0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan18 halaman

Konseling Individual untuk Disiplin Siswa

Laporan ini membahas praktik konseling individual menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik self management untuk mengatasi masalah keterlambatan siswa di sekolah. Melalui dua pertemuan, konseli menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan manajemen diri, meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan dan komunikasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layanan konseling ini efektif dan memberikan dampak positif bagi konseli.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan18 halaman

Konseling Individual untuk Disiplin Siswa

Laporan ini membahas praktik konseling individual menggunakan pendekatan behavioral dengan teknik self management untuk mengatasi masalah keterlambatan siswa di sekolah. Melalui dua pertemuan, konseli menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan manajemen diri, meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan dan komunikasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layanan konseling ini efektif dan memberikan dampak positif bagi konseli.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN BEST PRACTICE

PRINSIP STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI)

PENGENTASAN MASALAH KONSELI TERLAMBAT


HADIR DI SEKOLAH MELALUI LAYANAN
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN
BEHAVIORAL TEKNIK SELF MANAGEMENT
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
ANGKATAN II
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2023

Disusun oleh:
Sekar Restika Wibowo, S. Pd.
NIM: 2398012054
A. PENDAHULUAN

1. ESENSI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU


Guru adalah profesi mulia yang memiliki peran sangat sentral dalam pembentukan
peradaban masyarakat sejak zaman dulu, masa kini, hingga masa depan. Seorang ulama
sekaligus guru yang dihormati dari Pondok Pesantren Gontor Darussalam, K.H. Hasan
Abdullah Sahal pernah menyatakan sebuah kalimat yang sangat menggugah, “At-thariqah
ahammu mina-l-maddah, wa al-mudarris ahammu mina-t-thariqah, wa ruhu-l-mudarris
ahammu mina-l-mudarris nafsihi”, yang artinya adalah cara atau metode itu lebih penting
daripada materi, guru lebih penting daripada metode, sedangkan ruh atau jiwa seorang guru
lebih penting lagi dari guru itu sendiri.
Ungkapan tersebut ialah sebuah sinyal bahwa posisi seorang guru baik secara lahir
maupun batin, baik jasmani maupun rohani sangat fundamental dalam sebuah sistem
pendidikan. Sebab guru adalah tokoh utama yang mendampingi peserta didik secara
langsung dalam pelaksanaan pembelajaran maupun layanan di sekolah.
Agar dapat melaksanakan perannya dengan baik dan terus berkembang sesuai tuntutan
zaman maka guru perlu meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. Salah satunya
melalui program Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Program ini diselenggarakan oleh
pemerintah guna menghasilkan guru-guru profesional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor
19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Program PPG Dalam Jabatan bertujuan menghasilkan guru sebagai pendidik
profesional yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berilmu,
adaptif, kreatif, inovatif, dan kompetitif dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik (Perdirjen
tentang petunjuk teknis Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan, 2021). PPG
Dalam Jabatan juga dirancang agar mampu membekali kemampuan problem solving, kritis,
dan kreatif kepada calon guru profesional, melalui implementasi model pembelajaran dan
kegiatan berbasis masalah (problem-based learning) dan proyek (project-based learning).
Berdasarkan alur kegiatan yang telah dilaksanakan selama PPG Dalam Jabatan
Bimbingan dan Konseling sebanyak dua siklus, pada laporan best practice ini konselor
akan memaparkan salah satu layanan yang telah dilaksanakan pada siklus pertama yaitu
konseling individual menggunakan pendekatan behavioral teknik self management
untuk mengatasi permasalahan konseli terlambat hadir di sekolah. Layanan ini dipilih
untuk diangkat dalam laporan karena konselor memandang adanya hasil yang positif dan
progresif, baik dari segi konseli maupun konselor sendiri, berupa peningkatan skill
konselor dalam melaksanakan layanan konseling dan adanya perubahan tingkah laku yang
terlihat pada diri konseli setelah mengikuti konseling individual. Hal ini sangat
menggembirakan dan patut diapresiasi.

2. LATAR BELAKANG MASALAH


Sebelum memaparkan lebih lanjut, konselor akan memulai penjelasan dari proses
asesmen awal sebelum layanan konseling dilaksanakan. Instrumen asesmen yang
digunakan konselor adalah dokumen catatan pelanggaran siswa, laporan wali kelas, dan
observasi. Berdasarkan dokumen catatan pelanggaran kesiswaan, konseli adalah siswa
yang paling banyak melakukan pelanggaran di kelas IXB3 yaitu telah 10 kali atau 67%
tercatat melanggar tata tertib. Selain itu, temuan observasi konselor senada dengan hasil
wawancara dari laporan wali kelas IXB3 yaitu adanya satu siswa yang konsisten memiliki
catatan berkenaan dengan ketidakdisiplinan dan pelanggaran tata tertib yaitu konseli J.
Latar belakang konseli sering terlambat hadir di sekolah adalah manajemen diri yang
kurang baik. Manajemen diri yang kurang baik ini dapat dilihat dari kebiasaan konseli yaitu
tidur larut malam, terlambat bangun tidur, kurang persiapan malam sebelumnya, ketiduran
setelah halaqah tahfizh Al Qur’an.
Pendekatan behavioral dipilih karena kondisi manajemen diri siswa yang kurang baik
terbentuk dari pengalaman belajarnya yang kurang tepat yaitu kurang dalam
mempersiapkan diri memasuki dunia pesantren sehingga menimbulkan kesulitan ketika ia
harus hidup disiplin dan mandiri di pesantren. Selain itu, pendekatan behavioral dipilih
karena sesuai dengan tujuan konseling yang akan dilakukan yaitu modifikasi perilaku.
Pendekatan ini digunakan untuk membantu konseli memperoleh perilaku baru,
penghapusan perilaku yang maladaptif serta memperkuat dan mempertahankan perilaku
yang diinginkan (Corey, 2010:197).
Teknik yang digunakan dalam konseling ini adalah self management. Self management
adalah prosedur di mana individu mengatur perilakunya sendiri. Pada teknik ini konseli
terlibat dalam menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebut, memilih
prosedur yang diterapkan, melaksanakan prosedur, dan mengevaluasi efektivitas prosedur
tersebut (Sukadji (1983) dalam Komalasari et al., 2016).

B. PEMBAHASAN
Kegiatan layanan konseling individual menggunakan pendekatan behavioral teknik self
management untuk mengatasi permasalahan konseli terlambat hadir di sekolah ini dilaksanakan
sebanyak dua kali pertemuan di ruang BK, yaitu:
o Pertemuan ke-1: Selasa, 10 Oktober 2023
o Pertemuan ke-2: Senin, 16 Oktober 2023
Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah:
o Tujuan umum:
Peserta didik mampu membiasakan perilaku disiplin di sekolah (A5).
o Tujuan khusus:
1. Peserta didik mampu menguraikan/mendeskripsikan tingkah laku tidak
disiplin yang dilakukan, penyebab, serta akibat dari ketidakdisiplinannya (C4).
2. Peserta didik mampu merumuskan target perubahan tingkah laku yang ingin
dicapai (P4).
3. Peserta didik mampu melaksanakan target tingkah laku yang ingin dicapai
(P2).
Pembahasan dalam laporan ini akan diuraikan dengan prinsip STAR yang mencakup
penjelasan mengenai Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi. Berikut adalah pemaparan
berdasarkan kegiatan layanan yang dilakukan:

1. SITUASI
a. Hal-Hal yang Benar-Benar Terjadi Selama Proses Layanan Konseling Individual
1) Secara umum konseli cukup aktif dalam mengikuti layanan konseling individual,
meskipun secara verbal konseli cenderung menjawab pertanyaan dengan kalimat
yang singkat. Keaktifan ini dapat dilihat dari partisipasi konseli sejak proses pra-
konseling hingga tahap evaluasi. Konseli mengikuti setiap tahap dengan baik dan
berusaha untuk melaksanakan komitmen yang telah disepakati dengan baik.
2) Capaian hasil layanan konseling dapat dilihat berdasarkan perbandingan antara
perilaku kedisiplinan sebelum konseling dengan setelah konseling yang
menunjukkan bahwa konseli berhasil hadir di sekolah tepat waktu sebelum bel
selama kurun waktu yang disepakati tanpa terlambat.
3) Peran atau kegiatan yang dilakukan guru BK ialah sebagai konselor yang bertugas
membimbing, mengarahkan, dan membantu konseli mengentaskan
permasalahannya selama proses konseling. Selain itu konselor juga menyiapkan
perangkat layanan konseling yang terdiri dari Ancangan Layanan Konseling
Individual, LKPD, media layanan, serta instrumen evaluasi. Setelah semua
perangkat tersebut siap, dilanjutkan dengan kegiatan pelaksanaan konseling mulai
dari tahap pendahuluan, inti, dan penutup.

b. Membandingkan dengan Rencana dalam RPL


Secara umum pelaksanaan layanan konseling sudah sesuai dengan rencana yang
tertuang dalam Ancangan Konseling Individual, baik dari segi konten, tahap yang
dilakukan, kontrak waktu, dan tujuan yang ingin dicapai. Konselor mendapatkan
pengalaman baik yaitu apabila berusaha melaksanakan proses layanan sesuai dengan
tahapan yang telah disusun dalam Ancangan Konseling Individual, maka kegiatan
konseling berjalan lebih terarah karena langkah-langkah menjadi lebih terstruktur dan
hasilnya juga lebih terukur secara operasional.

c. Menyimpulkan Apa yang Telah Berhasil


Berdasarkan penerapan pendekatan konseling behavioral dengan teknik self
management yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa layanan sudah
menggambarkan hasil yang baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu
peserta didik mampu:
1) Menguraikan/mendeskripksikan tingkah laku tidak disiplin yang dilakukan,
penyebab, serta akibat dari ketidakdisiplinannya.
2) Merumuskan target perubahan tingkah laku yang ingin dicapai, yaitu hadir di
sekolah tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi.
3) Melaksanakan target tingkah laku yang ingin dicapai, yaitu hadir di sekolah tepat
waktu selama lima hari (Rabu, 11 Oktober 2023 sampai dengan Senin, 16 Oktober
2023).

d. Menyimpulkan Apa yang Belum Berhasil


Hal yang dirasa belum berhasil dan perlu ditingkatkan pada layanan konseling
berikutnya adalah situasi layanan yang lebih luwes, konselor tidak terburu-buru waktu,
konselor dapat memantik pembicaraan dua arah yang lebih efektif.

2. TANTANGAN
Tantangan yang dihadapi dalam situasi yang telah dianalisis adalah:
a. Konselor baru pertama kali menggunakan teknik self management.
b. Konselor belum menggunakan kata operasional yang konkret pada beberapa bagian
konseling.
c. Setting tempat duduk konselor dan konseli masih berhadapan di meja cukup besar yang
menimbulkan kesan kaku dan kurang luwes dalam konseling.
d. Konselor masih cenderung direktif sehingga konseli menjawab pertanyaan dengan
kalimat yang cenderung singkat.
e. Konselor masih menggunakan konten TPACK yang minimalis dalam layanan.
f. Kondisi konseli yang berada di pesantren membuat implementasi TPACK
menggunakan perangkat gawai atau platform daring belum bisa maksimal karena ada
batasan penggunaan bagi siswa.

3. AKSI
Langkah-langkah dan strategi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan di atas
adalah sebagai berikut:
a. Konselor memperkaya kajian literatur sebagai persiapan melaksanakan pendekatan
behavioral dengan teknik self management yang baru pertama kali dilakukan.
b. Konselor berusaha menyusun rencana layanan dengan cukup matang agar dapat
meminimalisasi hal yang tidak diinginkan dalam proses konseling dan agar konselor
dapat melaksanakan tahap-tahap konseling dengan baik.
c. Konselor menyusun LKPD sesuai dengan tujuan konseling secara operasional
sehingga perubahan tingkah laku konseli lebih mudah diukur. LKPD diuraikan
menjadi 3 bagian sesuai dengan tahapan teknik self management, yaitu:
1) Melakukan assessment dengan analisis ABC (Antecedent, Behavior,
Consequence) untuk menentukan perilaku bermasalah berupa terlambat hadir
di sekolah, serta menganalisis penyebab dan konsekuensi yang diperoleh
konseli (LKPD 1).
2) Menentukan target tingkah laku yang ingin dicapai serta reward dan
punishment (LKPD 2).
3) Konseli melakukan self monitoring melalui lembar pemantauan selama kurun
waktu yang disepakati yaitu Rabu-Senin, 11-16 Oktober 2023 (LKPD 3) untuk
selanjutnya dievaluasi pada konseling pertemuan ke-2.
d. Konselor dapat mengatur posisi duduk membentuk sudut 90-120 derajat antara
konselor dan konseli karena posisi duduk yang lurus antara konselor dan konseli
memberikan kesan terlalu formal.
e. Konselor memantik pembicaraan dengan pertanyaan terbuka supaya konseli dapat
menjawab dengan kalimat yang lebih panjang, agar suasana konseling lebih hidup dan
hangat (Sundah, 2017: 84).
f. Konselor lebih banyak melakukan inovasi dengan implementasi TPACK dalam
layanan konseling.
g. Konselor membantu konseli dalam mengupayakan perangkat gawai untuk
memfasilitasi implementasi TPACK dalam layanan konseling.

4. REFLEKSI
a. Dampak dari Aksi dan Langkah-Langkah yang Dilakukan
1) Konseli memahami pentingnya kedisiplinan dan manfaat hidup disiplin.
2) Konseli merasa tenang karena dapat melaksanakan kesepakatan dan berhasil hadir
di sekolah sebelum bel masuk berbunyi.
3) Konseli merasa puas setelah konseling karena konseli menyadari bahwa dirinya
memerlukan bantuan untuk mengatasi masalah perilaku terlambat hadir di sekolah.
4) Konseli mengalami perubahan tingkah laku dalam hal kedisiplinan yaitu hadir di
sekolah tepat waktu.
5) Konseli mengalami perubahan dalam manajemen diri, contohnya mempersiapkan
jadwal pelajaran pada malam sebelumnya, tidur tidak larut malam, dan bangun
lebih awal agar lebih siap berangkat ke sekolah dan tidak terlambat.

b. Keefektifan Hasil
1) Berdasarkan evaluasi kepuasan konseli terhadap layanan konseling individual
diperoleh skor 16 (dari skor maksimal 18) yang menunjukkan hasil Sangat
Memuaskan.
2) Berdasarkan evaluasi hasil UCA (Understanding, Comfort, Action) layanan
konseling individual yang diisi konseli diperoleh skor 83,33 (dari skor maksimal
100) yang menunjukkan hasil Sangat Baik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individual dengan
pendekatan behavioral teknik self management efektif untuk mengatasi permasalahan
konseli terlambat hadir di sekolah.

c. Respon Konseli Terkait Strategi yang Dilakukan


Respon konseli positif, konseli merasa senang karena terbantu dengan layanan
konseling individual yang dilakukan. Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas,
konseli merasakan peningkatan pemahaman tentang kedisiplinan, perasaan tenang dan
puas, serta mengalami perubahan tingkah laku menjadi lebih disiplin.

d. Faktor Keberhasilan dari Strategi yang Dilakukan


Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Melakukan perencanaan dengan baik.
2) Penyusunan perangkat layanan yang lengkap meliputi Ancangan Konseling
Individual, LKPD, media, dan instrumen evaluasi.
3) Kesesuaian pemilihan pendekatan dan teknik konseling yang dilakukan dengan
permasalahan tingkah laku konseli.
4) Konselor menjaga kode etik layanan konseling dengan pengambilan gambar dari
sudut yang tidak menampakkan wajah konseli dan menyamarkan nama konseli,
sehingga konseli merasa lebih aman.
5) Konseli kooperatif dan memiliki motivasi ingin berubah menjadi lebih baik,
sehingga layanan dapat berjalan dengan lancar.
6) Dukungan dari rekan-rekan guru dan kepala sekolah.

e. Faktor Ketidakberhasilan dari Strategi yang Dilakukan


Faktor ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan di antaranya adalah:
1) Konselor kurang menguasai keterampilan dasar konseling khususnya dalam hal
komunikasi interpersonal yang dapat memantik tingkat umpan balik yang tinggi
dari konseli.
2) Fasilitas meja dan kursi yang belum sesuai dengan ukuran standar konseling
individual karena meja di ruang konseling masih berukuran besar seperti meja kerja
pada umumnya.
3) Manajemen waktu konselor perlu ditingkatkan agar konselor dapat lebih tenang,
tidak merasa tergesa-gesa, ataupun khawatir kehabisan waktu dalam layanan
konseling individual.

f. Rencana Tindak Lanjut


Rencana tindak lanjut agar inovasi layanan konseling berjalan lebih baik ke depannya:
1) Konselor perlu mengasah dan melatih keterampilan praktek berbagai pendekatan
dan teknik konseling untuk membantu konseli dengan strategi yang paling sesuai
dan efektif untuk dapat melaksanakan konseling individual yang berkualitas.
2) Konselor selalu mengembangkan kepribadian dan keterampilan konseling dalam
proses layanan konseling.
3) Konselor memperkaya sumber belajar khususnya inovasi dalam hal implementasi
TPACK dalam layanan konseling.
4) Konselor dapat melakukan pengajuan kebutuhan meja dengan ukuran yang lebih
sesuai kepada wakasek sarana prasarana untuk menunjang layanan konseling
individual di ruang BK.

C. SIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. SIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan layanan konseling individual menggunakan pendekatan behavioral teknik
self management ini layak menjadi best practice karena berhasil dengan efektif dalam
mengatasi permasalahan konseli terlambat hadir di sekolah sesuai dengan tujuan
layanan yang ingin dicapai.
b. Untuk dapat mencapai hasil layanan konseling yang baik dan memuaskan, konselor
perlu melakukan persiapan dengan baik yang mencakup persiapan dari segi konselor,
persiapan untuk konseli, dan persiapan fisik serta lingkungan tempat konseling akan
dilaksanakan. Dengan adanya persiapan yang matang baik dari segi konselor, konseli,
maupun lingkungan, akan mendorong terjadinya proses konseling yang kondusif, dan
mempermudah tercapainya tujuan konseling.

2. REKOMENDASI
Berdasarkan hasil praktik baik layanan konseling individual menggunakan pendekatan
behavioral teknik self management, berikut ini rekomendasi yang relevan:
a. Dalam melaksanakan layanan konseling, konselor tidak hanya mendasarkan atas
kejadian insidental semata namun juga menggali dari hasil assessment yang
komprehensif berbasis data.
b. Konselor diharapkan meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam memilih pendekatan,
teknik, dan media layanan yang sesuai dengan permasalahan konseli dalam proses
konseling sehingga kegiatan layanan yang dilaksanakan lebih terstruktur dan tujuan
layanan dapat lebih mudah tercapai.
c. Stakeholder sekolah dapat bekerjasama untuk meningkatkan kepedulian terhadap
keberjalanan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi kepada kesejahteraan
peserta didik melalui berbagai bentuk dukungan positif, seperti penyediaan sarana
prasarana yang memadai untuk layanan konseling di sekolah dan kolaborasi dalam
pendampingan peserta didik.
D. DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Yani. Pelayanan Dasar, Pelayanan Pra-Konseling, dan Kegiatan Belajar yang
Menyenangkan. Diakses pada 26 November 2023, dari [Link]
[Link]/2013/06/pelayanan-dasar-pelayanan-pra-konseling_4.html.

Bahan Bacaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2023. 2023. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Corey, Gerald. 2010. Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: PT Refika
Aditama.

Lafendry, Ferdinal. 2020. Kualifikasi dan Kompetensi Guru dalam Dunia Pendidikan. Jurnal
Tarbawi, 3(3), 1-16.

Sundah, AJA. 2017. Keterampilan Komunikasi Konseling. Minahasa Utara: Penerbit Major.

[Link]
islam/keterampilan-dalam-komunikasi-interpersonal-komunikasi-antar-pribadi-dalam-
konseling/48256449. Diakses pada 26 November 2023.
Lampiran 1: Instrumen Asesmen Awal

1. Dokumen
Catatan
Pelanggaran
Siswa

2. Laporan
Wali Kelas

3. Pedoman
Observasi
Lampiran 2: Surat Pernyataan Persetujuan Mengikuti Konseling Individual (Informed Consent)

PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU
SMPIT IBNU ABBAS KLATEN
Alamat : Jl Klaten-Solo Km 4 Belangwetan, Klaten Utara
Klaten. Telp. (0272) 329281

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN


(INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : ....................................................................................................
Kelas : ....................................................................................................
Tempat, tanggal lahir : ....................................................................................................

Saya yang tersebut di atas menyatakan SETUJU dan BERSEDIA untuk terlibat dan
berpartisipasi aktif sebagai peserta konseling individual dari awal sampai akhir proses
konseling. Konseling individual tersebut akan dilaksanakan oleh Ustadzah Sekar Restika
Wibowo, S. Pd. selaku guru Bimbingan dan Konseling.

Dalam kegiatan ini, saya telah menyadari, memahami, dan menerima bahwa:
1. Saya bersedia terlibat penuh dan aktif selama proses konseling berlangsung.
2. Saya bersedia memberikan informasi yang sejujur-jujurnya berkaitan dengan masalah
yang saya hadapi.
3. Saya menyetujui adanya perekaman proses konseling berupa tulisan, rekaman percakapan,
dan dokumentasi lainnya selama proses konseling berlangsung.
4. Guna menunjang kelancaran proses yang akan dilaksanakan maka segala hal yang terkait
dengan waktu dan tempat akan disepakati bersama, yaitu:
Hari, tanggal : ...................................................................................................
Waktu : ...................................................................................................
Tempat : ...................................................................................................

Saya dalam keadaan SADAR dan TIDAK ADA PAKSAAN dari pihak manapun dalam
menandatangani surat persetujuan ini sehingga saya bersedia untuk mengikuti kegiatan
konseling individual dari awal sampai selesai.

Klaten, ....................................2023
Konseli

....................................................................
Lampiran 3: LKPD 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Assessment

Nama : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Hari, tanggal : …………………………………………………

Petunjuk pengisian:
1. Tuliskan tentang permasalahan yang berkaitan dengan ketidakdisiplinan yang pernah kamu
lakukan di sekolah, serta jelaskan penyebab dan konsekuensi yang kamu alami pada tabel
di bawah ini!
2. Pilihlah frekuensi yang paling sesuai atau menggambarkan dirimu dari tiap-tiap aspeknya
dengan cara memberikan tanda (V) pada kolom keterangan.
TP = Tidak Pernah, J = Jarang, KD = Kadang-kadang, S = Sering, SL = Selalu

Konsekuensi yang Keterangan


No Permasalahan Penyebab
dialami TP J KD S SL

3. Dari tabel di atas permasalahan dengan frekuensi tertinggi adalah:


………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
Lampiran 3: LKPD 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Target Tingkah Laku

Nama : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Hari, tanggal : …………………………………………………

Dalam kurun waktu ……………………… yaitu tanggal ….. s.d. ….. bulan ………………….
tahun …………. saya memiliki target melakukan hal di bawah ini:
1. ………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

Usaha saya dikatakan berhasil jika:


………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

Apabila saya berhasil melakukannya, saya akan mendapatkan:


………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

Apabila saya tidak berhasil melakukannya, saya akan mendapatkan:


………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………

Peserta Didik

…………………………………………….
(tanda tangan dan nama terang)
Lampiran 3: LKPD 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pemantauan Diri (Self Monitoring)

Nama : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Hari, tanggal : …………………………………………………

1. Tulislah target tingkah laku yang akan dipantau selama kurun waktu yang telah disepakati!
2. Isilah dengan memberi tanda cek (V) apabila kamu berhasil melakukannya dan tanda silang
(X) apabila kamu tidak berhasil melakukannya!

Target Tingkah Rabu Kamis Jumat Sabtu Senin


Jumlah
Laku (………) (………) (………) (………) (………)

Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan target tingkah laku:

Rabu : …………………………………………………………………………………………

Kamis : …………………………………………………………………………………………

Jumat : …………………………………………………………………………………………

Sabtu : …………………………………………………………………………………………

Senin : …………………………………………………………………………………………
Lampiran 4: Media Layanan Konseling Individual

Pada pelaksanaan layanan konseling individual ditayangkan video:


1. “Salah Siapa” yang diunduh dari platform youtube pada link berikut:
[Link]
Lampiran 5: Instrumen Evaluasi Proses (diisi oleh Konselor)

LEMBAR EVALUASI PROSES


LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

Nama : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Hari, tanggal : …………………………………………………

Petunjuk:
1. Berilah tanda cek (V) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda!
2. Kolom skor angka 1 = Kurang baik, 2 = Cukup baik, 3 = Baik, 4 = Sangat baik

Skor
No Pernyataan
1 2 3 4
1 Konseli terlibat secara aktif dalam kegiatan konseling
Konseli memiliki antusiasme yang tinggi dalam
2
mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi
Konseli mampu mengungkapkan permasalahannya
3
secara jujur
Alokasi waktu pemberian layanan sesuai dengan
4
rencana yang telah disepakati
Jumlah
Total Skor

Keterangan:
• Skor minimal : 1 x 4 = 4
• Skor maksimal: 4 x 4 = 16

Kriteria hasil:
• Sangat baik : 14 - 16
• Baik : 11 - 13
• Cukup baik : 6 - 10
• Kurang baik :0–6
Lampiran 5: Instrumen Evaluasi Proses (diisi oleh Konseli)

LEMBAR KEPUASAN KONSELI


TERHADAP LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

Nama Konseli : ……………………………………..


Kelas : ……………………………………..
Nama Konselor : ……………………………………..

Petunjuk:
1. Bacalah pernyataan di bawah ini dengan teliti!
2. Berilah tanda cek (V) pada kolom jawaban yang tersedia!
3. Skor untuk masing-masing pilihan jawaban adalah sebagai berikut:
3 = Sangat memuaskan, 2 = Memuaskan, 1 = Kurang memuaskan

Sangat Kurang
No. Aspek yang dinilai Memuaskan
memuaskan memuaskan
Penerimaan guru bimbingan
1 dan konseling atau konselor
terhadap kehadiran Anda
Waktu yang disediakan
2
untuk konseling individual
Kesempatan yang diberikan
guru bimbingan dan
konseling atau konselor
3
terhadap peserta
didik/konseli untuk
menyampaikan pendapat/ide
Kepercayaan Anda terhadap
guru bimbingan dan
4 konseling atau konselor
dalam layanan konseling
individual
Hasil yang diperoleh dari
5
konseling individual
Kenyamanan dalam
6 pelaksanaan konseling
individual
Jumlah
Total Skor

Keterangan:
• Skor minimal : 1 x 6 = 6
• Skor maksimal: 3 x 6 = 18

Kriteria hasil:
• Sangat baik : 13 – 18
• Baik : 7 – 12
• Kurang baik :0–6
Lampiran 6: Instrumen Evaluasi Hasil (diisi oleh Konseli)

LEMBAR EVALUASI HASIL


LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

Nama : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Masalah : …………………………………………………

Petunjuk:
Berilah tanda cek (V) pada salah satu jawaban yang paling sesuai. Adapun kriteria jawaban
tersebut yaitu sebagai berikut:
1 = Kurang Sesuai, 2 = Cukup Sesuai, 3 = Sesuai, 4 = Sangat Sesuai

Skor
No Pernyataan
1 2 3 4
Pemahaman Baru
Saya mendapatkan pemahaman baru terkait layanan
1
yang diberikan
Saya dapat mengubah perilaku yang sesuai dengan
2
layanan yang diberikan
Saya dapat menyimpulkan mengenai manfaat dan hasil
3
layanan yang diberikan
Perasaan Positif
Saya merasa senang mengikuti setiap tahap kegiatan
4
layanan yang dilakukan
Saya merasa dihargai dalam kegiatan layanan yang
5
dilakukan
Saya merasa puas untuk mengikuti keseluruhan kegiatan
6
layanan yang telah dilakukan
Saya merasa senang terhadap layanan yang diberikan
7 karena sangat bermanfaat bagi saya saat ini dan saat
yang akan datang
Saya merasa lega karena merasa terbantu akan layanan
8
ini
Rencana Kegiatan Setelah Layanan
Saya akan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan
9
dalam layanan ini dalam kehidupan sehari-hari
Setelah mendapatkan layanan ini saya akan
melaksanakan hal-hal positif khususnya dalam
10
manajemen diri dan kedisiplinan dalam kehidupan
sehari-hari
Saya akan meningkatkan perilaku disiplin terhadap tata
11
tertib sekolah setelah mengikuti kegiatan layanan ini
Saya dapat menentukan keputusan dalam bersikap dan
12
bertindak setelah mengikuti layanan ini
Jumlah
Total Skor
Keterangan:
Total skor = Jumlah skor x 100

48

Kriteria hasil
• Sangat baik : 74 – 100
• Baik : 68 – 73
• Cukup baik : 52 – 67
• Kurang baik : 36 – 51
Lampiran 7: Dokumentasi Layanan Konseling

Anda mungkin juga menyukai