SATUAN ACARA PENYULUHAN
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA REMAJA DENGAN
MENGGUNAKAN MEDIA TRUTH AND DARE CARD DI RT 39 KELURAHAN
KENALI BESAR KECAMATAN ALAM BARAJO
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
MUTIA SALSA BILLA G1B223001
OKTI MAGHFIRAWATI G1B223017
ANGGRAINI GITA RAHAYU G1B223012
NAHDIAH KHOPIPAH G1B223036
RANI RIZMA AL FATIHA H G1B223051
MARTA PRIMA YUDA G1B223035
NURMARDIAH G1B223002
AGUSTIN MEGA KARTIKA G1B223033
NIKEN LARASATI G1B223008
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Peningkatan Rasa Percaya Diri Pada Remaja dengan Truth and
Dare Card
Hari/Tgl : Minggu / 19 Mei 2024
Waktu : 16.00 s/d selesai
Sasaran : Remaja di RT 39
Target : 20 orang
Tempat : Posyandu RT 39 Kelurahan Kenali Besar Kecamatan Alam
Barajo
Alokasi Waktu : 30 menit
A. Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa transisi. Terjadi pada usia kurang lebih
lima belas tahun sampai dengan dua puluh dua tahun. Pada masa tersebut,
remaja akan mengalami beberapa kejadian seperti pencarian jati diri, senang
bereksplorasi, mengalami tekanan sosial, maupun adanya perubahan-perubahan
yang lainnya dalam bentuk fisik maupun psikis. Perubahan yang terjadi pada
remaja tidak terlepas dari berbagai macam pengaruh, seperti dari lingkungan
sekitar rumah, keluarga, sekolah, dan teman-teman sebaya, serta aktivitas-
aktivitas yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja yang
identik dengan lingkungan sosial tempat beraktivitas, membuat mereka dituntut
untuk dapat menyesuaikan dirisecara efektif.
Menurut Mastuti dan Aswi (2008) individu yang tidak percaya diri
biasanya disebabkan karena individu tersebut tidak mendidik diri sendiri dan
hanya menunggu orang melakukan sesuatu kepada dirinya. Percaya diri sangat
bermanfaat dalam setiap keadaan, percaya diri juga menyatakan seseorang
bertanggung jawab atas pekerjaannya. Karena semakin individu kehilangan
suatu kepercayaan diri, maka akan semakin sulit untuk memutuskan yang
terbaik apa yang harus dilakukan pada dirinya. Sikap percaya diri dapat
dibentuk dengan belajar terus, tidak takut untuk berbuat salah dan menerapkan
pengetahuan yang sudah dipelajari.
Kepercayaan diri merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki
oleh setiap individu karena dengan adanya kepercayaan diri, dapat menjadi
modal utama dalam menjalani kehidupan. Kepercayaan diri adalah sifat pribadi
seseorang yang di dalamnya terdapat keyakinan terhadap kemampuan diri,serta
mampu mengembangkan dan mengolah dirinya dalam situasi apapun.
Individu yang memiliki rasa percaya diri akan memiliki penghargaan
yang tinggi, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap
berfikir positif serta dapat menerimanya dan bangkit lagi. Rasa percaya diri
juga dapat menjadi stimulus untuk mendorong individu untuk mampu bertindak
secara tepat. Sebaliknya individu yang memiliki kepercayaan diri rendah akan
selalu menganggap bahwa dirinya tidak mempunyai kemampuan, merasa
dirinya tidak berharga serta merasa kesulitan dalam menjalani tugas
perkembangannya.
Banyak orang berfikir bahwa kepercayaan diri adalah hal yang mutlak
yang tidak dapat dirubah padahal kepercayaan diri dapat ditingkatkan dan di
dapatkan dari hasil proses belajar dan pembelajaran sehari-hari serta
pembiasaan untuk menumbuhkan sikap berani. Hal ini sesuai dengan pendapat
Hakim dalam Intan yang menyatakan bahwa kepercayaan diri tidak muncul
begitu saja pada diri individu, terdapat proses tertentu di dalam pribadinya
sehingga terbentuk rasa percaya diri.
Berdasarkan uraian di atas, maka kelompok 3 Profesi Ners akan
mengadakan kegiatan yaitu memberikan edukasi untuk peningkatan rasa
percaya diri pada remaja dengan menggunakan media truth and dare card.
B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Setelah dilakukan edukasi menggunakan media truth and dare card
diharapkan rasa percaya diri meningkat pada remaja di Wilayah RT 39
Kelurahan Kenali Besar di Wilayah Puskesmas Kenali Besar.
2) Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran mampu :
1. Menjelaskan materi tentang ciri-ciri remaja yang memiliki rasa
percaya diri.
2. Menjelaskan ciri-ciri remaja yang kurang percaya diri.
3. Menjelaskan aspek-aspek kurang percaya diri pada remaja.
I. PENGORGANISASIAN
1) Hari/Tanggal, Tempat dan Waktu
Hari/tanggal : Minggu /19 Mei 2024
Tempat : Posyandu
Waktu : 16.00 WIB - selesai
2) Metode, Media dan Sasaran
Metode : Ceramah, tanya jawab
Media : Kartu truth and dare card
Sasaran : Remaja di RT 39 Kelurahana Kenali Besar
3) Tim Pelaksana
1. Moderator : Mutia Salsabilla
2. Penyaji : Agustin Mega Kartika
3. Humas : Nahdia Khopipah
4. Perlengkapan : Marta Prima Yuda
5. Observer : Rani Rizma Alfatiha h
6. Dokumentasi : Anggraini Gita Rahayu
7. Fasilitator : Okti Maghfirawati
Niken Larasati
Nurmardiah
8. Instruktur Senam : Agustin Mega Kartika
Nahdiah Khopipah
Nurmardiah
II. URAIAN TUGAS
1. Moderator
Uraian Tugas:
a) Membuka acara penyuluhan,memperkenalkan diri dan tim kepada
klien.
b) Mengatur proses dan lama penyuluhan.
c) Memimpin jalannya senam dan evaluasi.
d) Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh
Uraian Tugas :
a) Menyampaikan materi penyuluhan dengan bahasa yang jelas dan
mudah di pahami klien
b) Memotivasi klien untuk aktif dan bersemangat
3. Observer
UraianTugas:
a) Mencatat nama klien, serta menempatkan diri sehingga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
b) Mengamati perilaku verbal dan non-verbal klien selama proses
penyuluhan
c) Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.
d) Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang
dirasatidak sesuai dengan rencana penyuluhan.
4. Dokumentasi
Uraian Tugas:
a) Bertanggung jawab dalam pendokumentasian selama acara
berlangsung.
b) Bertanggungjawab dalam publikasi hasil penyuluhan.
[Link] TEMPAT
Keterangan :
: Pembimbing
: Moderator
: Penyuluh
: Observer
: Fasilitator
IV. RENCANA KEGIATAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 2 menit Pembukaan :
Memberi salam Menjawab salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Kontrak waktu Mendengarkan
Menjelaskan tujuan Mendengarkan
2. 20 menit Pelaksanaan :
Menjelaskan definisi percaya Mendengarkan
diri
Menjelaskan materi tentang
ciri-ciri remaja yang memiliki Mendengarkan
rasa percaya diri
Menjelaskan ciri-ciri remaja Mendengarkan
kurang percaya diri
Menjelaskan aspek-aspek Mendengarkan
kurang percaya diri
Melakukan senam Mengikuti senam
3. 5 menit Penutup :
Menyimpulkan materi Menjawab
Menutup acara dengan ucapan Mendengarkan dan
terimakasih dan salam penutup menjawab salam
4. 3 menit Penutup :
Menyimpulkan materi Menjawab
Menutup acara dengan ucapan Mendengarkan dan
terimakasih dan salam penutup menjawab salam
V. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a) 100% klien mengikuti penyuluhan
b) Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
c) Peran dan tugas sesuai dengan perencanaan
2. Evaluasi Proses
a) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
b) Klien penyuluhan dapat mengikuti acara atau kegiatan sampai selesai
c) Klien penyuluhan berperan aktif selama kegiatan berjalan.
3. Evaluasi Hasil
a) 90% klien yang mengikuti penyuluhan mampu memahami mengenai
ciri remaja yang memili rasa percaya diri.
b) 90% klien yang mengikuti penyuluhan mampu memahami mengenai
ciri remaja yang kurang percaya diri.
c) 90% klien yang mengikuti penyuluhan mampu memahami mengenai
aspek-aspek kurang percaya diri.
MATERI PENYULUHAN
A. Definisi
Self-Confidence merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting
dalam masa perkembangan remaja (Ifdil, Emria & Zola, 2018). Self-Confidence
adalah suatu keyakinan dalam jiwa manusia untuk memiliki suatu sikap atau
perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri sehingga individu yang
bersangkutan tidak terlalu merasa cemas dalam setiap tindakan, dapat bebas
melakukan hal yang disukai, mampu berinteraksi dengan orang lain, mampu
mempunyai dorongan berprestasi serta dapat mengenal kelebihan dan
kekurangan diri sendiri
B. Ciri - Ciri Remaja yang Memiliki Rasa Percaya Diri
Menurut Mastuti ada beberapa ciri atau karakteristik individu yang memiliki
rasa percaya diri (Self Confidence) yang proporsional, antara lain:
1. Percaya akan kompetensi atau kemampuan diri sehingga, tidak
membutuhkan pujian, pengukuran, penerimaan, ataupun rasa hormat orang
lain;
2. Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh
orang lain atau kelompok
3. Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain, berani menjadi diri
sendiri;
4. Mempunyai pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil);
5. Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau
kegagalan), tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah
pada nasib atau keadaan serta tidak mengharapkan bantuan orang lain.
6. Mempunyai cara pandang yang positif tehadap diri sendiri, orang lain dan
situasi di luar dirinya;
7. Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika
harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan
situasi yang terjadi.
C. Ciri-Ciri Remaja Kurang Percaya Diri
Adapun ciri-ciri kurangnya rasa percaya diri pada diri seseorang adalah:
1. Kurang bisa untuk bersosialisasi dan tidak yakin pada diri sendiri, sehingga
mengabaikan kehidupan sosialnya.
2. Seringkali tampak murung dan depresi.
3. Sikap pasrah pada kegagalan, memandang masa depan suram.
4. Mereka suka berpikir negatif dan gagal untuk mengenali potensi yang
dimilikinya.
5. Takut dikritik dan merespon pujian dengan negatif.
6. Takut untuk membentuk opininya sendiri.
7. Hidup dalam keadaan pesimis dan suka menyendiri
D. Aspek-Aspek Kurang Percaya Diri Pada Remaja
1. Yakin akan kemampuan diri sendiri.
2. Berani mengungkapkan pendapat.
3. Mandiri.
4. Mampu bergaul secara fleksibel.
5. Mampu mengambil langkah pasti dalam kehidupannya.
DAFTAR PUSTAKA
Azmi Septiani Thalib. 2020. “Pengembangan Media Permainan Monopoli Truth and
Dare untuk Meningkatkan Self Confidence Pada Peserta Didik di SMP Negeri 8
Makassar”. Skripsi. Makassar : Universitas Negeri Makassar.
Fitri, E., Zola, N., & Ifdil, I. (2018). Profil kepercayaan diri remaja serta faktor-faktor
yang mempengaruhi. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 4(1), 1-5.
Musriandi, R., Meutia, P. D., & Saifuddin, S. (2020). Self Confidence Mahasiswa
Dalam Perkuliahan Biostatistik. Jurnal Serambi Akademica, 8(7), 1216-1222