0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan6 halaman

Rencana Kerja Pemeliharaan Hutan Kota

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis (RKS) untuk proyek pemeliharaan sarana prasarana umum Hutan Kota Tanjung di Kabupaten Tabalong. RKS mencakup penjelasan umum, peraturan teknis bangunan, serta rincian pekerjaan yang meliputi komponen taman, tanaman, dan pekerjaan lain-lain. Pelaksana diharuskan mengikuti ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan untuk memastikan penyelesaian pekerjaan yang sempurna dan sesuai standar.

Diunggah oleh

hamdi aja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan6 halaman

Rencana Kerja Pemeliharaan Hutan Kota

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis (RKS) untuk proyek pemeliharaan sarana prasarana umum Hutan Kota Tanjung di Kabupaten Tabalong. RKS mencakup penjelasan umum, peraturan teknis bangunan, serta rincian pekerjaan yang meliputi komponen taman, tanaman, dan pekerjaan lain-lain. Pelaksana diharuskan mengikuti ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan untuk memastikan penyelesaian pekerjaan yang sempurna dan sesuai standar.

Diunggah oleh

hamdi aja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT TEKNIS (RKS)

DAFTAR ISI :

1 PENJELASAN UMUM

2 PERATURAN TEKNIS BANGUNAN YANG DIGUNAKAN

3 PEKERJAAN KOMPONEN TAMAN

4 PEKERJAAN TANAMAN

5 PEKERJAAN TUMBUHAN

6 PEKERJAAN LAIN - LAIN


RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS

1
URAIAN UMUM

1. Mendatangkan, pengolahan semua bahan, pengerahan tenaga kerja, mengadakan alat bantu dan
sebagainya, yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk dalam usaha
penyelesaian dan penyerahan pekerjaan dalam keadaan sempurna dan lengkap. Disini juga
termasuk pekerjaan atau bagian pekerjaan yang walupun tidak disebut dengan jelas dalam
persyaratan teknis dan gambar-gambar, tetapi masih dalam lingkup pekerjaan yang dilaksanakan
sesuai dengan petunjuk Dereksi dan Konsultan Teknis.
2. Pelaksana harus menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan dalam keadaan selesai, dimana
termasuk pembersihan lokasi pekerjaan dan sebagainya.
3. Untuk keperluan persiapan dan perlengkapan pelaksanaan pekerjaan utama, Pelaksana
a. Mempersiapkan dan membersihkan halaman pekerjaan dari hal-hal yang dapat menganggu
jalannya pekerjaan.
b. Mengadakan hal-hal yang diperlukan pada Fisik pelaksanaan pekerjaan.
4. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan apa bila ada perbedaan antara
bestek dan gambar rencana harus dilaporkan kepada Dereksi/Konsultan Teknis.
5. Semua perubahan gambar dan bestek sebelum dilaksanakan harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari Dereksi/Konsultan Teknis.
6. Sebelum melaksanakan pekerjaan, pelaksana terlebih dalulu melakukan peninjauan lokasi dan
melakukan pengukuran bersama pihak teknis terkait, Dekersi/Konsultan Teknis.
7. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah :
“Pemeliharaan Sarana Prasarana Umum Hutan Kota Tanjung”
berlokasikan di Kabupaten Tabalong meliputi pekerjaan :
a. Pekerjaan Persiapan.
b. Pekerjaan Perawatan, selama jangka waktu pemeliharaan, termasuk pembersihan umum pada
waktu penyerahan pertama, seperti bahan-bahan bangunan yang tidak terpakai, sampah,
kerusakan-kerusakan atau hal-hal yang merupakan akibat dari pekerjaan pelaksana.
c. Pekerjaan lain yang tercantum ataupun yang dimaksudkan dalam gambar-gambar,
Spesifikasi Teknis serta Berita Acara Penjelasan.
8. Pekerjaan yang harus dikerjakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Spesifikasi Teknis,
Gambar-gambar yang ada, Berita Acara Penjelasan, perintah Pemimpin proyek/ petunjuk-
petunjuk Kosultan Lapangan selama pekerjaan berlangsung.
9. Ukuran-ukuran :
a. Ukuran-ukuran patokan dan ukuran tinggi telah ditetapkan seperti dalam gambar.
b. Jika terdapat pekerjaan antara ukuran yang terdapat didalam gambar utama dengan ukurann
yang terdapat didalam gambar detail, maka yang mengikat adalah ukuran yang berada di
dalam gambar skala besar. Namun kejadian tersebut harus dilaporkan segera kepada
Konsultan Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan yang akan dilaksanakan.
c. Pengambilan dan Pemakaian ukuran – ukuran yang keliru sebelum dan selama pelaksanaan
pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana sepenuhnya.
d. Sebagai Patokan/Ukuran pokok ± 0.00 diambil petunjuk yang diadakan di lapangan, yaitu
pada ketinggian lantai denah.
e. Penetapan ukuran dan sudut-sudut siku tetap dijaga dan diperhatikan ketelitiannya.
2
PERATURAN TEKNIS BANGUNAN YANG DIGUNAKAN

Kecuali ditentukan lain dalam RKS ini, berlaku dan mengikat ketentuan – ketentuan tersebut dibawah ini
termasuk segala perubahan dan tambahannya.
2.1. Peraturan-peraturan umum mengenai pelaksanaan pembangunan di Indonesia atau Algemenc
voor warden voor de uitvoering bijaanneming van openbare werken (AV) 1941
2.2. Keputusan Dirjen Dikdasemen Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004, tanggal 30 Desember 2004,
tenang pembakuan Tipe Sekolah Menengah Pertama
2.3. Pedoman Perencanaan Gedung Sekolah SNI 03-1730-1989
2.4. Peraturan Beton Betulang Indonesia (PBI 1991) SK SNI T-15.1991.03
2.5. Tata cara pengadukkan dan pengercorn beton SNI 03-3976-1995
2.6. Peraturan Muatan Indonesia NI. 8 dan Indonesia Loading Code 1987 (SKBI-1.2.53.1987)
2.7. Ubin Lantai keramik, mutu dan cara uji SNI 03-0106-1987
2.8. Ubin semen polos SNI 03-0028-1987
2.9. Mutu Kayu Bangunan SNI 03-3527-1994
2.10. Peraturan umum instalasi listrik (PUIL) SNI 04-0225-1987
2.11. Tata Cara Perencanaan Tangki septick SNI 03-2398-1991
2.12. Peraturan umum Keselamatan Kerja dan Departement Tenaga Kerja
2.13. Peraturan semen Portland Indonesia NI.8 tahun 1972.
2.14. Peraturan Plumbing Indonesia
2.15. Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan Gedung SNI 03-2470-1991
2.16. Tata cara pengecatan Dinding Tembok dengan Cat Emulsi SNI 03-2410-1991
2.17. Pedoman perencanaan penanggulangan Longsoran SNI 03-1962-1990
2.18. Peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat yang besangkutan
dengan permasalahan bangunan.

Apabila penjelasan dalam RKS tidak sempurna atau belum lengkap sebagaimana ketentuan
dan syarat dalam peraturan di atas, maka pelaksana wajib mengikuti ketentuan peraturan-peraturan yang
disebutkan di atas.

3.1. Lingkup Pekerjaan


Meliputi pekerjaan
3.1.1. Mobiliasi
3.1.2. Pengukuran dan pemasangan bouwplank
3.1.3. Pembersihan lokasi / pembongkaran / pengamanan lokasi
3.1.4. Memasang papan kegiatan
3.1.5. Rambu peringatan dan Keselamatan Kerja (K3

3.2. Persyaratan Bahan


3.2.1. Untuk penampungan air kerja disiapkan drum penampung, air harus memenuhi kualitas
yang ditentukan dalam peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI-T-15-1919-03.
3.2.2. Untuk papan nama proyek digunakan tiang dari kayu meranti dan triplek dicat putih.
3.2.3. Bahan bouwplank dipakai tiang kayu kelas II uk. 5/7 dan papan kelas III ukuran 2/20
cm.
3.2.4. Untuk alat-alat kerja berupa kotak adukan, kotak takaran, gerobak dorong dan lain-lain
digunakan bahan kayu setempat.

3.3. Pedoman Pelaksanaan


3.3.1. Pembersihan lokasi sekeliling bangunan
Meliputi pembersih semua tanam tumbuh termasuk pembongkaran akar-akar pohon yang
terkena bangunan dan halaman sekolah disekeliling bangunan, termasuk peralatan
tanah/pembuatan terasering jika diperlukan. Hasil bongkaran tersebut diatas dibuang
keluar lokasi pekerjaan.
3.3.2 Pengadaan air untuk pelaksanaan pekerjaan.
Pengadaan air untuk pelaksanaan pekerjaan di ambil dari sumber air terdekat, kemudian
ditampung dalam drum-drum yang telah disediakan . Kebutuhan air ini harus disediakan
dalam jumlah yang cukup selama pelaksanaan pekerjaan. Air harus memenuhi syarat
yang tercantum dalam peraturan Beton Bertulang Indonesia SK-SNI- T-15-1919-03.
3.3.3. Pemasangan Bouwplank
Tiang Bouwplank harus terpasang kuat, papan diketam halus dan lurus pada sisi atasnya
di pasang water pass (timbang air) dengan sudut-sudutnya harus siku .

3
PEKERJAAN KOMPONEN TAMAN
3.1. Lingkup Pekerjaan
Pada pekerjaan ini jenis tanah yang dimaksud sudah termasuk tanah biasa, tanah gambut dan
lain-lain :
3.1.1. Galian tanah untuk pekerjaan substruktur (pondasi).
3.1.2. Urugan pasir dibawah pondasi batu gunung
3.1.3. Timbunan kembali galian tanah pondasi
3.1.4. Timbunan tanah dan pasir bawah lantai, pondasi dan saluran termasuk pemadatannya.
3.1.5. Perataan tanah sekeliling bangunan (cut-fill)

3.2. Persyaratan Bahan


Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galaian pondasi. Untuk timbunana
bawah lantai digunakan tanah dan pasir urugan harus bersih dari kotoran-kotoran dan akar-akar
kayu, serta sampah lainnya.

3.3. Pedoman Pelaksanaan


3.3.1. Galian pondasi baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke
sumbu selesai diperiksa dan disetujui Direksi dan Konsultan Lapangan.
3.3.2. Bentuk galian dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar. Apabila di
tempat galian ditemukan pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon atau lainnya yang
masih berfungsi maka Pelaksana secepatnya memberitahukan kepada konsultan
Lapangan atau kepada instansi yang berwenang untuk mendapat petunjuk seperlunya.
3.3.3. Pelaksana bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerusakan yang diakibatkan
pekerjaan galian tersebut.
Apabila pada waktu penggalian ditemukan benda-benda purbakala, maka Pelaksana
wajib melaporkannya kepada Pemerintah Daerah setempat.
3.3.4. Bila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar, maka
Pelaksana harus mengisi kelebihan galian tersebut dengan pasir urug.
3.3.7. Pengurugan bekas galian pondasi, galian saluran air hujan, saluran air bersih dan saluran
air kotor diurug lapis demi lapis dengan ketebalan tiap lapis maksimum 15 cm. Tiap
lapisan didapatkan dengan menumbuk lapisan tersebut, menggunakan alat tumbuk yang
baik. Setelah lapisan pertama padat, ditimbun dengan lapisan berikutnya dan dipadatkan
kembali seperti diatas. Demikian seterusnya dilakukan sampai semua lubang bekas
galian pondasi tertutup kembali.
3.3.8. Pengurugan dengan tanah timbunan di bawah lantai dilakukan lapis demi lapis hingga
ketebalan 10 cm di bawah lantai, ditumbuk hingga padat. Lapisan-lapisan urugan untuk
tiap-tiap lapis tersebut kembali.
3.3.9. Di bawah pondasi dan di bawah saluran air diurug dengan pasir pasangan setebal 10 cm
dan dipadatkan.
5
PEKERJAAN TANAMAN

[Link] Pelaksanaan pekerjaan


A. Pekerjaan persiapan
1. Pembuatan galian tanah.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan material kerja, antara lain : pohon bakung spiderlely, pohon bakung merah, pohon
sabrina hijau, pupuk, dll.
4. Persiapan alat kerja, antara lain : meteran , benang, cangkul, raskam, dll.
B. Pelaksanaan pekerjaan
1. Melakukan Pengukuran lokasi dan pematokan untuk memplotkan titik-titik penanaman pada
lapangan sesuai dengan gambar rencana Titik-titik penanaman ditandai dengan patok yang
diberi warna pada ujungnya titik ini merupakan tanda untuk pekerjaan penggalian,
pengurugan dan penanaman.

2. Pembersihan lokasi dari segala sampah (kotoran /puing-puing) dan rintangan lainnya
3. Tanaman yang dibongkar harus dilakukan dengan hati-hati agar akar pada tanaman tidak rusak dan
menyebabkan tanaman mati

4. Sisa sampah hasil bongkaran dikumpulkan dan dibuang keluar lokasi proyek.

5. Membuat lubang tanam untuk pohon dengan penggalian tanah menggunakan tenaga manusia
dengan kedalam sesuai dengan gambar rencana.

6. Kemudian Lubang galian diisi dengan tanah yang sudah diolah, yaitu tanah humus yang dicampur
dengan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1 dan biarkan selama 1 minggu sebelum
berlanjut pada proses penanaman. Kemudian tanah galian dicampur kembali dengan pupuk
kandang Dengan ukuran 0.043 (±1 karung) untuk 1 pohon.

7. Bibit tanaman berada dalam kondisi siap tanam dan sudah mengalami masa penyesuaian
(aklimatisasi). Proses penanaman dimulai dengan pengangkutan material ke lokasi
penanaman. Material tanaman diletakkan di sisi lubang tanam, sementara itu lubang tanam
diisi tanah hitam. Pada saat pelaksanaan penanaman, bola akar dijaga agar tidak pecah atau
mengalami kerusakan, pangkal akar tanah sejajar dengan permukaan tanah dan penegakan
batang tanaman dan pemadatan permukaan tanah pada pangkal akar agar pada saat hujan tidak
ada genangan air yang dapat menyebabkan kebusukan akar. Kemudian batang tanaman
ditegakkan dan terakhir dilakukan pemberian steger untuk memperkokoh tegakan tanaman.
Penstegeran disesuaikan dengan jenis dan tinggi pohon. Meskipun dalam bestek ini pada
uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan /dimuat dalam bestek, tetapi
manjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini, perkataan tersebut diatas tetap dianggap ada
dimuat dalam bestek ini.

14.2. Apabila ada pekerjaan yang tidak tersebutkan dalam uraian ini, yang temyata pekerjaan
tersebut harus ada agar mendapatkan hasil akhir yang sempuna, maka pekerjaan tesebut harus
diaksanakan.

14.3. Rencana kerja dan syarat-syarat ini rnenjadi pedoman dan harus ditaati dalam melaksanakan
pekerjaan ini.
6
PEKERJAAN LAIN - LAIN
Meliputi Pekerjaan Pengadaan

- Titik Lampu
- Lampu Taman
- Perbaikan WC

Anda mungkin juga menyukai