0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Indeks Pinjal Khusus di Daerah Fokus Pes

Penelitian ini mengkaji distribusi penyebaran jenis tikus dan pinjal di wilayah fokus Pes di Dusun Surorowo, Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tikus yang paling banyak tertangkap adalah Rattus tanezumi, dengan infestasi pinjal yang tinggi, serta dua jenis pinjal yang ditemukan yaitu Xenopsylla cheopis dan Stivalius cognatus. Penelitian ini menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit Pes di daerah tersebut.

Diunggah oleh

muhammad irfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Indeks Pinjal Khusus di Daerah Fokus Pes

Penelitian ini mengkaji distribusi penyebaran jenis tikus dan pinjal di wilayah fokus Pes di Dusun Surorowo, Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tikus yang paling banyak tertangkap adalah Rattus tanezumi, dengan infestasi pinjal yang tinggi, serta dua jenis pinjal yang ditemukan yaitu Xenopsylla cheopis dan Stivalius cognatus. Penelitian ini menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit Pes di daerah tersebut.

Diunggah oleh

muhammad irfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GEMA Lingkungan Kesehatan

VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

DISTRIBUSI PENYEBARAN JENIS TIKUS DAN PINJAL DI WILAYAH FOKUS PES


Wahyu Hilal N*, Ngadino, Koerniasari
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
*Email korespondensi: wahyuhilal4018@[Link]

ABSTRAK

Pes merupakan penyakit zoonosis dari tikus yang dapat ditularkan kepada manusia
melalui gigitan pinjal yang mengandung bakteri Yersinia pestis. Jenis pinjal yang dikenal
sebagai vektor Pes antara lain pinjal tikus yaitu Xenopsylla cheopis, Neopsylla sondaica,
Stivalius cognatus dan pinjal manusia Pulex irritans. Pada daerah fokus Pes kepadatan
pinjal dan tikus perlu diwaspadai, agar tidak terjadi peningkatan kasus Pes. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui distribusi penyebaran jenis tikus dan pinjal di daerah fokus
Pes.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Observasional. Obyek
penelitian yaitu tikus dan pinjal di wilayah Dusun Surorowo, Desa Kayukebek, Kecamatan
Tutur, Kabupaten Pasuruan. Dimana pengumpulan data jenis tikus dan pinjal tersebut akan
dipetakan dengan cara peletakan perangkap hidup ( live trap) sebagai titik koordinat
sampel.
Jenis spesies tikus yang tertangkap adalah [Link] 74,57 %, Rattus tiomanicus
6,78%, Rattus exulans 18,65%. Didapatkan dua jenis Pinjal yang didapatkan, yaitu
Xenopsylla cheopis sebanyak 68 ekor, Stivalius cognatus 16 ekor. Dengan hasil infestasi
pinjal sebesar 54,23%, indeks pinjal umum total sebesar 1,42 dan indeks pinjal khusus
sebesar 1,15 yang terbilang tinggi. Tingginya jenis tikus pada wilayah pemukiman tersebut
dikarenakan melimpahnya sumber makanan dan kondisi lingkungan yang sesuai.
Berdasarkan hasil dan kendala yang dihadapi selama pengambilan data jenis tikus dan
pinjal paling tinggi berada di wilayah pemukiman. Saran yang dapat diberikan dari
penelitian ini antara lain adanya penelitian mengenai hubungan kondisi rumah,terhadap
penyebaran induk semang penyakit pes.

Kata kunci : Penyebaran, Tikus, Pinjal, Pes

PENDAHULUAN
Pes merupakan penyakit zoonosis dari Cangkringan Kabupaten Sleman
tikus yang dapat ditularkan kepada (Yogyakarta). Pada tanggal 3 November
manusia. Penyakit yang dikenal dengan 1986 terjadi wabah Pes di wilayah
nama yersiniosis/plague/sampar ini Nongkojajar tepatnya di Dusun Surorowo,
bersifat akut yang disebabkan oleh bakteri Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur,
Yersinia pestis (Pasteurella Pestis). Tikus Kabupaten Pasuruan Jawa Timur terdapat
merupakan binatang pengerat (rodensia). 8 kasus kematian dengan gejala demam
Beberapa spesies dari kelompok binatang tidak jelas. Dan sejak tahun 1987 wilayah
ini tinggal berdekatan dengan manusia Nongkojajar Pasuruan ditetapkan sebagai
dan kegiatan manusia, sehingga tikus daerah fokus Pes. Direktorat Jenderal
disebut sebagai Rodensia komensal. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Beberapa penyakit zoonosis di Indonesia, Lingkungan,2014).
seperti penyakit Pes sangat berhubungan Pada tahun 2016 terdapat 2 kasus
dengan jenis tikus dan ektoparasitnya. Di suspect Pes tepatnya pada Dusun
Indonesia terdapat empat wilayah Surorowo,di wilayah kerja Puskesmas
provinsi yang menjadi daerah Nongkojajar yang masih berpotensi dapat
pengawasan penyakit Pes,yaitu di Ciwidey menimbulkan wabah Pes. Sehingga
Kabupaten Bandung (Jawa Barat), pengamatan sebaran induk semang
Kecamatan Selo dan Cepogo,Kabupaten penyakit Pes harus dilakukan di daerah-
Boyolali (Jawa Tengah), di Kecamatan daerah fokus Pes yaitu pada Dusun
Tutur, Tosari, Puspo, dan Pasrepan Surorowo, Desa Kayukebek, Kecamatan
Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), dan Tutur Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa

25
GEMA Lingkungan Kesehatan
VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

Timur. Dari permasalahan tersebut diatas menggunakan 2 pasang perangkap.


maka perlu dilakukan penelitian tentang Sedangkan pada area kebun dan hutan
Distribusi penyebaran jenis tikus dan perangkap dipasang secara sistem Line
pinjal didaerah fokus Pes. Tujuan dari Transect yakni pemasangan secara garis
penelitian ini adalah mengetahui distribusi lurus. Transek pada lokasi kebun
penyebaran jenis tikus dan pinjal di sebanyak 2 transek dan tiap transek
daerah fokus Pes berjumlah 30 buah dengan jarak 10 m
Dan pada wilayah hutan sebanyak 4
METODE PENELITIAN transek tiap transek berjumlah 20 buah
Penelitian ini merupakan penelitian perangkap dengan jarak 10 m. Dalam
deskriptif dengan pendekatan penelitian ini umpan yang digunakan
observasional. yang berbasis sistem adalah kelapa goreng. Tikus yang
penginderaan jarak jauh yakni Sistem didapatkan selanjutnya akan dibawa
Informasi Geografis (SIG) pengumpulan kelaboratorium dan dilakukan identifikasi
data jenis tikus dan pinjal akan dipetakan dengan mencocokkan kunci identifikasi
dengan cara peletakan perangkap hidup Tikus.
(live trap) sebagai titik koordinat. Jumlah Penentuan koordinat tiap jebakan
perangkap yang dipasang adalah 200 ditandai menggunakan GPS untuk
perangkap/hari selama 5 hari sehingga mengetahui lokasi pemasangan jebakan
jumlah keseluruhan perangkap 1000 di peta. Koordinat yang telah didapatkan
perangkap. Pemasangan perangkap kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi
dilakukan pada 3 wilayah yaitu area [Link] untuk dibuat peta lokasi
pemukiman, kebun dan hutan. Untuk pengambilan data.
pemasangan perangkap di dalam rumah

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Keberhasilan Penangkapan Tikus ( Trap Success).
Tabel 1
HASIL TRAP SUCCESS TIKUS
Lokasi Jumlah perangkap Jumlah tikus yang Trap Success
pemasangan yang dipasang tertangkap
perangkap

Pemukiman 60 41 41
𝑇𝑆 = × 100% = 6,83%
5 × 60

Kebun 60 4 4
𝑇𝑆 = × 100% = 0,66%
5 × 60

Hutan 80 14 14
𝑇𝑆 = × 100% = 3,5%
5 × 80
Total 200 59 59
𝑇𝑆 = × 100% = 5,9%
5 × 200

Keterangan : TS= Trap Success


Lokasi pemasangan perangkap di hutan 3,5 %. Dari ketiga wilayah tersebut
Dusun Surorowo tersebar di 3 wilayah hasil dari trap success masih dibawah 7%,
yakni pada pemukiman, kebun, dan Kondisi ini menunjukkan bahwa adanya
hutan. Dari hasil trapping yang telah perbedaan kuantitatif kepadatan tikus
dilakukan diketahui bahwa tikus paling pada area pemukiman lebih tinggi
banyak tertangkap pada wilayah dibandingkan dengan area kebun dan
pemukiman dengan trap success 6,83%, hutan.
sedangkan di kebun 0,66% dan pada

2. Jenis Tikus yang Tertangkap

26
GEMA Lingkungan Kesehatan
VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

Tabel 2
HASIL SPESIES TIKUS YANG TERTANGKAP
Jenis Tikus yang Lokasi pemasangan perangkap Jantan Betina Jmlh %
Tertangkap Rumah Kebun Hutan
Rattus tanezumi 41 3 - 19 25 44 74,57%
Rattus tiomanicus - - 4 1 3 4 6,78%
Rattus exulans - 1 10 9 2 11 18,65%
Jumlah 41 4 14 29 30 59 100%

Dari hasil survey menunjukkan spesies Rattus tanezumi sebanyak 3 ekor, dan
dan jumlah tikus yang tertangkap di Rattus exulans sebanyak 1 ekor sedikitnya
Dusun Surorowo, Desa Kayukebek, hasil tangkapan tikus pada wilayah
Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. perkebunan disebabkan karena tidak
Ada tiga spesies yang tertangkap, yaitu adanya sumber pakan pada wilayah
Rattus ratus diardii, Rattus tiomanicus, tersebut sebab petani masih pada tahap
dan Rattus exulans. Spesies yang paling pengobatan (pemberian insektisida). Pada
banyak tertangkap adalah [Link] wilyah hutan jenis tikus yang tertangkap
74,57 %, Rattus tiomanicus 6,78%, yakni Rattus tiomanicus sebanyak 4 ekor,
Rattus exulans 18,65%. Rattus exulans sebanyak 10 ekor.
Pada wilayah pemukiman, jenis tikus Sehingga hasil tangkapan tikus paling
yang paling banyak tertangkap yaitu banyak pada wilayah pemukiman
Rattus tanezumi sebanyak 41 ekor yang penduduk yakni jenis tikus Rattus
tertangkap di dalam rumah. Pada wilayah tanezumi.
kebun, jenis tikus yang tertangkap yakni

3. Indeks Pinjal Khusus


Tabel 3
HASIL INDEKS PINJAL KHUSUS
Lokasi Jenis tikus yang Jumlah tikus Jumlah Indeks
pemasangan ditemukan yang diperiksa Pinjal Pinjal
perangkap [Link] Khusus

Pemukiman Rattus tanezumi 41 64 IPK=


64
= 1,56
41
Kebun Rattus tanezumi 4 - IPK= = 0
0
4
Rattus exulans
Hutan Rattus exulans 14 4 IPK=
4
= 0,28
14
Rattus tiomanicus
Total 59 68 IPKtotal=
68
= 1,15
59
Keterangan : IPK = Indeks Pinjal Khusus
Berdasarkan hasil pada Tabel 3
Tikus yang berhasil ditemukan diketahui bahwa indeks pinjal khusus di
menunjukkan presentase infestasi pinjal lokasi pemukiman sebesar 1,56 dengan
sebesar 50,79 % dengan jumlah tikus tikus jenis Rattus tanezumi, di kebun
yang terinfestasi pinjal sebanyak 32 ekor sebesar 0 tidak ditemukan pinjal jenis
dari 63 tikus yang tertangkap. Hal ini [Link] dari jenis tikus Rattus
menunjukkan sebagian besar tikus yang tanezumi, dan Rattus exulans,
tertangkap ditemukan pinjal pada sedangkan pada lokasi hutan sebesar
tubuhnya dengan 2 spesies pinjal tikus 0,28 dengan jenis tikus Rattus exulans,
yakni Xenopsylla cheopis,dan Stivalius dan Rattus tiomanicus. Indeks pinjal
cognatus. Dari banyaknya tikus yang khusus total sebesar 1,15. Menurut WHO
terinfestasi pinjal di suatu wilayah (1988) dalam pedoman pemberantasan
menunjukkan perlu ditingkatkan pes di Indonesia tahun 1999, suatu
kewaspadaan akan kemungkinanya wilayah dikatakan waspada terhadap
terjadinya penularan pes.

27
GEMA Lingkungan Kesehatan
VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

penularan pes jika indeks khusus pinjal


([Link]) > 1.

4. Indeks Pinjal Umum


Tabel 4
HASIL INDEKS PINJAL UMUM
Lokasi Tikus yang Jenis pinjal yang ditemukan Indeks
pemasangan diperiksa [Link] [Link]. Pinjal
perangkap Umum
Pemukiman 41 64 15 79
IPU== = 1,92
41
Kebun 4 - - IPU== = 0
0
4
Hutan 14 4 1 IPU==
5
= 0,35
14
Total 59 68 16 IPUtotal=
84
= 1,42
59
Keterangan : IPU = Indeks Pinjal Umum
5. Peta Penyebaran Jenis Tikus
Ektoparasit yang diperoleh adalah dua Berdasarkan hasil identifikasi
spesies pinjal yaitu Xenopsylla cheopis distribusi penyebaran jenis tikus terhadap
dan Stivalius cognatus. Tikus R. tanezumi 63 tikus di Dususn Surorowo,Desa
merupakan jenis tikus yang paling banyak Kayukebek, [Link], [Link]
terinfeksi oleh pinjal baik Xenopsylla yang ditangkap dengan menggunakan
cheopis maupun Stivalius cognatus single life trap didapatkan 3 jenis mamalia
(Tabel V.3). Dengan persentase infestasi kecil yang tergolong kedalam genus
pinjal sebesar 54,23 % dengan jumlah (Rattus), famili (Muridae) dan ordo
tikus yang terinfestasi pinjal sebanyak 32 (Rodentia) yang penyebarannya tersebar
ekor dari 59 tikus yang tertangkap Maka pada wilayah pemukiman penduduk
Dusun Surorowo termasuk kedalam cukup luas dan area hutan yang cukup
kategori waspada terhadap penularan dekat lokasi pemukiman. Jenis-jenis yang
penyakit pes berdasarkan pada hasil didapatkan, yaitu Rattus tanezumi, Rattus
infestasi pinjal sebesar 54,23%, indeks tiomanicus, Rattus exulans.
pinjal umum tota1 sebesar 1,42 dan
indeks pinjal khusus sebesar 1,15
terbilang tinggi.

Gambar 1 DISTRIBUSI PENYEBARAN JENIS TIKUS

28
GEMA Lingkungan Kesehatan
VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

6. Peta Penyebaran Jenis Pinjal yang didapatkan, yaitu Xenopsylla cheopis


Berdasarkan hasil identifikasi distribusi sebanyak 68 ekor, Stivalius cognatus 16
penyebaran jenis pinjal terhadap 59 tikus ekor.
didapatkan pinjal sebanyak 84 ekor di Penyebaran jenis pinjal tikus pada
Dusun Surorowo, Desa Kayukebek, wilayah pemukiman memang cukup tinggi
Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dengan indeks pinjal umum total sebesar
didapatkan 2 jenis pinjal yang tergolong 1,33 dengan jumlah pinjal jenis
kedalam dua genus (Xenopsylla dan Xenopsylla cheopis sebanyak 68
Stivalius), satu family (Pulicidae) dan satu (80.95%) maupun Stivalius cognatus
ordo (Siphonaptera) yang penyebarannya sebanyak 16 (19,05%) dari jenis tikus
tersebar pada wilayah pemukiman Rattus tanezumi, dan Rattus exulans.
penduduk cukup tinggi dan area hutan
yang dekat lokasi pemukiman. Jenis-jenis

Gambar 2 DISTRIBUSI PENYEBARAN JENIS PINJAL

KESIMPULAN paling banyak pada jenis tikus Rattus


Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tanezumi.
jenis tikus yang ditemukan ke dalam satu
genus (Rattus), satu famili (Muridae) SARAN
dan satu ordo (Rodentia) dan jenis pinjal Saran yang dapat diberikan kepada
yang ditemukan 2 jenis pinjal yang masyarakat agar waspada terhadap
tergolong kedalam dua genus upaya penularan pes dengan
(Xenopsylla dan Stivalius), satu famili meningkatkan upaya pengendalian
(Pulicidae) dan satu ordo (Siphonaptera) mandiri seperti trapping yang dilakukan
yang penyebarannya tersebar pada secara mandiri sehingga tempat-tempat
wilayah pemukiman penduduk cukup perkembangbiakan tikus dapat ditekan
luas dan area hutan yang cukup dekat keberadaannya. Bagi Dinas Kesehatan,
lokasi pemukiman. Jenis-jenis yang informasi penyebaran jenis tikus dan
didapatkan, yaitu : Rattus tanezumi, pinjal dapat digunakan sebagai bahan
[Link], [Link]. Jenis pinjal yang masukan ataupun pertimbangan untuk
didapatkan, yaitu : Xenopsylla cheopis merumuskan kebijakan dalam
dan Stivalius cognatus dengan reservoir menangani penyakit pes serta untuk
meningkatkan program pencegahan dan

29
GEMA Lingkungan Kesehatan
VOL. 17 NO 1 JANUARI 2019

pengendalian penyakit pes dalam upaya Semiadi G., Nugoho R. T. P., 2005,
menurunkan populasi tikus dan pinjal. Panduam Pengamatan Reproduksi
pada Mamalia Liar, LIPI, Bogo
DAFTAR PUSTAKA Suyanto, Agustinus, 2006, Rodent Di
Jawa, LIPI Seri Panduan
Balai Litbang Pengendalian Penyakit Lapangan, Psusat Penelitian
Bersumber Binatang, 2011. Buku Biologi, Lembaga Ilmu
Saku Megenal Penyakit Pes / Pengetahuan Indonesia, Bogor.
Plague. Banjarnegara:Kementrian Sucipto, C.D, 2011. Vektor Penyakit
Kesehatan Republik Indonesia. [Link],GosyenPublishi
Direktorat Jenderal Pengendalian ng:178-179.
Penyakit dan Penyehatan Yuliadi, Muhidin, Siska Indriyani. 2016.
Lingkungan, 2014. Petunjuk Tikus Jawa Teknik Survei Di
Pengendalian Pes. Jakarta, Bidang Kesehatan. Jakarta:
Kemetrian Kesehatan Republik Lembaga Penerbit Badan
Indonesia Penelitian dan Pengembangan
Raharjo, Jarohman dan Tri Ramadhani. Kesehatan Kementerian
2012. Studi Kepadatan Tikus dan Kesehatan RI.
Ektoparasit (Fleas) pada Daerah
Fokus dan Bekas Pes. Prosiding
Seminar Nasional Kesehatan

30

Anda mungkin juga menyukai