aplikasi tetap berjalan dengan baik.

Dalam metode Rapid Application Development, tahapan-tahapan RAD ini dilakukan

secara iteratif dan berulang-ulang untuk mempercepat waktu pengembangan aplikasi

dan memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam setiap tahapannya.

2.2 Definisi Laporan

Laporan memegang peranan penting dalam sebuah organisasi karena memberikan

informasi yang didapat melalui hasil proses mengolah data, hasil penelitian, atau hasil riset

masalah kepada pimpinan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata laporan memiliki arti segala sesuatu

yang dilaporkan atau sebuah berita.

Laporan sendiri merupakan gambaran dari 5W1H. Berisi tentang apa (what) yang

telah terjadi, di mana (where) kejadian itu berlangsung, kapan (when) peristiwa tersebut

terjadi, mengapa (why) hal itu bisa terjadi, dan siapa (who) yang bertanggung jawab terhadap

sesuatu yang telah terjadi itu, serta bagaimana (how) kejadiannya.


Dalam menjalankan kegiatan suatu organisasi maupun perusahaan, laporan tentu

menjadi hal yang sangat penting. Sebab, laporan dapat menjadi salah satu alat yang resmi

untuk menyampaikan informasi secara sederhana dan objektif, tentang semua masalah yang

relevan.

Berdasarkan dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan adalah setiap tulisan

berisi faktaatau hasil pengolahan data yang berkenaan dengan tanggung jawab pelapor dan

berwujud penyampaian ide atau informasi dari satu pihak ke pihak yang lain untuk kepentingan

organisasi maupun perusahaan.

2.1.2 Peran Laporan

Laporan memiliki banyak peranan di organisasi, salah satunya sebagai alat komunikasi kepada

pimpinan organisasi dan juga sebagai salah satu sumber bagi pimpinan dalam rangka

menghasilkan suatu kebijakan. Peranan laporan memiliki 2 macam, yaitu:

1. Peranan Laporan dalam Organisasi

Laporan merupakan alat komunikasi ke atas dalam suatu organisasi. Dengan adanya

laporan, pimpinan memperoleh umpan balik (feedback) sehingga memungkinkannya

untuk menguji atau mengubah kebijaksanaan yang telah dibuat. Disamping itu, laporan

juga sebagai alat manajerial dalam melaksanakan tugas/fungsi perencanaan,

pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengawasan, dan pengendalian.

2. Peranan Laporan dalam “Administrative Communication”

Peranan laporan dalam administrative communication sangat strategis, yaitu


sebagai berikut:

Pertanggung jawaban pengawasan/pengendalian laporan merupakan suatu


pertanggungjawaban dari seorang mahasiswa/dosen dengan tugas dan fungsi yang
dibebankan kepadanya. Dari laporan itu, seorang atasan akan
2.1.3 Syarat–Syarat Laporan

Sebagai alat komunikasi, laporan harus disusun dengan baik agar pimpinan dapat dengan

mudah memahami isi yang terdapat dalam laporan.

Pembuatan laporan harus memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Objektivitas

Laporan yang benar dan objektif artinya laporan yang disusun berdasarkan fakta–fakta, hasil

peninjauan, percobaan, inspeksi, atau penelitian, tidak dibuat– buat, tidak dikarang semaunya,

dan tidak direkayasa berdasarkan kira–kira, angan–angan, dan pendapat–pendapat.

2. Jelas dan cermat

Data yang dikumpulkan untuk bahan penyusunan laporan mungkin banyak sekali. Untuk itu,

diperlukan kemampuan serta ketelitian pembuat laporan dalam menentukan data–data yang

harus dimasukkan untuk bahan penyusunan laporan. Banyaknya data dalam laporan yang

kurang ada hubungannya dengan masalah yang dikemukakan akan mengaburkan persoalan dan

sebagai akibatnya laporan menjadi tidak jelas.

3. Tepat sasaran

Perlu disadari bahwa pimpinan selalu sibuk dengan banyaknya persoalan yang dihadapi sehari–

hari. Oleh karena itu, diusahakan agar waktunya yang terbatas tidak lagi dihabiskan untuk

menelaah lebih dalam laporan yang diterima.

Laporan yang diterima pimpinan uraiannya jangan terlalu panjang dan menggunakan kata–kata

kiasan yang sekadar untuk memberikan kesan bahwa laporan itu tebal.

Laporan harus diusahakan singkat, tepat, padat, jelas, dan langsung mengenai persoalannya.

4. Lengkap
Sebagai saran untuk pengambilan keputusan pimpinan, laporan harus dikemukakan secara

lengkap. Kelengkapan suatu laporan banyak ditentukan oleh kemampuan penyusun dalam

mengorganisasikan data yang mencakup semua segi masalah yang dilaporkan, selain cara

mengemukakannya yang komprehensif. Penyajian dalam bentuk yang komprehensif

berdasarkan data yang selektif akan lebih lengkap jika ditunjang oleh dukungan data, misalnya

data statistik. Dengan demikian, laporan yang lengkap harus mencakup;

a. Segala segi masalah yang dikemukakan;

b. Uraiannya tidak memberikan kesempatan timbulnya masalah–masalah atau

pertanyaan–pertanyaan baru;

c. Disertai data penunjang.

5. Tegas dan konsisten

Keterangan yang dilaporkan harus tegas, artinya konsekuen dengan keterangan yang

dikemukakan dalam keadaan dan situasi apapun. Konsisten artinya data atau keterangan yang

dituangkan dalam laporan harus sama (tidak berbeda) dari awal sampai akhir penulisan.

6. Singkat dan jelas

Salah satu tujuan dibuatnya laporan adalah menanggulangi suatu masalah yang perlu segera

diselesaikan. Oleh karena itu, ketepatan waktu penyampaiannya harus benar–benar

diperhatikan. Tidak tepatnya waktu penyampaian suatu laporan berarti bahwa tindakan

korektif ataupun tindak lanjut yang harus diambil akan mengalami keterlambatan dan

mengganggu kegiatan organisasi.

7. Tepat penerimaannya

Pada dasarnya laporan mengandung pengertian komunikasi timbal balik antara yang meminta

laporan dan yang memberi laporan, atau antara pimpinan dan bawahan. Pada satu pihak
pimpinan ingin mengetahui sampai dimana pelaksanaan tugas yang diberikannya, dan pada

pihak lain bawahan ingin mendapatkan tanggapan dari pimpinan atas laporan yang dibuatnya,

serta tindak lanjutnya. Oleh karena itu, laporan harus sampai ke tempat yang memintanya.

Laporan yang tidak sampai ke alamatnya atau pada yang berhak menerimanya akan

menimbulkan banyak segi negatif. Misalnya kebocoran rahasia, serta penilaian negatif pimpinan

terhadap bawahan yang bersangkutan.

Gambar 2.1 Syarat-syarat Penyusunan Laporan

Menurut (Priansa, 2017a:245) pentingnya syarat dalam penyusunan laporan tersebut,

penyusun laporan harus:

1. Benar–benar menguasai masalah yang dilaporkan;

2. Mempunyai minat atau kesanggupan, objektif, teliti, selain harus memiliki

kemampuan analitis;

3. Mampu menggunakan bahasa tulis yang baik;


4. Menggunakan kata–kata atau istilah yang sederhana, jelas dan mudah

dimengerti, serta teliti dalam mengemukakan pernyataan;

5. Memiliki pengetahuan tentang membuat laporan.

2.2 Elisitasi

Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh

pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk dilaksanakan. Elisitasi didapat

melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut :

2.2.1 Elisitasi Tahap Satu

Elisitasi tahap satu yaitu berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak

manajemen terkait melalui proses wawancara.

2.2.2 Elisitasi Tahap Dua

Merupakan hasil pengklasifikasian dari elisitasi tahap satu berdasarkan metode MDI. Metode

MDI ini bertujuan untuk memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada

pada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk dilakasanakan. Berikut

penjelasan mengenai Metode MDI :

a) M artinya Mandatory (Penting). Maksudnya requirement tersebut harus ada dan

tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru.

b) D artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan

boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan

sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

c) I artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian dari

sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.


2.2.3 Elisitasi Tahap Tiga

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua

requirement pada pilihan I (inessential) pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement

yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :

a) T artinya Teknikal, maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan

requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

b) O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan requirement

tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

c) E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna membangun

requirement tersebut di dalam sistem. Metode TOE tersebut dibagi kembali

menjadi beberapa pilihan, yaitu:

3 High: Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta

biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

4 Middle: Mampu untuk dikerjakan.

5 Low: Mudah untuk dikerjakan.


d) D artinya Desirable. Maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan

boleh dihilangkan. Tetapi jika requirement tersebut digunakan dalam

pembentukan sistem, akan membuat sistem tersebut lebih sempurna.

e) I artinya Inessential. Maksudnya bahwa requirement tersebut bukanlah bagian

dari sistem yang dibahas dan merupakan bagian dari luar sistem.

2.2.4 Elisitasi Tahap Tiga

Merupakan hasil penyusutan dari elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua

requirement pada pilihan I (inessential) pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement

yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui metode TOE, yaitu sebagai berikut :

d) T artinya Teknikal, maksudnya bagaimana tata cara/teknik pembuatan

requirement tersebut dalam sistem yang diusulkan.

e) O artinya Operasional, maksudnya bagaimana tata cara penggunaan

requirement tersebut dalam sistem yang akan dikembangkan.

f) E artinya Ekonomi, maksudnya berapakah biaya yang diperlukan guna

membangun requirement tersebut di dalam sistem. Metode TOE tersebut

dibagi kembali menjadi beberapa pilihan, yaitu:

6 High: Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta

biayanya mahal. Sehingga requirement tersebut harus dieliminasi.

7 Middle: Mampu untuk dikerjakan.

8 Low: Mudah untuk dikerjakan.


2.1.1 Elisitasi Final

Merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai

dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

2.2 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

Anda mungkin juga menyukai