Judul: Cinta Kasih Ibu
Karangan: Bulqis 09
30 Oktober, hari di mana kedua orang tuaku bercerai. Ayahku selingkuh dari ibuku dan melakukan
KDRT kepadanya. Di saat bercerai aku dan adikku harus memilih untuk pergi dengan ayah atau ibu.
Aku memilih dengan ibu sementara adikku dengan ayah. Kami berpisah dengan perasaan kesal, sedih
dan lega. Namun sebelum berpisah ibu berkata kepada adik untuk berhati-hati.
Ayah membereskan bajunya yang ada di rumah dan pergi, karena rumah ini seluruhnya adalah milik
ibu, jadi ayah yang harus pergi. Ayah pergi dengan muka masamnya seperti menahan amarah. Aku
berharap adik baik-baik saja bersama ayah.
Selama aku hidup dengan ibu, ibu selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup kami.
Walaupun ada di mana saat ibu mengalami musibah seperti ia dipecat dari pekerjaannya, kecelakaan
kecil dan lain-lain. Ibu selalu tabah dalam menghidupiku. Saat aku bersedih karena suatu hal ibu
memelukku dan menenangkanku. Ia menepuk pelan kepalaku, mengusap-usap punggungku,
menghapus air mataku, semua ia lakukan agar aku tidak lagi menangis.
Suatu saat adik datang berkunjung ke rumah kami namun penampilan dari adikku sangat berantakan
seperti tidak ada yang merawatnya. Ibu marah melihat penampilan adik, dan menuntut ayah. Pada
akhirnya adik tinggal bersamaku dan ibu. Sementara ayah sementara dipenjara karena melakukan
kekerasan pada anak dan istrinya.
Selama adik melaksanakan pemulihan diri, aku membantu ibu. Saat aku ingin membuang sampah di
rumahku aku melihat ibu di pinggir jalan dengan seorang pengemis. Ibu seperti memberikan
beberapa uang dan makanan untuknya. Ada juga saat dimalam hari setelah kami makan malam dan
bersiap untuk tidur aku melihat ibu menangis dalam diam. Dalam hatiku terasa sakit melihat ibu
menangis dan semenjak saat itu aku mulai berusaha untuk membuat ibu bahagia.