0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan25 halaman

Kran Air dengan Tutup Berulir

Dokumen ini membahas tentang teori dasar mencuci tangan, pentingnya kran air, dan berbagai hardware yang digunakan dalam pembuatan kran air otomatis, termasuk Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, LED, solenoid valve, pompa air, relay, dan power supply. Setiap komponen dijelaskan fungsinya dan cara kerjanya, serta relevansinya dalam sistem kontrol otomatis. Informasi ini memberikan pemahaman mendalam tentang teknologi yang terlibat dalam pengembangan sistem sanitasi yang efisien.

Diunggah oleh

ikur iswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan25 halaman

Kran Air dengan Tutup Berulir

Dokumen ini membahas tentang teori dasar mencuci tangan, pentingnya kran air, dan berbagai hardware yang digunakan dalam pembuatan kran air otomatis, termasuk Arduino Uno, sensor ultrasonik HC-SR04, LED, solenoid valve, pompa air, relay, dan power supply. Setiap komponen dijelaskan fungsinya dan cara kerjanya, serta relevansinya dalam sistem kontrol otomatis. Informasi ini memberikan pemahaman mendalam tentang teknologi yang terlibat dalam pengembangan sistem sanitasi yang efisien.

Diunggah oleh

ikur iswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan

membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun

cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai

bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya (wikipedia).

Manfaat mencuci tangan begitu besar. “Cuci tangan pakai sabun atau

handrub hanya membutuhkan waktu 15 detik. Ini sangat berguna untuk

membunuh kuman,” Novita Simbolon, Infection Prevention & Control

Nurse (IPCN) Rumah Sakit Awal Bros Batam ([Link]

2. Kran Air

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kran air adalah cerat

pancuran (air leding), yang dapat dibuka dan ditutup dengan tutup berulir.

Meski ukurannya kecil, keran menjadi salah satu element penting dalam

rumah atau bangunan. Sebab segala jenis urusan yang berhubungan

dengan air hampir semuanya selalu membutuhkan alat ini. Keberadaan

keran sama pentingnya dengan selang atau pipa yang dipakai untuk

mengalirkan air tersebut.


3. Hardware yang digunakan

Dalam pembuatan kran air otomatis, dibutuhkan hardware seperti :

a. Arduino Uno

Arduino UNO adalah pengendali single board yang bersifat

Open Source, diturunkan dari wiring platform, dirancang untuk

memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Arduino

UNO berupa modul elektronik open source berbasis mikrokontroller

Atmel AVR Atmega328 (Artono & Fredy).

Arduino UNO merupakan sebuah papan mikrokontroler yang

didasarkan pada ATmega328. Arduino UNO mempunyai 14 pin

digital input output (6 di antara-nya dapat digunakan sebagai output

PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah

koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat

tombol reset. Board Arduino UNO dapat beroperasi pada

sebuah suplai eksternal 6 sampai 20 Volt. Jika disuplai

dengan yang lebih kecil dari 7 V, kiranya pin 5 Volt

mungkin mensuplai kecil dari 5 Volt dan board Arduino

UNO bisa menjadi tidak stabil. Jika menggunakan suplai

yang lebih besar 12 Volt, voltase regulator bisa

kelebihan panas dan membahayakan board Arduino

UNO. Rentang yang direkomendasikan adalah 7 sampai

12 Volt (Rocky et al., 2015).


Gambar 2.1 Board

Arduino UNO (sumber : [Link]

[Link])

Fungsi tiap bagian-bagian Arduino yang diberi tanda antara lain

sebagai berikut:

1. Power USB, berfungsi dalam 3 hal yaitu :

 Media pemberi tegangan listrik ke arduino

 Media tempat memasukan program dari komputer ke arduino

 Sebagai media untuk komunikasi serial antara komputer dan

Arduino R3 maupun sebaliknya

2. Kristal Oscillator, berfungsi sebagai jantung Arduino yang

membuat dan mengirimkan detak ke mikrokontroler agar

beroperasi setiap detaknya.

3. Voltage Regulalor, berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang

masuk ke Arduino.
4. Power Jack, berfungsi sebagai media pemberi tegangan listrik ke

Arduino apabila tidak ingin menggunakan Power USB.

5. Pin Reset, berfungsi untuk mereset Arduino agar program dimulai

dari awal. Cara menggunakannya yaitu dengan menghubungkan

pin reset ini langsung ke ground.

6. Pin Tegangan 3,3 volt, berfungsi sebagai pin positif untuk

komponen yang menggunakan tegangan 3,3 volt.

7. Pin Tegangan 5 volt, berfungsi sebagai pin positif untuk

komponen yang menggunakan tegangan 5 volt. Pin 5 volt ini

sering disebut juga vin VCC.

8. Pin Ground (GND), berfungsi sebagai pin negatif pada tiap

komponen yang dihubungkan ke Arduino.

9. Pin Penambah Tegangan (VIN), berfungsi sebagai mepasok listrik

tambahan dari luar sebesar 5 volt apabila tidak ingin

menggunakan Power USB atau Power Jack.

10. Pin Analog, berfungsi membaca tegangan dan sinyal analog dari

berbagai jenis sensor untuk diubah ke nilai digital.

11. Main Microcontroller, berfungsi sebagai otak yang mengatur pin

– pin pada Arduino.

12. Tombol Reset, berfungsi untuk mengulang program dari awal

dengancara menekan tombol.


13. Pin ICSP (In-Circuit Serial Programming), berfungsi untuk

memprogram mikrokontroler seperti Atmega328 melalui jalur

USB Atmega16U2.

14. Lampu Indikator Power, berfungsi sebagai indikator bahwa

Arduino sudah mendapatkan suplai tegangan listrik yang baik.

15. Lampu TX (transmit), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang

terjadi pengiriman data dalam komunikasi serial.

16. Lampu RX (receive), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang

terjadi penerimaan data dalam komunikasi serial.

17. Pin Input/Output Digital, berfungsi untuk membaca nilai logika 1

dan 0 atau mengendalikan komponen output lain seperti LED,

relay, atau sejenisnya. Pin ini termasuk paling banyak digunakan

saat membuat rangkaian. Untuk pin yang berlambang “~” artinya

dapat digunakan untuk membangkitkan PWM (Pulse With

Modulation) yang fungsinya bisa mengatur tegangan output.

Biasanya digunakan untuk mengatur kecepatan kipas atau

mengatur terangnya cahaya lampu.

18. Pin AREF (Analog Reference), berfungsi mengatur tegangan

referensi eksternal yang biasanya berada di kisaran 0 sampai 5

volt.

19. Pin SDA (Serial Data), berfungsi untuk menghantarkan data dari

modul I2C atau yang sejenisnya.


20. Pin SCL (Serial Clock), berfungsi untuk menghantarkan sinyal

waktu (clock) dari modul I2C ke Arduino.

b. Sensor Ultrasonik HC-SR04

(Hidayanto & Winarno, 2015) Sensor ultrasonik adalah sensor

yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara dan

digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek tertentu di

depannya, frekuensi kerjanya pada daerah di atas gelombang suara

dari 40 KHz hingga 400 KHz. Sensor jarak ultrasonic ranging module

HC-SR04 dapat mendeteksi pengukuran jarak non-kontak dari 2 cm –

400 cm, akurasi jangkauan sekitar 3 mm. Module terdiri dari

ultrasonic transmitter dan receiver serta rangkaian kontrol. Sensor

ultrasonik HC-SR04 memiliki 4 pin yaitu VCC, Trigger, Echo, dan

GND. Dengan begitu kelebihan sensor ultrasonik HC-SR04 adalah

pantulan gelombang suara pada saaat proses kerja terjadi sangat cepat

bahkan hampir tidak ada delay, karena pulsa trigger (pemicu) dan

pulsa echo (penerima) diakses dengan port yang berbeda.

(Arthur et al., 2017) Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor

yang berfungsi untuk mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran

listrik dan sebaliknya. Cara kerja sensor ini didasarkan pada prinsip

dari pantulan suatu gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk


menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu.

Disebut sebagai sensor ultrasonik karena sensor ini menggunakan

gelombang ultrasonik (bunyi ultrasonik). HC-SR04 merupakan sensor

ultrasonik yang berfungsi sebagai pengirim, penerima, dan pengontrol

gelombang ultrasonik.

Gambar 2.2 Sensor Ultrasonik


Penjelasan dari 4 pin yang terdapat pada sensor ultrasonik :

1. Pin Vcc : Untuk listrik positif.

2. Pin GND : Untuk ground-nya .

3. Pin Trigger : Untuk trigger keluarnya sinyal dari sensor.

4. Pin Echo : Untuk menangkap sinyal pantul dari benda.


Gambar 2.3 Cara kerja sensor ultrasonic

Gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat

yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu.

Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya

berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda

tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang

ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang

menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali

gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan

ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara

waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima

(Arthur et al., 2017).

c. LED (Light Emitting Dioda)

LED (Light Emitting Diaoda) adalah dioda yang dapat

memancarkan cahaya pada saat mendapat arus bias maju (forward

bias). LED (Light Emitting Dioda) merupakan salah satu jenis dioda,

sehingga hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja. LED akan

memancarkan cahaya apabila diberikan tegangan listrik dengan

konfigurasi forward bias. Berbeda dengan dioda pada umumnya,

kemampuan mengalirkan arus pada LED (Light Emitting Dioda)


cukup

rendah yaitu maksimal 20 mA. Apabila LED (Light Emitting Dioda)

dialiri arus lebih besar dari 20 mA maka LED akan rusak, sehingga

pada rangkaian LED dipasang sebuah resistor sebagai pembatas arus

(Artono & Fredy, 2017).

Gambar 2.4 LED (Light Emitting Diaoda)

(sumber : [Link]

LED memiliki kaki 2 buah seperti dengan dioda yaitu kaki

anoda dan kaki katoda. Pemasangan LED (Light Emitting Dioda) agar

dapat menyala adalah dengan memberikan tegangan bias maju yaitu

dengan memberikan tegangan positif ke kaki anoda dan tegangan

negatif ke kaki katoda (Artono & Fredy, 2017).


Gambar 2.5 Cara melihat polaritas led

(sumber : [Link]

d. Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan katup yang dikendalikan dengan

arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida.

Solenoid valve ini merupakan elemen control yang paling sering

digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem

hidrolik ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan

elemen kontrol otomatis (Hakim, 2019).

Solenoid Valve banyak sekali jenis dan macamnya tergantung

type dan penggunaannya, namun berdasarkan modelnya solenoid

valve dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single

coil dan solenoid valve double coil, keduanya mempunyai cara kerja

yang sama. Solenoid valve ini di desain sesuai dari kegunaannya.

Mulai dari 2 saluran, 3 saluran, 4 saluran dan sebagainya. Contohnya

pada solenoid valve 2 saluran atau yang sering disebut katup kontrol

arah 2/2. Memiliki 2 jenis menurut cara kerjanya, yaitu NC dan NO.

Jadi fungsinya hanya menutup/membuka saluran karena hanya

memiliki 1 lubang inlet dan 1 lubang outlet. Pada solenoid 3 saluran

memiliki 1 lubang inlet , 1 lubang outlet ,dan 1 lubang


exhaust/pembuangan. Dimana lubang inlet berfungsi sebagai

masuknya fluida, lubang outlet berfungsi sebagai keluarnya fluida dan

exhaust berfungsi sebagai pembuangan fluida/cairan yang terjebak.

Dan solenoid 3 saluran ini biasanya digunakan atau diterapkan pada

aktuator pneumatik (cylinder kerja tunggal) (Moliza et al., 2019).

Gambar 2.6 Solenoid Valve DC 12V

e. Water Pump
Water Pump atau pompa air suatu alat yang digunakan untuk

memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan

cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Kenaikan tekanan cairan

tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan pengaliran. Hambatan

pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan ketinggian

atau hambatan gesek (Hartanto & Risky).


Menurut (Irwansyah & Didi, 2013) pompa air adalah mesin

atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan cairan dari

dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari

daerah bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi dan juga

sebagai penguat laju aliran pada suatu sistem jaringan perpipaan. Hal

ini dicapai dengan membuat suatu tekanan yang rendah pada sisi

masuk atau suction dan tekanan yang tinggi pada sisi keluar atau

discharge dari pompa. Pompa juga dapat digunakan pada proses-

proses yang membutuhkan tekanan hidraulik yang besar. Hal ini bisa

dijumpai antara lain pada peralatan-peralatan berat. Dalam operasi,

mesin-mesin peralatan berat membutuhkan tekanan discharge yang

besar dan tekanan isap yang rendah. Akibat tekanan yang rendah pada

sisi isap pompa maka fluida akan naik dari kedalaman tertentu,

Sedangkan akibat tekanan yang tinggi pada sisi discharge akan

memaksa fluida untuk naik sampai pada ketinggian yang diinginkan.

Dan pada penelitian ini pompa air yang digunakan adalah pompa air

mini dan pompa air 12 V.


f. Relay

Relay adalah saklar mekanik yang dikendalikan atau dikontrol

secara elektronik (elektro magnetik). Saklar pada relay akan terjadi

perubahan posisi OFF ke ON pada saat diberikan energi elektro

magnetik pada armatur relay tersebut. Relay pada dasarnya terdiri dari

2 bagian utama yaitu saklar mekanik dan sistem pembangkit

elektromagnetik (induktor inti besi). Saklar atau kontaktor relay

dikendalikan menggunakan tegangan listrik yang diberikan ke

inductor pembangkit magnet untuk menrik armatur tuas saklar atau

kontaktor relay (Moliza et al., 2019).

Menurut Saleh & Munnik, 2017, Relay adalah Saklar (Switch)

yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen

Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian

utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat

Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik

untuk menggerakkan kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang


kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih

tinggi.

Gambar 2.9 Relay 5V

Penggunaan relay ini dalam perangkat-perangkat elektronika

sangatlah banyak terutama diperangkat yang bersifat elektronis atau

otomatis. Contoh di televisi, radio, lampu otomatis dan lain-lain. Cara

kerja komponen ini dimulai pada saat mengalirnya arus listrik melalui

koil,lalu membuat medan magnet sekitarnya sehingga dapat merubah

posisi saklar yang ada di dalam relay terserbut, sehingga

menghasilkan arus listrik yang lebih besar. Disinilah keutamaan

komponen sederhana ini yaitu dengan bentuknya yang minimal bisa

menghasilkan arus yang lebih besar (Ilham, 2015). Pemakaian relay

dalam perangkat-perangkat elektronika mempunyai keuntungan yaitu :

1. Dapat mengontrol sendiri arus serta tegangan listrik yang

diinginkan.

2. Dapat memaksimalkan besarnya tegangan listrik hingga mencapai

batas maksimalnya.

3. Dapat menggunakan baik saklar maupun koil lebih dari satu,

disesuaikan dengan kebutuhan.


g. Power Supply / Adaptor

(Cahyadi et al., 2016), power supply merupakan

suatu rangkaian elektronika yang mengubah rangkaian

elektronika yang mengubah arus listrik bolak balik (AC)

menjadi arus searah (DC). Catu daya menjadi bagian

yang penting dalam dunia elektronika yang berfungsi

sebagai sumber tenaga listrik. Catu daya juga dapat

digunakan sebagai perangkat memaosok energi listrik

untuk satu atau lebih beban listrik. Secara umum

prinsip rangkaian catu daya terdiri atas komponen

utama yaitu transformator, dioda dan kondensator.

Menurut (Azzam & Nurhayati, 2018), power

supply merupakan suatu bagian yang terpenting dari

suatu rangkaian, dimana power supply dengan nama

lain catu daya merupakan suatu sumber tegangan

penggerak dari rangkaian. Power supply berasal dari

sumber tegangan jala-jala PLN dengan arus AC

(Automatic Current). Untuk itu diperlukan suatu


perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC

menjadi DC.

Gambar 2.10 Adaptor / Power Supply

4. Software yang digunakan


a. Arduino IDE

Arduino menggunakan Software Processing yang digunakan

untuk menulis program kedalam Arduino. Processing sendiri

merupakan penggabungan antara bahasa C++ dan Java. Software

Arduino ini dapat di-install di berbagai operating system (OS) seperti:

LINUX, Mac OS, Windows. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat

pengembangan, tetapi kombinasi dari hardware, bahasa pemrograman

dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE

adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program,


meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam

memory microcontroller (Arifin et al., 2016 ).

Gambar

2.11

Arduino IDE

Interface Arduino IDE tampak seperti gambar 2.11 bagian –

bagian Aduino IDE terdiri dari :

1) Verify : Pada versi sebelumnya dikenal dengan istilah Compile.

Sebelum aplikasi di-upload ke board Arduino, biasakan untuk


memverifikasi terlebih dahulu sketch yang dibuat. Jika ada kesalahan

pada sketch, nanti akan muncul error. Proses Verify / Compile

mengubah sketch ke binary code untuk di-upload ke mikrokontroller.

2) Upload : Berfungsi mengupload sketch ke board Arduino. Walaupun

kita tidak mengklik tombol verify, maka sketch akan di compile,

kemudian langsung di upload ke board. Berbeda dengan verify yang

hanya berfungsi untuk memverifikasi source code saja.

3) New Sketch : Membuka windows dan membuat sketch baru.

4) Open Sketch : Membuka sketch yang sudah pernah dibuat. Sketch

yang dibuat dengan IDE Arduino akan disimpan dengan ekstensi

file .ino.

5) Save Sketch : Menyimpan sketch, tapi tidak disertai dengan compile.

6) Serial Monitor : Membuka interface untuk komunikasi serial.

7) Keterangan Aplikasi : pesan-pesan yang dilakukan aplikasi akan

muncul di sini, misal Compiling dan Done Uploading ketika kita

mengcompile dan mengupload sketch ke board Arduino.

8) Konsol Log : Pesan-pesan yang dikerjakan aplikasi dan pesan-pesan

tentang sketch akan muncul pada bagian ini. Misal, ketika aplikasi

mengcompile atau ketika ada kesalahan pada sketch yang kita buat,

maka informasi error dan baris akan diinformasikan di bagian ini.

9) Baris Sketch : bagian ini akan menunjukkan posisi baris kursor yang

sedang aktif pada sketch.


10) Informasi Board dan Port : Bagian ini menginformasikan port yang

dipakai oleh board Arduino.

b. Fritzing

Fritzing adalah perangkat lunak Otomasi Desain

Elektronik untuk perancang, artis, dan siapa saja yang

memiliki minat dalam komputasi fisik dan pembuatan

prototipe. Tujuan Fritzing adalah untuk menyediakan

alat yang mudah untuk mendokumentasikan dan

berbagi proyek komputasi fisik, menghasilkan tata letak

untuk Printed Circuit Boards (PCB) dan pengajaran

elektronik. Jika Anda ingin membangun prototipe yang

kuat, untuk membawa ide-ide Anda ke dalam produksi

serial dan untuk bergabung dengan komunitas yang

muncul dengan antusias, ini adalah tempat untuk

memulai. Fritzing memperkenalkan antarmuka yang

mudah digunakan untuk alur kerja yang cepat dan

mudah (Fritzing, 2019).


Gambar 2.12 Antarmuka Fritzing

Pada gambar 2.12 merupakan tampilan antarmuka dari

software fritzing yang memiliki bagian lingkungannya

meliputi :

1) Project View - adalah tempat sirkuit elektronik virtual

dibangun dan didedit di papan, tampilan skematis

atau PCB.

2) Palette Windows -termasuk bagian perpustakaan,

bagian inspektur, Undo History dan Navigator.

3) The Part Creator-adalah alat untuk memodifikasi

bagian atau membuat bagian baru untuk Fritzing

(untuk membuka Part Creator, pilih Part New di

menu utama).

Lingkungan Fritzing dapat diatur ulang oleh pengguna

sesuai dengan kebutuhan dan preferensi. Bagian dan

Palette Windows yang berbeda dapat diubah,

ukurannya, dipindahkan, digabungkan, disembunyikan

atau ditampilkan sebagai float.

B. Penelitian Sebelumnya
Dalam pembuatan Sistem Kendali Kran Dan Sabun

Otomatis Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sensor


Ultrasonik HC-SR04, peneliti menggunakan penelitian

terdahulu sebagai tolak ukur dan acuan untuk

menyelesaikannya. Penelitian terhadulu memudahkan penulis

dalam menentukan langkah-langkah untuk penyusunan

penelitian dari segi teori maupun konsep. Berikut penelitan

dilakukan sebelumnya :

Penelitian yang dilakukan oleh (Rina et al, 2017) yaitu

Pemanfaatan Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) dan

Mikrokontroler Atmega 16 Untuk Efisiensi Pemakaian Air

Wudhu Studi Kasus Mesjid Jam’i Desa Liang Kecamatan Salahutu.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini riset dan pengembangan dimulai

dengan menganilisis situasi yang terjadi pada Mesjid Jam’i Desa Liang

Kecamatan Salahutu. Kemudian pengumpulan data primer dan sekunder yang

berupa pengambilan debit air. Tahap selanjutnya adalah merancang alat dan

bahan yang sudah disediakan, dan yang terakhir yaitu pengujian untuk

menentukan jadi atau tidaknya alat yang telah dirancang. Dalam pembuatan

kran air wudhu otomatis ini komponen yang digunakan yaitu arduino uno,

sensor PIR, transistor, solenoid valve, pipa, dan pipa elbow.

Penelitian yang dilakukan oleh (Hidayatullah et al, 2016 ) yaitu

Sistem Kendali Keran Wudhu Otomatis Menggunakan Sensor Passive Infra

Red (Pir) Berbasis Mikrokontroler Atmega8535 Untuk Menghemat

Penggunaan Air. Dalam pembuatan sistemnya alat dan bahan yang diperlukan

antara lain yaitu Mikrokontroler ATMega 8535L, keran solenoid (solenoid


valve), IC ULN2003, Resistor (4K7, 240 K, 10 K, 100K, 2K7, 220K),

Fototransistor, Diode IN4002, LED merah, LED Infra Red. Tujuan dari

penelitian ini diharapkan memberikan manfaat berupa aplikasi sensor

berbasis mikrokontroler untuk pengoperasian keran wudhu sehingga dapat

dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Selain itu efisiensi penggunaan air dan

listrik untuk kebutuhan wudhu pada masjid-masjid.

Penelitian yang dilakukan oleh (Faisal et al, 2020) yaitu Sistem Kran

Air Otomatis Menggunakan Sensor Infrared Ajdustable. Tahap awal dalam

penelitian ini adalah pembuatan diagram blok kran air otomatis yaitu

merupakan alur dari cara kerja sistem yang nantinya akan diuat. Kemudian

dilanjutkan dengan pembuatan desain mekanik kran air otomatis. Tahap

selanjutnya yaitu Experimental Set-UP, pada tahap eksperimen ini sampel

yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang. Pada eksperimen

pertama subjek akan melakukan pengambilan air wudhu dengan kran manual.

Data penggunaan volume air wudhu akan dicatat. Setelah itu subjek akan

melakukan pengambilan air wudhu pada kran air otomatis. Dan akan dicatat

jumlah penggunaan air. Data penggunaan air dengan menggunakan kran air

manual dan otomatis akan dibandingkan untuk melihat efisiensi yang dapat

diperoleh. Kemudian tahap akhir yaitu pengujian solenoid valve dengan catu

daya 12V untuk membuka (ON) dan menutup (OFF) katup. Tujuan dari

penelitian ini adalah mengontrol penggunaan air menggunakan sensor

infrared adjustable berbasis mikrokontroler.

Anda mungkin juga menyukai