Nama : Joris Friestasaka Septrine Anugraha
NIM : 044315078
TUGAS TUTORIAL SESI 1
(EKMA4413) / (Riset Operasi) / 3 SKS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERIODE 2025.1
Nama Penulis : Fikri Hizryan, S.E., [Link].
Nama Penelaah : Dr. Zainur Hidayah, [Link]., M.M.
Status Pengembangan : -
Tahun Pengembangan : 2025
1. Sebuah perusahaan teknologi mencatat data penjualan sebagai berikut: a.
Probabilitas permintaan tinggi (P1): 0,4; b. Probabilitas permintaan sedang (P2):
0,5; c. Probabilitas permintaan rendah (P3): 0,1. Jika keuntungan yang dihasilkan
adalah Rp50 juta untuk permintaan tinggi, Rp30 juta untuk permintaan sedang, dan
Rp10 juta untuk permintaan rendah, berapa ekspektasi keuntungan perusahaan? (30)
2. Sebuah perusahaan jasa logistik sedang mempertimbangkan waktu yang paling
efisien untuk mengganti armada kendaraannya. Harga perolehan kendaraan
operasional adalah Rp250.000.000, dengan harga jual dan biaya pemeliharaan
sebagai berikut:
Tahun Harga Jual Biaya Pemeliharaan
1 Rp 180.000.000 Rp1.500.000
2 Rp 165.000.000 Rp2.800.000
3 Rp 150.000.000 Rp4.500.000
4 Rp 135.000.000 Rp6.200.000
Berdasarkan nilai tinggi rata-rata, hitunglah biaya paling optimumnya dan pada
tahun ke berapa waktu yang paling tepat mengganti kendaraannya? (30)
3. Sebuah perusahaan makanan cepat saji memiliki kebutuhan bahan baku sebanyak
1.800 unit per tahun. Biaya penyimpanan per tahun adalah 25% dari harga barang,
harga setiap barang Rp12, biaya pemesanan Rp200, dan biaya keterlambatan
pemesanan Rp5 per unit per tahun:
a. Jumlah optimal barang yang harus dibeli setiap kali pemesanan (EOQ)? (20)
b. Jangka waktu optimal antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya? (10)
c. Total biaya optimal? (10)
LEMBAR JAWABAN
1. Ekspektasi keuntungan perusahaan teknologi tersebut dapat dihitung dengan mengalikan
setiap skenario permintaan dengan probabilitas dan keuntungannya, kemudian
menjumlahkan hasilnya.
Berdasarkan data yang diberikan:
Permintaan tinggi (40% probabilitas) memberi keuntungan Rp50.000.000
Permintaan sedang (50% probabilitas) memberi keuntungan Rp30.000.000
Permintaan rendah (10% probabilitas) memberi keuntungan Rp10.000.000
Perhitungan ekspektasi keuntungan:
(0,4 × 50.000.000) + (0,5 × 30.000.000) + (0,1 × 10.000.000) = 20.000.000 + 15.000.000
+ 1.000.000 = 36.000.000
Hasil perhitungan menunjukkan ekspektasi keuntungan perusahaan sebesar
Rp36.000.000. Nilai ini merepresentasikan rata-rata keuntungan yang bisa diharapkan
perusahaan berdasarkan distribusi probabilitas permintaan pasar.
2. Berdasarkan perhitungan biaya rata-rata per tahun, waktu paling optimal untuk mengganti
kendaraan adalah pada tahun ke-4 dengan biaya rata-rata terendah sebesar Rp32.500.000.
Berikut rincian perhitungan untuk setiap tahun:
Tahun ke-1
Biaya rata-rata = (250.000.000 - 180.000.000 + 1.500.000) / 1 = Rp71.500.000
Tahun ke-2
Biaya rata-rata = (250.000.000 - 165.000.000 + 1.500.000 + 2.800.000) / 2 =
Rp44.650.000
Tahun ke-3
Biaya rata-rata = (250.000.000 - 150.000.000 + 1.500.000 + 2.800.000 + 4.500.000) / 3 ≈
Rp36.266.666,67
Tahun ke-4
Biaya rata-rata = (250.000.000 - 135.000.000 + 1.500.000 + 2.800.000 + 4.500.000 +
6.200.000) / 4 = Rp32.500.000
Kesimpulan dari data tersebut adalah biaya rata-rata per tahun untuk mengganti kendaraan
pada tahun ke-4 adalah yang paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu
sebesar Rp32.500.000 per tahun. Semakin lama kendaraan digunakan, biaya rata-rata
tahunan cenderung menurun karena depresiasi harga jual dan akumulasi biaya
pemeliharaan masih lebih kecil dibandingkan biaya penyusutan awal. Dengan demikian,
tahun ke-4 merupakan waktu paling optimal untuk mengganti kendaraan agar perusahaan
mendapatkan efisiensi biaya terbaik selama siklus hidup kendaraan.
Keputusan ini didasarkan pada prinsip penggantian armada yang mempertimbangkan
keseimbangan antara penurunan nilai kendaraan (harga jual bekas) dan kenaikan biaya
pemeliharaan tahunan, sehingga perusahaan dapat meminimalkan total biaya operasional
armada per tahun.
Semakin lama kendaraan digunakan, biaya rata-rata per tahun semakin turun karena
akumulasi pengurangan nilai jual dan biaya pemeliharaan tersebar ke lebih banyak tahun.
Namun, keputusan akhir perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi teknis
kendaraan dan kebutuhan [Link] perhitungan biaya rata-rata per tahun,
waktu paling optimal untuk mengganti kendaraan adalah pada tahun ke-4 dengan biaya
rata-rata terendah sebesar Rp32.500.000.
3. [Link] menghitung jumlah optimal barang yang harus dibeli setiap kali pemesanan
(EOQ) pada perusahaan makanan cepat saji dengan data berikut:
Kebutuhan bahan baku (D) = 1.800 unit per tahun
Harga per unit = Rp12
Biaya penyimpanan per tahun = 25% dari harga barang
Biaya pemesanan per pesanan (S) = Rp200
Biaya keterlambatan pemesanan = Rp5 per unit per tahun (tidak digunakan dalam
perhitungan EOQ dasar)
Langkah pertama adalah menghitung biaya penyimpanan per unit per tahun (H):
H=25%×Rp12=Rp3
Kemudian, mengunakan rumus EOQ:
2 DS 2 x 1800 x 200
√ =√ = √ 2400 = 489.9 ≈ 490 unit
2H 3
Jadi, jumlah optimal barang yang harus dibeli setiap kali pemesanan adalah sekitar 490
unit.
Penjelasannya adalah:
Rumus EOQ digunakan untuk meminimalkan total biaya persediaan yang terdiri dari
biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.
Biaya keterlambatan pemesanan biasanya tidak dimasukkan dalam perhitungan EOQ
dasar kecuali ada model khusus yang mempertimbangkan denda atau penalti.
Dengan membeli sekitar 490 unit setiap kali pemesanan, perusahaan dapat mengurangi
total biaya persediaan secara optimal.
B. Jangka waktu optimal antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya (waktu siklus
EOQ
pemesanan) dapat dihitung dengan rumus: T =
D
Di mana:
EOQEOQ = jumlah pesanan optimal per kali pemesanan
DD = permintaan tahunan
Dari perhitungan sebelumnya, EOQ = 490 unit dan kebutuhan
tahunan D=1800D=1800 unit.
Maka:
490
T= = 0,2722 tahun
1800
Jika dikonversi ke hari (asumsi 1 tahun = 365 hari):
T = 0,2722×365 = 99,3 hari T = 0,2722×365 = 99,3 hari
Jadi, waktu optimal antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya adalah sekitar 99
hari.
C. Total biaya optimal (Total Annual Cost) pada model EOQ dihitung dengan rumus:
Total Biaya=Biaya Pemesanan+Biaya PenyimpananTotal Biaya=Biaya Pemesanan+Biaya
Penyimpanan
atau secara matematis:
D Q
TC =( Q ) x S + ( 2 ) x H
Dimana:
D=1.800D=1.800 unit (permintaan tahunan)
Q=EOQ=490Q=EOQ=490 unit (jumlah pesanan optimal)
S=Rp200S=Rp200 (biaya pemesanan per pesanan)
H=25%×Rp12=Rp3H=25%×Rp12=Rp3 (biaya penyimpanan per unit per tahun)
Hitung biaya pemesanan:
D 1800
xS= x 200 ≈ 3,67 x 200 = Rp734
Q 490
Hitung biaya penyimpanan:
Q 490
xH= x 3 = 245 x 3 = Rp735
2 2
Total biaya optimal:
TC = 734 + 735 = Rp1.469
Jadi, total biaya optimal tahunan yang harus dikeluarkan perusahaan untuk pemesanan dan
penyimpanan bahan baku adalah sekitar Rp1.469
Sumber referensi:
BMP EKMA4413