0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Pre-Planning One Day Care Jambi 2024

Dokumen ini adalah pre-planning untuk kegiatan 'One Day Care' di RT 39 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada tahun 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya lansia, melalui penyuluhan kesehatan dan senam fisik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Profesi Ners Universitas Jambi dan akan dilaksanakan di Posyandu RT 39 dengan target 50 peserta. Fokus utama adalah pada pengelolaan hipertensi dan pentingnya kepatuhan dalam minum obat bagi penderita hipertensi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan19 halaman

Pre-Planning One Day Care Jambi 2024

Dokumen ini adalah pre-planning untuk kegiatan 'One Day Care' di RT 39 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada tahun 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya lansia, melalui penyuluhan kesehatan dan senam fisik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Profesi Ners Universitas Jambi dan akan dilaksanakan di Posyandu RT 39 dengan target 50 peserta. Fokus utama adalah pada pengelolaan hipertensi dan pentingnya kepatuhan dalam minum obat bagi penderita hipertensi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRE-PLANNING

ONE DAY CARE RT. 39 KELURAHAN KENALI BESAR


KECAMATAN ALAM BARAJO KOTA JAMBI TAHUN 2024

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
Mutia Salsa Billa G1B223001
Okti Maghfirawati G1B223017
Anggraini Gita Rahayu G1B223012
Nahdiah Khopipah G1B223036
Rani Rizma Al Fatiha G1B223051
Marta Prima Yuda G1B223035
Nurmardiah G1B223002
Agustin Mega Kartika G1B223033
Niken Larasati G1B223008

PEMBIMBING AKADEMIK :
Ns. Nurlinawati, [Link]., [Link]

PEMBIMBING LAPANGAN:
Ns. Marini, [Link]
Ns. Wiwike Yanti Elfisa, [Link]
Ns. Suci Nurfenidha, [Link]

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2024
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Pre-planning ini yang berjudul “ONE
DAY CARE RT.39 KELURAHAN KENALI BESAR KECAMATAN ALAM
BARAJO KOTA JAMBI TAHUN 2024”.
Pre-planning ini disusun untuk memenuhi tugas Stase Keperawatan
Komunitas. Penulis sangat menyadari dalam penyusunan dan penulisan Pre-
planning ini masih ada banyak sekali kekurangan, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan dan memperluas
wawasan penulis.
Semoga acara ini dapat memberi tambahan ilmu bagi kami pada khususnya
dan juga untuk peserta acara.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jambi, Mei 2024

KELOMPOK 3
PRE-PLANNING
“ONE DAY CARE” RT.07 KELURAHAN BAGAN PETE KECAMATAN
ALAM BARAJO KOTA JAMBI TAHUN 2024”

Pokok Bahasan : Penyuluhan Kesehatan, Senam Fisik Lansia, dan


pemeriksaan kesehatan
Hari/Tgl : , Mei 2024
Waktu : 07.00 WIB s/d selesai
Sasaran : Warga Usia Dewasa dan Lansia RT 39 Kelurahan Kenali
Besar, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi
Target : 50 orang
Tempat : Posyandu RT. 39
Alokasi Waktu : Menit

I. LATAR BELAKANG
Komunitas adalah sebagai suatu kesatuan hidup manusia, yang menempati
suatu wilayah nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat serta terikat
oleh suatu rasa identitas suatu komunitas. Keperawatan komunitas merupakan
suatu sintesis dari praktik keperawatan dan praktik kesehatan masyarakat yang
diterapkan untuk meningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk. Sasaran
dari keperawatan kesehatan komunitas adalah individu yaitu balita, pra sekolah
dan sekolah, remaja, dewasa, ibu hamil, usia lanjut.
Program studi Profesi Ners Universitas Jambi merupakan program
pendidikan yang bergerak dibidang kesehatan mempunyai peran dan tanggung
jawab dalam berkontribusi mewujudkan masyarakat berwawasan kesehatan dan
mendorong masyarakat mandiri. Salah satu wujud kontribusi mahasiswa Profesi
Ners Universitas Jambi adalah melalui praktik keperawatan komunitas dalam
berbagai rangkaian kegiatan seperti Pelaksanaan Praktik Keperawatan Komunitas
yang dilakukan secara langsung dilapangan oleh suatu kelompok Mahasiswa
Program Profesi Ners Universitas Jambi yang memiliki tujuan untuk melakukan
asuhan keperawatan di masyarakat tepatnya di RT 39 Kelurahan Kenali Besar
Kecamatan Alam Barajo pada wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi.
Adapun tujuan pelaksanaan praktik keperawatan komunitas adalah untuk
meningkatkan derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat. Praktik Keperawatan Komunitas ini, mahasiswa
bekerjasama dengan Puskesmas Kenali Besar yang satu-satunya puskesmas yang
terdapat di Kelurahan Simpang Rimbo dan berada di wilayah Kecamatan Alam
Barajo Kota Jambi.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan bersama Ketua RT 39 pada
tanggal 24 April 2024 didapatkan 140 KK. Selanjutnya mahasiswa melakukan
penyebaran kuesioner 25 April 2024 – 26 April 2024, didapatkan jumlah KK
secara keseluruhan sebanyak 119 KK dengan penduduk secara keseluruhan 404
jiwa. Sebanyak 27 KK tidak terdata dikarenakan ada sebanyak 14 rumah menolak
untuk didata dan ada 7 rumah kosong yang membuat mahasiswa tidak bisa
mendapatkan data.
Berdasarkan data kuesioner didapatkan sebanyak 322.0 % lansia
mengalami hipertensi dan beberapa diantaranya tidak meminum obat secara rutin.
Pada saat pemeriksaan tekanan darah didapatkan hasil rata-rata 143-179 mmHg.
Kemudian sebanyak 61,0 % lansia tidak pernah melakukan pemeriksaan
kesehatan. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah berada
diatas nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan silent killer yang
jika diabaikan maka akan timbul penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gagal
ginjal hingga stroke.
Penderita hipertensi harus melakukan pengobatan secara farmakologis dan
non-farmakologis. Salah satu terapi non-farmakologis khusus lansia, adalah
olahraga untuk mempertahankan kondisi hemodinamik. Olah raga yang digunakan
adalah senam lansia. Senam lansia dapat mencegah atau memperlambat kehilangan
fungsional organ dan juga dapat mengeliminasi berbagai risiko penyakit seperti
hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit arteri koroner yaitu senam fisik lansia. 1
Terdapat beberapa lansia yang menderita hipertensi tidak patuh minum
obat, mereka meminum obat hanya ketika keluhan muncul. Pengobatan hipertensi
adalah pengobatan jangka panjang, bahkan seumur hidup, Penderita harus minum
obat secara teratur seperti yang dianjurkan oleh Dokter. Tujuan dari rutin minum
obat adalah untuk menjaga kestabilan tekanan darah agar dapat terhindar dari
komplikasi darah tinggi. Oleh karena itu perlu mengadakan penyuluhan kesehatan
mengenai pentingnya patuh minum obat pada penderita hipertensi khususnya
dengan lansia.
Berdasarkan data yang telah di peroleh dari hasil kuesioner di peroleh 222
orang dewasa dari total 404 jiwa. Dari hasil kuesioner dan wawancara dengan
warga RT 39 diperoleh kondisi kesehatan dewasa sebanyak 184 (82,9%) sehat dan
38 (17,1%) orang sakit. Adapun penyakit dewasa kasus terbanyak adalah
hipertensi sebanyak 29 (76,3%). Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di peroleh
tekanan darah pada dewasa diatas 130/80 mmHg. Kondisi dewasa yang mengalami
tekanan darah tinggi ini tentunya perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk
menjaga kesehatan maupun mencegah keluhan fisik dari dewasa. Oleh karena itu
perlu mengadakan penyuluhan kesehatan hipertensi yang bertujuan untuk menjaga
kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan dewasa dengan cara melakukan
pencegahan untuk meningkatkan pola hidup sehat pada dewasa dengan masalah
hipertensi.
Kesehatan lingkungan juga merupakan salah satu upaya kesehatan yang
ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik dalam bentuk
fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai
derajat kesehatan. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, terdapat sebanyak
(21.8%) 26 rumah yang menguras penampungan air lebih dari 1 minggu dan
terdapat sebanyak (15.1%) 18 rumah yang Tampak terlihat adanya Jentik nyamuk
di Penampungan air.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kelompok 3 akan mengadakan
kegiatan yaitu Penyuluhan Kesehatan, Senam Fisik Lansia, dan pemeriksaan
kesehatan.

II. TUJUAN UMUM


Setelah dilakukan senam lansia diharapkan tekanan darah lansia dapat
stabil atau berada pada nilai normal kemudian setelah diberikan penyuluhan
diharapkan audience mengetahui dan memahami mengenai pentingnya minum
obat secara rutin, konsep dari hipertensi, dan 3 M untuk memberantas jentik
nyamuk. Audience diharapkan mampu menjaga kebersihan dan kesehatan
lingkungan.

[Link] KHUSUS
1. Mendemonstrasikan senam lansia
2. Memberikan informasi pengertian patuh minum obat
3. Memberikan informasi mengenai dampak tidak patuh minum obat
4. Memberikan informasi mengenai kendalikan hipertensi dengan patuh
5. Memberikan informasi mengenai pengertian hipertensi
6. Memberika informasi mengenai penyebab hipertensi
7. Memberikan informasi mengenai pola hidup sehat penderita hipertensi
8. Menjelaskan upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus

IV. PENGORGANISASIAN
1. Hari/Tanggal, Tempat dan Waktu
Hari/tanggal :, Mei 2024
Tempat : Posyandu RT 39
Waktu : 07.00 WIB - Selesai
2. Metode dan Media
Metode : Demonstrasi senam, Ceramah dan Diskusi
Media : Laptop, Infokus, Speaker, Mic, Leaflet dan
PPT
3. Tim Pelaksana
Moderator : Nahdiah Kopipah
Penyaji : 1. Okti Maghfirawati
2. Mutia Salsa Billa
Fasilitator : 1. Agustin Mega Kartika
2. Rani Rizma Alfatiha h
Observer : Nurmadiah
Konsumsi : Niken Larasati
Perlengkapan : Martha Prima Yuda
Dokumentasi : Anggraini Gita Rahayu

MATERI PENYULUHAN
KEPATUHAN RUTIN MINUM OBAT

1. Definisi Kepatuhan Minum Obat


Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan
pengelolaan dan terapi jangka panjang. Prevalensi hipertensi saat ini meningkat
dan diprediksi akan semakin meningkat pada negara berkembang dan
berpendapatan rendah. Kontrol tekanan darah sangat diperlukan untuk mencegah
adanya komplikasi yang dapat terjadi akibat hipertensi yang tidak terkontrol.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi penyakit
kardiovaskuler seperti stroke dan gagal jantung. Salah satu hal yang dapat
mengontrol tekanan darah adalah mempertahankan atau meningkatkan kepatuhan
konsumsi obat antihipertensi sesuai arahan dokter. Kepatuhan pengobatan
hipertensi merupakan sejauh mana perilaku seseorang menggunakan
pengobatannya sesuai dengan rekomendasi yang disepakati dari penyedia layanan
kesehatan atau resep dari dokter. 2
Kepatuhan adalah perilaku individu (misalnya: minum obat, mematuhi diet,
atau melakukan perubahan gaya hidup) sesuai anjuran terapi dan kesehatan.
Tingkat kepatuhan dapat dimulai dari tindakan menghindari dari setiap aspek
anjuran hingga mematuhi rencana . Kepatuhan minum obat adalah suatu bentuk
perilaku yang ditunjukan oleh lansia dalam minum obat sesuai dengan jadwal dan
dosis obat yang dianjurkan, dikatakan patuh apabila minum obat sesuai dengan
aturan dan waktu yang tepat, dikatakan tidak patuh apabila lansia tidak mau
minum obat sesuai aturan dan waktu yang sudah dianjurkan. 3

2. Dampak Tidak Patuh Minum Obat


Ketidakpatuhan terhadap pengobatan hipertensi atau yang lebih dikenal
dengan sub optimal adherence hypertension merupakan kondisi rendahnya
kepatuhan penderita terhadap pengobatan hipertensi. Kondisi ini dapat
memberikan efek ke berbagai hal, salah satunya yang paling besar adalah
konsekuensi klinis. Kondisi klinis yang disebabkan karena ketidakpatuhan
diantaranya:
1) Tekanan darah yang Tidak Terkontrol dan Adanya Progres Keparahan Penyakit
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hubungan ketidakpatuhan terhadap
hipertensi sejalan dengan tingginya tekanan darah. Pasien dengan hipertensi
terkontrol memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dibanding dengan
pasien dengan tekanan darah yang tidak terkontrol
2) Penyakit Kardiovaskuler meliputi Infark Miokard Akut, Stroke dan Gagal
Jantung
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang jika tidak terkontrol akan
menyebabkan komplikasi pada penyakit kardiovaskuler. Kontrol tekanan darah
erat kaitannya dengan gaya hidup dan kepatuhan konsumsi obat antihipertensi.
Ketidakpatuhan konsumsi obat antihipertensi dapat memicu keparahan dan
adanya komplikasi penyakit hipertensi
3) Meningkatnya Angka Kejadian Masuk Rumah Sakit
Hipertensi yang tidak terkontrol menyebabkan keparahan penyakit dan
komplikasi. Hal ini secara langsung akan meningkatkan jumlah pasien
hipertensi yang masuk rumah sakit.

3. Kendalikan Hipertensi Dengan Patuh


Penting bagi kita untuk mengetahui berbagai langkah pengendalian yang
mampu mencegah kita dan orang di sekitar kita dari berbagai risiko akibat
hipertensi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan gerakan PATUH,
yaitu :
1. P = Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
2. A = Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
3. T = tetap diet dengan gizi seimbang
4. U = Upayakan aktivitas fisik dengan aman
5. H = hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.
Gerakan PATUH adalah sebuah gerakan yang sangat berguna untuk para
penderita hipertensi dalam mengendalikan tekanan darah. 4

MATERI PENYULUHAN
POLA HIDUP SEHAT PENDERITA HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu
peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Dimana Hiper yang
artinya berebihan, dan Tensi yang artinya tekanan/tegangan, jadi
hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah
yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal. 5

Hipertensi (High blood pressure) merupakan suatu


kelompok penyakit tidak menular dimana terjadi peningkatan
tekanan darah sistolik diatas 130 mmHg dan tekanan darah
diastolik dibawah 90 mmHg. Hipertensi biasanya terjadi tanpa
gejala yang jelas. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan
kondisi lain mulai dari aritmia hingga serangan jantung dan
stroke.6
Seseorang dinyatakan hipertensi apabila seseorang
memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan ≥ 90 untuk
tekanan darah diastolik ketika dilakukan pengulangan. 7

B. Penyebab
Hipertensi yang terjadi pada seseorang dalam kurun waktu
yang lama akan menimbulkan komplikasi pada berbagai organ
tubuh yaitu otak, mata, jantung, pembuluh darah arteri, dan
ginjal. Dampak terjadinya komplikasi yaitu penurunan kualitas
hidup penderita yang kemungkinan terburuknya adalah
kematian.8 Komplikasi yang terjadi pada hipertensi adalah:
1. Stroke
Stroke terjadi pada penderita hipertensi kronis yang dapat
menyebabkan arteri mengalami hipertrofi dan penebalan
sehingga terjadi defisit suplai darah ke jaringan otak.
2. Aneurisma
Aneurisma merupakan kelainan pembuluh darah otak
disebabkan lemahnya dinding pembuluh darah di otak
sehingga terjadi dilatasi pada pembuluh darah.

3. Infark miokard
Infark miokard terjadi ketika penderita mengalami
hiperlipidemia. Seiring berjalannya waktu lipid yang terdapat
pada pembuluh darah arteri mengalami penebalan, jika itu
terjadi terus menerus maka akan beresiko thrombus sehingga
menyumbat ataupun menghalangi aliran darah dan suplai
oksigen yang menuju ke miokardium. Keadaan tersebut
miokardium terjadi iskemia sehingga dapat menimbulkan
infark pada miokardium.
4. Gagal ginjal
Tekanan tinggi kapiler glomerulus ginjal akan mengakibatkan
kerusakan progresif sehingga ginjal mengalami kegagalan.
Kerusakan pada glomerulus menyebabkan aliran darah ke
unit fungsional juga ikut terganggu sehingga tekanan osmotik
menurun kemudian hilangnya kemampuan pemekatan urin
sehingga menimbulkan nokturia.

C. Pola hidup sehat pada pasien hipertensi


Pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan dengan
melakukan pola hidup sehat menurut (Ernawati, 2020) yaitu 6 :
1. Mengurangi asupan garam (kurang dari 5 gram/ 1 sendok
teh setiap hari) Makanan yang banyak mengandung
garam,yaitu:
a. Biscuit, krakers, cake dan kue lain yang dimasak dengan
garam dapur atau soda.
b. Dendeng, abon, cornet beaf,daging asap, ham, ikan
asin,ikan pindang, sarden ikan teri, telur asin.
c. Keju, margarine dan mentega.
2. Makan lebih banyak buah dan sayuran
a. Buah-buahan yang dimakan yaitu semua buah kecuali
nangka, durian, hanya boleh dalam jumlah terbatas.
b. Sayuran yang tidak menimbulkan gas seperti
bayam,kangkung, buncis,kacang panjang, taoge, labu
siam, oyong, wortel.
3. Aktifitas fisik secara teratur
Menurut kemenkes (2018) aktivitas fisik dibagi menjadi 3
yaitu aktivitas ringan, sedang dan berat9:
a. Aktivitas fisik ringan
Aktivitas fisik ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan
biasanya tidak menyebabkan perubahan dalam
pernapasan, saat melakukan aktivitas masih dapat
berbicara dan bernyanyi. Energi yang dikeluarkan
selama melakukan aktivitas ini (<3,5 Kcal/menit)
1) Berjalan santai di rumah, kantor, atau pusat
perbelanjaan
2) Duduk bekerja di depan komputer, membaca,
menulis, menyetir, mengoperasikan mesin dengan
posisi duduk atau berdiri Berdiri melakukan
pekerjaan rumah tangga ringan seperti mencuci
piring, setrika, memasak, menyapu, mengepel
lantai, menjahit
3) Latihan peregangan dan pemanasan dengan
lambat
4) Membuat prakarya, bermain kartu, bermain video
game, menggambar, melukis, bermain musik
5) Bermain billyard, memancing, memanah,
menembak, golf, naik kuda
4. Menghindari penggunaan rokok
Merokok dapat menyebabkan hipertensi akibat zat-zat kimia
yang terkandung di dalam tembakau yang dapat merusak
lapisan dalam dinding arteri, sehingga arteri lebih rentan
terjadi penumpukan plak (arterosklerosis). Hal ini terutama
disebabkan oleh nikotin yang dapat merangsang saraf
simpatis sehingga memacu kerja jantung lebih keras dan
menyebabkan penyempitan pembuluh darah, serta peran
karbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam
darah dan memaksa jantung memenuhi kebutuhan oksigen
tubuh.
1) Perokok Aktif : Perokok aktif adalah orang yang
menghisap rokok secara langsung.
2) Perokok Pasif : Perokok pasif adalah mereka yang
sebenarnya tidak merokok tetapi berada di sekeliling
perokok dan menghirup asap rokok yang dihembuskan
oleh perokok
3) Vape: Rokok elektrik terdiri dari sebuah tabung
(cartridge), lampu, dan baterai. Saat dinyalakan, alat
vape akan memanaskan cairan (liquid) yang terdapat di
dalam tabung. Proses ini akan menghasilkan aerosol atau
uap yang perokok hirup. Aerosol ini mengandung partikel
halus berukuran kurang dari 1.000 nanometer
berkonsentrasi tinggi. Senyawa ini dapat memicu
kelainan pada paru saat terhirup ke dalam saluran
pernapasan. Kandungan dari cairan vape dan aerosol
yang dihasilkan secara umum mengandung:
a. Nikotin
b. Propylene glycol dan gliserin (zat kimia untuk
menguapkan nikotin)
c. Acetaldehyde, Benzene, Kadmium, Formaldehyde,
Isoprene, Tembaga, Nickel, N- Nitrosonornicotine,
Toluene (bersifat karsinogenik)
d. Zat perasa (mengandung diacetyl dan acetyl propionyl
yang memicu gangguan saluran pernapasan). Partikel
halus yang mengandung zat berbahaya dapat terhirup
ke dalam paru-paru orang yang berada di dalam
ruangan dan memicu berbagai gangguan kesehatan,
antara lain:
1) Penyakit jantung (vape memicu terjadinya
penyempitan pembuluh darah)
2) Asma dan atau penyakit paru lainnya
3) Iritasi mata
4) Iritasi tenggorokan dan saluran pernapasan
Asap yang dikeluarkan dari vape juga dapat
menyebabkan iritasi tenggorokan dan saluran
napas.
5) Membatasi asupan makanan tinggi lemak jenuh.
Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh
a) Lemak hewan: sapi, kambing,susu jenuh,cream,
keju, mentega.
Beberapa jenis daging, seperti daging kambing
atau daging domba, memiliki kandungan lemak
jenuh yang cukup tinggi. Keju adalah salah satu
produk olahan susu yang memiliki kandungan
lemak jenuh yang cukup tinggi.
Mengonsumsinya secara rutin bisa
menyebabkan jenis lemak tersebut menumpuk
di dalam tubuh. Meski begitu, tidak semua
produk olahan susu tinggi akan lemak jenuh.
Beberapa produk olahan susu lainnya, seperti
yogurt dan susu rendah lemak, tetap aman
untuk dikonsumsi dalam jumlah yang normal.
b) Kelapa, minyak kelapa,margarine,avokad
c) Makanan yang banyak menimbulkan gas kool,
sawi, lobak, dan lain-lain.
d) Mengurangi lemak trans dalam makanan
Lemak trans (trans fat) berasal dari lemak tak
jenuh (lemak baik) yang kemudian melewati
proses pengolahan makanan (hidrogenasi) yang
membuat strukturnya berubah. Ya, lemak trans
memang sangat umum ditemukan pada
makanan atau minuman olahan. Proses
hidrogenasi ini yang membuat le trans di
makanan olahan punya sifat yang buruk. Tak
hanya di produk makanan olahan saja, lemak
jahat ini juga ditemukan di banyak makanan
yang digoreng
MATERI PENYULUHAN
3M Plus
Upaya yang dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah DBD. Salah
satu caranya adalah dengan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M
Plus.10
1. Menguras
Merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering
menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan
tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air
juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang
menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba,
kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup
nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
2. Menutup,
Merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air
seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai
kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat
lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
3. Memanfaatkan
Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai
ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali
atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat
perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan
seperti berikut:
 Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
 Menggunakan obat anti nyamuk
 Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
 Gotong Royong membersihkan lingkungan
 Periksa tempat-tempat penampungan air
 Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
 Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
 Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
 Menanam tanaman pengusir nyamuk
Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim
hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat
perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika
hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa
(KLB).
Masyarakat diharapkan cukup berperan dalam hal ini. Oleh karena itu,
langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan DBD dengan
3M Plus.
DAFTAR PUSTAKA

1. Junaedi Yunding, Irna Megawaty AA. Efektifitas senam lansia terhadap


penurunan tekanan darah. AkperyarsismdE-JournalId [Internet].
2021;3(1):23–32. Available from: [Link]
2. Ernawati I, Fandinata SS, Permatasari SN. Kepatuhan Konsumsi Obat
Pasien Hipertensi. Gresik: Penerbit Graniti; 2020.
3. Sitorus R. Artikel Kesehatan : Kepatuhan lansia Untuk Minum Obat
[Internet]. 2022. Available from:
[Link]
lansia-untuk-minum-obat
4. KEMENKES. Kendalikan Hipertensi dengan gerakan PATUH [Internet].
[Link]. 2022. Available from:
[Link]
5. Wijayanti AN, Kartikaningrum V, Nurcahyani D. Penyuluhan Kesehantan
Tentang Pencegahan Dan pengendalian Hipertensi Terhadap Penderita
Hipertensi Dan Ibu PKK Kelurahan Takeran, Magetan. J ABDIMAS
Indones [Internet]. 2023;1(1):198–208. Available from:
[Link]
6. Ernawati I. Kepatuhan Konsumsi obat pasien hipertensi : Pengukuran dan
cara meningkatkan Kepatuhan. Graniti Gresik; 2020.
7. PERKI. Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Kardiovaskuler.
Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia; 2015.
8. Nilawati, I K& S. HubungaN Jenis Kelamin, Pendidikan dan Lama
Menderita Hipertensi dengan Kualitas Hidu Lansia Hipertensi. J Med
Husada. 2023;1(12).
9. Kemenkes RI. Hari Hipertensi Dunia 2019 : Know Your Numberr,
Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK, Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tidak Menular. 2020.
10. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Upaya Pencegahan DBD dengan
3M Plus. 2019; Available from: [Link]
pencegahan-dbd-dengan-3m-plus

Anda mungkin juga menyukai