0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan103 halaman

Pengukuran Kinerja PT Sejahtera Panca Jaya

Dokumen ini adalah tugas akhir yang membahas pengukuran kinerja perusahaan PT. Sejahtera Panca Jaya menggunakan metode Integrated Performance Measurement Systems (IPMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan stakeholder dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengukur 18 Key Performance Indicators (KPI). Diharapkan dengan perbaikan terhadap KPI yang teridentifikasi, kinerja perusahaan dapat meningkat di masa depan.

Diunggah oleh

yogi240199
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan103 halaman

Pengukuran Kinerja PT Sejahtera Panca Jaya

Dokumen ini adalah tugas akhir yang membahas pengukuran kinerja perusahaan PT. Sejahtera Panca Jaya menggunakan metode Integrated Performance Measurement Systems (IPMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan stakeholder dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengukur 18 Key Performance Indicators (KPI). Diharapkan dengan perbaikan terhadap KPI yang teridentifikasi, kinerja perusahaan dapat meningkat di masa depan.

Diunggah oleh

yogi240199
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE

INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS


(STUDI KASUS PT. SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU)

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada
Program Studi Teknik Industri

OLEH :

DENILAH YANI
11452201592

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2019
LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

Tugas Akhir yang tidak diterbitkan ini terdaftar dan tersedia di Perpustakaan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau adalah terbuka untuk umum
dengan ketentuan bahwa hak cipta pada penulis. Referensi kepustakaan
diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau ringkasan hanya dapat dilakukan
seizin penulis dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah atau ringkasan ilmiah
untuk menyebutkan sumbernya.
Pengadaan atau penerbitan sebagian atau seluruh Tugas Akhir ini harus
memperoleh izin dari Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Perpustakaan yang meminjamkan Tugas Akhir
untuk anggotanya diharapkan untuk mengisi nama, tandatangan, dan tanggal
peminjaman.

iv
LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat
karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan
tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis
diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Pekanbaru, September 2019


Yang membuat pernyataan,

DENILAH YANI
11452201592

v
LEMBAR PERSEMBAHAN

sebuah
PERSEMBAHAN

Dengan menyebut nama Allah


Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat
pahala (dari kebajikan yang diusahakannya) dan Ia mendapat siksa
(dari kejahatan yang dikerjakannya)”.
(Q.S. Al Baqarah: 286)

Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang
yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat
(Q.S Al Mujadillah: 11)

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil’alamin. Sujud syukurku kusembahkan kepadamu


Tuhanku yang Maha Agung, atas takdirmu telah kau jadikan aku manusia
Yang senantiasa berfikir, berilmu dan bersabar
dalam menjalani kehidupan ini.

Lantunan Al-Fatihah beriring Shalwat dalam silahku merintih, menadahkan doa dalaM
Syukur yang tiada terkira. Kupersembahkan karya kecil ini untuk Ayahanda daN
Ibunda tercinta, terimalah bukti kecil ini sebagai kado keseriusanku untuK
Membalas semua pengorbananmu. Maafkan anakmu yang masiH
Saja menyusahkanmu. Dalam silah di lima terbit fajaR
Hingga terbenam, seraya tanganku menengadaH
“Ya Allah Terima kasih telah EngkaU
Tempatkan aku diantarA
Kedua Malaikatmu yang setiap waktU
Membimbingku dengan Baik. Ya Allah berikanlah balasaN
Setimpal Syurga firdaus untuk mereka dan jauhkanlah Mereka nanti dari panasa sengatnya hawA
Api neraka. Untuk kedua orang tua tercinta ayahku Marni dan Ibuku RosmayatI
Tak lupa untuk sahabat-sahabatku, kakanda-adinda terhebat Teknik Industri, dan yang lainnya yanG
Tak kusebut namanya. Terimakasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan, bantuan daN
Pelajaran yang kalian berikan sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik. KeluargA
Besar Jurusan Teknik Industri UIN SUSKA RIAU terkhususnya TekniK
Industri Angkatan 2014 kelas D, semoga kita bisa lulus semuA
Bersama. Terimakasih atas dukungannyA
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN
METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT
SYSTEMS (STUDI KASUS PT. SEJAHTERA PANCA JAYA
PEKANBARU)

DENILAH YANI
11452201592

Tanggal Sidang : 12 September 2019


Periode Wisuda :

Jurusan Teknik Industri


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas No. 155 Pekanbaru

ABSTRAK

PT. Sejahtera Panca Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang vulkanisir ban.
Perkembangan industri vulkanisir ban memunculkan persaingan yang cukup ketat diantara
vulkanisir ban khususnya di Pekanbaru. Selama ini perusahaan mengalami kesulitan dalam
mencapai target produksi, kesulitan yang dialami perusahaan disebabkan oleh proses produksi
yang dilakukan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh serta buruknya pengelolaan
manajemen keuangan perusahaan. Selama ini perusahaan belum pernah melakukan pengukuran
kinerja secara terintegrasi. Pengukuran kinerja sangat penting bagi perusahaan, dapat membantu
perusahaan untuk mengetahui tingkat performansi kerja yang baik. Untuk era sekarang, cara
terbaik untuk mengukur kinerja adalah dengan memppertimbangkan stakeholder perusahaan dan
mengidentifikasi kebutuhan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan
stakeholder, memberikan usulan dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan menerapkan
metode IPMS yang dikombinasikan dengan AHP. Hasil dari pengukuran kinerja diperoleh
sebanyak 18 KPI yang telah teridentifikasi, terdapat 4 KPI yang diambil dari setiap stakeholder
dengan nilai bobot tertinggi. KPI dengan nilai bobot tertinggi akan diberikan usulan perbaikan.
Dengan dilakukan perbaikan terhadap indikator diharapkan dapat meningkatkan kinerja
perusahaan kedepannya.

Kata Kunci: AHP, IPMS, KPI, Pengukuran Kinerja


COMPANY PERFORMANCE MEASUREMENT BY USING
INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS
(CASE STUDY: PT. SEJAHTERA PANCA JAYA
PEKANBARU)

DENILAH YANI
11452201592

Date Of Final Exam : September, 2019


Period Of Graduation Ceremony :

Department of Industrial Engineering


Faculty of Science and Technology
State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas No. 155 Pekanbaru

ABSTRACT

PT. Sejahtera Panca Jaya is a company engaged in tire retreading. The development of the tire
retreading industry has given rise to stiff competition among tire retreaders, especially in
Pekanbaru. During this time the company has difficulty in achieving production targets, the
difficulties experienced by the company are caused by the production process that is carried out
isn’t proportional to the income earned and poor management of the company’s financial
management. So far the company has never carried out integrated performance measurements.
Performance measurement is very important for the company, can help the company to know the
level of good work performance. For the current era, the best way to measure performance is by
considering company stakeholders and identifying stakeholder needs. The result of performance
measurements obtained as many as 18 KPI have been identified, there are 4 KPI taken from each
stakeholder with the highest weight value. KPI with the highest weight value will be given a
proposed improvement. By making improvements to the indicators expected to improve the
company’s performance going forward.

Keywords: AHP, IPMS, KPI, Performance measurements


KATA PENGANTAR

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Al-hamdulillahirobbil‘alamin


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq
dan hidayah-Nya, sholawat serta salam selalu tercurah kepada Rasullullah
Muhammad SAW, sehingga Penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini
tepat pada waktunya dengan judul ”PENGUKURAN KINERJA
PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRATED
PPERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (IPMS) (STUDI KASUS:
PT. SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU)” sebagai syarat untuk
memperoleh gelar sarjana teknik di Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih dan
penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah banyak memberi
petunjuk, bimbingan, dorongan dan bantuan dalam penulisan laporan Tugas Akhir
ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama pada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, S. Ag., M. Ag selaku Rektor
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
2. Bapak Dr. Drs. H Mas’ud Zein, M. Pd selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
3. Bapak Dr. Fitra Lestari Nohirza, ST., M. Eng selaku Ketua Jurusan Teknik
Industri Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.
4. Ibu Zarnely, M. Kom selaku Sekretaris Jurusan Teknik Industri Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
5. Ibu Silvia, [Link], M. Si sebagai Koordinator Tugas Akhir Jurusan Teknik
Industri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
6. Bapak Muhammad Nur, ST, M. Si selaku dosen pembimbing yang telah
banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing dan
memberikan petunjuk yang sangat berharga bagi penulis dalam penulisan
laporan Tugas Akhir ini.
7. Ibu Melfa Yola, ST., [Link] dan Bapak Muhammad Ihsan Hamdy, ST., MT
yang telah memberikan masukan dan saran yang membangun dalam
penulisan Laporan Tugas Akhir ini.
8. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Teknik Industri Universitas Islam Negeri
Sultan Syarif Kasim Riau yang telah banyak memberikan Ilmu Pengetahuan
bagi penulis selama masa perkuliahan.
9. Teristimewa kepada kedua orang tua penulis Ayahanda Marni, Ibunda
Rosmayati, dan seluruh keluarga besar penulis yang selama ini telah banyak
berjasa memberikan dukungan moril dan materil serta do’a restu sehingga
dapat menempuh pendidikan hingga S1 di Jurusan Teknik Industri
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
10. Bapak Leonardi selaku manajer PT. Sejahtera Panca Jaya yang sudah sangat
membantu dalam proses penelitian ini.
11. Sahabat-Sahabat Penulis Sintia Nursasmawati, Fahrianda, Muhammad Fauzi,
Banif dan teman-teman lainnya yang senantiasa memberikan dukungan,
semangat dan ketenangan.
12. Rekan-rekan seperjuangan, Mahasiswa Teknik Industri UIN SUSKA Riau
khususnya Angkatan 2014 lokal D, Senior, Junior dan Alumni serta sahabat
KKN yang namanya tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah
memberikan semangat serta dorongan kepada penulis.
Penulis menyadari masih terdapat kekurangan pada penulisan Laporan ini.
Penulis mengharapkan adanya kritik maupun saran yang bersifat membangun
yang bertujuan untuk menyempurnakan isi dari laporan tugas akhir ini serta
bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan pada umumnya dan bagi
penulis untuk mengamalkan ilmu pengetahuan di tengah-tengah masyarakat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Pekanbaru, September 2019
Penulis,

(Denilah Yani)

x
DAFTAR ISI

Halaman
COVER ...................................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................... iii
LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ........................ iv
LEMBAR PERNYATAAN ....................................................................... v
LEMBAR PERSEMBAHAN .................................................................... vi
ABSTRAK ................................................................................................ vii
ABSTRACT ................................................................................................ viii
KATA PENGANTAR ............................................................................... ix
DAFTAR ISI ............................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xiv
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xvi
DAFTAR RUMUS .................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xviii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 7
1.3 Batasan Masalah ................................................................... 8
1.4 Tujuan Penelitian .................................................................. 8
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................. 8
1.6 Posisi Penelitian ..................................................................... 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kinerja ................................................................................... 11
2.2 Pengertian Kinerja Perusahaan .............................................. 11
2.2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja dan Penilaian Kinerja. 11
2.2.2 Pengendalian dan Kinerja ............................................. 13
2.2.3 Tujuan Pengukuran Kinerja .......................................... 14
2.2.4 Tujuan Penilaian Kinerja .............................................. 14
2.2.5 Langkah-langkah Pengukuran Kinerja ......................... 14
2.2.6 Manfaat Pengukuran Kinerja ........................................ 15
2.2.7 Manfaat Penilaian Kinerja ............................................ 15
2.3 Key Performance Indicators (KPI) ........................................ 16
2.4 Pengertian Integrated Performance Measurement
System (IPMS) ...................................................................... 17
2.5 Stakeholder ............................................................................ 22
2.6 Analytical Hierarchy Pprocess (AHP) .................................. 26
2.6.1 Langkah-langkah Metode Analytical Hierarchy
Process (AHP) ....................................................................... 28
2.7 Teknik Sampling .................................................................... 31
2.7.1 Probability Sampling .................................................... 31
2.7.2 Nonprobability Sampling .............................................. 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Metodologi Penelitian ............................................................ 34
3.2 Studi Pendahuluan ................................................................. 35
3.3 Studi Literatur ........................................................................ 35
3.4 Identifikasi Masalah ............................................................... 36
3.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian .............................................. 36
3.6 Variabel Penelitian ................................................................ 36
3.6.1 Variabel Bebas .......................................................... 36
3.6.2 Variabel Terikat ......................................................... 37
3.7 Pengumpulan Data ................................................................ 37
3.7.1 Data Primer ................................................................... 37
3.7.2 Data Sekunder ............................................................... 38
3.8 Instrumen Penelitian .............................................................. 38
3.9 Pengolahan Data .................................................................. 39
3.10 Analisa Hasil ......................................................................... 43

xii
3.11 Kesimpulan dan Saran .......................................................... 43

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 Pengumpulan Data ................................................................. 44
4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan .......................................... 44
4.1.2 Struktur Organisasi ....................................................... 44
4.2 Pengolahan Data..................................................................... 47
4.2.1 Mengidentifikasi Level Bisnis Perusahaan.................. 47
4.2.2 Mengidentifikasi Kebutuhan Stakeholder
Perusahaan ................................................................. 49
4.2.3 Mengidentifikasi Eksternal Monitor ................ 51
4.2.4 Mengidentifikasi Objective Bisnis .................... 54
4.2.5 Menentukan Key Peformance Indicators
(KPI)................................................................... 55
4.2.6 Penyusunan Hierarki Kinerja ........................... 57
4.2.7 Validasi dan Spesifikasi Key Performance
Indicator (KPI) ................................................. 58
4.2.8 Pembobotan Key Performance Indicator (KPI)
dengan metode Analitycal Hierarchy Process
(AHP) ................................................................... 59
[Link] Menentukan Bobot Key Performance
Indicator (KPI) menggunakan
Analitycal Hierarchy Process
antar Stakeholder ................................ 60
4.2.9 Pembobotan Antar Sub Kriteria ........................ 65
[Link] Pembobotan Antar Sub Kriteria
Pimpinan ............................................... 65
[Link] Pembobotan Antar Sub Kriteria
Pelanggan ............................................ 67
[Link] Pembobotan Antar Sub Kriteria
Karyawan ............................................. 70

xiii
[Link] Pembobotan Antar Sub Kriteria
Supplier ................................................ 70
4.2.10 Perhitungan Bobot Analitycal Hierarchy
Process Antar KPI Stakeholder
Pimpinan ...................................................... 71
4.2.11 Perhitungan Bobot Analitycal Hierarchy
Process Antar KPI Stakeholder
Pelanggan ...................................................... 76
4.2.12 Perhitungan Bobot Analitycal Hierarchy
Process Antar KPI Stakeholder
Karyawan ....................................................... 81
4.2.13 Perhitungan Bobot Analitycal Hierarchy
Process Antar KPI Stakeholder
Suupplier ........................................................ 83
4.2.14 Perhitungan Bobot Total Key Performance
Indicators (KPI) ........................................... 90

BAB V ANALISA
5.1 Analisis Identifikasi Level Bisnis ............................................ 93
5.2 Analisa Identifikasi Requirement (Kebutuhan atau
keinginan) Stakeholder........................................................... 93
5.3 Analisa Identifikasi Eksternal Monitor.................................... 94
5.4 Analisa Identifikasi Objectives Bisnis dan Validasi,
Spesifikasi KPI ....................................................................... 94
5.5 Analisa Perhitungan Bobot KPI dengan Menggunakan
Metode Analitycal Hierarchy Process ................................. 94
5.6 Analisa Perhitungan Bobot Analitycal Hierarchy
Process antar KPI.................................................................. 95
5.7 Analisa Perhitungan Bobot Total Key Performance
Indicators (KPI) .................................................................... 98
5.8 Usulan Perbaikan .................................................................... 98

xiv
BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan ........................................................................... 100
6.2 Saran ...................................................................................... 102

xv
DAFTAR TABEL

Halaman
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Data Jumlah Produksi Januari 2016 – Desember 2018 ............ 2
1.2 Data Pendapatan PT. Sejahtera Panca Jaya
Tahun 2016-2018 ...................................................................... 5
1.3 Posisi Penelitian ....................................................................... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Stakeholder Wants and Needs................................................... 22
2.2 Interest dan Kepentingan masing-masing Stakeholders ........... 25
2.3 Intensitas Kepentingan .............................................................. 27
2.4 Intensitas Kepentingan pada Kuesioner .................................... 29
2.5 Daftar Indeks Random Consistency (RI) .................................. 31

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 Daftar Stakeholder Requirement Perusahaan ........................... 50
4.2 Hasil Identifikasi External Monitor .......................................... 52
4.3 Objective Perusahaan ............................................................... 54
4.4 Key Performance Indicator (KPI) Perusahaan ......................... 55
4.5 Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Kriteria .................. 60
4.6 Rekapitulasi Rata-rata Pembobotan Setiap Stakeholder ........... 61
4.7 Penjumlahan Matrik Perbandingan Berpasangan Antar
Stakeholder ................................................................................ 62
4.8 Matrik Normalisasi Stakeholder ............................................... 62
4.9 Bobot Parsial Antar Stakeholder ............................................... 63
4.10 Rekapitulasi Nilai Bobot Stakeholder ....................................... 63
4.11 Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Sub Kriteria
Pimpinan ................................................................................... 66
4.12 Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Sub Kriteria
Pelanggan .................................................................................. 67
4.13 Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Sub Kriteria
Karyawan .................................................................................. 68
4.14 Matriks Perbandingan Berpasangan Antar Suub Kriteria
Supplier ..................................................................................... 70
4.15 Rekapitulasi Rata-rata Pembobotan Setiap Stakeholder ........... 72
4.16 Penjumlahan Matrik Perbandingan Berpasangan Antar
Stakeholder ................................................................................ 72
4.17 Matrik Normalisasi Stakeholder ............................................... 73
4.18 Bobot Parsial Antar Stakeholder ............................................... 74
4.19 Rekapitulasi Rata-rata Pembobotan Antar KPI Pelanggan ...... 77
4.20 Penjumlahan Matrik Perbandingan Berpasangan Antar
KPI Pelanggan ........................................................................... 77
4.21 Matrik Normalisasi Antar KPI Pelanggan ............................... 78
4.22 Bobot Parsial Antar KPI Pelanggan .......................................... 79
4.23 Rekapitulasi Rata-rata Pembobotan Antar KPI Karyawan ...... 82
4.24 Rekapitulasi rata-rata pembobotan Antar KPI Karyawan ........ 82
4.25 Matrik Normalisasi Antar KPI Karyawan ................................ 83
4.26 Bobot Parsial Antar KPI Karyawan .......................................... 83
4.27 Rekapitulasi Rata-rata Pembobotan Antar KPI Supplier .......... 86
4.28 Penjumlahan Matrik Perbandingan Berpasangan Antar
KPI Pelanggan ........................................................................... 87
4.29 Matrik Normalisasi Antar KPI Supplier ................................... 87
4.30 Bobot Parsial Antar KPI Supplier .............................................
4.31 Rekaptulasi Bobot Total Key Performance Indicator (KPI) .... 88

BAB V ANALISA
5.1 Permasalahan dan Usulan Perbaikan KPI ................................. 98

xii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Grafik Produksi Ban PT. Sejahtera Panca Jaya .......................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pembagian Level Organisasi ....................................................... 19
2.2 Tingkat rekursi dan arsitektur SM suatu perusahaan .................. 20
2.3 Integrated Performance Measurement Systems .......................... 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Flow Chart Metodologi Penelitian.............................................. 34
3.2 Pembagian Level Organisasi ....................................................... 40

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 Struktur Organisasi PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru........... 45
4.2 Pembagian Level Organisasi ....................................................... 48
4.3 Stakeholder PT. Sejahtera Panca Jaya......................................... 49
4.4 Hieraki Kinerja Perusahaan PT. Sejahtera Panca Jaya ............... 57
DAFTAR RUMUS

Halaman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Rumus 2.1 Langkah 1 Menentukan besarnya bobot .................................. 29
Rumus 2.2 Langkah 2 Menentukan besarnya bobot ................................... 30
Rumus 2.3 Langkah 3 Menentukan besarnya bobot .................................. 30
Rumus 2.4 Perkalian Baris .......................................................................... 30
Rumus 2.5 Perhitungan Vektor Prioritas .................................................... 30
Rumus 2.6 Perhitungan Nilai Eigen Maksimum VA .................................. 30
Rumus 2.7 Menghitung Nilai Consistency Index ....................................... 30
Rumus 2.8 Menghitung Consistensy Ratio ................................................. 30
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
A. Kuesioner Penelitian ............................................................................. A-1
B. Surat Balasan Perusahaan …………………………………………… B-1
C. Dokumentasi …………………………………………………………. C-1
D. Jurnal Penelitian ……………………………………………………… D-1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persaingan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Setiap perusahaan
dituntut untuk berbenah dalam setiap aspek-aspek kinerja perusahaannya,
sehingga perusahaan dapat tetap bersaing dengan perusahaan lain. Pada saat ini,
perusahaan dihadapkan pada kompleksitas dan turbulensi dalam lingkungan
bisnisnya, dengan lingkungan yang demikian menuntut suatu manajemen yang
fleksibel dan dinamis dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Untuk
dapat tetap eksis dalam dunia bisnis dengan persaingan yang begitu keras,
perusahaan harus dapat mengikuti perkembangan yang ada dengan sebaik-
baiknya, baik dari segi internal perusahaan, maupun dari segi eksternal. Media
untuk hal tersebut adalah dengan mengetahui tingkat perfomasi perusahaan
dengan melakukan pengukuran kinerja.
Setiap perusahaan harus melakukan pengukuran kinerja perusahaan agar
perusahaan dapat mengetahui tingkat performansi kerja yang baik. Pengukuran
kinerja dilakukan karena pada dasarnya perusahaan perlu mengevaluasi dan
merencanakan kinerja sehingga terjadi peningkatan proses kinerja, yang ditandai
dengan pencapaian laba yang berkesinambungan untuk mencapai kesejahteraan
bersama bagi pemilik usaha, karyawan, dan stakeholder lainnya.
Perkembangan industri vulkanisir ban memunculkan persaingan yang
sangat ketat diantara vulkanisir ban khususnya di wilayah Pekanbaru seperti
Sumatera Ban, Timur Jaya, Sumber Vulkanisir Super dan lain sebagainya.
Stakeholder adalah sekelompok orang yang berperan penting dalam suatu
perusahaan disamping pihak yang menerima dan menggunakan barang dan jasa
yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Dengan diketahuinya keinginan dan
kebutuhan dari stakeholder sehingga dapat membuat kinerja suatu perusahaan
menjadi meningkat dikarenakan stakeholder merupakan faktor penting dan
mempunyai hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung pada
perusahaan.
PT. Sejahtera Panca Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
vulkanisir ban. Vulkanisir ban atau dikenal dengan retreading adalah proses
remanufaktur yang bertujuan untuk menambah umur ban yang telah digunakan.
Proses ini dilakukan dengan cara melapisi kembali ban yang telah aus digunakan
dengan tapak baru. Banyaknya permintaan dan kebutuhan pelanggan akan ban
maka perusahaan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan produk yang
berkualitas. Agar mampu bertahan dengan banyaknya persaingan perusahaan
memerlukan pengukuran kinerja yang terorganisir dan terintegrasi.
PT. Sejahtera Panca Jaya melakukan proses produksi setiap hari untuk
memenuhi targetnya, tetapi perusahaan belum bisa memenuhi target produksi
yang telah ditetapkan. Target produksi di PT. Sejahtera Panca Jaya dijadikan
sebagai tolok ukur agar produksi yang dilakukan tidak kurang dan tidak lebih.
Berikut ini merupakan data produksi dan target perusahaan di PT. Sejahtera Panca
Jaya Pekanbaru.
Tabel 1.1 Data Jumlah Produksi Januari 2016 – Desember 2018
Target Jumlah
Tahun Bulan Keterangan
Produksi (Ban) Produksi (Ban)
Januari 1400 1386 Tidak Tercapai
Februari 1400 1008 Tidak Tercapai
Maret 1400 1154 Tidak Tercapai
April 1400 1626 Tercapai
2016
Mei 1400 1090 Tidak Tercapai
Juni 1400 1209 Tidak Tercapai
Juli 1400 1005 Tidak Tercapai
Agustus 1400 1554 Tercapai
September 1400 1252 Tidak Tercapai
Oktober 1400 1348 Tidak Tercapai
November 1400 1520 Tercapai
Desember 1400 1258 Tidak Tercapai
Januari 1400 1158 Tidak Tercapai
Februari 1400 1212 Tidak Tercapai
2017
Maret 1400 1215 Tidak Tercapai
April 1400 1127 Tidak Tercapai
(Sumber: PT. Sejahtera Panca Jaya , 2019)

2
Tabel 1.1 Data Jumlah Produksi Januari 2016 – Desember 2018 (Lanjutan)
Target Jumlah
Tahun Bulan Keterangan
Produksi (Ban) Produksi (Ban)
Mei 1400 1159 Tidak Tercapai
Juni 1400 1205 Tidak Tercapai
Juli 1400 1207 Tidak Tercapai
Agustus 1400 1091 Tidak Tercapai
September 1400 1238 Tidak Tercapai
Oktober 1400 1570 Tercapai
November 1400 1335 Tidak Tercapai
Desember 1400 1269 Tidak Tercapai
Januari 1400 1125 Tidak Tercapai
Februari 1400 1432 Tercapai
Maret 1400 1213 Tidak Tercapai
April 1400 1246 Tidak Tercapai
Mei 1400 1297 Tidak Tercapai
2018 Juni 1400 803 Tidak Tercapai
Juli 1400 1211 Tidak Tercapai
Agustus 1400 1110 Tidak Tercapai
September 1400 1557 Tercapai
Oktober 1400 1302 Tidak Tercapai
November 1400 1178 Tidak Tercapai
Desember 1400 1272 Tidak Tercapai
(Sumber: PT. Sejahtera Panca Jaya , 2019)

Kesulitan PT. Sejahtera Panca Jaya dalam mencapai target produksi dapat
disebabkan oleh beberapa faktor yaittu salah satunya disebabkan oleh kondisi
manajemen. Terlihat pada Tabel 1.1 tidak tercapainya pemenuhan target produksi
disebabkan ketidaksanggupan karyawan dalam mencapai target produksi
diakibatkan oleh keterlambatan karyawan dalam memulai pekerjaan. Karyawan
yang kurang disiplin, seharusnya jam kerja dimulai dari jam 08.00 – 16.00 WIB
tetapi karyawan mulai bekerja tidak tepat waktu, karyawan lebih sering memulai
pekerjaan pada jam 09.00 WIB. Tidak mematuhi peraturan yang telah ditetapkan
menyebabkan tidak efektifnya jam kerja yang dimiliki oleh karyawan vulkanisir.
Jumlah produksi vulkanisir ban di PT. Sejahtera Panca Jaya dapat dilihat lebih
jelas pada Gambar 1.1..

3
Grafik Produksi Vulkanisir Ban
1800
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35

Target Produksi Jumlah Produksi

Gambar 1.1 Grafik Produksi Ban PT. Sejahtera Panca Jaya


(Sumber: PT. Sejahtera Panca Jaya, 2019)

Dari Gambar 1.1, terlihat bahwa produksi ban oleh PT. Sejahtera Panca
Jaya banyak tidak mencapai target sehingga dapat dihitung pada Tahun 2016,
2017 dan tahun 2018 hanya tercapai 6 kali. Yaitu pada Tahun 2016 pada bulan
April, Agustus dan November. Tahun 2017 pada bulan Oktober dan Tahun 2018
pada bulan Februari dan bulan September. Target produksi untuk setiap tahunnya
selalu berjumlah 1400 ban/bulan. Berdasarkan Gambar 1.1 Grafik produksi
vulkanisir dapat dilihat turun naik (berfluktuasi) bahkan terjadi penurunan
produksi yang sangat drastis. Penurunan target produksi ini terjadi karena
beberapa hal, diantaranya ban yang sudah selesai dikerjakan masih ada yang
belum dijemput langsung oleh distributor (pelanggan). Bahkan keterlambatan
dalam menjemput ban yang telah selesai ini molor dalam 1 (satu) hingga 3 (tiga)
bulan. Molor ini menyebabkan tidak semua ban yang digunakan pelanggan datang
kembali ke vulkanisir. 2 hal yang menyebabkan ban yang sudah selesai
dikerjakan belum dijemput oleh pelanggan yaitu, pertama pelanggan belum
menjual semua ban yang ada ditempatnya. Ban milik pelanggan yang belum
habis terjual semua, sehingga pelanggan belum bisa menjemput ban baru yang ada
di vulkanisir. Kedua, adanya hutang pelanggan kepada perusahaan yang
menyebabkan perusahaan belum mau memberikan ban yang sudah selesai mereka
kerjakan kepada pelanggan. Ban baru yang sudah divulkanisir akan di berikan

4
kepada pelanggan apabila pelanggan sudah melunasi hutangnya dahulu kepada
perusahaan. Kejadian ini menyebabkan perusahaan sulit untuk mencapai
pendapatan yang telah perusahaan tetapkan.
Hal ini menyebabkan pendapatan perusahaan juga tidak tercapai . Hal ini
dapat dilihat pada Tabel 1.2 dibawah ini:
Tabel 1.2 Data Pendapatan PT. Sejahtera Panca Jaya Tahun 2016 - 2018
Tahun Bulan Target Jumlah Keterangan
Pendapatan Pendapatan
(Rp)
Januari 150,000,000 127,800,000 Tidak Tercapai
Februari 150,000,000 102,000,000 Tidak Tercapai
Maret 150,000,000 120,000,000 Tidak Tercapai
April 150,000,000 165,500,000 Tercapai
Mei 150,000,000 98,000,000 Tidak Tercapai
2016 Juni 150,000,000 130,000,000 Tidak Tercapai
Juli 150,000,000 135,000,000 Tidak Tercapai
Agustus 150,000,000 137,000,000 Tidak Tercapai
September 150,000,000 140,000,000 Tidak Tercapai
Oktober 150,000,000 122,000,000 Tidak Tercapai
November 150,000,000 170,000,000 Tercapai
Desember 150,000,000 118,800,000 Tidak Tercapai
2017 Januari 150,000,000 150,500,000 Tidak Tercapai
Februari 150,000,000 135,000,000 Tidak Tercapai
Maret 150,000,000 145,000,000 Tidak Tercapai
April 150,000,000 100,500,000 Tidak Tercapai
Mei 150,000,000 141,500,000 Tidak Tercapai
Juni 150,000,000 125,000,000 Tidak Tercapai
Juli 150,000,000 120,000,000 Tidak Tercapai
Agustus 150,000,000 108,500,000 Tidak Tercapai
September 150,000,000 125,000,000 Tidak Tercapai
Oktober 150,000,000 170,200,000 Tercapai
November 150,000,000 140,000,000 Tidak Tercapai
Desember 150,000,000 128,500,000 Tidak Tercapai
(Sumber: PT. Sejahtera Panca Jaya , 2019)

5
Tabel 1.2 Data Pendapatan PT. Sejahtera Panca Jaya Tahun 2016 - 2018
Tahun Bulan Target Jumlah Keterangan
Pendapatan Pendapatan
(Rp)
2018 Januari 150,000,000 159,020,000 Tercapai
Februari 150,000,000 115,600,000 Tidak Tercapai
Maret 150,000,000 133,780,000 Tidak Tercapai
April 150,000,000 129,300,000 Tidak Tercapai
Mei 150,000,000 132,000,000 Tidak Tercapai
Juni 150,000,000 39,000,000 Tidak Tercapai
Juli 150,000,000 135,300,000 Tidak Tercapai
Agustus 150,000,000 139,000,000 Tidak Tercapai
September 150,000,000 173,800,000 Tercapai
Oktober 150,000,000 130,500,000 Tidak Tercapai
November 150,000,000 125,700,000 Tidak Tercapai
Desember 150,000,000 113,000,000 Tidak Tercapai
(Sumber: PT. Sejahtera Panca Jaya , 2019)

Berdasarkan data pada Tabel 1.2 terlihat bahwa perusahaan tidak dapat
memenuhi target pendapatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dengan target
pendapatan perusahaan adalah sebesar Rp. 150.000.000,-/bulan. Tercapainya
target penjualan suatu produk adalah tujuan utama dalam menjalankan suatu
bisnis. Seperti halnya dengan PT. Sejahtera Panca Jaya, perusahaan selalu
berusaha dalam mencapai targetnya namun yang terjadi adalah sebaliknya.
Minimnya pencapaian target produksi menyebabkan pendapatan perusahaan juga
ikut menurun. Penyebab dari tidak tercapainya target penjualan salah satunya
adalah kurang matangnya perencanaan dalam hal finansial, hal ini terlihat pada
perusahaan selaku produsen yang tidak mampu menjalankan proses atau prosedur
perjanjian penjemputan barang yang telah selesai diproduksi. Ban yang
seharusnya selesai produksi harus langsung dijemput dan dibayar oleh pelanggan,
tetapi terdapat temuan adanya tumpukan ban yang sudah lama belum dijemput
oleh pelanggan. Ban yang telah selesai dikerjakan malah menumpuk di gudang
perusahaan, luas tumpukan ban yang terlihat adalah seluas 15m x 15 m dengan
banyak tumpukan sebanyak 200 hinggan 300 ban. Efek dari banyaknya tumpukan
ban yang disimpan di perusahaan ini adalah modal bahan baku yang sudah dipakai

6
pada ban yang sudah divulkanisir seharusnya sudah kembali lagi, tetapi tertahan
oleh pelanggan.
Dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan pengukuran kinerja
dengan pendekatan Integrated Performance Measurement Systems (IPMS),
penilaian kinerja yang baik haruslah terintegrasi untuk semua unit dan aktivitas di
PT. Sejahtera Panca Jaya, serta mencakup semua kebutuhan stakeholders. Jika
penilaian kinerja tidak dilakukan secara terintegrasi untuk semua unit dan
aktivitas, maka akan sulit untuk menentukan faktor-faktor penentu keberhasilan
dalam peningkatan kinerja. Metode IPMS adalah salah satu metode pengukuran
kinerja yang mendasarkan pada kebutuhan stakeholder. Salah satu tahapan dalam
IPMS adalah membobotkan indikator yang berpengaruh terhadap capaian kinerja.
IPMS merupakan suatu metode yang mengukur kinerja secara terintegrasi
dan berbasis pada keinginan skateholders. Objectives ditentukan untuk memenuhi
keinginan stakeholdes, sehingga akan dapat ditentukan key performance
indicators yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilannya. Dalam sistem
pengukuran kinerja yang dirancang setiap KPI memiliki bobot yang berbeda
terhadap kinerja. Oleh karena itu, di dalam melakukan pembobotan untuk masing-
masing KPI dalam sistem pengukuran kinerja digunakan konsep Analytical
Hierarchy Process (AHP). AHP adalah prosedur yang berbasis matematis yang
sangat baik dan sesuai untuk kondisi evaluasi atribut-atribut kualitatif.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengajukan
judul Tugas Akhir “ Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Metode
Integrated Performance Measurement Systems (IPMS) dan Analytical
Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus PT. Sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru)”.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan permasalahan yang terdapat di latar belakang, maka rumusan
masalah yang diperoleh adalah bagaimana mengukur kinerja perusahaan dengan
menggunakan metode Integrated Performance Measurement Systems (IPMS) di
PT. Sejahtera Panca Jaya.

7
1.3 Batasan Masalah
Agar permasalahan tidak meluas pada penelitian ini, maka dibutuhkan
batasan masalah untuk dapat membuat pembahasan yang dilakukan tidak melebar
pada permasalahan yang lainnya. Adapaun batasan permasalahannya adalah
sebagai berikut:
1. Stakeholder perusahaan adalah pemilik, karyawan, pemasok dan
pelanggan.
2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data Tahun 2016 - 2 018.
3. Dalam penelitian ini penulis tidak membahas tentang biaya dan keuangan
perusahaan untuk menghindari kerahasiaan perusahaan.

1.4 Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan permasalahan yang ada yaitu:
1. Mengidentifikasi stakeholder dan kebutuhan stakeholder
2. Mengukur kinerja perusahaan dengan metode Integrated Performance
Measurement Systems dan Analytical Hierarchy Process (AHP).
3. Memberikan usulan perbaikan kinerja perusahaan berdasarkan hasil sistem
pengukuran kinerja.

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Bagi PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru
Penelitian ini hendaknya bisa dijadikan sebagai panduan untuk perusahaan
guna memperbaiki kinerja perusahaan kedepannya.
2. Bagi Peneliti
Dapat mengetahui bagaimana cara memecahkan permasalahan dan sebagai
pelajaran dalam meningkatkan kemampuan dibidang penelitian, sehingga
dapat diterapkan di perusahaan peniliti kerja nantinya terutama PT.
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru atau di tempat lain dengan melakukan
penelitian lebih lanjut

8
1.6 Posisi Penelitian
Penelitian mengenai pengukuran kinerja telah dilakukan sebelumnya oleh
beberapa peniliti. Agar dalam penelitian ini tidak terjadi penyimpangan dan
penyalinan maka perlu ditampilkan posisi penelitian. Berikut adalah posisi
penelitian tugas akhir ini.
Tabel 1.3 Posisi Penelitian
Objek
Peneliti Judul Penelitian Tujuan Metode Tahun
Penelitian
Mengukur dan
Usulan Perbaikan menganalisa
Kinerja Perusahaan kinerja Globalindo
(KPI) dengan Intimates
PT.
Menggunakan berdasarkan hasil
Sugeng Globalindo Performance
Metode perancangan yang
Priyo Intimates Prism dan 2017
Performance Prism telah dilakukan
Wibowo Klaten Jawa OMAX
dan Metode OMAX kemudian
Tengah
di PT. Globalindo merekomendasika
Intimates Klaten n usulan
Jawa Tengah perbaikan kinerja
perusahaan
Analisis
Pengukuran Kinerja
SMP Dakwah Untuk mengetahui
Pekanbaru pencapaian kinerja
SMP
Hafizh Menggunakan pada organisasi
Dakwah IPMS 2017
Kurnia Metode Integrated pendidikan
Pekanbaru
khususnya dalam
Performance
lingkup sekolah
Measurement
Systems
Denilah Pengukuran Kinerja Untuk PT. Sejahtera IPMS dan 2019
Yani Perusahaan dengan Menentukan key Panca Jaya AHP
menggunakan performance Pekanbaru
Integrated indicators yang
Performance bisa digunakan
Measurement untuk mengukur
Systems dan kinerja perusahaan
Analytical secara
menyeluruh.
Hierarchy
Process (AHP) di
PT. Sejahtera
Panca Jaya

9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kinerja
Pengertian dari kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai
dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Faktor yang mempengaruhi
pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi
(motivation). Kriteria keberhasilan ini bisa berupa tujua atau target yang ingin
dicapai. Tanpa adanya sebuah tujuan atau target, kinerja seseorang tidak akan bisa
diketahui seberapa besarnya karena tidak adanya tolak ukur (Wibowo, 2017).

2.2 Pengertian Kinerja Perusahaan


Kinerja perusahaan adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas
perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang
dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumber
daya – sumber daya yang dimiliki (Widodo,2011). Kinerja perusahaan adalah
ukuran tingkat keberhasilan manajemen dalam mengelola sumberdaya keuangan
perusahaan, terutama pada pengelolaan investasi sebagai upaya untuk
menciptakan nilai bagi pemegang saham. Artinya, kinerja perusahaan merupakan
indikator tingkatan prestasi yang dicapai dan mencerminkan keberhasilan manajer
atau pengusaha (Simbolon, 2015).
Pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat kinerja perusahaan,
apakah perusahaan tersebut telah berjalan dengan baik, yaitu dengan tercapainya
tujuan perusahaan yang telah ditetapkan atau justru mengalami kemunduran. Hasil
pengukuran kinerja dapat dijadikan landasan bagi perusahaan dan melakukan
perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kinerja, sehingga pada akhirnya
perusahaan dapat meningkatkan daya saingnya (Susetyo, 2013).

2.2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja dan Penilaian Kinerja


Adapun pengertian dari pengukuran kinerja dan penilaian kinerja adalah
sebagai berikut:
1. Pengukuran Kinerja
Pengertian pengukuran kinerja sebagai berikut:
“feedback from the accountant to management that provides information
about how well the action represent the plants; it also identifies where
manager may need to makecorrections or adjustment in future planning
and controlling activities”.
Pengukuran kinerja dapat diartikan sebagai upaya untuk melakukan
penilaian terhadap kualitas aktifitas kerja yang dilakukan. Pengukuran
kinerja juga dapat diartikan sebagai penentu secara periodik efektifitas
operasional bagian organisasi dan personilnya berdasarkan standar dan
kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional
organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar
dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Beberapa elemen pengukuran kinerja adalah sebagi berikut (Febriarso,
2008):
1) Perbaikan Kinerja
Perbaikan kinerja dapat diukur berasarkan:
a. Kecepatan, kecepatan dalam sebuah proses akan dapat
meningkatkan efisiensi
b. Kualitas, kecepatan tanpa kualitas merupakan hal yang sia-sia,
maka kualitas merupakan suatu keharusan dalam pengukuran
kinerja
c. Layanan, sebuah pelayanan yang buruk akan menghapuskan
manfaat apapun yang dicapai dalam kecepatan dan kualitas
d. Nilai, nilai adalah kombinasi dari kecepatan, kualitas dan harga
yang memungkinkan pelanggan untuk merasakan bahwa mereka
mendapatkan sesuatu yang lebih daripada yang mereka
bayangkan.
2) Pengembangan Karyawan

12
Segmen proses penilaian kinerja ini berhubungan dengan keahlian
karyawan. Tugas utama dalam sebuah kepemimpinan adalah untuk
mengembangkan kemampuan karyawan sehingga menciptakan
karyawan yang berkualitas yang menghargai kepemimpinan itu.
3) Kepuasan karyawan
Kepuasan karyawan merupakan elemen kunci dalam perbaikan
kinerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan karyawan
adalah sebagai berikut:
a. Keanekaragaman
b. Perkembangan
c. Pembelajaran
d. Partisipasi
e. Pengakuan
f. Keamanan
4) Keputusan Kompensasi
Dengan selalu mengaitkan kompensasi karyawan dengan hasil-hasil
yang dikuantifikasikan dan dengan memastikan bahwa para
karyawan dapat menelusuri kemajuan mereka akan dapat memacu
motivasi. Hal ini dikarenakan sangat sulit untuk tetap bermotivasi
jika penghargaannya tidak jelas.
5) Komunikasi
Dengan adanya komunikasi yang jelas antara karyawan dan
pimpinan maka akan memungkinkan melakukan evaluasi kinerja
secara bersama-sama. Dan hal ini merupakan jaring pengaman baik
pimpinan maupun karyawan tidak akan terkejut dalam penilaian
kinerja selanjutnya.

2.2.2 Pengendalian dan Kinerja


Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel yang
meliputi manusia, benda, situasi dan organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran
yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kinerja adalah suatu tampilan
keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan

13
hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam
memanfaatkan sumber daya – sumber daya yang dimiliki.

2.2.3 Tujuan Pengukuran Kinerja


Tujuan dari pengukuran kinerja adalah untuk menghasilkan data, yang
kemudian apabila data tersebut dianalisis secara tepat akan memberikan informasi
yang akurat bagi pengguna data tersebut. Berdasarkan tujuan pengukuran kinerja,
maka suatu metode pengukuran kinerja harus dapat menyelaraskan tujuan
organisasi perusahaan secara keseluruhan (goal congruence).

2.2.4 Tujuan Penilaian Kinerja


Tujuan utama penilaian kinerja adalah untuk memotivasi personel dalam
mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku berupa
kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran
organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil
yang diinginkan oleh organisasi.

2.2.5 Langkah-langkah Pengukuran Kinerja


Terdapat beberapa tahap mengenai pengukuran kinerja perusahaan:
1. Mendesain
Proses mendesain meliputi beberapa aktivitas, antara lain seperti
menentukan model apa yang dipilih termasuk kerangka kinerjanya
sampai penentuan indikator kinerja utama. Indikator tersebut harus
dalam bentuk metrik yang dapat diukur dan dapat merepresentasikan
tujuan strategis dari organisasi.
2. Mengukur
Indikator-indikator yang telah ditentukan dalam tahap desain kemudian
diterapkan untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan data-data
aktual perusahaan.
3. Mengevaluasi
Tahap selanjutnya adalah mengevaluasi hasil pengukuran yang telah
dilakukan.
4. Menindaklanjuti

14
Hasil yang diperoleh pada tahap evaluasi kemudian ditindaklanjuti
dengan menentukan indikator-indikator mana saja yang menunjukkan
kinerja yang sudah baik dan indikator-indikator mana saja yang masih
menunjukkan kinerja yang buruk.
5. Mengevaluasi kembali
Tahap selanjutnya adalah mengevaluasi kembali apakah
sistempengukuran kinerja yang telah disusun dan diterapkan tersebut
telah sesuai atau belum dengan kebutuhan perusahaan. Sistem tersebut
juga dievaluasi kembali apakah sudah dapat mencerminkan kinerja
perusahaan yang sesungguhnya atau belum.

2.2.6 Manfaat Pengukuran Kinerja


Manfaat sistem pengukuran kinerja yang baik adalah:
1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa
perusahaan lebih dekat pada pelangganya dan membuat seluruh orang
dalam organisasi terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada
pelanggan.
2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata
rantai pelanggan dan pemasok internal.
3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya
pengurangan terhadap pemborosan tersebut (reduction of waste)
4. Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih
konkrit sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi
5. Membangun consensus untuk melakykan suatu perubahan dengan memberi
reward atas perilaku yang diharapkan itu.

2.2.7 Manfaat Penilaian Kinerja


Manfaat dari penilaian kinerja bagi manajemen perusahaan adalah sebagai
berikut:
1. Mengelola operasi secar efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan
secara maksimum
2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan,
seperti: promosi, transfer dan permberhentian.

15
3. Mengidentifikasikan kebuthan pelatihan dan pengembangan karyawan dan
untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan
karyawan.
4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan
mereka menilai kinerja mereka
5. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
6. Penghargaan digolongkan dalam dua (2) kelompok, yaitu: penghargaan
intrinsik dan penghargaan ekstrinsik.

2.3 Key Performance Indicators (KPI)


KPI (Key Performance Indicators) atau indikator kinerja kunci dalam
bahasa Indonesia, adalah matriks finansial ataupun non-finansial yang digunakan
untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap
sasaran organisasi. Pada organisasi bisnis, KPI digunakan dalam intelijen bisnis
untuk menilai keadaan saat ini suatu bisnis dan menentukan suatu kebijakan
tindakan terhadap keadaan tersebut. KPI pada umumnya digunakan untuk menilai
aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan,
kepemimpinan, perjanjian, layanan dan kepuasan. KPI umumnya dikaitkan dengan
strategi organisasi. Komponen KPI akan berbeda tergantung sifat dan strategi
organisasi. KPI merupakan bagian dari kunci suatu sasaran terukur yang terdiri dari
arahan, indikator kinerja, tolak ukur, target dan kerangka waktu (Papilo, 2012).
Key Performance Indicators (KPI) dapat diartikan sebagai indikator yang
akan memberikan informasi sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan sasaran
strategis yang telah kita tetapkan. Dalam menyusun KPI baiknya harus menetapkan
indikator kinerja yang jelas, spesifik dan terukur (Rosmiati, 2015).
Penilaian kinerja berdasarkan KPI bertujuan untuk:
1) Mengukur kesehatan dan kesejahteraan organisasi secara keseluruhan
2) Memfokuskan pada aspek atau area dari suatu kinerja oraganisasi yang
kritikal dan vital secara berkelanjutan dan mengacu pada kesuksesan di
masa yang akan datang.
3) Mengukur suatu kesuksesan dalam area yang dianggap penting dan proses
yang mempengaruhi customer, pekerja, shareholder dan stakeholder.

16
4) Membangun total organisasi, individu departemen dan individual team
sangat penting bagi perusahaan atau organisasi untuk paling tidak
mengidentifikasi KPI nya.
Kunci untuk mengidentifikasi suatu KPI adalah:
a. Menganalisa atau mendefinisikan proses bisnis
b. Mengetahui dengan jelas goals (tujuan-tujuan) atau performansi
yang diharapkan untuk proses bisnisnya.
c. Memiliki pengukuran kuantitatif dan kualitatif
d. Menginvestigasikan variasi dan mengambil proses-proses atau
sumber daya untuk memperoleh tujuan-tujuan pendek.

2.4 Pengertian Integrated Performance Measurement Syistem (IPMS)


Menurut Neely et al. dalam Sriwandi (2012) PMS adalah sistem yang
dinamis dan seimbang, yang memberikan pandangan holistik dari penggunaan
berbagai perspektif dan pengukuran. Pada dasarnya, model dan kerangka kerja
PMS dirancang untuk mendukung manajemen dalam meningkatkan kinerja melalui
pengambilan keputusan yang lebih baik. Model ini mengusulkan bahwa
pengukuran PMS harus dikaitkan dengan strategi, misi, visi, dan kontrol.
Manajemen harus secara teratur memantau dan meninjau hasil kinerja dan
mengevaluasi perubahan di pasar melalui sistem kontrol diagnostik dan interaktif.
Melalui umpan balik dan sistem kontrol umpan-maju dapat membantu
meningkatkan efisiensi perusahaan dan juga mengidentifikasi peluang baru.
Komitmen berarti kepercayaan pada nilai-nilai organisasi dan akan
berusaha untuk mencapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, komitmen
terhadap tujuan dapat meningkatkan peningkatan kinerja perusahaan. Tambahan,
sistem kontrol perbatasan dapat memotivasi karyawan untuk mencari ide-ide baru
dalam lingkup yang dapat diterima dan telah ditentukan. Sehingga, jika diterapkan
dengan benar, sistem ini dapat menghindari potensi risiko, yang dalam giliran
meningkatkan kinerja organisasi (Sriwandi, 2012).
Pengukuran kinerja sebuah perusahaan merupakan kunci untuk menjadi
efektif dan efisien. Jika tidak ada pengukuran berarti tidak bisa dikelola. Persoalan
yang sering dihadapi berkaitan dengan implementasi sebuah sistem pengukuran
kinerja adalah adnya kesalahpahaman perancang maupun praktisi dalam

17
menerjemahkan beberapa komponen dasar yang meliputi ukuran kinerja,
pengukuran kinerja dan sistem pengukuran kinerja. Ketidaktepatan ini dapat
menimbulkan ketidak-optimalan bahkan kesalahan dalam pengambilan keputusan
(Hendrastuti, 2011).
Integrated Performance Measurement Syistem (IPMS) merupakan metode
pengukuran kinerja yang terintegrasi yaitu mengukur kinerja suatu perusahaan
yang dilakukan secara top-down dengan memperhatikan kebutuhan dari setiap
stakeholdernya dan tetap memonitor posisi perusahaan terhadap pesaingnya. IPMS
merupakan sistem pengukuran kinerja yang dibuat di Centre for Statistic
Manufacturing University of Stratchlcle, Glasgow. Tujuannya yaitu untuk
mendeskripsikan bentuk pengukuran kinerja dalam arti yang tepat, untegrasi,
efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut, secara garis besar
dideskripsikan menjadi dua (2) kegiatan utama, yakni:
1) Pendeskripsian komponen pokok dari sistem pengukuran kinerja
2) Membuat garis arahan pengukuran kinerja terbaik yang sebaiknya
digunakan.
Sebagai salah satu metode yang digunakan dalam pengukuran kinerja, IPMS
memiliki ciri-ciri sebaga berikut (Winarni, 2012):
1) Menyusun seluruh tugas dan aktivitas perusahaan sesuai dengan tujuan
kritis level atas.
2) Memberikan kendali bisnis pada semua bagian dalam perusahaan,
searah dengan strategi bisnis yang dimiliki.
3) Melakukan program perbaikan yang searah dengan strategi bisnis
perusahaan.
Model IPMS membagi level bisnis suatu oragnisasi menjadi empat (4)
level, yaitu bisnis induk, Unit bisnis, Proses bisnis dan aktivitas bisnis. Sehingga
perancangan sistem penilaian kinerja dengan model IPMS harus mengikuti
tahapan-tahapan. Performance Measurement Systems:

18
Bisnis Induk

Unit Bisnis

Proses Bisnis

Aktivitas

Gambar 2.1 Pembagian Level Organisasi


(Winarni,2012)

Level bisnis menjabarkan seluruh bisnis perusahaan dengan beberapa unit


bisnis yang ada di dalamnya. Unit bisnis adalah bagian dariperusahaan yang
memiliki fungsi dan proses bisnis tertentu yang bertujuan untuk melayani sebagian
segmen pasar sesuai dengan tuntutan pasar yang semakin ketat. Setiap unit bisnis
terdiri dari sejumlah proses bisnis yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu:
1. Proses bisnis inti merupakan alasan dasar bagi keberadaan suatu perusahaan
2. Proses bisnis pendukung, yang mendukung proses bisnis inti. Proses bisnis
inti merupakan stakeholder dari proses bisnis pendukung.
Keempat level bisnis dalam IPMS kemudian diidentifikasi Key
Performance Indicator-nya, berdasarkan stakeholder requirement, eternal monitor
dan objectives. Proses perancangan sistem pengukuran kinerja berdasarkan
Integrated Performance Measurement System berlansung secara top-down dari
level bisnis ke aktivitas.
Model referensi menggunakan struktur dasar ini untuk mengintegrasikan
konsep-konsep berikut ke dalam kerangka kerja tunggal (Bititc, Carrie dan Liam,
2016):
 Penerapan Kebijakan. Penempatan tujuan perusahaan dan
pemangku kepentingan di seluruh organisasi.

19
 Kriteria Kompetitif dan Pembandingan. Definisi kunci kompetitif
faktor dan posisi Bisnis dan Unit Bisnis dalam daya saingnya
lingkungan Hidup.
 Orientasi Proses. Berfokus pada proses bisnis utama untuk
mengelola bisnis kinerja.
 Perencanaan Normatif. Metodologi pengukuran yang membedakan
antara Aktualitas, Kemampuan dan Potensi.

Gambar 2.2 Tingkat rekursi dan arsitektur SM suatu perusahaan

Stakeholders

External Monitor

Objectives

Aktivitas

Gambar 2.3 Integrated Performance


Measurement Systems
(Winarni, 2012)

20
Penjelasan dari setiap elemen-elemennya dapat dilihat di bawah ini.
1. Stakeholders
Stakeholders adalah pihak-pihak yang berkepentingan pada suatu
perusahaan, antara lain pemegang saham, pemilik bisnis, pegawai atau
karyawan, pelanggan, pemasok dan masyarakat. Dalam Integrated
Performance Measurement Systems, dilakukan identifikasi stakeholder,
kemudian diidentifikasi juga apa yang menjadi keinginan dari tiap-tiap
stakeholder terhadap bisnis perusahaan.
2. Eternal Monitor
Perusahaan harus mengetahui posisinya terhadap pesaingnya untuk
mengetahui perkembangan kebutuhan dari bisnis. Posisi persaingan dapat
ditunjukkan dengan penjelasan dari stakeholder requirement.
3. Objectives
Objectives atau tujuan dalam penyusunannya didasarkan atas kebutuhan
dengan target dan skala waktu yang tepat. Tujuan didasarkan pada
kebutuhan stakeholder.
4. Performance Measure
Pengukuran kinerja dalam suatu perusahaan adalah suatu hal penting yang
harus dilakukan, sehingga perusahaan dapat mengetahui sejauh mana
pencapaian tujuannya.

Berikut adalah tahapan-tahapan pengukuran kinerja dengan menggunakan


Integrated Performance Measurement Syistem (IPMS) (Simbolon, 2015):
1. Mengidentifikasikan stakeholder dan membuat daftar kebutuhan dari setiap
stakeholder yang ada.
2. Melakukan identifikasi dan membandingkan perusahaan dengan eksternal
monitor atau pesaing perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama
(melakukan benchmarking)
3. Menetapkan objective dari bisnis
4. Mendefinisikan Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan untuk
mengukur tingkat pencapaian objective bisnis
5. Melakukan validasi
6. Melakukan spesifikasi masing-masing KPI

21
7. Pembobotan KPI.
Tujuan dari model IPMS, agar sistem pengukuran kinerja lebih akurat,
terintegrasi, efektif dan efisien. Berbeda dengan model lainnya, model ini
menjadikan keinginan stakeholder menjadi titik awal dalam melakukan
perancangan sistem pengukuran kinerjanya. Peranan stakeholder tidak hanya
pemegang saham, melainkan beberapa pihak yang memilki kepentingan atau
dipentingkan oleh organisasi seperti konsumen, karyawan, pemasok dan lain-lain.
Faktor orientasi organisasi yang utama adalah ada atau tidaknya visi, misi, strategi,
jumlah stakeholder yang mempengaruhi dan jumlah bahkan jenis produk yang
dimiliki yaitu faktor yang menjadi landasan untuk mengkomparasikan faktor
kondisi objektif dengan model IPMS.

2.5 Stakeholder
Stakeholder adalah sekelompok orang yang berperan penting dalam suatu
perushaan disamping merupakan pihak yang menerima dan menggunakan barang
dan jasa yang diproduksi oleh sebuah perusahaan.
Stakeholder merupakan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan
hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu organisasi.
Pada tiap-tiap level bisnis harus diketahui siapa saja Stakeholder-nya atau
pemangku kepentingan pada bisni tersebut. Selanjutnya diidentifikasikan
permintaan atau keinginan mereka terhadap bisnis yang diistilahkan dengan
kebutuhan stakeholder (Hendrastuti, 2011).
Tabel 2.1 Stakeholder wants and needs
Stakeholder Satisfication Stakeholder Stakeholder
(Stakeholder Wants and needs) Contribustion
Murah, cepat, tepat murah Konsumen Kepercayaan, loyalitas,
pprofit dan keuntungan
Kesejahteraan, penggajian, Karyawan Semangat, pemikiran,
jenjang karir, peningkatan pendapat, motivasi,
keterampilan, budaya kerja yang kemampuan,
kondusif peningkatan kerja
Pengembalian, kepercayaan, Shareholder Modal, kepercayaan,
keuntungan network
Keuntungan, kesatuan, Pemasok Murah, cepat, tepat,
kepercayaan mudah
(Sumber: Hendrastuti, 2011)

22
Tabel 2.1 Stakeholder wants and needs (Lanjutan)
Stakeholder Satisfication Stakeholder Stakeholder
(Stakeholder Wants and needs) Contribustion
Bantuan sosial, lowongan kerja, Masyarakat Memperkuat citrabaik
ramah lingkungan dan brand, kepercayaan
Legal, kontribusi pajak Pemerintah Kebijakan, Kejelasan,
pertimbangan dan
nasehat
(Sumber: Hendrastuti, 2011)

Biasanya suatu perusahaan mempunyai stakeholder antara lain:


1. Konsumen
Konsumen berperan sebagai pengguna atau pembeli barang-barang yang
diproduksi oleh produsen. Pelanggan ini biasanya menuntut perusahaan
untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu. Dengan demikian
pelanggan berperan penting dalam meningkatkan performansi suatu
perusahaan.
2. Karyawan
Karyawan adalah semua individu atau sumber daya manusia yang terlibat
dalam proses kerja sebuah organisasi atau perusahaan. Sumber daya
manusia merupakan aspek yang sangat penting di dalam perusahaan, karena
pencapaian performansi perusahaan yang baik dapat tercapai dengan
adanya peningkatan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, masalah
kinerja karyawan ini harus mendapat perhatian utama.
3. Investor
Investor merupakan pihak penyelenggara sumber daya finansial yang
memiliki tanggung jawab secara keseluruhan terhadap proses yang terdapat
di perusahaan.
4. Pemasok
Pemasok merupakan penyedia bahan baku yang dibutuhkan oleh suatu
perusahaan untuk dapat beroperasi dengan baik. Jadi dapat dikatakan
bahwa pemasok sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup
perusahaan dalam hal peningkatan kualitas bahan baku.

23
5. Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan kerja suatu perusahaan dimana meliputi
pihak-pihak yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dari
perusahaan.
Stakeholder adalah pihak-pihak yang berkepentingan pada perusahaan yang
dapat mempengaruhi atau dapat dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan.
Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada dukungan stakeholder dan
dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah untuk mencari
dukungan tersebut. Makin powerful stakeholder, makin besar usaha perusahaan
untuk beradaptasi. Pengungkaan sosial dianggap sebagian dari dialog antara
perusahaan dengan stakeholder-nya (Anita, 2012).
Pembagian Stakeholders terdiri dari (Anita, 2012):
1) Stakeholders Internal dan Stakeholders Eksternal
Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada di dalam lingkungan
organisasi. Misalnya karyawan, manajer dan pemegang saham
(Shareholder). Sedangkan stakeholders eksternal adalah stakeholders yang
berada di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau pemasok,
konsumen atau pelanggan, masyarakat dan pemerintah.
2) Stakeholders Primer, Sekunder dan Marjinal
Tidak semua elemen dalam stakeholders perlu diperhatikan. Perusahaan
perlu menyusun skala prioritas. Stakeholders yang paling penting disebut
stakeholder sekunder dan yang biasa diabaikan disebut stakeholders
marjinal.
3) Stakeholders Tradisional dan Stakeholders
Karyawan dan konsumen dapat disebut sebagai stakeholders tradisional,
karena saat ini sudah berhubungan dengan organisasi. Sedangkan
stakeholders mada depan adalah stakeholders pada masa yang akan datang
diperkirakan akan memberikan pengaruhnya pada oragnisasi seperti
mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial.
4) Proponents, Opponents dan Uncommited
Diantara stakeholders ada kelompok yang memihak organisasi, menentang
organisasi da nada yang tidak peduli atau abai. Organisasi perlu mengenal
stakeholders yang berbeda-beda ini agar dapat melihat permasalahan,

24
menyusun rencana dan strategi untuk melakukan tindakan yang
proposional.
5) Silent Majority dan Vokal Minority
Dilihat dari aktivitas stakeholders dalam melakukan complain atau
mendukung perusahaan, tentu ada yang menyataka pertentangan atau
dukungannya secara aktif namun ada pula yang menyatakan secara pasif.

Terdapat beberapa alasan yang mendorong perusahaan perlu


memperhatikan kepentingan stakeholders, yaitu:
1. Isu lingkungan melibatkan kepentingan berbagai kelompok dalam
masayarakat yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka,
2. Dalam era globalisasi telah mendorong produk-produk yang
diperdagangkan harus bersahabat dengan lingkungan,
3. Para investor dalam menanamkan modalnya cenderung untuk memilih
perusahaan yang memiliki dan mengembangkan kebijakan dan program
lingkungan.

Secara garis besar kriteria kepuasan masing-masing stakeholders dapat


dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini:
Tabel 2.2 Interest dan Kepentingan masing-masing Stakeholders
No STAKEHOLDERS KRITERIA
1 Pemegang saham Prestasi keuangan
2 Karyawan Kepuasan kerja, gaji, supervise
3 Konsumen Kualitas, pelayanan, lokasi, harga
4 Kreditor Creditworthiness
5 Komunitas Kontribusi terhadap komunitas
6 Pemasok Transaksi yang memuaskan
7 Pemerintah Kepatuhan terhadap hokum
(Sumber : Wibisono, 2007)

25
2.6 Analytical Hierarchy Process (AHP)
Pembobotan KPI dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya
adalah dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Peralatan utama proses
Analisis Hierarki adala sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi
manusia. Dalam penjabaran hirarki tujuan, tidak ada pedoman yang pasti seberapa
jauh pengambilan keputusan menjabarkan tujuan menjadi yang lebih rendah
(Febriarso, 2008).
Proses Hierarki Analitik (AHP) dikembangkan oleh Dr. Thomas L. Saaty
dari Wharton School of Business pada tahun 1970-an untuk mengorganisasikan
informasi dan judgment dalam memilih alternatif yang paling disukai. Dengan
menggunakan AHP, suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka
berpikir yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk
mengambil keputusan yang efektiv atas persoalan tersebut (Marimin, 2015).
AHP bekerja dengan melakukan penyederhanaan terhadap permasalahan
yang rumit dan tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya,
serta menata dalam suatu struktur. Kemudian tingkat kepentingan setiap variabel
diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara
relatif dibandingkan dengan variabel yang lain. Dari berbagai pertimbangan
tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki
prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut
(Marimin, 2015).
Beberapa keuntungan yang diperoleh dalam penerapanAHP, antara lain
adalah sebagai berikut (Febriarso, 2008):
1. Sifatnya fleksibel, menyebabkan penambahan dan pengurangan kriteria
pada suatu hiraki dapat dilakukan dengan mudah dan tidak mengacaukan
atau merusak hirarki.
2. Dapat memasukkan preferensi pribadi sekaligus mengakomodasi berbagai
kepentingan pihak lain sehingga diperoleh penilaian yang objektif dan
tidak sektoral.
3. Proses perhitungannya relative mudah karena hanya membutuhkan operasi
dan logika sederhana.
4. Dengan cepat dapat menunjukkan prioritas, dominasi, tingkat kepentingan
ataupun pengaruh dari setiap elemen terhadap elemen lainnya.

AHP juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain (Febriarso, 2008):


1. Partisipan yang dipilih harus memiliki kompetensi pengetahuan dan
pengalaman mendalam terhadap segenap aspek permasalahan serta
mengenai metode AHP itu sendiri.
2. Bila ada partisipan yang kuat maka akan mempengaruhi partisipan yang
lainnya.
3. Penilaian cenderung subjektif karena sangat dipengaruhi oleh situasi serta
preferensi, persepsi, konsep dasar dan sudut pandang partisipan.
4. Jawaban atau pilihan responden yang konsisten tidak selalu logis dalam
arti sesuai dalam permasalahan yang ada.

Ide dasar prinsip kerja AHP sebagai berikut (Marimin, 2015):


1. Menyusun Struktur Hierarki
Permasalahan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi sub-sub, yaitu
kriteria dan alternatif, kemudian dibuatkan kedalam bentuk struktur.
Diagram tersebut mempresentasikan keputusan untuk memilih agro
industri, dengan menggunakan AHP.
2. Pengukuran Kriteria dan Alternatif
Kriteria dan alternatif diberikan Pengukuran dengan perbandingan
berpasangan. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan
Saaty dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 2.3 Intensitas Kepentingan
Nilai Keterangan
1 Alternatif A dan B sama penting
3 A sedikit lebih penting daripada B
5 A jelas lebih penting daripada B
7 A sangat lebih penting daripada B
9 Mutlak A lebih penting daripada B
2,4,6,8 Ragu-ragu dari nilai yang berdekatan
(Sumber: Marimin, 2015)

27
Nilai perbandingan A dengan B adalah 1 dibagi dengan nilai perbandingan
B dengan A.
3. Penentuan Prioritas Kepentingan
Untuk setiap kriteria dan alternatif, harus dilakukan perbandingan
berpasangan tiap-tiap elemen. Nilai perbandingan selanjutnya akan diolah
untuk menentukan peringkat relatif dari seluruh alternatif. Baik kriteria
kualitatif, maupun kritera kuantitatif dapat dibandingkan sesuai dengan
judgement yang telah ditentukan untuk mengahsilakn bobot dan prioritas.
Bobot atau prioritas dihitung dengan perhitungan matrik atau dengan
perhitungan matematik.
4. Konsistensi Logis
Semua elemen indikator dikelompokkan secara logis dan disusun sesuai
peringkat secara konsisten dengan sesuatu kriteria yang logis.

2.6.1 Langkah-langkah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)


Pada dasarnya langkah-langkah pada metode AHP meliputi (Febriarso,
2008):
1. Mendefinisikan masalah dan menetukan solusi yang diinginkan
2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum dilanjutkan
dengan sub-sub tujuan, kriteris dan kemungkinan alternati-alternatif pada
tingkatan kriteria yang bawah
3. Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan
kontribusi relative atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing
tujuan atau kriteria yang setingkat biasanya perbandingan dilakukan
berdasarkan (judgement) dari pengambilan keputusan dengan menilai
tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya

28
Tabel 2.4 Intensitas Kepentingan pada Kuesioner
Intensitas Pentingnya Defenisi
1 Kedua elemen yang sama pentingnya
3 Elemen yang satu sedikit lebih penting
ketimbang yang lainnya
5 Elemen yang satu sangat penting ketimbang
yang lainnya
7 Satu elemen jelas leih penting dari elemen
yang lainnya
9 Satu elemen mutlak lebih penting ketimbang
elemen yang lainnya
2,4,6,8 Nilai-nilai antara dua pertimbangan yang
berdekatan
(Sumber: Aprianto dkk, 2014)
4. Melakukan perbandingan berasangan sehingga diperoleh judgement
seleuruhnya sebanyak n x [(n-1/2] buah. Dengan n adalah banyaknya
jumlah elemen yang dibandingkan.
5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten
maka pengambilan data diulangi
6. Mengulangi langkah 3,4,dan 5 untuk seluruh tingkat hiraki
7. Menghitung vector eigen untuk setiap matrik perbandingan berpasangan.
Nilai vector eigen merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk
mensisntesiskan judgement dalam menentukan prioritas elemen-elemen
pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan
8. Memeriksa inkonsistensi hirarki. Jika nilainya lebih dari 10% maka
penilaian data judgement harus diperbaiki

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menentukan besarnya


bobot yang dimulai dari kasus kecil sampai dengan kasus-kasus umum, seperti
berikut ini (Marimin, 2015):
1. Langkah 1:
wi/wj = aij (i,j = 1,2,...,n) (2.1)

wi = bobot input dalam baris


wj = bobot input dalam lajur

29
2. Langkah 2:
wi = aij wj (i,j = 1,2,...,n) (2.2)

3. Langkah 3:

∑ (2.3)

Pengolahan horizontal bertujuan untuk menyusun tingkatan elemen


keputusan setiap tingkat hierarki keputusan dari yang paling prioritas. Tahapannya
adalah adalah sebagai berikut (Marimin, 2015):
1. Perkalian baris (z) dengan rumus:

√∏ (2.4)

2. Perhitungan vektor prioritas atau vektor eigen

√∏
eVP adalah elemen vektor prioritas ke-i (2.5)
∑ √∏

3. Perhitungan nilai eigen maksimum:


VA = aij x VP dengan VA = (Vai) (2.6)

VB = VA/VP dengan VB = (Vbi)

∑ untuk i = 1,2,...,n

VA = VB = Vektor antara

4. Menghitung nilai Consistency Index (CI)


-
CI = (2.7)
-

5. Menghitung nilai Consistency Ratio (CR)

CR = (2.8)

Nilai RI dapat dilihat pada tabel 2.5 berikut ini:

30
Tabel 2.5 Daftar Indeks Random Consistency (RI)
N 1,2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
RI 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49 1,51 1,48 1,46 1,57 1,58
(Sumber: Marimin, 2015)

J l ≤ 0. d p t d t tr p rb d g
berpasangan dikatakan baik.

2.7 Teknik Sampling


Teknik-teknik pengambilan sampel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
(Ginting, 2010):
1. Probability sampling
2. Nonprobability sampling
Teknik-teknik sampling ini harus disesuaikan dengan tujuan
penggunaannya, situasi yang berbeda membutuhkan teknik sampling yang
berbeda pula.

2.7.1 Probability Sampling


Pengambilan sampel secara acak adalah teknik engambilan sampel dimana
semua unsur yang ada di populasi mempunyai peluang yang sama untuk terambil
sebagai sampel mewakili populasinya. Terdapat beberapa teknik Random
Sampling, antara lain:
1. Sample Random Sampling
Merupakan teknik pengambilan sampel acak secara sederhana.
Pengambilan sampel ini dilakukan dengan bantuan tabel bilangan acak
Dalam hal ini, setiapp item dalam populasi diberi nomor sedemikian rupa,
kemudian nomor-nomor dipilih dari tbael bilangan random. Setiap nomor
pada item yang sesuai dengan nomor yang terpilih pada tabel bilangan
random akan diambil sebagai sampel. Demikian seterusnya sampai jumlah
sampel yang dikehendaki terpenuhi.

31
2. Stratifed Random Sampling
Dalam pengambilan sampel pada teknik sampling ini, populasi dibatasi
menjadi beberapa lapisan atau strata, dan kemudian diambil contoh acak
sederhana dari setiap lapisan. Keseluruhan contoh acak sederhana dari
semua lapisan itu menyusun sampel acak berlapis. Dalam pengambilan
sampel acak berlapis, populasi yang dibatasi itu harus relative homogen
dalam setiap lapisan. Misalnya untuk meneliti pendapatan guru di suatu
kota mungkin akan lebih baik bila populasinya dibatasi menurut
spesialisasi dan kemudian dalam setiap spesialisasi diambil contoh acak
sederhana. Dengan demikian, diharapkan bahwa keragaman pendapatan
dalam setiap spesialisasi itu jauh lebih kecil daripada keragaman
pendapatan dalam seluruh populasi.
3. Cluster Sampling
Teknik pengambilan sampel ini, mengambil beberapa kelompok secara
acak dari populasi dan mengambilan semua atau sebagian unsur yang
dipilih secara acak dari seiap kelompok yang terpilih untuk dijadikan
sampel. Pengambilan sampel kelompok lebih efisien dalam biaya bila
populasinya tersebar luas. Misalnya dalam suatu penelitian mengenai
kebiasaan merokok suatu kecamata, akan jauh lebih murah biaya yang
dikeluarkan bila mewawancarai dan mengumpulkan data dari orang-rang
yang tinggal relative berdekatan dalam daerah yang terambil secara acak,
daripada mengambil contoh acak sederhana dari seluruh orang di
kecamatan tersebut.
4. Systematic Sampling
Teknik ini memiliki konsep hanya individu pertama yang terpilih secara
acak sedangkan individu lain dipilih menurut pola tertentu. Individu yang
berikutnya ditarik dengan interval sampel total populasi dibagi dengan
jumlah sampel yang ingin diambil.

32
2.7.2 Nonprobability Sampling
Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana tidak
semua unsur didalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk tertarik
sebagai sampel. Pengambilan sampel secara Nonprobability Sampling terdiri atas:
1. Accidental Sampling
Teknik ini mengambil sampel berdasarkan pada orang yang pertama kali
dijumpai oleh pengambil sampel.
2. Purposive Sampling
Teknik ini mengambil sampel dimana sampel tersebt dipilih berdasarkan
kriteria-kriteria tertentu yang diinginkan oleh pengambil sampel.
3. Snowball Sampling
Teknik ini mengambil sampel berdasarkan konsep bola salju dimana
sampel diperoleh berdasarkan suatu informasi dari seorang individu
terhadap indivisu lain.
4. Quota Sampling
Teknik ini mengambil sampel yang ditentukan oleh si pengumpul data dan
sebelumnya telah ditentukan jumlah yang akan diambil. Jika jumlah
tersebut sudah dicapai, si pengumpul data berhenti melakukan
pengambilan data, selanjutnya hasil itu dipresentasikan.

33
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi Penelitian


Berdasarkan penelitian tugas akhir yang dilakukan di PT. Sejahtera Panca
Jaya-Pekanbaru, maka metodologi penelitian atau rangkaian penulisan laporan
tugas akhir dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Mulai

Studi Pendahuluan
1. Wawancara
2. Observasi

Studi Literatur

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan

Variabel Penelitian

Pengumpulan Data
1. Pengumpulan Data Primer
 Identifikasi stakeholder perusahaan
 Identifikasi kebutuhan stakeholder
 Identifikasi external monitor
 Identifikasi objectives
 Identifikasi Key Performance Indicators (KPI)

2. Pengumpulan Data Sekunder

 Target produksi dan pendapatan perusahaan


 Struktur organisasi

Pengolahan Data
1. Penentuan level bisnis perusahaan.
2. Penentuan stakeholder perusahaan.
3. Identifikasi stakeholder requirement.
4. Identifikasi stakeholder monitor.
5. Identifikasi objectives.
6. Penentuan Key Performance Indicators (KPI)
7. Penyusunan hierarki kinerja.
8. Validasi dan spesifikasi Key Performance Indicators (KPI)
9. Pembobotan KPI dengan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP).

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian

34
A
Tidak

Validasi KPI

YA

Perhitungan AHP
1. Perbandingan berpasangan antar KPI
2. Menghitung rasio konsistensi
3. Pembobotan pada setiap KPI

Analisa Hasil

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian (Lanjutan)

3.2 Studi Pendahuluan


Studi pendahuluan dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung
dan pendataan data melalui wawancara dengan pihak atau lembaga terkait yang
menjadi objek penelitian. Dimana hasil data yang diperoleh akan dibahas lebih
lanjut guna mengetahui permasalahan sebernarnya.

3.3 Studi Literatur


Setelah permasalahan yang ada ditentukan, kemudian dilakukan studi
pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mencari teori-teori yang berkaitan dengan
permasalahan yang ditemukan di PT. Sejahtera Panca Jaya-Pekanbaru yang
menjadi objek penelitian. Studi pustaka bertujuan untuk mengumpulkan seluruh
informasi yang mendukung penelitian ini.

35
3.4 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah rangkaian kegiatan untuk menjabarkan
permasalahan-permasalahan sebagai tolak ukur dalam melakukan penelitian yang
dilakukan di PT. Sejahtera Panca Jaya–Pekanbaru.

3.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian


Untuk menyikapi permasalahan yang ada maka diperlukan menetapkan
tujuan dari penelitian agar dapat menjawab permasalahan yang telah dirumuskan
dan agar tidak melenceng dari topik yang diangkat.

3.6 Variabel Penelitian


Adapun variabel – variabel yang terdapat dalam penelitian ini dapat dilihat
di bawah ini:

3.6.1 Variabel Bebas


Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen.
Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah:
1. Stakeholder Requirement
Stakeholder Requirement didefenisikan sebagai bentuk keinginan dan
kebutuhan para stakeholder perusahaan yang meliputi pimpinan,
pelanggan, karyawan dan pemasok.
2. External Monitor
External monitor didefenisikan sebagai proses benchmarking yang
dilakukan untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap pesaing sehingga
diketahui kelebihan dan kekurangan perusahaan dibandingkan dengan
pesaingnya.
3. Objectives
Objectives didefenisikan sebagai tujuan atau target yang ingin dicapai oleh
perusahaan.
4. Key Performance Indicators
Key Performance Indicators didefenisikan sebagai bentuk kriteria untuk
meningkatkan atau mempertahankan kualitas dari kinerja perusahaan.

36
3.6.2 Variabel Terikat
Variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi atau ditentukan
oleh nilai variabel lain. Variabel teriikat dalam penelitian ini adalah variabel
kinerja perusahaan. Dengan diketahuinya kebutuhan dari para stakeholder
menggunakan Integrated Performance Measurement System diharapkan dapat
memperbaiki serta meningkatkan kinerja perusahaan.

3.7. Pengumpulan Data


Langkah selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data. Pada penelitian
ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.

3.7.1 Data Primer


Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung untuk
kemudian dilakukan pengolahan data.
1. Data Observasi dan Wawancara
Adapun data yang dibutuhkan dalam pengumpulan data ini adalah:
a. Informasi mengenai Stakeholder perusahaan, yang diperoleh dengan
metode wawancara dengan narasumber terpilih.
b. Informasi mengenai kebutuhan dan keinginan stakeholder perusahaan,
diperoleh dengan metode wawancara narasumber terpilih dan
penyebaran kuesioner narasumber terpilih.
2. Penyebaran Kuesioner
Penyebaran kuesioner yaitu peneliti membuat daftar pertanyaan yang akan
diberikan kepada responden untuk memperoleh variabel keinginan
responden. Ada tiga (3) macam kuesioner yang akan digunakan yaitu:
1) Kuesioner 1 : Yang diberikan kepada responden bertujuan untuk
mendapatkan indikator-indikator kebutuhan dari para stakeholder.
2) Kuesioner 2 : Berisikan indikator-indikator yang diperoleh dari
kuesioner 1, yang bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan
terhadap pesaingnya.

37
3) Kuesioner 3 : Berisikan indikator kinerja yang diperoleh dari
kuesioner 1 dan 2. Pada kuesioner ini menggunakan metode AHP yang
bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan dari perusahaan.

3.7.2 Data Sekunder


Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, data
yang tidak langsung diamati oleh peneliti. Data ini berupa data berbentuk
dokumen, file, arsip atau catatan-catatan perusahaan. Data ini terdiri dari data
target produksi, target penjuala, struktur organisasi dan profil perusahaan.

3.8 Instrumen Penelitian


Adapun instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Kuesioner terbuka, berisi indikator-indikator seputar kebutuhan dan
keinginan para stakeholder.
2. Kuesioner Eternal Monitor
Kuesioner Eternal Monitor digunakan untuk mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan
sejenisnya (Benchmarking). Tujuan dari dilakukannya benchmarking
adalah agar penetapan tujuan (Objectives) yang akan dilakukan benar-
benar dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
3. Kuesioner AHP (Analytical Hierarchy Process)
Kuesioner ini digunakan untuk menentukan kepentingan bobot KPI dari
perspektif IPMS diisi oleh narasumber yang berasal dari internal
perusahaan yang mengetahui kebutuhan perusahaan secara jelas,
narasumber yang dimaksud adalah pimpinan perusahaan.
Adapun tahapan yang dilakukan dalam penyebaran kuesioner adalah
sebagai berikut:
a. Penetapan Populasi dan Sampel Penelitian
1) Populasi
Populasi merupakan keseluruhan dari kumpulan elemen yang memiliki
sejumlah karakteristik umum, yang terdiri dari bidang-bidang untuk di
teliti. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah stakeholder

38
perusahaan yang terdiri dari pelanggan,karyawan, pimpinan dan
supplier. Populasi dalam penelitian yang terdapat pada PT. Sejahtera
Panca Jaya dengan jumlah 16 karyawan.
2) Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek
penelitian yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi sampel
penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 4
orang. Teknik sampling yang digunakan dalam menentukan
responden adalah nonprobability sampling dengan penarikan sampel
dilakukan dengan metode purposive sampling dikarenakan sampel
yang diambil adalah orang-orang tertentu sebagai sumber data. Untuk
kuesioner terbuka jumlah sampel yang diambil yaitu pimpinan
berjumlah 1 orang, pelanggan berjumlah 1 orang, supplier berjumlah 1
orang, karyawan berjumlah 2 orang dengan total 4 responden. Sampel
yang dipilih sebagai responden untuk kuesioner tertutup adalah
pengambil keputusan di perusahaan yaitu pimpinan yang berjumlah 1
orang

3.9 Pengolahan Data


Setalah melakukan pengumpulan data dan semua data telah terkumpul
maka tahap selanjutnya adalah pengolahan data. Dimana pengolahan data ini
menggunakan rumus-rumus yang telah dibakukan. Pengolahan dilakukan agar
data-data yang terkumpul sebelumnya dapat dianalisa dan dapat diambil
kesimpulan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun
pengolahan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Penentuan level bisnis perusahaan
Pada tahap ini akan menjabarkan seluruh bisnis perusahaan dengan
beberapa unit bisnis yang ada didalamnya. Level bisnis perusahaan yang
terdiri dari empat (4) level bisnis yaitu:

39
a. Bisnis Induk
Level bisnis induk untuk pengukuran kinerja adalah PT. Sejahtera
Panca Jaya Pekanbaru
b. Unit Bisnis
Level unit bisnis untuk pengukuran kinerja adalah seluruh departemen
yang terdapat pada PT. Sejahtera Panca Jaya. Departemen tersebut
terdiri dari departemen pemeriksaan, filling, enveloping dan finishing.
c. Proses Bisnis
Level proses bisnis untuk pengukuran kinerja PT. sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru adalah pimpinan, karyawan, pelanggan dan supplier.
d. Aktivitas
Level aktivitas untuk pengukuran kinerja adalah seluruh aktivitas –
aktivitas yang berkaitan langsung dengan PT. Sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru.
Adapun pembagian level organisasi pada PT. Sejahtera Panca Jaya dapat
dilihat pada Gambar 3.2

Gambar 3.2 Pembagian level organisasi

2. Penentuan stakeholder perusahaan


Pada tahap ini stakeholdersebagai pihak-pihak penting yang berhubungan
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan,
sehingga dapat menggerakan jaminan keberadaan suatu perusahaan.

40
Stakeholder yang terlibat dalam penelitian ini meliputi pimpinan,
pelanggan, karyawan dan supplier.
3. Identifikasi stakeholder requirement (kebutuhan)
Pada tahap ini bertujuan untuk menggali kebutuhan dari masing-masing
stakeholder yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mengetahui
stakeholder kebutuhan dapat dilakukan dengan melakukan diskusi atau
wawancara terhadap pihak perusahaan.
4. Identifikasi External Monitor
Pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui posisi PT. Sejahtera Panca
Jaya terhadap perusahaan pesaing sejenisnya, sehingga dapat mengetahui
kekurangan dan kelebihan perkembangan kebutuhan bisnisnya. Untuk
mengidentifikasi external monitor posisi PT. Sejahtera Panca Jaya
terhadap perusahaan pesaingnya dapat dilakukan dengan proses
perbandingan atau benchmarking.
5. Identifikasi Objectives
Pada tahap ini dilakukan berdasarkan stakeholder requirement yang
memiliki kemiripan, sehingga sapat digolongkan. Stakeholder
requirement yang telah ditentukan sebelumnya akan dikelompokkan
menjadi beberapa objectives yang lebih spesifik untuk meningkatkan
kinerja perusahaan. Penggolongan objectives ini dilakukan dengan
diskusi atau wawancara terhadap pihak perussahaan.
6. Penentuan Key Performance Indicators (KPI)
Pada tahap ini dilakukan sebagai ukuran untuk mengetahui tingkat
pencapaian masing-masing objectives berdasarkan masing-masing
requirement yang telah diidentifikasi sebelumnya.
7. Penyusunan Hierarki Kinerja
Pada tahap ini penyusunan hirarki kinerja dilakukan berdasarkan KPI yang
telah terbentuk dari stakeholder dan indikatornya masing-masing.
Penyusunannya hierarki kinerja ini bertujuan untuk mempermudah dalam
proses validasi atau pemerikaan KPI yang konflik, adapun penyusunan
hierarki kinerja terdiri dari tiga bagian yaitu:

41
a. Level Atas
Level teratas dari hirarki yang terbentuk adalah PT. Sejahtera Panca
Jaya Pekanbaru.
b. Level Bawah
Level bawah terdiri dari kriteria-kriteria stakeholder yang
mempengaruhi kinerja perusahaan. Kinerja tersebut adalah
pimpinan, karyawan, pelanggan dan supplier.
c. Level Terbawah
Level terbawah adalah KPI dari masing-masing kinerja pada level
atasnya.
8. Validasi dari Spesifikasi Key Performance Indicators (KPI)
a. Validasi KPI
Pada tahap ini dilakukan sebgai proses verifikasi atau pemeriksaan
dari pihak perusahaan untuk menilai apakah seluruh KPI yang telah
ditetapkan sebelumnya telah teridentifikasi dan dapat digunakan
dalam sistem pengukuran kinerja, sehingga dapat dipertanggung
jawabkan nilai kebenaran dan keakuratannya. Proses validasi dapat
dilakukan dengan memberikan daftar Key Performance Indicators
(KPI) berupa kuesioner terhadap pihak perusahaan.
b. Spesifikasi Key Performance Indicators (KPI)
Proses spesifikasi KPI ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi
jelas tentang KPI yang terdiri dari tujuan, keterkaitan dengan
objectives, target perusahaan, formula atau cara mengukur KPI,
frekuensi pengukuran, dan sumber data.
9. Pembobotan KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Pada tahap ini dilakukan berdasarkan penyusunan hierarki kinerja
perusahaan dengan metode AHP.

42
3.10 Analisa Hasil
Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan, maka selanjutnya kita
dapat menganlisa lebih mendalam hasil pengolahan data tersebut. Analisis yang
dialkukan berdasarkan hasil yang diperoleh pada bab pengolahan data.

3.11 Kesimpulan dan Saran


Tahap akhir yang akan dilakukan adalah memberikan kesimppulan dan
saran. Dimana kesimpulan berisi mengenai hasil-hasil pengolahan data dan hasil
analisa yang telah dilakukan. Dan memberikan saran-saran maupun ide bagi
pembaca maupun bagi perusahaan tentang rantai pasok dimasa yang akan datang.

43
BAB V

ANALISA

5.1 Analisis Identifikasi Level Bisnis


Identifikasi level bisnis perusahaan bertujuan untuk mengetahui level-level
unit dari sebuah perusahaan. Dalam level bisnis perusajaan terdiri dari empat (4)
level bisnis. Berikut level bisnis perusahaan pada PT. Sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru, yang mana level bisnis ini didapatkan melaluii survey lapangan dan
melalui hasil wawancara dengan pihak perusahaan yang mengetahui kondisi
perusahaan. Identifikasi level bisnis perusahaan PT. Sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru terdiri dari Bisnis Induk yaitu PT. Sejahtera Panca Jaya, Unit Bisnis
yang menjadi unit bisnis untuk pengukuran kinerja adalah seluruh departemen
yang terdapat di PT. Sejahtera Panca Jaya ( dept pemeriksaan, dept filling, dept
enveloping, dan dept finishing). Proses bisnis pada pengukuran kinerja ini adalah
pimpinan, karyawan, pelanggan dan supplier dan level bisnis yang terakhir adalah
level aktivitas yang merupakan level bisnis yang memperhatikan seluruh aktivitas
yang berkaitan dengan PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru.

5.2 Analisa Identifikasi Requirement (Kebutuhan atau Keinginan)


Stakeholder
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan menggunakan metode IPMS
yang dilakukan di PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru, terpiliih empat (4)
stakeholder yaitu pimpinan, karyawan, Supplier dan pelanggan. Dari hasil
wawancara dan penyebaran kuesioner pada pihak perusahaan diperoleh beberappa
requirement stakeholder. Requiement stakeholder ini dikelompokkan berdasarkan
stakeholder. Pada stakeholder pelanggan terdapat 5 requirement, untuk
stakeholder karyawan terdapat 20 requirement, untuk stakeholder supplier
terdapat 5 requirement dan terakhir stakeholder pimpinan terdapat 5 requirement.
Setelah mengetahui requirement stakeholder, masing-masing stakeholder dapat
5.3 Analisa Identifikasi Eksternal Monitor
Berdasarkan identifikasi eksternal monitor yang dilakukan dengan
penyebaran kuesioner perbandingan antar dua (2) perusahaan yang seruupa.
Kuesioner perbandingan yang disebarkan kepada pihak perusahaan yang paling
tahu dan mengerti mengenai keadaan perusahaan dan pesaing, kuesioner ini
bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaan PT. Sejahtera
Panca Jaya dengan pesaingnya yaitu CV. Sumber Vulkanisir Super. Dari hasil
kuesioner (Tabel 4.2) terdapat tujuh (7) nilai nilai GAP negative (-1) yang berartii
perusahaan pesainh ;ebih unggul dibandingan perusahaan yang diteliti yait PT.
Sejahtera Panca Jaya. Untuk nilai GAP positif (1) berjumlah empat (4) buah, yang
mana nilai GAP positif mempunyai arti bahwa perusahaan yang diteliti (PT.
Sejahtera Panca Jaya) lebih unggul jika dibandingan dengan perusahaan pesaing.

5.4 Analisa Identifikasi Objectives Bisnis dan Validasi, Spesifikasi KPI


Pengidentifikasian obekctives bisnis disusun berdasarkan requirement
stakeholder. Berdasarkan hasil requirement stakeholder yang berjumlahkan 17
requirement, penggolongan objectives bisnis berjumlahkan 10 objectives. Yang
mana objectives bisnis ini bertujuan untuk menggolongkan requirement
stakeholder lebih spesifik. Sehingga dapat digunakan dalam menentukan KPI dari
masing-masng stakeholder. Penentuan KPI merupakan sebagai tolak ukur
keberhasilan kinerja PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru. Setelah penentuan KPI
dinyatakan valid maka secara keseluruahan pengukuran kinerja dengan metode
IPMS yang telah menghasilkan 18 KPI yang terdiri dari 4 KPI pelanggan, 5 KPI
karyawan, 4 KPI supplier dan 5 KPI masyarakat.

5.5 Analisa Perhitungan Bobot KPI dengan Menggunakan Metode


Analitycal Hierarchy Process
Langkah awal yang dilakukan untuk menghitung bobot dari masing-
masing stakeholder yaitu menilai tingkat kepentingan dari setiap stakeholder
menggunakan matri perbandingan berpasangan, setelahh tingkat kepentingan
diperoleh, langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu melakukan perhitungan rata-

94
rata geometrik. Nilai rata-rata geometrik digunakan sebagai hasil penilaian
kelompok dari nilai yang diperoleh dari banyaknya responden yaitu 4 orang
responden. Setelah diperoleh nilai rata-rata geometrik dari setiap stakeholder
maka selanjutnya menentukan nilai bobot parsial dari setiap stakeholder .
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh nilai bobot parsial
dari masing-masing stakeholder adalah sebagai berikut:

Tabel 4.10 Rekapitulas Nilai Bobot Stakeholder

No Stakeholder Bobot
1 Pelanggan 0,274
2 Karyawan 0,308
3 Pimpinan 0,261
4 Supplier 0,157
(Sumber: Pengolahan Data, 2019)

Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai bobot stakeholder karyawan memiliki


nilai tertinggi yaitu 0,308 yang berarti karyawan lwbih diutamakan
kepentingannya dibandingkan stakeholder lainnya. Kemudian melakukan
perhitungan konsistensi rasio (CR), diperoleh CR sebesar – 1,110. Nilai CR ≤
0,1, yaitu -1,110 ≤ 0,1 yang berarti jawaban yang diberikan responden sudah
konsisten.

5.6 Analisa Perhitungan Bobot Analytical Hierarchy Process Antar KPI


Setalah dilakukan pembobotan antar stakeholder selanjutnya dilakukan
pembobotan terhadap KPI. Langkkah awal yang dilakukan yaitu menentukan
tinggkat kepentingan dari masing-masing KPI dengan menggunakan matrik
perbandingan berpasangan, setelah nilai tingkat kepentingan masing-masing KPI
diketahui maka selanjutnya dilakukan perhitungan rata-rata geometrik. Nilai rata-
rata geometrik digunakan sebagai hasil penilaian dari nilai yang diberikan
responden. Setelah diperoleh nilai rata-rata geometrik maka selanjutnya
menentukan nilai bobot parsial setiap KPI.

95
1. Analisa Perhitungan Bobot AHP antar KPI stakeholder Pimpinan
Berdasarkan hasil perhitungan bobot parsial pada pengolahan
data,diperoleh bahwa nilai bobot parsial masing-masing KPI memiliki
tinggkat kepentingan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari
beragamnya nilai bobot yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai bobot,
maka menunjukkan KPI tersebut semakin penting dan perlu
diperhatikan. Bobot KPI stakeholder pimpinan tertinggi yaitu pada
KPI 1 (Perusahaan bergerak sesuai sistem dan standar ISO) dengan
nilai sebesar 0,063 hal ini dikarenakan standarisasi kualitas ban,
terjadinya complain pelanggan terhadap ban yang telah selesai di
masak. Komplain lebih sering terjadi pada finishing ban. Karyawan
kurang memperhatikan hasil lem yang ada di pinggiran ban. Nilai rasio
konsistensi KPI stakeholder pimpinan yaitu sebesar -1,724, yang
berada pada range yang telah dietapkan yaitu nilai CR ≤ 0,1 sehingga
jawaban yang diberikan responden sudah konsisten.

2. Analisa Perhitungan Bobot AHP antar KPI stakeholder Pelanggan


Berdasarkan hasil perhitungan bobot parsial pada pengolahan
data,diperoleh bahwa nilai bobot parsial masing-masing KPI memiliki
tinggkat kepentingan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari
beragamnya nilai bobot yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai bobot,
maka menunjukkan KPI tersebut semakin penting dan perlu
diperhatikan. Bobot KPI stakeholder pelanggan tertinggi yaitu pada
KPI 2 (Pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan) dengan nilai
sebesar 0,102 hal ini dikarenakan jumlah pelanggan yang kurang
merasa puas akan hasil pproduk yang dihasilkan meningkat dan
banyak nya complain yang terjadi. Nilai rasio konsistensi KPI
stakeholder pelanggan yaitu sebesar 0,1, yang berada pada range yang
telah dietapkan yaitu . nilai CR ≤ 0,1 sehingga jawaban yang
diberikan responden sudah konsisten.

96
3. Analisa Perhitungan Bobot AHP antar KPI stakeholder Karyawan
Berdasarkan hasil perhitungan bobot parsial pada pengolahan
data,diperoleh bahwa nilai bobot parsial masing-masing KPI memiliki
tinggkat kepentingan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari
beragamnya nilai bobot yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai bobot,
maka menunjukkan KPI tersebut semakin penting dan perlu
diperhatikan. Bobot KPI stakeholder karyawan tertinggi yaitu pada
KPI 3 (Adanya bonus dan reward bila target produksi tercapai) dengan
nilai sebesar 0,102 hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi dan
hubungan yang baik antara pimpinan dan karyawan. Hal ini terjadi
pada saat karyawan sudah mampu mencapai target produksi, karyawan
tidak diberikan bonus ataupun reward atas kerja keras yang telah
dilakukan. Nilai rasio konsistensi KPI stakeholder karyawan yaitu
sebesar 0,085, yang berada pada range yang telah dietapkan yaitu .
nilai CR ≤ 0,1 sehingga jawaban yang diberikan responden sudah
konsisten.

4. Analisa Perhitungan Bobot AHP antar KPI stakeholder Supplier


Berdasarkan hasil perhitungan bobot parsial pada pengolahan
data,diperoleh bahwa nilai bobot parsial masing-masing KPI memiliki
tinggkat kepentingan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari
beragamnya nilai bobot yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai bobot,
maka menunjukkan KPI tersebut semakin penting dan perlu
diperhatikan. Bobot KPI stakeholder supplier tertinggi yaitu pada
KPI 4 (Order yang teratur) dengan nilai sebesar 0,063 hal ini
dikarenakan Kinerja keuangan perusahaan yang buruk terjadi karena
adanya hutang pelanggan kepada perusahaan yang menyebabkan
perusahaan sulit untuk mencapai target pendapatan yang telah
ditetapkan.. Nilai rasio konsistensi KPI stakeholder supplier yaitu
sebesar -1,214, yang berada pada range yang telah dietapkan yaitu .

97
nilai CR ≤ 0,1 sehingga jawaban yang diberikan responden sudah
konsisten.

5.7 Analisa Perhitungan Bobot Total Key Performance Indicators (KPI)


Perhitungan bobot total Key Performance Indicators (KPI) dilakukan
dengan mengkumulasikan bobot dari setiap stakeholder dengan bobot dari KPI.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai bobot total KPI terbesar yaitu KPI 2
pelanggan (Pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan ) yaitu sebesar
0,102. Sedangkan bobot total KPI terendah yaitu pada KPI 3 pimpinan
(Perusahaan bergerak sesuai sistem dan standar ISO) yaitu sebesar 0,040. Bobot
total dari masing-masing KPI tersebut beragam. Keberagaman ini disebabkan oleh
tingkat kepentingan yang dimiliki oleh setiap stakeholder berbeda-beda.

5.8 Usulan Perbaikan


Dari hasil seluruh KPI dari pengukuran kinerja dengan menggunakan
Integrated Perormance System (IPMS) yaitu sebanyak 18 KPI yang telah
terindentifikasi, terdapat 4 KPI yang diambil dari setiap stakeholder dengan
nilai bobot tertinggi yang perlu dianalisis. Usulan perbaikan dilakukan karena KPI
tersebut merupakan indikator yang dipilih sebagai perioritas tertinggi oleh pihak
perusahaan dan perlu dilakukan tindakan perbaikan. Adapun penjelasan mengenai
analisis indikator kinerja yang paling prioritas serta rekomendasi perbaikan yang
bisa dilakukan perusahaan dapat dilihat pada Tabel 5.1

Tabel 5.1 Permasalahan dan Usulan Perbaikan KPI


Stakeholder Pelanggan
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
Pelayanan yang Adanya komplain pelanggan 1. Perusahaan melakukan kajian
memuaskan terhadap mutu dan kualitas terhadap kualitas produk yang
terhadap yang diberikan oleh ada sekarang
pelanggan vulkanisir 2. Melakukan pengendalian
kualitas dengan melakukan uji
petik terhadap kualiitas produk
yang sudah diproduksi. uji petik
merupakan kegiatan uji kualitas
produk per satu produk, apakah

98
produk sudah memenuhi standar
yang sudah ditetapkan atau
belum.
Stakeholder supplier
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
Order yang Kinerja keuangan perusahaan 1. Hutang perusahaan sebaiknya
teratur yang buruk terjadi karena di antisipasi dengan adanya
adanya hutang pelanggan jaminan pembayaran produk
kepada perusahaan yang yang telah selesai
menyebabkan perusahaan 2. Mengatur rencana pemesanan
sulit untuk mencapai target bahan baku dengan menerapkan
pendapatan yang telah model EOQ (Economic Order
ditetapkan. Quantity) agar perusahaan
dapat meminimasi biaya
pemesana yang disebakan oleh
hutang pelanggan.
Stakeholder Karyawan
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
Adanya bons 1. Kurangnya komunikasi 1. Dibentuknya serikat pekerja,
dan reward dan hubungan yang baik serikat ini bertujuan untuk
bila target antara pimpinan dan hubungan kerja. Karena
produksi karyawan. Hal ini terjadi fungsi serikat pekerja akan
tercapai pada saat karyawan sudah berfungsi untuk mewakili
mampu mencapai target kepentingan pekerja
produksi, karyawan tidak terhadapkebijakan
diberikan bonus ataupun perusahaan. Membuat PKB
reward atas kerja keras (Perjanjian Kerja Bersama)
yang telah dilakukan. dapat membaantu pekerja,
namun juga tidak
memberatkan perusahaan.
Stakeholder Pimpinan
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
Perusahaan Standarisasi kualitas ban, 1. Perusahaan sebaiknya
bergerak terjadinya complain menambahkan satu
sesuai sistem pelanggan terhadap ban yang departemen pengendalian
dan standar telah selesai di masak. mutu. Unit ini diperuntukan
ISO Komplain lebih sering terjadi untuk melakukan pengecekan
pada finishing ban, karywan produk agar mutu produk
kurang memperhatikan hasil yang dihasilkan sesuai
lem yang ada di pinggiran dengan standarisasi produk
ban. dari perusahaan sendiri.
2. Pihak perusahaan harus
melakukan proses
pengecekan produk kembali
yang telah selesai sebelum
dikirim ke pelanggan serta
meningkat kualitas produk.

99
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Dengan menggunakan metode Integrated Perormance System (IPMS)
dalam pengukuran kinerja pada PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru,
sistem pengukuran kinerja menjadi terintegrasi dan komprehensif dimana
dalam penentuan Key Peformance Indicator mempertimbangkan seluruh
stakeholder perusahaan, dengan menggunakan IPMS dapat
mengidentifikasikan 18 KPI yang dapat menggambarkan kondisi kinerja
PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru dimana stakeholder pada PT.
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru ini adalah Pelanggan terdiri dari 4 KPI,
Karyawan 5 KPI, supplier 4 KPI, dan Pimpinan 5 KPI.

2. Dari hasil pembobotan tingkat kepentingan yang dilakukan pada


pengolahan data dapat dilihat beberapa sub kriteria KPI yang berada pada
boobt tertinggi. Sub kriteria yang memiliki bobot tertinggi menjadi pusat
perhatian perusahaan untuk dapat segara diambil perbaikan. Adapun hasil
pengukuran kinerja dapat dilihat Key Peformance Indicator yang
kinerjanya buruk adalah untuk stakeholder Pelanggan yaitu Pelayanan
yang memuaskan terhadap pelanggan dengan nilai bobot tertinggi
pertama, untuk stakeholder supplier yaitu Order yang teratur dan berada
pada nilai bobot tertinggi kedua, untuk stakeholder karyawan yaitu
adanya bonus dan reward bila target produksi tercapai, dan berada pada
nilai bobot tertinggi ketiga. Dan nilai bobot terendah terdapat pada
stakeholder pimpinan yaitu pada KPI Perusahaan bergerak sesuai sistem
dan standar ISO .

100
3. Berdasarkan hasil pengolahan bobot KPI didapatkan 4 KPI yang memiliki
nilai bobot yang tinggi, dan KPI yang memiliki nilai bobot tinggi ini perlu
diberikan usulan perbaikan. Adapun indikator sub kriteria KPI yang
menjadi perhatian dan perlu diberikan usulan perbaikan adalah sebagai
berikut:
a. Usulan perbaikan untuk KPI Pelayanan yang memuaskan terhadap
pelanggan pada subkriteria pelanggan adalah perusahaan melakukan
kajian terhadap kualitas produk yang ada sekarang dan melakukan
pengendalian kualitas dengan melukan uji petik terhadap kualiitas
produk yang sudah diproduksi. uji petik merupakan kegiatan uji
kualitas produk per satu produk, apakah produk sudah memenuhi
standar yang sudah ditetapkan atau belum.
b. Usulan perbaikan untuk KPI Order yang teratur pada sub kriteria
Supplier adalah Hutang perusahaan sebaiknya di antisipasi dengan
adanya jaminan pembayaran produk yang telah selesai. Mengatur
rencana pemesanan bahan baku dengan menerapkan model EOQ
(Economic Order Quantity) agar perusahaan dapat meminimasi biaya
pemesana yang disebakan oleh hutang pelanggan.
c. Usulan perbaikan untuk KPI adanya bonus dan reward bila target
produksi tercapai sub kriteria karyawan adalah Dibentuknya serikat
pekerja, serikat ini bertujuan untuk hubungan kerja. Karena fungsi
serikat pekerja akan berfungsi untuk mewakili kepentingan pekerja
terhadapkebijakan perusahaan. Membuat PKB (Perjanjian Kerja
Bersama) dapat membaantu pekerja, namun juga tidak memberatkan
perusahaan.
d. Usulan perbaikan untuk KPI Perusahaan bergerak sesuai sistem dan
standar ISO pada sub kriteria pimpinan adalah Pimpinan Perusahaan
sebaiknya menambahkan satu departemen pengendalian mutu. Unit
ini diperuntukan untuk melakukan pengecekan produk agar mutu
produk yang dihasilkan sesuai dengan standarisasi produk dari
perusahaan sendiri. Pihak perusahaan harus melakukan proses

101
pengecekan produk kembali yang telah selesai sebelum dikirim ke
pelanggan serta meningkat kualitas produk.

6.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diberikan beberapa
saran sebagai berikut:

1. Untuk pengukuran kinerja periode berikutnya perlu dilakukan


penambahan KPI sebagai indikator kerja yang mengacu pada
identifikasi kebutuhan para stakeholder perusahaan yaitu, pelanggan,
karyawan, supplier dan pimpinan dimana saat inu perusahaan belum
memiliki data mengenai Key Performance Indicator tersebut.
2. Sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Integrated
Perormance System (IPMS) ini harus ditinjau secara periodik, agar
variabel kinerja dan target KPI yang ada dapat disesuaikan periodik,
baik menyangkut persaingan usaha, perkembangan kebutuhan
pelanggan maupun perkembangan standar pencapaian kinerja
perusahaan.

102
DAFTAR PUSTAKA

Aisyati, Azizah, Wakhid Ahmad Januhari, dan Dwiningsih Mulyaningtyas.,


Model Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Metode Integrated
Performance Measurement Systems dan Analytical Hierarchy Process,
Jurnal Teknik Indstri, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2012.

Anita, R., “Perancangan Tools Pengukuran Kinerja dengan Metode OMAX pada
PT Jagung Hibrida Sulawesi”. Thesis. Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta. 2012.

Bititci, Umit S, Allan S Carrie and Liam McDevitt., “Integrated Performance


Measurement Systems: -A Development Guide”, Internatioonal Journal of
Operatioons and Production Management, Vol. 17 no. 6. MCB University
Press. 2016.

Febriarso, Pandu., “Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Metode


Performance Prism (Studi Kasus: Hotel Arini Jl Brigjrn Slamet Riyadi
No. 361 Solo)”, Jurnal Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah
Surakarta, Surakarta, 2008.

Ginting, Rosnani., “Perancangan Produk”. Graha Ilmu. Yogyakarta. 2010.

Gradiannisa, Yuki, dkk,. “Analysis o integrated Perormance Measurement System In PT.


X”., Institute Technology of Bandung, Bandung, Indonesia, 2016.

Glavan, Ljubica Milanovic., “Understanding Process Performance Measurement


System”., Faculty of Economics and Business, University of Zagreb, Vol.2, No.2,
2011.

Hendrastuti., “Sistem Pengukuran Kinerja dengan Metode Integrated


Performance Measurement System (Studi Kasus: Usahatani dan Industri
Kecil Penyulingan dalam Klaster Agroindustri Minyak Nilai di Kabupaten
Kuningan)”. Jurnal Industri Pertanian. IPB, Bandung, 2011.

Marimin. Teknik Dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk.


Grasindo. Jakarta. 2015.

Nur, Muhammad dan Bahrul Ulum, “ Usulan Perbaikan Kinerja Menggunakan


Metode Performance Prism dan Analytichal Hierarchy Process di CV
Robert Jaya Sejahtera”. Jurnal Teknik Industri, UNS. Surakarta, 2019

Papilo, Petir., “Pengukuran Kinerja Organisasi Dengan Penerapan Metode IPMS


Yang Terintegrasi Dengan Metode Smart System (Studi Kasus : Fakultas
“x”)”, Jurnal Teknik Industri, UIN Suska Riau, Pekanbaru. 2012.
Rosmiati., Mustafid., Ibnu Widiyanto., “Sistem Informasi Pengukuran Kinerja
pada Perkebunana Kelapa Sawit dengan Menggunakan Metode Balanced
Scorecard “. Jurnal Statistik, Universitas Diponegoro. 2015.

Simbolon, Freddy., “Perbandingan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan”,


Jurnal Manajemen, Binus University, Jakarta Barat. 2015.

Sriwidadi, Teguh, “Integrated Peormance Measurement System for SME and


Management Control System”, Bina Nusantara niversity, Indonesia. 2012.

Susetyo, Joko., “Penerapan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan


Metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) pada PT
X”. Jurnal Teknik Industri, IST AKPRIND, Yogyakarta. 2013.

Susetyo, Joko., A.U.L. Sabakula.,“Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan


Balanced Scorecard dan Integrated Performance Measurement System
(IPMS)”, Jurnal Teknik Industri, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND,
Yogyakarta. 2014.

Wibisono, Darmawan., “Manajemen Kinerja, Konsep, Desain dan Teknik


Meningkatkan Daya Saing Perusahaan”. Erlangga, Jakarta. 2006.

Wibowo, Setio Agung, dan Erlinda Muslim., “ Perancangan Balanced Scorecard


Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan (Studi Kasus: PT. MCA)”.
Jurnal Teknik Industri, Universitas Indonesia, Yogyakarta. 2006.

Winarni, dan Cahyo Purnomo., “Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Mtode


Integrated Performance Measurement (IPMS)”. Jurnal Teknik Indstri,
Dosen, Alumni Jurusan Teknik Industri, IST AKPRIND, Yogyakarta.
2012.
Kuesioner Pengidentifikasian Stakeholder Requirement di PT.
SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU

Narasumber yang terhormat, Dalam menyelesaikan tugas akhir program sarjana


S-1 Teknik Industri UIN SUSKA RIAU, penulis melakukan pengumpulan data tentang
Analisis Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance
Measurement System (IPMS). Untuk itu, besar harapan penulis agar narasumber
bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam kuesioner
ini. Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Denilah Yani

Nama :

Jabatan :

Petunjuk Pengisisan Kuesioner


Silanglah jawaban atas pertanyaan dalam kuesioner ini (Jawaban bisa lebih dari satu).
Jika responden mempunyai jawaban lain dari pilihan yang ada maka responden dapat
menambahkan jawaban tersebut dalam kolom yang tersedia.

Hal-hal apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari pimpinan di PT. Sejahtera
Panca Jaya Pekanbaru ?

a. Pengembangan pabrik dan perusahaan sehingga lebih dikenal masyarakat


b. Pemanfaatan aset secara optimal
c. Kinerja keuangan perusahaan yang baik
d. Meninimalisasi biaya produksi
e. Peningkatan laba perusahaan
f. Standarisasi kualitas Ban
Jawaban :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Kuesioner Pengindentifikasian Stakeholder Requirement di PT.
SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU

Narasumber yang terhormat, Dalam menyelesaikan tugas akhir program


sarjana S-1 Teknik Industri UIN SUSKA RIAU, penulis melakukan pengumpulan data
tentang Analisis Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance
Measurement System (IPMS). Untuk itu, besar harapan penulis agar narasumber
bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam kuesioner
ini. Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Denilah Yani

Nama :

Jabatan :

Petunjuk Pengisisan Kuesioner


Silanglah jawaban atas pertanyaan dalam kuesioner ini (Jawaban bisa lebih dari satu).
Jika responden mempunyai jawaban lain dari pilihan yang ada maka responden dapat
menambahkan jawaban tersebut dalam kolom yang tersedia.

Hal-hal apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari pelanggan di PT. Sejahtera
Panca Jaya Pekanbaru ?

a. Mutu dan Kualitas ban hasil vulkanisir sesuai dengan standar


b. Pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan
c. Pengiriman ban tepat waktu sesuai dengan perjanjian
d. Adanya kemudahan bertransaksi
e. Cepat tanggap terhadap complain pelanggan
f. Jawaban :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Kuesioner Pengidentifikasian Stakeholder Requirement di PT.
SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU

Narasumber yang terhormat, Dalam menyelesaikan tugas akhir program sarjana


S-1 Teknik Industri UIN SUSKA RIAU, penulis melakukan pengumpulan data tentang
Analisis Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance
Measurement System (IPMS). Untuk itu, besar harapan penulis agar narasumber
bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam kuesioner
ini. Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Denilah Yani

Nama :

Jabatan :

Petunjuk Pengisisan Kuesioner


Silanglah jawaban atas pertanyaan dalam kuesioner ini (Jawaban bisa lebih dari satu).
Jika responden mempunyai jawaban lain dari pilihan yang ada maka responden dapat
menambahkan jawaban tersebut dalam kolom yang tersedia.

Hal-hal apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari supplier di PT. Sejahtera
Panca Jaya Pekanbaru ?

a. Pola order yang teratur


b. Tingkat Kepuasan supplier
c. Kerja sama yang baik dan sesuai kontrak
d. Komunikasi yang baik antar kedua belah pihak
e. Pembayaran tepat waktu
Jawaban :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Kuesioner Pengidentifikasian Stakeholder Requirement di PT.
SEJAHTERA PANCA JAYA PEKANBARU

Narasumber yang terhormat, Dalam menyelesaikan tugas akhir program sarjana


S-1 Teknik Industri UIN SUSKA RIAU, penulis melakukan pengumpulan data tentang
Analisis Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Integrated Performance
Measurement System (IPMS). Untuk itu, besar harapan penulis agar narasumber
bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam kuesioner
ini. Atas kesediannya, penulis mengucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Denilah Yani

Nama :

Jabatan :

Petunjuk Pengisisan Kuesioner


Silanglah jawaban atas pertanyaan dalam kuesioner ini (Jawaban bisa lebih dari satu).
Jika responden mempunyai jawaban lain dari pilihan yang ada maka responden dapat
menambahkan jawaban tersebut dalam kolom yang tersedia.

Hal-hal apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari karyawan di PT. Sejahtera
Panca Jaya Pekanbaru ?

a. Adanya jaminan keselamatan kerja karyawan


b. Cepat tanggap terhadap keluhan karyawan
c. Akomodasi karyawan yang memadai
d. Peningkatan kesejahteraan karyawan
e. Adanya bonus dan reward bila target produksi tercapai
f. Tingkat kesehatan dan keselamatan yang terjamin
g. Adanya Standard Operational Procedure (SOP)
Jawaban :
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
KUESIONER EXTERNAL MONITOR PERUSAHAAN

Kepada Bapak/Ibu Responden Yang terhormat

Dalam rangka menyusun Tugas Akhir perkuliahan saya di jurusan Teknik


Industri UIN SUSKA RIAU, saya bbermaksud untuk melakukan penelitian degan judul
“Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan menggunakan IPMS dan AHP (Studi Kasus:
PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan segala kerendahan hati, saya memohon
kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi data perusahaan yang telah saya sediakan. Kuesioner
external monitor ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan posisi PT. Sejahtera Panca
Jaya Pekanbaru terhadap pesaing sejenisnya. Dilakukannya eternal monitor diharapkan
dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari perkembangan PT. Sejahtera Panca
Jaya Pekanbar terhadap perusahaan pesaingnya sehingga perusahaan dapat meningkatkan
kinerjanya.

Atas kesediaan waktu yang Bapak/Ibu luangkan, saya ucapkan terimakasih.

Hormat Saya

Denilah Yani
IDENTITAS DIRI

Nama Lengkap :

Jenis Kelamin :

Usia :

Tingkat Pendidikan :

Lama Bekerja :

PETUNUJUK PENGISIAN

1. Kuesioner eternal monitor ini menggunakan skala likert, dimana terdapat


pemberian angka skala 1 sampai dengan 5 yang memiliki keterangan sebagai
berikut:
- Skala Penilaian 5 : Sangat Penting
- Skala Penilaian 4 : Penting
- Skala Penilaian 3 : Biasa
- Skala Penilaian 2 : Kurang Penting
- Skala Penilaian 1 : Tidak Penting
2. Bapak/Ibu diminta untuk melingkari salah satu angka yang dianggap paling
sesuai dengan kondisi perusahaan.
No. Stakeholder Requirements Sejahtera Panca Jaya Sumber Vulkanisir
Super
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1. Kinerja keuangan perusahaan yang baik


2. Meminimalisasi biaya produksi
3. Peningkatan laba perusahaan

1. Pimpinan 4. Standarisasi kualitas ban


1. Peningkatan kesejahteraan karyawan
2. Adanya bonus dan reward bila target
produksi tercapai
3. Adanya Standard Operation Procedure
4. Adanya kelengkapan keamanan kerja
yang standar
5. Adanya jaminan keselamatan kerja
2 Karyawan karyawan
1. Kerja sama yang baik dan sesuai kontrak
2. Komunikasi yang baik antar kedua belah
pihak
3. Adanya pola peningkatan volume
pembelian
3 Supplier 4. Order yang teratur
1. Mutu dan kualitas ban hasil vulkanisir
sesuai standar
2. Cepat tanggap terhadap komplain
pelanggan
3. Kemudahan dakam transaksi
4. Pelayanan yang memuaskan terhadap
4 Pelanggan pelanggan.

Mengetahui

( )
KUESIONER PEMBOBOTAN TINGKAT KEPENTINGAN STAKEHOLDER dan
KEY PEFORMANCE INDICATOR (KPI)

Kepada Bapak/Ibu ResponderYang Terhormat

Dalam rangka menyusun Tugas Akhir perkuliahan saya di jurusan Teknik


Industri UIN SUSKA RIAU, saya bbermaksud untuk melakukan penelitian degan judul
“Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan menggunakan IPMS dan AHP (Studi Kasus:
PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan segala kerendahan hati, saya memohon
kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi data perusahaan yang telah saya sediakan. Kuesioner
ini ditujukan untuk mengetahui tolak ukur kepentingan stakeholder dalam aspek-aspek
perusahaan.

Atas kesediaan waktu yang Bapak/Ibu luangkan, saya ucapkan terimakasih.

Hormat Saya

Denilah Yani
PETUNJUK PENGISIAN

Untuk menyamakan pemahan dan prosedur, maka peneliti sampaikan kepada


Bapak/Ibu petunjuk kuesioner pembobotan dibawah ini:

1. Pembobotan dilakukan dengan perbandingan berpasangan, yaitu membandingkan


kriteria peneliti disebelah kiri dengan kriteria peneliti disebelah kanan.
2. Kolom penelitian di sebelah kiri (kolom sama penting (1) ke kiri) digunakan jika
kriteriia atau indikator seelah kiri mempunyai derajat lebih tinggi, Sebaliknya,
kolom penelitian di sebelah kanan (kolom sama penting (1) ke kanan) digunakan
jika kriteria atau indikator sebelah kanan mempunyai derajat lebih tinggi.
3. Bapak/Ibu diminta melingkari atau memberi tanda (x) pada angka yang sesuai
dengan arti penilaian sebagai berikut:
Tabel Intensitas Kepentingan pada Kuesioner
Intensitas Pentingnya Defenisi
1 Kedua elemen yang sama pentingnya
3 Elemen yang satu sedikit lebih penting
ketimbang yang lainnya
5 Elemen yang satu sangat penting ketimbang
yang lainnya
7 Satu elemen jelas leih penting dari elemen
yang lainnya
9 Satu elemen mutlak lebih penting ketimbang
elemen yang lainnya
2,4,6,8 Nilai-nilai antara dua pertimbangan yang
berdekatan

4. Penilaian Bapak/Ibu diharapkan untuk konsisten. Misalnya Bapak/Ibu


menyatakan A lebih penting daripada B, dan B lebih penting daripada C, maka
penilaian Saudara konsisten jika menyatakan C lebih penting daripada A.
5. Apabila ada keraguan dalam perbandingan tingkat kepentingan antar faktor-
faktor tersebut, dapat diatasi dengan cara memberi tanda pada angka genap
(2,4,6,8) diantara dua angka ganjil, menunjukkan arti penilaian diantara dua
angka ganjil yang bersebelahan tersebut.
6. Peneliti sampaikan contoh pengisian berikut ini:
Keterangan:

1 : Sama pentingnya
3 : Sedikit lebih penting
5 : Lebih penting daripada
7 : Jauh Lebih Penting
9 : Mutlak lebih penting

Arti pengisian diatas adalah:

a. B pada tingkat kepentingan sedikit lebih penting daripada A


b. A pada tingkatan jauh lebih daripada C
c. B berada pada tingkatan mutlak lebih penting dari C
1. KUESIONER
Level 2
a. Perbandingan berpasangan antar kriteria
- Berilah tanda lingkaran ( O ) pada penilaian bobot kepentingan yang anda
anggap palin sesuai.

Kriteria Bobot Kepentingan Kriteria


Kelas Kiri Kelas Kanan
Pelanggan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Karyawan
Pelanggan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Supplier
Pelanggan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pimpinan
Karyawan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Supplier
Karyawan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pimpinan
Pimpinan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Supplier
Supplier 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pimpinan
Level 3

a. Perbandingan berpasagan antar Sub kriteria Pelanggan


- Berilah tanda lingkaran ( O ) pada penilaian kepentingan yang anda
anggap paling serasi

Kriteria Bobot Kepentingan Kriteria


Kelas Kiri Kelas Kanan
KPI 1 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 2

KPI 21 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 3
KPI 3 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 4
KPI 4 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 4
Keterangan :

KPI 1 : Mutu dan kualitas ban hasil vulkanisir sesuai dengan standar
KPI 2 : Pelayanan yang memuaskan terhadap pelanggan
KPI 3 : Adanya kemudahan dalam bertransaksi
KPI 4 : Cepat tanggap terhadap komplain

b. Perbandingan berpasangan antar sub kriteria Karyawan

Kriteria Bobot Kepentingan Kriteria


Kelas Kiri Kelas Kanan
KPI 5 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 6

KPI 6 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 7
KPI 7 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 8
KPI 8 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 9
KPI 9 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 5
Keterangan :
KPI 5 : Tingkat turn over karyawan vulkanisir
KPI 6 : Tingkat kepuasan karyawan
KPI 7 : Tingkat produktivitas tenaga kerja dalam proses produksi
KPI 8 : Tingkat kepuasan kerja akan jaminan dalam bekerja
KPI 9 : Tingkat kepuasan kerja

c. Perbandingan berpasangan antar sub kriteria Supplier

Kriteria Bobot Kepentingan Kriteria


Kelas Kiri Kelas Kanan
KPI 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 11

KPI 11 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 12
KPI 12 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 13
KPI 13 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 10
Keterangan :
KPI 10 : Kerja sama yang baik antar kedua belah pihak
KPI 11 : Komunikasi yang baik antar kedua belah pihak
KPI 12 : Adanya pola peningkatan volume pembelian
KPI 13 : Order yang teratur

Level 4

a. Perbandingan berpasangan antar KPI dari ktiteria Pimpinan

(Meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan)

Kriteria Bobot Kepentingan Kriteria


Kelas Kiri Kelas Kanan
KPI 14 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 15

KPI 15 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 16
KPI 16 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 17
KPI 17 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 18
KPI 18 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 19
KPI 19 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KPI 14
Keterangan :
KPI 14 : Kinerja keuangan perusahaan yang baik
KPI 15 : Perusahaan bergerak sesuai sistem dan standar ISO
KPI 16 : Adanya kesadaran para pekerja untuk menjaga kestabilan dan kualitas
dalam sistem produksi
KPI 17 : Perusahaan dapat bersaigg dengan sehat
KPI 18 : Perencanaan produksi dan target yang jelas
KPI 19 : Adanya standarisasi proses produksi dan kualitas
KUESIONER VALIDASI KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI)

Pada validasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dari KPI di PT.
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru, yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh penulis pada
penelitian yang dilakukan. KPI ini disusun pada sebuah hierarki yang berdasarkan
pendekatan stakeholder PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru, yang nantinya dapat
digunakan pada sistem pengukuran kinerja perusahaan. Adapun hieaki kinerja PT.
Sejahtera Panca Jaya dapat dilihat pada gambar yang terlampir.
Untuk melakukan validasi pada KPI ini, diharapkan dari pihak perusahaan yang
memiliki wewenang diharapkan dapat memberikan jawaban pada pertanyaan yang
diberikan penulis dibawah ini.
Pertanyaan Jawaban
Apakah hierarki kinerja yang terbentuk Ya, sudah mmewakili sistem pengukuran
dapat mewakili sistem pengukuran kinerja kinerja di PT. Sejahtera Panca Jaya
di PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru saat Pekanbaru
in?
Secara keseluruhan, apakah KPI yang telah Ya, sudah dapat digunakan
diidentifikasi dapat digunakan untuk
mengukur kinerja di PT. Sejahtera Panca
Jaya Pekanbaru?

Berdasarkan jawaban yang dipperoleh dari pihak perusahaan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa KPI yang teridentifikasi berdasarkan stakeholder reuirement dari PT.
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru yang akan digunakan untuk mengukur kinerja
perusahaan adalah :Valid / Tidak Valid
Hierarki Kinerja Perusahaan

PT. Sejahtera Panca Jaya

Pelanggan Karyawan Supplier Pimpinan

KPI 5. Tingkat turn over karyawan vulkanisir


KPI 1. Rasio produk cacat KPI 6. Tingkat kepuasan karyawan
KPI 2. Taking Care Responbiliity (TCR) KPI 10. Tingkat ketetapan quantity barang yang KPI 14. Total Asset Turn Over
KPI 7. Tingkat produktivitas tenaga kerja dalam
KPI 3. Rasio pengiriman produk tepat wakt dipesan KPI 15 Tingkat pertumbuhan profit
proses produksi
KPI 4. Jumlah komplain yang diselesaikan KPI 11. Jumlah pola order yang teratur KPI 16. Rasio mutu produk
KPI 8. Tingkat kepuasan kerja akan jaminan dalam
KPI 12. Tingkat kepuasan supplier
bekerja
KPI13. Current Rasio Debt to equity
KPI 9. Tingkat kepuasan kerja
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI
ISSN: 1412-6869 (Print), ISSN: 2460-4038 (Online)
Journal homepage: [Link]
doi: 10.23917/jiti.v17i1.5203

Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Integrated


Performance Measurement Systems (IPMS)
Dan Analytical Hierarchy Process (AHP)
Studi Kasus PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru
1* 2#
Muhammad Nur , Denilah Yani
Abstract. PT. Sejahtera Panca Jaya is a company engaged in tire retreading. The development
of the tire retreading industry has given rise to stiff competition among tire retreaders,
especially in Pekanbaru. During this time the company has difficulty in achieving production
targets, the difficulties experienced by the company are caused by the production process that
is carried out isn’t proportional to the income earned and poor management of the company’s
financial management. So far the company has never carried out integrated performance
measurements. Performance measurement is very important for the company, can help the
company to know the level of good work performance. For the current era, the best way to
measure performance is by considering company stakeholders and identifying stakeholder
needs. The result of performance measurements obtained as many as 16 KPI have been
identified, there are 4 KPI taken from each stakeholder with the highest weight value. KPI with
the highest weight value will be given a proposed improvement. By making improvements to
the indicators expected to improve the company’s performance going forward.

Keywords: AHP, IPMS, KPI ,Performance measurements

Abstrak. PT. Sejahtera Panca Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang vulkanisir
ban. Perkembangan industri vulkanisir ban memunculkan persaingan yang cukup ketat diantara
vulkanisir ban khususnya di Pekanbaru. Selama ini perusahaan mengalami kesulitan dalam
mencapai target produksi, kesulitan yang dialami perusahaan disebabkan oleh proses produksi
yang dilakukan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh serta buruknya
pengelolaan manajemen keuangan perusahaan. Selama ini perusahaan belum pernah
melakukan pengukuran kinerja secara terintegrasi. Pengukuran kinerja sangat penting bagi
perusahaan, dapat membantu perusahaan untuk mengetahui tingkat performansi kerja yang
baik. Untuk era sekarang, cara terbaik untuk mengukur kinerja adalah dengan
memppertimbangkan stakeholder perusahaan dan mengidentifikasi kebutuhan stakeholder.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan stakeholder, memberikan usulan dan
meningkatkan kinerja perusahaan dengan menerapkan metode IPMS yang dikombinasikan
dengan AHP. Hasil dari pengukuran kinerja diperoleh sebanyak 18 KPI yang telah teridentifikasi,
terdapat 4 KPI yang diambil dari setiap stakeholder dengan nilai bobot tertinggi. KPI dengan
nilai bobot tertinggi akan diberikan usulan perbaikan. Dengan dilakukan perbaikan terhadap
indikator diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya.

Kata Kunci: AHP, IPMS, KPI ,Pengukuran Kinerja

36
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

yang terbuat dari ban yang berguna untuk


1
I. PENDAHULUAN diolah kembali. Perusahaan ini berdiri pada
tahun 2014 dengan jumlah karyawan 16
Persaingan adalah suatu hal yang
orang. Selama ini perusahaan belum pernah
tidak dapat dihindari. Setiap perusahaan
melakukan pengukuran kinerja secara
dituntut untuk berbenah dalam setiap aspek-
terintegritas, sehingga dibutuhkannya
aspek kinerja perusahaannya, sehingga
pengukuran kinerja yang memfokuskan
perusahaan dapat tetap bersaing dengan
kepada seluruh stakeholder yang terkait
perusahaan lain. Pada saat ini, perusahaan
dengan perusahaan.
dihadapkan pada kompleksitas dan
PT. sejahtera panca jaya pekanbaru
turbulensi dalam lingkungan bisnisnya,
melakukan proses produksi setiap hari untuk
dengan lingkungan yang demikian menuntut
memenuhi targetnya, tetapi perusahaan
suatu manajemen yang fleksibel dan dinamis
belum bisa memenuhi target produksi sesuai
dalam menghadapi setiap perubahan yang
permintaan pelanggan.
terjadi. Untuk dapat tetap eksis dalam dunia
Selama ini perusahaan mengalami
bisnis dengan persaingan yang begitu keras,
kesulitan dalam mencapai target produksi,
perusahaan harus dapat mengikuti
kesulitan yang dialami perusahaan
perkembangan yang ada dengan sebaik-
disebabkan oleh proses produksi yang
baiknya, baik dari segi internal perusahaan,
dilakukan tidak sebanding dengan
maupun dari segi eksternal. Media untuk hal
pendapatan yang diperoleh serta buruknya
tersebut adalah dengan mengetahui tingkat
pengelolaan manjemen keuangan
perfomasi perusahaan dengan melakukan
perusahaan.
pengukuran kinerja.
Maka dari itu dibutuhkan model
Dalam pengukuran kinerja
yang mampu menggambarkan kinerja
perusahaan diperlukan metode yang bisa
keseluruhan perusahaan seperti metode
mengukur kinerja seluruh organisasi
Integrated Performance Measurement
perusahaan tersebut. Karena pengukuran
System dan Analytical Hierarchy Process.
kinerja tidak hanya mementingkan pada
Metode Performance Measurement System
keuntungan jangka pendek perusahaan
merupakan metode pengukuran kinerja yang
tetapi juga dalam jangka panjang.
terintegrasi yaitu menggukur kinerja suatu
Pengukuran kinerja gunanya untuk
perusahaan yang dilakukan secara top –
mengetahui tingkat kemampuan perusahaan,
down dengan memperhatikan kebutuhan
apakah perusahaan tersebut telah berjalan
dari setiap stakeholder-nya dan tetap
dengan baik, atau justru mengalami
memonitor posisi perusahaan terhadap
kemerosotan (Susetyo, 2013).
pesaingnya. Sedangkan metode Analytical
PT. sejahtera panca jaya pekanbaru
Hierarchy Process merupakan model
merupakan perusahaan yang bergerak dalam
pendukung keputusan yang menguraikan
pembuatan vulkanisisr adalah sebuah tatakan
masalah multi faktor atau multi kriteria yang
komplek menjadi hirarki. Tujuan dari model
1 IPMS, agar sistem pengukuran kinerja lebih
1
Muhammad Nur, ST., [Link], Dosen Jurusan Teknik akurat, terintegrasi, efektif dan efisien.
Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, Berbeda dengan model lainnya, IPMS
JL. HR. Soebrantas No. 155 Simpang Baru, Panam, menjadikan keinginan stakeholder menjadi
Pekanbaru, 28293 (E-mail: [Link]@uin-
[Link] ) titik awal dalam melakukan perancangan
2
Denilah Yani, Mahasiswi Jurusan Teknik Industri sistem pengukuran kinerjanya. Peranan
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, JL. HR. stakeholder tidak hanya pemegang saham,
Soebrantas No. 155 Simpang Baru, Panam, melainkan beberapa pihak yang memiliki
Pekanbaru, 28293 (E-mail:
denilayani041295@[Link] ) kepentingan atau dipentingkan oleh
perusahaan seperti konsumen, karyawan,
pemasok dan lain-lain (Simbolon, 2015).

37
Nur, muhammad / pengukuran kinerja……. JITI, Vol.17 (1), Juni 2018, 36 – 45

II. METODE PENELITIAN perusahaan seperti pemilik, karyawan,


pemasok dan pelanggan.
Langkah-langkah yang ditempuh
5. Identifikasi Stakeholder Requirements
pada penelitian ini ditunjukkan oleh diagram
Pada tahap ini bertujuan untuk menggali
alur penelitian berikut:
kebutuhan dari masing-masing stakeholder
1. Observasi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk
Observasi merupakan pengumpulan data
mengetahui stakeholder requirement
lansung terhadap obyek penelitian
dapat dilakukan dengan melakukan diskusi
dengan tujuan untuk memahami kinerja
atau wawancara terhadap pihak
dari perusahaan. Observasi dilakukan
perusahaan.
untuk mendapatkan informasi mengenai
6. Identifikasi Eksternal Monitor
stakeholder perusahaan dan kebutuhan
Pada tahap ini bertujuan untuk mengetahui
dan keinginan stakeholder perusahaan.
posisi PT. Sejahtera Panca Jaya terhadap
2. Wawancara
perusahaan pesaing sejenisnya, sehingga
Wawancara dilakukan kepada pihak-pihak
dapat mengetahui kekurangan dan
yang mengerti dan terlibat pada
kelebihan perkembangan kebutuhan
perusahaan. Hal ini dilakukan untuk
bisnisnya.
mengetahui kinerja serta kondisi
7. Identifikasi Objectives Bisnis
perusahaan secara menyeluruh dan
Pada tahap ini dilakukan berdasarkan
aktivitas yang dilakukan perusahaan.
stakeholder requirement yang memiliki
3. Penyebaran kuesioner
kemiripan, sehingga dapat digolongkan.
Kuesioner berisikan daftar pernyataan
Stakeholder requirement yanglah
yang ditujukan kepada seluruh
ditentukan sebelumnya akan
stakeholder terkait dengan topik
dikelompokkan menjadi beberapa
penelitian yang telah ditetapkan. Dalam
objectives yang lebih spesifik untuk
penelitian ini terdapat 3 kuesioner yang
meningkatkan kinerja perusahaan.
akan disebarkan yaitu Kuesioner pertama
Penggolongan objectives ini dilakukan
disusun dengan tujuan untuk
dengan diskusi atau wawancara terhadap
mendapatkan indikator-indikator
pihak perusahaan.
kebutuhan dari para stakeholder,
8. Penentuan Key Performance Indicator
penyebaran kuesioner 2 bertujuan untuk
(KPI)
mengetahui posisi perusahaan terhadap
Pada tahap ini dilakukan sebagai ukuran
pesaingnya, dan kuesioner ke- 3 yang
untuk mengetahui tingkat pencapaian
berisikan indikator kinerja yang diperoleh
masing-masing objectives berdasarkan
dari kuesioner 1 dan 2 yang
masing-masing requirement yang telah
menggunakan metode AHP yang
diidentifikasi sebelumnya.
bertujuan untuk mengetahui tingkat
9. Penyusunan Hierarki Kinerja
kepentingan dari perusahaan.
Penyusunan hierarki dilakukan
4. Penentuan stakeholder Perusahaan
berdasarkan KPI yang telah terbentuk dari
Pada tahap ini stakeholder sebagai pihak
stakeholder dan indikatornya masing-
– pihak penting yang berhubunga baik
masing.
secara langsung maupun tidak langsung
10. Validasi dan Spesifikasi KPI
dengan perusahaan, sehingga dapat
Proses validasi dilakukan dengan
menggerakkan jaminan keberadaan suatu
memberikan daftar KPI berupa kuesioner
perusahaan. Stakeholer yang terlibat dala
terhadap pihak perusahaan. Proses
penelitian ini meliputi pimpinan,
spesifikasi KPI dilakukan untuk mengetahui
pelanggan, karyawan dan supplier. ke 2
deskripsi jelas tentang KPI yang terdiri dari
yaitu dimensi pengukuran seluruh
tujuan, keterkaitan dengan objectives,
stakeholder yang terlibat pada
target perusahaan, cara mengukur KPI,
frekuensi pengukuran dan sumber data.

38
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

11. Pembobotan KPI Pada tahap ini PT. Sejahtera Panca Jaya
dilakukan berdasarkan penyusunan Pekanbaru
hierarki kinerja perusahaan dengan
metode AHP
Seluruh departemen dalam PT.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru
3.1 Mengidentifikasi Level Bisnis
Perusahaan
Perancangan sistem pengukuran kinerja
Pimpinan, karyawan, pelanggan
dengan metode Integrated Performance dan suppler.
Measurement Systems (IPMS), perlu
dilakukan identifikasi level bisnis
perusahaan yang terdiri dari level bisnis,
level unit bisnis, level proses bisnis dan Aktiivitas – aktivitas
level aktivitas. Berikut adalah pembagian
level pada PT. Sejahtera Panca Jaya Gambar 4.2 Pembagian level organisasi
Pekanbaru:
a. Bisnis Induk 3.2 Mengidentifikasi kebutuhan stakeholder
Level bisnis induk untuk pengukuran perusahaan ini dilakukan dengan wawancara,
kinerja adalah PT. Sejahtera Panca Jaya wawancara dilakukan secara terbuuka untuk
Pekanbaru memnuhi kebutuhan dari setiap Stakeholder
b. Unit Bisnis perusahaan dengan menggunakan prinsip
Level unit bisnis untuk pengukuran IPMS. Stakeholder sendiri merupakan suatu
kinerja adalah seluruh departemen yang aspek terpenting dalam keberhasilan suatu
terdapat pada PT. Sejahtera Panca Jaya. perusahaan.
Departemen tersebut terdiri dari Stakeholder dari PT. Sejahtera Panca Jaya
departemen pemeriksaan, filling, adalah sebagai berikut:
enveloping dan finishing. Pimpinan
c. Proses Bisnis
Level proses bisnis untuk pengukuran
kinerja PT. sejahtera Panca Jaya
Pekanbaru adalah pimpinan, karyawan,
pelanggan dan supplier.
Pelanggan PT. Sejahtera Panca Jaya Karyawan
d. Aktivitas
Level aktivitas untuk pengukuran kinerja
adalah seluruh aktivitas –aktivitas yang
berkaitan langsung dengan PT. Sejahtera Supplier
Panca Jaya Pekanbaru. pembagian level
Gambar 4.3 Stakeholder
organisasi pada PT. Sejahtera Panca Jaya
dapat dilihat padaa Gambar 4.2
Adapun stakeholder yang telah ditetapkan
adalah sebagai berikut:
1. Stakeholder Pelanggan
Pelanggan adalah stakeholder
penting bagi perusahaan,
dikarenakan pelanggan adalah raja
bagi perusahaan yang harus
senantiasa dipenuhi keinginan dan
kebutuhannya untuk menjaga
keberlangsungan hidup perusahaan

39
Nur, muhammad / pengukuran kinerja……. JITI, Vol.17 (1), Juni 2018, 36 – 45

sendiri. Pelanggan dari PT. Sejahtera Berikut daftar Stakeholder


Panca Jaya Pekanbaru adalah Salam requirement perusahaan:
Banindo, Sejahtera Ban, PT. Awal Stakeholder Requirement (Kebutuhan)
Bross, PT. Sinar Riau Abadi, PT. Riau Pelanggan 1. Mutu dan Kualitas ban hasil
Muda Jasa Sarana dan PT. Perintis. vulkanisir sesuai dengan
2. Stakeholder Karyawan standar
Karyawan merupakan stakeholder 2. Pelayanan yang memuaskan
penting kedua bagi perusahaan. terhadap pelanggan
Pemenuhan terhadap keinginan dan 3. Pengiriman ban tepat waktu
kebutuhan karyawan oleh sesuai dengan perjanjian
perusahaan dapat menimbulkannya 4. Adanya kemudahan
kepuasan bagi karyawan sendiri. bertransaksi
Jumlah karyawan yang bekerja di PT. 5. Cepat tanggap terhadap
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru complain pelanggan
adalah 15 orang yang terbagi lagi 1. Adanya jaminan
dalam masing-masing bagian. keselamatan kerja karyawan
3. Stakeholder Supllier 2. Cepat tanggap terhadap
Supllier sebagai salah satu keluhan karyawan
Stakeholder yang mempunyai 3. Akomodasi karyawan yang
peranan penting dalam menentukan Karyawan memadai
kelancaran apakah kegiatan 4. Peningkatan kesejahteraan
operasional perusahaan dapat karyawan
berjalan dengan lancar atau tidak. 5. Adanya bonus dan reward
PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru bila target produksi tercapai
melakukan kerja sama dengan
6. Tingkat kesehatan dan
beberapa pemasok guna pendukung
keselamatan yang terjamin
berjalannya operasional perusahaan,
7. Adamya Standard
yang terdiri dari New Techindo,
Operatinal Procedure (SOP)
Sukses Bersama Karunia Kasih, Timur
Supplier 1. Pola order yang teratur
Jaya dan Sumatera Kartndo.
2. Tingkat Kepuasan supplier
4. Stakeholder Pimpinan Perusahaan
3. Kerja sama yang baik dan
Pimpinan perusahaan merupakan
sesuai kontrak
Stakeholder yang sangat penting
4. Komunikasi yang baik antar
bagi perusahaan. Pimpinan akan
kedua belah pihak
bertanggung jawab atas
5. Pembayaran tepat waktu
keberlangsungan hidup dari
perusahaan. Pemilik saham usaha PT. Pimpinan 1. Perusahaan bergerak sesuai
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru sistem dan standar ISO
adalah Bapak Yanto Leonardi. 2. Adanya kesadaran para
Dari masing-masing Stakeholder pekkerja untuk menjaga
yang telah dijelaskan, maka dapat dilakukan kestabilan dan kualitas
pengidentifikasian kebutuhan Stakeholder. dalam sistem produksi
Identifikasi kebutuhan Stakeholder dapat 3. Perusahaan dappat
diilakukan dengan wawancara terhadap pihak bersaing dengan sehat
perusahaan yang mengetahui kondisi PT. 4. Perencanaan produksi dan
Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru. target yang jelas
5. Adanya standarisasi proses
produksi dan kualitas

40
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

3.1. Usulan Perbaikan tersebut merupakan indikator yang dipilih


Dari total seluruh KPI yaitu sebanyak 16 sebagai prioritas tertinggi oleh pihak perusahaan
KPI yang telah teridentifikasi, terdapat 4 KPI yang dan perlu diberikan tindakan perbaikan. Usulan
diambil dari setiap stakeholder dengan nilai tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan
bobot tertinggi yang perlu dianalisis. Karena KPI untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

. Tabel 4.1 Permasalahan dan Usulan Perbaikan KPI


Stakeholder Pelanggan
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
KPI Adanya komplain 1. Perusahaan melakukan kajian terhadap
Pelayanan pelanggan terhadap kualitas produk yang ada sekarang.
yang mutu dan kualitas yang 2. Melakukan pengendalian kualitas dengan
memuaskan diberikan oleh melakukan uji petik terhadap kualiitas
terhadap vulkanisir produk yang sudah diproduksi. uji petik
pelanggan merupakan kegiatan uji kualitas produk per
satu produk, apakah produk sudah
memenuhi standar yang sudah ditetapkan
atau belum.

Tabel 4. Permasalahan dan Usulan Perbaikan KPI


Stakeholder Supplier
KPI Permasalahan Usulan Perbaikan
KPI Kinerja keuangan 1. Hutang perusahaan sebaiknya di antisipasi
Order yang perusahaan yang dengan adanya jaminan pembayaran produk
teratur buruk terjadi karena yang telah selesai
adanya hutang 2. Mengatur rencana pemesanan bahan baku
pelanggan kepada dengan menerapkan model EOQ (Economic
perusahaan yang Order Quantity) agar perusahaan dapat
menyebabkan meminimasi biaya pemesana yang disebakan
perusahaan sulit oleh hutang pelanggan.
untuk mencapai
target pendapatan
yang telah
ditetapkan.
Stakeholder Karyawan

KPI Permasalahan Usulan Perbaikan

KPI Kurangnya Dibentuknya serikat pekerja, serikat ini


Adanya komunikasi dan bertujuan untuk hubungan kerja. Karena
bonus dan hubungan yang baik fungsi serikat pekerja akan berfungsi untuk
reward bila antara pimpinan dan mewakili kepentingan pekerja
target karyawan. Hal ini terhadapkebijakan perusahaan. Membuat
produksi terjadi pada saat PKB (Perjanjian Kerja Bersama) dapat
tercapai karyawan sudah membaantu pekerja, namun juga tidak
mampu mencapai memberatkan perusahaan.
target produksi,
karyawan tidak

41
Nur, muhammad / pengukuran kinerja……. JITI, Vol.17 (1), Juni 2018, 36 – 45

diberikan bonus
ataupun reward atas
kerja keras yang telah
dilakukan.
Stakeholder Pimpinan
KPI Standarisasi kualitas 1. Perusahaan sebaiknya menambahkan satu
Perusahaan ban, terjadinya departemen pengendalian mutu. Unit ini
bergerak complain pelanggan diperuntukan untuk melakukan pengecekan
seusai sistem terhadap ban yang produk agar mutu produk yang dihasilkan
dan standar telah selesai di masak. sesuai dengan standarisasi produk dari
ISO Komplain lebih sering perusahaan sendiri.
terjadi pada finishing 2. Pihak perusahaan harus melakukan proses
ban, karywan kurang pengecekan produk kembali yang telah
memperhatikan hasil selesai sebelum dikirim ke pelanggan serta
lem yang ada di meningkat kualitas produk.
pinggiran ban.

1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan bobot meminimasi biaya pemesanan yang
key performance indicators (KPI), didapatkan disebakan oleh hutang pelanggan
4 KPI yang memiliki bobot tertinggi dari 3. Usulan perbaikan untuk KPI Adanya bonus
setiap stakeholder sehingga perlu diberikan dan reward bila target produksi tercapai
usulan perbaikan. Adapun indikator prioritas pada sub kriteria karyawan adalah
perusahaan serta usulan perbaikan yang Dibentuknya serikat pekerja, serikat ini
diberikan adalah sebagai berikut: bertujuan untuk hubungan kerja. Karena
1. Usulan perbaikan untuk KPI Pelayanan fungsi serikat pekerja akan berfungsi
yang memuaskan terhadap pelanggan untuk mewakili kepentingan pekerja
pada subkriteria pelanggan adalah terhadapkebijakan perusahaan. Membuat
perusahaan melakukan kajian terhadap PKB (Perjanjian Kerja Bersama) dapat
kualitas produk yang ada sekarang dan membaantu pekerja, namun juga tidak
melakukan pengendalian kualitas dengan memberatkan perusahaan.
melukan uji petik terhadap kualiitas 4. Usulan perbaikan untuk KPI Perusahaan
produk yang sudah diproduksi. Uji petik bergerak sesuai sistem dan standar ISO
merupakan kegiatan uji kualitas produk pada sub kriteria pimpinan adalah
per satu produk, apakah produk sudah Pimpinan Perusahaan sebaiknya
memenuhi standar yang sudah ditetapkan menambahkan satu departemen
atau belum. pengendalian mutu. Unit ini
2. Usulan perbaikan untuk KPI Order yang diperuntukan untuk melakukan
teratur pada sub kriteria Supplier adalah pengecekan produk agar mutu produk
Hutang perusahaan sebaiknya di antisipasi yang dihasilkan sesuai dengan
dengan adanya jaminan pembayaran standarisasi produk dari perusahaan
produk yang telah selesai. Mengatur sendiri. Pihak perusahaan harus
rencana pemesanan bahan baku dengan melakukan proses pengecekan produk
menerapkan model EOQ (Economic Order kembali yang telah selesai sebelum
Quantity) agar perusahaan dapat dikirim ke pelanggan serta meningkat
kualitas produk.

42
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

Daftar Pustaka Papilo, Petir., “Pengukuran Kinerja


Aisyati, Azizah, Wakhid Ahmad Januhari dan Organisasi Dengan Penerapan
Muulyaningtyas, Model Pengukuran Metode IPMS Yang Terintegrasi
Kinerja dengan Menggunakan Dengan Metode Smart System
Metode Integrated Performance (Studi Kasus : Fakultas “x”)”, Jurnal
Measurement Systems dan Teknik Industri, UIN Suska Riau,
Analytical Hierarchy Process, Jurnal Pekanbaru. 2012.
Teknik Indstri, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta, 2012. Rosmiati., Mustafid., Ibnu Widiyanto.,
“Sistem Informasi Pengukuran
Anita, R., “Perancangan Tools Pengukuran Kinerja pada Perkebunana Kelapa
Kinerja dengan Metode OMAX Sawit dengan Menggunakan
pada PT Jagung Hibrida Sulawesi”. Metode Balanced Scorecard “.
Thesis. Universitas Gajah Mada, Jurnal Statistik, Universitas
Yogyakarta. 2012. Diponegoro. 2015.
.
Febriarso, Pandu., “Perancangan Sistem Simbolon, Freddy., “Perbandingan Sistem
Pengukuran Kinerja dengan Metode Pengukuran Kinerja Perusahaan”,
Performance Prism (Studi Kasus: Jurnal Manajemen, Binus University,
Hotel Arini Jl Brigjrn Slamet Riyadi Jakarta Barat. 2015.
No. 361 Solo)”, Jurnal Teknik
Industri, Universitas Susetyo, Joko., “Penerapan Sistem
Muhammadiyah Surakarta, Pengukuran Kinerja Perusahaan
Surakarta, 2008. dengan Metode Integrated
Performance Measurement System
Ginting, Rosnani., “Perancangan Produk”. (IPMS) pada PT X”. Jurnal Teknik
Graha Ilmu. Yogyakarta. 2010. Industri, IST AKPRIND, Yogyakarta.
2013.
Hendrastuti., “Sistem Pengukuran Kinerja
dengan Metode Integrated Susetyo, Joko., A.U.L. Sabakula.,“Pengukuran
Performance Measurement System Kinerja dengan Menggunakan
(Studi Kasus: Usahatani dan Industri Balanced Scorecard dan Integrated
Kecil Penyulingan dalam Klaster Performance Measurement System
Agroindustri Minyak Nilai di (IPMS)”, Jurnal Teknik Industri,
Kabupaten Kuningan)”. Jurnal Institut Sains dan Teknologi
Industri Pertanian. IPB, Bandung, AKPRIND, Yogyakarta. 2014.
2011.
Thomas, Joao P.C, Elisabete G.S Felix,
Marimin. Teknik Dan Aplikasi Pengambilan Aquailino Felizardo. “Organizational
Keputusan Kriteria Majemuk. Performance Measurement and
Grasindo. Jakarta. 2015. Evaluation Systems in Smes : The
Case of The Transforming Industry
Nur, Muhammad dan Bahrul Ulum, “ Usulan in Portugal”, Management.
Perbaikan Kinerja Menggunakan University of Evora and CAFEAGE-
Metode Performance Prism dan UE, Evora, Portugal, 2017.
Analytichal Hierarchy Process di CV
Robert Jaya Sejahtera”. Jurnal Wibisono, Darmawan., “Manajemen Kinerja,
Teknik Industri, UIN Suska Riau, Konsep, Desain dan Teknik
2019. Meningkatkan Daya Saing

43
Nur, muhammad / pengukuran kinerja……. JITI, Vol.17 (1), Juni 2018, 36
– 45
Perusahaan”. Erlangga, Jakarta.
2006.

Wibowo, Setio Agung, dan Erlinda Muslim.,


“ Perancangan Balanced Scorecard
Sebagai Alat Pengukur Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus: PT. MCA)”.
Jurnal Teknik Industri, Universitas
Indonesia, Yogyakarta. 2006.

Winarni, dan Cahyo Purnomo., “Pengukuran


Kinerja Perusahaan dengan Mtode
Integrated Performance
Measurement (IPMS)”. Jurnal
Teknik Indstri, Dosen, Alumni
Jurusan Teknik Industri, IST
AKPRIND, Yogyakarta. 2012.

44
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Duri, Kabupaten

Bengkalis, Provinsi Riau, pada tanggal 04 Desember

1995. Penulis merupakan anak ke-empat dari empat

bersaudara dari Ayahanda Marni dan ibunda

Rosmaiyati. Adapun dalam bersekolah dan

menuntut Ilmu Pengetahuan, penulis telah mengikuti pendidikan formal sebagai

berikut:

Tahun 2002 : Memasuki Sekolah Dasar di SDN 12 Air Jamban dan


menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar pada tahun
2008
Tahun 2008 : Memasuki Sekolah Menengah Pertama di SMPN 3
Mandauu dan menyelesaikan pendidikan Sekolah
Menengah Pertama pada tahun 2011
Tahun 2011 : Memasuki Sekolah Menengah Atas di SMAN 1
Mandau, mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) dan menyelesaikan Sekolah Menengah Atas pada
tahun 2014
Tahun 2014 : Terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Fakultas Sains dan
Teknologi, Jurusan Teknik Industri melalui jalur
SNMPTN dan menyelesaikan Tugas Akhir pada
September 2019
No Handphone : 0823-9182-4287
Judul Tugas Akhir : Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan
Integrated Performance Measurement Systems (Studi
Kasus: PT. Sejahtera Panca Jaya Pekanbaru)
Email : denilayani041295@[Link]

Anda mungkin juga menyukai